Anda di halaman 1dari 54

Contoh soal

1. Udara di Bogor terasa dingin. (2) Kali ini dinginnya melebihi hari-hari sebelumnya. (3)
Dinginnya suhu udara di Bogor mencapai 24ºC. (4) Data tingkat suhu udara ini, terdapat di
papan informasi pengukur suhu di jalan-jalan besar di kota Bogor.
Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor .
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (3)
C. (1) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)
KUNCI JAWABAN : A

PEMBAHASAN :
Kalimat pendapat merupakan kalimat berisi pendapat dan bersifat subjektif yang memiliki
lebih dari satu kemungkinan kebenaran sesuai data pada teks.
Kata kunci: … ”terasa” (kalimat 1) dan ”melebihi ... sebelumnya” (kalimat .2)

2. (1) Pemkot Depok telah menertibkan 700 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar
dagangannya di pinggir jalan. (2) Hal ini dinilai sebagai penyebab kemacetan. (3) Di samping
itu, keberadaan PKL juga dianggap menimbulkan kesan semrawut. (4) Penertiban yang
berlangsung tanggal 26 Desember itu disambut dengan senang oleh para pengguna jalan.

Dua kalimat pendapat pada teks tersebut ditandai dengan nomor ....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (4)

Kunci Jawaban : C
Pembahasan :
Pendapat=opini adalah pikiran atau anggapan seseorang terhadap sesuatu. Orang yang satu
dengan yang lain dapat berbeda pendapat bergantung pada pandangan, pendirian, atau
penilaiannya.
Pada paragraf tersebut terdapat opini atau pendapat, yaitu kalimat (2) Hal ini dinilai sebagai
penyebab kemacetan. (3) Di samping itu, keberadaan PKL juga dianggap menimbulkan kesan
semrawut.
Kata kuncinya: dinilai dan dianggap

3. Sulit meminta maaf dan sulit memberi maaf sesungguhnya merupakan sifat manusia pada
umumnya. Namun, peluang untuk meminta maaf dan memberi maaf pastilah selalu ada. Jika
setiap orang bersedia memberi maaf alangkah tenteram dan nikmatnya kehidupan di muka
bumi ini. Lebih dari itu, apabila setiap orang sadar bahwa memberi maaf itu bahkan lebih
mulia nilainya daripada meminta maaf.
Pendapat yang tepat sesuai paragraf di atas adalah . . . .

a. Memberi maaf dan meminta maaf merupakan sikap yang baik.


b. Meminta maaf lebih mulia daripada memberi.
c. Sulit bagi kita meminta maaf lebih dahulu.
d. Kita jangan meminta maaf jika tidak bersalah.
KUNCI JAWABAN : a
PEMBAHASAN : karena pada kalimat ”Jika setiap orang bersedia memberi maaf alangkah
tenteram dan nikmatnya kehidupan di muka bumi ini .” menunjukkan bahwa Memberi maaf
dan meminta maaf merupakan sikap yang baik.

SKL 2
Menentukan kalimat utama/ide pokok/ kalimat penjelas
Gagasan utama juga disebut gagasan pokok, atau ide pokok. Ide pokok adalah ide/gagasan
yang menjadi pokok pengembangan paragraf, maka dalam satu paragraf hanya ada satu
gagasan utama. Ide pokok terdapat dalam kalimat utama.

Sebuah paragraf tersusun atas kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Kalimat utama
adalah kalimat yang di dalamnya terdapat ide pokok paragraf. Kalimat utama juga sering
disebut sebagai kalimat topik. Kalimat utama ini dijelaskan oleh kalimat-kalimat lain dalam
paragraf tersebut, yang disebut dengan kalimat penjelas. Kalimat penjelas yaitu kalimat yang
isinya memperjelas, menguraikan, atau berupa rincian-rincian tentang kalimat utama.

Contoh soal
4. (1) Selama Mei 2010 ini Aremania mengumpulkan dana sumbangan. (2) Dana itu
digunakan untuk membeli bahan-bahan kebutuhan hidup, seperti beras, gula, teh, kopi, mie
instan, dan lain-lain. (3) Setelah itu, bahan-bahan tersebut mereka bagi-bagikan ke berbagai
panti asuhan. (4) Hal itu membuktikan, Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian
sosial.
Gagasan utama paragraf diatas adalah . . .
A. (1)
B. (3)
C. (2)
D. (4)
E. (1) dan (4)
KUNCI JAWABAN : D
PEMBAHASAN :
Gagasan utamanya adalah Aremania adalah suporter yang memiliki kepedulian sosial (4)
karena kalimat ini diperjelas oleh kalimat-kalimat yang lain. Kalimat 1, 2, dan 3 adalah
gagasan penjelas karena isinya memperjelas gagasan kalimat 4.
5. Musim kompetisi 2006/2007 belum juga berakhir, tetapi Inter Milan sudah mendapatkan
pemain baru. Adalah Ederson Honorato yang berhasil didatangkan juara Liga Italia musim
lalu itu. Sebelumnya, penyerang asal Brasil itu memperkuat Nice. Ederson yang berusia 21
tahun itu bergabung dengan Nice dua musim lalu. Saat itu, Inter Milan sebenarnya sudah
berniat membawanya ke Stadion San Siro, namun Nice lebih menjadi pilihan Ederson.
Kalimat utama paragraf tersebut adalah ...
A. Musim kompetisi 2006/2007 belum juga berakhir, tetapi Inter Milan sudah mendapatkan
pemain baru.
B. Ederson Honorato sebelumnya memperkuat Nice, berhasil didatangkan juara Liga lalu.
C. Ederson Honorato yang berusia 21 tahun itu bergabung dengan Nice dua musim lalu.
D. Inter Milan sebenarnya sudah berniat membawanya ke Stadion San Siro namun Nice lebih
menjadi pilihan Ederson.
E. Inter Milan sebenarnya sudah berniat merekrut Ederson Honorato, tetapi baru tahun ini
tercapai.
KUNCI JAWABAN : A
PEMBAHASAN : Karena kalimat kedua dan seterusnya merupakan kalimat penjelas.

SKL 3
Menentukan isi dan simpulan grafik/tabel
Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data informasi yang berupa kata-kata dan
bilangan yang tersusun secara bersistem. Informasi pada tabel di tulis urut kebawah di deret
tertentu dengan garis pembatas sehingga mudah dipahami. Tabel menyajikan data yang dapat
diklasifikasikan secara sistematik dalam jumlah menurut kesatuan tertentu.
Grafik merupakan visualisasi tabel. Tabel yang berupa angka-angka dapat disajikan dalam
bentuk gambar yang di sebut grafik.
Kesimpulan/Simpulan merupakan ikhtisar atau pendapat terakhir berdasarkan uraian
sebelumnya.

6. Cermatilah grafik berikut!


Simpulan isi grafik tersebut yang tepat adalah …
a. Koperasi Siswa SMP Kartika tahun 2006 mengalami kenaikan.
b. Perkembangan koperasi SMP Kartika setiap tahun meningkat.
c. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan dari tahun 2002 s.d. 2003.
d. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami kenaikan drastis pada tahun 2007.
e. Koperasi siswa SMP Kartika mengalami penurunan pada tahun 2003-2005.
KUNCI JAWABAN : D
PEMBAHASAN :
Mengalami kenaikan 300 ribu dari 300-600
7. Soal 5: Perhatikan tabel berikut
Informasi yang sesuai dengan tabel tersebut adalah…
A. Jumlah pasien rawat jalan selalu meningkat setiap tahun.
B. Jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap cenderung meningkat.
C. Setiap tahun jumlah pasien rawat inap cenderung menurun.
D. Pasien rawat inap mendapat pelayanan yang baik
KUNCI JAWABAN : C
PEMBAHASAN : karena pilihan A,B dan D tidak sesuai dengan tabel pada soal.

SKL 4
Menentukan persamaan topik/perbedaan aspek pembahasan dari dua artikel
Contoh soal
Arikel 1
Indonesia punya menu ayam goreng yang rasanya sangat lezat. Yaitu, ayam goreng Kalasan.
Ayam goreng Kalasan ini rasanya sangat gurih. Ada bumbu kriuk yang selalu setia menemani
ayam goreng kampung ini. Salah satu perbedaan yang paling penting ayam goreng Kalasan
menggunakan ayam kampung. Ayam Kalasan ini dimasak dengan aneka rempah khas
Indonesia. Pasti lebih sehat karena tanpa penyedap rasa yang berlebihan.

Arikel 2
Rendang adalah masakan tradisional bersantan dengan daging sapi sebagai bahan utamanya.
Masakaan khas dari Sumatera Barat ini sangat digemari semua kalangan. Tidak saja
masyarakat Indonesia bahkan luar negeri pun menggemarinya. Selain daging sapi, rendang
juga menggunakan kelapa. Rendang menggunakan bumbu khas Indonesia. Bumbu tersebut
yaitu cabai, lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lain
8. Persamaan ide kedua artikel tersebut adalah ... (prediksi soal un bahasa indonesia 2012)
(http://mgmpbisumbar.blogspot.com/2011/12/prediksi-soal-un-bahasa-indonesia-2012.html)
A. Masakan Indonesia yang digemari masyarakat luar negeri
B. Masakan yang tidak menggunakan penyedap rasa.
C. Masakan-masakan khas Indonesia
D. Wisata kuliner Indonesia
Kunci jawaban : C
Pembahasan : karena kedua artikel membahas tentang masakan khas Indonesia.

Bacalah dua kutipan teks berita dibawah ini!


Kutipan Berita Teks 1
Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM terus mengkaji
penghapusan remisi (potongan tahanan) bagi para terpidana koruptor. Diharapkan dalam
waktu dekat sudah dapat diselesaikan pengkajiannya.
Kutipan Teks Berita 2
Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Andi Tumpa, menilai penghapusan remisi terhadap
narapidana koruptor tidak tepat karena setiap narapidana berhak mendapatkan remisi sesuai
undang-undang yang mengatur remisi.Penjelasan tersebut dilontarkan di Gedung MA pada
hari Selasa.
9. Perbedaan penyajian teks berita tersebut adalah . . . .
Teks Berita 1 Teks Berita 2
A. Siapa, apa, kapan Siapa, mengapa, dimana, kapan
B. Siapa, bagaimana, kapan Siapa, mengapa, dimana, kapan
C. Apa, siapa, kapan Apa, mengapa, kapan, dimana
D. Apa, mengapa, dimana Apa, siapa, kapan, dimana
Jawaban : A

Pembahasan : Karena sesuai dengan urutan ilustrasi, yaitu :


Teks berita 1
· Siapa : Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM
· Apa : terus mengkaji penghapusan remisi (potongan tahanan) bagi para terpidana
koruptor
· Kapan : dalam waktu dekat
Teks berita 2
· Siapa : Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Andi Tumpa
· Mengapa : karena setiap narapidana berhak mendapatkan remisi seseuai undang-
undang yang mengatur remisi
· Dimana : Gedung MA
· Kapan : pada hari Selasa

SKL 5
Menentukan isi / keteladanan / keistimewaan dalam teks biografi tokoh
Biografi adalah tulisan tentang perjalanan hidup tokoh-tokoh terkenal. Selain
biografi, kita juga mengenal istilah Otobiografi. Keduanya sama saja, merupakan tulisan
tentang perjalanan hidup seseorang. Perbedaannya adalah: Biografi ditulis oleh orang lain
sedangkan Otobiografi ditulis oleh yang bersangkutan (maksudnya, kisah hidup tersebut
ditulis oleh si tokoh itu sendiri).
Dalam materi (KD) menentukan hal-hal yang dapat diteladani dari kutipan teks biografi,
kalian akan belajar dari tokoh mengenai hal-hal yang patut diteladani dan menyimpulkan
keunggulan tokoh tersebut.
Selain kegiatan pembelajaran menentukan hal-hal yang dapat diteladani dari kutipan
buku biografi (yang dibaca) ini, kalian juga akan melakukan kegiatan berbicara
yaitu menceritakan tokoh idola.

Contoh soal :
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Wage Rundolf Supratman lahir pada tanggal 9 Maret 1903 di Sumogari. Supratman
sangat pandai bermain sandiwaradan mahir bermain alat musik. Setiap waktu luang, ia
memanfaatkan untuk bermain musik terutama biola.
Keberaniannya mengutarakan pendapat membuat ia di angkat menjadi pembantu surat
kabar Kaoum Moeda di Bandung. Meskipun gaji yang diperolehnya kecil, ia puas karena ia
dapat mengutarakan pendapat serta pikiran dalam tulisan-tulisannya. W.R. Supratman
menulis dan mengubah lagu-lagu perjuangan untuk mengabarkan semangat nasionalisme dan
rasa cinta tanah air.Ia dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada saat ia diminta mendengarkan lagu Indonesia Raya, dan semua hadirin berdiri
khidmat, hal itulah yang tak terlupakan bagi dirinya. Ia bekerja tanpa pamrih. Dalam
hidupnya, ia lebih suka memberi dari pada menerima.

10. Hal yang dapat diteladani dari tokoh tersebut adalah . . . .


A. Menjadi pembantu surat kabar
B. Mendengarkan lagu-lagu
C. Suka memberi daripada menerima
D. Mempunyai pengalaman tak terlupakan
Jawaban : C
Pembahasan : Karena hal yang dapat diteladani dari tokoh Ki Hajar Dewantara adalah dia
suka memberi dari pada menerima.
Bacalah dengan seksama biografi berikut!
Subagio Sastrowardoyo
Subagio Sastrowardoyo adalah seorang penyair terkemuka Indonesia. Sajak dan
Kumpulan sajaknya beberapa kali mendapat penghargaan. Tahun 1966 dan 1967, sajaknya
yang berjudul ”Dan Kematian Makin Akrab” merupakan pemenang hadiah majalah Horison.
Tahun 1971, Subagio menerima Anugerh Seni untuk sajaknya ”Daerah Perbatasan” ( 1970 ).
Tahun 1991, Subgio menerima Hadiah Sastra ASEAN untuk kumpulan sajaknya Simfoni
Dua ( 1990 ).
Dalam buku Sastra Indonesia Modern II ( 1957 – 1989 ), Prof. Dr.Teeuw mengatakan
, ”Subagio adalah cendikiawan yang bacaannya sangat luas seperti tercermin dalam sajak-
sajaknya dan juga dari tulisan-tulisan kritiknya.” Bahkan, lebih lanjut ahli satra itu
menyatakan, ” Di antara semua penyair Indonesia modern, memang dialah yang paling
menarik bagi saya”.

11. Hal yang perlu diteladani dari tokoh Subagio Sastrowardoyo adalah . . . .

A. Subagio Sastrowardoyo adalah seorang penyair terkemuka Indonesia.

B. Sajak dan kumpulan sajaknya beberapa kali mendapat penghargaan.

C. Lewat karyanya, ia mengharumkan nama bangsa dan negara.

D. Subagio adalah cendekiawan yang bacaannya sangat luas.


E. Subagio sangat disegani di kalangan sastrawan.

Kunci Jawaban : C
Pembahasan : subagio satrawardoyo dalam kutipan biografi banyak mendapatkan banyak
penghargaan yang mengharumkan nama bangsa.

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan

SKL 6
Menentukan masalah / tujuan penulis / opini penulis / keberpihakan dalam teks editorial
Teks editorial atau tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang
merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada
saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan
adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang
masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta
pembaca.
SIFAT TAJUK RENCANA :
1. Krusial dan ditulis secaea berkala.
2. Isinya menyikapi situasi nyang berkembang di masyarakat.
3. Memiliki karakter atau konsistensi yang teratur kepada pembacanya.
4. Terkait erat dengan policy media atau kebijakan media yang bersangkutan.
Contoh Soal :
Bacalah kutipan tajuk rencana berikut!
(1) Kita pertanyakan keseriusan pemerintah menyediakan infrastruktur dan sarana
transportasi publik, khususnya angkutan darat. (2) Sampai kini, belum terlihat upaya
signifikan ke arah itu. (3) Bahkan, kita melihat kemacetan parah setiap saat di kota-kota
besar, khususnya di Jakarta. (4) Kegagalan pemerintah di sektor transportasi publik itulah
pemicu konsumsi BBM semakin melonjak. (5) Buktinya, sektor transportasi darat menyedot
90 persen BBM bersubsidi, mobil pribadi mengonsumsi 53 persen dan sepeda motor 40
persen. (6) Menggunakan kendaraan pribadi walau ongkos mahal menjadi pilihan efektif
ketika solusi alternatif bagi masyarakat tidak tersedia. (7) Kita ingatkan, jangan sampai
pemerintah ingin menghemat anggaran subsidi demi APBN lantas masyarakat berkorban
berkali-kali lipat karena kehilangan kesempatan peningkatan produktivitas, akibat kelangkaan
BBM yang merugi, melainkan secara umum pertumbuhan ekonomi pun terhambat.

12. Masalah dalam kutipan tajuk rencana tersebut adalah ...


A. Pemerintah tidak serius dalam menyediakan infrastruktur dan sarana transportasi publik.
B. Kegagalan pemerintah di sektor transportasi publik memicu konsumsi BBM semakin
melonjak.
C. Kemacetan lalu lintas parah terlihat pada setiap saat di kota-kota besar, khususnya di
Jakarta.
D. Pemerintah ingin menghemat anggaran subsidi APBN, tetapi dalam kenyataannya malah
sebaliknya.
E. Pertumbuhan ekonomi terhambat dan terjadi kelangkaan BBM karena pemerintah
menaikkan harga BBM.
Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena berbagai masalah dalam tajuk rencana di atas disebabkan oleh
ketidakseriusan pemerintah dalam menyediakan transportasi publik.

13. Opini penulis dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
A. (1) dan (2)

B. (2) dan (4)

C. (3) dan (4)

D. (5) dan (6)

E. (6) dan (7)

Kunci Jawaban : E
Pembahasan : kalimat keenam dan ketujuh merupakan hasil pemikiran penulis.

SKL 7
Menentukan kalimat simpulan paragraf deduktif/induktif
Simpulan adalah hasil dari menyimpulkan (kesimpulan).
Kesimpulan adalah ikhtisar, pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya, dan
keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. (Sumber:
KBBI).

Metode Analisis:

1
2
3
4
5

Keterangan:
Pada bagan di atas, sebuah paragraf diibaratkan terdiri dari lima kalimat. Untuk menemukan
simpulan dan isi paragraf tersebut, perhatikan langkah-langkah berikut ini:
1. Fokuskan perhatian kita pada kalimat terakhir (no.5), jika kalimat terakhir tersebut
mencakup keseluruhan ide pada paragraf tersebut, maka kalimat terakhir tersebut
merupakan Simpulan dari paragraf tersebut.
2. Jika, pada kalimat terakhir tidak mencerminkan ide yang mencakup seluruh gagasan
dari paragraf tersebut, maka pengambilan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan
kata-kata kunci yang tersebar pada seluruh paragraf tersebut. Simpulan juga dapat
diketahui dengan menggunakan pertanyaan, Apa yang dibicarakan di dalam paragraf
tersebut.
Contoh soal :
3. Bacalah kutipan teks berikut!
Sebuah Negara perlu diatur dengan sistem pemerintahan yang dianggap bisa mengatasi
dan mengayomi masyarakat.Salah satu sistem pemerintahan tersebut adalah demokrasi.Bagi
Negara yang masyarakatnya berpendidikan cukup, sistem demokrasi bisa memajukan
Negara.Namun, bagi Negara yang masih perlu pendidikan, demokrasi adalah suatu bencana.
14. Simpulan paragraf tersebut adalah . . . .
A. Sistem pemerintahan bisa mengayomi masyarakat
B. Sistem pemerintahan adalah demokrasi
C. Sistem demokrasi memiliki kelemahan dan kelebihan
D. Sistem demokrasi bisa memajukan negara

Jawaban : C
embahasan : karena dalam kutipan di atas sistem demokrasi ditentukan oleh suatu negara itu.
Karena disimpulkan dari fakta kalimat 2, 3, dan 4
Bacalah kutipan paragraf berikut!
Puluhan hektare tanaman padi yang telah menguning habis dilalap banjir. Puluhan ribu
tanaman cabe yang mulai dipetik petani tidak bisa juga terhindar dari ancaman bencana ini,
meski area tanaman sedikit lebih tinggi daripada tanaman padi. Bahkan, tanaman sayuran
yang berada di lahan satu meter lebih tinggi dan tinggal beberapa hari lagi siap dipanen, juga
tergenang air akibat banjir.

15. Simpulan secara generalisasi yang sesuai dengan paragraf di atas adalah . . . .
A. Banjir kali ini telah memusnahkan tanaman yang siap dipanen.
B. Semua tanaman milik petani tak ada yang tersisa akibat banjir.
C. Puluhan hektare lahan pertanian tergenang air akibat banjir.
D. Lahan pertanian menjadi korban utama dari bencana bnjir.
E. Tak terhitung kerugian yang diderita petani akibat bencana banjir
Kunci Jawaban : A
Pembahasan : tanaman petani yang berada di lahan tinggi dan tinggal beberapa hari lagi siap
dipanen tergenang air akibat banjir.

SKL 8
Melengkapi berbagai jenis paragraf
(deskripsi/eksposisi/argumentasi/persuasi/silogisme/analogi/generalisasi) dengan kalimat
yang tepat
Untuk dapat melengkapi berbagai jenis paragraf, sebelumnya anda ketahui terlebih dahulu
pengertiannya.
Pengertian paragraf deskripsi, eksposisi, argumentasi, persuasi, silogisme, analogi,
generalisasi adalah sebagia berikut :
a. Deskrisi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan kepada pembaca
terhadap objek, gagasan, tempat, dan peristiwa. Paragraf ini membuat pembaca seolah-olah
melihat, mendengar, merasakan atau terlibat lansung dalam peristiwa yang diuraikan penulis.
b. Eksposisi
Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menyampaikan informasi dengan memaparkan,
menjelaskan, mengajarkan dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan agar pembaca
menerima atau mengikutinya.
c. Argumentasi
Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan suatu pendapat, konsepsi atau opini kepada
pembaca. Untuk meyakinkan pembaca, penulis menyertakan bukti, contoh dan berbagai
alasan yang sulit dibantah.
d. Persuasi
Paragraf persuasi merupakan kelanjutan dari paragraf argumentasi. Paragraf ini mula-mula
memaparkan gagasan dengan alasan, bukti atau contoh untuk meyakinkan pembaca.
Kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca.
e. Silogisme
Silogisme adalah suatu argumen yang bersifat deduktif yang mengandung tiga proporsi
kategori yakni dua premis dan satu kesimpulan.
f. Generalisasi
Generalisasi ialah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas sejumlah gejaladengan
sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan umum.
g. Analogi
Analogi ialah sebuah proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip
satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal akan berlaku
pula untuk satu hal yang lain.
Bacalah kutipan paragraf berikut!
Jadi, Saudara-saudara, beribadahlah secara benar. Jauhilah perbuatan yang dilarang Allah
agar kita sama semua selalu berupaya untuk tidak melakukan perbuatan dosa kepada Allah
dan orang lain.
. . . . Bukankah melakukan ibadah itu sebenarnya untuk mencegah orang melakukan
perbuatan keji dan mungkar ?

16. Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah . . . .

A. Marilah kita beribadah dengan sekuat tenaga agar masa depan cerah.
B. Marilah kita menjauhi perbutan yang tidak benar dan tidak terpuji.
C. Marilah kita saling membantu, menyayangi, dan menghormati.
D. Marilah kita merenungkan perbuatan baik yang telah kita lakukan.
E. Marilah kita membersihkan harta dan pikiran yang kotor.
Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena pilihan A lebih tepat dari pilihan yang lain.
Cermatilah paragraf berikut!
Lembah Harau, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat merupakan
jurang yang besar dengan diameter mencapai 400 meter. Di Harau ini banyak keindahan yang
memukau. Tebing-tebing granit menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengelilingi
lembah. ... Dari mulai memasuki Lembah Harau, pengunjung sudah menikmati tebing-tebing
granit ini.

17. Kalimat deskripsi yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang dalam
paragraf tersebut adalah ....
A. Tebing-tebing granit yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300 meter.
B. Sebagian pemanjat tebing dunia telah mengunjungi tempat ini untuk dipanjatnya.
C. Banyak orang membandingkan Lembah Harau yang indah dengan “Grand Canyon”.
D. Pengunjung menikmati keindahan alamnya dalam udara yang sangat segar dan bersih.
E. Tebing granit di Lembah Harau sudah lama menjadi daya tarik wisata Provinsi Sumatra
Barat.
Jawaban: A
Pembahasan :
Contoh kalimat deskriptif, “Tebing-tebing yang terjal ini mempunyai ketinggian 80-300
meter (kata-kata bergaris bawah merupakan kata sifat).

SKL 9
Melengkapi teks dialog
Percakapan atau dialog dapat terjadi di mana saja, misalnya di kelas, di rumah, atau di
kantin. Percakapan adalah tanya jawab yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Percakapan umumnya dilakukan secara langsung. Namun, ada juga percakapan yang
dilakukan melalui telepon atau alat lainnya. Dalam sebuah percakapan pasti ada hal yang
dibicarakan. Hal yang dibicarakan dalam percakapan dapat berupa pekerjaan rumah, hobi,
film dan sebagainya.

Sebelum melengkapi teks percakapan yang belum selesai, kita harus membaca percakapan
tersebut, kemudian memahami isinya. Cara memahami isi percakapan dapat dilakukan
dengan melihat kalimat-kalimatnya. Kalimat sebelum dan sesudahnya itu yang menjadi
kunci. Langkah-langkah untuk membuat percakapan adalah sebagai berikut:

1. Menentukan masalah yang akan dipercakapkan.


2. Menentukan pihak-pihak yang bercakap-cakap, seperti usia dan jenis kelamin.
3. Menentukan situasi dan kondisi percakapan, misalnya resmi atau tidak resmi
4. Menggunakan kata yang tepat.

Perhatikan dialog berikut!


Dony : “Bagaimana realisasi majalah dinding di sekolah kita?”
Jerry : “Cukup baik dan sudah mengikuti imbauan kepala sekolah.”
Dony : “Pengertian baik yang Anda maksudkan ditinjau dari segi apa?”
Jerry : ...
18. Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ...
A. Baik dari diri saya sendiri maupun dari berbagai pihak
B. Dari segi kertas, penampilan, dan kelengkapan isinya.
C. Baik menurut pendapat orang-orang di sekitar sekolah.
D. Baik dari segi biaya dan waktu.
E. Segi kesiapan, kenyamanan dan lain sebagainya
Kunci Jawaban : A

Pembahasan : karena pada dialog kedua terdapat masukkan dari pihak lain.
(soal uan 2013)
Menurut kami adalah E karena “segi” = “sisi” jadi realisasi tersebut dikatakan cukup baik
karena dari segi kertasnya sesuai, penampilannya cukup bagus dan isinya sudah cukup
lengkap.
Bacalah dialog berikut dengan saksama!
Rudi : "Tugas kita sebagai pelajar, ya, belajar dan belajar."
Irma : "Itu benar! Tapi untuk mencapai ke majuan di bidang IPTEK dan eko nomi sekarang
ini susah, kalau hanya dengan belajar saja."
Rudi : "Lalu apalagi yang harus kita perbuat?"
Irma : " Ya, aku sendiri tidak tahu! Masalahnya kita belum mampu keluar dari lingkaran
kemiskinan."
Rudi : "Ia ya! Bagai membandarkan air ke
gunung. Untuk mencapai kemajuan seperti di beberapa negara tetangga."
Dedi : "Malah mungkin .... bagi kita saat ini."
19. Peribahasa yang tepat untuk melengkapi dialog tersebut adalah ....

(A) bagai bergantung di akar lapuk

(B) seperti mentimun dengan durian

(C) bagai air di daun talas

(D) bagai bumi dengan langit

(E) bagai mengakkan benang basah

Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena kesimpulan yang didapat dari dialog di atas bahwa untuk mencapai
kemajuan iptek dan ekonomi tidak harus selalu belajar.

Menurut kami jawabannya adalah E karena untuk mencapai kemajuan iptek harus berjuang
tanpa kenal lelah dan tidak putus asa, seperti halnya menegakkan benang yang basah karena
untuk menegakkan benang basah perlu kerja keras, perjuangan dan kesabaran.
SKL 10
Menyusun paragraf padu
Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimat – kalimat yang berhubungan logis.
Hubungan pikiran – pikiran yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan
makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf menjadi satu padu, utuh,
dan, kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi ( pengulangan ) kata kunci atau
sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk parallel.
Paragraf dinyatakan padu jika dibangun dengan kalimat – kalimat yang berhubungan logis.
Hubungan pikiran – pikiran yang ada dalam paragraf menghasilkan kejelasan struktur dan
makna paragraf. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan paragraf menjadi satu padu, utuh,
dan, kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi ( pengulangan ) kata kunci atau
sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk parallel.
Contoh soal :

Cermati urutan kalimat berikut!


(1) Pemilik kos harus bertindak tegas kepada mereka yang terlibat sebagai pengedar atau
pengguna narkoba yaitu mempersilakan meninggalkan tempat kos.
(2) Masalah narkoba di kota besar tidak terlepas dari peran pemilik kos.
(3) Di samping itu, mereka juga dapat terlepas dari hal-hal negatif yang menyesatkan.
(4) Aturan tersebut diambil agar para pelajar dan mahasiswa dapat konsentrasi dalam belajar.
(5) Sudah selayaknya jika para pemilik kos membuat aturan bahwa penghuni kosnya harus
bebas narkoba dan obat-obatan terlarang.

20. Agar menjadi paragraf yang padu, kalimat-kalimat tersebut harus disusun dengan urutan
.... (soal uan 2013)
A. (2), (1), (3), (5), dan (4)
B. (2), (1), (4), (3), dan (5)
C. (2), (1), (5), (4), dan (3)
D. (4), (2), (1), (5), dan (3)
E. (4), (3), (1), (2), dan (4)
Jawaban : B
Pembahasan : karena pilhan A,C,D dan E tidak tepat.
Menurut kami jawabannya adalah C karena urutanya adalah 2 (peran pemilik kos), 1 (pemilik
kos harus bertindak tegas), 5 (pemilik kos harus membuat aturan), 4 (alasan perlunya aturan),
dan 3 ( dampak positif aturan tersebut)
Cermatilah kalimat-kalimat berikut!

(1) Pengairan selanjutnya dikurangi, terutama pada rase penuaan rimpang, karena tanah yang
terlalu basah (menggenang) dapat menyebabkan buruknya rimpang jahe.

(2) Mula-mula air disalurkan melalui saluran pemasukan, kemudia dibiarkan meng-genangi
petakan atau bedengan hingga tanah cukup basah.

(3) Selanjutnya, air segera dialirkan melalui saluran pembuangan.


(4) Pengairan harus dilakukan secara kontinu 3 - 5 hari sekali atau bergantung pada keadaan
cuaca dan kelembaban tanah.

(5) Pengairan dilakukan dengan cara di-genangi 15 menit atau lebih sehingga tanah cukup
basah.
21. Kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan paragraf yang padu dengan urutan ....

(A) (1), (3), (2), (5), dan (4)

(B) (2), (1), (5), (4), dan (3)

(C) (3), (1), (5), (2), dan (4)

(D) (4), (5), (1), (2), dan (3)

(E) (4), (1), (5), (2), dan (3)

Jawaban : B
Pembahasan : karena pilihan B lebih tepat dari pilihan lain.

SKL 11
Menulis dan memperbaiki kalimat dalam surat lamaran pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat permohonan yang ditulis oleh seorang pencari
(pelamar) kerja yang dikirimkan kepada instansi atau perusahaan guna mendapat pekerjaan
sesuai lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat resmi
sehingga bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia yang resmi atau formal.

1. Struktur surat lamaran pekerjaan


1). Tanggal surat
Nama tempat/kota diawali dengan huruf kapital, diberi tanda koma (,) sebelum tanggal.
Tanggal ditulis dengan angka; bulan ditulis dengan huruf lengkapyang diawali huruf kapital;
tahun tidak disingkat; tidak diakhiri tanda titik. Perhatikan contoh !
Jakarta, 20 Oktober 2013

2). Lampiran
Kata lampiran diawali dengan huruf kapital, diakhiri tanda titik dua (:), isi lampiran hanya
huruf awal kata pertama yang ditulis kapital, tidak diakhiri tanda titik. Perhatikan contoh !
Lampiran : Satu berkas

3). Perihal
Kata perihal diawali dengan huruf kapital, diakhiri tanda titik dua(:), isi perihal diawali
dengan huruf kapital hanya pada kata pertama, tidak diakhiri tanda titik , dan tidak
digarisbawahi. Perhatikan contoh !

Perihal : Lamaran pekerjaan


4). Alamat penerima surat
Alamat surat dianjurkan tidak memakai kata kepada, yang terhormat disingkat menjadi Yth.,
diikuti alamat lengkap, dan tidak diakhiri dengan titik. Perhatikan contoh !
Yth. Pemasang Iklan pada Harian Kompas
PO Box 2501 JKTM
Jakarta

5). Salam pembuka


Salam pembuka yang lazim dipakai adalah dengan hormat dan diakhiri tanda koma.
Perhatikan contoh !
Dengan hormat,

6). Isi
a). Kalimat pembuka
Berdasarkan iklan yang dimuat pada harian................................
b). Rincian identitas pelamar
.......................................................... saya yang bertanda tangan dibawah ini:
nama : Susmana
tempat/tgl. lahir :Yogyakarta, 22 Juni 1978
alamat :Jalan Kramat V/58
ndidikan : Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
...................................................... saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Bagian penutup
Demikian surat lamaran ini saya sampaikan dengan harapan Bapak berkenan
mempertimbangkannya. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih.

7). Salam penutup


Salam penutup yang lazim dipakai adalah hormat saya, diakhiri tanda koma.
Perhatikan contoh !
Hormat saya,

8). Nama peserta dan tanda tangan


Susmana

2. Isi surat lamaran pekerjaan


Bagian isi surat lamaran pekerjaan harus mengandung keinginan yang kuat si Pelamar untuk
menjadi pekerja atau karyawan pada suatu instansi/lembaga. Isi surat haruslah sesuai dengan
pokok surat/perihal surat.
Contoh soal :
Bacalah iklan berikut dengan saksama!
Perusahaan Farmasi Nasional yang sedang berkembang pesat membuka peluang karier bagi
Sdr./Sdri. yang berdedikasi tinggi, ber-penampilan menarik, mau bekerja keras. Dengan
persyaratan sebagai berikut
1. Pendidikan S1, D3, SMF SMA IPA dengan nilai

2. Matematika minimal 6.

3. Usia maksimal 27 tahun.

4. Memiliki sepeda motor, SIM C

5. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.

Segera kirimkan surat lamaran lengkap (CV. pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 (2 lbr),
fotokopi STNK, SIM C, KTP, dan Ijazah) ke PO.BOX 4080/JKT 10040
Kompas, 20 Mei 2006

22. Kalimat pembuka surat lamaran pekerjaan yang tepat berdasarkan iklan tersebut adalah
....
(A) Sehubungan dengan iklan yang dimuat pada harian Kompas, maka saya mengajukan
lamaran pekerjaan sebagai....

(B) Sesuai dengan pendidikan dan kualifikasi saya, maka dengan ini saya bermaksud mengisi
lowongan di harian Kompas.

(C) Sehubungan dengan iklan yang dimuat di harian Kompas, 20 Mei 2006, saya mengajukan
lamaran pekerjaan sebagai....

(D) Melalui surat ini, saya mengajukan lamaran pekerjaan sesuai iklan di harian Kompas
sebagai....

(E) Memenuhi iklan di harian Kompas, 20 Mei 2006, saya melamar sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan.
Kunci Jawaban : C
Pembahasan : pilihan C lebih tepat ” Sehubungan dengan iklan yang dimuat di harian
Kompas, 20 Mei 2006, saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai.”

Cermatilah kutipan surat lamaran berikut!


.... dengan ini saya mengajukan lamaran pekerjaan untuk mengisi lowongan tersebut.
Adapun identitas diri saya ....
23. Pembagian identitas yang tepat untuk melengkapi surat lamaran tersebut adalah ....

(A). Nama : Riana


Tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 April 1986
Alamat : Jalan Bhakti Husada 10, Bengkulu

(B) Nama : Riana


Tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 - 4 - 1986
Alamat : Jalan Bhakti Husada 10
Bengkulu

(C) nama : Riana


tempat, tanggal lahir : Bengkulu/5 April 1986
alamat : Jl. Bhakti Husada 10
Bengkulu

(D) nama : RIANA


tempat, tanggal lahir : BENGKULU, 05 04 1986
alamat : Jalan Bhakti Husada 10
Bengkulu

(E) nama : Riana


tempat, tanggal lahir : Bengkulu, 5 April 1986
alamat : Jalan Bhakti Husada10, Bengkulu
Kunci Jawaban : E
Pembahasan : Karena memenuhi kaidah dalam pembuatan surat lamaran

SKL 12
Melengkapi teks pidato dengan kalimat persuasif
Kalimat Persuasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau
pendapat penulisdengan disertai dengan bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya
adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapattersebut adalah benar dan
terbukti dan juga melaksanakan apayang menjadi ajakan dari ide tersebut. Paragraf persuasi
memang memiliki banyak kesamaandengan paragrafargumentasi, bedanya paragraf persuasi
lebih cenderung menjadi sebuah ajakan.

Ciri-ciri paragraf persuasi :


1. Persuasi berasal dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
2. Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
3. Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui
kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
4. Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya
kesepakatan pendapatnya tercapai.
5. Persuasi memerlukan fakta dan data.
Pendekatan Kalimat Persuasi
Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha
membangkitkan dan merangsang emosi.

Contoh :
1. Propaganda kelompok / golongan, kampanye
Tujuannya agar masyarakat mendukung partai, kelompok atau golongan tersebut.
2. Iklan dalam media massa,lebaran, dsb
Tujuannya agar pembaca atau siapapun yang melihat iklan tersebut membeli barang
ataumenggunakan jasa tersebut.

Contoh soal :
Kapan lagi, kapan lagi diri-diri kita akan berubah. Waktu terus berlalu sedang diri kita begitu
dan terus begitu. Malah makin tidak baik. … . Kita tingkatkan ilmu kita. Kita tingkatkan
iman kita. Kita jadikan diri kita terampil menghadapi masalah, terampil berkarya.
24. Kalimat persuasif yang tepat untuk melengkapi teks pidato di atas adalah… .
A. Mari kita tingkatkan diri kita.
B. Mari mengubah apa yang ada.
C. Ayo kita mulai perubahan itu.
D. Mari terus melangkah maju.
E. Hendaklah kita bergerak terus.

Kunci Jawaban : C
Pembahasan : karena inti dari pidato itu ialah tentang perubahan diri.

Hendaknya saudara-saudara berpartisipasi secara benar. Hindarilah perbuatan yang


dilarang Negara, apalagi Allah. Kita harus selalu berupaya untuk tidak melakukan perbuatan
yang menyinggung, merugikan atau melanggar hak seseorang atau orang lain. Melakukan
perbuatan sosial itu sebenarnya untuk membahagiakan mengurangi beban orang lain sehingga
kita benar-benar ikut merasakan penderitaan mereka... (UN 2010-2011)

25. Kalimat persuasif untuk melengkapi teks pidato tersebut adalah..


A. Marilah kita beramal sesuai dengan kemampuan kita masing-masing di lingkungan
kita.
B. Marilah kita beramal sesuai dengan kemampuan kita dengan tidak mengharapkan
imbalan apapun.
C. Marilah kita mengamalkan perbuatan baik kita yang telah kita lakukan kepada siapa
saja.
D. Marilah kita saling membantu, menyayangi dan menghormati perbuatan sosial, seperti
beramal.
E. Marilah kita membantu saudara-saudara kita yang kekurangan dengan berbagai cara.

Kunci Jawaban : D
Pembahasan : Pada pidato di atas lebih mengarah ke perbuatan sosial jadinya jawaban paling
tepat D

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 13
Menulis karya ilmiah (latar belakang/rumusan tujuan penulis/rumusan masalah)
MENULIS KARYA ILMIAH/ KARYA TULIS
Karya tulis adalah karangan ilmiah yang biasa di susun oleh siswa dan mahasiswa.
Karya tulis yang lengkap biasanya terdiri dari tiga bagian, yakni :
1. Bagian awal meliputi ; kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang
dan singkatan, dan abstrak.

2. Bagian tengah meliputi ; - pendahuluan, terdiri dari; latar belakang, perumusan masalah,
ruang lingkup masalah, tujuan penulisan, metode penelitan, sistematika penulisan.
- isi ( pembahasan )
- penutup terdiri dari; kesimpulan dan saran

3. Bagian akhir meliputi : daftar pustaka dan lampiran.


Tema adalah pokok pikiran yang dipakai sebagai dasar mengarang.
Judul digunakan sebagai kepala karangan. Judul berfungsi secara jelas dan tepat.
Latar belakang/pendahuluan adalah sesuatu yang berfungsi untuk menarik perhatian pembaca
dan memberikan arahan terhadap masalah-masalah yang akan diuraikan.
Masalah / isi merupakan tubuh karangan yang mempunyai bagian yang sangat esensial.
Kesimpulan dan saran merupakan inti dari uraian yang telah dijelaskan. Kesimpulan harus
dirumuskan secara jelas dan tegas.

Cara menentukan rumusan masalah


Penentuan rumusan masalah dari latar belakang. Carilah ide pokok atau bahasan utama dalam
latar belakang. Untuk merumuskan masalah, bahasan dalam latar belakang ditandai fokus
pada akhir paragraf dengan kata penghubung oleh karena itu.
Cara menulis daptar pustaka sebagai brikut :
Nama pengarang (nama keluarga diletakan di depan) Tahun. Judul buku(dicetak miring).
Kota tempat penerbit: nama penerbit. Contoh. Keraf, Gorys. 1981. Diksi dan Gaya Bahasa.
Jakarta : Nusa Indah.
Contoh soal :
Tema Karya Ilmiah : Pengaruh sinetron remaja terhadap perilaku siswa

26. Rumusan masalah yang tepat berdasrkan tema karya tulis tersebut ............
a. Apakah peranan remaja dalam sinetron ?
b. Bagaimana pengaruh sinetron remaja terhadap perilaku siwa?
c. Sinetron-sinetron apa saja yang mempengaruhi perilaku siswa ?
d. Apakah mungkin sisnetron dapat mempengaruhi siswa ?
e. Mengapa sinetron remaja dipengaruhi siswa ?
jawaban : b
Pembahasan :
Jawaban yang b merupakan pertanyaan dari tema karya ilmiah tersebut.
Topik : Menanamkan kejujuran pada siswa

27. Kalimat latar belakang yang tepat untuk topik karya tulis di atas adalah… .
A. Siswa selalu menyontek saat ujian.
B. Telah tidak ada lagi kejujuran di sekolah.
C. Siswa kesulitan untuk menjadi orang jujur.
D. Kejujuran harus diwariskan kepada siswa.
E. Saat ini kebanyakan siswa tidak jujur dalam ujian.

Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena peneliti memilih tema yang lebih tepat berlatar belakang pada hal
sontek-menyontek.
Menurut kami jawabannya adalah E karena jawaban “A” menimbulkan pengertian bahwa
semua siswa selalu menyontek ujian, sedangkan jawaban “E” menjelaskan bahwa saat ini
kebanyakan siswa tidak jujur, jadi sebagian lainnya masih jujur dalam ujian.

28. Judul karya tulis: menggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri
Penulisan Judul makalah yang tepat adalah ...
A. Menggali Potensi Diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
B. Menggali potensi diri untuk meningkatkan kepercayaan diri
C. Menggali Potensi Diri untuk Meningkatkan kepercayaan diri
D. Menggali Potensi Diri untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
E. Menggali Potensi diri Untuk Meningkatkan Kepercayaan diri
Kunci Jawaban : D
Pembahasan : Karena dalam penulisan karya tulis kata penghubung diawali huruf kecil
SKL 14
Mengidentifikasi jenis-jenis frasa
1. Berdasarkan jenis/kelas kata frasa terbagi menjadi :
1) Frasa nominal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata benda.Dapat berfungsi
menggantikan kata benda.
Contoh : buku tulis
lemari besi
ibu bapak

2) Frasa verbal, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata kerja.Dapat berfungsi
menggantikan kedudukan kata kerja dalam kalimat.
Contoh : sedang belajar
akan datang
belum muncul
baru menyadari
tidak mandi

3) Frasa ajektiva, yaitu frasa yang unsur pembentukannya berinti kata sifat.
Contoh : cukup pintar
tidak cantik
hitam manis
murah sekali

4) Frasa preposisional, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan kata


depan.Contoh : di rumah
dari Bandung
ke pantai
dengan tangan kiri
oleh mereka
kepada nenek

2. Berdasarkan fungsi unsur pembentuknya frasa terbagi menjadi :

1) Frasa endosentris, yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi diterangkan dan menerangkan
(DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD).
contoh : kuda hitam(DM)
anak ayam(DM)
sudah datang(MD)
dua orang(MD)
Macam-macam frasa endosentris:
1) Frasa atributif, yaitu frasa yang unsur pembentukannya menggunakan pola DM atau
MD.contoh : ibu kandung (DM)
rumah ibu (DM)
tiga ekor (MD)
seorang anak (MD)
rumah bersejarah (MD)
Contoh soal :
Dua minggu menjelang Ramadhan, the Islamic Forum seperti biasanya … dengan peserta
dialog. Sebagian besar memang adalah para muallaf dan nonmuslim yang sudah beberapa
bulan belajar Islam. Salah satu dari nonmuslim itu adalah seorang gadis, hampir saja
kusangka gadis Aceh atau Bangladesh. Ia kelihatan … dan sopan, tapi ... dalam
mempertanyakan banyak hal.

29. Frasa adjektiva yang tepat untuk mengisi titik-titik dalam kalimat pada paragraf di atas
adalah… .
A. sangat sepi, pemalu sekali, lebih pemalu
B. lebih ramai, terlalu muda, kurang perhatian
C. amat jelas, perhatian sekali, sangat cermat
D. sangat padat, pendiam sekali, sangat kritis
E. kurang peduli, amat suka, sangat tenang
Kunci Jawaban : D
Pembahasan : Jawaban D sangat tepat karena memang pantas dimasukki frasa tadi

30. Frasa di bawah ini yang berupa frasa bertingkat/atributif adalah ....
a. tanah air
b. demi nusa bangsa
c. drama televisi
d. pendidikan dan pelatihan
e. ke sekolah

Kunci Jawaban : A
Pembahasan : Karena jawaban mempunyai pola (DM)

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 15
Mengidentifikasi jenis-jenis klausa
Arti Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas S–P baik disertai O, PEL, dan KET
maupun tidak. Dengan ringkas, klausa ialah S P (O) (PEL) (KET). Tanda kurung
menandakan bahwa yang terletak dalam kurung itu bersifat manasuka, artinya boleh ada,
boleh juga tidak ada.

Contoh:
Ketika orang-orang mulai menyukai ayam bekisar, Edwin sudah memelihara untuk dijual di
pasaran.
Kalimat di atas terdiri dari empat klausa, yaitu:
1. (ketika) orang-orang mulai (S–P);
2. menyukai ayam bekisar (P–O);
3. Edwin sudah memelihara (S–P); dan
4. untuk dijual di pasaran (P–Ket.).

I. Klausa Berdasarkan Kategori Kata atau Frasa

Perhatikan kalimat di bawah ini!


Toni belum sempat mengunjungi kakeknya kemarin.

Klausa kalimat tersebut jika dianalisis secara fungsional, hasilnya sebagai berikut.

II. Klausa Berdasarkan Struktur

Klausa dapat digolongkan berdasarkan tiga dasar.

1. Klausa Berdasarkan Struktur Intern


Unsur inti klausa ialah S dan P. Namun demikian, S sering kali dihilangkan dalam kalimat
luas sebagai akibat penggabungan klausa dan dalam kalimat jawaban. Klausa yang terdiri
atas S dan P disebut klausa lengkap, sedangkan klausa yang tidak ber-S disebut klausa tidak
lengkap.

Contoh:
- Din tidak masuk sekolah karena din sakit.
Subjek din dalam anak kalimat dapat dihilangkan akibat penggabungan klausa din tidak
masuk sekolah dan din sakit.

- Sedang bermain-main.
Sebagai jawaban pertanyaan Anak-anak itu sedang apa? Klausa dibagi menjadi dua macam,
yaitu klausa lengkap dan klausa tidak lengkap. Klausa lengkap, berdasarkan struktur
internnya, dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu klausa lengkap yang S-nya terletak
di depan P, dan klausa lengkap yang S-nya terletak di belakang P. Klausa yang S-nya terletak
di depan P disebut klausa lengkap susun biasa. Klausa lengkap yang S-nya terletak di
belakang P disebut klausa lengkap susun balik atau
klausa inversi.

Contoh:
Klausa lengkap susun biasa

Klausa lengkap susun balik

Klausa tidak lengkap sudah tentu hanya terdiri atas unsur P, disertai O, PEL, atau KET.

Contoh:
e. sedang bermain-main
f. menulis surat
g. telah berangkat ke Jakarta

Klausa e terdiri atas P, klausa f terdiri atas P diikuti O, dan klausa g terdiri atas P diikuti
KET.

2. Klausa Berdasarkan Ada Tidaknya Kata Negatif yang secara Gramatik


Menegatifkan P

a. Klausa Positif
Klausa positif ialah klausa yang tidak memiliki kata negatif yang secara gramatik
menegatifkan P.
Contoh:
- Mereka diliputi oleh perasaan senang.
- Mertua itu sudah dianggap sebagai ibunya.

b. Klausa Negatif
Klausa negatif ialah klausa yang memiliki kata-kata negatif yang secara gramatik
menegatifkan P. Kata-katanegatif itu ialah tiada, tak, bukan, belum, dan jangan.
Contoh:
- Orang tuanya sudah tiada.
- Yang dicari bukan dia.

3. Penggolongan Klausa Berdasarkan Kategori Kata atau Frasa yang Menduduki


Fungsi P

P mungkin terdiri atas kata atau frasa golongan N, V, Bil, dan FD. Berdasarkan golongan
atau kategori kata atau frasa yang menduduki fungsi P, klausa dapat digolongkan menjadi
empat golongan.

a. Klausa Nominal
Klausa nominal ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan N.
Contoh:
- Ia guru.
- Yang dibeli orang itu sepeda.

Kata golongan N ialah kata-kata yang secara gramatik


mempunyai perilaku sebagai berikut.
- Pada tataran klausa dapat menduduki fungsi S, P, dan O.
- Pada tataran frasa tidak dapat dinegatifkan dengan kata tidak, melainkan dengan kata bukan,
dapat diikuti kata itu sebagai atributnya, dan dapat mengikuti kata depan di atau pada sebagai
aksisnya.

b. Klausa Verbal
Klausa verbal ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa golongan V.
Contoh:
- Petani mengerjakan sawahnya dengan tekun.
- Dengan rajin, bapak guru memeriksa karangan murid.

Kata golongan V ialah kata yang pada tataran klausa cenderung menduduki fungsi P dan pada
tataran frasa dapat dinegatifkan dengan kata tidak. Misalnya kata-kata berdiri, gugup,
menoleh, berhati-hati, membaca, tidur, dan kurus.

Berdasarkan golongan kata verbal itu, klausa verbal dapat digolongkan sebagai berikut.
1) Klausa verbal adjektif
Klausa ini P-nya terdiri atas kata golongan V yang termasuk golongan kata sifat atau terdiri
atas frasa golongan V yang unsur pusatnya berupa kata sifat.
Contoh:
-- Udaranya panas sekali.
-- Harga buku sangat mahal.

2) Klausa verbal intransitif


Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja intransitif atau
terdiri atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja intransitif.
Contoh:
-- Burung-burung beterbangan di atas permukaan air laut.
-- Anak-anak sedang bermain-main di teras belakang.

3) Klausa verbal aktif


Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja transitif atau
terdiri atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja transitif.
Contoh:
-- Arifin menghirup kopinya.
-- Ahmad sedang membaca buku novel.

4) Klausa verbal pasif


Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja pasif atau terdiri
atas frasa verbal yang unsur pusatnya berupa kata kerja pasif.
Contoh:
-- Tepat di muka pintu, aku disambut oleh seorang petugas.
-- Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh MPR untuk jangka waktu lima tahun.

5) Klausa verbal yang refleksif


Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja refleksif, yaitu
kata kerja yang menyatakan perbuatan yang mengenai pelaku perbuatan itu sendiri. Pada
umumnya kata kerja ini berbentuk kata kerja meN- diikuti kata diri.
Contoh:
-- Anak-anak itu menyembunyikan diri.
-- Mereka sedang memanaskan diri.

6) Klausa verbal yang resiprokal


Klausa ini P-nya terdiri atas kata verbal yang termasuk golongan kata kerja resiprokal, yaitu
kata kerja yang menyatakan kesalingan . Bentuknya ialah (saling) meN-, saling ber-an
dengan proses pengulangan atau tidak dan saling meN-.
Contoh:
-- Pemuda dan gadis itu berpandang-pandangan.
-- Mereka saling memukul.

c. Klausa Bilangan
Klausa bilangan atau klausa numeral ialah klausa yang P-nya terdiri atas kata atau frasa
golongan bilangan.
Contoh:
- Roda truk itu ada enam.
- Kerbau petani itu hanya dua ekor.

Kata bilangan ialah kata-kata yang dapat diikuti oleh kata penyukat. rang, ekor, batang,
keping, buah, kodi, helai, dan masih banyak lagi. Misalnya kata satu, dua, dan seterusnya;
kedua, ketiga, dan seterusnya; beberapa, setiap, dan sebagainya; sedangkan frasa bilangan
ialah frasa yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan, misalnya dua ekor,
tiga batang, lima buah, setiap jengkal, beberapa butir, dan sebagainya.

4. Klausa Depan
Klausa depan atau klausa preposisional ialah klausa yang Pnya terdiri atas frasa depan, yaitu
frasa yang diawali oleh kata depan sebagai penanda.
Contoh:
a. Kredit itu untuk para pengusaha lemah.
b. Pegawai itu ke kantor setiap hari.
Dalam kalimat tertentu, klausa memiliki dua bagian, yakni klausa induk (induk kalimat) dan
klausa subordinatif (anak kalimat). Keberadaan klausa induk dan klausa anak ini
mensyaratkan konstruksi tataran sintaksis yang lebih besar.

Perhatikan contoh berikut ini!

Penggabungan klausa induk dan klausa anak berarti klausa tersebut memasuki tahap struktur
kalimat. Penghubungan antar klausa ini mensyaratkan kehadiran konjungsi (kata sambung).
Dilihat dari perilaku sintaksisnya dalam kalimat, konjungsi dibagi menjadi empat kelompok,
yaitu konjungsi koordinatif (dan, serta, atau, tetapi, . . .); konjungsi korelatif (baik . . .
maupun . . .; entah . . . entah . . .; tidak hanya . . ., tetapi juga . . .; . . .); konjungsi subordinatif
(sejak, karena, setelah, seperti, agar, dengan, . . . .); dan konjungsi antarkalimat (meskipun
demikian begitu, kemudian, oleh karena itu, bahkan, lagi pula, . . .).

Contoh:
a. Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
b. Entah disetujui entah tidak, dia tetap akan mengusulkan gagasannya.
c. Narto harus belajar giat agar naik kelas.
d. - Kami tidak sependapat dengan dia. Kami tidak akan menghalanginya.
d. - Kami tidak sependapat dengan dia. Biarpun begitu, kami tidak akan menghalanginya.

Konjungsi-konjungsi itu dapat menghubungkan kata, frasa, ataupun klausa. Dalam


hubungannya dengan kata dan frasa, bentuk konjungsi bertindak sebagai preposisi. Dalam
hubungannya dengan klausa, bentuk konjungsi bertindak sebagai murni konjungsi. Dengan
demikian, kalimat frasa dan klausa pun dapat diidentifikasi.

Contoh:

Klausa Ibu tidak berbelanja sebagai klausa induk dan klausa uangnya habis sebagai klausa
anak. Konjungsi karena sebagai konjungsi subordinatif-sebab yang menghubungkan dua
klausa atau lebih dengan status sintaksis tidak sama. Jadi, ada klausa induk dan klausa anak.
Contoh Soal :
Bacalah paragraf berikut dengan cermat!
(1)Menjelang Ujian Nasional para siswa mempersiapkan diri agar memperoleh nilai yang
memuaskan. (2) Banyak cara yang dilakukan para siswa sebelum menempuh ujian. (3) Para
siswa yang memiliki banyak uang bisa mengikuti bimbingan belajar atau mendatangkan guru
privat ke rumah. (4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan, mereka dapat
membentuk kelompok belajar atau mengikuti pendalaman materi yang diadakan oleh
sekolah. (5) Pendalaman materi di sekolah tidak mahal.

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
31. Kalimat yang berpola SKP dalam pargraf tersebut adalah kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

Pembahasan : (1) Menjelang Ujian Nasional (K) para siswa (S) mempersiapkan (P) diri (O)
agar memperoleh nilai yang memuaskan (K).

(2) Banyak cara (S) yang dilakukan (P) para siswa (O) sebelum menempuh ujian(K).

(3) Para siswa yang memiliki banyak uang (S) bisa mengikuti (P) bimbingan belajar atau
mendatangkan guru privat ke rumah(O).

(4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan(S), mereka (S) dapat membentuk (P)
kelompok belajar (O) atau mengikuti (P) pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah(O).

(5) Pendalaman materi (S) di sekolah (K) tidak mahal(P).

Jawaban: E
32. Yang termasuk dalam kategori kalimat klausa lengkap adalah....
a. Hari ini masuk sekolah
b. Adi mengerjakan tugas ilmiah
c. Menjahit kain yang robek
d. Sedang berjalan
e. Telah sampai di Bali
Jawaban : B
Pembahasan : Adi mengerjakan tugas ilmiah (S-P-O)

SKL 16
Mengidentifikasi jenis-jenis kalimat
jenis-jenis kalimat yang dapat digolongkan ke dalam beberapa kelompok.
A. Berdasarkan Pengucapan
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang. Kalimat
langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain
(orang ketiga). Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“….”) dan dapat berupa
kalimat tanya atau kalimat perintah.
Contoh:
- Ibu berkata: “Rohan, jangan meletakkan sepatu di sembarang tempat!”
- “Saya gembira sekali”,kata ayah,”karena kamu lulus ujian”.

2. Kalimat Tak Langsung


Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan
orang lain. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah
dirubah menjadi kalimat berita.
Contoh:
- Ibu berkata bahwa dia senang sekali karena aku lulus ujian.
- Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan.
.
B. Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Tunggal
Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek
dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang
panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga
ditelusuri p0la-pola pembentukannya. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:
* KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)
Contoh: Victoriabernyanyi
. S P
* KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat)
Contoh: Ikasangat rajin
. S P
* KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan)
Contoh: Masalahnyaseribu satu.
. S P

Kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:


1. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.
Contoh : Saya siswa kelas VI.
2. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.
Contoh : Adik bernyanyi.
Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-
unsurnya. Dengan penambahan unsur-unsur itu, unsur utama dari kalimat masih dapat
dikenali. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih. Perluasan
kalimat tesebut terdiri atas:
1. Keterangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan tertutup, lewat Bali, sekeliling kota.
2. Keterangan waktu, seperti: setiap hari, pada pukul 21.00, tahun depan, kemarin sore,
minggu kedua bulan ini.
3. Keterangan alat (dengan + kata benda), seperti: dengan linggis, dengan undang-undang itu,
dengan sendok, dengan wesel pos, dengan cek.
4. Keterangan modalitas, seperti: harus, barangkali, seyogyanya. sesungguhnya, sepatutnya.
5. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja), seperti: dengan hati-hati, seenaknya saja,
selekas mungkin.
6. Keterangan aspek, seperti akan, sedang, sudah, dan telah.
7. Keterangan tujuan, seperti: agar bahagia, untuk anaknya, supaya aman, bagi mereka.
8. Keterangan sebab, seperti: karena rajin, sebab berkuasa, lantaran panik.
9. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan, seperti: penerima
Sepatu Emas, David Beckham.

10. Frasa yang, seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas, pemimpin yang memperhatikan
rakyat.
Contoh perluasan kalimat tunggal adalah:
1. Victoria akan bernyanyi di Las Vegas.
2. Masalahnya seribu satu yang belum terpecahkan.
3. Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.

2. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik
kordinasi maupun subordinasi. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis, yaitu:

2.1. Kalimat Majemuk Setara (KMS)


Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat.
Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:
* KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh
kata dan atauserta.
Contoh:
- Kami mencari bahan dan mereka meramunya.
- Ratih dan Ratna bermain bulu tangkis di halaman rumah.
* KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh
kata tetapi, sedangkan,namun, melainkan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan
pertentangan.
Contoh:
- Indonesia adalah negara berkembang, sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju.
- Bukan saya memecahkan gelas itu, melainkan kakak.
* KMS Pemilihan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau.
Contoh:
- Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan.
- Aku atau dia yang akan kamu pilih.
* KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan kata bahkan.
Contoh:
- Dia tidak hanya cantik, bahkan dia juga sangat baik hati.
- Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa, bahkan dia disiksa dengan sadis.
* KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh
kata lalu dankemudian, untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan.
Contoh:
- Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-
nama juara melukis tingkat SMP.

2.2 Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)


Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang
tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian
yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk
kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak
kalimat).
Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk
bertingkat, yaitu:
1. Waktu : ketika, sejak
2. Sebab: karena, Olehkarenaitu, sebab, oleh sebab itu
3. Akibat: hingga, sehingga, maka
4. Syarat: jika, asalkan, apabila
5. Perlawanan: meskipun, walaupun
6. Pengandaian: andaikata, seandainya
7. Tujuan: agar, supaya, untukbiar
8. Perbandingan: seperti, laksana, ibarat, seolah‐olah
9. Pembatasan: kecuali, selain
10. Alat: dengan+ katabenda: dengan tongkat
11. Kesertaan: dengan+ orang
Contoh:
- Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat
mengacaukan data-data komputer itu.
Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Anak kalimat: Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.
2.3 Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk
bertingkat atau kebalikannya.
Contoh:
- Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.
KMS: Kami berhenti dan langsung pulang.
KMC: Kami berhenti karena hari sudah malam.
. Kami langsung pulang karena hari sudah malam.h
- Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.
KMS: Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja.
KMB: Mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.
.
C. Berdasarkan Isi atau Fungsinya
Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain
untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam
penulisannya. Sedangkan dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi
tinggi.
Macam-macam kalimat perintah :
* Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
Contoh : Gantilah bajumu !
* Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.
Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !
* Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

2. Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya,
biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi
menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.
Macam-macam kalimat berita :
* Kalimat berita kepastian
Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.
* Kalimat berita pengingkaran
Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.
* Kalimat berita kesangsian
Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.
* Kalmat berita bentuk lainnya
Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat.

3. Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi
(jawaban) yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya
dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan
adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.
Contoh:
- Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya?
- Kapan Becks kembali ke Inggris?

4. Kalimat Seruan
Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‘yang kuat’
atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam
pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.
Contoh:
- Aduh, pekerjaan rumah saya tidak terbawa.
- Bukan main, eloknya.
.
D. Berdasarkan Unsur Kalimat
Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subyek dan
satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap.
Contoh :
- Mahasiswaberdiskusidi dalam kelas.
. S P K
- Ibumengenakankaos hijau dan celana hitam.
. S P O

2. Kalimat Tidak Lengkap


Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek
saja, atau predikat saja, atau objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap biasanya
berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan
kekaguman.
Contoh:
- Selamat sore
- Silakan Masuk!
- Kapan menikah?
- Hei, Kawan…
.
E. Berdasarkan Susunan S-P
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kalimat Versi
Kalimat versi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. Kata atau frasa
tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk
menimbulkankesan tertentu, dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan
kedua. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna.
Contoh:
- Ambilkankoran di atas kursi itu!
. P S
- Sepakatkamiuntuk berkumpul di taman kota.
. S P K

2. Kalimat Inversi
Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola
kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K).
Contoh:
- Penelitian inidilakukanmerekasejak 2 bulan yang lalu.
. S P O K
- Aku dan diabertemudi cafe ini.
. S P K
.
F. Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya)
Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Kalimat Yang Melepas


Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur
utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). Unsur anak kalimat
ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan,
kalimat itu sudah bermakna lengkap.
Contoh;
- Saya akan dibelikan vespa oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.
- Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan yang berlaku agar
kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman.

2. Kalimat yang Klimaks


Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat
dan diikuti oleh induk kalimat. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak
kalimatnya. Sebelum kalimat itu selesai, terasa masih ada sesuatu yang ditunggu, yaitu induk
kalimat. Oleh karen itu, penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk
ketegangan.
Contoh:
- Karena sulit kendaraan, ia datang terlambat ke kantornya.
- Setelah 1.138 hari disekap dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara
Prancis itu dibebaskan juga.3.

3. Kalimat Yang Berimbang


Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk
campuran, Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke
dalam bangun kalimat yang simetri.
Contoh:
- Bursa saham tampaknya semakin bergairah, investor asing dan domestik berlomba
melakukan transaksi, dan IHSG naik tajam.
- Jika stabilitas nasional mantap, masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat
beribadat dengan leluasa.
.
G. Berdasarkan Subjeknya
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kaliamat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Kalimat
ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me- dan ber-. Predikat juga
dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja),
misalnya pergi, tidur, mandi, dll (kecuali makan dan minum).
Contoh:
- Mereka akan berangkat besok pagi.
- Kakak membantu ibu di dapur.
Kalimat aktif dibedakan menjadi 2, yaitu:

1.1 Kalimat Aktif Transitif


Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Predikat
pada kalimat ini biasanya berawalam me- dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh: Enimencucipiring.
. S P O1

1.2 Kalimat Aktif Intransitif


Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak dapat diikuti oleh objek penderita (O1).
Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kalimat yang berawalan me- tidak diikuti
dengan O1. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif.
Contoh:
- Merekaberangkatminggu depan.
. S P K
- Amelmenangis tersedu-sedudi kamar.
. S P K

1.3 Kalimat Semi Transitif


Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek.
Contoh:
- Diankehilanganpensil.
. S P Pel.
- Soniselalu mengenderaisepeda motorke kampus.
. S P Pel K

2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. Kalimat ini
biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di- dan ter- dan diikuti oleh kata
depan oleh.
Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

2.1 Kalimat Pasif Biasa


Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif. Predikat pada kalimat ini
berawalan di-,ter-,ke-an.
Contoh:
- PiringdicuciEni.
. S P O2

2.2 Kalimat Pasif Zero


Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2
tanpa disisipi dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi
penghilangan awalan di-. Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali
kata kerja aus. Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku.
Contoh:
- Kupukuladik.
. O2 P S
- Akan sayasampaikanpesanmu.
. O2 P S

Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif :


1. Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.
2. Awalan me- diganti dengan di-.
3. Tambahkan kata oleh di belakang predikat.
Contoh : Bapak memancing ikan. (aktif)
. Ikan dipancing oleh bapak. (pasif)

4. Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me- pada predikat dihapus,
kemudian subjek dan predikat dirapatkan.
Contoh : Aku harus memngerjakan PR. (aktif)
. PR harus kukerjakan. (pasif)

33. Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti subjek adalah….
a. Ayah seorang yang berjuang pada masa perang kemerdekaan.
b. Ibu mengunjungi keluarga yang membesarkannya.
c. Nenek tinggal di ibukota Negara Republik Indonesia.
d. Yang berpakaian seragam SMP itu,adik saya.

Kunci Jawaban : D
Pembahasan : karena pada jawaban D “Yang berpakaian seragam SMP itu” pengganti dari
adik.

34. Kalimat yang menyatakan menyerupai adalah……


a. Rama senang bermain mobil-mobilan
b. Pukullah dia kuat-kuat
c. Rumah-rumah itu akan dijual
d. Ani membeli buah-buahan dipasar
e. Yadi berlari-lari di lapangan
Jawaban : a
Pembahasan : karena menyerupai mengendarai mobil.
Mainan yang menyerupai bentuk mobil

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 17
Menentukan pola kalimat
Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian
dan pola intonasi akhir. Kalimat terdiri dari berbagai unsur seperti subyek, predikat, objek,
pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna bila memiliki minimal dua
unsur, yaitu subyek dan predikat.
A. Unsur Kalimat
1. Subyek (S)
Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Siapa” atau “Apa”.
Contoh :
Agnes Monika adalah seorang aktor dan penyanyi.
Super Junior adalah boyband favoritku.
Buku itu dibeli oleh Karta.

2. Predikat (P)
Unsur inti pada kalimat yang berfungsi menjelaskan subyek.
Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
Merupakan jawaban dari pertanyaan “Mengapa” dan “Bagaimana”.
Contoh :
Yeti menyanyi dengan merdu.
Hana memasak nasi goreng.
Lili membaca majalah.

3. Objek (O)
Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
Biasanya terletak di belakang predikat.
Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subyek.
Ada dua macam objek, yaitu :
Objek Penderita : kata benda atau yang dibendakan baik berupa kata atau kelompok kata
yang merupakan sasaran langsung dari perbuatan atau tindakan yang dinyatakan oleh subyek.
Makna objek penderita :
1. Penderita
Contoh : Karto mencoret-coret tembok.
2. Penerima
Contoh : Wati memakai baju Heechul.
3. Tempat
Contoh : Super Junior datang ke Indonesia.
4. Alat
Contoh : Kasim melempar bola ke Joko.
5. Hasil
Contoh : Doni mengerjakan tugas bahasa Indonesia.
Objek Penyerta : objek yang menyertai subjek dalam melakukan atau mengalami sesuatu.
Makna objek penyerta :
1. Penderita.
Contoh : Suma memberikan Surya komputer baru.
2. Hasil.
Contoh : Redi membelikan orangtuanya rumah.
4. Keterangan (K)
Hubungannya dengan predikat renggang.
Posisinya dapat di awal, tengah, ataupun akhir kalimat.
Terdiri dari beberapa jenis :
Keterangan Tempat
Agnes akan konser di Singapura.
Keterangan Alat
Dalam drama itu, Karta memukul Sule dengan panci.
Keterangan Waktu
Sinta akan kembali ke Korea pukul 11 malam.
Keterangan Tujuan
Kita harus rajin berolahraga agar sehat.
Keterangan Cara
Mereka memperhatikan koreo dengan seksama.
Keterangan Penyerta
Ali pergi bersama Doni.
Keterangan Similatif
Yasin memberikan arahan kepada pemain sebagai pelatih.
Keterangan Sebab
Dia sangat sukses sekarang karena giat bekerja.

5. Pelengkap (Pel.)
Terletak di belakang predikat.
Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subyek dalam kalimat
pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek
kalimat pasif, bukan pelengkap.
Contoh :
Kiki memberikanku novel bagus.
Hana menghadiahkan orangtuanya restoran baru.
Mahkota itu bertahtakan mutiara.

B. Pola Kalimat
Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :
1. S-P
Karto tidur.
2. S-P-O
Sinta makan nasi.
3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.
4. S-P-K
D’Bagindas konser di Tokyo Dome.
5. S-P-O-Pel
Yuli menamai kura-kuranya Kira.
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Harmo membuatkan semua member nasi goreng.
7. S-P-O-K
Enci minum susu strawberry setiap hari.
8. S-P-Pel-K.
Semua member sedih ketika Karno masuk militer.
Contoh :
1. S-P
Desi belajar
2. S-P-O
Iyan menonton drama
3. S-P-Pel
Mita tertawa terbahak-bahak
4. S-P-K
Karto pergi ke Indonesia
5. S-P-O-Pel
Ohno sedang mencarikan ikan untuk kucingnya Nino
6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi Akbar senam bersama Hana
7. S-P-O-K
Ono memancing ikan setiap sore
8. S-P-Pel-K
Mita tertawa terbahak-bahak ketika melihat Desi tercebur ke dalam kolam ikan
Contoh soal
Bacalah paragraf berikut dengan cermat!

(1) Menjelang Ujian Nasional para siswa mempersiapkan diri agar memperoleh nilai yang
memuaskan. (2) Banyak cara yang dilakukan para siswa sebelum menempuh ujian. (3) Para
siswa yang memiliki banyak uang bisa mengikuti bimbingan belajar atau mendatangkan guru
privat ke rumah. (4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan, mereka dapat
membentuk kelompok belajar atau mengikuti pendalaman materi yang diadakan oleh
sekolah. (5) Pendalaman materi di sekolah tidak mahal.

35. Kalimat yang berpola SKP dalam pargraf tersebut adalah kalimat nomor ....(soal UN
2009-2010 Paket 67 A).
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
Jawaban: E
Pembahasan:
(1) Menjelang Ujian Nasional (K) para siswa (S) mempersiapkan (P) diri (O) agar
memperoleh nilai yang memuaskan (K).
(2) Banyak cara (S) yang dilakukan (P) para siswa (O) sebelum menempuh ujian(K).
(3) Para siswa yang memiliki banyak uang (S) bisa mengikuti (P) bimbingan belajar atau
mendatangkan guru privat ke rumah(O).
(4) Namun, bagi para siswa yang uangnya pas-pasan(S), mereka (S) dapat membentuk (P)
kelompok belajar (O) atau mengikuti (P) pendalaman materi yang diadakan oleh sekolah(O).
(5) Pendalaman materi (S) di sekolah (K) tidak mahal(P)
36. Siswa SMA/MA/SMK akan menghadapi Ujian Nasional (UN) pada tanggal 18-21 April
2011.

Pola kalimat tersebut adalah ….


A. S – P – O
B. S – P – K
C. S – P – O – K
D. K – S – P – K
E. S - P – Pel

Pembahasan:
Siswa SMA/MA/SMK (S)
akan menghadapi (P)
Ujian Nasional (UN) (O)
pada tanggal 18-21 April 2011 (K)

Jawaban: C

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan

SKL 18
Menggunakan kata berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau
(afiksasi). Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar
untuk membentukan kata. Hasil dari proses pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau
kata turunan.
JENIS-JENIS IMBUHAN
Imbuhan menurut posisinya terbagi ke dalam empat bentuk
a. Awalan atau prefiks
Contoh:meN-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, dan ke-.
b. Sisipan atau infiks
Contoh:-el, -er, -e-, dan –in-
c. Akhiran atau sufiks
Contoh:-kan, -an, -I, dan –nya
d. Konfiks atau simulfiks

Berupa awalan dan akhiran yang pemakaiannya sekaligus.


Contoh: Ke-an, per-an, peN-an, ber-an, dan se-nya
Imbuhan yang diserap dalam bahasa asing.Imbuhan tersebut,diantaranya,adalah sebagai
berikut:
a. Dari bahasa Arab:-ah, -i.Fungsinya sebagai penbentuk atau penanda kata sifat.
Contohnya : manusiawi, alamiah, alami
b. Dari bahasa Sansekerta: -man, -wan, -wati,.Fungsinya sebagai pembentuk kata
benda.Contohnya : budiman, wartawan, pragawati.
c. Dari bahasa Inggris: -is, -if, -al. Fungsinya sebagai pembentuk kata sifat. Contohnya
: egois, deskriptif, formal

FUNGSI IMBUHAN
a. Membentuk kata benda, yakni peN-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, peN-an,pe-an,
per-an, dan ke-an. Contoh: pelaut, penyapu, wartawan, dll.
b. Membentuk kata kerja, yakni me-, ber-, per-, ter-, di, -kan, ter-kan,dan di-i.
Contohnya: melaut berlayar, terlihat diminum, bawakan, lempari, &menaiki.
c. Membentuk kata sifat,yakni –I, -wi,-iah, dan –is.Contohnya: manusiawi, Duniawi, ilmiah,
agamis
d. Membentuk kata bilangan yakni se- dan ke-. Contohnya: sepuluh dan kedua.
Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
Cermati kalimat berikut!

Pembangunan aparteman bersubsidi itu tidak lancar.

37. Kalimat yang menggunakan kata berimbuhan peN-an yang semakna dengan
imbuhanpeN-an pada kata pembangunan adalah....(soal UN 2009-2010 Paket 67 A)
A. Berkas perkara pencemaran nama baik itu sudah dilimpahkan kepada pengadilan
B. Penggilingan padi satu-satunya di desa kami itu sudah lama tidak berfungsi
C. Supaya jernih, penyaringan minyak kelapa sawit itu harus dilakukan beberapa kali
D. Pada musim penghujan ini, pemukiman penduduk sudah tergenang air sedalam 50cm
E. Pemutusan hubungan kerja banyak terjadi di berbagai perusahaan akibat krisis moneter
Jawaban: C
Pembahasan:
Imbuhan peN-an pada kata pembangunan pada kalimat tersaji bermakna proses (membangun)
Adapun;
Imbuhan peN-an pada kata pencemaran bermakna hal (yang terkait dengan mencemarkan)
Imbuhan peN-an pada kata penggilingan bermakna alat (menggiling) atau tempat
(menggiling)
Imbuhan peN-an pada kata penyaringan bermakna proses (menyaring)
Imbuhan peN-an pada kata pemukiman bermakna tempat (bermukim)
Imbuhan peN-an pada kata pemutusan bermakna hal (yang terkait dengan memutuskan)
38. Kata bercetak miring dalam kalimat-kalimat berikut yang seharusnya diberi imbuhan ke-
an adalah…
a. Karena hujan, semalam Doni demam.
b. Kami akan segera lanjut perjalanan.
c. Sahabat antara Ima dan Ria sudah retak.
d. Malam ini langit mandi cahaya bintang.
Kunci jawaban : A
Pembahasan : Karena kata tersebut lebih logis dimasukki imbuhan ke-an.
39. Imbuhan ter- yang menyatakan makna “dikenai tindakan secara tak sengaja” terdapat
pada kalimat…
a. Anak dari Kotabaru itu pandai dan tidak mudah tertipu.
b. Tulisan budi tidak terbaca olehku.
c. Dalam kecelakaan itu, maman terlempar beberapa meter.
d. Semua orang tertampung di tenda pengungsian di lapangan.
Kunci Jawaban : C
Pembahasan : karena dalam kalimat tersebut maman tidak sengaja terlempar karena
kecelakaan.
40. Imbuhan ter- yang bermakna “dalam keadaan di-“ terdapat pada kalimat…
a. Beberapa novel tertata rapi di rak buku.
b. Siswa terpandai di kelasku berasal dari Banjar.
c. Gula itu terlarut dalam air.
d. Anak itu tertidur di kursi ruang tamu.
Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena dalam keadaan tata “Beberapa novel tertata rapi di rak buku”
SKL 19
Mengidentifikasi berbagai jenis makna kata(konotasi/denotasi, luas, umum, khusus,
gramatikal)
Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya
sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan
bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata
itu (Tjiptadi, 1984:19).

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan
berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung
dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak
salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran
pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif,
makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.

Makna Denotatif
Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian
atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam
bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya.
Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan
gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.

Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa,
dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti
mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan
pembatasan (perera, 1991:69).
Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau
didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah
makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa
kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan
adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

Makna Konotatif
Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi
tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran.
Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai
sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata
yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping mkna denotatif.

Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-
tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan
yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau
kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk
mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau
kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

Makna Leksikal
akna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal
dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang
bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah
gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil
peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan
adalah alat.

Makna Asosiatif
Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia
berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan
pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai
kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna
kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

1. Makna Kolokatif
Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa.
Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata
yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki
makna yang sebenarnya.

2. Makna Reflektif
Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual
yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang
sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

3. Makna Stilistika
Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan
lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah
satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak
langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan
pada eaktu komunikasi itu.

4. Makna Afektif
Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam
berbahasa.

5. Makna interpretatif

Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari
pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan
(parera,1991:72).
Contoh soal :

41. Kalimat yang mengandung makna konotasi positif adalah….


a. Penjahat itu telah mampus ditembakoleh polisi.
b. Bini Mang Udin telah melahirkan.
c. Istrinya yang belia telah mengandung.
d. Ibu Tinah sedang bunting tujuh bulan.
PEMBAHASAN:
Konotasi positif merupakan kata yang berkonotasi baik.Kata istri dan mengandung~
berkonotasi baik.
Jawaban C

42. Kalimat yang menggunakan kata berkonotasi negatif adalah….


a. Sebagai seorang istri harus pandai menyenangkan suami.
b. Biaya pemakaman para korban bencana alam ditanggung pemerintah setempat.
c. Para wanita tuna susila bekerja akibat tuntutan kebutuhan ekonomi.
d. Selama meringkuk di penjara, Roy berubah menjadi pendiam.

PEMBAHASAN:
Kata berkonotasi negatif adalah kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.Kata “istri” dan
“suami” konotasi positif.Kata”pemakaman” Konotasi positif.Kata”wanita tuna susila”
konotasi positif.Kata “penjara” ~ bangunan tempat mengurung orang hukuman (bui)konotasi
negatif.Jawaban D

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 20
Mengidentifikasi berbagai kata yang mengalami perubahan/pergeseran makna
(homonim/homofon/ homograf/polisemi/sinestesia/peyorasi/ameliorasi/kata hias)
Perubahan Makna Kata
Kata-kata dalam bahasa Indonesia, baik kata asli bahasa asing maknanya ada yang
mengalami perubahan.Perubahan makna kata tersebut terjadi sesuai dengan bergiliranya
waktu yang dipengaruhi perkembangan budaya. Perubahn makna kata terjadi dengan proses
yang bermacam-macam,yakni:

1. Meluas,maksudnya kata-kata yang dulunya memiliki arti yang terbatas


kini cakupan maknanya jadi luas.
Contohnya: Ibu artinya wanita yang melahirkan kita,sekarang siapa saja
perempuan yang agak tua dipanggil ibu.

2. Menyempit,yaitu kata yang dulunya memiliki makna luas sekarang


maknanya menjadi sempit.
Contohnya: Pembantu artinya orang yang membantu orang lain.
Sekarang pembantu adalah pembantu rumah tangga (babu).

3. Amelioratif, pengertian kata yang baru dirasakan lebih baik dan


enak didengar dibandingkan dengan kata yang lama.
Contohnya: busana lebih baik dari pakaian

4. Peyoratif, kata yang sekarang maknanya lebih rendah dari yang dulu.
Contohnya: istri simpanan dulunya istri muda

5. Sinestesia, perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua indera


yang berlain.
Contoh: Kata-kata yang diucapkannya menusuk hati,Gadis itu berwajah manis.

6. Asosiasi,yaitu perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat.


Contoh: Kios-kios disapu bersih oleh polisi pamong prajo. Anak yang
macam-macam sikat saja biar aman.

Contoh Soal :
43. Minggu lalu Budi telah melaksanakan Ulangan semester Bahasa Indonesia, dan ternyata
hasilnyapun Budi mendapatkan nilai merah.
Makna kata yang bercetak miring adalah....
A. Bagus
B. Jelek
C. Sangat Baik
D. Cukup
E. Sesuai Standard

Jawaban : B
Pembahasan : Merah berarti saja dibawah standar kelulusan nilai.

44. Kata-katamu sungguh pedas untuk didengar.

Kalimat diatas termasuk dalam perubahan makna kata?


A. Sinestesia
B. Generalisasi
C. Asosiasi
D. Spesialisasi
E. Peyorasi

Jawaban : A
Pembahasan : karena terdapat perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua indera
yang berlain yaitu Kata-katamu sungguh pedas untuk didengar.

SKL 21
Menggunakan kata baku
Kata baku adalah kata yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang
telah ditentukan. Dalam kalimat resmi, baik lisan maupun tertulis dengan pengungkapan
gagasan secara tepat.
PENGGUNAAN RAGAM BAKU
1. Surat menyurat antarlembaga
2. Laporan keuangan
3. Karangan ilmiah
4. Lamaran pekerjaan
5. Surat keputusan
6. Perundangan
7. Nota dinas
8. Rapat dinas
9. Pidato resmi
10. Diskusi
11. Penyampaian pendidikan
12. Dan lain-lain.

PERBANDINGAN BAHASA BAKU DAN BAHASATIDAK BAKU.


· Kalimat baku
· Kalimat yang secara efektif dapat dipakai untuk menyampaikan gagasan secara tepat.
· Tujuannya, agar intonasi tersampaikan secara baik.

BEBERAPA KESALAHAN YANG MENGHASILKAN KATA TIDAK BAKU:


· Terpengaruh bahasa daerah
contoh:
Ø Apa kamu sudah makan?
Ø Apakah kamu sudah makan?
Contoh Soal :
45. Atas perhatian Bapak, saya haturkan banyak terima kasih.
Kalimat tersebut akan menjadi baku bila ditulis menjadi….
a. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan banyak terima kasih.
b. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.
c. Atas perhatian Bapak, saya mengucapkan terima kasih banyak.
d. Atas perhatian Anda, saya mengucapkan terima kasih.
e. Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasih banyak
Kunci Jawaban : B
Pembahasan :

46. Predikat kota Yogyakarta bukan hanya sekedar (1) kota pelajar dan pariwisata, melainkan
gudangnya industri kecil, terutama kerajinan. Ribuan industri kecil kerajinan berkembang di
daerah ini, mulai dari skala kecil, misalnya souvenir (2) hasil industri rumah tangga hingga
skala besar yang bertaraf (3) internasional. Model-model yang dihasilkan juga sesuai dengan
tren (4) dunia.
Kata tidak baku yang terdapat pada paragraf tersebut ditandai nomor . . . .
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
Jawaban : D
Pembahasan : kota, hasil industri dan dunia merupakan kata baku sedangkan tren adalah kata
serapan.

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 22
Menggunakan ragam bahasa resmi
Ragam bahasa resmi
Ragam bahasa resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau
formal, misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis.

Ciri-cirinya :
1. Digunakan dalam situasi resmi
2. Nada bicara yang cenderung datar
3. Kalimat yang digunakan kalimat lengkap

Ragam bahasa tidak resmiRagam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa
digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau
yang berbentuk lisan, contohnya dalam percakapan sehari-hari.
Ciri-cirinya :
1. Digunakan dalam situasi tidak resmi
2. Sering menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap
Contoh soal :

47. Kalimat yang mengandung ragam bahasa resmi terdapat pada….


a. Hai, mau kemana? Boleh, dong, aku ikut.
b. Sendiri saja, boleh aku menemanimu?
c. Halo! Ke mana, nih, pagi-pagi?
d. Wah, ngeborong, nih, ya?
e. Pulang dari mana, kok, buru-buru amat?
Kunci Jawaban : B
Pembahasan : karena jawaban yang lain menggunakan bahasa sehari-hari

48. yang tidak termasuk ragam bahasa resmi adalah..


a. Jangan gitu dong..
b. Maaf saya tidak tahu
c. Yang terhormat Kepala SMP 4 Jakarta
d. Kami putra-putri bangsa Indonesia
Kunci Jawaban : A
Pembahasan : karena kalimat “Jangan gitu dong..” bukanlah bahasa resmi

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
SKL 23
Menyusun paragraf padu (kohesi dan koherensi)
Paragraf adalah gabungan kalimat yang mengandung satu gagasan pokok dan
didukung oleh gagasan-gagasan penjelas. Gagasan pokok dan gagasan penjelas ini harus
memiliki keterpaduan bentuk (kohesi) dan keterpaduan makna (koherensi).
Kepaduan Makna (Koherensi)
Suatu paragfraf dikatakan koheren, apabila ada kekompakan antara gagasan yang
dikemukakan kalimat yang satu dengan yang lainnya. Kalimat-kalimatnya memiliki
hubungan timbal balik serta secara bersama-sama membahas satu gagasan utama. Tidak
dijumpai satu pun kalimat yang menyimpang dari gagasan utama ataupun loncatan-loncatan
pikiran yang membingungkan.

Contoh:
Buku merupakan investasi masa depan. Buku adalah jendela ilmu pengetahuan yang bisa
membuka cakrawala seseorang. Dibanding media pembelajaran audiovisual, buku lebih
mampu mengembangkan daya kreativitas dan imajinasi anak-anak karena membuat otak
lebih aktif mengasosiasikan simbol dengan makna. Radio adalah media alat elektronik yang
banyak didengar di masyarakat. Namun demikian, minat dan kemampuan mambaca tidak
akan tumbuh secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Menciptakan
generasi literat membutuhkan proses dan sarana yang kondusif.

Paragraf di atas dikatakan tidak koherensi karena terdapat satu kalimat yang melenceng dari
gagasan utamanya yaitu kalimat yang dicetak tebal.

Keterpaduan Bentuk (Kohesi)


Apabila koherensi berhubungan dengan isi, maka kohesi atau keterpaduan bentuk berkaitan
dengan penggunaan kata-katanya. Bisa saja satu paragraf mengemukakan satu gagasan
utama, namun belum tentu paragraf tersebut dikatakan kohesif jika kata-katanya tidak padu.
Contoh:
Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Impor beras meningkat, diperkirakan
menjadi 3,1 ton tahun 1998. swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun
1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993.
pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Impor beras meningkat
dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.
Paragraf di atas mengemukakan satu gagasan utama, yaitu mengenai masalah naik turunnya
produksi beras Indonesia. Dengan demikian koherensi kalimat tersebut sudah terpenuhi,
namun paragraf tersebut dikatakan tidak memiliki kohesivitas yang baik sehingga gagasan
tersebut sulit dipahami. Paragraf tersebut perlu diperbaiki, misalnya dengan memberikan kata
perangkai seperti berikut ini.
Pada tahun 1997, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, impor beras meningkat,
diperkirakan menjadi 3,1 ton tahun 1998. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun
1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton
pada tahun 1993. Akan tetapi, pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu
ton. Sejak itu, impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2,5 juta ton.

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Plus Pembahasan
49. (1) Dapat pula dikemukakan bahwa dalam paragraf yang kohesif tidak terdapat
kalimat yang saling bertentangan. (2) Kohesif bermakna kepaduan. (3) Paragraf yang kohesif
adalah paragraf yang hubungan antar kalimatnya padu atau berjalinan erat. (4) Kepaduan itu
ditandai dengan terciptanya saling mendukung antara kalimat yang satu dengan kalimat yang
lainnya. (5) Lebih jelas lagi dapat dikatakan bahwa paragaraf yang kohesif ditandai dengan
tidak terjadinya saling mengingkari antara kalimat satu dengan kalimat lainnya.

Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu apabila disusun dengan
urutan…
A. (2), (3), (5), (4), (1)
B. (1), (3), (5), (4), (2)
C. (5), (3), (2), (4), (1)
D. (2), (4), (5), (3), (1)
E. (2), (3), (4), (5), (1)

Pembahasan:
Untuk mengurutkan paragraf perlu ditentukan kata kunci yang bisa menunjukkan kita pada
urutan kalimat yang tepat. Kata kohesif di kalimat (3) merujuk pada kata kohesif sebelumnya
yang ada di kalimat (2). Frasa kepaduan itu di kalimat (4) merujuk pada kata padu di kalimat
(3). Frasa lebih jelas lagi di kalimat (5) merupakan penekanan informasi di kalimat (4).
Adapun kalimat (1) merupakan pengulangan dari kalimat (5) yang ditandai dengan
penggunaan frasadapat pula dikemukakan (pengulangan dapat dikatakan) dan saling
bertentangan (pengulangansaling mengingkari). Artinya, secara berurutan kalimat itu adalah
(2), (3), (4), (5), dan (1)

JAWABAN : E
Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama!
(1) Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.
(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat
untuk menghasilkan yang terbaik salam pekerjaannya.
(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.
(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai
keinginan untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu pekerjaan.

50. Keempat kalimat di atas dapat disusun menjadi paragraf yang baik dengan
urutan…
a. 3 – 2 – 4 – 1
b. 2 – 3 – 1 – 4
c. 4 – 2 – 3 – 1
d. 1 – 4 – 3 – 2
e. 2 – 4 – 3 – 1

Pembahasan:
Dari keempat kalimat di atas dapat kita tentukan yang menjadi kalimat utama adalah kalimat
(3). Dengan pengembangan paragraf secara deduksi dapat kita susun sebagai berikut;
(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.
(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat
untuk menghasilkan yang terbaik salam pekerjaannya.
(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai
keinginan untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
(1) Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.

Kata-kata bercetak miring merupakan kata kunci yang mengaitkan antarkalimat tersebut
sehingga dapat disusun menjadi runtut.

JAWABAN : A

Contoh Latihan Soal UN Bahasa Indonesia SMA Dan SMK Yang lainnya

Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 3!

(1) Dalam upaya pencegahan pencemaran udara, hutan mampu menangkal


polutan gas ataupun butiran padat. (2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume udara
yang mengandung polusi gas zon sebesar 150 ppm gas ternyata 99% terserap oleh
tegukan hutan dalam waktu delapan jam. (3) Komplek industri yang mengeluarkan
polutan belerang dioksida di Uni Rusia ternyata berkurang dengan adanya jalur vegetasi
kayu selebar 500 m yang mengelilingi kawasan industri tersebut. (4) Tumbuhan berkayu
ataupun pohon memang diandalkan dalam penyelamatan keadaan lingkungan seperti
tanah, air, dan udara walaupun peran pohon tersebut sebatas pada lingkungan, yang
belum akut. (5) Pohon memang tidak akan mampu menetralisasi polusi, terutama pada
kawasan industri besar.

1. Ide pokok paragraf tersebut adalah ….


A. pencegahan pencemaran
B. kemampuan hutan
C. penyelamat lingkungan
D. populasi gas ozon
E. penetralisasi polusi

PEMBAHASAN
Teks di atas merupakan paragraf deduktif karena diawali oleh kalimat utama. Kalimat
pertama mengandung ide pokok, gagasan utama, atau pikiran utama paragraf.Kalimat ini
dijelaskan oleh kalimat-kalimat penjelas. Kalimat kedua s.d. kalimat kelima merupakan
kalimat yang menjelaskan masalah pencegahan pencemaran udara.
JAWABAN: A

2. Kalimat yang berisi fakta terdapat pada nomor….


A. (1) dan (2)
B. (1) dan (5)
C. (2) dan (3)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)

PEMBAHASAN
Kalimat (2) merupakan hal yang benar-benar ada karena merupakan hasil penelitian. Kalimat
(3) berisi kenyataan yang terjadi di Uni Rusia. Jadi kalimat kedua dan ketiga merupakan
fakta. Kalimat (1), (4), dan (5) merupakan opini.
JAWABAN: C

3. Kata tidak baku terdapat pada kalimat ….


A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

PEMBAHASAN
Kata komplek pada kalimat ketiga berasal dari kata complex (bahasa Inggris). Kata serapan
yang menggunakan huruf x seperti taxi, tex menjadi taksi, teks. Jadi, kata komplek pada
kalimat ketiga seharusnya kompleks.
JAWABAN: C
Paragraf berikut untuk soal nomor 4 dan 5.
Bacalah dengan cermat!

(1) Situs purbakala di kawasan Kota Banda Aceh kuno saat ini dalam kondisi
terbengkalai. (2) Rumput ilalang tumbuh subur di kawasan itu. (3) Makam-makam kuno
peninggalan masa kerajaan Aceh yang dibuat sekitar abad ke-17 dan ke-18 berserak tak
terurus. (4) Banyak yang tidak utuh dan terbelah. (5) Sebagian batu nisan berkaligrafi
musnah terbawa tsunami atau diambil orang. (6) Manuskrip batu nisan berserakan dan tak
diketahui lagi posisi awalnya. (7) Padahal, tulisan kaligrafi pada nisan itu mempunyai pesan
dan/atau teks sejarah yang berguna.

4. Kalimat utama paragraf tersebut adalah nomor ….


A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

PEMBAHASAN
Teks di atas diawali oleh kalimat yang paling luas cakupannya dibandingkan kalimat lain.
Kalimat kedua sampai dengan ketujuh merupakan kalimat-kalimat khusus yang menjelaskan
kalimat pertama. Jadi, teks tersebut merupakan paragraf deduktif.
JAWABAN: A

5. Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ….


A. Semua makam kuno di banda Aceh musnah karena terbawa tsunami.
B. Pemerintah diharapkan segera mengumpulkan lagi peninggalan yang ada.
C. Kompleks makam yang hilang direnovasi kembali oleh pemerintah .
D. Situs purbakala Banda Aceh telah ditata kembali oleh pemerintah daerah.
E. Tulisan kaligrafi pada nisan berisi data diri yang meninggal.

PEMBAHASAN
Pernyataan A, B, C, dan D tidak sesuai dengan isi paragraf. Sedangkan pernyataan E sesuai
dengan kalimat ketujuh.
JAWABAN: E