Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN TORAJA UTARA

D I NAS K E S E HATAN
UPT PUSKESMAS TA’BA’
Alamat : Lembang Parandangan, Kecamatan Buntu Pepasan

KERANGKA ACUAN INOVASI “KAMPANYE BUCITA” (BUDAYA


CUCI TANGAN PAKAI SABUN) DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS TA’BA’
TAHUN 2020

A. PENDAHULUAN

Promosi kesehatan merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan


masyarakat melalui proses pembelajaran dari – oleh – untuk dan bersama
masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan
kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai dengan kondisi social budaya
setempat didukung oleh kebijakan public yang berwawasan kesehatan. Banyak
masalah kesehatan di negeri kita Indonesia, termasuk timbulnya Kejadian Luar Biasa
(KLB) yang erat kaitannya dengan perilaku masyarakat itu sendiri. Sebagai contoh
KLB Diare dimana penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku hidup bersih dan
sehat seperti kesadaran akan buang air besar yang belum benar (tidak di jamban),
cuci tangan pakai sabun masih sangat terbatas, minum air yang tidak sehat dan lain-
lain.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan
atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan individu/kelompok
dapat menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.

1
B. LATAR BELAKANG

Sehat adalah hak azasi manusia yang merupakan investasi pembangunan.


Kesehatan perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi dari berbagai gangguan/ancaman
penyakit. Anak sekolah adalah merupakan aset (modal utama) pembangunan masa
depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi kesehatannya. Sekolah yaitu
tempat pembelajaran, dapat terancam terjadinya penularan penyakit jika tidak
dikelola dengan baik, sehingga perlu dilakukan upaya promosi kesehatan melalui
peningkatan PHBS pendidikan di Sekolah.

Program pembinaan PHBS sudah berjalan sekitar 17 tahun, tetapi


keberhasilannya masih jauh dari harapan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun
2018 menunjukkan bahwa di sulsel yang mencuci tangan pakai sabun 45%. Padahal
Rencana Strategi (Renstra) Kementerian Kesehatan menetapkan target pada tahun
2019 rumah tangga yang mencuci tangan pakai sabun 70%. Dan banyak siswa-siswi
di wilayah kerja Puskesmas Ta’ba tidak mandi pergi kesekolah di karenakan factor
cuaca yang dingin di kecamatan Buntu Pepasan.
PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta
didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan
kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Manfaat Penerapan PHBS di sekolah:

• Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru, dan
masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman
penyakit

• Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi


belajar peserta didik

• Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu


menarik minat orang tua (masyarakat)

• Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan

• Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain

2
PHBS di sekolah yang dapat dilakukan antara lain adalah:

• Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun

• Jajan di kantin sekolah yang sehat

• Membuang sampah pada tempatnya

• Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah

• Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan

• Tidak merokok di sekolah

• Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin

• Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah

Untuk meningkatkan pembinaan PHBS di sekolah, diharapakan peran serta


dan dukungan Pemerintah Daerah, Lintas Sektor (kesehatan, diknas/dikmenti, depag),
Tim Pembina UKS, Tim Pelaksana UKS, Komite Sekolah, Kepala Sekolah, Guru, dan
Orang Tua Murid. Pada kesempatan ini Puskesmas Ta’ba melakukan kegiatan
Kemitraan Program Kesehatan melalui pembinaan PHBS di Sekolah (TK, SD dan
SMP,), yang bertujuan agar PHBS di sekolah dapat ditingkatkan.

C. TUJUAN
1) Umum
Meningkatnya kemandirian dan peran serta siswa/i sekolah dalam Perilaku
Bersih Hidup Sehat (PHBS) dan membudayakan mencuci tangan pakai sabun,
sehingga anak sekolah tumbuh sehat, cerdas dan berprestasi.
2) Khusus
 Meningkatnya anak sekolah menerapkan PHBS
 Membudayakan mencuci tangan pakai sabun
 Anak sekolah menjadi kader kesehatan bagi keluarganya dan temannya
 Sekolah menjadi lembaga pembelajaran tentang PHBS
 Para guru menjadi mitra pengembangan PHBS di tatanan sekolah
D. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Waktu : Kampanye BUCITA dan Pembinaan PHBS di sekolah wilayah kerja


Puskesmas Ta’ba yang direncanakan diadakan pada :

3
2. Tempat : Ruangan Kelas masing-masing Sekolah

NO KEGIATAN PELAKSANAAN
1 Kampanye BUCITA di TK
2 Kampanye BUCITA di SD 09 – 28 Maret 2020
3 Kampanye BUCITA di SMP

3. Peserta
JUMLAH JUMLAH
NO JENIS SEKOLAH
SEKOLAH SISWA
1 TK 6
2 SD 9
3 SMP 3
TOTAL 18

E. NARASUMBER
a. Program Promkes
b. Program Kesling

F. METODE
Metode pada kegiatan Kampanye BUCITA pembinaan di Sekolah ini adalah
1. Penyuluhan CTPS dan PHBS
2. Pemilihan jendral sehat
3. Kampanye CTPS
4. Pembagian papan kontrol PHBS
G. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Tahap Pra Interaksi
Kuku dalam keadaan pendek dan mengajak interaksi kerja kelompok dalam
pembuatan papan kontrol PHBS
2. Tahap Kerja
a. Melakukan penyuluhan CPTS dan langkah-langkah cuci tangan
b. Melakukan inspeksi tangan dan jari, adanya luka / sayatan
c. Pemilihan jendral sehat mulai kelas 4-6 SD
d. Kampanye CTPS
e. Membuat papan kontrol
f. Setiap bulannya guru merekap hasil papan kontrol dan memberi tahu hasil
rekapan kepada petugas promkes/kesling
g. Petugas promes/kesling menindak lanjuti hasil rekapan setiap bulannya
bagi siswa yang tidak mandi pada saat kesekolah

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi pelaksanaan secara triwulan dan di lakukan oleh tenaga Sanitarian dan
Promkes.
I. PENCATATAN,PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

4
Kegiatan didokumentasikan pada waktu pelaksanan dan di laporkan dalam
bentuk SPJ.
J. PEMBIAYAAN
Biaya Pelaksanaan Kampanye BUCITA di Sekolah di bebankan pada anggaran
BOK Tahun 2020.

Parandangan, Januari 2020


Kepala UPT Puskesmas Ta’ba’

Drg. Leila Sagita


NIP. 19831214 201001 2 021

Adapun susunan acara dalam kegiatan “Kampanye BUCITA” ini adalah :


No Waktu Menit Acara Pembicara

1 09.00 10 menit Pembukaan dan Doa Terlampir


-09.10

2 09.10 10 menit Sambutan Kepala Sekolah Kepala sekolah

5
-09.20

3 09.20 – 120 menit Penyampaian materi tentang : Program Promkes & Kesling
10.20
1. Penyuluhan CTPS

2. Penyuluhan PHBS

3. Tanya Jawab

4 10.20 – 40 menit Pemilihan jendral sehat dan pembagian Kontrol Terlampir


11.00 Papan Sehat

5 11.00 – 20 menit Kampanye CTPS


11.20

6 11.20 – 10 menit Penutup dan Doa Penutup Terlampir


11.30