Anda di halaman 1dari 3

Topik:

PENYULUHAN MENGENAI ASAM URAT

A. Latar Belakang
Berdasarkan survei WHO, Indonesia merupakan Negara Terbesar ke 4 di dunia
yang penduduknya menderita asam urat dan berdasarkan sumber dari Buletin Natural,di
Indonesia penyakit asam urat 35% terjadi pada pria dibawah usia 34 tahun. Kadar asam
urat normal pada pria berkisar 3,5-7 mg/dl dan pada perempuan 2,6-6 mg/dl. Kadar asam
urat diatas normal di sebut Hiperurisemia.
Faktor risiko yang mempengaruhi tingginya asam urat adalah umur,
asupan purin yang berlebihan, kegemukan, penyakit jantung dan
konsumsi obat obatan tertentu (diuretika) dan gangguan fungsi ginjal.
Konsumsi purin yang terdapat dalam daging dan seafood berhubungan terhadap risiko
peningkatan kadar asam urat, sedangkan produk susu
dapat menurunkan risiko Gout dan konsumsi purin dari tumbuh-tumbuhan
tidak berpengaruh terhadap risiko Gout.
Purin yang tinggi terutama terdapat dalam jeroan, sea food: udang, cumi, kerang,
kepiting, ikan teri. Akibat langsung dari pembentukan asam urat yang berlebih atau
akibat penurunan ekskresi asam urat adalah Gout. Gout adalah istilah yang dipakai untuk
sekelompok gangguan metabolik yang ditandai oleh meningkatnya konsentrasi asam urat.
Gangguan metabolik gout adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah
(hiperurisemia) yang disebabkan oleh peningkatan produksi (overproduction), penurunan
pengeluaran (underexcretion) asam urat melalui ginjal, atau kombinasi keduanya.
Melihat kompleksnya permasalahan asam urat bisa disimpulkan, bahwa untuk
meningkatkan pengetahuan masyarakat, peran tenaga kesehatan sebagai educator
diharapkan dapat membantu memberikan informasi tentang Tingkat Pengetahuan
Masyarakat tentang Penyakit Asam Urat (Gout).
B. Permasalahan
Pengetahuan masyarakat khususnya di daerah pedesaan masih sangat minim. Baik
mengenai gejala, upaya pencegahan ataupun pengobatan asam urat. Pada daerah
pedesaan masih banyak ditemukan gejala penyakit asam urat, akan tetapi masyarakat
pedesaan masih belum bisa membedakan mana gejala penyakit asam urat dan penyakit
sendi lainnya serta kurangnya pengetahuan mengenai berbagai faktor penyebab tingginya
kadar asam urat.
C. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka direncanakan untuk dilakukan penyuluhan
mengenai “Asam Urat” di Posbindu Lingkungan Padaraya dengan media leaflet , menjelaskan
mengenai semua hal mengenai Asam urat serta tanya jawab dengan peserta.
D. Pelaksanaan
Pelaksanaan berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan sebelumnya yang dilaksanakan
pada :
Tanggal : 15 Januari 2020
Waktu : 09.00-Selesai
Tempat : Desa Padaraya
Peserta : Peserta Posbindu dan beberapa peugas dari Puskesmas yang berjumlah 26
orang.
E. Monitoring dan Evaluasi
Penyuluhan mengenai Asam urat ini berjalan dengan kondusif dan lancar. Semua peserta
mengikuti penyuluhan dengan kooperatif serta memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dengan
aktif untuk bertanya dan memberi umpan balik dari jawaban pertanyaan yang diberikan. Selama
penyuluhan berlangsung banyak respon dari masyarakat yang menggambarkan kalau mereka
baru mengetahui berbagai jenis makanan dan pola hidup yang menyebabkan tingginya kadar
asam urat. Masyarakat pun dihimbau agar sering periksa kadar asam urat jika ada resiko
keluarga serta segera memeriksakan diri jika sudah mengalami gejala gout artritis.