Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kebutuhan serta peran gizi bagi tubuh manusia berbeda-beda. Hal itu tergantung dan
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang diantaranya adalah karena faktor usia, jenis
kelamin, pekerjaan atau status dalam masyarakat, dan hal lain yang mempengaruhi
kegiatan dan sirkulasi serta proses metabolisme dalam tubuh maupun proses
pembuangannya.
Pada makalah ini, penulis akan membahas mengenai kebutuhan dan peran gizi dan
keperluan gizi bagi tubuh manusia, khususnya bagi bayi dan hingga balita. Suatu
fenomena pada jaman sekarang ini, adalah ketidak mampuan atau ketidaktahuan, bahkan
ketidakpedulian terhadap pemenuhan kebutuhan yang memang harus dipenuhi dalam
fase pertumbuhan bayi dan balita.
Sehingga beberapa kasus, penyakit yang diderita pada usia dewasa dapat terjadi pada
usia bayi dan balita. Namun, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Kesalahan
pemikiran dan penanganan dapat berpengaruh. Misalnya saja pada bayi berusia 1-2 tahun
yang tidak lagi memperoleh ASI, dan telah diberikan asupan makanan. Pada masa kanak-
kanak, tidak menutup kemungkinan anak itu akan lebih beresiko mengidap penyakit
maag, daripada seorang anak yang memperoleh asupan makanan pada usia yang tepat.

A. TUJUAN
Hal yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah
pengetahuan serta pemahaman mengenai kebutuhan dan peran gizi untuk anak dan balita.
Baik untuk penulis maupun bagi pembaca makalah ini. Sehingga dapat berguna bagi kita
semua.
B. RUANG LINGKUP
Makalah ini hanya membahas dan menuliskan penjelasan dan penjabaran mengenai
kebutuhan dan masalah-masalah kesehatan yang dapat dan terjadi pada bayi dan balita.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI GIZI
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara
normal melalui proses pencernaan, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan,
pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Menurut Drs. Joko Pekik Irianto M.Kes. didalam bukunya Panduan Gizi Lengkap
Keluarga dan Olahragawan (2007: 2), istilah gizi berasal dari bahasa arab “ giza” yang
berarti zat makanan. Didalam bahasa inggris dikenal dengan istilah nutrition yang berarti
bahan makanan atau zat gizi atau sering diartikan ilmu gizi.

B. DEFINISI MAKANAN
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, makanan adalah :
1. Segala sesuatu yg dapat dimakan (seperti lauk-pauk, kue)
2. Segala bahan yg kita makan atau masuk ke dalam tubuh yang membentuk atau
mengganti jaringan tubuh, memberikan tenaga, atau mengatur semua proses
dalam tubuh. Didalam Buku Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan,
makanan mengandung banyak unsur seperti karbohidrat, lemak, vitamin, protein,
air, mineral dan lain sebagainya yang dikelompokkan sesuai kegunaannya
menjadi 3 yaitu :
1. Sumber Tenaga
a. Karbohidrat
Adalah satu atau beberapa senyawa kimia termasuk gula, pati, dan serat yang
mengadung atom C, H dan O dengan rumus kimia Cn(H2O)n yang terdapat
dalam tumbuhan seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian dan terbentuk
melalui proses asimilasi dalam tumbuhan.
b. Lemak
Adalah garam yang terbentuk dari penyatuan asam lemak dengan alcohol
organic yang disebut gliserol atau gliserin.lemak yang dapat mencair dalam
suhu biasa disebut minyak. Sedangkan dalam bentuk padat disebut lemak.
Sperti halnya karbohidrat, lemak tersusun atas molekul C, H dan Obdengan
jumlah atom lebih banyak misalnya stearin C57 H10 O6.

2
c. Protein Adalah senyawa kimia yang mengandung asam amino, tersusun atas
atom-atom C,H, O dan N.

2. Sumber Zat Pembangun


Zat yang tergolong sebagai zat pembangun adalah, diantaranya.
a. Protein
Disebut juga zat putih telur karena protein pertama kali ditemukan pada
putih telur (ewit). Protein merupakan zat pembentuk sel tumbuhan, hewan
dan manusia, kurang lebih ¾ zat padat tubuh adalah protein. Oleh karena
itu protein disebut zat pembangun.
b. Air
Merupakan komponen terbesar dalam struktur tubuh manusia. Kurang
lebih 60-70% berat badan tubuh orang dewasa berupa air sehingga air
sangat diperlukan oleh tubuh terutama bagi mereka yang memerlukan
kegiatan olahraga atau kegiatan berat.

3. Sumber Zat Pengatur


a. Vitamin
Adalah senyawa organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit
untuk mengatur fungsi-fungsi tubuh yang spesifik seperti pertumbuhan
normal, memelihara kesehatan dan reproduksi. Vitamin tidak dapat
dihasilkan oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari bahan makanan.
Vitamin digolongkan dalam dua kelompok yaitu :
1. Vitamin larut dalam air
Terdiri dari vitamin B dan vitamin C. jenis vitamin ini tidak
dapatdisimpan dalam tubuh. Kelebihan vitramin ini akan dibuang
melalui urine.
2. Vitamin larut dalam lemak
Terdiri dari vitamin A, D, E, dan K. jenis vitamin ini dapat disimpan
dalam tubuh dengan jumlah cukup besar terutama dalam hati.

b. Mineral
Adalah zat organik tang diperlukan oleh tubuh dalam jumalah kecil untuk
membantu reaksi funsional tubuh misalnya untuk memelihara keteraturan
metabolisme. Kurang lebih 4% berat tubuh manusia tersiri dari mineral.
Secara umum fungsi mineral dalam tubuh adalah sebagai berikut :
3
1. Menyediakan bahan sebagai komponen penyusun tulang dan gigi.
2. Membantu fungsi organ, memlihara irama jantung, kontraksi otot,
konduksi syaraf dan keseimbangan asam basa.
3. Memelihara keteraturan metabolism.

C. KEBUTUHAN GIZI PADA ANAK DAN BALITA

1. Kebutuhan Gizi Atau Bagi Anak Dan Balita


Kebutuhan nutrisi pada bayi dan balita sangatlah penting pada masa
pertumbuhan bayi dan balita. Berikut beberapa kebutuhan bayi yang perlu
dipenuhi oleh bayi dan balita.
a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber energi yang tersedia dengan mudah di
setiap makanan dan harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab
kekurangan sekitar 15% dari kalori yang ada dapat menyebabkan terjadi
kelaparan dan berat badan menurun.. apabila jumlah kalori yang tersedia atau
berasal dari karbohidrat dengan jumlah yang tinggi dapat menyebabkan terjadi
peningkatan BB(obesitas). Jumlah karbohidrat yang cukup dapat diperoleh
dari susu, padi-padian, buah-buahan, sukrosa, sirup, tepung, dan sayur-
sayuran.
Porsi terbesar dari energi tubuh ( 40- 50 %) kebutuhan kalori berasal dari
KH ( sumber energi utama). Karbohidrat merupakan makanan utama yang
terjangkau oleh masyarakat. KH disimpan terutama dalam bentuk glikogen
dalam jaringan hati dan otot. Bila energi tdk terdapat dari KH, maka diambil
dari protein dan lemak.
KH didapat dalam bentuk :

a. Monosakarida ( glukosa, fruktosa, galaktosa)


b. Disakarida ( laktosa, sukrosa, maltosa, isomaltosa)
c. Polisakarida ( tepung, dektrin, glikogen, selulosa)

b. Lemak
Pada dasarnya lemak tidak banyak dibutuhkan dalam jumlah besar
kecuali lemak esensial, yaitu asam linoleat dan asam arakidonat. Pada anak

4
usia bayi sampai kurang lebih tiga bulan, lemak merupakan sumber gliserida
dan kolesterol yang tidak dapat dibuat dari karbohidrat. Lemak berfungsi
untuk mempermudah absorbsi vitamin yang larut dalam lemak yaitu vitamin
A, D, E dan K.
Jumlah dan jenis lemak yang dikonsumsi sehari-hari berpengaruh bagi
perkembangan dan pertumbuhan anak. Pengaruh tersebut terjadi melalui
kandungan kalori atau energi yang dimiliki dan peranan asam-asam lemak
tertentu yang terdapat di dalamnya. Bagi bayi, sumber lemak yang ideal dalam
air susu ibu (ASI). Sekitar 50 – 60 Persen energi yang yang terkandung dalam
ASI berasal dari lemak susu. Selama masa penyapihan , konsumsi lemak harus
dijaga jangn sampai terlalu rendah dari jumlah yang dibutuhkan. Penggunaan
lemak, terutama minyak nabati dalam makanan sapihan atau makanan
tambahan bagi bayi dn balita adalah cara efektif untuk memenuhi kebutuhan
energi mereka.
Lemak merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan dan
aktifitas fisik bagi anak dan balita. Kebutuhan energi ini akan terpenuhi jika
konsumsi lemak/minyak hanya menyumbang 15 persen atau kurang dari total
energi yang dibutuhkan perhari. Sampai umur dua tahun, lemak yang
dikonsumsi oleh anak disamping sebagai sumber energi, harus dilihat juga dari
segi fungsi strukturalnya. Lemak akan menghasilkan asam-asam lemak
dan kolestrol yang ternyata dibutuhkan untuk membentuk sel-sel membram
pada semua organ. Organ-organ penting seperti retina dan sisitim saraf pusat
terutama disusun oleh lemak. Asam lemak yang dangat dibutuhkan oleh
jaringan tubuh tersebut terutama adalah asam lemak yang esensial.Asam
lemah yang esensial adalah asam lemak yang tidak dapat dibuat didalam tubuh
sehingga harus diperolaeh dari makanan, terdiri dari asam Linoleat, linulenat
dan arakhidonat.
ASI mempunyai komposisi asam lemak yang sangat tepat untuk
keperluan bayi dan anak-anak sampai dua tahun tersebut. Juga mengandung
faktor-faktor yang menyebabkan lemaknya mudah dicerna, juga komposisi
kimianya membuat ASI mudah dicerna dan juga memberikan suplai yang
seimbang antara asam lemak omega-6 dan omega-3.
Bagi bayi dan balita, rekomendasi yang diberikan adalah sebagai
berikut (1) sedapat mungkin bayi diberikan ASI, (2) komposisi asam lemak
dalam formula makanan bayi harus disesuaikan dengan jumlah dan proporsi
asam lemak yang terkandung dalam ASI, dan (3) selama masa sapihan atau
5
paling sampai bayi umur 2 tahun, kebutuhan energi yang berasal dari lemak
harus sebanyak 30-40 persen dari total energi yang dibutukan per hari, dengan
komposisi asam lemak yang semirip mungkin dengan ASI.

c. Protein
Protein merupakan zat gizi dasar yang berguna dalam pembentukan
protoplasma sel. Selain itu, tersedianya protein dalam jumlah yang cukup
penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel jaringan dan sebagai larutan
untuk menjaga keseimbangan osmoyik plasma. Protein terdiri dari dua puluh
empat asam amino, di antaranya sembilan asam amino esensial (treonin, valin,
leusin, isoleusin, lisin, triptofan, fenilalanin, metionin, dan histidin) dan
selebihnya asam amino nonesensial. Jika jumlah protein dalam tubuh tinggi
dapat memperburuk insufisiensi ginjal. Jika jumlahnya kurang, dapat
menyebabkan kelemahan, edema, bahkan dalam kondisi lebih buruk dapat
menyebabkan kwshiorkor(kurang protein) dan marasmus (kurang protein dan
kalori). Komponen zat ggizi protein dapat diperoleh dari susu, telur, daging,
ikan, unggas, keju, kedelai, kacang, buncis, dan padi-padian.

d. Air
Air merupakan kebutuhan nutris yang sangat penting,mengingat kebutuhan
air pada bayi mencapai 75-80% dari berat badan.air bagi tubuh berfungsi
sebagai pelarut untuk pertukaran selluler.

e. Mineral
Mineral merupakan komponen zat gizi yang tersedia dalam kelompok mikro,
yaitu :
1. Kalsium merupakan mineral yang berguna untuk pengaturan struktur
tulang dan gigi, kontraksi otot, iritabilitas saraf, koagulasi darah, kerja
jantung dan produksi susu. Kalsium akan dieksresikN 70% dalam tinja,
10% dalam urin, sedangkan 15-25% bertahan dan tergantung dalam
keceptan pertumbuhan.
2. Klorida sangat berguna dalam pengeluaran tekanan osmotic serta
keseimbangan asam dan basa. Klorida dapat diperoleh dari garam, daging,
susus dan telur.
3. Kromium berguna untuk metabolism glukosa dan metabolism dalam
insulin. Kromium dapat diperoleh dari ragi.

6
4. Tembaga berguna untuk produksi sel darah merah, pembentukan
hemoglobin, penyerapan besi dan lain-lain. Tembaga dapat diperoleh dari
hati, daging, ikan, padi, dan kacang-kacangan.
5. Flour mnerupakan mineral yang berfungsi untuk pengaturan struktur gii
dan tulang, sehingga jika kekurangan dapat menyebabkan karies gigi.
Sumber flour terdapat dsalam air, makanan laut, dan tumbuh-tumbuhan.
6. Iodium harus tersedia dalam jumlah yang cukup sebab kekurangan iodium
dapat menyebabkan penyakit gondok. Iodium dapat diperoleh dari garam.
7. Zat besi merupakan mineral yang menjadi bagian dari struktur
hemoglobin untuk pengangkutanCO2 dan O2. Kekurangan zat besi dapat
mengakibatkan anemia dan osteoporosis. Sedangkan kelebihan dapat
mengakibatkan sirosis, gastritis, dan hemolisis. Zat besi dapat diperoleh
dari hati, daging, kuning telur, sayuran hijau, padi, dan tumbuhan.
8. Maknesium berguna dalam aktifitas enzim pada metabolisme karbohidrat
dan sangat penting dalam proses metabolisme.kekurangan mangnesium
menyebabkan hipokalsemia atau hipokalemia,maknesium dapat diperoleh
dari biji-bijian, kavang-kacangan,daging dan susu.
9. Mangan berfungsi dalam aktifitas enzim.mangan dapat diperoleh kacang-
kacanagn padi , biji-bijian, dan sayur-sayuran hijau.
10. Fosfor merupakan unsure pokok dalam pertumbuhan tulang dan
gigi.kekurangan fosfor dapat menyebabkan kelemahan otot.fosfor dapat
diperoleh dari susu,kuning telur,kacang-kacangan,padi-padian dan lain-
lain.
11. Kalium berfungsi dalam kontraksi otot dan hantaran implus
saraf,keseimbangan cairan,dan pengaturan irama jantung,kalium dapat
diperoleh dari semua makanan.
12. Natrium berguna dalam pengaturan tekanan osmotic serta pengaturan
keseimbangan asam dan basa,dan cairan.kekurangan cairan dapat
mengakibatkan kram otot,nausea,dehidrasi dan hipotensi.natrium dapat
diperoleh dari garam,susu,telur,tepung dan lain-lain.
13. Sulfur merupakan unsure pokok protein seluler yang membantu proses
metabolism jarinagn saraf.sulfur dapat di peroleh dari makanan protein.
14. Seng merupakan unsure pokok dari beberapa enzim karbonik anhidrase
yang penting dalam pertukaran CO2.seng dapat diperoleh dari daging
,padi-padian,kacang-kacangan,dan keju.

7
f. Vitamin
Untuk memelihara kesehatan, rekuiremen bayi dan anak menurut
Recommended Dietary Allowance for Use in Indonesia yang dikeluarkan oleh
departemen Kesehatan RI pada tahun 1968 merencanakan pengaturan makan
untuk seorang bayi atau anak. Jika kita hendak menentukan makanan yang
tepat untuk seorang bayi atau anak, maka perlu dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut :
1. Menentukan jumlah kebutuhan dari setiap nutrient dengan menggunakan
data tentang kebutuhan nutrient.
2. Menentukan jenis bahan makanan yang dipilih untuk menterjemahkan
nutrient dari berbagai macam bahan makanan.
3. Menentukan jenis makanan akan diolah sesuai dengan hidangan (menu)
yang dikehendaki.
4. Menentukan jadwal waktu dan menentukan hidangan .Perlu pula
ditentukan cara pemberian makan, misalnya dengan cara makan biasa,
dengan pipa penduga (sonde) dan lain lain.
5. Memperhatikan masukan yang terjadi terhadap hidangan tersebut.Perlu
dipertimbangkan kemungkinan factor kesukaan dan ketidaksukaan
terhadap suatu makanan.

Faktor-faktor yang perlu diperlukan untuk pengaturan makan yang tepat


adalah:
a. Umur
b. Berat Badan
c. Diagnosis dari penyakit, tahap serta keadaaan penyakit
d. Keadaan mulut sebagai alat penerima makanan
e. Kebiasaan makan, kesukaan dan ketidaksukaan, akseptabilitas dari
makanan dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan.

Dengan memperhatikan dan memperhitungkan faktor-faktor tersebut di


atas, umumnya tidak akan banyak terjadi kekeliruan dalam mengatur
makan untuk seorang bayi atau anak.

2. Total Energi dan Parenteral nutrisi


Komisi ahli FAO/WHO dalam tahun 1971 mengemukan bahwa rekruitmen
dari kalori harus disesuiakan dengan berat badan selama masa pertumbuhan.
8
Nelson tidak membedakan jenis kelamin dalam masa remaja. Perbedaan tersebut
sebenarnya diperlukan, mengingat dalam masa remaja terjadi perbedaan dari
permulaan pubertas dan juga perbedaan rekruitmen dari nutrient lain.
Kalori yang diberikan akan digunakan untuk :
a. Metabolism basal : bayi membutuhkan 55 kal/kgBB/hari, kemudian pada usia
selnjutnya berkurang dan setelah dewasa menjadi 25-30 kal/kgBB/hari.
Metabolism basal meningkat 10% untuk tiap kenaikan suhu 10C.
b. Specific dynamic Action (SDA) ialah kenaikan kalori yang diperlukan diatas
keperluan metabolism basal, yang disebabkan oleh peristiwa makan dan
mencerna makanan. Pada masa bayi rata-rata 7-8% dari seluruh masukan
kalori, sedangkan pada anak kira-kira 5% bila diberikan makanan biasa.
c. Pembuangan ekskreta (sisa yang tidak terpakai): biasanya tidak lebih dari
10%.
d. Aktifitas jasmani : 15-25 kal/kgBB/hari. Pada saat sangat aktif dapat mencapai
50-80 kal/kgBB untuk waktu yang singkat, misalnya saat berolahraga (atletik,
berenang, dan sebaginya).
e. Pertumbuhan merupakan jumlah kalori yang tidak digunakan untuk keperluan
tersebut diatas dan merupakan kalori yang disimpan.
Bergantung pada fase pertumbuhan, pad hari-hari permulaan kira-kira 20-40
kal/kgBB/hari, kemudian berkurang sehingga pada akhir masa bayi menjadi
15-25 kal/kgBB/hari. Pada masa remaja kenutuhan kalori untuk pertumbuhan
akan menigkat lagi.
Kalori dalam makanan berasal dari nutrient protein, lemak, dan karbohidrat.
Setiap gram protein menghasilkan 4 kalori, lemak 9 kalori dan karbohidrat 4
kalori.
Distribusi kalori dalam makanan anak yang dalam keseimbangan diet (balnced
diet) ialah 15% berasal dari protein, 35% dari lemak, dan 50% dari
karbohidrat. Menurut Platt (1961), bila makanan tersebut diukur nilai gizinya
dengan Net Dietary protein calories % atau NDpCals %, maka sesuatu
makanan bernilai cukup (adekuat) sebagai berikut :

1. Masa bayi : 8,0


2. Balita 1-3 tahun : 7,8
3. Balita 4-5 tahun : 5,9

9
Kelebihan kalori yang tetap setiap hari sebanyak 500 kalori, dapat
menyebabkan kenaikan berat badan 500 gram dalam seminggu.

3. TUJUAN PEMBERIAN NUTRISI PADA BAYI DAN BALITA


Adapun tujuan dari pemberian nutrisi pada Bayi dan Balita ini adalah sebagai
berikut:
1. Mencapai berat badan normal dan mempertahankannya;
2. Mempertahankan status gizi dalam keadaan baik;
3. Menyediakan zat gizi untuk menjamin tumbuh kembang dan
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi; dan,
4. Membina kebiasaan makan yang baik, menumbuhkan pengetahuan
tentang makan dan makanan yang baik pada anak

4. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP NUTRISI


PADA BAYI DAN BALITA
Faktor yang menyebabkan kurang gizi telah diperkenalkan UNICEF
dan telah digunakan secara internasional, yang meliputi beberapa tahapan
penyebab timbulnya kurang gizi pada anak balita, baik penyebab langsung,
tidak langsung, akar masalah dan pokok masalah. Berdasarkan Soekirman
dalam materi Aksi Pangan dan Gizi nasional , penyebab kurang gizi dapat
dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, penyebab langsung yaitu makanan anak dan penyakit


infeksi yang mungkin diderita anak. Penyebab gizi kurang tidak hanya
disebabkan makanan yang kurang tetapi juga karena penyakit. Balita yang
mendapat makanan yang baik tetapi karena sering sakit diare atau
demam dapat menderita kurang gizi. Demikian pada Balita yang makannya
tidak cukup baik maka daya tahan tubuh akan melemah dan mudah
terserang penyakit. Kenyataannya baik makanan maupun penyakit secara
bersama-sama merupakan penyebab kurang gizi.
Kedua, penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan di
keluarga, pola pengasuhan Balita, serta pelayanan kesehatan dan kesehatan
lingkungan. Ketahanan pangan adalah kemampuan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarga dalam jumlah yang
cukup dan baik mutunya. Pola pengasuhan adalah kemampuan keluarga

10
untuk menyediakan waktunya, perhatian dan dukungan terhadap anak agar
dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, dan sosial.
Pelayanan kesehatan dan sanitasi lingkungan adalah tersedianya air bersih
dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau oleh seluruh
keluarga.
Faktor-faktor tersebut sangat terkait dengan tingkat pendidikan,
pengetahuan, dan ketrampilan keluarga. Makin tinggi pendidikan,
pengetahuan dan ketrampilan terdapat kemungkinan makin baik tingkat
ketahanan pangan keluarga, makin baik pola pengasuhan Balita dan
keluarga makin banyak memanfaatkan pelayanan yang ada. Ketahanan
pangan keluarga juga terkait dengan ketersediaan pangan, harga pangan,
dan daya beli keluarga, serta pengetahuan tentang gizi dan kesehatan.

5. PERHITUNGAN BERAT BADAN IDEAL


1. Bayi (0-12 Bln)
 Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
Bila tidak diketahui Berat Badan Lahir :
BBI = (USIA : 2) + 3 S/D 4 kg
Bila diketahui Berat Badan Lahir :
Usia 6 bulan : 2 X BBL
Usia 12 bulan: 3 X BBL
 Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
1) Energi = 100-120 kalori/ kg BBI
2) Protein = 10 % X Energi atau= 2,5 – 3 gr/kg BBI
3) Lemak = 10- 20 % X Energi
4) KH = 60- 70 % X Energi

2. Balita
 Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
Usia lebih dari 12 bulan : (usia dalam tahun X 2) + 8 kg
 Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
a. Energi:
1000 + (100 X usia dalam tahun)
Usia 1-3 tahun : 100 kalori/ kg BBI
Usia 4-6 tahun : 90 kalori/ kg BBI
b. Protein = 10 % X Energi atau= 1,5 -2,0 gr/kg BBI
11
c. Lemak = 10- 20 % X Energi
d. KH = 60- 70 % X Energi

Cara menggunakannya dicontoh sebagai berikut :


Contoh pertama : anak balita usia 14 bulan, sebelum usia balita ini dimasukan
rumus terlebih dahulu usia 14 bulan diuraikan menjadi tahun dan bulan yaitu 1
tahun 2 bulan dimana 1 tahun adalah 12 bulan. Karena n adalah usia dalam tahun
dan bulan maka 1 tahun 2 bulan ditulis dengan 1,2 ( dibaca 1 tahun 2 bulan).
Selanjutnya baru dimasukan kedalam rumus yaitu:

(Usia anak dalam tahun*28)+


(2 x 1,2) + 8 = 2,4 + 8 = 10,4
Jadi hasilnya Berat Badan Ideal untuk anak balita usia 14 bulan adalah
10,4 kg.

Contoh pertama diatas sangat praktis, tapi hati-hati, agak sedikit rumit seperti
contoh kedua dibawah ini:

Contoh kedua: Anak balita usia 2 tahun 10 bulan, seperti diatas ini ditulis dengan
n=2,10 dan selanjutnya dikali dengan 2 (sebagaimana rumus 2n) jadi hasilnya
adalah 4,20. Hasil ini jangan langsung ditambah dengan 8, karena 4,20 diartikan 4
tahun 20 bulan, 20 bulan artinya 1 tahun 8 bulan, jadi 4,20 berubah menjadi 5,8,
baru kemudian ditambah dengan 8 maka Berat badan Idealnya adalah 13,8 kg.

Untuk Berat badan ideal bayi usia 1-12 bulan dapat menggunakan rumus sebagai
berikut:
1) Untuk usia 1-6 bulan dapat menggunakan rumus :
BBL(gr) +(usia x 600 gram)
2) Untuk usia 7-12 bulan dapat menggunakan rumus
BBL (gr) + (usia x 500 gram )
(usia/2) +3
Dimana : BBL adalah Berat Badan Lahir Usia dinyatakan dalam
bulan

12
6. INTEPRETASI BERAT BADAN IDEAL ANAK BALITA
Sebagaimana halnya dengan intepretasi Berat Badan Ideal Orang dewasa (usia 15
tahun keatas) adalah +10 % BBI ini juga dapat berlaku untuk BBI anak balita.
Dimulai dari kisaran normalnya yaitu rumus diatas = (2n +8 ) + 10% (2n+8).
Yaitu antara 9.6 -11.44. Orang tua perlu hati-hati bila presentase Berat Badan Real
telah berada dibawah atau diatas 20 % dapat dikatakan bahwa anak balita tersebut
mempunyai keadaan gizi yang tidak seimbang, Bila berada diatas 20 % anak
balita bisa dikatakan kegemukan dan bila berada di bawah 20 % bisa dikatakan
kurang gizi dan bisa berlanjut ke Keadaan gizi buruk untuk balita/anak dan
busung lapar untuk orang dewasa.
Sebenarnya untuk mengukur Berat Badan Normal anak balita sudah
ditentukan secara internasional yaitu dengan menggunakan standar WHO-NCHS
atau juga bisa dengan melihat Kartu Menuju Sehat (KMS) tumbuh kembang
balita, seperti terlihat pada gambar disamping, setiap anak mempunyai pola
pertumbuhan dan perkembangan berat badan ideal (baik), yang penting adalah
bertambah umur bertambah berat badan dan pola terlihat jelas, tidak tiba-tiba naik
berat badan bulan ini, bulan berikutnya turun lagi kemudian naik lagi. Cara
diatas menentukan BBI anak balita hanya cara praktis yang bisa langsung
digunakan tampa harus melihat pedoman seperti pada standar WHO-NCHS atau
juga kartu menuju sehat yang biasa dilihat di posyandu.

7. PERHITUNGAN KEBUTUHAN ENERGI UNTUK BAYI DAN BALITA


Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Usia Berat badan Tinggi badan (cm) Protein (gr)


(kg)
0-6 bulan 6 60 10
7-12 bulan 8,5 71 18

1-3 tahun 12 90 25

4-5 tahun 18 110 39

Table 1. Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Kecukupan gizi yang dianjurkan (menurut data Departemen kesehatan


RI,1968). Dalam daftar tersebut tersebut kebutuhan akan vitamin D tidak

13
dicantumkan, akan tetapi Nelson (1969) mengemukakan angka 400 untuk semua
umur.

Gol Ca Fe Vit.A Tiamin Riboflavin Niasin Vit.C Vit


Umur (g) (g) sebagai (mg) (mg) (mg) (mg) D
Karotin (mg
(mg) )

Bayi 0,6 8 1200 0,4 0,5 6 25 (40


6-12bln 0)

Balita 0,5 8 1500 0,5 0,7 8 30


1-3 thn
0,5 10 1800 0,6 0,9 9 40
4-5 thn
0,5 10 2400 0,8 1,0 13 50

Table 2. kebutuhan akan zat nutrisi.

Kebutuhan energi rata-rata dari bayi.

Umur Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)


FAO (1971) Nelson (1969)

3 bulan 120

3-5 bulan 115

6-8 bulan 110

9-11 bulan 105

Rata-rata selama masa bayi 112 110(100-120)

Table 3. Keb. Energy Rata-Rata

14
Kebutuhan energi Balita diatas 1 tahun.
Umur Anak Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)
FAO (1971) Nelson (1969)

1 112 110
1-3 101 100
4-5 91 90

Table 4. Keb. Energy Balita

Gizi balita adalah hal paling utama yang harus diperhatikan oleh orang tua
jika ingin tumbuh kembang putra putrinya maksimal.
Pemenuhan gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena hal ini
sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun pertama,
karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat menentukan tahun
demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya. Hal inilah yang seharusnya
mendasari setiap orang tua untuk berusaha agar Gizi Balitanya terpenuhi
semaksimal mungkin.
Tapi apa saja sih zat gizi yang dibutuhkan oleh anak kita agar tumbuh
kembangnya maksimal?
Berikut beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan oleh setiap balita yang
sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.

1. Vitamin A, D, E dan K
Ke-4 vitamin ini sangat vital bagi pertumbuhan balita Anda. Jadi, usahakan
agar asupan vitamin ini terpenuhi setiap harinya. Seperti kita ketahui, vitamin
A sangat baik untuk penglihatan dan kesehatan kulit balita kita, sedangkan
vitamin D berperan penting dalam meningkatkan penyerapan kalsium serta
membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak. Sementara vitamin E memiliki
antioksidan yang membantu pertumbuhan sistem syaraf dan pertumbuhan sel.
Vitamin K membantu pembekuan darah.

2. Kalsium
Merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh balita dalam
pembentukan massa tulangnya. Kalsium sangat penting untuk membentuk
tulang yang kuat sehingga balita Anda terhindar dari patah tulang ketika mulai
belajar memanjat dan aktif bermain. Kebutuhan harian balita akan kalsium
15
umumnya sebesar 500mg/hari. Sumber makanan dari kalsium antara lain susu,
keju, tahu, brokoli, tomat, oatmeal, kacang-kacangan, dan ikan salmon.

3. Vitamin B dan C
Fungsi dari vitamin B antara lain meningkatkan sistem syaraf dan imun
tubuh balita Anda, meningkatkan pertumbuhan sel, serta mengatur
metabolisme tubuh. Sementara vitamin C berfungsi untuk meningkatkan
penyerapan zat besi dalam tubuh balita serta mencegah sariawan.
Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B antara lain
beras merah, pisang, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur. Sementara
untuk memenuhi gizi balita Anda dengan vitamin C, Anda dapat
memperolehnya dari tomat, kentang, stroberi serta sayur-sayuran hijau.

4. Zat Besi
Balita sangat membutuhkan zat besi terutama untuk membantu
perkembangan otaknya. Jika kebutuhan gizi balita akan zat besi tidak
terpenuhi, kemungkinan ia akan mengalami kelambanan dalam fungsi kerja
otak. Sumber makanan yang mengandung zat besi antara lain daging, ikan,
brokoli, telur, bayam, kedelai serta alpukat.

16
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Makanan pertama dan utama pada bayi yaitu air susu ibu. Air susu ibu sangat cocok
untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal. Namun bayi juga memerlukan zat-zat
gizi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Zat-zat gizi yang diperlukan
tersebut termasuk kedalam golongan pembangun, pengatur serta pembangun, yang
disebut pula dengan zat atau sumber tenaga.
Semakin umur bayi bertambah maka makanan yang harus di konsumsi pun
mengalami perubahan, mulai dari ASI hingga menyapih makanan. Menyapih, secara
harfiah berarti membiasakan. Maksudnya, bayi secara berangsur-angsur dibiasakan
menyantap makanan orang dewasa. Selama masa penyapihan, makanan bayi berubah
dari ASI saja kemakanan yang lazim dihidangkan oleh keluarga, sementara air susu
diberikan hanya sebagai makanan tambahan. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut,
terdapat kendala yang dihadapi. Misalnya saja kemampuan material untuk memenuhi
kebutuhan tersebut atau ketidakmampuan tubuh bayi atau balita untuk menerima zat-zat
tersebut.

B. SARAN
Sebaiknya kita lebih meningkatkan pengtahuan mengenai kepekaan dan kepedulian akan
pentingnya gizi bagi tumbuh kembang seorang bayi dan balita. Terutama pada masa
tumbuh kembangnya. Dan itu juga akan berpengaruh pada perkembangan stimulus
maupun respon baik pada anak dan balita.

17
DAFTAR PUSTAKA

Arisman. (2004), Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: EGC
Gabe Mirkin, M.D. dan Marshall Hoffman. 1984. Kesehatan Olahraga. Jakarta: PT.Grafidian
Jaya
Drs. Joko Pekik Irianto M.Kes. 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.
Yogyakarta: Penerbit Andi
Moehji, Sjahmien, B.Sc. 1992. Ilmu Gizi. Jakarta: Bhratara Niaga Media
Wiryo, Hananto. (2002), Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui dengan
Makanan Lokal. Jakarta: Sagung Seto
Tips Anak Bayi fikhar. (2012). Beberapa Nutrisi Penting Bagi Balita Anda
http://duniaanak.org/makanan-anak/gizi-balita-beberapa-nutrisi-penting-balita.html. Diambil
pada tanggal 11 September 2013. Pukul 06:45 WITA
Reki. (2003). Kebutuhan Gizi http://kamusbahasaindonesia.org/ilmu/mirip#ixzz2eaK4mf00.
Diambil pada tanggal 24 September 2013. Pukul 13:41 WITA

18