Anda di halaman 1dari 5

KAK Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )


PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK IPAL KAWASAN
KECAMATAN SUKAMARA

Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
disusun mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL)

A. LATAR BELAKANG
Masalah Limbah di Kabupaten Sukamara setiap tahun menunjukkan adanya
peningkatan, itu disebabkan semakin banyaknya aktivitas masyarakat dan meningkatnya
jumlah penduduk yang secara otomatis akan meningkatkan buangan atau Limbah. Untuk itu
sangat perlu menangulangi Limbah mengingat dampaknya yang sangat merugikan baik untuk
masalah kesehatan, pencemaran lingkungan hidup dan menimbulkan gaya pandang yang
tidak estetik.
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sarana untuk mengelola limbah cair
(limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi) yang akrab bagi masyarakat adalah IPAL untuk
limbah WC lebih dikenal dengan Septiktank. IPAL bisa dibangun secara pribadi atau
digunakan untuk satu keluarga/bangunan dan dioperasikan sendiri. Bisa juga satu IPAL
dugunakan bersama-sama atau komunal. Air limbah atua air buangan tidak bisa dibuang
begitu saja, sepertinya limbah padat atau sampah yang juga tidak bisa dibuang sembarangan.
Meskipun kelihatannya air limbah bisa langsung meresap kedalam tanah atau mengalir
disungai, air limbah yang merusak lingkungan hidup.
Air limbah seharusnya diolah dulu sebelum dibuang kesungai atau air tanah melipti
limbah wc, limbah cuci dan limbah khusus rumah tangga. Air limbah yang berasal dari wc
mengandung bakteri E.Colli yang menyebabkan penyakit perut seperti types, diare, kolera.
Bila tidak diolah secara memadai, air limbah wc bisa merembes kesumur dan septiktank
dekat, seperti terjadi pada daerah padat. Bila air sumur tersebut diasak, bakteri akan mati –
tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses cuci piring mandi gosok gigi widhu yang
menggunakan air sumur tanpa dimasak.
seringkali menimbulkan dilema. IPAL dibutuhkan, air limbah yang berasal dari
permukiman masyarakat merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial.
Hal ini disebabkan limbah yang dihasilkan memungkinkan mengandung bakteri E.Colli
KAK Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara

B. MAKSUD DAN TUJUAN


1. Maksud :
Maksud perencanaan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kecamatan
sukamara adalah untuk meminimalisasi dampak yang ditimbul dari kegiatan di maksud.
2. Tujuan :
Tujuan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) ini adalah ;
a. Mengidentifikasi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari setiap tahapan
kegiatan pada tempat pembuangan akhir Limbah.
b. Menyusun langkah-langkah pengelolaan lingkungan yang harus dilakukan guna
mencegah dan meminimalisi pencemaran lingkungan.
c. Menyusun pedoman pemantauan lingkungan untuk mengevaluasi pelaksaaan
pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan.

C. KEGUNAAN
Kegunaan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) ini adalah ;
a. Sebagai Pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemantauan
lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan yang dimaksud.
b. Sebagai acuan bagi Pemerintah Kabupaten Sukamara, khususnya Badan Lingkungan
Hidup Kabupaten Sukamara dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.
c. Sebagai bahan informasi dan masukan bagi masyarakat terkait dengan kegiatan
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

D. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup kegiatan yang harus dilaksanakan oleh konsultan perencana adalah perpedoman
pada ketentuan teknis yang berlaku. Penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL),
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dilakukan di kecamatan sukamara dimana daerah
tersebut merupakan daerah studi. Pada penugasannya, konsultan perencana mempunyai
ruang lingkup sebagai berikut :
1. Identifikasi, inventarisasi kondisi lokasi IPAL.
KAK Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara

2. Mengevaluasi kondisi sistem infrastruktur IPAL yang sudah ada dan yang akan
dibangun.
3. Mengkaji ketepatan pendekatan, metoda, dan teknologi dalam penyusuna Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
4. Menyusun rencana anggaran biaya Studi UKL, UPL.

E. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan perencanaan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kecamatan
sukamara Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah.

F. WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN


Jangka waktu pelaksanaan penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender.

G. SUMBER DANA
1. Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan dibebankan pada dana APBD-P
TA 2017 kabupaten sukamara.
2. Besarnya biaya konsultan perencana merupakan biaya tetap dan pasti termasuk pajak-
pajak yang harus dibayarkan.-Ketentuan pembiayaan dan pembayaran diatur dalam
surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat Pimpinan Proyek dan Konsultan
Perencana.

H. KEBUTUHAN TENAGA AHLI


Tenaga ahli yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan Penyusunan Dokumen
Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara, adalah sebagai
berikut:
1. Team Leader:-Sarjana Teknik Lingkungan Strata 1 (satu), -Pengalaman minimal 3
tahun, diantaranya berpengalaman dalam penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan
(UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
2. Ahli Teknik Kesehatan ; -Sarjana Teknik Kesehatan Strata 1 (satu), -Pengalaman
minimal 2 (tiga) tahun, diantaranya berpengalaman dalam penyusunan Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)..
KAK Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara

3. Ahli Teknik Sipil; -Sarjana Teknik Sipil Strata 1 (satu), -Pengalaman minimal 2 (dua)
tahun, diantaranya berpengalaman dalam penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan
(UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL).
4. Ahli Biologi; -Sarjana Biologi Strata 1 (satu), -Pengalaman minimal 2 (dua) tahun,
diantaranya berpengalaman dalam penyusunan Upaya Pengelolaan Lingkungan
(UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)

I. KELUARAN / PRODUK
Sebagai hasil produk kegiatan konsultan, akan dituangkan dalam 2 (dua) jenis laporan,
yang harus diserahkan secara berurutan sesuai dengan tahapan dan jadwal pelaksanaan.
Laporan perencanaan penyusunan UKL/UPL TPA Wuran yang harus diserahkan
konsultan terdiri dari :
1. Laporan Pendahuluan ( inception report)
Laporan pendahuluan (inception report), merupakan laporan hasil temuan awal,
metodoiogi dan pendekatan serta rencana kerja yang akan dilaksanakan penyedia jasa
konsultansi dalam menangani pekerjaan ini. Laporan pendahuluan, sudah harus
diserahkan 15 (lima belas) hari kalender setelah diterbitkan SPMK dan dinyatakan
diterima setelah dilakukan konsultasi serta pembahasan dengan Tim Teknis. Jumlah
laporan yang diserahkan sebanyak 5 (lima) rangkap. Garis besar laporan pendahuluan
berisi:
 Temuan awal dan gambaran umum lokasi
 Jadwal penugasan Tenaga Ahli serta tanggung jawabnya.
 Metodologi dan pendekatan
 Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Konsultan.
2. Laporan Akhir ( final report )
Laporan ini merupakan laporan akhir detail perencanaan teknis infrastruktur drainase
dengan mengakomodir semua masukan - masukan hasil diskusi dari konsep laporan
akhir yang sudah disetujui tim teknis. Masing-masing jenis laporan dibuat rangkap 5
(lima) serta diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kalender setelah
diterbitkan SPMK. Laporan dimaksud adalah berupa dokumen UKL/UPL.
KAK Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Untuk Ipal Kawasan Kecamatan Sukamara

3. Laporan Soft Copy


Laporan ini berupa soft copy dari semua laporan yang ada dan dibuat 5 (lima) copy.

J. PENUTUP
Kerangka Acuan Kerja ini dibuat berdasarkan Pengetahuan, Pemahaman dan Pengalaman
Lapangan dalam pekerjaan yang sejenis, akan tetapi tidak menutup kemungkinan
penyesuaian kembali dengan Kondisi Lapangan yang ditemui selama penyelenggaraan
Penyediaan Jasa Konsultansi UKL/UPL ini berlangsung. Setelah Kerangka Acuan Kerja
( KAK ) ini diterima maka konsultan hendaknya memeriksa semua masukan yang
diterima dan mencari bahan informasi yang dibutuhkan.

Sukamara, Oktober 2017