Anda di halaman 1dari 1

TANGGAPAN TERHADAP KAK

Secara umum, apa yang telah diuraikan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) telah dimengerti dan dipahami oleh pihak konsultan dan
dianggap telah menggambarkan secara rinci mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan. Namun demikian, ada beberapa hal dalam KAK tersebut
yang perlu ditanggapi oleh Konsultan atau masih memerlukan penjelasan, diantaranya adalah untuk mendapatkan manajemen pelaksanaan
kegiatan yang baik, diperlukan suatu pengorganisasian yang mantap dan terarah. Oleh karena itu konsultan telah membuat struktur organisasi
dari pelaksanaan pekerjaan berdasarkan arahan dari kerangka acuan kerja, sehingga masing-masing personil yang terlibat dapat bekerja dengan
baik serta memahami tugas dan tanggung jawabnya.

TanggapanTerhadap Kerangka Acuan Kerja

Dengan mempelajari dan memahami persoalan ruang dan lingkup pekerjaan, ketelitian yang diminta serta produk akhir yang diharapkan,
maka konsultan akan dapat memperoleh titik referensi sebagai pedoman guna membuat analisa teknis dalam usulan teknis yang utuh dan
memadai.

Personil yang diperlukan akan dipersiapkan dan memenuhi kualifikasi yang telah disyaratkan serta kerjasama antara personil yang baik
dan lancar.

Melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan pentahapan pekerjaan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Kerangka Acuan Kerja, mulai dari tahap
pekerjaan awal sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai, tahapan pada saat konstruksi berlangsung dan pada tahapan akhir pelaksanaan
konstruksi.

Membuat dan memberikan kesimpulan secara obyektif berdasarkan teori yang ada terhadap data-data observasi lapangan serta analisa
yang cermat terhadap permasalahan yang terjadi.

Untuk menjamin kuantitas dan kualitas produk yang diharapkan maka diupayakan rencana operasi dan sistem pengendalian kualitas
yang memadai.

Dalam menghadapi terjadinya permasalahan, Kerangka Acuan Kerja (KAK) akan tetap menjadi pedoman dan setiap pembahasan yang
mungkin terjadi pada sub kegiatan pekerjaan, keputusan berada dipihak Pemberi Tugas.