Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

TERMS OF REFERENCE (TOR)

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

1. Setiap fasilitas (sarana/prasarana) milik pemerintahan yang akan dibangun harus


direncanakan dan dirancang dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memenuhi
kriteria bangunan yang layak dari segi umum, biaya, dan kriteria administrasi bagi
bangunan negara.

2. Setiap pekerjaan untuk fasilitas (sarana/prasarana) milik pemerintah perlu untuk


disiapkan/direncanakan secara matang sehingga mampu mendorong perwujudan
karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan dalam pekerjaan perencanaan itu
sendiri.

3. Bahwa untuk terlaksananya kegiatan perencanaan sesuai dengan tata kelola yang baik
maka perlu diarahkan melalui Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini sehingga tugas
perencanaan teknis dapat terlaksanan secara tertib, disertai rasa tanggung jawab
untuk mencapai sasaran, kelancaran dan ketepatan tercapainya hasil kerja (kinerja)
yang dapat dipertanggung jawabkan, transparan dan akuntabel.

B. Maksud dan Tujuan


1. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencana
yang memuat masukan, asas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan
diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan.

2. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini juga menjadi acuan bagi Konsultan Perencana
sehingga mampu mewujudkan hasil pekerjaan (produk perencanaan) yang memenuhi
standar kriteria/spesifikasi teknis yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria
administrasi lainnya serta layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku
profesional.

C. Sasaran
Sasaran Kegiatan ini adalah Tersedianya Data Pendukung DED Perencanaan Daerah
irigasi Rawa sesuai dengan surat edaran Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementrian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No :20/SE/D/2017 tentang Pedoman
Peningkatan Jaringan Irigasi Rawa Lebak

II. LINGKUP PEKERJAAN


A. Nama Kegiatan dan Pekerjaan

Nama Kegiatan adalah Perencanaan Teknis Bidang Bidang Sumber Daya Air ,
Pekerjaan yang dilaksanakan yang berlokasi di :
1. Kelurahan Tanjung Pinang ,Kecamatan Pahandut.
2. Kelurahan Gaung Baru, Kecamatan Rakumpit

Lingkup pekerjaan yang dilakukan adalah Penilaian Daerah Irigasi Rawa Lebak dengan
2 (dua) parameter yaitu melakukan pengukuran terhadap :

a. Kinerja kawasan budidaya


Kinerja kawasan budidaya yang dinilai berdasarkan beberapa indikator sebagai
berikut:

1. Intensitas panen pada musim hujan dan musim kemarau;


2. Hasil panen padi yang dinyatakan dalam ton/ha;
3. Keragaman intensitas dan hasil panen (rasio antara luas potensial dan luas
fungsional);
4. Akses saprodi berupa pupuk, benih, pestisida, dan alsintan;
5. Pendapatan rata-rata keluarga;
6. Prosentase pendapatan kegiatan pertanian dari pendapatan keluarga;
7. Kepemilikan lahan rata-rata per kepala keluarga; dan
8. Ketersediaan jasa perdagangan.

b. Potensi Kawasan Budidaya


Potensi kawasan budidaya yang dinilai berdasarkan beberapa indikator sebagai
berikut:
1. Curah hujan pada bulan-bulan berurutan dengan > (lebih dari) 200 (dua ratus) mm;
2. Sumber air di musim kemarau:
3. jarak ke daerah irigasi rawa lebak;dan
4. potensi gravitasi;
5. Ketebalan gambut;
6. Kedalaman lapisan pirit;
7. Kesuburan tanah;
8. Aksesibilitas;
9. Drainabilitas; dan
10. Tipe luapan/hidrotopografi.

B. Biaya dan Sumber Pendanaan


Pagu biaya untuk pekerjaan perencanaan ini ditetapkan sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima
Puluh Juta Rupiah), sudah termasuk pajak. Adapun sumber dana kegiatan ini berasal
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palangka Raya Tahun
Anggaran 2018 sebagaimana tertuang dalam DPPA - SKPD Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Nomor :188.4/484/2018 Tanggal 19 Oktober 2018. Biaya
pekerjaan Konsultan Perencana dan tata cara pembayaran akan diatur secara kontraktual
setelah melalui tahapan proses Pengadaan Jasa Konsultan Perencana sesuai dengan
peraturan yang berlaku, dan didasarkan pada prestasi kemajuan kegiatan perencanaan.

C. PEMBERI TUGAS
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palangka Raya

D. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan ini adalah 20 ( Dua Puluh ) hari kalender terhitung
sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK) oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran kepada Konsultan Perencana.

E. Tahap Pekerjaan
Tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Perencana didalam
pekerjaan ini antara lain adalah sebagai berikut :

a. Identifikasi Awal Lokasi Perencanaan


Pada tahapan ini Konsultan Perencana harus mengumpulkan data pendukung
perencanaan baik data sekunder atau laporan-laporan lainnya yang berkaitan dengan
lokasi kegiatan. Konsultan Perencana melaksanakan koordinasi dan konfirmasi
dengan instansi/unsur-unsur terkait di daerah, yang bertujuan untuk memperoleh
data awal sebagai bagian penting bahan kajian kelayakan teknis untuk bahan
pekerjaan selanjutnya.
b. Survey Kawasan
Survey Kawasan adalah survey yang dilakukan dilokasi pekerjaan, yang bertujuan
untuk memperoleh data kinerja Kawasan dan Potensi Kawasan. Pada survey ini
diharapkan mampu memberikan saran dan bahan pertimbangan terhadap penilaian
Kinerja Kawasan dan Potensi Kawasan. Pada tahapan ini Konsultan Perencana
melaksanakan koordinasi dan konfirmasi dengan instansi/unsur-unsur terkait di
daerah sehubungan dengan dilaksanakannya survey Kawasan.
Metode survey dilakukan dengan wawancara dan pengamatan langsung dilapangan.
Hasil dari survey kawasan dituangkan dalam form penilaian kinerja kawasan dan
Potensi Kawasan.
c. Penilaian Kawasan

Dari hasil survey kawasan yang memuat data-data dilapangan kemudian


dilakukan penilaian kawasan yang berpotensi untuk dapat ditingkatkan. Tahapan
penilaian dilakukan dengan tahapan :

1. Analisa Data Lapangan.


Data–data yang diperoleh dari peninjauan lapangan maupun survey detail di
lapangan harus di analisa untuk mendapatkan data yang dapat digunakan guna
menunjang kegiatan perencanaan.
2. Penilaian terhadap Parameter Kinerja Kawasan dan Potensi Kawasan
Data hasil analisa pada tahapan sebelumnya, akan dinilai untuk mendapatkan
gambaran Kinerja kawasan dan potensi kawasan pada daerah Irigasi Rawa
Lebak tersebut.
3. Analisa Data Lapangan.
Berdasarkan hasil penilaian daerah irigasi rawa lebak di atas, ditentukan
kriteria daerah irigasi rawa lebak yang prospektif untuk ditingkatkan.
Adapun kriteria daerah irigasi rawa lebak yang prospektif untuk
ditingkatkan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.nilai kinerja kawasan budidaya kurang dari 80% (delapan puluh persen);
b. nilai potensi kawasan budidaya lebih dari 70% (tujuh puluh persen).

d. Keluaran/Pelaporan

Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan perencana berdasarkan kerangka acuan


kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian/Surat Perintah
Kerja, yang minimal meliputi :
1. Laporan Perencanaan 5 (Lima) buku.
2. Gambar Eksisting dan Rencana 5 (Lima) buku.
3. Rencana Anggaran Biaya (RAB) 5 (Lima) buku.
4. Spesifikasi Teknis 5 (Lima) buku.
5. Data Digital & Dokumentasi Foto Digital 3 (tiga) CD.

III. TENAGA
Untuk melaksanakan pekerjaan ini konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang
memenuhi persyaratan ketentuan kegiatan, baik ditinjau dari segi tujuan akhir kegiatan
maupun tingkat kompleksitas pekerjaan.
Tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan ini minimal terdiri dari :
1. Koordinator Tim Perencana / Team Leader
− Jumlah 1 orang Sarjana Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun dalam
bidang pekerjaan Teknik Sipil Air (RE 103)
− Mempunyai sertifikat keahlian ( sesuai UU Jasa konstruksi ) dan mempunyai
pengalaman sebagai ketua tim.
Tugas utama ketua tim adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
− Merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan semua kegiatan dan personil
yang terlibat dalam pekerjaan ini sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik
serta mencapai hasil yang diharapkan.
− Mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan, baik dalam tahap pengumpulan
data, pengolahan, desain dan penyajian akhir dari hasil keseluruhan pekerjaan.
− Memberikan masukan kepada Tenaga Ahli lainnya yang terkait

2. Perencana Sipil / Ahli Teknik Sipil;


- Jumlah 1 (satu) orang Sarjana Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun
dalam bidangnya
- Mempunyai sertifikat keahlian ( sesuai UU Jasa konstruksi ) dan mempunyai
pengalaman sebagai Ahli Teknik Sipil.
Tugas utama Ahli Sipil adalah bertanggung jawab pada hal-hal berikut:
- Melaksanakan pekerjaan perencanaan yang mencakup pengolahan, dan analisa data
serta perencanaan teknis (desain) serta memberikan masukan kepada Tenaga Ahli
lainnya yang terkait.
- Perencanaan sipil bersama dengan tenaga ahli terkait lainnya juga bertanggung jawab
menyusun spesifikasi teknis dan rencana anggaran biaya fisik pekerjaan.
b. Tenaga Pendukung
1. Surveyor : 2 (Dua) orang minimal DIII
2. Drafter : 1 (Satu) orang minimal SMK
3. Administrasi : 1 (satu) orang minimal SMU

IV. KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB KONSULTAN PERENCANA


1. Untuk melaksanakan tugasnya kosultan perencana harus mencari informasi yang
dibutuhkan selain informasi yang diberikan oleh Pemberi Kerja termasuk melalui
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini.

2. Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi


menjadi tanggung jawab konsultan perencana.

3. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta,


Konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan pengelola
proyek. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal, antara pokok yang
harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam
Kerangka Acuan Kerja ini.

4. Dalam pelaksanaan tugas, Konsultan Perencana harus selalu memperhitungkan bahwa


pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat.

5. Perencana wajib berperan aktif di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi nantinya.


Hal ini dimaksudkan agar terdapat kesamaan interpretasi dan persepsi antara Pemberi
Kerja, Konsultan Perencana, Kontraktor Pelaksana, serta Konsultan Pengawas.

6. Apabila Konsultan Perencana gagal dan tidak mampu melaksanakan hal-hal tersebut
diatas, maka akan diberikan sanksi yang nantinya akan diatur dalam Kontrak.

V. PENUTUP
1. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima maka Konsultan Perencana
hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan
masukan lainnya yang dibutuhkan.

2. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun Dokumen Usulan


Rencana Teknis dan Dokumen Usulan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dibahas
dan dievaluasi dalam proses Pengadaan Jasa Konsultan.

Adapun Dokumen Usulan Rencana Teknis minimal meliputi :


a. Pemahaman terhadap Kerangka Acuan Kerja
b. Jadwal kegiatan secara detail
c. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya)
d. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan
Sedangkan Dokumen Usulan Rencana Anggaran Biaya minimal meliputi :
a. Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang
b. Material dan penggandaan laporan
c. Pembelian dan atau sewa peralatan
d. Sewa kendaraan
e. Biaya rapat–rapat
f. Perjalanan (Iokal maupun luar kota)
g. Jasa overhead perencanaan
h. Pajak dan iuran daerah lainnya
3. Dokumen tersebut merupakan satu kesatuan yang keseluruhan memenuhi syarat dalam
proses Pengadaan Jasa Konsultan. Selain itu juga harus mendapat persetujuan dari
Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan , setelah sebelumnya dipresentasikan oleh
Konsultan Perencana.