Anda di halaman 1dari 52

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/336900138

Dasar-dasar Akuntansi

Book · October 2019

CITATIONS READS

3 1,084

1 author:

La Sudarman
Politeknik Baubau
2 PUBLICATIONS   3 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Jurnal View project

All content following this page was uploaded by La Sudarman on 31 October 2019.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


1
Buku Ajar Dasar-Dasar Akuntansi

Kartomo dan La Sudarman

Desain Cover
Unggul Pebri Hartanto

Tata Letak
Dian Nur Rachmawati

Ukuran :
viii, 100 hlm, Uk : 14x20 cm

ISBN
978-602-401-128-4

Cetakan Pertama
April 2019

Hak Cipta 2019, Pada Penulis

Isi diluat tanggungjawab percetakan

Copy Right @ 2019 by Deepublish Publisher


All Right Reserved

Hak cipta dilindungi undang-undang


Dilarang keras menerjemahkan, memfotocopy, atau
memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa seizin tertulis dari Penerbit.

PENERBIT DEEPUBLISH
(Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA)
Anggota IKAPI (076/DIY/2012)

Jl. Rajawali, G. Elang 6, No. 3 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman


Jl. Kaliurang Km 9,3 – Yogyakarta 55581
Telp/Faks : ()274) 4533427
Website : www.deepublish.co.id
www.penerbitdeepublish.co.id
Email : cs@deepublish.co.id

2
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................................. i


BAB I AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA ................................................. 1
1. Fungsi dan Bidang Akuntansi ....................................................................... 1
2. Persamaan Akuntansi .................................................................................... 2
3. Siklus Akuntansi ........................................................................................... 4
4. Informasi dalam Laporan Keuangan ............................................................. 5
BAB II TRANSAKSI DAN JURNAL ..................................................................... 6
A. Transaksi Usaha ............................................................................................ 6
B. Jurnal ............................................................................................................. 6
C. Buku Besar .................................................................................................... 7
BAB III JURNAL PENYESUAIAN ........................................................................ 12
A. Piutang Pendapatan, Utang Gaji, Pendapatan Diterima Dimuka,
Biaya Dibayar Dimuka, Kerugian Piutang, Depresiasi Penyusutan,
Dan Perlengkapan .......................................................................................... 12
B. Proses Penyesuaian ....................................................................................... 13
BAB IV NERACA LAJUR ...................................................................................... 19
A. Neraca Lajur .................................................................................................. 19
B. Neraca Lajur Perusahaan Dagang ................................................................. 22
BAB V LAPORAN KEUANGAN ........................................................................... 24
A. Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Perseorangan ....................... 28
B. Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Persekutuan ......................... 31
C. Laporan Keuangan untuk perusahaan dagang persediaan ............................ 36
BAB VI AKUNTANSI PERUSAHAAN INDUSTRI ............................................. 38
A. Perbedaan Pokok Akuntansi Perusahaan Dagang dan Industri .................... 42
B. Neraca Lajur dan Laporan Keuangan untuk Perusahaan Industry ................ 42

BAB I AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA

Tujuan Instruksional Umum : Setelah mengikuti kuliah akuntansi dasar I, Mahasiswa


diharapkan dapat memahami teknik dan prosedur dalam
proses akuntansi untuk perusahaan jasa, dagang, & industri
dan dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan
standart akuntansi keuangan.
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan soal akuntansi mahasiswa dapat
menyusun laporan keuangan sederhana secara benar.
Pertemuan : 1 dan 2

Pokok Bahasan : Akuntansi dan Lingkungannya


Sub Pokok Bahasan :
5. Fungsi dan bidang akuntansi.
6. Persamaan akuntansi
7. Siklus akuntansi

3
8. Informasi dalam laporan keuangan.
MATERI
A. FUNGSI DAN BIDANG AKUNTANSI
Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur,
mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang
menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan
dalam pengambilan keputusan (Amin. W, 1997).
Pengertian Akuntansi menurut Abubakar. A & Wibowo (2004) adalah proses
identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu
entitas/perusahaan.
Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk
memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan
guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi
tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang
laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:
 Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
 Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
 Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
 menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memerlukan kredit dari bank atau
pihak lain
 Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
 Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya
mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan
yang dinyatakan dalam satuan uang.
Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana
perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta
peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami
perkembangan antara lain sebagai berikut:
1. Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan
transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan
tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik
dan kreditor.
2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing) merupakan suatu bidang yang menyangkut
pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu
laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi
yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu
manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan
pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi
perusahaan yang akan terjadi.
5. Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang
merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan
memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi
yang direncanakan.
6. Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang
yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak
mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.

4
7. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan
penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada
umumnya terdapat dalam persahaan industri.
8. Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur
untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian
intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian
yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya
pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn
sehat.
9. Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam
akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan secara singkat, kerena
menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.

B. PERSAMAAN AKUNTANSI
Persamaan Dasar Akuntansi ~ Pencatatan transaksi usaha yang terjadi dalam
perusahaan dilakukan berdasarkan konsep persamaan akuntansi. Dengan konsep
tersebut dapat diketahui pengaruh dari suatu transaksi terhadap posisi keuangan
perusahaan. Persamaan akuntansi diperlukan untuk mengenalkan awal pemikiran
akuntansi dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan.
Dalam akuntansi dikenal persamaan akuntansi. Kekayaan, utang, dan modal
yang dimiliki perusahaan dapat tercermin dalam persamaan akuntansi. Setipa
transaksi yang terjadi dianalisis dalam persamaan dasar akuntansi. Hal penting yang
dipegang dalam persamaan dasar akuntansi adalah adanya prinsip keseimbangan
antara harta dengan aktiva.
Kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan disebut sebagai harta (assets), dan hak
atas harta tersebut disebut hak atas kekayaan (equality). Hubungan antara harta
dengan hak atas kekayaan dapat dinyatakan dengan suatu persamaan sebagai berikut.

Harta (assests) = Hak atas kekayaan (equality)

Hak atas kekayaan dibagi menjadi dua, yakni hak yang berasal dari kreditur dan
dari pemilik perusahaan. Hak dari kreditur atas kekayaan perusahaan merupakan
utang perusahaan sedangkan hak dari pemilik disebut modal, sehingga persamaan
akuntansinya dituliskan menjadi sebagai berikut.

Harta = Utang + Modal


Harta - Utang = Modal

Contoh Persamaan Dasar Akuntansi


Pada tanggal 1 Mei 2006 Tuan Zarkasih mendirikan sebuah usaha yang bergerak
di bidang servis sepeda motor dengan nama Servis Sepeda Motor MINANG. Berikut
ini transaksi selama bulan Mei 2006.
1. Diinvestasikan sebagai modal pertama berupa uang tunai sebesar
Rp10.000.000,00 dan Peralatan kantor sebesar Rp500.000,00. Pengaruhnya: Harta
(kas) bertambah Rp10.000.000,00, harta (peralatan) bertambah Rp500.000,00, dan
modal bertambah Rp10.500.000,00.
2. Dibayar sewa atas ruangan usaha bengkel sebesar Rp60.000,00 untuk 1 bulan.
Pengaruhnya: Harta (kas) berkurang Rp60.000,00 dan modal berkurang
Rp60.000,00.

5
3. Dibeli secara kredit perlengkapan bengkel dari Toko Motor Jaya seharga
Rp400.000,00 dan peralatan bengkel seharga Rp1.000.000,00. Pengaruhnya:
Harta (perlengkapan) bertambah Rp400.000,00, harta (peralatan) bertambah
Rp1.000.000,00 dan utang bertambah Rp1.400.000,00.
4. Diterima pendapatan atas jasa yang telah diberikan selama 1 minggu sebesar Rp
1.600.000,00. Pengaruhnya: Harta (kas) bertambah Rp1.600.000,00 dan modal
bertambah Rp1.600.000,00.
5. Dibayar listrik dan air untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp200.000,00. Pengaruhnya:
Harta (kas) berkurang Rp200.000,00 dan modal berkurang Rp200.000,00.
6. Telah diselesaikan jasa servis kepada langganan dengan biaya yang
diperhitungkan sebesar Rp750.000,00. Jumlah tersebut difakturkan untuk ditagih.
Pengaruhnya: Harta (piutang usaha) bertambah Rp750.000,00 dan modal
bertambah Rp750.000,00.
7. Dibayar sebagian utang atas pembelian pelengkapan sebesar Rp250.000,00.
Pengaruhnya: Harta (kas) berkurang Rp250.000,00 dan utang berkurang
Rp250.000,00.
8. Diterima sebagian pelunasan piutang atas transaksi huruf f sebesar Rp500.000,00.
Pengaruhnya: Harta (kas) bertambah Rp500.000,00 dan harta (piutang usaha)
berkurang Rp500.000,00.
9. Tuan Zarkasih mengambil uang tunai untuk digunakan secara pribadi sebesar
Rp100.000,00. Pengaruhnya: Harta (kas) berkurang Rp100.000,00 dan modal
berkurang Rp100.000,00.
10. Dibayar gaji pembantu bengkel untuk bulan Mei 2006 sebesar Rp300.000,00 dan
dibayar rekening telepon sebesar Rp75.000,00. Pengaruhnya: Harta (kas)
berkurang Rp375.000,00, modal juga berkurang Rp300.000,00 dan Rp75.000,00.
11. Pada akhir bulan Mei 2006 perlengkapan yang masih ada sebesar Rp250.000,00
dan peralatan bengkel disusutkan sebesar Rp50.000,00.
Pengaruhnya: Harta (perlengkapan) berkurang Rp150.000 (merupakan pemakaian
perlengkapan) , harta (akumulasi penyusutan peralatan) bertambah Rp50.000,00,
dan modal berkurang Rp200.000,00 (Rp150.000 + Rp50.000).
12. Diterima pendapatan atas jasa servis sebesar Rp1.500.000,00 Pengaruhnya: Harta
(kas) bertambah Rp1.500.000,00 dan modal bertambah Rp1.500.000,00.
Berdasarkan analisis transaksi dan pengaruhnya dalam persamaan
akuntansi, maka dapat disusun persamaan akuntansi sebagai berikut.

Servis Speda Motor MINANG


Persamaan Akuntansi
Bulan Mei 2006

6
LATIHAN :
Pada tanggal 1 Januari 2016. Tuan Marten memulai usaha jasanya sebagai seorang konsultan
(perusahaan perseorangan) dalam bidang perpajakan. Transaksi-transaksi yang terjadi selama
bulan Januari 2016, sebagai berikut :
Januari 1 Tuan Marten menyetor uang kas kedalam perusahaan sebagai modal aawal
2016 sebersa Rp95.000
3 Dibyara sewa kantor untuk bulan Januari sebesar Rp8.000
6 Dibeli perlengkapan berupa alat tulis kantor secara kredit dengan harga
Rp5.000
10 Dibayar beban iklan, yang dimuat dalam surat kabar harian kompas sebesar
Rp500
12 Diterima uang sebesar Rp10.000, atas jasa yang telah diberikan kepada klien
13 Tuan Marten mengambil uang tunai unutk kepentingan pribadi sebesar Rp7.000
15 Membebankan tagihan kepada klien atas jasa yang telah dberikan Tn Marten
sebesar Rp33.000, dalam hal ini Tuan Marten belum menerima pembayaran.
17 Dibayar utang atas pembelian perlengkapan pada tanggal 6 Januari lalu
22 Diterima sebagian pembayaran atas jasa yang telah diberikan pada tanggal 15
Januari yang lalu sebesar Rp20.000
30 Dibayar beban listrik dan telepon sebesar Rp1.500
31 Dibayar gaji karyawan sebesar Rp25.000

Buatlah persamaan dasar akuntansi dari transaksi-transaksi diatas!

7
C. SIKLUS AKUNTANSI
Dalam akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang
berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi
ekonomi. Definisi siklus akuntansi, yang dikemukakan Michell Suharli (2006:49) bahwa
pengertian Siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari
awal sampai akhir dimulai dari awal seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus.”
Tahap-tahap Siklus Akuntansi
Dalam siklus akuntansi terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling
berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap-tahap dalam siklus
akuntansi menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2005:16) dalam modulnya
Pengantar Akuntansi I adalah sebagai berikut :
A. Tahap Pencatatan
1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
2. Pencatatan dalam jurnal (buku harian)
3. Pemindahbukuan ke buku besar
B. Tahap Pengihtisaran
1. Pembuatan neraca saldo (trial balance)
2. Jurnal penyesuaian
3. Neraca saldo disesuaikan
4. Perhitungan rugi laba dan neraca
5. Penyusunan laporan keuangan
6. Jurnal penutup
7. Pembuatan neraca saldo penutup
8. Jurnal pembalik

D. INFORMASI DALAM LAPORAN KEUANGAN


Informasi Keuangan adalah data-data keuangan yang tersaji dalam bentuk deskripsi
tentang kondisi keuangan suatu perusahaan.
Laporan Keuangan terdiri dari
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Neraca
- Laporan Perubahan Modal
- Laporan Arus Kas (Cashflow)

8
BAB II TRANSAKSI DAN JURNAL

Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penjelasan jurnal dan buku besar mahasiswa
memahami kegunaan jural & buku besar.
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan jurnal mahasiswa dapat :
a. Melakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal.
b. Melakukan pemindah bukuan dari jurnal ke buku besar dengan benar
Pertemuan : 3 dan 4
Pokok Bahasan : Transaksi dan Jurnal
Sub Pokok Bahasan :
1. Transaksi usaha
2. Jurnal
3. Buku besar
MATERI
A. TRANSAKSI USAHA
Pengertian transaksi adalah suatu aktifitas perusahaan yang menimbulkan
perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, misalnya seperti menjual, membeli,
membayar gaji, serta membayar berbagai macam biaya yang lainnya.
Administrasi transaksi adalah suatu kegiatan untuk mencatat berbagai perubahan
posisi keuangan dari sebuah perusahaan yang dilakukan secara kronologis, dengan
metode-metode tertentu sehingga hasil pencatatan dapat di komunikasikan kepada pihak
lainnya.
Lalu pengertian transaksi keuangan ialah kegiatan ekonomi yang dapat diukur dengan
satuan uang tertentu, yang dapat mengubah posisi keuangan perusahaan tersebut.Dan
pengertian transaksi bisnis yaitu dapat di artikan sebagai kejadian-kejadian ekonomi dari
suatu bisnis yang secara langsung mempengaruhi kondisi kuangan suatu bisnis, Ini
merupakan kegiatan dasar yang mendefinisikan status dalam bisnis.

Jenis-Jenis Transaksi
Pada umumnya transaksi yang terjadi pada kehidupan sehari-hari di dalamsuatu
perusahaan terbagi menjadi 2 (dua) jenis, diantaranya yaitu :
Transaksi internal adalah suatu transaksi yang terjadi yang melibatkan hanya bagian-
bagian yang terdapat di dalam perusahaan saja, lebih menekankan perubahan posisi
keuangan yang terjadi antara bagian yang ada dalam perusahaan misalnya seperti memo
dari pimpinan kepada seseorang yang ditunjuk, perubahan nilai dari harta kekayaan karena
penyusutan, pemakaian perlengkapan kantor. Lebih tepatnya dibuat dan juga dikeluarkan
oleh perusahaan itu sendiri. Selain itu dapat juga diartikan sebagai bukti pencatatan atas
kejadian-kejadian yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri. Contohnya seperti :
penghapusan piutang usaha, pengalokasian beban dan lain-lain.
Transaksi eksternal adalah suatu transaksi yang melibatakan pihak dari luar
perusahaan. Seperti misalnya: transaksi penjualan, pembelian, pembayaran hutang piutang
dan lain-lain.
Untuk contoh transaksi dapat dilihat pada sub bab berikutnya
B. JURNAL
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara
kronologis (berdasarkan urutan waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang
harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing. Setiap transaksi
yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan ke buku besar, harus dicatat dulu
dalam jurnal. Oleh karena itu buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama
(book of original entri).

9
Secara ringkas, Anda perlu memahami aturan debet kredit akun-akun dalam
melakukan penjurnalan, sebagai berikut :

Nama Akun Debet Kredit Nama Akun Debet Kredit


Aktiva (+) (-) Sewa dibayar dimuka (+) (-)
Prive (+) (-) Pendapatan diterima dimuka (-) (+)
Beban (+) (-)
Modal (-) (+)
Utang (-) (+)
Pendapatan (-) (+)
Saldo Akhir Seimbang Seimbang

Berikut ini adalah beberapa transaksi yang dilakukan oleh Eva Salon Selama Bulan
Oktober:
Transaksi selama bulan Oktober pada Eva Salon
1 Oktober 2005, Ny Eva memulai usaha salon yang diberi nama “Eva Salon”
a. Uang tunai senilai Rp5.000.000,00
b. Piutang jasa Rp300.000,00
c. Perlengkapan salon Rp7.000.000,00
d. Peralatan salon Rp10.000.000,00
2 Dibayar sewa gedung untuk salon Rp1.200.000,00 untuk masa sewa satu tahun.
4 Pembelian peralatan salon sebesar Rp3.000.000,00 secara kredit.
6 Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp50.000,00 untuk membayar beban iklan di koran.
10 Dikeluarkan uang per kas sebesar Rp500.000,00 untuk membayar angsuran utang
kepada Toko Sinar.
15 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
16 Diterima pendapatan setengah bulan pertama Rp4.000.000,00.
27 Dibayar rekening telepon dan listrik bulan ini Rp150.000,00.
31 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
31 Pelayanan salon yang pembayarannya tidak diterima langsung berjumlah
Rp1.450.000,00.
31 Pengambilan prive oleh pemilik sebesar Rp200.000,00.
Diminta :
1. Buatlah jurnal umumnya!
2. Dari jurnal postinglah ke buku besar!

10
Jawab :
Jurnal Umum

11
C. BUKU BESAR
Posting atau pemindahbukuan adalah memindahkan transaksi yang telah dicatat
dalam jurnal ke dalam setiap akun buku besar yang sesuai. Buku besar ini merupakan
kumpulan akun-akun yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Karena
itu, buku besar hampir sama dengan akun. Perbedaannya hanyalah pada
penyebutannya.
Cara memposting ke buku besar melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.
1. mencatat tanggal transaksi dan jumlah yang akan didebit atau dikredit ke dalam
akun yang sesuai;
2. mengisi kolom “Referensi: dalam akun nomor halaman jurnal;
3. mengisi kolom “Referensi” dalam jurnal dengan akun yang bersangkutan.
Pada buku besar, bentuk-bentuk akun yang biasa digunakan, yaitu akun bentuk
T, akun 2 kolom, akun 3 kolom, dan akun 4 kolom. Penyebutan istilah “dua kolom”
mengacu pada jumlah kolom yang digunakan untuk mencatat nilai uang. Berikut
disajikan bentuk-bentuk buku besar tersebut.

Keterangan:
1. Nama akun, diisi nama akun yang bersangkutan
2. Kode akun, diisi nomor akun yang bersangkutan
3. Tanggal, untuk mencatat tanggal, bulan, tahun, terjadinya transaksi
4. Keterangan, digunakan untuk mencatat penjelasan singkat transaksi
5. Ref, atau referensi; digunakan untuk mencatat nomor halaman dokumen yang
menjadi sumber pencatatan.
6. Debit dan kredit, untuk mencatat nilai transaksi
7. Saldo, untuk mencatat saldo akhir suatu akun setelah suatu transaksi dicatat dalam
akun tersebut.

Posting kedalam buku besar


Setelah tahapan jurnal umum kemudian kita melakukan posting ke buku besar sebagai
berikut:

12
Untuk akun lainnya dapat dikerjakan dengan menggantikan nama akun pada Kolom
nama Akun yang terletak di pojok kiri bagian atas dan kode akun pada pojok kanan bagian
atas

13
Soal Latihan
1 Oktober 2009, Tuan Ramon memulai usaha bengkel yang diberi nama “Ramones
Racing”
a. Uang tunai senilai Rp4.000.000,00
b. Piutang jasa Rp200.000,00
c. Perlengkapan salon Rp9.000.000,00
d. Peralatan salon Rp1.000.000,00
2 Dibayar sewa gedung untuk salon Rp.200.000,00 untuk masa sewa satu tahun.
4 Pembelian peralatan salon sebesar Rp3.000.000,00 secara kredit.
6 Dikeluarkan uang tunai sebesar Rp50.000,00 untuk membayar beban iklan di koran.
10 Dikeluarkan uang per kas sebesar Rp500.000,00 untuk membayar angsuran utang
kepada Toko Sinar.
15 Dibayar upah karyawan sebesar Rp250.000,00.
16 Diterima pendapatan setengah bulan pertama Rp4.000.000,00.
27 Dibayar rekening telepon dan listrik bulan ini Rp150.000,00.
31 Dibayar upah karyawan sebesar Rp150.000,00.
31 Pelayanan salon yang pembayarannya tidak diterima langsung berjumlah
Rp1.450.000,00.
31 Pengambilan prive oleh pemilik sebesar Rp300.000,00.
Diminta :
1. Buatlah jurnal umumnya!
2. Dari jurnal postinglah ke buku besar!

14
BAB III JURNAL PENYESUAIAN

Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan jurnal penyesuaian mahasiswa memahami


kegunaan jurnal penyesuaian
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan soal jurnal penyesuaian mahasiswa
dapat membuat jurnal penyesuaian untuk piutang, pendapatan,
biaya dibayar dimuka, pendapatan diterima di muka, hutang
biaya, penyesuaian aktiva tetap, kerugian piutang dan biaya
perlengkapan dengan tepat dan benar.
Pertemuan : 5 dan 6
Pokok Bahasan : Jurnal Penyesuaian
Sub Pokok Bahasan :
1. Penyesuaian untuk piutang pendapatan dan utang gaji
2. Penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka, biaya dibayar dimuka, kerugian
piutang
3. Penyesuaian untuk depresiasi penyusutan dan perlengkapan
MATERI
PENYESUAIAN UNTUK PIUTANG PENDAPATAN, UTANG GAJI, PENDAPATAN
DITERIMA DIMUKA, BIAYA DIBAYAR DIMUKA, KERUGIAN PIUTANG,
DEPRESIASI PENYUSUTAN, DAN PERLENGKAPAN
Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan seluruh
catatan dengan keadaan (fakta) yang sesungguhnya di akhir periode. Tujuan dan Fungsi
Jurnal Penyesuaian adalah supaya perkiraan nominal dan perkiraan riil bisa menunjukkan
besar kecilnya harga, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban yang sesungguhnya dan yang
seharusnya diakui di akhir periode.
Jurnal penyesuaian dibuat berdasarkan pada data di neraca saldo dan data penyesuaaian
akhir periode. Tidak seluruh pos yang ada pada neraca saldo perlu jurnal penyesuaian.
Ayat Jurnal Penyesuaian | Adjustment Entry
Diperlukan adanya Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjustment Entry) jika: Terjadi kesalahan
dalam menerapkan sebuah perlakuan akuntansi, dan diketahui dalam tahun atau periode buku
yang sama
 Transaksi diakui terlalu kecil atau terlalu kecil
 Pengakuan yang terlalu awal (dini) atau terlalu akhir (dibelakang)
 Penerapan metode penyusutan aset tetap yang tidak sesuai
Jurnal Penyesuaian dilakukan sebelum Penutupan Buku, Prosedurnya:
1. Menyiapkan bukti transaksi yang butuh disesuaikan
2. Print Out buku besar dan detail transaksi yang mengandung transaksi yang perlu
disesuaikan
3. Teliti mengapa diperlukan penyesuaian dan kenapa bisa terjadi
4. Menentukan besarnya nominal transaksi yang harusnya terjadi, dan kemudian
dibandingkan dengan jurnal yang pernah dicatat. Maka akan didapat selisihnya
5. Menyiapkan daftar jurnal penyesuaian yang nantinya akan di rekomandasikan
6. Melakukan Jurnal Penyesuaian setelah disetujui oleh financial controller atau atasan yang
lain.
PROSES PENYESUAIAN
Dari uraian diatas jelaslah kiranya bahwa tujuan proses penyesuian adalah :
1) Agar setiap rekening riil khususnya rekening-rekening aktiva dan rekenig-rekening utang,
menunjukan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode.
2) Agar setiap rekening nominal (rekening-rekening pendapatan dan rekening-rekening
biaya) menunjukan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu periode.

15
Saldo-saldo didalam neraca saldo biasanya memerlukan penyesuaian untuk mengakui
hal-hal sebagai berikut:
1) Piutang pendapatan: yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum
dicatat.
2) Utang biaya: yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum
dicatat.
3) Pendapatan Diterima di Muka yaitu pendapatan yang sudah diterima tetapi sebenarnya
merupakan pendapatan untuk periode yang akan datang.
4) Biaya dibayar dimuka: yaitu biaya-biaya yang sudah dibayarkan tetapi sebenarnya harus
dibebankan pada periode yang akan datang.
5) Kerugian piutang: yaitu tagihan kerugian yang timbul karena adanya piutang yang tidak
bisa ditagih.
6) Depresiasi (penyustan): yaitu penyusutan aktiva tetap yang harus dibebankan pada suatu
periode akuntansi.
7) Biaya pemakaian Perlengkapan yaitu bagian dari harga beli perlengkapan yang telah
dikonsumsi selama periode akuntansi.
Berikut ini adalah contoh cara melalukan penyesuaian yang dilakukan oleh Foto Studio
Aneka pada tahun 2014. Perusahaan ini didirikan oleh Abubakar pada tanggal 1 Januari 2014.
FOTO STUDIO ANEKA
Neraca Saldo
31 Desember 2014
Saldo
Nama Rekening
Debet Kredit
Kas Rp 52.530
Surat Berharga 10.000
Piutang Dagang 18.200
Perlengkapan Fotografi 96.150
Perlengkapan Kantor 41.300
Asuransi Dibayar Dimuka 10.000
Peralatan Fotografi 480.000
Peralatan Kantor 115.000
Gedung 1.000.000
Utang Dagang Rp 12.000
Modal Abubakar 1.363.000
Pendapatan Foto Studio 457.650
Biaya Kantor 20.000
Gaji Pegawai 22.000
Biaya Advertensi 4.000
Pendapatan Bunga 350
Pendapatan Sewa 36.000
Rp 1.869.000 Rp 1.869.000

Data dalam neraca saldo diatas, belum seluruhnya siap untuk secara langsung
dicantumkan dalam laporan keuangan karena adanya informasi-informasi sebagai berikut:
1) Masih harus diterima pendapatan bunga dari obligasi yang nilai nomonalnya Rp10.000,
bunga 6%, pembayaran bunga tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober.
2) Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember Rp2.000
3) Pendapatan sewa yang diterima dimuka Rp6.000
4) Asuransi dibayar dimuka pada tanggal 31 Desember 2014 adalah Rp4.000
5) Kerugian piutang ditaksir 1% dari pendapatan foto studio

16
6) Depresiasi (penyusutan) aktiva tetap dilakukan atas dasar tarif sebagai berikut:
a. Depresiasi peralatan fotografi ditaksir 20% setahun.
b. Depresiasi peralatan kantor ditaksir 10% setahun
c. Depresiasi gedung ditaksir 5% setahun.
7) Perlengkapan yang masih tersisa pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut :
a. Perlengkapan fotografi Rp32.400
b. Perlengkapan kantor Rp15.500
Dengan adanya informasi di atas, maka data dalam neraca saldo harus disesuaikan
sehingga informasi tersebut tercakup dalam laporan keuangan perusahaan. Penyesuaian atas
data dalam neraca saldo ini harus dilakukan dengan melalui jurnal penyesuaian. Ini berarti
bahwa data dalam buku besar juga harus disesuaikan.
Penyesuaian yang diperlukan dalam pembukuan Foto Studio Aneka akan diterangkan
dibawah ini:
1. PIUTANG PENDAPATAN
Apabila suatu pendapatan telah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima pada
periode yang bersangkutan, maka pada akhir periode harus dibuat jurnal penyesuaian
untuk mengakui jumlah pendapatan yang belum diterima tersebut sebagai pendapatan.
Dalam contoh diatas dilukiskan bahwa Foto Studio Aneka memiliki suatu surat berharga
berupa obligasi yang bernilai Rp10.000 dengan bunga 6% yang dibeli pada tanggal 1
Maret 2014. Karena bunga obligasi tersebut dibayarkan pada tiap-tiap tanggal 1 April dan
1 Oktober, maka pada tanggal 31 Desember sebenarnya perusahaan sudah mempunyai
tagihan bunga selama 3 bulan yaitu untuk bulan-bulan Oktober, November dan Desember
berjumlah Rp150 (10.000 x 3/12 x 6%).
Penyesuaian untuk mencatat piutang bunga adalah sebagai berikut :
2014
Des. 31 Piutang Bunga Rp 150
Pendapatan Bunga Rp 150

2. UTANG GAJI
Biaya-biaya yang sudah menjadi beban pada suatu periode tetapi sampai akhir
periode yang bersangkutan belum dibayar, harus dicantumkan dalam neraca sebagai
utang biaya dan harus termasuk pula dalam saldo rekening biaya. Dalam contoh diatas
dikemukakan bahwa pada tanggal 31 Desember 2014 masih harus dibayar gaji pegawai
sebesar Rp2.000. data ini berarti bahwa Saldo rekening gaji pegawai yang tercantum
dalam neraca saldo sebesar Rp22.000 masih harus ditambah dengan Rp2.000, yaitu untuk
gaji pegawai bulan Desember yang belum dibayar tetapi sudah menjadi beban periode
2014.
Penyesuaian untuk mencatat utang biaya sebagai berikut :
2014
Des. 31 Beban Gaji Pegawai Rp 2.000
Utang Gaji Rp 2.000

3. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA


Pendapatan diterima dimuka tidak boleh diperhitungkan sebagai pendapatan,
melainkan harus diperlakukan sebagai utang (pendapatan diterima dimuka yang belum
diakui), sebab pada hakekatnya perusahaan belum berhak atas pendapatan tersebut.
Dalam contoh diatas dinyatakan bahwa pada tanggal 31 Desember 2014 terdapat
pendapatan yang diterima dimuka sebesar Rp6.000. Penerimaan ini sudah termasuk
dalam rekening pendapatan sewa dalam rekening Pendapatan Sewa yang sampai tanggal
31 Desember berjumlah Rp36.000

17
Penyesuaian untuk pendapatan diterima dimuka adalah sebagai berikut:
2014
Des. 31 Pendapatan Sewa Rp 6.000
Pendapatan Sewa Diterima
Dimuka Rp6.000

Catatan :
Pendapatan diterima dimuka yang sudah diakui, akan dicatat sebagai pengakuan
pendapatan yang sudah bisa diakui. Contohnya Pada akhir April, disesuaikan pendapatan
diterima dimuka tertanggal 1 April sebesar 15.000. Sehingga jurnal penyesuaianya
sebagai berikut :
2014
Des. 31 Pendapatan Sewa diteima dimuka Rp 15.000
Pendapatan sewa Rp15.000

4. BIAYA DIBAYAR DIMUKA


Perusahaan seringkali melakukan pembayaran biaya dimuka, artinya membayar
sejumlah biaya untuk beberapa waktu yang akan datang dan kadang-kadang melampaui
batas akhir perriode akuntansi. Apa bila pada akhir periode akuntansi dijumpai biaya-
biaya yang seharusnyya dibebankan pada periode yang akan datang, maka harus
dilakukan penyesuaian untuk menentukan bagian biaya yang harus dibebankan pada
periode yang bersangkutan dan bagian biaya yang masih berstatus sebagai biaya dibayar
di muka
Dalam contoh diatas diketahui saldo rekening biaya asuransi di bayar di muka per 31
Desember bejumlah Rp10.000 dan data untuk penyesuaian memberikan informasi bahwa
per 31 Desember 2014 jumlah biaya asuransi dibayar dimuka adalah Rp4.000.
Penyesuaian untuk mencatat biaya asuransi di bayar di muka adalah sebagai berikut:
2014
Des. 31 Beban asuransi Rp 4.000
Asuransi dibayar Dimuka Rp4.000
5. KERUGIAN PIUTANG
Piutang dagang timbul karena adanya penjualan secara kredit. Syarat penjualan lebih
menarik bagi si pembeli karena pembayaran bisa di lakukan beberapa waktu kemudian.
Namun apabila ditinjau dari segi perusahaan yang memberikan kredit, syarat demikian
mengandung resiko walaupun dilain pihak volume penjualan mungkin dapat di
tingkatkan.resiko terjadi bila mana debitur (pengambil kredit) tidak melaksanakan
kewajibannya sehingga mengakibatkan perusahaan menderita rugi.
Kerugian karena adanya piutang yang tak dapat di tagi ini dapat dicatat dalam
pembukuan dengan dua cara yaitu
1. Pada saat kepastian bahwa piutang tidak mungkin dapat ditagih.
2. Pada periode dimana penjualan kredit terjadi.
Apabila perusahaan menggunakan cara kedua, maka pada tiap akhir periode
akuntansi diadakan penaksiran kerugian piutang yang biasanya didasarkan atas persentase
dari jumlah penjualan dalam periode yang bersangkutan
Dalam data penyesuaian diatas ditemukan bahwa taksiran kerugian piutang ditaksir
1% dari pendapatan foto studio. Ini berarti bahwa taksiran kerugian piutang yang
ditetapkan oleh Foto Studio Aneka. Tahun 2014 adalah 1% x Rp457.650 = Rp4.576,50.
Data tersebut dicatat dengan menggunakan jurnal penyesuaian sebagai berikut :

18
2014 31 Kerugian Piutang Rp 4.576
Cadangan Kerugian Piutang Rp 4.576

6. DEPRESIASI (PENYUSUTAN)
Semua aktiva tetap (kecuali tanah) yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan
untuk beroprasi, akan semakin menyusut nilainya bersamaan dengan berjalannya waktu.
Sebab-sebab terjadinya penyusutan ini bias bermacam-macam seperti misalnya: susut
karena dipakai, pengaru iklim, menjadi tua, dan sebagainya. Proses ini akan
menyebabkan nilai aktiva tetap menjadi berkurang dan hal ini disebut penyusutan atau
depresiasi oleh karena itu harga perolehan aktiva tetap harus dialokasikan sebagai biaya
penyusutan selama masa penggunaan aktiva tersebut
Pembebanan penyusutan ini biasanya dilakukan pada tiap akhir periode melalui
jurnal penyesuaian yaitu dengan mendebit rekening depresiasi dan mengkredit rekening
akumulasi depresiasi
Untuk lebih menjelaskan masalah ini berikut contohnya
a. Depresiasi Peralatan Fotografi
Dalam data penyesuaian dikemukakan bahwa penyusutan peralatan fotografi
ditetapkan 20% setahun, dan dalam neraca saldo dapat dilihat bahwa harga perolehan
peralatan fotografi pertahun adalah Rp480.000. Dengan demikian penyusutan peralatan
fotografi pertahun adalah 20% x Rp480.000 = Rp96.000 hal ini dicatat dengan jurnal
penyesuaian sebagai berikut:

2014 31 Depresiasi Peralatan Fotografi Rp 96.000


Akumulasi Depresiasi Peralatan
Fotografi Rp 96.000

b. Depresiasi Peralatan Kantor


Depresiasi peralatan kantor menurut data penyesuaian adalah 10% pertahun
sedangkan harga perolehan peralatan kantor menurut neraca saldo adalah Rp115.000.
dengan demikian penyusutan peralatan kantor pertahun adalah 10% x Rp115.000 =
Rp11.500. data tersebut dicatat dalam jurnal penyesuaian sebagai berikut

2014 31 Depresiasi Peralatan Kantor Rp 11.500


Akumulasi Depresiasi Peralatan
Kantor Rp 11.500

c. Depresiasi Gedung
Depresiasi Gedung menurut data penyesuaian adalah 5% setahun, sedangkan harga
perolehan gedung seperti yang tercantum dalam rekening saldo adalah Rp1.000.000.
Dengan demikian penyusutan gedung per tahun adalah 5% x Rp1.000.000 = Rp50.000.
Data tersebut dicatat dalam jurnal penyesuaian sebagai berikut:

2014 31 Depresiasi Gedung Rp 50.000


Akumulasi Depresiasi Gedung Rp 50.000

7. PEMAKAIAN PERLENGKAPAN
Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli dengan maksud untuk digunakan
dalam operasi perusahaan (tidak untuk dijual kembali).

19
a. Pemakaian Perlengkapan Fotografi
Saldo Rekening Perlengkapan Fotografi dalam neraca saldo adalah Rp96.150.
Berdasrkan hasil perhitungan fisik tanggal 31 Desember 2014, jumlah perlengkapan
fotografi yang masih tersisa adalah Rp32.400, ini berarti bahwa pemakaian perlengkapan
fotografi selama tahun 2014 adalah Rp63.750 (Rp96.150 – Rp32.400). Jumlah pemakaian
perlengkapan tersebut dicatat dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

2014 31 Beban Perlengkapan Fotografi Rp 63.750


Perlengkapan Fotografi Rp 63.750

b. Pemakaian Perlengkapan Kantor


Saldo rekening perlengkapan Kantor dalam neraca saldo adalah Rp41.300. hasil
perhitungan fisik atas perlengkapan kantor menunjukan bahwa jumlah perlengkapan
kantor yang masih tersisa pada tanggal 31 Desember 2014 adalah Rp15.500. Ini berarti
bahwa pemakaian perlengkapan kantor selama 1 tahun berjumlah Rp25.800 (Rp41.300 –
Rp15.500). Jumlah pemakaian perlengkapan kantor harus dicatat dalm pembukuan
melalui jurnal penyesuaian sebagai berikut :

2014 31 Beban Perlengkapan Kantor Rp 25.800


Perlengkapan Kantor Rp 25.800

NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN


Dalam contoh diatas, kita telah membuat 10 buah jurnal penyesuaian dalam pembukuan
Foto Studio Aneka. Apabila ayat-ayat jurnal tersebut dibukukan kedalam Neraca Saldo
Setelah Disesuaikan adalah sebagai berikut
FOTO STUDIO ANEKA
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
31-Des-14
Neraca Saldo Setelah
Nama Rekening Neraca Saldo Penyesuaian Disesuaikan
D K D K D K
Kas 52.350 52.350
Surat Berharga 10.000 10.000
Piutang Dagang 18.200 18.200
Perlengkapan Fotografi 96.150 7a) 63.750 32.400
Perlengkapan Kantor 41.300 7b) 25.800 15.500
Asuransi Dibayar Dimuka 10.000 4) 6.000 4.000
Peralatan Fotografi 480.000 480.000
Peralatan Kantor 115.000 115.000
Gedung 1.000.000 1.000.000
Utang Dagang 12.000 12.000
Modal, Abubakar 1.363.000 1.363.000
Biaya Kantor 20.000 20.000
Pendapatan Foto Studio 457.650 457.650
Gaji Pegawai 22.000 22.000
Biaya Advertensi 4.000 4.000
Pendapatan Bunga 350 1) 150 500
Pendapatan Sewa 36.000 3) 6.000 30.000

20
1.869.000 1.869.000

Piutang Bunga 1) 150 150


Utang Gaji 2) 2.000 2.000
Pendapatan Sewa Diterima
Dimuka 3) 6.000 6.000
Beban Gaji 2) 2.000 2.000
Beban Asuransi 4) 6.000 6.000
Kerugian Piutang 5) 4.576 4.576
Cadangan Kerugian Piutang 5) 4.576 4.576
Depresiasi Peralatan Fotografi 6a) 96.000 96.000
Akumulasi Depresiasi Fotog
Peralatan Fotografi 6a) 96.000 96.000
Depresiasi Peralatan Kantor 6b) 11.500 11.500
Akumulasi Depresiasi
Peralatan Kantor 6b) 11.500 11.500
Depresiasi Gedung 6c) 50.000 50.000
Akumulasi Depersiasi Gedung 6c) 50.000 50.000
Beban Perlengkapan Fotografi 7a) 63.750 63.750
Beban Perlengkapan Kantor 7b) 25.800 25.800

265.776 265.776 2.033.226 2.033.226

Soal Latihan
Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa “Salon Anggi”
Ibu Anggi membuat sebuah keputusan dalam usahanya soal beberapa hal penting
seperti amortisasi peralatan, jatuh tempo sewa, dan beberapa hal penting lainnya.
Peralatan Tenda di tetapkan dengan system penyusutan tetap dengan ketentuan Tenda
di susutkan selama 5 tahun dengan nilai ekonomis akhir adalah Rp. 5.000.000. Penyusutan di
tetapkan tiap akhir bulan, dan bukan pada tanggal perolehan.
Peralatan Salon di tetapkan dengan system penyusutan tetap dengan ketentuan
disusutkan selama 3 tahun dengan nilai akhir sebesar Rp. 4.000.000. Penyusutan di bebankan
akhir bulan dan bukan pada tanggal perolehan. Untuk bulan pertama terjadi 2 pembelian
peralatan, dibijaksaia di hitung pembelian pertama dalam satu kelompok yang sama dan tidak
dipisahkan.
Sewa di tetapkan lebih awal dari tanggal pembayaran dan di bebankan pada akhir bulan
termasuk bulan pertama.Keputusan manajemen keuangan Ibu Anggi ini di tindak lanjuti oleh
bagian keuangan Salon Anggi dengan melakukan penjurnalan sebagai berikut :
1) 31/1/2013 Perlengkapan di hitung sisa Rp. 6.350.000
2) 31/1/2013 Berdasarkan keputusan manajemen keuangan ibu anggi tenda di susutkan 5
tahun dengan nilai akhir Rp. 5.000.000
3) 31/1/2013 Peralatan Salon di susutkan 5 tahun dengan nilai akhir Rp. 4.000.000
4) 31/1/2013 Sewa di bebankan lebih cepat sebesar Rp. 416.667
5) 31/1/2013 Inventaris di susutkan 2 tahun dengan nilai akhir Rp. 1.500.000

21
BAB IV NERACA LAJUR

Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penjelasan neraca lajur mahaiswa dapat
memahami kegunaan neraca lajur..
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan neraca lajur mahasiswa dapat membuat
neraca lajur dengan benar.
Pertemuan : 7 dan 8
Pokok Bahasan : Neraca Lajur
Sub Pokok Bahasan :
1. Neraca lajur.
2. Neraca lajur perusahaan dagang.
MATERI
B. NERACA LAJUR
Dengan menyusun jurnal penyesuaian, maka perkiraan riil dan perkiraan nominal
akan menunjukkan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu,
agar penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dan benar, diperlukan
suatu alat yang disebut neraca lajur atau kertas kerja.
Neraca lajur atau kertas kerja adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-
lajur yang direncanakan secara khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang
dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan secara sistematis.
Tujuan penyusunan neraca lajur di antaranya sebagai berikut.
1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data
penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang
formal.
3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam
membuat jurnal penyesuaian.
Bentuk neraca lajur yang lazim digunakan dalam praktik suatu perusahaan adalah
bentuk neraca lajur 10 kolom, yang tampak seperti berikut.

Adapun prosedur penyusunan neraca lajur adalah sebagai berikut.


1. Memasukkan saldo-saldo yang terdapat dalam rekening buku besar ke dalam kolom
Neraca Saldo (NS) pada formulir neraca lajur, di mana jumlah debit dengan jumlah
kredit harus sama.
2. Membuat jurnal penyesuaian dengan menganalisis data dan memasukkan ke dalam
neraca lajur kolom Ayat Penyesuaian (AP).
3. Menjumlahkan atau mencari selisih antara kolom Neraca Saldo dengan kolom Ayat
Penyesuaian, dan mengisi kolom Neraca Saldo setelah Disesuaikan (NSD).
4. Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom Neraca Saldo setelah Disesuaikan ke
dalam kolom Laba/Rugi dan kolom Neraca.
a. Untuk rekening riil atau neraca yakni rekening Harta, Utang, dan Modal, harus
dipindahkan ke dalam neraca lajur kolom Neraca.

22
b. Untuk rekening nominal atau laba rugi yakni rekening Pendapatan dan Beban,
harus dipindahkan ke dalam neraca lajur kolom Laba/rugi.
5. Menjumlahkan kolom laba rugi dan neraca. Seandainya kolom laba rugi lebih
besar sebelah kredit, berarti laba, maka jumlah laba dipindahkan ke kolom neraca
sebelah kredit. Sebaliknya, jika jumlah dalam kolom laba rugi lebih besar sebelah
debit berarti rugi, maka jumlah rugi dipindahkan ke kolom neraca sebelah debit.
Contoh:
Di bawah ini adalah saldo-saldo yang terdapat dalam buku besar, Perusahaan ADHI
JAYA, Medan per 31 Desember 2005.

Data penyesuaian per 31 Desember 2005 sebagai berikut.


a. Persediaan perlengkapan kantor yang masih ada akhir tahun
2005 sebesar Rp 800.000,00
b. Sewa tersebut dibayar tanggal 2 Desember 2005 untuk
jangka waktu 1 tahun mulai dari Desember 2005 sampai
dengan November 2006, sebesar Rp250.000
c. Penyusutan atas peralatan kantor tahun 2005 sebesar
Rp500.000,00.
d. Gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp1.000.000,00.
e. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar
Rp1.000.000,00.
Akun yang masih harus dibuka adalah:
506 Beban perlengkapan kantor
507 Beban sewa
508 Beban penyusutan peralatan kantor

23
122 Akumulasi penyusutan peralatan kantor
202 Utang gaji

Diminta:
Susunlah ayat penyesuaian dalam jurnal umum dan neraca lajur 10 kolom!

Jawab:
Ayat penyesuaian dalam jurnal umum dari Perusahaan ADHI JAYA, Medan akan tampak
seperti berikut.

.Kertas kerja atau neraca lajur


Dari semua data akuntansi Perusahaan ADHI JAYA, Medan dapat disusun neraca lajur
sebagai berikut.

24
B. NERACA LAJUR/ KERTAS KERJA PERUSAHAAN DAGANG
Penyusunan Kertas Kerja Perusahaan Dagang - Setelah semua ayat jurnal
penyesuaian yang diperlukan sudah kamu selesaikan dan dicatat, maka proses selanjutnya
adalah menyusun kertas kerja. Kertas kerja atau neraca lajur (work sheet) adalah suatu
kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara khusus untuk
menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan
menyusun laporan keuangan.

25
Penyelesaian kertas kerja untuk akun persediaan barang dagangan tergantung pada
pendekatan atau metode yang digunakan pada penyusunan jurnal penyesuaian untuk
persediaan barang dagangan.
Adapun pendekatan atau metode yang dimaksudkan adalah sebagai berikut.
1. Akun Ikhtisar Laba/Rugi
Jumlah akun ikhtisar laba/rugi pada kolom ayat penyesuaian harus dipindahkan
ke kolom neraca sisa disesuaikan, kolom laba/rugi sebelah debit (tersendiri) dan
sebelah kredit (tersendiri) sesuai dengan jumlahnya masing-masing. Akun ikstisar
laba/ rugi dapat ditunjukkan dalam kertas kerja berikut ini.

2. Akun Harga Pokok Penjualan


Jumlah akun harga pokok penjualan sebelah debit dan kredit pada kolom ayat
penyesuaian, dicari selisihnya. Selisih (saldo) tersebut dipindahkan ke kolom neraca sisa
disesuaikan dan kolom laba/rugi sebelah debit. Untuk jelasnya, akun HPP dapat
ditunjukkan dalam kertas kerja berikut ini.

Untuk menyusun atau membuat kertas kerja dalam perusahaan dagang, sama seperti
yang dilakukan dalam perusahaan jasa, baik dari kolom neraca sisa, ayat penyesuaian,
neraca sisa disesuaikan, perhitungan laba rugi, dan neraca.
1. Adapun tahap-tahap penyusunan kertas kerja adalah sebagai berikut.
Memasukkan saldo-saldo yang terdapat dalam perkiraan buku besar ke dalam kolom
Neraca Sisa (NS), di mana jumlah debit dan kredit harus sama atau seimbang.
2. Membuat jurnal penyesuaian dengan menganalisis data penyesuaian dan
memasukkannya ke dalam kertas kerja kolom Ayat Penyesuaian (AP).
3. Menjumlahkan atau mencari selisih antara kolom neraca sisa dengan kolom ayat
penyesuaian, kemudian mengisikannya ke dalam kolom Neraca Sisa Disesuaikan
(NSD).
4. Memindahkan jumlah-jumlah di kolom neraca sisa untuk disesuaikan ke dalam kolom
laba/rugi dan kolom neraca. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut.
a) Rekening riil atau neraca (rekening harta, utang, dan modal) harus dipindahkan ke
kolom neraca.
b) Rekening nominal atau laba/rugi (rekening pendapatan dan beban) harus
dipindahkan ke kolom laba/rugi.
5. Menjumlahkan kolom laba/rugi dan kolom neraca. Jika kolom laba/rugi lebih besar
sebelah kreditnya, berarti perusahaan memperoleh laba, selanjutnya jumlah laba
dipindahkan ke kolom neraca sebelah kredit. Sebaliknya, jika jumlah dalam kolom
laba/rugi lebih besar sebelah debitnya, berarti perusahaan menderita rugi dan jumlah
rugi harus dipindahkan ke kolom neraca sebelah debit.
Berikut ini diberikan data tentang neraca sisa dan data penyesuaian dari PD Asih
Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 dalam rangka untuk melakukan penutupan
buku.

26
Data penyesuaian per 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut.
1. Rekening koran yang diterima dari bank memperlihatkan saldo kredit sebesar
Rp8.500.000,00. Selisih tersebut disebabkan karena bank mengkredit jasa giro (bunga)
sebesar Rp600.000,00 dan mendebit biaya administrasi bank sebesar Rp100.000,00.
Untuk itu, saldo menurut buku dan rekening koran harus disesuaikan.
2. Nilai persediaan barang dagangan sebesar Rp18.000.000,00.
3. Nilai persediaan perlengkapan toko sebesar Rp500.000,00.
4. Nilai persediaan perlengkapan kantor sebesar Rp100.000,00.
5. Iklan yang telah dibayar adalah untuk 20 kali penerbitan di harian Ibu Kota Pos.
Pembayaran dilakukan mulai 1 Maret 2005, dan sampai dengan 31 Desember 2005 telah
diterbitkan sebanyak 15 kali penerbitan.
6. Sewa toko yang telah dibayar adalah untuk masa 1 Maret 2005 sampai dengan 1 Maret
2006.
7. Penyusutan peralatan toko sebesar 20% dari harga perolehan.
8. Rekening listrik dan air sebesar Rp100.000,00 belum dibayar. Bukukan ke akun beban
umum serba-serbi.
9. Taksiran pajak penghasilan untuk tahun 2005 sebesar Rp4.500.000,00.

Perkiraan yang masih harus dibukukan, antara lain sebagai berikut.


104 Perlengkapan toko
105 Perlengkapan kantor
106 Iklan dibayar di muka

27
107 Sewa dibayar di muka
202 Utang listrik dan air
203 Utang pajak
511 Ikhtisar laba/rugi
606 Beban penyusutan peralatan toko
614 Beban penyusutan peralatan kantor
701 Pendapatan bunga

Diminta:
Berdasarkan transaksi-transaksi di atas, tugasmu adalah:
a. susunlah jurnal penyesuaiannya!
b. susunlah kertas kerja per 31 Desember 2005!
Jawab:
a. Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2005 Transaksi-transaksi di atas bila dibuat ke dalam
jurnal penyesuaian akan tampak seperti Tabel berikut:

b. Kertas kerja per 31 Desember 2005 Kertas kerja dari PD Asih Jaya, Semarang per 31
Desember 2005 dapat dilihat pada Tabel berikut:

28
29
Soal Latihan
Berikut ini neraca saldo salon Jessica

Data penyesuaian per 31 Desember 2011 sebagai berikut.


a. Persediaan perlengkapan kantor yang masih ada akhir tahun
2005 sebesar Rp 800.000,00
b. Sewa tersebut dibayar tanggal 2 Desember 2005 untuk
jangka waktu 1 tahun mulai dari Desember 2005 sampai
dengan November 2006.
c. Penyusutan atas peralatan kantor tahun 2005 sebesar
Rp500.000,00.
d. Gaji yang masih harus dibayar sebesar Rp1.000.000,00.
e. Pendapatan jasa yang masih harus diterima sebesar
Rp1.000.000,00.
Akun yang masih harus dibuka adalah:
506 Beban perlengkapan kantor
507 Beban sewa
508 Beban penyusutan peralatan kantor
122 Akumulasi penyusutan peralatan kantor
202 Utang gaji
Diminta:
Susunlah ayat penyesuaian dalam jurnal umum dan neraca lajur 10 kolom!
Berikut ini neraca saldo perusahaan dagang
PT AMBON MANISE
Neraca Saldo
31 Desember 2014
Saldo
Nama Rekening
Debet Kredit
Kas Rp 52.530
Surat Berharga 10.000
Piutang Dagang 18.200
Perlengkapan Fotografi 96.150
Perlengkapan Kantor 41.300
Asuransi Dibayar Dimuka 10.000
Peralatan Fotografi 480.000
Peralatan Kantor 115.000
Gedung 1.000.000

30
Utang Dagang Rp 12.000
Modal Abubakar 1.363.000
Pendapatan Foto Studio 457.650
Biaya Kantor 20.000
Gaji Pegawai 22.000
Biaya Advertensi 4.000
Pendapatan Bunga 350
Pendapatan Sewa 36.000
Rp 1.869.000 Rp 1.869.000
1. Nilai persediaan barang dagangan sebesar Rp15.000.000,00.
2. Nilai persediaan perlengkapan toko sebesar Rp500.000,00.
3. Nilai persediaan perlengkapan kantor sebesar Rp200.000,00.
4. Iklan yang telah dibayar adalah untuk 20 kali penerbitan di harian Ibu Kota Pos.
Pembayaran dilakukan mulai 1 Maret 2005, dan sampai dengan 31 Desember 2005
telah diterbitkan sebanyak 15 kali penerbitan.
5. Sewa toko yang telah dibayar adalah untuk masa 1 Maret 2005 sampai dengan 1
Maret 2006.
6. Penyusutan peralatan toko sebesar 30% dari harga perolehan.
7. Rekening listrik dan air sebesar Rp150.000,00 belum dibayar. Bukukan ke akun
beban umum serba-serbi.
8. Taksiran pajak penghasilan untuk tahun 2005 sebesar Rp3.000.000,00.

Perkiraan yang masih harus dibukukan, antara lain sebagai berikut.


104 Perlengkapan toko
105 Perlengkapan kantor
106 Iklan dibayar di muka
107 Sewa dibayar di muka
202 Utang listrik dan air
203 Utang pajak
511 Ikhtisar laba/rugi
606 Beban penyusutan peralatan toko
614 Beban penyusutan peralatan kantor
701 Pendapatan bunga
Dari data diatas, buatlah :
b. Jurnal Penyesuaiannya
c. Neraca Lajur/Kertas kerjanya!

31
BAB V LAPORAN KEUANGAN

Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penjelasan laporan keuangan mahasiswa dapat
memahami fungsi dan kegunaan laporan keuangan.
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan soal laporan keuangan mahasiswa dapat
:
a. Membuat laporan keuangan (neraca, laporan R-L, Laporan
perubahan modal) pada perusahaan dagang perseorang
dengan benar.
b. Membuat 3 jenis laporan keuangan untuk perusahaan dagang
persekutuan.
c. Membuat 3 jenis laporan keuangan untuk perusahaan dagang
perseroan.
Pertemuan : 9,10,11 dan 12
Pokok Bahasan : Laporan Keuangan
Sub Pokok Bahasan :
1. Laporan keuangan untuk perusahaan dagang perseorangan.
2. Laporan keuangan untuk perusahaan dagang persekutuan.
3. Laporan keuangan untuk perusahaan dagang persediaan.
MATERI
A. LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN DAGANG DAN
PERSEORANGAN
Laporan Keuangan Perusahaan Dagang - Setelah kertas kerja atau neraca lajur
disusun, maka langkah berikutnya dalam siklus akuntansi perusahaan dagang adalah
penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir
dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan
disajikan dengan maksud memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal
serta perolehan laba atau rugi yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah
tangga perusahaan dan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam
perusahaan dagang meliputi:
1. laporan laba/rugi,
2. laporan perubahan modal,
3. neraca,
4. laporan arus kas.
Laporan Laba/Rugi (Income Statement)
Laporan laba/rugi menggambarkan sumber-sumber penghasilan yang diperoleh
perusahaan dalam menjalankan usahanya, dan jenis-jenis beban yang harus
ditanggung perusahaan. Jadi, laporan laba/rugi adalah laporan yang menunjukkan
pendapatan dan beban pada akhir periode akuntansi.
Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk,
yaitu sebagai berikut.
a. Bentuk Langsung (Single Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk single step dilakukan dengan
menjumlahkan semua pendapatan menjadi satu, demikian pula bebannya. Setelah itu
dicari selisihnya untuk mengetahui laba dan rugi.
Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 (Tabel 2.4)
dapat dibuat laporan laba/rugi sebagai berikut.

32
b. Bentuk Bertahap (Multiple Step)
Penyajian laporan laba/rugi dengan bentuk multiple step dilakukan dengan memisahkan
antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, serta memisahkan pula antara
beban usaha dan beban di luar usaha. Setelah itu mencari selisihnya sehingga akan
diperoleh laba atau rugi bersih usaha.
Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 (Tabel 2.4),
dapat dibuat laporan laba/rugi sebagai berikut.

Laporan Perubahan Modal (Capital Statement)


Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menunjukkan adanya perubahan modal
yaitu dari modal awal menjadi modal akhir. Hal-hal yang perlu diperhitungkan atau yang
memengaruhi dalam penyusunan laporan perubahan modal antara lain:
b. besarnya modal awal periode,

33
c. adanya laba atau rugi usaha,
d. adanya pengambilan pribadi pemilik atau prive,
e. adanya investasi tambahan dari pemilik,
f. besarnya modal akhir periode.
Laporan perubahan modal hanya lazim berlaku dibuat pada perusahaan perseorangan,
persekutuan atau firma, dan CV. Sementara itu, untuk perusahaan berbentuk perseroan
terbatas (PT) istilah untuk laporan perubahan modal adalah laporan laba ditahan
(returned earning statement).
Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 dapat dibuat
laporan perubahan modal sebagai berikut.

Neraca (Balance Sheet)


Neraca adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada akhir
periode, mengenai besarnya harta, utang, dan modal perusahaan. Data-data dalam
menyusun laporan necara pada perusahaan dagang bersumber dari kolom neraca pada
kertas kerja dan modal akhir dalam laporan perubahan modal.
Contoh:
Berdasarkan kertas kerja PD Asih Jaya, Semarang per 31 Desember 2005 (Tabel 2.4),
dapat disusun neraca sebagaimana tampak pada Tabel berikut ini.

1) Laporan Keuangan untuk Perusahaan Dagang Persekutuan.


Perusahaan dagang tidak mengadakan perakitan atau perubahan terhadap produk, tetapi
mereka membeli produk jadi untuk dijual kembali tanpa mengubahnya.
Contoh : Hypermart, Carrefour, Supermarket dll.
Menurut Badan Hukumnya

34
1. Perusahaan Perseorangan, adalah perusahaan yang dimiliki oleh seseorang yang
mempunyai tanggung jawab penuh terhadap seluruh kekayaaan (aktiva) dan seluruh
kewajiban perusahaan.
2. Persekutuan firma (Fa), adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang
atau lebih yang bersama-sama menjalankan perusahaan dibawah satu nama
perusahaan. Para sekutu dalam sebuah firma bertanggung jawab sepenuhnya terhadap
utang piutang perusahaan. Persekutuan firma didirikan dengan sebuah surat
pernjanjian otentik yang dibuat dihadapan notaris.
3. Persekutuan Komanditer (CV atau Commanditaire Vennootschap), adalah suatu
perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang sekutu-sekutunya terdiri
atas sekutu diam/pasif(sekutu komanditer) dan sekutu usaha/aktif (sekutu
Komplementer). Sekutu diam adalah sekutu yang tidak turut serta dalam menjalankan
perusahaan dan tanggung jawabnya terbatas pada jumlah modal yang diikut
sertakanya. Sekutu usaha (sekutu aktif) adalah sekutu yang turut serta dalam
menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan kekayaan
mereka masing-masing atas utang-piutang perusahaan.
4. Perseroan Terbatas (PT), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan
yang modalnya terbagi atas saham-saham.
5. Koperasi, badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi
dengan melandaskan kegiatanya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan
memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

B. LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN DAGANG PERSEKUTUAN.


Pengertian dan guna laporan keuangan
Didalam prinsip-prinsip akuntansi indonesia dieterangkan bahwa laporan keuangan
ialah neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat
dalam lampiran-lampirannya, antara lain laporan sunber dan penggunaan dana-dana.
Pada umumnya yang menjadi unsur utama dari laporan keuangan terdiri atas neraca,
laporan laba rugi yang dilengkapi dengan laporan perubahan modal dan lain-lainya.
1) Neraca
Neraca adalah laporan mengenai harta, hutang dan modal suatu perusahaan pada
saat tertentu yang disusun secara sistematis.
2) Laporan Laba-Rugi
Yaitu laporan yang menyajikan besarnya pendapatan dan beban selama periode
akuntansi tertentu. Dengan demikian akan terlihat besarnya laba atau rugi perusahaan
pada periode akuntansi bersangkutan dengan membandingkan jumlah pendapatan dengan
beban.
3) Laporan Perubahan Modal
Dalam laporan ini akan terlihat pertambahan atau pengurangan modal dari awal
periode ke akhir periode akuntansi. Laporan ini menyajikan modal awal, investasi
tambahan, saldo laba/rugi, pengambilan prive dan modal akhir.

4) Laporan Aliran Kas


Laporan aliran kas adalah laporan keuangan yang menyediakan informasi
mengenai arus kas masuk dan kas keluar dari aktifitas operasi, investasi, dan pendapatan
dalam suatu periode akuntansi.
Laporan aliran kas bertujuan :
1. Penerimaan dan pengeluaran kas suatu entitas selama satu periode akuntansi tertentu,
dan

35
2. Aktivitas operasi, investasi, dan pendanaannya selama periode akuntansi tersebut

LAPORAN NERACA
a. Pengelompokan Pos-pos Neraca (Rill Account)
1. Aktiva (Asset)
Aktiva adalah semua milik (kekayaan) perusahaan baik yang berwujud maupun
yang tidak berwujud yang dapat dinilai dengan uang. Pada umumnya aktiva dapat
dibagi menjadi lima golongan yaitu : Aktiva Lancar (Current Assets), Investasi
Jangka Panjang(Long Term Investment), Aktiva Tetap (Fixed Assed), Aktiva Tidak
berwujud (Intangible Assets), Aktiva Lain-lain (Other Asset).
1.1 Aktiva Lancar (Current Asset)
Adalah uang tunai dan aktiva lain yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang
tunai dalam jangka waktu satu tahun atau kurang melalui operasi normal perusahaan.
Yang termasuk dalam aktiva lancar adalah sebagai berikut :
 Kas (Cash) adalah semua uang tunai dan surat berharga yang berfungsi sebagai
uang tunai yangdisimpan dibank dan setiap saat dapat diambil.
 Surat berharga/efek (Marketable Securities) adalah surat berharga berupa saham
dan obligasi yang dapat diperjual belikan melalui bursa.
 Piutang Usaha (Account Receivable) adalah tagihan kepada pihak lain tanpa
perjanjian tertulis yang pelunasanya dalam jangka pendek (kurang dari satu
tahun).
 Wesel Tagih (Note receivable) adalah tagihan kepada pihak lain yang disertai
perjanjian tertulis yang pelunasannya dalam jangka pendek.
 Perlengkapan (Office Supplies) adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan
perusahaan yang habis terpakai dalam jangka kurang dari satu tahun. Contohnya
alat tulis, kertas perangko.
 Beban dibayar di muka (Prepayment) adalah beban yang telah dikeluarkan tetapi
belum diterima manfaatnya atau belum menjadi kewajiban. Contohnya, sewa
dibayar dimuka dan bunga dibayar di muka.
 Pendapatan yang akan diterima adalah pendapatan atas pekerjaan yang telah
diselesaikan, tetepi belum diterima pembayarannya.
 Persediaan barabg dagang (Inventory) adalah barang dagangan yang diperjual-
belikan.
1.2 Investasi Jangka Panjang (Longterm Investment)
Adalah investasi yang tidak dimaksudkan untuk dicairkan menjadi uang kas
dalam operasi normal perusahaan atau dalam waktu satu tahun. Yang termasuk
Investasi jangka panjang antara lain : Penanaman Modal dalam Saham, Penanaman
Modal dalam Obligasi, Penanaman modal dalam bentuk dana.
1.3 Aktiva Tetap (Fixed Assets)
AdalahAktiva berwujud yang dipergunakan dalam operasi perusahaan yang
mempunyai umur ekonomi lebih dari satu tahun atau yang sifatnya relatif tetap. Yang
termasuk golongan aktiva tetap, anatara lain kendaraan, peralatan kantor, mesin-
mesin, gedung dan tanah yang digunakan untu lokasi usaha. Aktiva tetap dalam
penggunaanya secara bertahap akan menyusut atau berkurang nilai kegunaanya,
kecuali tanah.
1.4 Aktiva tidak berwujud (Intangible assets)
Adalah aktiva yang berupa hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan
perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Yang termasuk aktiva tidak berwujud
adalah :

36
 Hak Paten adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat
Paten, departemen kehakiman kepada seseoarang atau badan untuk menggunakan
penemuan baru. Contohnya, Penemuan Produk dan Formula.
 Hak Cipta adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada sesorang
atau badan untuk memeperbanyak dan menjual hasil karya seni atau intelektual.
Contohnya, menulis buku dan mencipta lagu.
 Hak Merek adalah hak tunggal yang diberikan pemerintah kepada seseorang atau
badan untuk menggunakan cap, nama, logo, lambang atau merk usaha.
 Frinchise (Waralaba) adalah suatu pengaturan perjanjian yang menyatakan
seseorang pemilik bisnis (Franchisor) memperbolehkan pemilik bisnis lain
(Franchisee) memakai merk dagangannya atau hak ciptanya dalam kondisi
tertentu. Contohnya, Mc-Donald’s, KFC, Es-Teller 77 dan Texas Chicken.
 Goodwill adalah suatu aktiva tak berwujud yang terkait pada suatu perusahaan
tertentu sebagai hasil faktor-faktor yang menguntungkan. Seperti lokasi,
keunggulan produk, nama baik, dan keahlian manajerial.
1.5 Aktiva Lain-lain (Other Assets)
Adalah aktiva yang tidak dapat dikelompokkan kedalam kriteria di atas, antara
lain mesin yang tidak diapakai atau tanah yang tidak menjadi tempat usaha.
2. Kewajiban (Liabilities)
Kewajiban adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam jangka
waktu tertentu. Kewajiban dibagi menjadi dua golongan yaitu Kewajiban lancar
dan kewajiban jangka panjang.
2.1 Kewajiban Lancar (Current Liabilities)
Adalah kewajiban yang harus dibayar kepada pihak lain dalam jangka waktu
kurang dari satu tahun. Yang termasuk kewajiban lancar adalah sebagai berikut :
 Utang Usaha (Account Payable) adalah hutang jangka pendek yang tidak disertai
perjanjian tertulis. Contohnya, transaksi pembelian dengan kredit.
 Wesel bayar (Note Payable) adalah keajiban jangka pendek yang disertai
perjanjian tertulis. Contohnya, mengaksep wesel (mengakui wesel) yang ditarik
oleh pihak lain dan menyerahkan promes (surat perjanjian untuk membayar
sejumlah uang tertentu kepada seseorang pada waktu tertentu)
 Beban yang masih harus dibayar adalah suatu kewajiban yang seharusnya sudah
dibayar atau telah menjadi beban, tetapi belum dibayar. Contohnya, upah yang
masih harus dibayar dan bunga yang masih harus dibayar.
 Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yag belum menjadi hak
perusahaan, tetapi sudah diterima pembayarannya. Contohnya, bunga diterima di
muka dan sewa . diterima di muka.
2.2 Kewajiban Jangka Panjang (Long-term Liabilities)
Adalah keharusan membayar kepada pihak lain dalam waktu relatif lama atau
lebih dari satu tahun. Bila kewajiban tersebut telah jatuh tempo dan harus dibayar
dalam periode satu tahun, maka menjadi kewajiban lancar. Namun, jika tidak dibayar
pada waktu jatuh temponya atau diperpanjang jangka pelunasannya, maka kewajiban
tersebut akan tetap digolongkan sebagai kewajiban jangka panjang. Yang termasuk
dalam kewajiban jangka panjang meliputi, Pinjaman Obligasi dan Utang Hipotek.
 Obligasi adalah surat bukti utang perusahaan kepada pemegang yang pelunasannya
lebih dari satu tahun dengan imbalan jasa berupa bunga.
 Utang hipotek adalah kewajiban jangka panjang yang disertai dengan jaminan aktiva
tetap.

37
3. Ekuitas / Modal ( Equity)
Hak milik bersih pemilik perusahaan atas kekayaan perusahaan disebut
modal pemilik. kekayaan perusahaan dikurangi hutang-hutang adalah modal
pemilik dalam perusahaan tersebut
b. Bentuk Neraca
Bentuk laporan nerca ada dua, yaitu :
1. Bentuk Horizontal (Bentuk Scontro)
Dalam bentuk ini aktiva di sisi kiri dan, kewajiban dan modal disisi kanan.
Contoh laporan Keuangan Perusahaan Dagang Persekutuan

Setelah laporan keuangan secara umum disajikan, kemudian laporan keuangan tersebut
disusun menjadi Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan
Laporan Arus Kas , berikut merupakan contoh laporan keuangan yang dikelompokkan.

38
Laporan Keuangan (Neraca)

Laporan Keuangan (Laba Rugi)

39
Laporan Keuangan (Perubahan Modal)

PT INDORITEL INTERNASIONAL
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
PER 31 DESEMBER 2013

Modal Awal 1 Januari 2013 Rp7.189.765.155.979


Laba tahun 2013 192.888.607.566(+)
Prive Rp 0(-)
Modal Akhir per 31 Desember 2013 Rp7.382.653.763.545

C. LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN DAGANG PERSEDIAAN


HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)
1. Pengertian Harga Pokok Penjualan.
Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang
yang dijual.
Ada dua manfaat dari harga pokok penjualan.
1. Sebagai patokan untuk menentukan harga jual.
2. Untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih
besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya
apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh
kerugian.
2. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.
Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan
Perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
- penjualan kotor;
- retur penjualan;
- potongan penjualan;
- penjualan bersih.
Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan.

Contoh:
Diketahui penjualan Rp. 25.000.000,-
Retur penjualan Rp. 125.000,-
Potongan penjualan Rp. 150.000,-
Hitunglah penjualan bersih!
Penjulan bersih = Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp.
24.725.000,-
3. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.
Pembelian bersih adalah sebagai salah satu unsur dalam menghitung harga pokok
penjualan.
Unsur-unsur untuk menghitung pembelian bersih terdiri dari:
- pembelian kotor;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- retur pembelian;
- potongan pembelian.

40
Untuk menghitung pembelian bersih dapat dirumuskan sebagai berikut:
Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian –
potongan pembelian.
4. Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan.
Untuk menghitung harga pokok penjualan harus diperhatikan terlebih dahulu
unsur-unsur yang berhubungan dengan harga pokok penjualan.
Unsur-unsur itu antara lain:
- persediaan awal barang dagangan;
- pembelian;
- biaya angkut pembelian;
- retur pembelian dan pengurangan harga;
- potongan pembelian
Rumus harga pokok penjualan:
HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir
Keterangan :
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian
bersih.
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian –
potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut
Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Persediaan akhir barang yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode akuntansi.
Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.
Perhatikan bagan di bawah ini.

5. Pengertian Laporan Laba Rugi


Laporan laba rugi adalah laporan yang menyajikan sumber pendapatan dan beban
suatu perusahaan (dagang) selama periode akuntansi.
Untuk Menghitung laba rugi perusahaan adalah:
Laba bersih = laba kotor – beban usaha.
Beban uasaha dalam perusahaan dagang ada dua kelompok.
1. Beban penjualan ialah biaya yang langsung dengan penjualan.
2. Beban administrasi/umum ialah biaya-biaya yang tidak langsung dengan penjualan.
Untuk menghitung laba kotor adalah:

41
Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan.
Sedangkan untuk menghitung penjualan bersih adalah :
Penjualan bersih = penjualan – retur penjualan dan pengurangan harga – potongan
penjualan.

6. Menyusun Laporan Laba Rugi.


Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan besarnya
laba/rugi suatu perusahaan selama satu tahun dan dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu
single step dan multiple step.

A. Single Step/Langsung.
Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan
dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya
untuk mengetahui laba atau rugi.

B. Multiple Step (Bertahap)


Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi
dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan
pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di
luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi
usaha.
42
7. Laporan Perubahan Modal.
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan perubahan
modal selama satu periode akuntansi.
Perubahan modal diakibatkan oleh adanya pengambilan pribadi, diperolehnya laba,
dideritanya kerugian atau adanya setoran pribadi.
Unsur-unsur laporan perubahan modal yaitu:
- modal awal
- laba atau rugi
- pengambilan pribadi
- setoran pribadi
- modal akhir.
8. Unsur-unsur Laporan Neraca.
Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi ruangan perusahaan pada
saat tertentu unsur-unsur neraca terdiri dari :
- harta
- kewajiban/utang
- modal
Bentuk laporan neraca terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk laporan dan bentuk
scontro/sebelah menyebelah.

43
Soal Latihan
1. Berikut ini adalah laporan keuangan

Dari data diatas, buatlah :


a. Laporan Laba Rugi
b. Laporan Perubahan Modal
c. Neraca
d. Laporan Arus Kas
2. Carilah Laporan Keuangan untuk perusahaan dagang persekutuan (misalnya laporan
keuangan PT Indomarco) kemudian buatlah :
1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Perubahan Modal
3. Neraca

3. Perhatikan Laporan Keuangan Berikut :

44
Dari laporan keuangan tersebut buatlah :
a. Laporan Laba Rugi
b. Laporan Perubahan Modal
c. Neraca

45
BAB VI AKUNTANSI PERUSAHAAN INDUSTRI

Tujuan Instruksional Umum : Setelah diberikan penjelasan akuntansi perusahaan industri,


mahasiswa dapat memahami perbedaan pokok akuntansi
perusahaan dagang dan industri.
Tujuan Instruksional Khusus : Setelah diberikan latihan soal akuntansi perusahaan industri
mahasiswa dapat membuat neraca lajur dan laporan keuangan
perusahaan industri dengan benar.
.Pertemuan : 13 dan 14
Pokok Bahasan : Akuntansi Perusahaan Industri.
Sub Pokok Bahasan :
1. Perbedaan pokok akuntansi perusahaan dagang dan industri.
2. Neraca lajur dan laporan keuangan untuk perusahaan industry
MATERI
A. PERBEDAAN POKOK AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG DAN
INDUSTRI.
Perbedaannya:
1) Perusahaan Jasa
a. Tidak menjual barang atau produk tetapi menjual dalam bentuk jasa.
b. Tujuannya memperoleh laba keuntungan yang ditetapkan.
c. Tidak memiliki persediaan barang.
d. Tidak menentukkan harga pokok barang.
e. Tidak memerlukan pembuatan laporan harga pokok produksi.
2) Perusahaan Dagang
a. Menjual barang yang diperoleh dari pemasok.
b. Tujuannya menjual kembali barang tanpa mengubah bentuk.
c. Memliki persediaan barang jadi.
d. Dalam menetukkan harga pokok barang relative mudah.
e. Tidak menggunakan laporan harga pokok produksi.
3) Perusahaan Manufaktur
a) Menjual barang yang diperoleh dengan cara mengolah bahan baku terlebih dahulu.
b) Tujuannya menghasilkan barang jadi yang bernilai jual.
c) Memiliki persediaan bahan olahan atau bahan baku.
d) Dalam menentukkan harga pokok harus melalui beberapa tahapan.
e) Membuat laporan harga pokok produksi.
Persamaannya:
Merupakan unit usaha yang melakukan aktifitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan
manusia.
Tujuan utamanya mendapatkan keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya dari aktifitas
ekonomi tersebut.

B. NERACA LAJUR DAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN


INDUSTRY
Neraca saldo adalah kumpulan dari saldo-saldo yang ada pada setiap perkiraan
dibuku besar. Pada Kasus ini jumlah dari kolom debit dan kolom kredit harus sama.
Jika tidak maka telah terjadi kesalahan pencatatan, mungkin dari jurnal umum atau
dari buku besar. itu artinya kita harus menelusuri ulang kebelakang sampai ditemukan
kesalahan nya.

46
Neraca lajur adalah Kumpulan dari perkiraan mulai dari Neraca saldo, Ayat jurnal
Penyesuaian, Neraca saldo setelah penyesuaian, Harga Pokok produksi (pada
perusahaan industri), Perkiraan Rugi/ laba dan Neraca.
Neraca Lajur sebenar nya hanya untuk memudahkan dalam pembuatan laporan
keuangan. kolom neraca saldo diisi sesuai dengan yang ada pada neraca saldo setelah
buku besar, kolom ayat jurnal penyesuaian diisi serupa pula dengan ayat jurnal
penyesuaian menurut perkiraan-perkiraan. Neraca saldo setela penyesuaian diisi
dengan melihat dari Neraca saldo dan Ayat jurnal penyesuaian. Jika ada perbedaan sisi
antara kedua kolom neraca saldo dan ayat jurnal penyesuaian, maka nominal akan
dikurangi, tetapi jika sisi antara kedua kolom, maka nominal akan dijumlah. jika dalam
perkiraan tidak ada penyesuaian, maka langsung ditulis saja nominal yang tertera pada
Neraca saldo setelah penyusutan. kedua sisi pada setiap kolom dijumlahkan, dan harus
sama antara sisi debit dan sisi kreditnya
Kolom perkiraan Rugi/ Laba akan diisi dengan perkiraan Pendapatan dan Biaya-
biaya (pada perusahaan jasa). Pendapatan, Pembelian barang dagangan, Retur
penjualan maupun pembelian dan potongan penjualan maupun pembelian juga biaya-
biaya (pada perusahaan jasa dan manufaktur). Jumlahkan kedua sisi, jika sisi debit
lebih besar dari kredit maka perusahaan mendapat rugi. Jika sisi kredit yang lebih
besar, perusahaan mendapat Laba.
Kolom harga pokok produksi hanya ada pada perusahaan industri atau
manufaktur, diisi dengan perkiraan yang berhubungan dengan proses produksi, pers
barang dalam proses, dan bahan baku, serta biaya overhead pabrik.
Kolom Neraca diisi dengan perkiraan aktiva, hutang, modal dan prive. perkiraan
yang tidak dimasukan ke dalam kolom Harga pokok produksi dan Perkiraan rugi/laba.

Contoh Neraca Lajur :

47
Soal Latihan
1. Jelaskan perbedaan pokok antara akuntansi perusahaan dagang dan akuntansi
perusahaan manufaktur
2. Jelaskan persamaan pokok antara akuntansi perusahaan dagang dan akuntansi
perusahaan manufaktur
3. Perhatikan neraca lajur/Laporan Keuangan perusahaan manufaktur berikut ini!
4. Carilah laporan keuangan PT. Indofood tahun 2013dan buatlah:
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Laporan Perubahan Modal

48
DAFTAR PUSTAKA

Hansen R. Dor & Mowen M. Maryanne, Deny Arnos Kwary (Penterjemah).2009


Akuntansi Manajemen. Buku 2, Edisi 8. Jakarta: Penerbit Salemba Empat

Haryono, Yusuf. 1997. Dasar-Dasar Akuntansi 1 Edisi Ke 5. Universitas Gajahmada


Yogyakarta : Penerbitan STIE YKPN.

Ray H. Garrison, Nuri Hinduan dan Edward Tanujaya (Penterjemah), 2007. Akuntansi
Manajemen, Buku 2, Edisi 11, Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

RA. Supriyono, 2002. Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen untuk Teknologi Maju dan
Globalisasi. Yogyakarta : BPFE.

Reeve, Warren, Duchac. 2008. Principles of Accounting-Indonesia Adaptation, Salemba


Empat, Jakarta

S. Munawir. 1995. Analisa Laporan Keuangan. Liberty : Yogyakarta.

Soemarsono. 2009. Akuntansi Suatu Pengantar, Salemba Empat, Jakarta

Suwardjono. 2005. Akuntansi Pengantar. BPFE, Yogyakarta.

49
INDEX

A
Advertensi
Aktiva
Akumulasi
Akun
Akuntansi
Auditing
Ayat Penyesuaian
B
Beban
Biaya
Budgetting
Buku besar
Bunga
D
Debet
Depresiasi
F
Financial
Fundamental
I
Identifikasi
J
Jurnal
Jurnal Penyesuaian
Jurnal penutup
Jurnal pembalik
K
Kertas Kerja
Klasifikasi
Kredit
Kuantitatif
L
Laporan Arus Kas
Laporan Keuangan
Laporan Laba Rugi
Laporan Perubahan Modal
N
Neraca Lajur
Neraca Saldo
Neraca Saldo Setelah Disesuaikan
Nirlaba
P
Pasiva
Pendapatan
Penyusutan
Peralatan

50
Perlengkapan
S
Siklus
Sewa
Surat Berharga
T
Tax
Transaksi
U
Utang
Utang Bunga
Utang Sewa

51

View publication stats