Anda di halaman 1dari 2

KLAMER ( CENGKERAM )

Klamer adalah suatu bengkokan kawat merupakan bagian/komponen retentif dari alat ortodontik
lepasan . Klamer atau cengkeram (dental clasp) merupakan bagian dari prothesa sebagian yang
dibuat dari logam tahan karat dan memeluk gigi pada bagian bukal, mesial, dan lingual atau
seluruh gigi yang berfungsi sebagai retensi terhadap gigi yang masih ada. Bahan untuk klamer
terbuat dari stainless steel (vitalin) dan tersedia di dalam macam – macam diameter dari 0,2 – 1,0
mm. Yang banyak digunakan adalah ukuran 0,6 – 0,8 mm. Untuk menentukan besar klamer
yang dipakai tergantung dari indikasi klinis. Misalnya, untuk gigi C, P, dan M yang kecil,
biasanya 0,7 mm (wanita) sedangkan untuk gigi C, P, dan M yang besar biasanya 0,8 mm (pria).

PERSYARATAN KLAMER

1.Kontak cengkeram dengan permukaan gigi penyangga merupakan kontak kontinu

 berupa kontak garis bila penampangnya bulat

 berupa kontak bidang bila penampangnya setengah bulat

2.Lengan cengkeram harus melewati garis survai, biasanya 1-2 mm di atas tepi gingiva (cukup 1
mm saja, bila sandaran oklusal mampu menahan gaya pemindah ke arah gingiva).

3. Badan cengkeram sirkumferensial harus terletak di atas titik kontak gigi penyangga.

4. Sandaran dan badan tidak boleh mengganggu oklusi maupun artikulasi.

5. Ujung lengan cengkeram harus dibulatkan dan tidak boleh menyentuh gigi tetangga dan
melukai jaringan lunak.

6. Pada permukaan cengkeram tak boleh ada tanda bekas tang. Tanda ini menunjukkan kurang
baiknya manipulasi pembengkokan, sehingga akan mempengaruhi daya tahan cengkeram

7. Harus cukup elastis dan kuat.

8. Diameter Klamer harus sesuai indikasi klinis 0,7, 0,8, 0,9.

9. Klamer tidak boleh menyentuh oklusi.

10. Klamer tidak boleh penyangga.

11. Letak klamer harus dibentuk lengkung terhadap gigi + 2 mm di atas garis.

12. Harus ada kontak yang baik dengan sebuah klamer.

13. Ujung klamer tidak boleh ada gigitan tang.

14. Permukaan klamer tidak boleh ada bekas gigitan tang.


15. Klamer tidak boleh dari bahan berkarat, tidak berasa, dan tidak bereaksi secara kimia
didalam mulut.

16.Ujung klamer tidak boleh menyentuh gigi tetangga atau tidak boleh terletak interdental.

17. Bagian retensi haruslah sedemikian rupa sehingga klamer dan basis merupakan satu
kesatuan (unit).

FUNGSI KLAMER

1. Memberi retensi pada GTS setiap saat.

2. Memberi stabilisasi pada GTS terhadap gaya – gaya teral yang kemudian akan diteruskan ke
gigi penyanga ( abutment tooth ).

3. Turut memberikan “ support “ ( pada cengkeram dengan occlusal rest ).

4. Menjaga agar plat tetap melekat di dalam mulut.

5. Mempertahankan stabilitas alat pada saat mulut berfungsi.

6. Membantu fungsi gigi penjangkar/anchorage, menghasilkan kekuatan pertahanan yang


berlawanan arah dengan kekuatan yang dihasilkan oleh bagian aktif untuk menggerakkan gigi.

7. Klamer dapat diberi tambahan hook untuk tempat cantolan elastik. Klamer dipasang pada gigi
dapat memberikan tahanan yang cukup terhadap kekuatan yang dikenakan terhadap gigi yang
digerakkan. Dapat menahan gaya vertikal yang dapat mengangkat plat lepas dari rahang dan
menggangu stabilitas alat .

Adams, C.P. , 1970 The design and Construction of Removable Orthodontic Appliances, 4th. Ed.,
John Wright & Sons Ltd., Bristol.

Duyzings, J.A. 1954, Orthodontische Apparatuur, Uitgave van Dental Depot, A.M. Disselkoen,
Amsterdam.

Dickson, G.C. and Wheatly, A.E., 1978, An Atlas of Removable Orthodontic Appliances, 2nd.
Ed., Pitman Medical Publishing Co. LTD.,England.

Houston, W.J.B. and Isaacson, K.G., 1980, Orthodontic Treatment with Removable Appliances.
2nd. Ed. John Wright & Sons LTd. Bristol.

Shaw, F.G. and Edmonson, S., 1962, Practical Exercises in Orthodontic, Henry Kimpton,
London.