Anda di halaman 1dari 15

PENUGASAN MAKALAH PERILAKU ORGANISASI

KOMUNIKASI

OLEH

TATI HIDAYATI : 201801039

STIK SINT CAROLUS PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN

JAKARTA

2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Profesionalisme keperawatan merupakan proses dinamis dimana profesi keperawatan yang
telah terbentuk (1983) mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai
dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat.
Pemimpin adalah seseorang yang mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya
mengarahkan bawahan untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya dalam mencapai tujuan
organisasi. Sedangkan kepemimpinan adalah suatu seni dan proses untuk memengaruhi dan
mengarahkan orang lain supaya mereka mencapai tujuan yang hendak dicapai dalam situasi
tertentu. Kepemimpinan sangat penting dalam suatu organisasi, karena dengan adanya
kepemimpinan akan mudah dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam organisasi,
tujuan dalam suatu organisasi akan mudah dicapai dengan adanya kepemimpinan yang baik
sedangkan bila dalam suatu organisasi degan kepemimpinan yang tidak memiliki
kepemimpinan yang baik maka sulit untuk mencapai tujuan dan tidak mendapat
kepercayaan dari para anggotanya. Kualitas kepemimpinan juga dapat mendorong
seseorang memiliki karir yang sukses dan bahagia, kepuasan kerja, pemimpin yang gagal
mengembangkan keterampilan kepemimpinan akan berdampak pada kegagalan karyawan
juga dengan kata lain alasan utama kegagalan karyawan adalah kepemimpinan yang lemah.

Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan


perawatan yang berkualitas bagi pasien (Potter & Perry, 2005). Hal ini terkait dengan
keberadaan perawat yang bertugas selama 24 jam melayani pasien, serta jumlah perawat
yang mendominasi tenaga kesehatan di rumah sakit, yaitu berkisar 40 – 60 % (Swansburg,
2000). Dengan demikian, rumah sakit perlu melakukan pengelolaan sumber daya manusia
(SDM) perawat, antara lain dengan memperhatikan sistem pengembangan karir perawat.
Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana karir
yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan
keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik sesuai dengan kemampuan dan
potensi perawat (Marquis&Huston, 2010).
Dalam pusat pelayanan kesehatan pelayanan keperawatan merupakan bagian yang sangat
penting dan menjadi tolak ukur dari keberhasilan tujuan pencapaian pelayanan kesehatan
di tempat tersebut. Hal ini berkaitan dengan kepemimpinan perawat dalam pelayanan
keperawatan dan tuntutan profesi sebagai tuntutan global yang seiring dengan
perkembangan dan perubahan memerlukan pengelolaan secara profesional, dalam
mencapai tujuan pelayanan keperawatan yang baik di suatu pusat pelayanan kesehatan
maka diperlukan Pemimpin keperawatan yang profesional, dan hal itupun ditentukan dari
gaya kepemimpinan keperawatan di tempat pelayan kesehatan.
Penataan sistem jenjang Karir berdasar kompetensi untuk meningkatkan kepuasan kerja dan
Kinerja perawat di Rumah sakit

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Mengetahui peran pemimpin dalam praktek professional dan pengembangan karir perawat
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui model – model praktek keperawatan
b. Mengetahui peran pemimpin dalam praktek keperawatan
c. Menganalisa pengembangan karir perawat

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral
dari pelayanan kesehatan. Didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup
seluruh proses kehidupan manusia.

Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan system
klien dan tenaga kesehatan lain dalam membrikan asuhan keperawatan sesuai lingkup
wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk praktik
keperawatan individual dan berkelompok

Pengaturan penyelenggaraan praktik keperawatan bertujuan untuk memberikan


perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan
keperawatan. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang
diberikan oleh perawat.
Jenjang Karir professional merupakan system untuk meningkatkan kinerja dan
profesionalisme, sesuai dengan bidang pekerjaan melalui peningkatan kompetensi.
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok untuk
mencapai tujuan dalam situasi tertentu Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard ( 1982).
Pemimpin dalam keperawatan seseorang yang dapat mempersatukan orang-orang dan dapat
mengarahkannya sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan
yang di inginkan oleh seorang pemimpin, maka ia harus mempunyai kemampuan untuk
mengatur lingkungan kepemimpinannya. Jadi dalam kepemimpinan ada keterkaikan antara
pemimpin dengan berbagai kegiatan yang di hasilkan oleh pemimpin tersebut.

B. PERAN PROFESIONAL PEMIMPIN

Komitmen manajemen menciptakan jalur karir dapat menjadi kerangka kerja untuk
mengembangkan pengetahuan klinik melalui praktek keperawatan di rumah sakit (Benner,
84).
Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota
suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus
mengmbangkan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai
dengan profesinya itu.

Maka profesionalisme adalah suatu bentuk komitmen para anggota suatu profesi untuk
selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas
keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan.

Robbins (1989) mendefinisikan “kepemimpinan (leadership) sebagai kemampuan untuk


mempengaruhi sebuah kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan
tertentu”.

Dapat dipahami kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam


mempangaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan
perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.

Penelitian mengenai kompetensi yang harus di miliki oleh seorang pemimpin (Harris dan
Belakley 1999), Kompetensi tersebut di kategori kan menjadi 7 yaitu :
a. Kepemimpinan,
b. pengambilan keputusan dan perencanaan
c. Hubungan masyarakat/ komunikasi
d. Anggaran
e. Pengembangan
f. Personalitas
g. Perilaku
h. Negosiasi

Dalam melaksanakan tugas profesi, seorang pemimpin profesional harus dapat bertindak
objektif, yang artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan
bertindak ataupun dalam mengeluarkan suatu keputusan didasarkan pada suatu
pertimbangan yang matang bukan atas dorongan ataupun intervensi dari pihak lain serta
konsekuen dan bertanggung jawab dengan hal tersebut. Peran profesional pemimpin sangat
penting dalam hal untuk menyusun perencanaan, Melakukan pengorganisasian mengatur
ketenagaan , melakukan pengarahan, dan pengendalian sebagai upaya management risiko
terhadap pelayanan keperawatan yang di erikan kepada pasien . Sehingga pelayanan
keperawatan yang di berikan menjadi berkualitas, aman dan tidak berisiko menimbulkan
cidera pada pasien

C. PRAKTEK PROFESIONAL DAN PENGEMBANGAN KARIER

Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat Keperawatan
ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit

Terdapat tiga hal pokok yang ada didalam diri seorang profesional, diantaranya meliputi:

1.Skill, artinya orang tersebut harus benar-benar ahli di bidangnya.

2.Knowledge, artinya orang tersebut harus dapat menguasai, minimalnya berwawasan


mengenai ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya.

3.Attitude, artinya bukan hanya pintar, akan tetapi harus memiliki etika yang diterapkan
didalam bidangnya

Pengembangan karir adalah perencanaan dan implementasi rencana karir dan dapat
dipandang sebagai proses hidup kritis yang melibatkan individu dan pegawai (Marquis &
Huston, 2010). Bahwa untuk pengembangan tenaga kesehatan diarahkan untuk
meningkatkan mutu dan karir tenaga kesehatan yang salah satunya diberikan oleh perawat.

Untuk itu diperlukan suatu mekanisme dalam upaya meningkatkan profesionalisme perawat
melalui penataan jenjang karir perawat, berdasarkan pertimbangan tersebut sebagaimana
dimaksud maka di buat Peraturan Menteri Kesehatan no 40 th 2017 tentang Pengembangan
Jenjang Karir Profesional Perawat Klinis.

Pengembangan karir profesional perawat dalam bentuk jenjang karir perawat merupakan
sistem untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme, sesuai dengan bidang pekerjaan
melalui peningkatan kompetensi yang menghasilkan kinerja profesional.
Jenjang karir mempunyai makna tingkatan kompetensi untuk melaksanakan asuhan
keperawatan yang akuntabel dan etis sesuai batas kewenangan. Adanya jenjang karir
perawat dapat meningkatkan pelayanan profesional perawat.

Nelson, Sassaman, dan Phillips (2008) mengemukakan bahwa program jenjang karir
perawat dirancang untuk menginspirasi dan menghargai keunggulan klinis yang dimiliki.
Pengembangan karir perawat dalam konteks penghargaan dapat berupa penghargaan level
kompetensi dan kewenangan yang lebih tinggi, juga diikuti dengan penghargaan material
yang memperhatikan tingkatan level karir dari setiap jenjang karir profesional.

Perawat profesional diharapkan mampu berpikir rasional, mengakomodasi kondisi


lingkungan, mengenal diri sendiri, belajar dari pengalaman dan mempunyai aktualisasi diri
sehingga dapat meningkatkan jenjang karir profesinya.

Pengembangan karir profesional perawat mencakup empat peran utama perawat yaitu,
Perawat Klinis (PK), Perawat Manajer (PM), Perawat Pendidik (PP), dan Perawat
Peneliti/Riset (PR).

a. Perawat Klinis (PK) yaitu, perawat yang memberikan asuhan keperawatan langsung
kepada klien sebagai individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.
b. Perawat Manajer (PM) yaitu, perawat yang mengelola pelayanan keperawatan di
sarana kesehatan, baik sebagai pengelola tingkat bawah (front line manager), tingkat
menengah (middle management), maupun tingkat atas (top manager).
c. Perawat Pendidik (PP) yaitu, perawat yang memberikan pendidikan kepada peserta
didik di institusi pendidikan keperawatan.
d. Perawat Peneliti/Riset (PR) yaitu, perawat yang bekerja di bidang penelitian
keperawatan/kesehatan.

Masing-masing pengembangan karir perawat di Rumah Sakit maupun Pelayanan Primer


memiliki 5 (lima) level yaitu, level I sampai dengan level V.
Jalur perawat klinis memungkinkan peralihan jalur karir ke Perawat Manajer, Perawat
Pendidik, atau Perawat Riset. Peralihan jalur karir akan diatur dalam pedoman yang terpisah
dari pedoman ini.

Pedoman ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan nasional dalam upaya
pengembangan karir perawat yang melaksanakan praktik keperawatan baik di fasilitas
pelayanan kesehatan rujukan maupun primer.

D.Metode Penugasan
1. Metode Fungsional

Model pemberian asuhan keperawatan ini berorientasi pada penyelesaian tugas dan
prosedur keperawatan. Perawat ditugaskan untuk melakukan tugas tertentu untuk
dilaksanakan kepada semua pasien yang dirawat di suatu ruangan. Model ini digambarkan
sebagai keperawatan yang berorientasi pada tugas dimana fungsi keperawatan tertentu
ditugaskan pada setiap anggota staff. Setiap staff perawat hanya melakukan 1-2 jenis
intervensi keperawatan pada semua pasien dibangsal. Misalnya seorang perawat
bertanggung jawab untuk pemberian obat-obatan, seorang yang lain untuk tindakan
perawatan luka, seorang lagi mengatur pemberian intravena, seorang lagi ditugaskan pada
penerimaan dan pemulangan, yang lain memberi bantuan mandi dan tidak ada perawat yang
bertanggung jawab penuh untuk perawatan seorang pasien.
Gambar 1.1 : Sistem pemberian asuhan keperawatan fungsional (Marquis & Huston, 1988)

2. Metode TIM
Metode tim adalah pengorganisasian pelayanan keperawatan dengan menggunakan tim
yang terdiri atas kelompok klien dan perawat. Kelompok ini dipimpin oleh perawat yang
berijazah dan berpengalaman kerja serta memiliki pengetahuan dibidangnya (Regestered
Nurse). Pembagian tugas dalam kelompok dilakukan oleh pimpinan kelompok/ ketua group
dan ketua group bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota group / tim. Selain itu
ketua group bertugas memberi pengarahan dan menerima laporan kemajuan pelayanan
keperawatan klien serta membantu anggota tim dalam menyelesaikan tugas apabila
menjalani kesulitan dan selanjutnya ketua tim melaporkan pada kepala ruang tentang
kemajuan pelayanan / asuhan keperawatan terhadap klien.
Gambar 1.2 : Sistem pemberian asuhan keperawatan tim (Marquis & Huston, 1998)

3. Metode Primer
Keperawatan primer merupakan suatu metode pemberian asuhan keperawatan di mana
perawat primer bertanggung jawab selama 24 jam terhadap perencanaan pelaksanaan
pengevaIuasi satu atau beberapa klien dan sejak klien masuk rumah sakit sampai pasien
dinyatakan pulang. Selama jam kerja, perawat primer memberikan perawatan langsung
secara total untuk klien. Ketika perawat primer tidak sedang bertugas, perawatan
diberikan/didelegasikan kepada perawat asosiet yang mengikuti rencana keperawatan yang
telah disusun oleh perawat primer.
Menurut Ratna S. Sudarsono (2000), bahwa penetapan sistem model MAKP didasarkan
pada beberapa alasan, yaitu :
a. Keperawatan primer tidak digunakan secara murni, karena perawat primer harus
mempunyai latar belakang pendidikan SI keperawatan atau setara
b. Keperawatan tim tidak digunakan secara murni , karena tanggung jawab asuhan
keperawatan pasien terfragmentasi pada berbagai tim
c. Melalui kombinasi kedua model ini diharapkan komunitas asuhan keperawatan dan
akountabilitasnya terdapat pada primer.

4. Metode Modifikasi
Metode modifikasi adalah penggunaan metode asuhan keperawatan dengan modifikasi
antara tim dan primer.
Menurut Sudarsono (2000), MPKP dikembangkan beberapa jenis sesuai dengan kondisi
sumber daya manusia yang ada, antara lain adalah:
a. Model Praktek Keperawatan Profesional III
Melalui pengembangan model PKP III dapat berikan asuhan keperawatan profesional
tingkat III. Pada ketenagaan terdapat tenaga perawat dengan kemampuan doktor dalam
keperawatan klinik yang berfungsi untuk melakukan riset dan membimbing para perawat
melakukan riset serta memanfaatkan hasil-hasil riset dalam memberikan asuhan
keperawatan
b. Model Praktek Keperawatan Profesional II
Pada model ini akan mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat II. Pada
ketenagaan terdapat tenaga perawat dengan kemampuan spesialis keperawatan yang
spesifik untuk cabang ilmu tertentu. Perawat spesialis berfungsi untuk memberikan
konsultasi tentang asuhan keperawatan kepada perawat primer pada area spesialisnya.
Disamping itu melakukan riset dan memanfaatkan hasil-hasil riset dalam memberikan
asuhan keperawatan. Jumlah perawat spesialis direncanakan satu orang untuk 10 perawat
primer pada area spesialisnya. Disamping itu melakukan riset dan memanfaatkan hasil-hasil
riset dalam memberikan asuhan keperawatan. Jumlah perawat spesialis direncanakan satu
orang untuk 10 perawat primer (1:10)
c. Model Praktek Keperawatan Profesional I
Pada model ini perawat mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat I dan
untuk itu diperlukan penataan 3 komponen utama yaitu: ketenagaan keperawatan, metode
pemberian asuhan keperawatan yang digunakan. Pada model ini adalah kombinasi metode
keperawatan primer dan metode tim disebut tim primer.
d. Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula
Model Praktek Keperawatan Profesional Pemula (MPKP) merupakan tahap awal untuk
menuju model PKP. Model ini mampu memberikan asuhan keperawatan profesional tingkat
pemula. Pada model ini terdapat 3 komponen utama yaitu: ketenagaan keperawatan, metode
pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi asuhan keperawatan

BAB III
KESIMPULAN

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan rumah sakit memegang peranan penting dalam
upaya mencapai tujuan pembanguan kesehatan. Oleh karena itu keberhasilan pelayanan
tergantung dengan partisipasi perawat, karena perawat yang bertugas 24 jam melayani dan
memberikan asuhan ke pasien.
Dengan demikian rumah sakit harus melalukan pengembangan sumber daya manusia (
SDM ) perawat dengan memperhatikan pengembangan karir perawat.
Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan penerapan rencana
karir yang dapat di gunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan
keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik sesuai dengan kemampuandan
potensi perawat.
Sistem jenjang karir perawat merupakan system untuk meningkatkan kinerja dan
profesionalisme sesuai bidang pekerjaan melalui peningkatan kompetensi. Jenjang karir
perawat di luar negeri secara umum di kembangkan berdasarkan kompetensi. Evaluasi
terhadap penerapan system jenjang karir berdasar kompetensi di beberapa rumah sakit di
Indonesia di Indonesia terbukti secara klinik dan riset dapat meningkatkan kepuasan kerja
dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

Marquis, BL & Huston, Cj (1998), Management Decision Making For Nurses, 124 Cases
Studies, 3 Ed. Philadelphia : JB Lippincott

Rawat, Penerbit Buku Kedokteran, Jakarta Sitorus, R, Yulia (2006). Model Praktik
Keperawatan Profesional di Rumah Sakit; Penataan Struktur dan Proses (Sistem)
Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang

Manajemen Resiko , penerbit Raja, Grafindo , Jakarta dr Tutik ( 2019 ) Manajemen Resiko
bagi Manajer keperawtan dalam meninkatan mutu dan keselamatan pasien

Nursalam (2015), Manajemen Keperawatan. Aplikasi dalam Praktek Keperawatan


Proffesional. Jakarta : Salemba Medika

Danim, S. 2002. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga


Kepandidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Robbins, S.P. 1989. Organizational Behavior. New York: Prentice Hall, Inc.

Marquis, B.L. & Huston, C., J. ( 2010). Kepemimpinan dan manajemen keperawatan: teori
& aplikasi, ed 4, alih Bahasa, Widyawati dkk, Editor edisi bahasa Indonesia Egi komara
yuda dkk, Jakarta: EGC (Indonesia, 2017)

Indonesia, K. K. (2017). Pengembangan Jenjang Karir Profesional Perawat


Klinis. Jakarta.

Suroso, J. (2011). Penataan Sistem Jenjang Karir Berdasar Kompetensi


Untuk meningkatkan Kepuasan Kerja dan Kinerja Perawat di Rumah Sakit.
Ekplanasi vol 6 Nomor 2 .
Suroso, J. (2011). Penataan Sistem Jenjang Karir Berdasar Kompetensi Untuk meningkatkan
Kepuasan Kerja dan Kinerja Perawat di Rumah Sakit. Ekplanasi vol 6 Nomor 2 .