Anda di halaman 1dari 11

PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN

DI SD NEGERI TINJOMOYO 01

Dosen Pembimbing: Ns. Ahmad Pujianto, S.Kep., M.Kep.

DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERSAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2018
MENGENALKAN SISTEM REPRODUKSI PADA ANAK DAN
MENJAGA KEBERSIHAN REPRODUKSI

1. Mengenalkan Perbedaan Lawan Jenis


Jelaskan bahwa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan yang memiliki
perbedaan jenis kelamin. Hal ini yang menyebabkan beberapa hal menjadi berbeda, seperti
cara berpakaian, gaya rambut, cara buang air kecil. Terangkan bahwa anak laki-laki jika
sudah besar akan jadi ayah dan anak perempuan akan menjadi ibu. Tugas utama ayah adalah
mencari nafkah, walaupun harus tetap memperhatikan keluarga. Adapun tugas utama ibu
adalah mengatur rumah tangga dan keluarga. Namun, tidak menutup kemungkinan seorang
ibu membantu ayah dalam mencukupi kebutuhan. Dengan demikian, anak bisa memahami
peran jenis kelamin dengan baik dan benar.

2. Memperkenalkan Organ Seks


Caranya cukup mudah, misalnya dengan menggunakan boneka ataupun ketika mandi.
Perkenalkan anak secara singkat organ tubuh yang dimiliki, seperti rambut, kepala, tangan,
kaki, perut, serta jangan lupa penis dan vagina. Terangkan juga fungsi dari anggota tubuh dan
cara pemeliharaannya agar terhindar dari kuman penyakit.

3. Menghindari Anak Dari Kemungkinan Pelecehan Seksual


Tegaskan pada anak bahwa alat kelamin tidak boleh dipertontonkan secara sembarangan.
Tumbuhkan rasa malu pada anak, misalnya ketiika keluar dari kamar mandi hendaknya
mengenakan pakaian atau handuk penutup. Selain itu, jika ada yang menyentuhnya, segera
laporkan pada orang tua atau guru di sekolah. Anak boleh teriak sekeras-kerasnya dalam hal
ini untuk melindungi dirinya.

4. Informasikan Tentang Asal-Usul Anak


Untuk anak usia prasekolah, bisa diterangkan bahwa anak berasal dari perut ibu, misalnya
sambil menunjuk perut ibu atau pada ibu yang sedang hamil. Sejalan dengan usia, anak boleh
diterangkan bahwa seorang anak berasal dari sel telur ibu yang dibuahi oleh sperma yang
berasal dari ayah. Tekankan bahwa pembuahan boleh atau bisa dilakukan setelah wanita dan
pria menikah.
5. Persiapan Menghadapi Masa Pubertas
Informasikan bahwa seiring bertambahnya usia, anak akan mengalami perubahan dan
perkembangan. Perubahan yang jelas terlihat adalah ketika memasuki masa pubertas. Anak
perempuan akan mengalami menstruasi/haid, sedangkan anak laki-laki mengalami mimpi
basah. Hal ini menandai juga perubahan pada bentuk tubuh dan kualitas, misalnya bagian
dada yang membesar pada wanita dan suara yang memberat pada seorang pria. Organ
Reproduksi, adalah bagian tubuh yang sangat penting dalam proses reproduksi sehingga perlu
dirawat dan dijaga kebersihannya.
a. Menstruasi

Menstruasi adalah proses ilmiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi


merupakan pendarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan
telah berfungsi matang. Pada wanita biasanya pertama kali mengalami menstruasi pada
umur 12-16 tahun. Siklus menstruasi normal setiap 22-35 hari dengan lamanya
menstruasi selama 2-7 hari.

Apa tanda dan gejalanya?


Data medis terakhir menyebutkan bahwa ditemukan lebih dari 100 gejala
yang berhubungan dengan PMS, tetapi yang paling sering dialami perempuan, antara
lain:
− Pembengkakan dan rasa nyeri pada payudara
− Timbul jerawat
− Nafsu makan meningkat, terutama terhadap cemilan yang manis dan asin
− Berat badan bertambah
− Perut terasa mulas dan kembung, bahkan kadang-kadang keram
− Konstipasi (sembelit)
− Sakit kepala
− Pegal linu, keram
− Kadang-kadang terjadi pembengkakan di ujung-ujung jari, tangan, atau kaki
− Nyeri punggung
− Lemas dan lesu
− Mudah lelah
− Mudah cemas dan tersinggung, uring-uringan, depresi
− Sulit berkonsentrasi
− Gangguan tidur (insomnia)
Beberapa tanda-tanda adanya masalah dalam menstruasi yang perlu
dikonsultasikan kepada dokter, antara lain :

1. Apabila haid itu tidak terartur.


2. Timbul nyeri hebat terutama jika baru muncul kemudia yang di perkirakan ada
gangguan dalam organ reproduksi, terutama jika rasa nyeri itu semakin lama
semakin bertambah intensitasnya.
3. Satu hal yang perlu di waspadai adalah jika darah mengalir sangat berlebihan
sehingga membutuhkan pembalut yang sangat banyak.
4. Panjang haid lebih dari sembilan hari.
5. Warna darah
 Cokelat gelap
Warna darah cokelat gelap menandakan darah sudah disimpan di dalam
rahim untuk waktu yang lama. Biasa terlihat di pagi hari.
 Merah
Ini normal karena tubuh langsung menumpahkannya. Aliran deras dan
dilepaskan dengan sangat cepat.
 Merah atau Cranberry
Warna yang sehat dan normal untuk jangka waktu tertentu. Warna ini
biasanya terlihat pada hari ke-2 masa periode. Para ahli menjelaskan, mereka
yang memiliki waktu siklus yang lama, warna yang semulanya cranberry
berubah menjadi lebih merah.
 Hitam atau abu-abu
Warna ini mengkhawatirkan. Jika Anda melihatnya, tidak boleh diabaikan.
Abu-abu atau hitam mengacu pada infeksi di rahim.
 Orange
Warna oranye terlihat ketika darah tercampur cairan dari leher rahim.
Darah berwarna oranye cerah juga mungkin menunjukkan adanya infeksi.
Konsultasikan ke dokter dan jangan mengabaikannya.
Management kesehatan menstruasi

Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan memungkinkan


perempuan tidak berprilaku higienis pada saat menstruasi dan personal hygeine yang
kurang pada remaja akan menimbulkan masalah kesehatan reproduksi. Personal
Hygiene Menstruasi adalah kebersihan diri seorang wanita ketika menstruasi yang
bertujuan untuk mencegah penyakit serta meningkatkan perasaan sejahtera (Clement,
2011).

1. Perawatan kulit dan wajah


Wajah merupakan bagian yang paling sensitive bagi seorang remaja terutama
remaja putri. Pada saat menstruasi kelenjar sebascus akan meningkat sehingga
produksi keringat meningkat, oleh sebab itu mencuci muka dua sampai tiga kali sehari
dapat membantu mencegah timbulnya jerawat (Renda,Permai, 2013).
2. Kebersihan Tubuh
Kebersihan tubuh pada saat menstruasi juga sangat penting diperhatikan, dan
sebaiknya mandi 2 kali sehari, dengan sabun biasa, pada saat mandi organ reproduksi
terluar perlu cermat dibersihkan. Cara membersihkan daerah kewanitaan yang terbaik
adalah membasuhnya dengan air bersih, selain itu yang harus diperhatikan ketika
membasuh daerah kewanitaan,terutama setelah buang air besar (BAB), yaitu dengan
membasuhnya dari arah depan ke belakang (dari vagina kearah anus), bukan
sebaliknya. Karena jika terbalik arah, maka kuman dari daerah anus akan terbawa ke
depan dan dapat masuk ke dalam vagina. Saat membersihkan alat kelamin , tidak
perlu menggunakan cairan pembersih karena cairan tersebut akan makin merangsang
bakteri yang menyebabkan infeksi. Apabila menggunakan sabun , sebaiknya gunakan
sabun lunak( dengan pH 3,5) misalnya sabun bayi yang biasanya ber pH netral.
Penghilangan sabun dengan air sampai bersih sangat diharuskan, selanjutnya di
kerinkan menggunakan tissue toilet (Renda, Permai, 2013) Mandi dengan air hangat
lebih baik apalagi, jika seorang wanita mengalami nyeri haid. Air hangat bisa
membantu melenturkan otot serta merilekskan tubuh, sehingga seusai mandi seorang
wanita akan merasa lebih segar dan siap kembali beraktifitas.

3. Kebersihan pakaian sehari-hari


Mengganti pakaian setiap hari sangatlah penting terutama pakaian
dalam.Celana dalam yang baik adalah yang berbahan katun dan tidak ketat, serta
dapat mencover daerah pinggul agar dapat menopang pembalut dengan kuat.Jangan
menggunakan sejenis G-string atau yang minimalis.Celana dalam yang ketat membuat
sirkulasi udara tidak lancar.Akibatnya, membuat kulit iritasi.Keringat yang tidak
terserap dengan baik juga beresiko mengundang kuman jahat untuk bersarang.
4. Tips Mencuci Celana Dalam
Ketika saat haid, tak jarang celana dalam kita lebih kotor dari biasanya karena
ada bercak darah yang menempel dan kadang kadang noda darah tersebut sulit untuk
dihilangkan.Untuk mengatasi hal ini celana dalam dicuci dengan menggunakan air
hangat agar bercak darah lebih cepat hilang. Selanjutnya sabun mandi atau sabun mild
ditambahkan padanya, jangan menggunakan detergen karena akan mengubah sifat
dari celana dalam dan berpengaruh terhadap daerah kewanitaan wanita. Jika noda sulit
dihilangkan, celana dalam tersebut rendam selama setengah jam sebelum dicuci
menggunakan tangan.
5. Penjagaan Kebersihan Pembalut
Pada masa awal menstruasi, biasanya darah yang keluar banyak maka
diperlukan penggantian pembalut lebih dari 3kali sehari. Hal ini karena jika terlalu
lama tidak diganti, menyebabkan pembalut jadi sangat kotor oleh darah, dan inibisa
menjadi tempat bersarangnya banyak bakteri dan jamur. Sehingga, jika tidak secara
berkala diganti, bakteri akan berkembang dan membuat daerah kewanitaan
bermasalah.(dr Poedyo Armanto, Rachmad SpOG, 2016)
6. Pemilihan Pembalut
Pemilihan pembalut juga merupakan hal yang krusial. Seorang Wanita diharapkan
dapat memilih pembalut yang tepat .Kesalahan memilih pembalut bisa berakibat
iritasi kulit, alergi, hingga penyakit kulit dan infeksi.Pembalut yang baik adalah yang
memiliki permukaan halus dan berdaya serap tinggi .Pembalut juga tidak
mengandung pewangi dan materialnya tidak terlalu padat alias ringan. Semua kriteria
ini agar sirkulasi udara di vagina tetap terjaga, senantiasa kering sebab keadaan
lembab membuat bakteri lebih mudah berkembang biak dan menyebabkan
iritasi.Pemilihan pembalut dengan kriteria di atas juga disesuaikan dengan aktivitas
yang akan dilakukan seorang wanita. Misalnya pembalut yang lebih lebar saat tidur
dan pembalut tipis saat beraktivitas.
Pemeliharaan Organ Reproduksi Remaja Perempuan
1. Tidak memasukkan benda asing ke dalam vagina.
2. Menggunakan celana dalam yang menyerap keringat.
3. Tidak menggunakan celana yang terlalu ketat.
4. Jangan sering menggunakan antiseptik untuk mencuci alat kelamin,
khususnya vagina karena akan mematikan mikroorganisma yang secara
alamiah dapat melindungi vagina.

5. Setelah buang air besar, bersihkan alat kelamin dari depan ke belakang
menuju lubang pembuangan dan bukan sebaliknya.
6. Sepatutnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua
kali untuk menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam
yang dapat mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa
menempel di alat kelamin. Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam
dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri, karena setiap orang
memiliki kondisi kelamin yang berbeda.
7. Ketika di toilet umum sebaiknya gunakan selalu air yang keluar melalui
keran atau tissu dan hindari penggunaan dari bak/ember, karena menurut
penelitian air yang tergenang di toilet umum mengandung 70% jamur
candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina).

Salah satu masalah yang sering terjadi pada perempuan adalah Keputihan.
Keputihan merupakan keluarnya cairan selain darah dari vagina di luar kebiasaan,
baik berbau ataupun tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Penyebab keputihan
dapat secara normal yang dipengaruhi oleh hormon tertentu. Cairannya berwarna
putih, tidak berbau, dan jika dilakukan pemerikasaan laboratorium tidak menunjukkan
adanya kelainan. Keputihan yang abnormal bisa disebabkan oleh infeksi /peradangan
yang terjadi karena mencuci vagina dengan air kotor, pemakaian pembilas yang
berlebihan, adanya benda asing dalam vagina. Selain karena infeksi keputihan dapat
juga disebabkan oleh masalah hormonal, celana yang tidak menyerap keringat, dan
penyakit menular seksual. Cairannya berwarna putih/hijau/kuning, berbau, sangat
gatal, dan disertai nyeri perut bagian bawah.
b. Mimpi basah
Mimpi basah pertama terjadi pada masa remaja laki-laki sekitar 9-14 tahun. Mimpi
basah umumnya terjadi secara periodik, berkisar setiap 2-3 minggu. Mimpi basah
merupakan pengeluaran cairan sperma yang tidak diperlakukan secara alamiah.
Ketika testis mulai berproduksi, maka setiap hari testis memproduksi sperma. Jika
produksi air mani tidak disalurkan keluar maka air mani akan keluar dengan
sendirinya pada saat tidur baik melalui mimpi atau tidak. Remaja laki-laki tidak perlu
merasa takut atau malu ketika mengalami mimpi basah. Sebaliknya harus merasa
bersyukur karena itu merupakan salah satu tanda kedewasaan.
Pemeliharaan Organ Reproduksi Remaja Laki-laki
1. Tidak menggunakan celana yang ketat yang dapat mempengaruhi suhu testis,
sehingga dapat menghambat produksi sperma.
2. Melakukan sunat, untuk mencegah penumpukan kotoran atau smegma (cairan
dalam kelenjar sekitar alat kelamin dan sisa air seni) sehingga alat kelamin
menjadi bersih.
3. Tidak menggunakan celana yang terlalu ketat.
4. Setiap kali buang air, siramlah (basuh) alat kelamin dengan air yang bersih.
5. Menggunakan celana dalam yang menyerap keringat.
6. Sepatutnya dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali
untuk menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam yang dapat
mudah menyerap keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin.
Hindari untuk saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu
keluarga sendiri, karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.

B. Pemeliharaan sampah untuk kelestarian lingkungan

Hampir semua aktivitas yang dijalankan manusia pada akhirnya akan


meninggalkan bekas atau sisa kegiatan yang berupa sampah. Mulai dari kegiatan
rumah tangga seperti memasak, hingga perbaikan rumah, penggunaan produk-produk
seperti produk mandi, makan dan lain sebagainya. Sehingga manusia adalah penghasil
sampah yang utama, dan jika pengelolaannya diabaikan, maka sampah akan
menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius. Manik, (2004: 67) juga membagi
jenis sampah berdasarkan zat pembentuknya, yang dibedakan menjadi 2 yaitu sampah
organik dan sampah anorganik:
a. Sampah organik
Sampah yang terdiri dari bahan penyusun hewan dan tumbuhan digolongkan
ke dalam sampah organik. Selain hewan dan tumbuhan juga ada komponen lainnya
yaitu sisa makanan dan kertas.
b. Sampah anorganik
Sampah yang berasal dari sumberdaya alam tak terbaharui digolongkan
kedalam sampah anorganik, seperti mineral, eksplorasi minyak dan proses industri.
Pada umumnya sampah ini tidak dapat diuraikan atau sulit diuraikan secara alami.
Berikut ini adalah gangguan-gangguan yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak
dikelola dengan baik:
1. Gangguan estetika, atau dengan kata lain mengurangi atau mengganggu
kenyamanan karena menimbulkan bau tak sedap, mengotori sumber air, dan
mengganggu pemandangan.
2. Mendorong terjadinya banjir. Bila kita membuang sampah pada saluran air
buangan atau sungai, maka sampah dapat menyumbat saluran tersebut. Jika pada
musim kemarau sampah akan mengganggu kenyamanan, maka pada musim
penghujan sampah dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, sampah terbawa air
dan dapat menyebabkan kerusakan pada jalan atau mengotori lingkungan.
3. Dapat menimbulkan kecelakaan, misalnya sampah seperti kaleng bekas, pecahan
kaca dan paku dapat menimbulkan luka.
4. Sarang kuman penyakit. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang cacing,
lalat, tikus, nyamuk, kecoa yang dapat menyebabkan ataupun menularkan
penyakit.
Beberapa penyakit yang timbul karena sampah diantaranya sakit saluran
pencernaan seperti muntaber, mencret, disentri, tipus, dan juga kecacingan. Sampah
juga dapat menyebabkan sakit demam berdarah dan penyakit “kaki gajah”, serta sakit
kulit selain itu dalam melakukan pengolahan sampah, untuk memudahkan penguraian
maka pemilahan sampah dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
1. Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.
Sampah dapat dibagi menjadi dua macam, yakni (a) Sampah yang mudah
membusuk, contoh: sisa sayuran, kulit buah, potongan ayam atau daging, daun-
daunan, dan lain sebagainya. (b) Sampah yang tidak mudah membusuk, contoh:
kertas bekas, kaleng susu, pecahan kaca, dan lain sebagainya.
2. Sampah yang mudah membusuk seperti kulit telur, daun, kulit buah, sisa sayuran,
dan lain sebagainya, dapat dijadikan pupuk.
3. Sampah yang tidak mudah membusuk seperti kaleng, bekas shampoo, sabun cair,
botol, kertas, dan sebagainya dapat di buat kerajinan.
1. Tong sampah warna merah untuk limbah B3 (limbah berbahaya dan beracun)
contoh batu baterai bekas, pestisida, hairspray.
2. Tong sampah hijau untuk sisa makanan, tulang, daun.
3. Tong sampah warna kuning untuk bungkus kemasan makanan, plastik, kaleng
makanan.
Sumber :
http://staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/marita-ahdiyana-sip-msi/meningkatkan-
kepedulian-terhadap-kelestarian-lingkungan-hidup.pdf

Kusmiran, E. (2013). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita (edisi kesatu). Jakarta:
Salemba Medika.