Anda di halaman 1dari 4

Patient safety (keselamatan pasien) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah

sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Hal ini termasuk : assesment/analisa
resiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insident dan tindak
lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko. Sistem
ini mencegah terjadinya cedera yang di sebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya
dilakukan (DepKes RI, 2006)

Langkah – Langkah Pelaksanaan Patient Safety

WHO  Sembilan solusi keselamatan Pasien

1. Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan mirip (look-alike, sound-alike


medication names)

2. Pastikan identifikasi pasien

3. Komunikasi secara benar saat serah terima pasien

4. Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar

5. Kendalikan cairan elektrolit pekat

6. Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan

7. Hindari salah kateter dan salah sambung slang

8. Gunakan alat injeksi sekali pakai

9. Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi nosokomia


UNIVERSAL PRECAUTION

Universal Precaution (Kewaspadaan Universal) adalah tindakan pengendalian


infeksi yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi resiko
penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan tubuh
dapat berpotensi menularkan penyakit baik berasal dari pasien maupun petugas
kesehatan

PRINSIP UNIVERSAL PRECAUTION


 – Menjaga Higyene sanitasi individu
 Higyene sanitasi ruangan
 Sterilisasi peralatan

Dasar kewaspadaan universal meliputi :


 Pengelolaan alat kesehatan (dekontaminasi, disinfeksi dan sterilisasi)
 Cuci tangan untuk mencegah infeksi silang
 Penggunaan alat pelindung diri ( sarung tangan, masker, apron, sepatu boot )
 Pengelolaan jarum dan alat tajam
 Pengelolaan Limbah
Pencegahan Molluscum Contagiosum
Karena molluscum contagiosum dapat menyebar ke area tubuh lainnya dan juga
menular pada orang lain, cara yang bisa kita lakukan agar tidak terjadi penyebaran
dan penularan di antaranya adalah dengan tidak menyentuh atau menggaruk bagian
yang terkena molluscum contagiosum, menutup bagian tersebut dengan plester, dan
selalu menjaga kebersihan tangan.
Sangat dianjurkan untuk tidak memencet atau menggaruk bintil molluscum
contagiosum. Selain menimbulkan rasa sakit, juga akan meninggalkan jaringan
parut atau bekas luka. Perdarahan yang terjadi akibat memencet bintil tersebut juga
dapat meningkatkan risiko penyebaran ke area tubuh lainnya. Dianjurkan juga
untuk menutupi bagian tubuh yang terinfeksi molluscum contagiosum dengan kain
setiap saat.
Bagi orang-orang yang ada di sekitar penderita molluscum contagiosum,
dianjurkan untuk tidak menyentuh kulit penderita, tidak memakai benda yang
sebelumnya digunakan oleh penderita (pakaian, handuk, seprai, atau sisir), serta
tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita.
Pencegahan Impetigo
Pencegahan impetigo yang terbaik adalah berusaha menjaga kebersihan tubuh
anda dengan sebaik mungkin agar terbebas dari bakteri yang menjadi penyebab
dari impetigo. Caranya sebagai berikut:
 Mencuci tangan secara teratur
 Mandi secara teratur
 Membersihkan dan menutupi luka apapun yang terjadi pada kulit agar tidak
terjadi peradangan yang lebih parah lagi
 Menggunakan sabun antibakteri untuk mencuci tangan
 Menggunakan handuk bersih atau tisu higenis untuk mengeringkan tubuh atau
tangan
 Cuci seprai dan pakaian dengan menggunakan air panas
 Membersihkan lantai di rumah dengan produk antibakteri
 Menjaga kuku agar tetap pendek
 Menghindari sekolah dan pusat penitipan anak ketika infeksi impetigo menular
pada anak anda
 Tidak berbagi barang kebersihan pribadi pada orang lain

PENCEGAHAN

Untuk mencegah terjadinya selulitis maka hal-


hal di bawah ini perlu dilakukan:Menjaga kebersihan tubuh dengan
mandi teratur dan menggunakan sabun atau shampo yangmengandung antiseptik,
agar kuman patogen secepatnya hilang dan kulit. Mengatasi faktor predisposisi.
Mengusahakan tidak terjadinya kerusakan kulit atau bila telah terjadi
kerusakankulit berupa luka kecil maka segera dirawat atau diobati.