Anda di halaman 1dari 6

Analisis biaya –volume- Laba

 Pengertian analisis biaya-volume-laba


analisis biaya-volume-laba merupakan alat yang berguna untuk perencanaan dan pembuat
keputusan . analisis BVL menekankan pada hubungan anatara biaya, volume (kuantitas
penjualan), dan harga jual . analisis BVL juga merupakan alat yang berguna untuk
mengidentifikasi permasalahan yang berhubungan dengan perencanaan penjualan dan
membantu perusahaan dalam memecahkan permasalahan tersebut.

 Pendekatan laba oprasi


Diasumsikan bahwa PT Gemah Ripah memproduksi mesin motor. Untuk tahun yang akan
datang , direktur keuangan telah menyiapkan laporan laba rugi prospektif sebagai berikut.

Penjualan ( 1.000 unit @ RP400.000) RP400.000.000


Biaya variabel (325.000.000)
Margin kontribusi RP75.000.000
Biaya tetap (45.000.000)
Laba sebelum pajak RP30.000.000

Berdasarkan data di atas,diketahui bahwa harga jual produksi adalah sebesar RP400.000 per
unit dan biaya variabel adalah sebesar RP325.000 per unit (RP325.000.000/1.000 unit). Biaya
tetap adalah sebesar RP45000.000. pada titik impas, persamaan laba oprasi akan menjadi
sebagai berikut.

0=(RP400.000 x unit)-(RP325.000 x unit)-RP45.000.000


0=RP75.000 x unit- RP45.000.000
RP 75000 x unit =RP45000.000
UNIT= 600

Oleh karna itu, PT GEMAH Ripah harus dapat menjul sebanyak 600 unit mesin motor dalam
rangka menutup semua biaya tetap dan biaya variabel. Salah satu cara yang dapat
digunakan untuk mengecek jawaban tersebut adalah dengan memformulasikan laporan laba
rugi berdasarkan 600 unit penjualan.

Penjualan (600 unit @ Rp400.000) Rp240.000.000


Biaya variabel (195.000.000)
Margin kontribusi RP45.000.000
Biaya tetap (45.000.000)
Laba sebelum pajak RP0
Hasil perhitungan di atas menunjukan bahwa penjualan sebanyak 600 unit menghasilkan
laba sebesar nol.

 Pendekatan margin kontribusi


Margin kontribusi merupakan pendapatan penjualan dikurangi dengan biaya variabel total.
Pada titik impas, besarnya margin kontribusi sama dengan besarnya biaya tetap. Apabila
margin kontribus per unit diganti dengan harga jual per unit dikurangi biaya variabel per unit
pada persamaan laba oprasi dan diproleh jumlah unit, maka akan diproleh persamaan impas
sebagai berikut.

biaya tetap total


jumlah unit =
ℎ𝑎𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡 − 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡

𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙


jumlah unit =
𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 𝑘𝑜𝑡𝑟𝑖𝑏𝑢𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡
margin kotribusi per unit dapat dihitung melaui dua cara. Cara pertama adalah dengan
membagi margin kontribusi total dengan jumlah unit yang dijual, sehingga diproleh margin
kontribusi per unit sebesar RP75.000 (RP75.000.00/1.000). cara kedua adalah mengurangi
harga jual per unit dengan biaya variabel per unit, sehingga diperoleh margin kontribusi per
untik sebesar RP75.000 per unit (RP400.000-RP325.000). dengan cara tersebut akan
diproleh hasil (margin kontribusi per unit) yang sama, yaitu sebesar RP75.000. untuk
menghitung jumlah jumlah unit titik impas, persamaan impas adalah sebagai berikut.

𝑅𝑃45.000.000
jumlah unit =
RP400.000 − RP325.000
𝑅𝑃45.000.000
=
𝑅𝑃75.000
=600 unit

Hasil yang diproleh di atas sama dengan hasil perhitungan yang dilakukan dengan
menggunakan laporkan laba rugi.

 Laba ditargetkan dalam bentuk rupiah


PT Gemah Ripah ingin memproleh laba oprasi sebesar RP60.000.000, tentukan
berapa jumlah mesin motor yang seharusnya dijual untuk mencapai laba tersebut?
Dengan menggunakan pendekatan laporan laba rugi oprasi dapat dihitung sebagai
berikut.

RP60.000.000=(RP400.000 x unit)-(RP325.000 x unit)- RP45.000.000


RP105.000.000=Rp75.000 x unit
Unit=1.400

Apabila menggunakan pendekatan margin kontribusi, perhitungan jumlah unit yang


harus dijual untuk mencapai laba yang ditargetkan dengan sederhana dapat dilakukan
dengan cara menambahkan laba yang ditargetkan sebesar RP60.0000.000 pada biaya
tetap, sehingga akan diperoleh jumlah unit penjualan.

𝑅𝑃45.000.000 + 𝑅𝑃60.0000.000
unit =
𝑅𝑃400.000 − 𝑅𝑃325.000

𝑅𝑃105.000.000
=
𝑅𝑃75.000

=1.400

Dengan demikian PT Gemah Ripah harus dapat menjual sebanyak 1.400 unit mesin
motor agar memproleh laba sebelum laba sebelum pajak sebesar RP60.000.000.
laporan laba rugi berikut ini menunjukkan hasil perhitungan di atas.

Penjualan (1.400 unit @ RP400.000) RP560.000.000


Biaya variabel (455.000.000)
Margin kontribusi RP105.000.000
Biya tetap (45.000.000)
Laba sebelum pajak Rp60.000.000

 Laba ditargetkan dalam persentase pendapatan penjualan


Diasumsikan bahwa PT Gemah Ripah ingin mengetahui jumlah mesin motor yang
harus dijual dalam rangka memproleh laba sebesar 15 persen dari pendapatan
penjualan. Pendapatan penjualan adalah harga jual per unit dikalikan dengan jumlah
unit yang dijual. Oleh karna itu, laba oprasi yang ditargetkan adalah sebesar 15% dari
harga jual dikalikan dengan dengan kuantitas(unit penjualan). Dengan menggunakan
pendekatan laba oprasi, maka akan dihasilkan persamaan sebagai berikut.

0,15 x RP 400.000 x unit =(RP400.000 x unit )- (RP325.000 x unit)- RP45.000.000


RP60.000 x unit= (Rp400.000 x unit) – (RP325.000 x unit) –RP45.000.000
RP60.000 x unit = (RP75000 x unit )- RP45.000.000
RP15000 x unit=RP 45.000.000
Unit =3000
 Target laba setelah pajak
Perlu diingat bahwa laba bersih merupakan laba oprasi setelah dikurangi dengan pajak
dan angka target laba diekspresikan dalam bentuk laba sebelum pajak. Sebagai
akibatnya, apabila laba yang ditargetkan diekspresikan sebagai laba bersih, maka
perlu ditambahkan pajak penghasilan untuk mendapatkan laba oprasi.
Pada umumnya pajak dihitunh sebagai persentase dari laba. Laba setelah pajak
dihitung dengan cara mengurangkan pajak dari laba oprasi sebelum pajak seperti
berikut ini.

Laba bersih = laba oprasi – pajak

= laba oprasi – (tarif pajak x laba oprasi )

= laba oparsi (1- tarif pajak )

Atau

𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
laba operasi =
1 − 𝑡𝑎𝑟𝑖𝑓 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

oleh karna itu, untuk mengorfensi laba setelah pajak menjadi laba sebelum pajak
dengan sederhana dapat di lakukan dengan cara membagi laba setelah pajak dengan
(1 –tarif pajak).

Apabila PT Gemah Ripah ingin memperoleh laba bersih sebesar RP56.250.000


dan tarif pajak yang berlaku adalah sebesar 25%, maka untuk mengoversi target laba
setelah pajak kedalam target laba sebelum pajak diperlukan langkah-langkah sebagai
berikut.

RP56.250.000 = laba operasi - |(0,25 x laba bersih)

RP56.250.000 = 0,75 (laba operasi)

Laba operasi = RP 56.250.000/0,75

Laba bersih = 75.000.000

Dengan kata lain, pengenaan tarif pajak sebesar 25 persen, maka PT Gemah
Ripah harus memperoleh laba sebelum pajak sebesar RP75.000.000 agar dapat
memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp56.250.000. dengan konversi tersebut, maka
dapat dihitung jumlah unit yang harus dijual sebagai berikut.

Unit = RP45.000.000 + RP75.000.000


Unit = RP120.000.000 / RP75.000

Unit = RP1.600

Untuk mengecek jawaban diatas, dapat disiapkan laporan laba rugi berdasarkan
tingkat penjualan sebanyak 1.600 unit mesin motor sebagai berikut

Penjualan (1.600 unit @ RP400.000 RP640.000.000

Biaya variabel (520.000.000)

Margin kontribusi RP120.000.000

Biaya tetap (45.000.000)

Laba sebelum pajak RP75.000.000

Pajak (25% tarif pajak) (18.750.000)

Laba setelah pajak Rp56.250.000

Resiko dan ketidak pastian


Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan oleh manager dalam menghadapi
masalah resiko dan tidak pastian. Dua konsep atau metode yang sangat bermanfaat
bagi manager perusahaan dalam menghadapi masalah resiko dan ketidak pastian
adalah margin of safety (margin aman) dan operating leverage (pengungkit operasi).

Margin of safety
Margin of safety adalah unit penjualan atau yang diharapkan dapat dijual atas volume
infas. Margin of safety juga dapat didefinisikan sebagai pendapatan yang diperoleh
atau pendapatan yang diharapkan akan diperoleh perusahaan diatas volume infas
contoh: apabila volume infas suatu perusahaan adalah sebanyak 200 unit dan saat ini
perusahaan berhasil menjual sebanyak 500 unit maka margi of safetynya adalah
sebesar 300 unit (500 unit – 200 unit)

Operating reverage
Operating reverage merupakan penggunaan biaya tetap untuk meningkatkan
persentase laba yang lebih bersa sebagai akibat terjadinya perubahan aktifitas
penjualan.

Semakin tinggi tingkat operating reverage, semakin besar dampak perubahan tingkat
aktivitas penjualan terhadap laba.