Anda di halaman 1dari 20

Referat

Appendisitis

BAB I

Pendahuluan

Latarbelakang

Appendicitis adalahperadangan pada organ appendix vermiformisatau yang dikenal


juga sebagaiususbuntu. Berdasarkanonsetnya, appendicitis dibagimenjadibeberapamacam,
dari appendicitis akuthinggakronis. Appendicitis akutsendiriadalah salah
satupenyebabkeadaanbedahemergensiterbanyak, yang
ditandaidengangejalaberupanyeriperut pada ulu hati / epigastrium yang
menjalarkekuadrankananbawah. Hinggasaatinipenyebabkeadaanakut abdomen di negara –
negara (negara berkembang dan negara maju) terbanyakadalah appendicitis akut ini.1

Peradangan pada appendix inidapatditemukan pada masyarakatdariberbagaiusia,


dan juga dariberbagaikalangan yang berbeda pula. Terdapatsekitar 250.000 kasus
appendicitisyang terjadi di Amerika Serikatsetiaptahunnya dan terutamaterjadi pada
anakusia 6 – 10 tahun. Di Indonesia sendiribelumada data pasti yang
menyatakanjumlahinsiden appendicitis, namuninsidenterbanyakterjadi pada usia 10 – 30
tahun, denganjumlahpenderitaprialebihbanyakdaripadawanita. Walaupun appendicitis
inidapatditemukan pada berbagaiusia, namunangkakomplikasitertinggiada pada penderita
pada rentangusiamuda (anak – anak) dan usiatua, di mana angkakomplikasiberupaperforasi
appendix diikutidengan peritonitis generalisatacukuptinggi. 2,3

1
Sejalandenganwaktu, insiden appendicitis initerusmeningkat,
halinididugaberkaitandenganpolamakan yang semakinrendahserat, di mana
menyebabkanterbentuknyafaeses yang keras dan kemudianmenyebabkansumbatan pada
lumen appendix sehinggaterjadiperadangan.

Terapidefinitifdari appendicitis,
baikakutmaupunkronisadalahdenganmelakukanpengangkatan appendix yang meradang.
Tindakaninidilakukansecarabedah, dan dapatdilakukandenganbeberapametode, baik
laparotomy, laparoscopy, maupundengan simple appendectomy (insisi pada McBurney)
sesuaidenganindikasinya. Appendicitis akut yang tidakditanganidenganadekuat /
definitifmakaakandapatmenyebabkanperforasidiikutidengan peritonitis yang
dapatmenyebabkan shock dan akhirnyabisamenyebabkankematian.
Namundenganpenanganansegera dan cepatmaka prognosis dari appendicitis adalahsangat
baik.1

2
BAB II
TinjauanPustaka

Definisi
Apendisitis akut adalah proses peradangan akut pada apendiks vermiformis.
Apendisitis merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering terjadi atau dengan
kata lain merupakan inflamasi pada lapisan dalam dari apendiks yang menyebar ke bagian
lainnya.1

Anatomi
Apendiksmulaiterlihat di awalmingguke 8 pertumbuhanembriologi,
sebagaisebuahprotuberensiaatautonjolandaribagiansekum terminal.
Pertumbuhansekummendorongapendikssehinggamasukkedalamkatupileokolika.
Letakapendiksterhadapsekumtidakpernahberubahyaitu di pangkalsekum,
sedangkanujungnyadapatditemukan di belakangsekum (retrocecal), panggul (pelvic),
bawahsekum (subcecal), sebelum ileum (preileal), atausampingkolon (right pericolic).
Pertimbanganletakanatomiinimemilikikepentinganklinisdalammendiagnosaapendisitisakut.
Tiga taeniae coli yang berkumpul di persimpangansekummenjadisebuahtanda yang
bergunauntukmengidentifikasiapendiks. Apendiksmemilikipanjangkira-kira 6 - 9 cm,
namundapatbervariasiantara<1 dan >30 cm.2

3
Apendiksmerupakan organ berbentuktabung, lumennyasempit di bagianproksimal
dan melebar di bagian distal. Persarafanparasimpatisberasaldaricabangnervusvagus yang
mengikutiarterimesenterika superior dan arteriapendikularis,
sedangkanpersarafansimpatisberasaldarinervustorakalis X. Oleh karenaitu, nyeriviseral
pada apendisitisbermula di sekitarumbilikus. Perdarahannyaberasaldariarteriapendikularis
yang merupakanarteritanpakolateral. Jikaarteriinitersumbat, apendiksakanmengalami
gangren.3

Gambar 1. Vaskularisasi Apendiks4

Fisiologi
Selamabeberapatahun, apendikssecarakelirudiyakinisebagai organ vestigial
tanpafungsi yang diketahui. Saatiniapendiksdianggapsebagai organ imunologik yang
secaraaktifikutberpartisipasidalamsekresiimunoglobulin, khususnyaimunoglobulin A.2
Walautidakadaperan yang jelasuntukapendiksdalamtimbulnyapenyakit pada
manusia, telahdilaporkanadanyahubunganantaraapendektomi dan timbulnyakolitisulseratif
dan Chron’s disease, halinimenunjukkanfungsiprotektifdari apendiks.2
Apendiksmenghasilkanlendirsebanyak 1-2 mL per hari.
Lendiritunormalnyadicurahkankedalam lumen dan selanjutnyamengalirkesekum.
Hambatanaliranini di muaraapendikstampaknyaberperan pada patogenesis apendisitis.3

Epidemiologi
Resikountukterkenaapendisitisadalah 8,6% untuklaki-laki dan 6,7%
untukperempuandenganinsidentertinggi pada umurdekadekedua dan ketiga.
Apendisitismuncul pada 7% populasi di Amerika Serikat, denganinsidensidari 1,1 kasus
per 1000 orang per tahunnya. Pada negara Afrika dan Asia,

4
insidensidariapendisitisakutkemungkinanlebihrendahkarenakebiasaan diet daripopulasi
tersebut.3Berdasarkan data penelitian di Amerika Serikat pada tahun 1993 sampai 2008
terdapatpeningkatan appendicitis akutdari 7,68% menjadi 9,38% dari 10.000 orang.
Kelompokusia yang memilikifrekuensitertinggiditemukan pada
kelompokdenganrentangusia 10 sampai 19 tahun, tetapi pada
kelompokusiainiangkakejadian appendicitis akutmengalamipenurunansebesar 4,6%.
Sedangkan pada kelompokusiadenganrentang 30 sampai 69
tahunterdapatpeningkatanangkakejadian appendicitis akutsebesar 6,3%.WHO
menyebutkaninsidensiapendisitis di Asia dan Afrika pada tahun 2004 adalah 4,8% dan
2,6% pendudukdari total populasi.DepartemenKesehatan RI pada tahun 2006,
apendisitismenempatiurutankeempatpenyakitterbanyak di Indonesia setelahdispepsia,
gastritis dan duodenitis, dan
penyakitsistemcernalainnyadenganjumlahpasienrawatinapsebanyak 28.040.
Insidenapendisitislebihrendah pada budaya orang-orang dengan intake serat yang tinggi.
Seratmakanandapatmengurangiviskositasfeses, mengurangiwaktu transit di usus, dan
memecahformasifekalit, yang dapatmenjadipredisposisiobstruksi lumen apendiks pada
individu.3

Etiologi
Beberapapenelitianmenunjukkanbahwafaktor yang paling
berperandalametiologiterjadinyaapendisitisakutadalahobstruksi lumen apendiks. Percobaan
pada binatang dan manusiamenunjukkanbahwa total obstruksi pada pangkal lumen
apendiksdapatmenyebabkanapendisitis. Pada keadaanklinis,
faktorobstruksiditemukandalam 60-70 % kasus. Sekitar 60% obstruksidisebabkan oleh
hiperplasikelenjarlimfesubmukosa, 35% disebabkan oleh fekalit, dan 5% disebabkan oleh
faktorobstruksi yang lain.5
BeberapapenelitianklinisberpendapatbahwaparasitsepertiEntamoeba histolityca,
Trichuris trichiura, dan Enterobius vermicularisdapatmenyebabkanerosi membrane
mukosaapendiks dan perdarahan. Pada awalnyaEntamoeba histolitycaberkembang di
kripteglandula intestinal. Selamainvasi pada lapisanmukosa, parasitinimemproduksienzim
yang dapatmenyebabkannekrosismukosasabagaipencetusterjadinya ulkus.3
Keadaanobstruksiberakibatterjadinya proses inflamasi. Beberapakeadaan yang
mengikutisetelahterjadinyaobstruksiadalahakumulasi dan peningkatantekanandaricairan

5
intraluminal, kongestidindingapendiks, obstruksi vena dan arteri, yang
akhirnyamenimbulkankeadaanhipoksiasehinggamengakibatkaninvasi bakteri.5

Patofisiologi
Peradanganapendiksbiasanyadimulai pada mukosa dan
kemudianmelibatkanseluruhlapisandindingapendiksmulaidarisubmukosa, lamina
muskularis dan lamina serosa. Proses awaliniterjadidalamwaktu 12-24 jam pertama.
Obstruksi pada bagian yang lebihproksimaldari lumen menyebabkan stasis bagian distal
apendiks, sehingga mucus yang terbentuksecaraterus-menerusakanterakumulasi. Kapasitas
normal lumen apendikshanya 0,1 ml. Sekresicairan yang melebihi 0,5 ml
akanmeningkatkantekanan intraluminal sebesar 60 cmH2O.1,3
Peningkatantekananintraluminer dan
edemakibatgangguansirkulasilimfeakanmemacu proses translokasikuman dan
terjadipeningkatanjumlahkuman di dalam lumen apendiks. Kondisi yang
kurangbaikiniakanmemudahkaninvasibakteridaridalam lumen menembusmukosa dan
menyebabkanulserasimukosaapendiks. Obstruksi yang
berkelanjutanmenyebabkanterjadinyagangguansirkulasivaskuler. Sirkulasi venular
akanmengalamigangguanlebihdahuludaripada arterial.
Keadaaniniakanmenyebabkaniskemijaringan dan
invasibakterisemakinberatsehinggaterjadipernanahan pada dindingapendiks,
terjadilahkeadaan yang disebutapendisitisakut supuratif.1,3

Mikrobiologi
Bakteriologi pada apendiks normal samaseperti yang terdapat pada kolon normal.
Flora normal
apendikstetapkonstansepanjanghidupdenganpengecualianPorphyromonasgingivalis,
dimanabakteriinihanyaterdapat pada orang dewasa.Organismeutama yang terdapat pada
apendiks normal, apendisitisakut, dan apendisitisperforasiadalahEschericia coli dan
Bacteroides fragilis. Apendisitismerupakanpolimikrobainfeksi.
Beberapapenelitianmelaporkansampai 24 mikroorganisme yang ditemukan pada kultur
pasienapendisitisperforasi. 1

6
Penegakkandiagnosa
Anamnesis dan pemeriksaanfisik

Pada anamnesis,
pasienbiasanyadatangdengankeluhannyeriperutkananbawahpersisten dan
tidakmenghilangdenganperubahanposisi. Nyeri awalnyadirasakan pada regioumbilikus,
kemudiannyeriberpindahkeregioiliacaldextra (kananbawah). Selainnyeri, pasien juga
mengeluhmualataupunmuntah. Nyeri semakinhebatketikadilakukanpenekanan pada
dinding abdomen, batuk, mengedan dan bernapas dalam.3
Demambiasanyaringandengansuhusekitar 37,5-38,5oC. Bilasuhulebihtinggi,
mungkinsudahterjadiperforasi. Bisaterdapatperbedaansuhuaksila dan rektalsampai 1oC.3
Pada inspeksiperut, tidakditemukangambaranspesifik. Kembungseringterlihat pada
penderitadengankomplikasiperforasi. Penonjolanperutkananbawahbisadilihat pada
massaatauabses periapendikuler.3
Pada palpasi, didapatkannyeri yang terbatas pada regioiliakakanan,
bisadisertainyerilepas. Defansmuskularmenunjukanadanyarangsangan peritoneum parietal.
Nyeri tekanperutkananbawahinimerupakankunci diagnosis. Pada penekananperutkiribawah
yang disebuttandaRovsing. Pada apendisitisretrosekalatauretroileal,
diperlukanpalpasidalamuntukmenentukanadanya rasa nyeri. Massa di sekitartitik Mc
Burney menunjukkanadanyamassaperiapendikuleratauinfiltratperiapendikuler yang
didapatkansetelahmenyingkirkan diagnosis banding lainnya.3
Pada auskultasididapatkanperistaltisusussering normal tetapi juga
dapatmenghilangakibatadanya ileus paralitik pada peritonitis generalisata yang disebabkan
oleh apendisitis perforata.3
Pemeriksaancolokduburmenyebabkannyeribiladaerahinfeksidapatdicapaidenganjari
telunjuk, misalnya pada apendisitispelvika. Pada apendisitispelvika,
tandaperutseringmeragukan,makakunci diagnosis
adalahnyeriterbatassewaktudilakukancolokdubur. Namun,

7
pemeriksaaninitidakspesifikuntuk Appendicitis. Jikatanda-tandaAppendicitis lain
telahpositif, makapemeriksaan rectal toucher tidakdiperlukanlagi.
Secaraklinis, dikenalbeberapamanuver diagnostik:3
 Rovsing’ssign
JikaLLQditekan, maka terasanyeri di RLQ. Halinimenggambarkaniritasiperitoneum.
SeringpositifpadaAppendicitisnamuntidakspesifik.
 Psoassign
Pasienberbaringpadasisikiri, tangan kanan pemeriksamemeganglututpasiendan
tangankirimenstabilkanpanggulnya. Kemudiantungkai kanan
pasiendigerakkandalamarahanteroposterior. Nyeripadamanuver
inimenggambarkankekakuanmusculuspsoas kananakibatrefleksatauiritasilangsung
yang berasal dari peradangan Appendix. Manuver ini tidakbermanfaat bila
telahterjadirigiditas abdomen.

Gambar2. Dasar anatomis terjadinyaPsoassign


 Obturatorsign
Pasienterlentang, tangankananpemeriksaberpegangan pada telapak kaki
kananpasiensedangkantangankiri di sendilututnya.
Kemudianpemeriksamemposisikansendilututpasiendalamposisifleksi dan articulatio
coxae dalamposisiendorotasikemudianeksorotasi. Tesinipositifjikapasienmerasanyeri
di hipogastriumsaateksorotasi. Nyeri pada manuverinimenunjukkanadanyaperforasi
Appendix, abscess lokal, iritasi M. Obturatorius oleh Appendicitis letakretrocaecal,
atauadanya hernia obturatoria.

8
Gambar3. CaramelakukanObturatorsign

Gambar4. Dasar anatomis Obturatorsign

 Blumberg’ssign (nyerilepas kontralateral)


Pemeriksamenekan di LLQ kemudian melepaskannya. Manuver ini dikatakanpositif
bila padasaatdilepaskan, pasienmerasakannyeri di RLQ.
 Wahl’ssign
Manuver ini dikatakanpositif bila pasienmerasakannyeripadasaatdilakukanperkusi di
RLQ, dan terdapatpenurunan peristaltik di segitigaScherrenpadaauskultasi.
 Baldwin’s test
Manuver ini dikatakanpositif bila pasienmerasakannyeri di flank
saattungkaikanannyaditekuk.
 Defencemusculare
Defencemuscularebersifat lokalsesuailetak Appendix.
 NyeripadadaerahcavumDouglasi
NyeripadadaerahcavumDouglasiterjadibila sudahada abscess di
cavumDouglasiatauAppendicitisletakpelvis.
 Nyeripadapemeriksaanrectaltoucherpada saat penekanan di sisilateral
 Dunphy’s sign (nyeriketikabatuk)

9
ManifestasiKlinis
A. Gejala
Apendisitisumumnyadimulaidengannyerimenyebar di sekitarumbilikus yang
nantinyasetelah 4 sampai 6 jam terlokalisasi pada kuadrankananbawah.
Variasilokasianatomisdariapendiksdapatberperandalammembedakanperbedaanpresentasida
rifasenyeri somatis.2
Apendisitis juga memilikihubungandengangejala gastrointestinal sepertimual dan
anoreksia. Banyak pasienmengeluhkansensasiobstipasisebelumgejalanyeritimbul dan
merasabahwadefekasidapatmeredakangejalanyeri abdomen. Diaredapatterjaditerutama
pada anak-anak.2

B. PemeriksaanLaboratorium
Apendisitisberasosiasidenganresponinflamasi yang
berhubunganeratdengankeparahanpenyakitnya.
Sehinggapemeriksaanlaboratoriumadalahbagianpentingdaridiagnosa.
Leukositosisringanseringtimbul pada pasiendenganapendisitisakuttanpakomplikasi dan
biasanyadibarengidenganpolymorphonuclear prominence.
Jarangditemukanleukosit>18.000 sel/mm3pada apendisitistanpakomplikasi.
Jumlahmelebihi level inimeningkatkankemungkinandariapendiks yang
perforasidenganatautanpaabses.
Urinalisisdapatbergunauntukmenyingkirkansalurankencingsebagaisumber infeksi.3

C. PemeriksaanPencitraan
Foto polos abdomen dapatmenunjukkanadanyafecalith di dalamsekum,
berhubungandenganapendisitistetapijarangmembantumendiagnosaapendisitisakut,
namundapatbergunadalammenyingkirkanpatologilain.
Radiografithoraksdapatmembantumenyingkirkannyerialihdarilobuskananbawahparu.
Jikaapendiksterisi barium enema, kecilkemungkinanterjadiapendisitis,
namunpemeriksaaninitidakdiindikasikan pada keadaan akut.2
Ultrasonografi (USG) dan computed tomography (CT) Scanadalahpencitraan yang
paling seringdigunakan pada pasiendengannyeri abdomen, terutama pada
evaluasikemungkinanapendisitis. Meta-
analisismultipeltelahdilakukanuntukmembandingkankeduamodalitas. Rata-rata, CT-Scan
lebihsensitif dan spesifikdibandingkandengan USG dalammendiagnosaapendisitis.
10
Pada USG, apendiksdiidentifikasisebagaibowel loopbuntu non-
peristaltikberasaldarisekum. Penebalandindingapendiks dan
adanyacairanperiappendicealkemungkinanbesarmenyarankanapendisitis. Apendiks
yangmudahdikompresiberdiameter<5 mm menyingkirkandiagnosaapendisitis. Struktur
lumen yang tidakdapatdikompresi (lesi target)
dapatmenjadigambaranterjadinyaapendisitis. USG memilikilimitasi, terutama pada hasil
yang operator-dependent.2
Dengan CT-Scan resolusitinggi, apendiks yang meradangtampakterdilatasi (>5
mm) dan dindingnyamenebal. Seringditemukantanda-tandainflamasi, yaituperiappendicial
fat stranding, penebalanmesoapendiks, periappendiceal phlegmon, dan cairanbebas.
Fecaliths seringterlihat, namunkeberadaannyabukanpatognomonik apendisitis.2

D. SkoringKlinis
Skor Alvarado merupakansistempenilaianklinis yang paling seringdipakai.
Skorinikhususnyabergunauntukmeningkatkankepastian diagnosis apendisitis dan
menyingkirkan diagnosis apendisitis.6
Pasiendenganskor 9 atau 10 hampirpastiapendisitis,
pasientersebutharussegeradioperasi. Pasiendenganskor 7 atau 8 mungkinapendisitis.
Pasiendenganskor 5 atau 6 ragu-raguapendisitis, oleh
sebabituperludilakukanpemeriksaanpencitraan. Pasiendenganskor 0 sampai 4,
bisadilakukanskriningdenganpemeriksaanpenunjang juga untukmemastikan diagnosis
apendisitis.6
Tabel 2. Alvarado Score

Temuan Poin

Migration of pain 1

Anorekxia 1

Nausea and/or vomiting 1

Right lower quadrant tenderness 2

Rebound tenderness 1

11
Elevated temperature 1

Leukocytosis 2

Shift of Neutrophils to the Left 1

Total 10

Diagnosa Banding
Diagnosa banding apendisitisakutsecaraesensialadalah diagnosis akut abdomen.
Gambaranklinisidentikdapatdisebabkan oleh banyak proses akut di dalamrongga
peritoneum yang menghasilkankelainanfisiologissamasepertiapendisitisakut.Akurasi
diagnosis pre-operatifseharunyalebihtinggidari 85%. Jikakurangdariitu,
akanseringterjadioperasi yang tidakdiperlukan dan diperlukandiagnosa banding pre-
operatif yang lebih teliti.2Penemuanumum pada kasusdiagnosa pre-operatifapendisitis
yang salah bersama-samaterjadi pada lebihdari 75%
kasusdalamurutanmenurundalamfrekuensiadalah adenitis mesenterikakut,
tidakadakondisipatologisorganik, Pelvic Inflammatory Disease (PID) akut, kista ovarium
terpuntir, ataurupturfolikelgraaf, dan gastroenteritis akut.Diagnosa banding
apendisitisakutbergantung pada 4 faktor mayor: lokasianatomisdariapendiks yang
meradang, tahapandari proses (tanpaataudengankomplikasi), usia, dan jeniskelamin
pasien.2

A. PasienPediatri
Adenitis mesenterikakutadalahpenyakit yang
seringdisalahartikansebagaiapendisitisakut pada anak-anak. Hampirsetiap kali,
terdapatinfeksisalurannafasatasataubelum lama mereda. Nyeri biasanyatersebar dan
nyeritekantidaktepatterlokalisirseperti pada apendisitis. Terkadangditemukanvoluntary
guarding, tetapijarangditemukan true rigidiy. Limfadenopatiumumdapatditemukan.
Pemeriksaanlabotariumhanyasedikitmembantupenegakandiagnosa yang tepat,
walaupunlimfositosisrelatifmenyarankanterjadinya adenitis mesenterik.
Observasiselamabeberapa jam dapatdilakukanbila diagnosis dicurigai adenitis
mesenterikdicurigai, karenamerupakanpenyakitself-limited.

12
B. PasienGeriatri
Divertikulitisataukarsinoma cecum (ataubagian sigmoid yang berada pada
abdomen kananbawah) perforatabisajadimustahildibedakandenganapendisitis. Hal
iniperludipertimbangkan, terutama pada pasien yang lebihtua. CT-Scan sering kali
bermanfaatdalammenegakkandiagnosa pada pasien yang
lebihtuadengannyeriperutkananbawah dan presentasiklinisatipikal. Pada pasien yang
ditatalaksanasecarakonservatif, dianjurkanmelakukanpemantauanberkalakolon
(kolonoskopiatau barium enema).2

C. PasienPerempuan
Penyakit organ reproduksi internal perempuan yang
dapatdisalahartikansebagaiapendisitis (dalamurutanfrekuensimenurun) adalah PID (Pelvic
Inflamatory Disease), rupturfolikelgraaf, kistaatau tumor ovarium terpuntir, endometriosis,
dan kehamilanektopikterganggu (KET). Alhasil, peluang salah diagnosatetaplebihtinggi
pada perempuan.2Pada PID, infeksibiasanya bilateral, tetapijikahanya pada tuba
kananmakadapatmenyerupaiapendisitisakut. Mual dan muntahterjadi pada
pasienapendisitistetapihanyasekitar 50% pada PID. Nyeri dan
nyeritekanbiasanyalebihrendah dan terdapatnyerigoyangserviks.
Diplokokusintraselulardapattampak pada apusansekretpurulen
vagina.2Ovulasibiasanyamenyebabkantumpahnyasejumlahdarah dan cairanfolikuler yang
cukupuntukmenghasilkannyeriperutbawah yang singkat dan ringan.
Jikajumlahcairancukupbanyak dan berasaldari ovarium kanan,
makadapatmenstimulasiapendisitis. Nyeri dan nyeritekanbiasanyamenyebar, dan
leukositosis dan demambiasaringanatautidakada. Karena nyeriiniterjadi pada
titiktengahsiklusmenstruasi, seringdinamakanmittelschmerz.2
Kista serosa ovarium umumterjadi dan biasanyatidakmenimbulkangejala.
Ketikakistasisikananmengalamirupturatautorsio, manifestasinyaserupadenganapendisitis.
Pasienmengalaminyeriperutkuadrankananbawah, nyeritekan, nyerilepas, demam, dan
leukositosis. Baik USG transvaginal dan CT-Scan bisamembantu
diagnosa.2Torsiomemerlukantatalaksanaoperatifdarurat. Jikatorsio yang terjadikomplitatau
lama, pediclemengalamitrombosis, dan ovarium serta tuba menjadigangren dan
memerlukanreseksi. Namun, simple detorsion, fenestrasikista danfiksasi ovarium
sebagaiintervensiutama, diikutidenganlaparoskopibeberapaharisetelahnya,
dapatdianjurkankarenasering kali sulituntukmenentukansecara pre-operatifviabilitas
13
ovarium.2Implantasiblastokista pada tuba fallopii (biasanya pada bagian ampulla) dan
ovarium. Ruptur tuba kananataukehamilan ovarium dapatmenyerupaiapendisitis.
Pasiendapatmemilikiriwayatmenstruasi abnormal,
baikmelewatkansatuatauduasiklusatauhanyasedikitperdarahan vaginal. Sayangnya,
pasientidakselalumenyadaridirinyahamil. Timbulnyanyerikuadrankananbawahataunyeri
pelvis bisamenjadigejalapertama. Diagnosa KET seharusnyarelatifmudah. Adanyamassa
pelvis dan peningkatankadarhuman chorionicgonadotropin (HCG)
merupakankarakteristiknya. Walaupunjumlahleukositsedikitmeningkat,
kadarhematokritmenurunsebagaiakibatdariperdarahan intra-abdomen. Pada pemeriksaan
vagina didapatkannyerigoyangserviks dan nyeritekanadneksa, dan
diagnosalebihpastidapatditegakkandenganculdocentesis. Adanyadarah dan
khususnyajaringandesiduaadalahpatognomonik. Tatalaksana KET adalahoperasi darurat.2

D. Gastroenteritis
Penyakitinisangatumumpadaanak-anaktapibiasanyamudahdibedakandengan
Appendicitis. Gastroentritiskarena virus merupakansalahsatuinfeksi akut
selflimiteddariberbagaimacamsebab, yang ditandaidenganadanya diare, mual, dan muntah.
Nyerihiperperistaltik abdomen mendahuluiterjadinya diare. Hasilpemeriksaan
laboratorium biasanya normal.3

E. UrolitiasisPielumatau Ureter Kanan


Adanyariwayatkolikdaripinggangkeperut yang menjalarke inguinal
kananmerupakangambaran yang khas. Eritrosituriaseringditemukan. Foto polos
perutatauurografiintravenadapatmemastikanpenyakittersebut.
Pielonefritisseringdisertaidengandemamtinggi, mengigil, nyerikostovertebral di
sebelahkanan, dan piuria.3
Tatalaksana
MedikaMentosa
Beberapapenelitiantelahmenunjukkanefektivitaspemberianantibiotik pre-
operatifdalammenurunkanresikokomplikasiapendisitis.
Kebanyakanahlibedahsecararutinmemberikanantibiotikkepadapasien yang
didugaappendisitis. Pada kasussimple acute appendicitis,
tidakadamanfaatmemberikanantibiotikterusmenerusmelebihi 24 jam.
Jikaterjadiperforasiatauapendisitisgangrenosa,
14
antibiotiktetapditeruskansampaipasienafebril dan memilikileukosit normal.
Untukinfeksiintra abdominaldarisalurancerna yang ringansampaisedangSurgical Infection
Societymerekomendasikanterapitunggaldengancefoxitin, cefotetan atauasamticarcillin-
clavulanic. Pada kasusinfeksiberat, dipakaikombinasiantarasingle agent
therapydengancarbapenemsataucephalosporingenerasiketiga, monobactam,
atauaminoglikosidaditambahantibiotikanaerobsepertimetronidazole.1

Appendektomi
Bila diagnosis klinissudahjelas, tindakan paling tepat dan merupakansatu-
satunyapilihan yang baikadalah apendektomi.3Sebagaipenangananpreoperasi,
resusitasicairanperludilakukandan antibiotikuntukbakteriaerob dan anaerob
(ceftriaksonsingle dose 1 gr, IV ½- 2 jam sebelumoperasi). Pilihanoperasiapendektomi
yang dapatdilakukanadalahlaparoskopi dan open appendectomy (laparotomy). Banyak
ahlibedahmelalukaninsisi pada Mc Burney (oblique) atauRocky-Davis (transverse) pada
kuadrankananbawah. Jikadidugasuatuabses, insisi lateral dilakukanuntukdrainase
intraperitoneal dan menghindarikontaminasiumumdengan peritoneum. Jika diagnosis
meragukan, insisigaristengahbawahdirekomendasikanuntukmemeriksalebihlanjutkavum
peritoneum. Beberapateknikdapatdigunakanuntukmelokalisasiapendiks.
Umumnyasekumlangsungterlihat pada insisi, penelusuran taenia
akanmenunjukkandasardariapendiks. Setelah identifikasi,
apendiksdimobilisasidenganmemisahkanmesoapendiks dan meligasi a. apendikularis.
Appendical stumpdiligasidengan ligase simple ataudengan ligase dan inversi oleh purse-
stringatauZ stich. Kavum peritoneum di-irigasi dan sayatankemudianditutup lapis demi
lapis.1
Keterlambatandalamtatalaksanadapatmeningkatkankejadianperforasi.Penggunaan
ligasi ganda setelah appendektomi terbuka dilakukan dengan jahitan yang mudah diserap
tubuh. Denganpeningkatanpenggunaanlaparoskopi danpeningkatantekniklaparoskopi,
apendektomilaparoskopimenjadilebihsering.
Prosedurinisudahterbuktimenghasilkannyeripascabedah yang lebihsedikit, pemulihan yang
lebihcepat dan angkakejadianinfeksiluka yang
lebihrendahakantetapiterdapatpeningkatankejadianabses intra abdomen dan
pemanjanganwaktuoperasi. Laparoskopiitudikerjakanuntukdiagnosa dan terapi pada
pasiendenganakut abdomen, terutama pada wanita.

15
Beberapastudimengatakanbahwalaparoskopimeningkatkankemampuandokterbedahuntuk
operasi.7

Tabel 3. Macam-macamInsisiuntukapendektomi

Insisi Grid Iron (McBurney Incision)7


Insisi Gridiron pada titik McBurney.
Garisinsisi parallel
denganototoblikuseksternal, melewatititik
McBurney yaitu 1/3 lateral garis yang
menghubungkan spina liaka anterior superior
kanan dan umbilikus.

Lanz transverse incision8


Insisi dilakukan pada 2 cm di bawah pusat,
insisi transversal pada garis miklavikula-
midinguinal. Mempunyai keuntungan
kosmetik yang lebih baik dari pada insisi
gridiron.

Rutherford Morisson’s incision


(insisisuprainguinal)8
Merupakaninsisiperluasandariinsisi
McBurney. Dilakukanjikaapendiksterletak di
parasekalatauretrosekal dan terfiksir.

16
Low Midline Incision8
Dilakukanjikaapendisitissudahterjadiperforasi
dan terjadi peritonitis umum.

Insisi paramedian kanan bawah8


Insisivertikalparaleldengan midline, 2,5 cm di
bawahumbilikussampai di atas pubis.

Penanganan post operatif dan komplikasi


Pada pasienapendisitis non-perforata, cukupdenganantibiotiksingle preoperative
dose. Pasienapendisitisdenganperforasiataugangren, diberikanantibiotikpostoperative IV
sampaipasienafebrildapatdiberikan juga analgesik, seperti Pethidine 25 mg iv bolus,
atauKetorolak 30 mg dosistunggal. Antibiotik yangdapatdiberikan, yaitu ceftriaxone 2x 1
gr IV. Perhatikan juga balanscairan, bisingusus, mobilisasipasien. Pada
apendektomiunkomplikata, tingkatkomplikasiadalahrendah dan
beberapapasiendapatdengancapatmemulai diet dan di rawatjalan pada hari yang
samaataukeesokanharinya. Apendektomikomplikata, komplikasi yang
dapatterjadiadalahlebihtinggi.
Pasienharusterusmelanjutkanterapiantibiotikspektrumluasselama 4 sampai 7 hari. Ileus
postoperatifdapatmuncul, sehingga diet dapatdimulaiberdasarkanevaluasiklinis. 2
Komplikasi yang dapatterjadiadalahperforasi pada appendiks,
perforasiiniakandibungkusomentummenjadiabcess (appendiculairabcess),
abcesspecahakanmenyebabkan peritonitis berlanjutkeperlengketanusus dan ileus
obstruksisehinggadapatberlanjut sepsis dan syok yang mengancamjiwa.
Sedangkankomplikasisetelahoperasiadalahinfeksi pada lokasioperasi dan stump

17
appendicitis, (apendektomi yang tidakkomplit,
menimbulkangejalaapendisitisberulangkuranglebih 9
tahunsetelahoperasipertamadilakukan).2
Prognosis
Tingkat mortalitas dan morbiditasapendisitissangatkecildengan diagnosis yang
akuratsertapenatalaksanaan yang tepat. Tingkat mortalitaskeseluruhanberkisar 1 % dan
disebabkan oleh komplikasiapendisitsdari pada intervensibedah. Pada
pasienusialanjutangkainimeningkat di atas 5% terutamakarenaketerlambatandiagnosa dan
terapi. Kematianterjadikarena sepsis akibat peritonitis, abses intra abdomen, atau emboli
paru.2

18
BAB III
Kesimpulan

Apendisitisadalahperadangan yang terjadi pada organ apendiks vermicularis dan


merupakanpenyebab abdomen akut yang paling sering pada anak-anakmaupundewasa.
Apendisitisakutmerupakankasusbedahemergensi yang paling seringditemukan pada anak-
anak dan remaja. Riwayatperjalananpenyakitpasien dan pemeriksaanfisikmerupakanhal
yang paling pentingdalammendiagnosisapendisitis.
Aplikasinyamembuktikankeakuratandalamdiagnostik dan memudahkanpenatalaksanaan
pada pasien.Bila diagnosis klinissudahjelas, tindakan paling tepat dan merupakansatu-
satunyapilihan yang baikadalahapendektomi.

19
Daftar Pustaka

1. Townsend Jr. M. et al. Sabiston textbook of surgery: the biological basis of modern
surgical practice. 19th ed. Philadelphia: Elsevier; 2012.h.1287-99.
2. Brunicardi F, Schwartz S. Schwartz's principles of surgery. 10thed. New York:
McGraw-Hill, Health Pub. Division; 2010.
3. De Jong, Sjamsuhidijat. Buku ajar ilmubedah. Jakarta: EGC; 2013.h.755-60.
4. Paulsen, F., Waschke, J. Atlas AnatomiManusia: Organ-Organ Dalam, Edisi 23
Jild 2, EGC, Jakarta.2012
5. Lawrence W. Current surgical: diagnosis and treatment, 12th ed. New York: Lange
Medical Book/McGraw-Hill; 2005.h.648-50
6. Meara JG, McClain CD, Mooney DP. Global surgery and anesthesia manual. USA:
CRC Press: Taylor & Francis Group; 2015.h.167-8.
7. Skandalakis JE, Colborn GL, Weidman TA, et al. Skandalakis surgical anatomy.
USA: McGrawHill; 2004.
8. Patnalk VG, Singla RK, Bansal VK. Surgical incisions-their anatomical basis.
India: J Anat.Soc: 2001.h.170-178.

20