Anda di halaman 1dari 5

6.

POKOK MATERI II: EVALUASI PELAYANAN KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DI


PUSKESMAS
6.I Pendahuluan
Untuk mencapai dan menilai kinerja yang diharapkan, manajer dan pemimpin pada organisasi di
sektor kesehatan (termasuk Puskesmas) perlu melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan
pelayanan kesehatan maupun program-program kesehatan.
Perencanaan, monitoring dan evaluasi merupakan kegiatan yang berkaitan. Evaluasi perlu
dilakukan terhadap setiap fungsi manajemen yang dilakukan, mulai dari perencanaan,
penggerakan dan pengorganisasian, serta pengawasan. Selain itu evaluasi juga perlu dilakukan
pada setiap tahap dalam proses manajemen, mulai dari input, proses, output, outcome dan
dampak. kegiatan/program, Tidak kalah pentingnya evaluasi juga harus dilakukan pada akhir
kegiatan untuk menilai pencapaian tujuan atau target suatu program atau kegiatan pelayanan.
Hasil evaluasi selain digunakan untuk melakukan koreksi terhadap kegiatan atau program
pelayanan yang sedang berjalan, juga digunakan untuk melakukan perencanaan pengembangan
program dan kegiatan di waktu mendatang.
6.2 Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan kegiatan yang terikat dengan waktu untuk mengkaji secara sistematis dan
objektif, relevansi, kinerja, dan keberhasilan dari program yang sedang berjalan atau program
yang telah selesai. Evaluasi dilakukan secara selektif untuk menjawab pertanyaan spesifik, yang
akan dijadikan pedoman bagi pengambil keputusan atau manajer, serta untuk menyediakan
informasi apakah asumsi atau teori yang melatar belakangi suatu program adalah valid, apakah
program berhasil atau tidak berhasil dan mengapa. Evaluasi biasanya bertujuan untuk
memastikan atau menilai apakah suatu program itu relevan, dirancang dengan baik, efisien,
efektif, memberi dampak positif, dan dapat berkesinambungan (sustain), atau bahkan
dikembangkan
6.3 Tujuan utama evaluasi adalah:
1. Memberikan informasi kepada pengambil keputusan tentang kebijakan, strategi dan
pelaksanaan program atau kegiatan berkait dengan intervensi program yang sedang berjalan
maupun intervensi di masa mendatang.
2. Menunjukkan akuntabilitas pelaksanaan dan hasil kinerja program/kegiatan kepada pihak yang
berkepentingan.
Memperhatian pengertian dan tujuan diatas, maka evaluasi perlu dilakukan pada setiap fungsi
manajemen, untuk menjamin suatu kegiatan benar-benar dibutuhkan serta tepat untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efisien.

6.4 Tipe-Tipe Evaluasi


1. Menurut tahapan pelaksanaan kegiatan/ program:
 Evaluasi pada perencanaan atau ketika kegiatan belum dilaksanakan (feedforward
evaluation)
 Evaluasi pada kegiatan yang sedang berjalan atau pada proses pelaksanaan kegiatan
(Concurrent Evaluation)
 Evaluasi setelah kegiatan selesai dilaksanakan atau sering disebut sebagai evaluasi
akhir kegiatan/ program (feedback evaluation)

2. Menurut criteria kegiatan/ program


 Evaluasi input, yaitu dilakukan pada semua input yang digunakan dalam kegiatan/
program seperti modal, sarana dan prasaran, SDM, dana, tehnologi, procedure, dll
 Evaluasi proses yang dilaksanakan pada proses pelaksanaan kegiatan, missal ketaatan
waktu pelaksana an, ketaatan pada SOP atau procedure, hambatan2 yang ditemukan dll
 Evaluasi output yang dilaksanakan pada hasil kegiatan, seperti cakupan program,
kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dll
 Evaluasi outcame yang dilakukan pada akibat lebih lanjut dari pencapaian output,
misalnya penurunan kasus malaria, menurunnya kasus komplikasi pada kehamilan dan
persalinan dll
 Evaluasi Impact, yang dilakukan pada dampak terjadi atau tercapainya outcome,
misalnya tingkat kesehatan penduduk meningkat, turunnya KI dan AKB dst
6.5 Tahapaan Proses Evaluasi
Proses evaluasi biasanya terdiri dari paling sedikit 5 (lima) tahap yaitu:
1. Penetapan indicator pengukuran dan standar pelaksanaan kegiatan, biasanya sudah
dilaksanakan pada dengan perencanaan kegiatan
2. Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
3. Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata (riel)
4. Pembandingan hasil ukur dengan standar
5. Merancang dan melakukan tindakan koreksi, bila memang diperlukan
Terdapat sementara ahli yang menambahkan tahap identifikasi penyebab penyimpangan yang
terjadi, yang menjawab mengapa penyimpangan harus terjadi. Identifikasi penyebab akan sangat
penting dan diperlukan dalam merancang tindakan koreksi.
Ad. 1 Penetapan indicator dan standar
Tahap pertama dalam evaluasi adalah penetapan indilator dan standar.Indikator adalah penunjuk
evaluasi sedang standar adalah suatu satuan pengukuran yang dapat digunakan sebagai
patokan untuk menilai kegiatan atau hasil-hasil kegiatan. Pada umumnya penetapan indicator
dan standar evaluasi telah ditetapkan bersamaan dengan proses perencanaan. Tujuan, sasaran,
kuota, dan target pelaksanaan dapat digunakan sebagai standar evaluasi. Bentuk standar yang
lebih khusus antara lain target cakupan sasaran, target penurunan AKI dan AKB, Pencapaian
standar kualitas ANC dll. Tiga bentuk standar yang sering dipakai adalah:
 Standar phisik, misalnya cakupan program, kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan dll
 Standar moneter adalah biaya per satuan produk atau sasaran program/kegiatan.
Standar biaya pemulihan balita gizi buruk, standar biaya ANC dll
 Standar waktu, penetapan waktu ideal untuk menyelesai kan kegiatan tertentu atau untuk
pencapaian tujuan tertentu.
Ad.2 Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan yang tepat akan meningkatkan kehandalan
evaluasi. Beberapa pertanyaan penting berikut dapat dipakai sebagai penuntun tahap ini, yaitu:
 Berapa kali pelaksanaan pengukuran indicator evaluasi harus dilakukan, missal sekali,
bulanan, tahunan dll
 Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan, dalam bentuk tulisan, menginpeksi visual
(pengamatan), menghitung, menimbang dll
 Siapa yang akan terlibat dalam pelaksanaan evaluasi ? manajer saja atau tim evaluasi
dsb
 Seberapa mudahkah pengukuran dapat dilakukan, hasil nya dapat diolah dan dianalisa,
dengan biaya yang “relative” murah
Ad. 3 Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Pengukuran pelaksanaan dan kinerja kegiatan/program harus dilakukan untuk dapat melakukan
evaluasi kegiatan/ program. Beberapa cara untuk melakukan pengukuran pelaksanaan atau hasil
pelaksanaan kegiatan adalah:
• Pengamatan (observasi)
• Laporan, baik lisan maupun tertulis
• Mertode-metode otomatis
• Inspeksi dan pengujian (test), termasuk menghitung, menimbang, mengukur waktu dll
• Penelitian atau survai sampel
Ad. 4 Pembandingan hasil pengukuran dengan standar serta analisa penyimpangan
Tahap kritis dari proses evaluasi adalah pembandingan hasil pengukuran (pealaksanaan atau
hasil pelaksanaan) kegiatan yang nyata dengan yang direncanakan atau dengan standar yang
ditetapkan. Walaupun tahap ini paling mudah tetapi kompleksitas dapat terjadi pada saat
menginterprestasi adanya penyimpangan.Titik kritis yang penting lainnya adalah ketika mencari
jawaban mengapa penyimpangan terjadi, yang berarti mencari penyebab terjadinya
penyimpangan.
Ad. 5. Pengambilan Tindakan Koreksi Bila diperlukan
Tahap ini adalah pengambilan keputusan untuk melakukan intervensi (koreksi), merancang
tindakan koreksi berdasarkan temuan penyebab penyimpangan serta melaksanakan
intervensi/tindakan koreksi. Tindakan koreksi mungkin berupa:
• Mengubah standar
- Memperbaiki prosedur, tehnologi, metode dalam pelaksanaan kegiatan
• Menggantii kegiatan dengan kegiatan lain yang lebih akuntabel
• Menambah sarana dan prasarana kegiatan
• Mengubah waktu pelaksanaan kegiatan dll

6.6 Kegunaan dan Pentingnya Evaluasi


Kegunaan terpenting dari evaluasi adalah untuk menjamin agar kegiat an yang dialaksanakan
dapat mencapai tujuan yang telah direncana kan atau ditetapkan.Selain itu juga untuk
mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan adalah tepat sasaran, metode, waktu, biaya dll.
Adapun kegunaan yang lain dari pelaksanaan evaluasi adalah:
• Pembelajaran untuk mengetahui mengapa program berhasil atau tidak berhasil:
- Untuk melakukan verifikasi dan meningkatkan kualitas dan manajemen program.
- Untuk mengidentifikasi strategi yang berhasil dalam rangka ekstensi/ekspansi dan
replikasi.
• Untuk memodifikasi atau memperbaiki strategi yang kurang berhasil.
• Untuk mengukur keberhasilan dan manfaat suatu intervensi.
• Untuk memberi informasi kepada stakeholders agar stakeholders dapat menyebutkan hasil
dan kualitas program.
• Untuk memberikan justifikasi atau validasi kepada donor, mitra atau konstituen yang
berkepentingan.
a. Merancang Proses Evaluasi
Mengacu kepada William H Newman, prosedur perancangan evaluasi terdiri dari 5 langkah
dasar, yaitu:
• Merumuskan hasil yang diinginkan menajer harus merumuskan hasil yang akan dicapai
dengan sejelas mungkin. Misalnya meningkatkan kualitas ANC sesuai standar mutu Depkes
RI, Menurunkan angka kematian ibu sebesar 10 persen selama 2 tahun, Meningkatkan
cakupan pelayanan ibu hamil risti hingga 100 % selama 3 tahun, Rujukan kasus balita gizi
buruk mencapai 100 % pada setiap tahunnya, SOP penangan kegawat daruratan ibu
bersalin yang ditetapkan secara rinci dan jelas dll. Agar dapat dengan mudah di evaluasi
maka semua kegiatan dan tujuan/sasaran kegiatan dengan mengacu kepada SMART, yaitu
Spesifik, Measurable, Apropriate, Realistik dan Timebound. Selain itu hasil yang diinginkan
harus dihubungkan dengan individu yang bertanggung jawab
• Menetapkan penunjuk (indicator atau predictor) hasil
Tujuan evaluasi sebelum dan selama kegiatan dilaksanakan adalah agar manajer dapat
mengatasi atau memperbaiki adanya penyimpangan.Sedang pada evaluasi akhir berkaitan
dengan perencanaan kegiatan dan pengembangannya di masa datang.Tugas penting
manajer adalah merancang program eva luasi untuk menemukan sejumlah indicator yang
terpercaya sebagai penunjuk apakah penyimpangan terjadi sehingga perlu tindakan koreksi.
Beberapa hal yang dapat membantu manajer memperkirakan apakah hasil yang diinginkan
tercapai atau tidak adalah:
a. Pengukuran masukan/input
b. Pengukuran hasil kegiatan pada tahap permulaan
c. Gejala-gejala adanya penyimpangan dan identifikasi penyebab
d. Perubahan dalam kondisi yang diasumsikan (termasuk perubahan lingkungan)
e. Pengukuran hasil akhir dari sebuah kegiatan/program:
- Menetapkan standar penunjuk dan hasil untuk dapat menilai apakah
pelaksanaan suatu kegiatan dan hasilnya menyimpang dari rencana yang
ditetapkan serta seberapa besarkah penyimpangan terjadi, sehingga focus
perhatian manajer terhadap kejadian penyimpangan menjadi tepat
• Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik
- Langkah berikutnya adalah menetapkan sarana untuk mnegumpulkan data dan
informasi penunjuk (indicator) dan memandingkan nya dengan standar.
- Jejaring informasi dibangun mulai dari siapa mengumpulkan data, mengukur
kegiatan, siapa mengolah dan menganalisis data menjadi informasi hasil evaluasi,
bagaimana metode pengumpulan data dan pengolahan dilakukan, kepada siapa
informasi dilaporkan. Jejarng informasi dianggap baik bila tidak hanya keatas tetapi
juga kesamping dan kebawah, yaitu kepada
siapa yang akan melaksanakan tindakan koreksi. Pengambil keputusan tentang
koreksi dilakukan oleh manajer atas tetapi pelaksanaan koreksi adalah staf.Selain itu
jejaring informasi harus cukup efisien untuk menyediakan informasi balik yang relevan
kepada personalia/petugas kunci yang memerlukannya.
• Menilai Informasi (hasil evaluasi) dan mengambil tindakan koreksi Menilai informasi dan
mengambil keputusan untuk tindakan koreksi atau perbaikan.Setelah hasil evaluasi
diperoleh maka dibandingkan dengan standard dan penentuan apakah koreksi/ intervensi
perlu dilakukan.Apa bila yam aka rekomendasi koreksi disusun dan kemudian dilaksanakan.
- Informasi tentang temuan penyimpangan dari standar harus dievaluasi terlebih
dahulu, sebelum tindakan koreksi alternative dikembangkan, dievaluasi/dinilai dan
diimplementasikan.

b. Perancangan proses evaluasi pada program pokok Puskesmas Kegiatan pelayanan kesehatan
yang diselenggarakan Puskes mas sering terlalu banyak sehingga dalam kebutuhan tertentu,
evaluasi dilakukan pada program pokok Puskesmas, yaitu upaya kesehatan wajib seperti yang
dimaksud oleh Permenkes RI No. 128 tahun 2004, seperti Program Kesehatan Ibu dan Anak
(KIA), Program Pemberantasan Penyakit (P2), Program Gizi, Kesehatan Lingkungan dll.
7. SEKARANG SAYA TAHU
1. Evaluasi adalah kegiatan yang terikat dengan waktu untuk mengkaji secara sistematis
dan objektif, relevansi, kinerja, dan keberhasilan dari program yang sedang berjalan atau
program yang telah selesai.
2. Tujuan evaluasi adalah memberikan informasi kepada pengambil keputusan tentang
kebijakan, strategi dan pelaksanaan program berkait dengan intervensi program yang
sedang berjalan maupun di masa mendatang. Menunjukkan akuntabilitas pelaksanaan dan
hasil kinerja program/ kegiatan kepada pihak yang berkepentingan
3. Tipe-tipe Evaluasi
Menurut tahapan pelaksanaan kegiatan/ program yaitu pada perencanaan (feedforward
evaluation), kegiatan yang sedang berjalan/ proses pelaksanaan kegiatan (Concurrent
Evaluation) dan setelah kegiatan selesai dilaksanakan (feedback evaluation).
Menurut criteria kegiatan program yaitu evaluasi input, evaluasi proses, evaluasi ourput,
evaluasi outcome dan evaluasi impact.
4. 5 tahap proses evaluasi adalah :
• Penetapan indicator pengukuran dan standar pelaksanaan kegiatan,
• Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
• Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata
• Pembandingan hasil ukur dengan standar
• Merancang dan melakukan tindakan koreksi, bila diperlukan
5. Kegunaan dan pentingnya evaluasi adalah untuk menjamin agar kegiatan yang
dialaksanakan dapat mencapai tujuan yang telah direncanakan.Selain itu juga untuk
mengetahui bahwa kegiatan yang dilakukan adalah tepat sasaran, metode, waktu, biaya dll.
Selain itu untuk pembelajaran, verivikasi dan meningkatkan kualitas manajemen program,
mengidentifikasi strategi yang berhasil dalam rangka ekstensifikasi/ekspansi dan replikasi,
memodifikasi atau memperbaiki strategi yang kurang berhasil, mengukur keberhasilan dan
manfaat suatu intervensi, memberi informasi kepada stakeholders dan justifikasi atau
validasi kepada donor, mitra atau konstituen yang berkepentingan.
6. Cara merancang proses evaluasi adalah:
• Merumuskan hasil yang diinginkan menajer
• Menetapkan penunjuk (indicator atau predictor) hasil
• Menetapkan standar penunjuk dan hasil untuk dapat menilai apakah pelaksanaan
suatu kegiatan dan hasilnya menyimpang dari rencana yang ditetapkan
• Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik
- Menetapkan sarana untuk mnegumpulkan data dan informasi penunjuk
(indicator) dan memandingkan nya dengan standar.
- Membangun jejaring informasi
• Menilai Informasi (hasil evaluasi) dan mengambil tindakan koreksi