Anda di halaman 1dari 3

PERTIMBANGAN RASIONAL

PENILAIAN KORTIKOSTEROID TOPIKAL


DALAM DERMATOTERAPI

Riyan M. Darundro1, Puji Artanti1, Sherly Nurfadhila1. Bayu Fajar Pratama1, Annisa
Abdi Ghifari1, Hariana Etriya1, T.Sy.Dessi Indah Sari AS2

Bagian/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin


Fakultas Kedokteran Universitas Riau / RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru

ABSTRACT
Corticosteroid are derivate of corticosteroid hormones that have important role
in inflammation response control. There are two kinds of corticosteroids, systemic
corticosteroid and topical corticosteroid. Topical corticosteroid is one of topical therapy
that can be used to treat many condition by dermatologist. The important consideration
for choosing topical corticosteroid therapy is accurate diagnosis, choose the right
therapy, know the drug potential, frequency and duration of therapy, and side effect of
drug.

Key words: Corticosteroids, topical corticosteroid, the right choise of corticosteroids,


dermatotherapy

ABSTRAK

Kortikosteroid merupakan derivat dari hormon kortikosteroid yang memiliki


peranan penting termasuk dalam mengontrol respons inflamasi. Kortikosteroid ada dua
yaitu kortikosteroid sistemik dan topikal. Kortikosteroid topikal adalah salah satu obat
topikal yang banyak digunakan dalam terapi penyakit kulit.
Hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam memilih kortikosteroid topikal adalah
diagnosis yang akurat, memilih obat yang benar, mengetahui potensi obat, jenis sediaan,
frekuensi penggunaannya, durasi pengobatan, efek samping obat dan profil pasien yang
tepat.

Kata kunci : Kortikosteroid, kortikosteroid topikal, pemilihan kortikosteroid yang tepat,


dermatoterapi

Koresponden: 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau dan Fakultas


Kedokteran Abdurrab
2
Bagian Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
DAFTAR PUSTAKA

1. Suherman, Suharti K, Ascobat, Purwantyastuti. Adrenokortikopin,


adrenokortikosteroid, analog-sintetik dan antagonisnya. Dalam: Gunawan SG,
Setiabudy, Rianto, Nafrialdi. Farmakologi dan terapi edisi ke-5. Balai Penerbit FK
UI: Jakarta; 2009. Hal 496-513.

2. Hamzah M. Dermatoterapi. Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S.Eds. Ilmu


penyakit kulit dan kelamin, edisi ke-5. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia; 2007. Hal 342-52.

3. Strober BE, Washenik K, Shupack JL. Principles of topical therapy. In: Fitzpatrich
TB, Eisen AZ, Wolf K, Freedberg IM, Austen KF, editors. Dermatology in general
medicine. New York: McGraw-Hill, 2008:2090-6.

4. Stoughton RB, Cornell RC. Corticosteroids. In: Fitzpatrick TB, Eisen AZ, Wolf K,
Freedberg IM, Austen KF, editors. Dermatology in general medicine. New York:
McGraw-Hill, 2008:2846-50.

5. Sanjay KR, D’shouza P. Rational and ethical use of topical corticosteroids based
safety and efficacy. Indian J Dermatol. 2012 Jul-Aug; 57(4): 251-9.

6. Carlos G, Uribe P, Fernandez PP. Rational use of topical corticosteroids. Australian


Predescriber vol 36 no 5. October 2013.

7. Kenneth A, Jefrey P. Manual of dermatology: an introduction of diagnosis and


treatment. Lippincolt William and Willkins; 2007. P.315-24

8. Johan R. Penggunaan kortikosteroid topikal yang tepat. Cermin Dunia Kedokteran


2015; 42(4):308-12.

1
9. Oakley A. Topical corticosteroid treatment for skin conditions. BPJ Issue vol
23.2012. P.9-13.

10. Ardhie AM. Dermatitis dan peran steroid dalam penanganannya. Dexa Media 2004;
17(4):157-63.

11. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informatorium obat
nasional Indonesia (IONI). Jakarta: Tim Penyusun IONI; 2013. Diakses pada:
http://pionas.pom.go.id/book/ioni .Diperbaharui Desember 2013.

12. Yanhendri, Yenny SW. Berbagai bentuk sediaan topikal dalam dermatologi. Cermin
Dunia Kedokteran 2012; 39(6):423-30.