Anda di halaman 1dari 16

PERCOBAAN 2

EKSPERIMEN FRANCK HERTZ

LAPORAN PRAKTIKUM
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Praktikum Fisika Modern
yang dibina oleh Bapak Robi Kurniawan, M.Si.

Oleh
SAYYIDATI ZUHROH
NIM 170322613048

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 FISIKA
OKTOBER 2019
A. TUJUAN
Dalam percobaan Eksperimen Franck Hertz, praktikan diharapkan
mampu:
1. Mempelajari tingkat energi diskrit dalam atom
2. Menunjukkan tingkat energi eksitasi pada atom.

B. DASAR TEORI
James Franck dan Gustav Hertz melakukan percobaan pada tahun
1914 yang menunjukkan adanya keadaan tereksitasi pada atom Merkuri.
Atom-atom uap Hg dieksitasi dengan membenturkannya dengan arus
elektron yang dipercepat dari katoda ke anoda oleh tegangan pemercepat
yaitu beda potensial antara katoda dengan kisi atau grid (Soedojo, 2001).
Percobaan ini dilakukan untuk menyelidiki tingkat energi diskrit dalam
atom yang mana didasarkan pada mekanisme utama yang dapat
mengeksitasikan sebuah atom ke tingkat energi di atas dasar, sehingga dapat
menyebabkan atom memancarkan energi.

Gambar 1. Skema percobaan Eksperimen Franck Hertz (Tipler, 2008:174)


Elektron-elektron meninggalkan katoda karena pemanasan filamen
pada anoda. Kemudian elektron-elektron ini dipercepat dengan adanya beda
potensial antara katoda dengan anoda sehingga dapat menembusi kisi dan
jatuh pada plat anoda. Beda potensial ini dapat diatur, jika V lebih besar dari
V0, maka suatu tegangan akan memperlambat aliran electron antara kisi dan
plat anoda (Krane, K., 2014).
Percobaan ini didasarkan pada teori tumbukan suatu atom dengan
partikel lain yang dapat menimbulkan lucutan listrik dalam gas bertekanan

2
rendah, sehingga timbul medan listrik yang mempercepat elektron dan ion
atomik sampai energi kinetiknya cukup untuk mengeksitasikan atom ketika
terjadi tumbukan. Energi yang dibutuhkan untuk mengeksitasi suatu atom
disebut energi eksitasi. Energi eksitasi merupakan hasil perkalian antara
muatan electron 𝑒 dengan tegangan eksitasi 𝑉𝑒 , yang dapat dituliskan dalam
persamaan.
𝐸𝑒 = 𝑒𝑉𝑒
Energi yang digunakan untuk bereksitasi ke tingkat energi yang
lebih tinggi dan kemudian tereksitasi kembali dengan memancarkan foton
yang memiliki panjang gelombang 𝜆 sehingga (Nurafida, E, dkk, 2015: 2).
ℎ𝑐
𝜆=
𝑒 𝑉𝑒
Dalam percobaan yang telah dilakukan Franck Hertz didapatkan data
arus dan tegangan yang digambarkan oleh grafik berikut ini.

Gambar 2. Grafik hubungan arus dan tegangan Eksperimen Franck Hertz (Tipler,
2008:175)
Grafik tersebut mennunjukkkan bahwa arus berkurang karena
banyak electron yang kehilangan energi akibat tumbukan inelastic dengan
atom merkuri dalam tabung dan karenanya tidak dapat mengatasi potensi
punggung kecil yang ditunjukkan gambar 2. Jarak puncak dalam grafik
tersebut menunjukkan bahwa hanya sejumlah energi 4,9 eV yang hilang ke
atom merkuri. Interpretasi grafik ini dikonfirmasi oleh pengamatan radiasi

3
energi foton 4,9 eV yang dipancarkan oleh atom merkuri, ketika V0 lebih
besar daripada energi ini (Tipler, 2014:175.
C. ALAT DAN DESAIN
Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan Eksperimen
Franck Hertz adalah set-up Franck Hertz yang digunakan untuk menentukan
arus dan tegangan pemercepat. Untuk lebih jelasnya, ditunjukkan oleh
gambar berikut.

Gambar 3. Set percobaan Eksperimen Franck Hertz, diambil 2019

Gambar 4. Panel pada alat Franck Hertz (modul praktikum fisika modern, 2019: 14)

D. PROSEDUR PERCOBAAN
Prosedur percobaan Franck Hertz adalah sebagai berikut yaitu
dengan melihat Gambar 4 panel pada alat Franck-Hertz.
1. Mengatur switch power (1) pada posisi off, switch (9) pada posisi
manu, switch (10) pada posisi internal, dan switch (11) pada posisi
meter. Memutar semua tombol pada posisi minimum, yaitu dengan
cara memutar berlawanan arah dengan perputaran jarum jam.
2. Menghubungkan input dengan sumber tegangan 220 V, kemudian
mengatur jarum amperemeter pada posisi nol dengan menggunakan

4
tombol zero (7). Mengatur tombol gain pada posisi garis penunjuk
mengarah ke atas.
3. Memutar tombol G2-K (5) searah jarum jam sampai voltmeter
menunjuk kira-kira 30 volt.
4. Memutar tombol pemanas (2) sampai garis penunjuk mengarah ke
atas dan menunggu kira-kira 1-2 menit.
5. Memutar tombol G1-K (3) sampai amperemeter menunjukkan adanya
arus dan memutar tombol G2-P (4) sampai menunjukkan adanya
pengaruh pada jarum amperemeter. Mengatur G1-K (3) dan G2-P (4)
sedemikian sehingga bila G2-K (5) diputar kearah maksimum
amperemeter tidak melebihi batas maksimum.
6. Mengatur tombol zero (7) agar menunjuk nol pada saat G2-K
minimum (nol). Dari harga nol perbesaran V dengan memutar G2-K
(5) sedikit demi sedikit yang akan diikuti oleh bertambah besarnya
arus yang ditunjukkan oleh jarum amperemeter. Pada posisi harga V
tertentu hingga I akan turun drastis kemudian bertambah besar lagi.
Mencari keadaan penurunan I ini sebanyak 3-4 kali untuk satu proses
perubahan V dari harga nol sampai maksimum.
7. Apabila telah mendapatkan keadaan diatas, maka meminimumkan
tombol G2-K (5), kemudian mengubah switch (9) pada posisi auto.
Selanjutnya memaksimumkan tombol G2-K (5), maka akan terlihat
secara otomatis jarum voltmeter bertambah tetapi jarum amperemeter
naik-turun-naik-turun dan seterusnya.
8. Meminimumkan tombol G2-K dan mengubah switch (9) pada posisi
manu kembali.
9. Melakukan secara manual pengukuran V dan I dengan memutar
tombol G2-K (5) sedikit demi sedikit.
10. Melakukan pelaksanaan 5-9 pada kondisi yang lain dengan mengatur
tombol G1-K (3) dan G2-P (4) yang berbeda.

E. DATA PENGAMATAN
Berikut adalah tabel data hasil pengamatan percobaan Franck Hertz.

5
Tabel 1. Data Pengamatan, diolah 2019
PERCOBAAN 1 PERCOBAAN 2 PERCOBAAN 3
𝐈𝐦𝐢𝐧 𝐈𝐦𝐢𝐧 𝐈𝐦𝐢𝐧
V1 I1 (**) V1 I1 (**) V1 I1 (**)
No. No. No.
(V) (A) /𝐈𝐦𝐚𝐱 (V) (A) /𝐈𝐦𝐚𝐱 (V) (A) /𝐈𝐦𝐚𝐱
(*) (*) (*)
1 2 2 1 2 2 1 2 2
2 4 4 2 4 6 2 4 4
3 6 8 3 6 8 3 6 6
4 8 10 4 8 10 4 8 8
5 10 12 5 10 12 5 10 12
6 12 14 6 12 14 6 12 14
7 14 24 7 14 24 7 14 20
8 16 32 8 16 30 8 16 20
9 18 38 9 18 38 9 18 36

10 20 46 * 10 20 46 * 10 20 44

11 22 40 11 22 42 11 22 44 *

12 24 36 12 24 36 12 24 36

13 26 32 13 26 34 13 26 22

14 28 30 ** 14 28 30 ** 14 28 20 **

15 30 34 15 30 32 15 30 28

16 32 48 16 32 50 16 32 46

17 34 60 17 34 58 17 34 56

18 36 68 18 36 70 18 36 66 *

19 38 74 * 19 38 74 * 19 38 58

20 40 66 20 40 64 20 40 50

21 42 54 21 42 52 21 42 56

22 44 44 22 44 44 22 44 46

23 46 38 ** 23 46 38 ** 23 46 40 **

24 48 48 24 48 48 24 48 42

25 50 64 25 50 60 25 50 58

26 52 68 26 52 74 26 52 62

27 54 98 * 27 54 92 27 54 88

28 56 96 28 56 94 * 28 56 94 *

29 58 80 29 58 86 29 58 90

30 60 62 30 60 72 30 60 78

6
31 62 58 ** 31 62 66 31 62 68

32 64 60 32 64 56 ** 32 64 58 **

33 66 74 33 66 58 33 66 58

34 68 86 34 68 68 34 68 64

35 70 94 * 35 70 78 35 70 78

36 2 2 36 72 88 36 72 86

37 4 4 37 74 100 * 37 74 96

38 6 8 38 76 96 38 76 100 *

39 8 10 39 78 86 39 78 96

40 10 12 40 80 78 40 80 92

41 41 82 74 ** 41 82 82

42 42 84 76 42 84 78

43 43 86 80 43 86 78 **

44 44 88 86 44 88 80

45 45 90 94 45 90 88

46 46 92 98 46 92 96

47 47 94 98 * 47 94 100 *

48 48 96 92 48 2 2

49 49 98 90 ** 49 4 4

50 50 2 2 50 6 6

F. ANALISIS
Berikut ini adalah analisis data pengamatan percobaan Franck Hertz.
cepat rambat cahaya pada ruang vakum (𝑐) = 3 × 108 𝑚/𝑠.
Muatan elektron (e) = 1,602 × 10−19 𝐶𝑜𝑢𝑙𝑜𝑚𝑏.
Konstanta Planck (h) = 6,626 × 10−34 𝐽𝑠.
Tegangan Pemercepat
𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.1) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.2) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.3)
𝑉=
3
Energi Eksitasi (𝐸)
𝐸 = 𝑒𝑉
Panjang Gelombang ()

7
ℎ𝑐
=
𝐸
2
𝜕 2
𝑆 = √| × × ∆𝑉|
𝜕𝐸 3

2
ℎ𝑐 2
𝑆 = √|− × × ∆𝑉|
𝑒𝑉 2 3
𝑆
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%

Titik Minimum Pertama
Tegangan Pemercepat
𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.1) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.2) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.3)
𝑉=
3
28 + 28 + 28
𝑉= = 28𝑉
3
Energi Eksitasi (𝐸)
𝐸 = 𝑒𝑉
𝐸 = (1,602 × 10−19 𝐶)(28𝑉) = 4,485 × 10−18 𝐽
Panjang Gelombang ()
ℎ𝑐
=
𝐸
−34 8
( 6,626 × 10 ) (3 × 10 )
=
4,485 × 10−18
−8
 = 4,432 × 10 𝑚
2
ℎ𝑐 2
𝑆 = √|− × × ∆𝑉|
𝑒𝑉 2 3

2
( 6,626 × 10−34 )(3 × 108 ) 2
𝑆 = √|− × × 1|
(1,602 × 10−19 )(28)2 3

𝑆 = 1,055 × 10−9 𝑚
𝑆
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%

1,055 × 10−9
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%
4,432 × 10−8
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = 2,38%

8
Jadi,  = (4,43 ± 0,11)10−8 𝑚 dengan ralat relative sebesar 2,38%.

Titik Minimum Kedua


Tegangan Pemercepat
𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.1) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.2) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.3)
𝑉=
3
46 + 46 + 46
𝑉= = 46𝑉
3
Energi Eksitasi (𝐸)
𝐸 = 𝑒𝑉
𝐸 = (1,602 × 10−19 𝐶)(46𝑉) = 7,369 × 10−18 𝐽
Panjang Gelombang ()
ℎ𝑐
=
𝐸
−34 8
( 6,626 × 10 ) (3 × 10 )
=
7,369 × 10−18
−8
 = 2,697 × 10 𝑚
2
ℎ𝑐 2
𝑆 = √|− 2 × × ∆𝑉|
𝑒𝑉 3

2
( 6,626 × 10−34 )(3 × 108 ) 2
𝑆 = √|− × × 1|
(1,602 × 10−19 )(46)2 3

𝑆 = 3,909 × 10−10 𝑚
𝑆
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%

3,909 × 10−10
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%
2,697 × 10−8
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = 1,45%
Jadi, =(2,70±0,04)10−8𝑚 dengan ralat relative sebesar 1,45%.

Titik Minimum Ketiga


Tegangan Pemercepat
𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.1) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.2) + 𝑉𝐼𝑚𝑖𝑛 (𝑝𝑒𝑟𝑐.3)
𝑉=
3

9
62 + 64 + 64
𝑉= = 63,333𝑉
3
Energi Eksitasi (𝐸)
𝐸 = 𝑒𝑉
𝐸 = (1,602 × 10−19 𝐶)(63,333𝑉) = 1,015 × 10−17 𝐽
Panjang Gelombang ()
ℎ𝑐
=
𝐸
−34 8
( 6,626 × 10 ) (3 × 10 )
=
1,015 × 10−17
−8
 = 1,959 × 10 𝑚
2
ℎ𝑐 2
𝑆 = √|− × × ∆𝑉|
𝑒𝑉 2 3

2
( 6,626 × 10−34 )(3 × 108 ) 2
𝑆 = √|− × × 1|
(1,602 × 10−19 )(63,333)2 3

𝑆 = 2,062 × 10−10 𝑚
𝑆
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%

2,062 × 10−10
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = × 100%
1,959 × 10−8
𝑅𝑎𝑙𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑙𝑎𝑡𝑖𝑓 = 1,05%
Jadi,  = (1,96 ± 0,02)10−8 𝑚 dengan ralat relative sebesar 1,05%.
Hasil analisis data di atas dapat disajikan dalam tabel berikut ini.
Tabel 2. Sajian Hasil
Besaran Titik Minim 1 Titik Minim 2 Titik Minim 3
Tegangan Pemercepat 𝑉(𝑉) 28 46 63,3
−18 −18
Energi Eksitasi 𝐸(𝐽) 4,485 × 10 7,369 × 10 1,015 × 10−17
Panjang Gelombang (𝑚) (4,43 ± 0,11)10−8 (2,70 ± 0,04)10−8 (1,96 ± 0,02)10−8

Berikut adalah grafik hubungan antara tegangan katoda dan arus


kolektor.

10
Percobaan 1
Grafik Hubungan antara Tegangan Katoda dengan
Arus Kolektor
120

100
Arus Kolektor (A)

80

60

40

20

0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Tegangan Katoda (Volt)

Gambar 4. Grafik hubungan tegangan katoda dengan arus kolektor, diolah 2019

Percobaan 2
Grafik Hubungan antara Tegangan Katoda dengan
Arus Kolektor
100
90
80
Arus Kolektor (A)

70
60
50
40
30
20
10
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Tegangan Katoda (Volt)

Gambar 5. Grafik hubungan tegangan katoda dengan arus kolektor, diolah 2019

11
Percobaan 3
Grafik Hubungan antara Tegangan Katoda dengan
Arus Kolektor
120

100
Arus Kolektor (A)

80

60

40

20

0
0 20 40 60 80 100
Tegangan Katoda (Volt)

Gambar 6. Grafik hubungan tegangan katoda dengan arus kolektor, diolah 2019

G. PEMBAHASAN
Percobaan Franck Hertz yang telah dilakukan hampir sama dengan
percobaan yang dilakukan Franck dan Hertz sekian tahun lalu, yaitu
electron-elektron meninggalkan katoda akibat pemanasan filamen yang
menyebabkan beda potensial di antaranya. Grafik hubungan arus dan
tegangan yang didapatkan juga sesuai dengan grafik yang didapatkan
Franck dan Hertz dalam eksperimennya seperti yang ditunjukkan oleh
gambar 2 di atas, yaitu arus akan naik pada saat tegangannya dinaikkan,
namun pada titik tertentu arus tersebut mengalami penurunan. Grafik
tersebut adalah akibat dari penurunan arus secara drastis ketika atom berada
dalam suatu keadaan tereksitasi. Elektron-elektron yang dipanasi dengan
filamen (H) bergerak dari katoda ke anoda, dalam perjalanannya elektron-
elektron tersebut melewati kisi dalam tabung hampa. Arus elektriknya dapat
diukur melalui A yang dipasang seri dengan plat Anoda. Dalam
perjalanannya, elektron-elektron bertumbukan dengan atom-atom suatu
unsur gas atau uap dalam kisi dan tumbukan yang terjadi adalah tumbukan
tidak lenting sama sekali, dengan anggapan bahwa elektron yang
bertumbukan memberikan sebagian atau seluruh energinya pada atom. Pada

12
suatu keadaan tertentu energi yang diberikan oleh elektron-elektron tersebut
akan sama dengan energi yang dibutuhkan oleh olektron-elektron untuk
menaikkan atom ke tingkat eksitasi terendahnya, maka atom kembali
bereksitasi pada tingkat energi berikutnya. Efeknya adalah terjadi
penurunan arus secara drastis. Karena elektron-elektron yang bergerak
setelah terjadi tumbukan bergerak dengan energi rendah menuju Anoda.
Elektron-elektron kembali dan dipercepat dengan potensial V dengan
memutar G2-K maka kembali terjadi kenaikan arus. Begitu seterusnya.
Grafik yang didapatkan dari percobaan Franck Hertz dapat
dinterpretasi sehingga dapat diperoleh beberapa besaran. Besaran-besaran
tersebut adalah tegangan pemercepat 𝑉, energi eksitasi 𝐸, dan panjang
gelombang foton . Dalam percobaan ini didapatkan kenaikan dan
penurunan arus I sebanyak 3-4 kali, sehingga didapatkan pada titik
minimum pertama 𝑉 = 26𝑉, 𝐸 = 4,485 × 10−18 𝐽, dan  = (4,43 ±
0,11)10−8 𝑚 dengan ralat relative sebesar 2,38%, pada titik minimum
kedua 𝑉 = 46𝑉, 𝐸 = 7,369 × 10−18 𝐽, dan  = (2,70 ± 0,04)10−8 𝑚
dengan ralat relative sebesar 1,45%, dan pada titik minimum ketiga 𝑉 =
63,3 𝑉, 𝐸 = 1,015 × 10−17 𝐽, dan  = (1,96 ± 0,02)10−8 𝑚 dengan ralat
relative sebesar 1,05%.

H. TUGAS
1. Gambarkan grafik hubungan V dan I!
Grafik telah disajikan di bagian analisis data.
2. Tentukan besarnya tegangan terjadinya eksitasi (penurunan I secara
drastis), energi eksitasi, dan panjang gelombang yang dihasilkan!
Tegangan, energi eksitasi, dan panjang gelombang telah disajikan
pada tabel 2 bagian analisis data.
3. Jelaskan secara fisis sehingga dapat terjadi grafik hubungan I-V
seperti yang ditunjukkan pada percobaan Franck-Hertz di atas!
Grafik hubungan I-V telah dijelaskan pada bagian pembahasan.
4. Sebutkan model-model atom yang saudara ketahui dan sebutkann pula
kelemahan-kelemahannya!

13
Tabel 3. Model-model Atom
Model Atom Postulat Kelemahan Sketsa Model
Dalton  Atom adalah partikel Dalam perkembangan
terkecil yang tidak atom, ternyata atom
dapat dibagi-bagi lagi. terdiri dalam suatu
 Atom adalah suatu struktur tertentu yang
unsur, sehingga tidak tidak dapat dijelaskan
dapat menjadi atom oleh Dalton yakni
unsur lain. tentang kelistrikan.
 Dua atom atau lebih
dapat membentuk
suatu unsur.
 Atom suatu unsur
semuanya serupa.
 Dalam suatu reaksi
kimia atom-atom
terpisah kemudian
dapat bergabung lagi
dengan membentuk
susunan yang berbeda
dari semula serta
mempunyai
perbandingan tertentu
mengikuti kekekalan
massa.

Thomson  Atom merupakan bola  Tidak mampu Muatan positif yang


bermuatan positif menerangkan menyebar merata
Elektron
bersama yang penyerapan elektron
mengandung elektron. pada frekuensi yang
Thomson orang pertama sama.
yang mengusulkan  Hamburan partikel
“Struktur atom” dengan alfa yang ditembakkan
keberhasilannya pada atom dengan
mencirikan elektron sudut hambur yang
dan menentukan e/m besar bahkan mampu
elektron. Struktur yang membalikkan partikel
dikemukakan tersebut yang
Thomson adalah menunjukkan bahwa
berbentuk bola dengan muatan positif tidak
diameter + 1Aº yang tersebar merata
bermuatan listrik melainkan
positif. Dan pada berkonsentrasi pada
tempat-tempat tertentu sebuah inti yang kecil
di dalam bola itu pada pusat atom.
terdapat elektron yang
sama banyaknya,

14
(seperti kismis dalam
roti. Jumlah muatan
positif sama dengan
muatan negatif.
Rutherford  Atom terdiri dari inti  Rumus hamburan
atom dan elektron. Rutherford masih
Massa dan muatan merupakan hampiran
positifnya terpusat pada karena gaya yang
inti atom, sedangkan mempengaruhi
elektron beredar hamburan tersebut
mengelilingi inti pada bukan hanya dari sati
kulitnya. inti sehingga
 Jumlah muatan positif perhitungan jari-jari inti
sama dengan jumlah masih merupakan
elektron hampiran.
 Belum dapat
menjelaskan
kemantapan atom, jika
elektron mengorbit
berputar mengelilingi
inti, maka elektron
harus terus menerus
meradiasikan
energinya. Dikarenakan
energi pada atom
berkurang yang diikuti
oleh jari-jari maka
akhirnya jatuh pada
inti.

Bohr  Elektron mengelilingi  Hanya sesuai untuk


inti melalui lintasan atom-atom berelektron
yang tetap (stationer) tunggal atau disebut
dan tidak mengurangi atom Hidrogenitik yaitu
yang dimiliki oleh He+, Li2+, Be2+ dan
elektron dengan lainnya. Namun tidak
momentum sudut untuk atom berelektron
nh 2 atau lebih.
Mvr  .
2  Tidak dapat
 Elektron akan menjelaskan spektrum
mengalami perubahan atomik yang terdiri dari
energi jika terjadi banyak garis spektrum.
perpindahan elektron  Tidak dapat
pada lintasan lain menghitung intensitas
dengan menyerap garis spektrum.
energi hν jika pindah ke  Melanggar azas
lintasan yang lebih luas ketidakpastian
dan memancarkan

15
energi hν jika pindah ke 2x.p   berlaku
lintasan yang lebih semua arah dalam
rendah. ruang untuk sebuah
elektron yang bergerak
dalam sebuah orbit
lingkaran jika jari-jari
tetap maka r  0
sehingga 2r.p  
tidak terpenuhi.

I. KESIMPULAN
Dalam percobaan Franck Hertz telah dipelajari energi diskrit (energi
yang terputus-putus atau tidak kontinu) dalam atom yang mana didasarkan
pada mekanisme utama yang dapat mengeksitasikan sebuah atom ke tingkat
energi di atas dasar, sehingga dapat menyebabkan atom memancarkan
energi.
Grafik hubungan antara arus katoda 𝐼 dan tegangan kolektor
𝑉 menunjukkan bahwa adanya tingkat energi yang terdapat pada puncak
grafik tersebut.

J. DAFTAR PUSTAKA
Krane, Kenneth S. 2014. Fisika Modern. Jakarta : Penerbit Universitas
Indonesia (UI-Press).
Nurafida, E. dkk,. 2015. Penentuan Energi Eksitasi Elektron dan Panjang
Gelombang Foton Menggunakan Percobaan Franck-Hertz. Jurnal
online, diakses 6 Oktober 2019.
Soedojo, Petes. 2001. Azas-Azas Ilmu Fisika Jilid 4 Fisika Modern.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Tim Praktikum Fisika Modern. 2016. Modul Praktikum Fisika Modern.
Malang : Universitas Negeri Malang.
Tipler, dkk. 2008. Modern Physics Fifth Edision. United States of America.

16

Anda mungkin juga menyukai