Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah suatu proses memfasilitasi peserta didik dengan sarana
dan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan serta peningkatan kompetensi
di bidang akademik dan non-akademik. Pendidikan adalah komponen yang akan
terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman, percepatan perkembangan
ilmu dan teknologi.
Pendidikan di Indonesia sudah diatur dalam UUD 1945, yang ditegaskan
kembali di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen. Undang-undang ini menegaskan bahwa guru adalah pendidik profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Berdasarkan
penjabaran Undang-undang tersebut guru mempunyai fungsi, peran, dan
kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang
pendidikan. Oleh karena itu, untuk mendukung hal tersebut saat ini telah
diberlakukan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (PermenPANRB) No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru,
yang di antaranya mengatur tentang program induksi bagi guru pemula.
Kemudian yang ditegaskan kembali dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula.
Program Induksi bagi Guru Pemula adalah adalah kegiatan orientasi
pelatihan ditempat kerja pengembangan praktek pemecahan permasalahan dalam
proses pembelajaran bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya
dengan bimbingan dari seorang mentor. Program induksi merupakan tahap penting
dalam Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PPB) bagi seorang guru.
Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula yang baik haruslah sistematis dan
terencana berdasarkan konsep kerjasama dan kemitraan diantara para guru dalam
pendekatan pembelajaran profesional.
Program Induksi atau PGIP berlangsung paling tidak selama satu tahun
dimana guru pemula belajar menyesuaikan diri dari pendidikan guru di sekolah
atau dari tempat kerja lain untuk menjadi guru pembelajaran tentang profesi guru

1
serta merupakan proses perkembangan kepribadian, baik sebagai guru tetap, guru
kontrak atau guru paruh waktu di sekolah.
Program induksi dilaksanakan dalam rangka menyiapkan guru pemula
agar menjadi guru profesional yang meningkatkan kemampuan dan
keterampilannya dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat
menunjang usaha peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan sekaligus
memecahkan permasalahan yang dihadapi dan dialami oleh guru pemula dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, peserta
didik, kondisi sekolah, dan lingkungannya.
Dengan demikian salah satu yang menentukan karir dan profesionalitas
seorang guru selanjutnya adalah pengenalan guru pemula terhadap situasi sekolah,
sehingga setiap Satuan Pendidikan khususnya di SMKN 3 Tabanan, Kecamatan
Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, telah melaksanakan Program Induksi
Guru Pemula (PIGP) dengan baik sebagaimana diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan untuk mendukung pengembangan profesionalitas sebagai
pendidik bagi guru pemula di sekolah kami dan hasilnya dituliskan dalam laporan
PIGP ini.

B. Dasar Hukum
Perihal yang mendasari penyusunan Laporan Program Induksi Guru
Pemula (PIGP) di SMKN 3 Tabanan diantaranya :
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pemerintahan Daerah;
3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan;
7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kredit;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang
Program Induksi bagi Guru Pemula; dan

2
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang
Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

C. Tujuan Program Induksi


Adapun tujuan dilaksanakannya Program Induksi Guru Pemula
(PIGP) di SMKN 3 Tabanan meliputi :
1. Agar guru pemula dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya
sekolah dimana mereka bekerja.
2. Agar dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai guru professional di
tempat kerja.

D. Sasaran
Pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) memiliki sasaran yakni
dimana Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusunya formasi guru dapat belajar
menimba pengalaman dari Kepala Sekolah dan Guru Pembimbing sehingga dapat
melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

E. Hasil yang diharapkan


Hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP)
antara lain :
1. Terbentuknya calon guru yang berkualitas dalam menjalankan tugas pokok
dan fungsinya.
2. Terbentuknya suasana sekolah yang selaras, serasi dan seimbang sehingga
mendukung terciptanya suasana pembelajaran yang efektif.