Anda di halaman 1dari 7

Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

WHAT ARE INFANTS AND TODDLERS LIKE?

- 4 domain perkembangan infant dan toddler adalah Socio-emotional, cognitive, motor, dan adaptive
(co: daily living)
- Usia infant dan toddler yang berada pada rentang 0-2 tahun terdapat banyak perkembangan
milestone dan peristiwa penting yang terjadi.
- Infancy : 1 tahun pertama, mencakup pertama kali mereka bernafas, tersenyum, berpikir, berkata,
melangkah.
- Junior toddlerhood : 12 – 18 bulan
- Senior toddlerhood : 18 bulan – 2 tahun
- Toddlerhood : Di masa ini, 2 perkembangan milestone yang paling menonjol adalah berjalan dan
perkembangan bahasa yang cepat. Kemampuan untuk mobilisasi dan berbahasa adalah landasan
otonomi yang memungkinkan toddler menjadi mandiri.
- Penting pada masa ini, kita, untuk merespon pencapaian pertama bayi dan pencapaian otonomi
toddler karena menentukan bagaimana anak-anak tumbuh dan menguasai berbagai peristiwa
kehidupan.

Understanding Child Development

Yang perlu dipertimbangkan dalam memahami proses perkembangan utama yang menjadi ciri dalam
formative years pada infant dan toddler agar memahami peran kita sebagai pendidik dan pengasuh:

1. Infant dan toddler bukanlah miniatur orang dewasa yang digambarkan oleh iklan produk bayi.
Anak-anak perlu bertahun-tahun untuk berkembang sepenuhnya dan menjadi mandiri. Periode
ketergantungan dan respons para profesional terhadapnya sangat penting untuk perkembangan
anak-anak.
2. Kita harus selalu ingat bahwa perkembangan "normal" dan perkembangan milestones itu
didasarkan pada rata-rata, dan "rata-rata" adalah jalan tengah perkembangan (misalnya, Tabel
9.1 memberikan tinggi dan berat rata-rata untuk bayi dan balita). Untuk menilai kemajuan atau
kekurangan anak-anak, kita harus mengetahui milestones dari berbagai tahapan perkembangan.
3. Kita harus mempertimbangkan seluruh anak untuk menilai apa yang “normal” untuk setiap anak.
4. Kita juga harus mempertimbangkan latar belakang gender, sosial ekonomi, budaya, dan keluarga,
termasuk riwayat gizi dan kesehatan, untuk menentukan apa yang normal untuk setiap anak. Juga
perlu diingat bahwa ketika anak-anak diberikan nutrisi yang baik, perawatan kesehatan, dan
lingkungan emosional yang hangat dan penuh kasih, perkembangan cenderung menuju apa yang
“normal” untuk setiap anak.

Culture and Child Development

- Culture : Cara hidup kelompok, termasuk nilai-nilai dasar, kepercayaan, agama, bahasa, pakaian,
makanan, dan praktiknya.
- Membesarkan anak juga dipengaruhi oleh budaya kelompok tertentu.

Beberapa rutinitas, berdasarkan budaya, yang mempengaruhi perkembangan anak-anak:

 Penggunaan botol atau menyusui


 Makan makanan padat
 Toileting
Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

 Tidur siang
 Penggunaan comfort items
 Pendisiplinan

YOUNG BRAINS: A PRIMER

Neural Shearing

Synaptogenesis

Age-Appropriate Experiences

Nature and Nurture

MOTOR DEVELOPMENT

Basic Principles of Motor Development

Toilet Training

INTELLECTUAL DEVELOPMENT

Assimilation, Accomodation, and Adaptation at Work

- Asimilasi: menggabungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada


- Akomodasi: menyesuaikan skema agar sesuai dengan informasi dan pengalaman yang baru

Stages of Cognitive Development: Sensorimotor Intelligence

LANGUAGE DEVELOPMENT

Theories of Language Acquisition


Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

- Chomsky : Kemampuan anak berbahasa sudah ada sejak lahir. Language Acquisition Device (LAD) →
anak dilahirkan ke dunia dengan language acquisition device (LAD): bakat alami yang memungkinkan
anak untuk mendeteksi fitur dan aturan bahasa tertentu, termasuk fonologi, sintaks, dan semantik

Sequence of Language Development

Implication for Professionals

PSYCHOSOCIAL AND EMOTIONAL DEVELOPMENT

Social Behavior

Attachment and Relationships

Temperament and Personality Development

INFANT AND TODDLER MENTAL HEALTH

- Penting untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak, salah satu manfaatnya
adalah karena emosi dan kesehatan mental memainkan peran penting dalam mempengaruhi
perkembangan kognitif dan pembelajaran.

Growth of Infant Mental Health Movement

- Infant/toddler mental health : Kompetensi emosi dan sosial pada anak-anak yang berkembang
dengan tepat dalam konteks biologi, hubungan relasi, dan budaya yang saling terkait.

Sejumlah alasan untuk menumbuhkan gerakan infant mental health:

1. Tumbuh kesadaran bahwa kehidupan dan pendidikan anak bersifat holistic, bukan
unidimensional.
2. Penelitian mengenai otak menunjukkan bahwa relationship penting dalam pertumbuhan anak
sehingga lingkungan yang berkualitas tinggi sejak dini dan hubungan pengasuhan sangat penting
untuk perkembangan yang optimal pada anak.
3. Kesadaran publik yang baru dan ditingkatkan tentang bagaimana hubungan anak ibu dan
hubungan pengasuh anak dapat dan memang mempengaruhi kesehatan mental anak. Misalnya,
selama dekade terakhir, ada minat baru dalam depresi ibu dan efek yang dimiliki depresi ibu
terhadap perkembangan anak-anak.
4. Ketertarikan baru pada bagaimana anak-anak dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dalam
kehidupan mereka, termasuk depresi ibu, lingkungan rumah yang abusive, tidak adanya ayah
dari rumah, stres orangtua dan guru (yang memengaruhi hubungan dengan anak-anak), dan
kurangnya kesinambungan perawatan di program perawatan rumah dan anak.

Beberapa pendekatan yang dapat membantu memperkuat ikatan antara orang tua dan anak-anak dan
pengasuh / guru dan anak-anak, dan untuk memberikan kontinuitas perawatan untuk bayi dan balita:

1. Skrining guru sebelum merekrut untuk menentukan keyakinan mereka tentang pentingnya
relationship dan cara memberikan yang terbaik bagi mereka.
2. Memiliki bayi dan balita dan pengasuh mereka memilih satu sama lain untuk mencapai
kecocokan satu sama lain
Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

3. Memberikan bantuan dan dukungan bagi kakek-nenek yang menjadi pengasuh utama untuk
bayi dan balita.
4. Memiliki pengasuh yang sama selama beberapa tahun.

Social Environments and Infant Mental Health

- Gerakan infant mental health berfokus pada lingkungan sosial sebagai sumber utama yang
mempengaruhi kesehatan mental yang positif atau negatif pada anak-anak sehingga saat ini banyak
penekanan pada transaksi, interaksi, dan hubungan yang ada antara orang tua dan anak.
- Dalam pendekatan model transaksional untuk menyediakan kesehatan mental bayi, penekanan
ditempatkan pada pengembangan dan mempertahankan keterikatan positif dan hubungan antara
orang tua, anak, dan pengasuh.

QUALITY INFANT AND TODDLER PROGRAMS

Developmentally Appropriate Programs

Kita harus memahami dan mengenali isu mengenai developmental appropriateness yang memberikan
dasar yang kuat untuk program apapun. NAEYC menggambarkan developmental appropriate ke dalam 3
dimensi:

1. Apa yang diketahui tentang perkembangan anak dan pembelajaran-pengetahuan tentang


karakteristik manusia terkait usia yang memungkinkan prediksi umum dalam rentang usia
tentang kegiatan, materi, interaksi, atau pengalaman apa yang akan aman, sehat, menarik,
dapat dicapai, dan juga menantang bagi anak-anak
2. Apa yang diketahui tentang kekuatan, minat, dan kebutuhan setiap anak dalam kelompok untuk
dapat beradaptasi dan responsif terhadap variasi individu yang tak terhindarkan; dan
3. Pengetahuan tentang konteks sosial dan budaya di mana anak-anak hidup untuk memastikan
bahwa pengalaman belajar bermakna, relevan, dan menghormati anak-anak yang berpartisipasi
dan keluarga mereka.

Kita juga harus memahami pentingnya menyediakan program khusus bayi dan balita yang unik dan
berbeda dari program untuk anak yang lebih besar. NAEYC mendiskusikan perlunya pemrograman yang
unik untuk bayi dan balita:

Program yang sesuai dengan perkembangan untuk anak-anak sejak lahir hingga usia 3 tahun jelas
berbeda dari semua jenis program lainnya — mereka bukan versi yang diperkecil dari program yang
baik untuk anak-anak prasekolah. Perbedaan program ini ditentukan oleh karakteristik dan
kebutuhan unik anak-anak selama tiga tahun pertama:

 Perubahan terjadi jauh lebih cepat pada masa bayi dibandingkan periode lain dalam kehidupan.
 Selama masa bayi, seperti pada setiap usia lainnya, semua bidang perkembangan kognitif, sosial,
emosional, dan fisik — saling terkait.
 Bayi sepenuhnya tergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan mereka.
 Anak-anak yang sangat muda sangat rentan terhadap kesulitan karena mereka kurang mampu
mengatasi ketidaknyamanan dan stres secara aktif.

Bayi dan balita belajar melalui pengalaman mereka sendiri, coba-coba, pengulangan, imitasi, dan
identifikasi. Orang dewasa membimbing dan mendorong pembelajaran ini dengan memastikan
Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

bahwa lingkungan aman dan mendukung secara emosional. Program yang tepat untuk anak di
bawah tiga tahun mengajak bermain, eksplorasi aktif, dan gerakan. Ini memberikan beragam
pengalaman merangsang dalam kerangka kerja rutin yang dapat diandalkan dan perlindungan dari
stres yang berlebihan. Hubungan dengan orang-orang ditekankan sebagai kontribusi penting
terhadap kualitas pengalaman anak-anak.

Penting untuk mencocokkan tenaga profesional dengan anak-anak dari berbagai usia. Tidak semua
orang cocok secara emosional atau profesional untuk memberikan perawatan bagi bayi dan balita.
Kedua kelompok membutuhkan orang dewasa yang dapat menanggapi kebutuhan khusus dan
karakteristik perkembangan mereka. Bayi utamanya butuh nurturing professional; balita, di sisi lain,
membutuhkan orang dewasa yang dapat menoleransi dan memungkinkan munculnya otonomi dan
kemandirian mereka.

Curricula for Infants and Toddler

- Kurikulum untuk bayi dan balita terdiri dari semua kegiatan dan pengalaman di mana mereka
terlibat di dalamnya dan di bawah arahan para profesional: memberi makan, mencuci, mengganti
popok / mandi, bermain, belajar dan memiliki interaksi yang merangsang, jalan-jalan, terlibat
dengan orang lain, bercakap-cakap, dan memberikan pengalaman kognitif dan bahasa yang tepat
dan merangsang.
- Para professional harus merencanakan kurikulum agar sesuai dengan perkembangan anak. Namun,
tidak semua setuju untuk membuat perencanaan yang linear pada infant dan toddler. Perencanaan
haruslah sirkuler berdasarkan respon anak dan interaksi guru. Tapi, planning sebenarnya diyakini
sebagai kombinasi dari proses yang linear, sirkuler, dan relasional.

PREPARING ENVIRONMENTS TO SUPPORT INFANT AND TODDLER DEVELOPMENT

- Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa anak yang dibesarkan, dirawat, dan diajarkan dalam
lingkungan yang diperkaya menjadi lebih sehat, bahagia, dan berorientasi pada prestasi. Lingkungan
untuk infant dan toddler haruslah yang menarik hati, comfortable, sehat, aman, supportive,
challenging, dan respectful.

Provide for Healthy and Safety

Pedoman untuk menyediakan lingkungan yang aman:

 Area untuk diapering dan toileting terpisah dari area untuk memasak, makan, dan aktivitas anak.
 Semua mainan anak terbuat dari material tidak beracun dan disanitized secara rutin.

Support Developmental Needs

Lingkungan yang supportive membantu infant untuk mengembangkan basic trust dan mengembangkan
otonomi pada toddler. Otonomi pada konsep Erikson terjadi saat toddler matang secara fisik dan mental
dan ingin melakukan banyak hal sendiri tanpa bantuan. perewatan pada mereka harus dengan penuh
cinta dan responsive terhadap kebutuhannya. Menumbuhkan trust pada bayi tergantung dari
terpenuhinya kebutuhan sang bayi.

 Perlakukan setiap anak dengan special dan penting


 Berikan undivided attention pada anak-responsif pada setiap aksi mereka
Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

Provide Challenging Environments

Lingkungan yang menantang membantu anak untuk eksplorasi dan interaksi dengan berbagai jenis
material. Sediakan sesuai perkembangan anak. Hal ini juga membantu anak untuk meningkatkan level
pembelajarannya.

 Sediakan material untuk stimulasi sensori dan indra peraba.


 Sediakan cermin untuk infant dan toddler untuk melihat dirinya sendiri dan orang lain.
 Ajak infant dan toddler jalan kaki jadi mereka bisa observasi alam dan orang yang anak temui.

Promote Respectful Social Development and Interactions

Interaksi sosial melibatkan bagaimana anak berinteraksi dan bergaul dengan anak lain, gurunya, dan
orang lain. Penting adanya interaksi sosial yang positif. Beberapa yang bisa dilakukan:

 Play games dan mengikutsertakan dalam aktivitas yang melibatkan kelompok kecil anak-anak
 Bermain dengan mainan yang melibatkan lebih dari satu anak. Contoh: gunakan kereta dan biarkan
satu anak menarik yang lain.

Encourage Active Involvement

Keterlibatan yang aktif adalah jantung dari pendekatan konstruktivism pada pendidikan AUD.

 Sediakan mainan dan benda yang dapat dimanipulasi, dirasakan, dihisap, dan digenggam.
 Sediakan benda dan kontainer yang bisa anak gunakan untuk memasukan dan mengeluarkannya.
 Sediakan mainan yang responsive yang punya suara, pop up, dan berubah warna yang anak dapat
bereaksi terhadap mainan itu.

ACCOMODATING DIVERSE LEARNERS

- Setiap bayi itu spesial, tapi beberapa bayi butuh pelayanan dan pendampingan special untuk
mencapai goals dalam perkembangan kognitif, komunikasi, sosio-emosional, fisik, dan kemampuan
adaptif.
- Early intervention : Sistem dari pendidikan dan social services untuk mendukung keluarga dan
pertumbuhan dan perkembangan anak. Early intervention dalam kehidupan anak sangat kritis untuk
perkembangan kesehatan dan untuk mencegah, meminimalisasi, atau mengeliminasi potensi
terlambatnya perkembangan. Mungkin juga dibutuhkan pendampingan oleh occupational therapist
(OT) untuk membantu dalam belajar memegang botol/cup, physical therapist (PT) dalam belajar
merangkak, dan/atau speech/language therapist (SLP) dalam belajar minum, makan, dan bicara.

Beberapa early intervention:

1. Cognitive : Tahan diri untuk melakukan segalanya untuk anak. Hal ini akan mendorong anak
untuk mencoba, problem solving, dan selalu meminta bantuan. Motivasi perlu tetap diberikan
karena dalam kegiatan yang lebih mudah juga terdapat tugas-tugas yang sulit.
2. Communication : Maksimalkan interaksi tatap muka dan gunakan aktivitas dengan materi yang
memotivasi sesuai tingkat perkembangan anak. Tingkatkan frekuensi dan jenis peluang bagi
anak untuk berkomunikasi. Untuk anak-anak yang bukan non-verbal, pikirkan metode
komunikasi alternatif (mis. Mengangguk, menunjuk, gambar).
Infants and Toddler: Foundation Years for Learning

3. Social-emotional : Gunakan pilihan dan preferensi untuk membangun hubungan dengan chiden
dan mendorong perilaku yang sesuai. Berikan model perilaku positif dengan bersikap ramah
dan sayang pada anak-anak. Untuk beberapa anak yang mungkin tidak menerima sentuhan,
gunakan nada suara, lagu, dan gerakan kepedulian lainnya.
4. Physical : Posisikan anak-anak yang tidak bergerak secara strategis sehingga mereka dapat ikut
berpartisipasi dengan menggunakan ganjalan, bantal yang dirancang khusus seperti Boppies,
kursi tinggi, atau walker. Ingatlah untuk memasukkan kegiatan motorik halus dan motorik kasar
ke dalam kegiatan yang dilakukan sepanjang hari.
5. Adaptive : Sesuaikan atau ubah jumlah stimulus visual, auditori, atau sensori di kelas. Sediakan
multiple kesempatan untuk anak untuk mempraktikan kemampuannya yang sedang dipelajari.