Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Pelaksanaan PSETK

Perkembangan reformasi kebijakan pengelolaan irigasi sebagaimana yang

diamanatkan dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air

dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi antara lain diarahkan

untuk memperbaiki kinerja pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi.

Program tersebut kemudian diarahkan melalui paradigma baru yang lebih

mengedepankan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan dan mengelola

sistem irigasi yang terintegrasi melalui Integrated Participatory Development

and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

Pengelolaan irigasi pertanian partisipatif merupakan salah satu strategi dalam

penguatan kemampuan kelembagaan irigasi, petani pemakai air, dan penerima

manfaat irigasi lainnya. Mengingat keberagaman pihak terkait irigasi, diperlukan

perencanaan yang tepat, terpadu dan terintegrasi dalam program penguatan dan

pengembangan tersebut.

Instrumen perencanaan dalam konteks kebutuhan program cukup banyak

dikembangkan. Salah satu instrumen yang cukup tepat untuk digunakan dalam

rangka program peningkatan kinerja pengelolaan irigasi partisipatif adalah Profil

Sosial Ekonomi Teknis dan Kelembagaan (PSETK).

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 1


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
Pengertian PSETK dalam konteks tersebut secara konseptual dapat didefinisikan

sebagai gambaran informasi atau data mengenai keadaan sosial, ekonomi, teknis

dan kelembagaan pada suatu daerah irigasi yang dibutuhkan oleh Kelembagaan

Pengelola Irigasi (KPI) untuk proses perencanaan program dalam meningkatkan

kinerja pengelolaan irigasi partisipatif. Sedangkan tujuannya adalah untuk

mendapatkan data dan informasi yang tepat secara aktual sebagai masukan dalam

proses perencanaan program teknis, kelembagaan, usaha tani, dan usaha ekonomi

lainnya pada suatu daerah irigasi berdasarkan potensi sumberdaya lokal.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dokumen PSETK DI. Way Waya Srimulyo

dimaksudkan untuk menyediakan data atau informasi mengenai kondisi sosial,

ekonomi, teknis, dan kelembagaan yang dibutuhkan di daerah irigasi yang

bersangkutan dalam program pemberdayaan kelembagaan petani Daerah Irigasi

melalui P3A/GP3A/IP3A bersama Poktan/Gapoktan menuju peningkatan kinerja

pengelolaan irigasi pertanian partisipatif dan berwawasan lingkungan.

Pelaksanaan proses kegiatan penyusunan PSETK pada Daerah Irigasi Way Waya

Srimulyo dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dalam setiap tahapannya

mulai dari penyusunan kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan

evaluasi. Partisipasi yang dimaksud adalah keterlibatan masyarakat baik

perempuan dan laki-laki dengan persentase keterlibatan perempuan sebanyak 30

% dalam proses pemberian informasi dan input data terkait Daerah Irigasi.

Harapannya dengan pendekatan partisipatif masyarakat menjadi merasa memiliki

dan berkepentingan dalam melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 2


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
irigasi. Sedangkan untuk kegiatan penyusunan PSETK digunakan metode

Pendekatan Partisipatif Kondisi Daerah Irigasi (PPKDI).

Metode ini merupakan salah satu metode yang dikembangkan dari metode

Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam pengelolaan irigasi partisipatif.

Metode ini dipandang memberi peluang yang lebih besar dan terarah untuk

pelibatan masyarakat petani pemakai air, sehingga diharapkan dapat dicapai

kesesuaian dan ketepatgunaan program kegiatan pengelolaan irigasi partisipatif

dan pemberdayaan kelembagaan pengelolaan irigasi dengan pelayanan kebutuhan

masyarakat terhadap air irigasi pada suatu daerah irigasi. Metode PPKDI

dimaksudkan untuk mempelajari kondisi dan kehidupan masyarakat petani

pemakai air pada suatu daerah irigasi, yang memungkinkan mereka dapat saling

berbagi, meningkatkan, dan menganalisis pengetahuannya tentang kondisi seluruh

aspek yang terdapat pada suatu daerah irigasi, membuat rencana dan

melaksanakan kegiatan pengelolaan irigasi-pertanian partisipatif dan

pemberdayaan kelembagaan P3A/GP3A/IP3A, Poktan/Gapoktan dan Kelompok

Wanita Tani di wilayah Daerah Irigasi Way Waya Srimulyo dengan baik. Detail

bagan alir PSETK dengang metode PPKDI untuk program pemberdayaan

P3A/G/IP3A dalam pengelolaan irigasi partisipatif terdapat pada Lampiran 1 dan

proses PSETK dengan metode PPKDI terdapat pada Lampiran 3.

1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan PSETK

Penyusunan dokumen Profil Sosial Ekonomi Teknis dan Kelembagaan (PSETK)

pada Daerah Irigasi Way Waya Srimulyo dimaksudkan sebagai upaya

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 3


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
mengumpulkan data informasi yang akurat dalam membantu pemahaman

kelembagaan pengelola irigasi dan pelaku kegiatan irigasi lainnya di daerah agar

memiliki kemampuan dalam merencanakan program peningkatan kinerja

pengelolaan irigasi partisipatif pada suatu daerah irigasi.

Sementara tujuan penyusunan Dokumen PSETK ini adalah :

1. Mendapatkan data dan informasi yang tepat serta aktual sebagai masukan

dalam proses perencanaan program pemberdayaan organisasi P3A/GP3A/IP3A

menuju peningkatan kinerja pengelolaan irigasi partisipatif pada suatu daerah

irigasi berdasarkan potensi sumber daya lokal.

2. Meningkatkan kemampuan kelembagaan pengelola irigasi dan pengguna

lainnya dalam persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut hasil PSETK.

3. Meningkatkan kemampuan kelembagaan pengelola irigasi dan pengguna

lainnya dalam merumuskan program kerja peningkatan kinerja pengelolaan

irigasi partisipatif pada suatu daerah irigasi.

1.3. Kegunaan Penyusunan PSETK

Kegunaan umum PSETK adalah sebagai data dasar penyusunan rencana program

pemberdayaan organisasi P3A/GP3A menuju peningkatan kinerja pengelolaan

irigasi partisipatif pada D.I. Way Waya Srimulyo. Kegiatan yang dilakukan dalam

PSETK untuk program pemberdayaan organisasi P3A/GP3A/IP3A dapat dilihat

pada Lampiran 2.

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 4


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
Sedangkan kegunaan secara khusus antara lain:

a. Bagi P3A/GP3A

 Proses perencanaan kegiatan pembentukan/penyegaran (revitalisasi/

restrukturisasi/reorganisasi) dan pengembangan organisasi

P3A/GP3A/IP3A pada suatu daerah irigasi;


 Penyusunan program kerja pengelolaan irigasi partisipatif dalam

wilayah kerjanya bersama Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan

Kelompok Pendamping Lapangan (KPL);


 Pengembangan legalisasi badan hukum organisasi P3A/GP3A;
 Kebutuhan pelatihan baik aspek teknis, kelembagaan maupun usaha

tani dan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal;


 Penetapan iuran pengelolaan irigasi dan penyusunan Angka Kebutuhan

Nyata Pengelolaan Irigasi (AKNPI/AKNOP) dalam wilayah kerjanya;


 Peningkatan pelayanan kebutuhan anggota organisasi P3A/GP3A; dan
 Penyusunan usulan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI) dan Kerjasama

Pengelolaan Irigasi (KPI) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

terkait dengan irigasi.

b. Bagi Komisi Irigasi

 Penyusunan dan pelaksanaan koordinasi perencanaan pengelolaan

irigasi partisipatif dalam menunjang kinerja pembangunan daerah;

 Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja pengelolaan

irigasi partisipatif dan pemberdayaan organisasi P3A/GP3A.

c. Organisasi Kerja Perangkat Daerah (OPD)

 Penyusunan rencana strategis pengelolaan irigasi partisipatif dan

pemberdayaan organisasi P3A/ GP3A;

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 5


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
 Fasilitasi kegiatan pembinaan dan pengembangan organisasi

P3A/GP3A pada suatu daerah irigasi;


 Penyusunan program kerja pengelolaan irigasi partisipatif di tingkat

sistem utama (primer dan sekunder);


 Menjaga dan meningkatkan kondisi fisik dan tingkat kefungsian

jaringan irigasi;
 Menetapkan pola dan rencana tata tanam pada daerah irigasi, serta

rencana tahunan penyediaan air irigasi;


 Menetapkan rencana tahunan pembagian dan pemberian air irigasi bagi

pertanian dan keperluan lainnya;


 Menetapkan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI) yang diusulkan oleh

organisasi P3A/GP3A pada suatu daerah irigasi


 Fasilitasi kebutuhan pelatihan untuk organisasi P3A/GP3A baik aspek

teknis, kelembagaan maupun usaha tani dan usaha ekonomi produktif

berbasis potensi lokal;


 Mencegah alih fungsi lahan beririgasi; dan
 Penyusunan dan pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja

pengelolaan irigasi partisipatif dan pemberdayaan organisasi

P3A/GP3A.

d. Bagi Pemangku Kepentingan Lainnya

 Memberikan fasilitasi bantuan sesuai kebutuhan organisasi P3A/GP3A.


 Membangun hubungan kerjasama berdasarkan kesetaraan dan

kemitraan baik dalam kegiatan pengelolaan irigasi maupun

pengembangan kelembagaan organisasi P3A/GP3A pada suatu daerah

irigasi.

1.4. Sasaran atau Keluaran yang diharapkan

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 6


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019
Keluaran yang diharapkan dengan tersusunnya Dokumen PSETK DI. Way Waya

Srimulyo ini adalah :

a. Tersedianya data dasar PSETK yang akurat dan actual di daerah Irigasi;

b. Data PSETK menjadi bahan masukan (input) dan pedoman penyusunan

program perkuatan sumberdaya air dan irigasi partisipatif di Daerah Irigasi

Way Waya Srimulyo

c. Data dan informasi PSETK menjadi acuan bagi organisasi kelompok petani

(P3A/GP3A/IP3A) dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan,

pemeliharaan, monitoring dan evaluasi kegiatan pengembangan dan

pengelolaan sistem irigasi partisipatif (detail hasil PSETK dengan metode

PPKDI dapat dilihat pada Lampiran 4).

PSETK DAERAH IRIGASI WAY WAYA SRIMULYO 7


UPTD PENGAIRAN KALIREJO
IPDMIP BAPPEDA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH 2019