Anda di halaman 1dari 5

10 Strategi Peningkatan Kualitas Sdm Pelaku Utama

Perikanan
SELASA, 25 DES 2018 | 10:58:50 WIB - OLEH HAMDAN ARFANDY

Oleh : Rachmady Azis


 
 
Peningkatan Kualitas SDM Pelaku Utama Perikanan sangat di
pengaruhi oleh beberapa faktor yang cukup penting yakni
Pengelolaan kelompok termasuk sistem komunikasi dan
kerjasama yang di bangun antar anggota kelompok, dan tingkat
kemampuan SDM Pelaku utama dalam mengakses berbagai
bentuk dukungan terhadap usaha (permodalan, teknologi, sarana
prasarana, kediklatan, kemitraan, dll). Selain itu, salah satu faktor
eksternal yang juga mempengaruhi usaha mereka adalah Sikap
Pembina dalam mendampingi pelaku utama perikanan, serta
Struktur Birokrasi Pembina itu sendiri dimana dalam hal ini
Pelaksanaan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan taraf
hidup masyarakat khususnya Pelaku Utama Perikanan, perlu
didukung oleh struktur birokrasi yang konduktif, pemberdayaan
dan inovatif melalui bentuk pelayanan kreatif dan mampu
mengatasi segala macam permasalahan di tingkat lapangan.
Dengan menganalisa berbagai faktor penentu keberhasilan SDM
Pelaku Utama Perikanan dalam meningkatkan usaha dan
pendapatannya seperti yang disebutkan di atas, maka strategi
yang perlu dilakukan dalam  meningkatkan kualitas SDM
Pembudidaya agar mampu tetap eksis dalam usaha perikanan,
sekaligus mendukung program pemerintah dalam peningkatan
ekonomi kemasyarakatan dan menjadikan Indonesia sebagai
produsen perikanan terkemuka di dunia, maka strategi yang perlu
dilakukan adalah sebagai berikut.
 
1. Membangun komunikasi yang efektif antara Kelompok
Pelaku Utama Perikanan dan pihak pemerintah :Komunikasi
yang terjalin antara kelompok perikanan dan instansi teknis
sangat membantu dalam peningkatan produksi. Hal tersebut
dapat ditunjukkan dengan terkoordinasinya kegiatan
pengembangan usaha, dimana dari pihak Pembina terus
menerus memberikan informasi dan membimbing sesuai
dengan perkembangan teknologi dan dilain pihak Pelaku
Utama Perikanan dalam bentuk kelompok terus menerus
juga memberikan laporan-laporan teknis tentang usaha yang
dijalankan. Dengan komunikasi ini dapat merangkum
seluruh permasalahan-permasalahan teknis seputar usaha
dan dan dapat diambil keputusan secara bersama-sama
yang dalam hal ini pemerintah sebagai penentu dan
pelaksana kebijakan dan Pelaku Utama Perikanan sebagai
yang memanfaatkan kebijakan tersebut.
2.       Meningkatkan dukungan terhadap pengembangan usaha :
Peningkatan dukungan terhadap usaha, baik langkah
pembinaan, pelaksanaan pendidikan dan keterampilan, dan
keterlibatan mereka dalam merencanakan kegiatan untuk
peningkatan produksi merupakan salah satu jalan dalam
pengembangan usaha. dukungan terhadap usaha perikanan
ini berupa pengelolaan Sumberdaya alam, SDM, teknologi,
kelembagaan, sarana dan prasarana. Keterlibatan Pelaku
Utama Perikanan dimaksudkan sebagai antisipasi terhadap
pelaksanaan kegiatan agar benar-benar bermanfaat bagi
mereka dalam peningkatan kesejahteraannya.
 
3.     Meningkatkan kualitas dan kuantitas Penyuluh Perikanan
dan tenaga teknis lainnya : Penyuluh sebagai sosok
Pembina unggulan haruslah mempunyai kompetensi yang
dijadikan sebagai pegangan utama. Kompetensi
(Keterampilan, pengetahuan, sikap perilaku) ini sangat
dibutuhkan dalam upaya pembinaan. Dalam pembinaan,
kurangnya jumlah penyuluh akan mengakibatkan tidak
maksimalnya proses pembinaan sehingga sangat diperlukan
penambahan jumlah penyuluh agar seluruh kelompok dapat
memperoleh pembinaan secara merata.
 
4.       Meningkatkan dukungan sarana dan prasarana dalam
pembinaan : Dukungan sarana dan prasarana sangat dibutuhkan
dalam pembinaan. Tersedianya dukungan tersebut akan
memudahkan pelaksanaan peningkatan kualitas Pelaku Utama
Perikanan. Dukungan ini dapat berupa pemberian bantuan modal
dan sarana prasarana serta pelaksanaan kegiatan pendidikan
dan pelatihan. Disisi Pembina sendiri, dukungan operasional
pembinaan sangat dibutuhkan di tingkat di lapangan.

 
1 5.       Meningkatkan kesadaran Pelaku Utama Perikanan :
Kesadaran dalam melaksanakan  usaha dari sisi Pelaku
Utama Perikanan sangat perlu ditingkatkan. Peningkatan
kesadaran atau minat dalam mengembangkan usaha harus
ditunjukkan melalui pemanfaatan secara optimal  lahan-
lahan percontohan dan memberikan pula jaminan pasar.
Jaminan pasar ini mutlak karena pemikiran mereka bahwa
setiap produksi harus terjual habis dan tentunya mampu
memberikan hasil yang menguntungkan bagi mereka.
 
1 6.       Pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis :
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah
pengembangan keterampilan usaha dari Pelaku Utama
Perikanan. Namun yang menjadi tolok ukur pelaksanaan
adalah tingkat kebutuhan mereka akan kegiatan diklat
tersebut.  Artinya bahwa, setiap kegiatan diklat harus
berdasarkan pada kebutuhan mereka agar tujuan dan
manfaat diklat dapat terealisasikan.
 
1 7.       Memfasilitasi Penyampaian aspirasi : Aspirasi yang timbul
dari keinginan untuk berubah atau mengembangkan
kesejahteraan pembudidaya, mutlak diberikan fasilitas.
Fasilitas ini dapat berupa pembentukan kelompok yang lebih
besar dengan binaan langsung dari pemerintah, akses -
terhadap penentuan kebijakan pembangunan yang
berdasarkan pada kebutuhan usaha. Hal ini dapat menjadi
langkah atau sarana yang terbaik dalam menyampaikan
suara anggota dalam kaitannya dengan pengembangan
usaha mereka.
 
1 8.       Mengembangkan sistem informasi dan komunikasi :
Informasi terhadap perkembangan teknologi dan upaya
membangun jaringan pasar, perlu untuk dialihkan kepada
Pelaku Utama Perikanan. Alih teknologi ini dapat dilakukan
dengan melaksanakan pelatihan. Namun untuk lebih
memaksimalkan perolehan informasi dibutuhkan saluran
komunikasi utamanya dalam bentuk elektronik (internet,
telepon) di tingkat pelaku utama.
 
1 9.       Peningkatan  kemampuan  SDM sesuai  perkembangan
teknologi  :Perubahan  teknologi menuntut untuk melakukan
terus menerus upaya peningkatan kemampuan Pelaku
Utama Perikanan. Peningkatan keterampilan bertujuan agar
mampu lebih memaksimalkan produksi yang pada gilirannya
meningkatkan pendapatan mereka.
 
1 10.    Peningkatan pengawasan dan evaluasi : Pengawasan
terhadap pembinaan akan membantu memaksimalkan
pembinaan terhadap Pelaku Utama Perikanan. Pengawasan
ini mutlak dilakukan sebagai langkah mengevaluasi sejauh
mana kebijakan pengembangan SDM diimplementasikan,
melihat secara rinci permasalahan yang ada serta
menjadikannya dasar dalam pengambilan keputusan
selanjutnya.
 
 
Semoga Bermanfaat.-

Anda mungkin juga menyukai