Anda di halaman 1dari 18

PT.

PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN


KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

DAFTAR ISI
A. Kebijakan K3

B.Perencanaan K3
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko
K3, dan Program K3.
B.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan
Lainnya
C.Pengendalian Operasional K3

A. KEBIJAKAN K3

Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian


yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional dan bisnis perusahaan yang
pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.

Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam


bidang JASA KONSTRUKSI yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja
dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui Sistem, Manajemen
Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat
kerja yang aman serta nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja.

Untuk dapat memenuhi hal tersebut maka kami berkomitmen:

a). Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen


keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpedoman pada Permen PU. Nomor:
09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.

b). Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran


dan program Manajemen K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) secara berkala agar
selaras, baik dengan perkembangan kondisi perusahaan, peraturan atau standar
yang bedaku.

c). Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang


berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya ke dalam semua aspek kegiatan
operasi perusahaan kami.

d). Melaksanakan identifikasi bahaya seuai dengan sifar dan skala resiko K3 dalam
semua aktivitas operasi.

e). Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran
K3.
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA
KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

f). Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem


manajemen K3,

g). Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3.

h). Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area


lokasi kerja.

i). Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada


semua personil secara berkala.

j). Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang
tidak berbahaya, termasuk mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja.

k). Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

l). Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan.

m). Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat
dicegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja

n). Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga
kerja dapat bekerja secara aman dan selamat

o). Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya

p). Melakukan peninjauan dan peningkatan kinerja dari pelaksanaan K3 secara


teratur

q). Melaksanakan pembangunan sesuai dengan rencana dan waktu yang telah
ditentukan.

Komitmen di atas akan menjadi landasan dan acuan bagi manajemen dan semua
tenaga kerja kami dalam pelaksanaan aktifitasnya sehari-hari. Pihak manajemen
bersama dengan semua tenaga kerja akan berusaha untuk dapat melaksanakan
komitmen tersebut dan berpartisipasi akftif dalam kegiatan dan program manajemen
K3.

B. PERENCANAAN K3
Dalam Sistem Manajemen K3 menurut OHSAS 18001 adalah perencanaan
(planning). OHSAS 18001 mewajibkan organisasi untuk membuat prosedur
perencanaan yang baik. Tanpa perencanaan, system hasil tidak optimal.
Perencanaan ini merupakan tidak lanjut dan penjabaran kebijakan K3 yang telah
ditetapkan oleh manajemen puncak dengan mempertimbangkan hasil audit yang
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

pernah dilakukan dan masukan dari berbagai pihak termasuk hasil pengukuran
kinerja K3. Hasil dari perencanaan ini selanjutnya menjadi masukan dalam
pelaksanaan dan operasional K3.

Perencanaan K3 yang baik, dimulai dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaian


risiko dan penentuan pengendaliannya. Dalam melakukan hal tersebut, harus
diperimbangkan berbagai persyaratan perundangan K3 yang berlaku bagi organisasi
serta persyaratan lainnya seperti standar, kode, atau pedoman industri yang terkait
atau berlaku bagi organisasi. Dari hasil perencanaan tersebut, ditetapkan objektif K3
yang akan dicapai serta program kerja untuk mencapai objektif yang telah ditetapkan
tersebut.

Penyuluhan K3 ke semua karyawan, pelatihan K3 yang disesuaikan dengan


kebutuhan individu dan kelompok di dalam organisasi perusahaan. Fungsinya
memproses individu dengan perilaku tertentu agar berperilaku sesuai dengan yang
telah ditentukan sebelumnya sebagai produk akhir dari pelatihan.

1. Melaksanakan program K3 sesuai peraturan yang berlaku diantaranya:


2. Pemeriksaan kesehatan petugas (prakarya, berkala dan khusus)
3. Penyiapan pedoman pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat,
4. Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai kondisi kesehatan,
5. Pengobatan pekerja yang menderita sakit,
6. Menciptakan lingkungan kerja yang hygienis secara teratur, melalui
monitoring lingkungan kerja dari hazard yang ada,
7. Melaksanakan biological monitoring ( pemantauan biologi )
Melaksanakan surveilas kesehatan pekerja
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN RISIKO K3,


PROGRAM K3,DAN BIAYA
Nama Perusahaan : PT PALDAMERO PUTRA UTAMA
Kegiatan : PEMBANGUNAN JALAN BALIGE BYPASS

NO Uraian Pekerjaan IDENTIFIKASI SASARAN PENGENDALIAN PROGRAM


BAHAYA K3 PROYEK RISIKO K3 SUMBER DAYA
(1) (2) (3) (4) (5) (6)

 Kecelakaan dari Nihil Kecelakaan - Kontrol Kendaraan Bahan / Peralatan K3 1


Gangguan Kesehatan Fatal secara berkala set, Pelaksana K3 1 org
tenaga kerja akaibat - Kendalikan
kecepatan
tempat kerja kurang
- Periksa kondisi ban
memenuhi syarat mobil
- Alat yang diangkat
 Kecelakaan dan harus diikat dengan
Gangguan Kesehatan baik
1. Mobilisasi
pekerja akibat - Menggunakan APD
penyimpanan peralatan
dan bahan atau material
kurang memenuhi syarat

 Terjepit saat menarikan


dan menurunkan alat dari
trado
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

 Bahaya jembatan Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan/alat berat peralatan


sementara rusak/roboh Fatal (Alat Pelinndung Diri) K3 1 set, Pelaksana K3 1
: helm, sepatu org
 Bahaya lalulintas akibat safety,
2 Jembatan Sementara kacamata,sarung
jalan masuk kelokasi
tangan, masker Pengadaan rambu dan
pekerjaan akbiat jalan
brikade
masuk kelokasi pekerjaan
tidak tersedia

 Gangguan Kesehatan Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Peralatan K3 1


pekerja akibat Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
penyimpanan peralatan : helm, sepatu
safety,
dan bahan atau material
kacamata,sarung
3 Manajemen Mutu kurang memenuhi syarat tangan, masker
 Gangguan Kesehatan
pekerja akibat polusi dari
bahan atau material

 Terjatuh ke lubang galian Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD alat berat peralatan K3 1
Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
 Terkena alat gali : helm, sepatu
Galian untuk Selokan safety,
4
Drainase dan Saluran Air  Kecelakaan akibat kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
pengaturan lalu lintas tangan, masker brikade
kurang baik

Pasangan Batu dengan Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan/ peralatan K3 1 set,
5  Kecelakaan akibat
Mortar Fatal (Alat Pelinndung Diri) Pelaksana K3 1 org
pengaturan lalu lintas : helm, sepatu
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN

PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

kurang baik safety,


kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
 Kecelakaan terkena alat tangan, masker brikade
gali (cangkul, belincong)
akibat jarak antara
penggali terlalu dekat

 Luka terkena pecahan


batu atau batu jatuh

 Kecelakaan kibat
penempatan stok material
(batu,pasir)
yang tidak tepat

Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan/ peralatan K3 1 set,


 Terluka akibat terjepit atau Fatal (Alat Pelinndung Diri) Pelaksana K3 1 org
Gorong-gorong Pipa : helm, sepatu
tertimpagorong-gorong
safety,
6 Beton Bertulang, diameter
kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
55-65 cm  Kecelakaan akibat
tangan, masker brikade
handling tidak benar
Pengadaan rambu dan
brikade
 Terjatuh ke lubang galian Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD alat berat peralatan K3 1
dan kecelakaan laulu Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
lintas kurang baik : helm, sepatu
7 Galian biasa safety,
 Bahaya akibat lereng kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
galian longsor
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN

PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

 Kecelakaan akibat
operasional alat berat baik
ditempat lokasi galian
maupun ditempat
buangan

 Kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan/alat berat peralatan


pengaturan lalu lintas Fatal (Alat Pelinndung Diri) K3 1 set, Pelaksana K3 1
kurang baik : helm, sepatu org
safety,
 Kecelakaan akibat kacamata,sarung
Timbunan Biasa dari tangan, masker Pengadaan rambu dan
8 operasional alat berat di
sumber galian brikade
tempat lokasi pemadatan

 Gangguan kesehatan
akibat debu yang timbul
saat penyiraman

 Kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD alat berat peralatan K3 1


pengaturan lalu lintas Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
kurang baik : helm, sepatu
safety,
 Kecelakaan akibat kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
Timbunan Biasa dari tangan, masker brikade
9 oprasional alat berat di
galian - Menggunakan
tempat lokasi pemadatan Rambu Peringatan
dan barikade
 Gangguan kesehatan
akibat debu yang timbul
saat penyiraman
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

 Kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan/Alat tukang 1 Set


pengaturan lalu lintas Fatal (Alat Pelinndung Diri) Peralatan K3 1 set,
kurang baik : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
safety,
 Kecelakaan akibat kacamata,sarung
Timbunan Pilihan dari tangan, masker Pengadaan rambu dan
10 oprasional alat berat di
Sumber galian - Menggunakan brikade
tempat lokasi pemadatan Rambu Peringatan
dan barikade
 Gangguan kesehatan
akibat debu yang timbul
saat penyiraman

 Kecelakaan akibat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Alat berat Peralatan K3 1


pengaturan lalu lintas Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
kurang baik : helm, sepatu
11 Penyiapan Badan Jalan safety, Pengadaan rambu dan
 Kecelakaan akibat kacamata,sarung brikade
tangan, masker
oprasional alat berat di
tempat lokasi pemadatan

 Bahaya akibat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Alat berat Peralatan K3 1


Pembersihan atas Fatal (Alat Pelinndung Diri) set, Pelaksana K3 1 org
Pembersihan dan akumulasi sisa bahan : helm, sepatu
12 safety, Pengadaan rambu dan
Pengupasan Lahan bangunan, kotoran dan
kacamata,sarung brikade
sampah akibat operasi tangan, masker
pelaksanaan pekerjaan

Lapis Pondasi Agregat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan /Alat berat
13  Kecelakaan karena
Kelas S Fatal (Alat Pelinndung Diri) Peralatan K3 1 set,
tertabrak oleh kendaraan : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN

PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

yang melintas safety,


kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
 Terjadi kecelakaan pada tangan, masker brikade
saat dump truck
menurunkan agregat

 Terjadi iritasi pada kulit


dan paru2 akibat debu
agregat yang kering

 Terluka akibat
pengoperasian mesin
pemadat tidak benar

 Kecelakaan karena Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan /Alat berat


tertabrak oleh kendaraan Fatal (Alat Pelinndung Diri) Peralatan K3 1 set,
yang melintas : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
safety,
Lapis Pondasi Agregat  Terjadi kecelakaan pada kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
14 Kelas A, Lapis Pondasi saat dump truck
Agregat Kelas B menurunkan agregat

 Terluka akibat
pengoperasian mesin
pemadat tidak benar

Lapis Resap Pengikat –  Terluka oleh percikan Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan /Alat berat
15 Aspal Cair, Lapis Perekat aspal panas Fatal (Alat Pelinndung Diri) Peralatan K3 1 set,
– Aspal Cair : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
 Terjadi iritasi terhadap safety,
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

mata, kulit dan paru2 kacamata,sarung Pengadaan rambu dan


akibat uap dan panas dan tangan, masker brikade
aspal

 Terjadi gangguan
lalulintas kendaraan

 Terluka oleh percikan Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan /Alat berat
aspal panas Fatal (Alat Pelinndung Diri) Peralatan K3 1 set,
: helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
 Terjadi iritasi terhadap safety,
Laston Lapis Aus (AC- kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
mata, kulit dan paru2
16 WC), Laston Lapis Antara tangan, masker brikade
akibat uap dan panas dan
(AC-BC)
aspal

 Terjadi gangguan
lalulintas kendaraan

 Kecelakaan akibat alat Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1
pengaduk beton Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
: helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
 Terjatuh dari tempat safety,
Beton mutu sedang fc’30 kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
17 pengecoran
Mpa untuk Box Culvert tangan, masker brikade
 Terluka akibat
membersihkan tabung
pengaduk beton
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

 Tertimpa benda jatuh Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1
Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
seperti bekisting, besi
18 Baja tulangan U 32 Ulir : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
tulangan dan peralatan safety,
kerja lainnya kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
 Luka karena tertimpa batu Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1
Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
 Debu campuran agregat, : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
19 Pasangan batu semen dan air safety,
kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
 Luka tangan/kaki karena tangan, masker brikade
adukan

 Kecelakaan lalulintas Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1


pada saat pelaksanaan Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
Stabilisasi dengan pekerjaan : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
20 safety,
Tanaman
 Terkenal Peralatan untuk kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
pekerjaan

 Terjadi iritasi pada kulit, Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1
mata dan paru-paru Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
: helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
 Terluka akibat alat safety,
21 Marka Jalan Termoplastik penyemprotan/alat kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
mekanis pengecatan

 Kecelakaan akibat
lalulintas kendaraan
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

 Kecelakaan atau tertabrak Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Alat Tukang 1


oleh kendaraan yang Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
Rambu Jalan Tunggal melintas : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
22 dengan Permukaan safety,
 Terjadi gangguan kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
Pemantul Engineer Grade
tangan, masker brikade
terhadap lalu lintas
kendaraan

 Kecelakaan atau tertabrak Nihil Kecelakaan - Menggunakan APD Bahan / Alat Tukang 1
oleh kendaraan yang Fatal (Alat Pelinndung Diri) set,Peralatan K3 1 set,
melintas : helm, sepatu Pelaksana K3 1 org
23 Patok Kilometer safety,
 Terjadi gangguan kacamata,sarung Pengadaan rambu dan
tangan, masker brikade
terhadap lalu lintas
kendaraan
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

B.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya

1. PENJELASAN UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN K3


a. Undang-Undang Undang – undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
Undang-undang RI No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Undang-undang ini
mengatur tentang:
Kewajiban pengurus (pimpinan tempat kerja) Kewajiban dan hak pekerja
Kewenangan Menteri Tenaga Kerja untuk membentuk Panitia Pembina
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) guna mengembangkan kerja sama,
saling pengertian dan partisipasi aktif dari pengusaha atau pengurus dan pekerja di
tempat-tempat kerja, dalam rangka melancarkan usaha berproduksi dan
meningkatkan produktivitas kerja. Ancaman pidana atas pelanggaran peraturan ini
dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-
tingginya Rp.100.000, (seratus ribu rupiah)
b. Kewajiban pengurus (pimpinan tempat kerja) Kewajiban memenuhi syarat-syarat
keselamatan kerja yang meliputi :
Mencegah dan mengurangi kecelakaan Mencegah, mengurangi dan memadamkan
kebakaran Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan Memberi kesempatan atau
jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian lain yang berbahaya
Memberi pertolongan pada kecelakaan Menyediakan alat-alat perlindungan diri
(APD) untuk pekerjan Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyebar
luasnya bahaya akibat suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan
angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan getaran Mencegah dan mengendalikan
timbulnya penyakit akibat kerja baik psikis, keracunan, infeksi atau penularan
Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai Menyelenggarakan suhu dan
kelembaban udara yang baik Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban Membuat tanda-tanda sign di
lokasi proyek agar pekerja selalu waspada Menciptakan keserasian antara pekerja,
alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerja Mengamankan dan memperlancar
pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang Mengamankan dan
memelihara segala jenis bangunan Mengamankan dan memperlancar pekerjaan
bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang Mencegah terkena aliran listrik
yang berbahaya Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan
yang berbahaya agar kecelakaan tidak menjadi bertambah tinggi. Kewajiban
melakukan pemeriksaan kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik
pekerja yang baru diterima bekerja maupun yang akan dipindahkan ke tempat kerja
baru sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepada pekerja, serta
pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kewajiban menunjukan dan menjelaskan
kepada setiap pekerja baru tentang : Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya yang dapat
timbul di tempat kerjanya. / Pengaman dan perlindungan alat-alat yang ada dalam
area tempat kerjanya / Alat-alat perlindungan diri bagi pekerja yang bersangkutan
Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Kewajiban
melaporkan setiap kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja. Kewajiban
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

menempatkan semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan pada tempat-


tempat yang mudah

dilihat dan terbaca oleh pekerja. Kewajiban memasang semua gambar keselamatan
kerja yang diharuskan dan semua bahan pembinaan lainnya pada tempat-tempat
yang mudah dilihat dan dibaca. Kewajiban menyediakan alat perlindungan diri
secara cuma-cuma disertai petunjuk-petunjuk yang diperlukan pada pekerja dan
juga bagi setiap orang yang memasuki tempat kerja tersebut.
c. Kewajiban dan hak pekerja Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh
pengawas atau ahli keselamatan kerja. Memakai APD dengan tepat dan benar
Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja
yang diwajibkan Meminta kepada pimpinan agar dilaksanakan semua syarat
keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan Menyatakan keberatan kerja
pada pekerjaan dimana syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat
perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus
ditentukan lain oleh pengawas, dalam batas yang masih dapat
dipertanggungjawabkan.
d. Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan Dalam UNDANG-
UNDANG nomor 23 pasal 23 Tentang Kesehatan Kerja dijelaskan sebagai berikut :
Kesehatan Kerja diselenggarakan agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat
tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya hingga diperoleh
produktifitas kerja yang optimal sejalan dengan program perlindungan pekerja.
Kesehatan Kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan penyakit akibat
kerja dan syarat kesehatan kerja. Setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan
kesehatan kerja. Ketentuan mengenai kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada
poin (1), (2) dan (3) ditetapkan dengan peraturan pemerintah Tempat kerja yang
tidak memenuhi ketentuan kesehatan kerja dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000. (lima belas juta
rupiah)
e. Undang-undang RI No. 25 Tahun 1991 Tentang Ketenagakerjaan Dalam
peraturan ini diatur bahwa setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan atas :
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Moral dan kesusilaan Perlakuan yang sesuai
dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama.
f. Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Dalam UNDANG-
UNDANG ini diataur tentang:
Perenacanaan tenaga kerja Pelatihan kerja Kompetensi kerja Perjanjian Kerja
Bersama (PKB) Waktu kerja Keselamatan dan kesehatan Kerja

2. PERATURAN PEMERINTAH
Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 Dalam
peraturan ini terdapat beberapa hal yang digunakan diantaranya :
1. Dasar Hukum yang digunakan i. UU No. 13 th 2003 ttg Ketenagakerjaan ii. UU
No. 1 th 1970 ttg Keselamatan Kerja Tujuan penerapan SMK3
a) Meningkatkan efektivitas perlindungan K3 yg terencana, terukur dan teintegrasi;
b) Mencegah dan mengurangi kec.kerja dan PAK dgn melibatkan unsur manajemen,
pekerja/ buruh, dan/atau SP/SB;
c) Menciptakan tempat kerja yg aman, nyaman dan efisien utk mendorong
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

produktivitas Ketentuan Penilaian SMK3 1. Audit dilakukan Lembaga Audit


Independen yg ditunjuk Menteri atas permohonan perusahaan.
2. Perusahaan yg berpotensi bahaya tinggi wajib melakukan penilaian penerapan
SMK3 Laporan Audit SMK3

1. Hasil Audit dilaporkan kpd Menteri


2. Laporan Audit, tembusan disampaikan kpd :
• Menteri pembina sektor
• Gubernur
• Bupati/Walikota untuk peningkatan SMK Tinjauan Ulang Peningkatan Kinerja
Penerapan SMK3
1. Mengevaluasi strategi SMK3 untuk menentukan apakah telah memenuhi tujuan
yang direncanakan;
2. Mengevaluasi kemampuan SMK3 untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan
para pemangku kepentingan, termasuk para pekerja;
3. Mengevaluasi kebutuhan perubahan pada SMK3, termasuk kebijakan dan
sasaran;
4. Mengevaluasi kemajuan dalam pencapaian tujuan organisasi dan tindakan
korektif;
5. Mengevaluasi efektivitas tindak lanjut dari tinjauan ulang sebelumnya;
6. Mengidentifikasi tindakan apa yang diperlukan untuk memperbaiki setiap
kekurangan dalam waktu yang tepat, termasuk adaptasi terhadap aspek2 yang
berkaitan dengan struktur manajemen dan pengukuran kinerja perusahaan;
7. Memberikan arahan terhadap umpan balik, termasuk penentuan prioritas,
perencanaan yang bermakna dan perbaikan berkesinambungan.

C. Pengendalian Operasional K3

Setelah seluruh bahaya K3 di tempat kerja telah diidentifikasi dan dipahami,


Perusahaan menerapkan pengendalian operasi yang diperlukan untuk mengelola
resiko-resiko terkait bahaya-bahaya K3 di tempat kerja serta untuk memenuhi
peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan penerapan
K3 di tempat kerja.

Keseluruhan pengendalian operasi bertujuan untuk mengelola resiko-resiko K3


untuk memenuhi Kebijakan K3 Perusahaan.
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

Prioritas pengendalian operasi ditujukan pada pilihan pengendalian yang memiliki


tingkat kehandalan tinggi selaras dengan hierarki pengendalian resiko/bahaya K3
di tempat kerja.

Pengendalian operasi akan diterapkan dan dievaluasi secara bersamaan untuk


mengetahui tingkat keefektivan dari pengendalian operasi serta terintegrasi
(tergabung) dengan keseluruhan Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Perusahaan.

Beberapa pengendalian operasi K3 Perusahaan mencakup antara lain:

1. Umum :
o Perawatan dan perbaikan fasilitas/mesin/alat reguler.
o Kebersihan dan perawatan tempat kerja.
o Pengaturan lalu lintas manusia/barang, dsb.
o Pemasokan dan Perawatan Fasilitas Kerja/Fasilitas Umum.
o Perawatan suhu lingkungan kerja.
o Perawatan sistem ventilasi dan sistem instalasi listrik.
o Perawatan sarana tanggap darurat.
o Kebijakan terkait dinas luar, intimidasi, pelecehan, penggunaan obat-
obatan dan alkohol.
o Program program kesehatan dan pengobatan umum.
o Program pelatihan dan pengembangan pengetahuan.
o Pengendalian akses tempat kerja.
2. Pekerjaan Bahaya Tinggi :
o Penggunaan prosedur, instruksi kerja dan cara kerja aman.
o Penggunaan peralatan/mesin yang tepat.
o Sertifikasi pelatihan tenaga kerja keahlian khusus.
o Penggunaan izin kerja.
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

o Prosedur pengendalian akses keluar masuk tenaga kerja di tempat


kerja bahaya tinggi.
o Pengendalian untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
3. Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) :
o Pembatasan area-area penggunaan bahan berbahaya dan beracun
(B3) di tempat kerja.
o Pengamanan pemasokan dan pengendalian akses keluar masuk
penyimpanan bahan berbahaya dan beracun (B3).
o Barikade sumber radiasi.
o Isolasi pencemaran biologis.
o Pengetahuan penggunaan dan ketersediaan perlengkapan darurat.
4. Pembelian Barang, Peralatan dan Jasa :
o Menyusun persyaratan pembelian barang, peralatan dan jasa.
o Komunikasi persyaratan pembelian barang kepada pemasok.
o Persyaratan transportasi/pengiriman bahan berbahaya dan beracun
(B3).
o Seleksi dan penilaian pemasok.
o Pemeriksaan penerimaan barang/peralatan/jasa.
5. Kontraktor :
o Kriteria pemilihan kontraktor.
o Komunikasi persyaratan kepada kontraktor.
o Evaluasi dan penilaian kinerja K3 berkala.
6. Tamu, Pengunjung dan Pihak Luar :
o Pengendalian akses masuk.
o Pengetahuan dan kemampuan mengenai izin penggunaan
peralatan/perlengkapan/mesin/material di tempat kerja.
o Penyediaan pelatihan/induksi yang diperlukan.
o Pengendalian administratif rambu dan tanda bahaya di tempat kerja.
o Cara pemantauan perilaku dan pengawasan aktivitas di tempat kerja.

Penetapan kriteria operasi K3 Perusahaan mencakup beberapa hal sebagai berikut

1. Pekerjaan Bahaya Tinggi :


o Penggunaan peralatan/perlengkapan yang telah ditentukan beserta
prosedur/instuksi kerja penggunaannya.
o Persyaratan kompetensi keahlian.
o Petunjuk individu mengenai penilaian resiko terhadap kejadian yang
muncul tiba-tiba dalam pekerjaan.
2. Penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) :
o Daftar bahan berbahaya dan beracun (B3) yang disetujui.
o Penentuan Nilai Ambang Batas (NAB).
o Penentuan Nilai Ambang Kuantitas (NAK).
o Penentuan lokasi dan kondisi penyimpanan.
3. Area Kerja Bahaya Tinggi :
o Penentuan APD (Alat Pelindung Diri).
o Penentuan persyaratan masuk.
o Penentuan persyaratan kondisi kesehatan/kebugaran.
PT. PALDAMERO RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
PUTRA UTAMA
KERJA KONSTRUKSI(RK3K)

4. Kontraktor :
o Persyaratan kriteria kinerja K3.
o Persyaratan pelatihan maupun kompetensi keahlian terhadap
personel di bawah kendali kontraktor.
o Persyaratan pemeriksaan peralatan/perlengkapan/bahan/material
kontraktor.
5. Tamu, Pengunjung dan Pihak Luar :
o Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar
tempat kerja.
o Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri).
o Induksi K3.
o Persyaratan tanggap darurat.

Jakarta, 23 mei 2018


PT. PALDAMERO PUTRA UTAMA

Ir Wilson Siagian
Direktur