Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH KIMIA

UNSUR – UNSUR PERIODE KETIGA

Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Kimia kelas XII Semester Ganjil

Disusun Oleh kelompok 5 Kelas XII MIA 5 :

1. Daffa Bianda Kusuma Adi


2. Debora Sheily Amandarosa
3. Kholid Nur ‘Alim
4. Rosa Salsadila
5. Salman Farid
6. Zakya Khaerunissa

SMA NEGERI 9 BANDUNG


TAHUN PELAJARAN 2017 -2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang “ Unsur-
unsur Periode ketiga” dengan baik dan lancar.
Kami menyadari dalam pembuatan tugas ini masih banyak terdapat banyak
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami
harapkan. Sehingga tugas yang sederhana ini dapat menjadi bahan bacaan yang bermanfaat
demi peningkatan mutu pendidikan. Akhir kata kami ucapkan terima kasih atas kesempatan
yang diberikan kepada kami.

Bandung, Oktober 2017


Penulis

1
DAFTAR ISI
Kata pengantar…........................................................................................................................1

Daftar isi ....................................................................................................................................2

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang.....................................................................................................................3


1.2 Tujuan Penulisan..................................................................................................................3
1.3 Manfaat Penulisan................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Unsur- unsur Periode Ketiga…............................................................................................5
2.2 Sifat-sifat Fisis…..................................................................................................................6
2.2.1 Titik Cair dan Titik Didih .............................................................................................6
2.2.2 Energi ionisasi…...........................................................................................................6
2.2.3 Sifat Logam dan nonlogam….......................................................................................6
2.3 Sifat pereduksi dan pengoksidasi unsur periode ketiga........................................................7
2.4 Sifat asam-basa hidroksida unsur periode ketiga.................................................................8

2.5 Reaksi - reaksi pada periode ke-3


2.5.1 Reaksi dengan air......................................................................................9
2.5.2 Reaksi dengan klor..................................................................................10
2.5.3 Reaksi dengan oksigen............................................................................10
2.5.4 Reaksi dengan hidrogen..........................................................................12
2.5.5 Reaksi dengan asam................................................................................12
2.6 Kegunaan dan Bahaya Unsur-Unsur periode ketiga.........................................................13

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………….. 16
3.2 Saran..................................................................................................................................16
3.3 Penutup..............................................................................................................................16
Daftar pustaka........................................................................................................................17

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hingga saat ini, unsur-unsur kimia berjumlah sekitar 114 unsur. Unsur-unsur tersebut
dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya ke dalam beberapa golongan, yaitu golongan
A (golongan utama) dan golongan B (golongan transisi). Selain itu, unsur-unsur kimia dapat
dikelompokkan menjadi unsur logam, nonlogam, semilogam, dan gas mulia. Dalam kehidupan
sehari-hari, unsur-unsur kimia banyak membantu kita dalam melaksanakan kegiatan. Sulit
dibayangkan jika kita hidup tanpa adanya unsur kimia karena semua benda yang ada di alam
ini mengandung unsur kimia, baik dalam bentuk logam atau unsur bebasnya, senyawanya, atau
paduan logamnya. Tak bisa dipungkiri, selain memberikan manfaat, beberapa unsur kimia
memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Kegunaan dan dampak dari
unsur-unsur kimia beserta cara mencegah dan menanganinya tidak terlepas dari sifat yang
dimiliki unsur-unsur tersebut.Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan
elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang
lain.

Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3d yang
belum terisi penuh (kecuali unsur Seng (Zn) pada Golongan IIB). Hal ini menyebabkan unsur
transisi periode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-
unsur golongan utama, seperti sifat magnetik, warna ion, aktivitas katalitik, serta kemampuan
membentuk senyawa kompleks. Unsur transisi periode keempat terdiri dari sepuluh unsur,
yaitu Skandium (Sc), Titanium (Ti), Vanadium (V), Kromium (Cr), Mangan (Mn), Besi (Fe),
Kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn).

Dalam satu periode dari kiri (Sc) ke kanan (Zn), keelektronegatifan unsur hampir sama, tidak
meningkat maupun menurun secara signifikan. Selain itu, ukuran atom (jari-jari unsur) serta
energi ionisasi juga tidak mengalami perubahan signifikan. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan
bahwa semua unsur transisi periode keempat memiliki sifat kimia dan sifat fisika yang serupa.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan pada makalah yang penulis buat adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sifat-sifat unsur ( sifat fisis dan sifat kimia).


2. Untuk mengetahui tentang sifat-sifat unsur periode ketiga.

3
1.3 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan pada maklah yang penulis buat adalah sebagai berikut:

1. Agar kita sebagai pelajar dapat memperoleh pengetahuan tambahan mengenai sifat fisik
dan kimia unsur periode ketiga.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Unsur-unsur Periode Ketiga

Pada sub bab ini, akan dibahas sifat-sifat unsur-unsur dalam satu periode. Unsur-unsur
dalam satu periode tidaklah mempunyai sifat-sifat yang mirip, tetapi sifat-sifatnya berubah
secara beraturan. Perubahan sifat unsur-unsur dalam satu periode dapat dilihat pada unsur-
unsur periode ketiga. Dari kiri ke kanan sifat unsur periode ketiga berubah ddari logam
metaloid nonlogam dan gas mulia.

Logam Metaloid Nonlogam Gas Mulia


Na-Mg-Al Si P-S-Cl Ar

Sifat- sifat unsur-unsur periode ketiga sebagai berikut :

Unsur Na Mg Al Si P S Cl Ar
Nomor atom 11 12 13 14 15 16 17 18
Konfigurasi 2 2 2 2 2 2 2 2
8 8 8 8 8 8 8 8
Elektron K 1 2 3 4 5 6 7 8

M
Energi ionisasi 496 738 578 786 1.012 1.000 1.251 1.527
(KJ/mol)
Titik Cair, 0 C 97,8 649 660 1.410 44 113 -101 -184,2
Titik Didih, 0 C 883 1.090 2.467 2.680 280 445 -35 -185,7
Struktur Kristal Kristal Kristal Kristal Molekul Molekul Molekul Molekul
logam logam logam kovalen poliatom poliatom diatom monoatom
raksasa
Tingkat oksidasi +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7 –
tertinggi
Afinitas elektron -53 230 -44 -134 -72 -200 -349 35
(KJ/mol)
keelektronegatifan 0,9 1,2 1,5 1,8 2,1 2,5 3,0 –

5
2.2 Sifat-sifat Fisis

2.2.1 Titik Cair dan titik didih

Seperti yang sugad kita lihat, titik cair dan titikdidih unsur-unsur periode ketiga
dari kiri ke kanan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknyapada Golongan
IVA(silikon), kemudian secara drastis pada golongan VA(fosforus). Jadi, titik tertinggi
dimiliki oleh silikon, sedangkan titik cair terendah dimiliki oleh argon.

Kecenderungan titik cair dan titik didih unsur periode ketiga dapat dipahami
sebagai berikut :

 Natrium,magnesium, dan alumunium mempunyai ikatan logam. Seiring dengan


bertambahnya jumlah elektron valens, kekuatan ikatan logam meningkat dari natrium
hingga alumunium. Oleh karena itu, titik cair dan titik didihnya meningkat.
 Silikon mempunyai struktur kovalen raksasa ( seperti intan ),setiap atom silikon terikat
secara kovalen pada empat atom silikon. Zat dengan struktur kovalen raksasa
mempunyai titik leleh serta titik didih yang sangat tinggi.
 Forforus, belerang, klorin, dan argon terdiri dari molekul-molekul nonpolar, sehingga
hanya dikukuhkan oleh gaya van der Waals yang relatif lemah. Oleh karena itu, tititk
leleh dan titik didihnya relatif rendah. Gaya van der Waals bergantung pada massa
molekul reletif.

2.2.2 Energi ionisasi

Secara umum energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan meningkat.
Akan tetapi energi ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan energi ionisasi S lebih
rendah dari P. Hal ini disebabkan oleh susunan elektron dalam orbital yang penuh atau setengah
penuh memiliki kestabilan yang lebih besar.

Sifat logam unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin berkurang. Dari Na
sampai Al merupakan unsur logam dengan titik leleh, titik didih, kerapatan dan kekerasan
meningkat, hal ini disebabkan pertambahan elektron valensi yang mengakibatkan ikatan logam
semakin kuat. Dengan demikian daya hantar listrik (sifat konduktor) juga semakin kuat. Silikon
merupakan semilogam (metaloid) bersifat semikonduktor, sedangkan fosfor, belerang dan klor
merupakan nonlogam yang tidak menghantarkan listrik.

2.2.3 Sifat logam dan nonlogam

Sifat logam unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin berkurang. Dari
Na sampai Al merupakan unsur logam dengan titik leleh, titik didih, kerapatan dan kekerasan
meningkat, hal ini disebabkan pertambahan elektron valensi yang mengakibatkan ikatan logam
semakin kuat. Dengan demikian daya hantar listrik (sifat konduktor) juga semakin kuat. Silikon
merupakan semilogam (metaloid) bersifat semikonduktor, sedangkan fosfor, belerang dan klor
merupakan nonlogam yang tidak menghantarkan listrik.

6
2.3 Sifat pereduksi dan pengoksidasi unsur periode ketiga

Daya pereduksi unsur-unsur periode ketiga berkurang dari kiri ke kanan, sedangkan
sebaliknya daya pengoksidasinya bertambah. Jadi, pereduksi terkuat adalah Natrium,
sedangkan pengoksidasi terkuat adalah klorin. Kecenderungan tersebut sesuai dengan energi
ionisasi yang cenderung bertambah dari kiri ke kanan.

2Na(s) 2Na+ (aq) + 2e E0 = +2,71 volt

2H2O(l) + 2e 2OH–(aq) + H2 E0 = -0,83 volt +

2Na(s) + 2H2O(l) 2Na+ + 2OH–(aq) + H2 E0 = +1,88 volt

Reaksi sejenis dengan logam magnesium dan alumunium dengan air mempunyai potensial
standar berturut-turut +1,54 volt dan +0,83 volt. Akan tetapi, pada kenyataannya magnesium
hanya bereaksi lambat dengan air pada suhu kamar dan sedikit lebih cepat dengan air mendidih.

Mg(S) + 2H2O(l) Mg(OH)2(S) + H2(g)

Natrium, magnesium, dan alumunium tergolong pereduksi kuat, tetapi berkurang dari natrium
ke alumunium. Daya pereduksi dari natrium, magnesium, dan alumunium dapat dibandingkan
dari reaksi unsur-unsur tersebut dengan air. Natrium bereaksi hebat dengan air (dengan mudan
mereduksi air) membentuk natrium hidroksida dan gas hidrogen.

Reaksi magnesium dengan air terhambat lapisan endapan magnesium hidrosida/ Mg(OH)2
yang menutupi permukaan logam itu, karena magnesium hidroksida sukar larut dalam air.
Alumunium sama sekali tidak bereaksi dengan air tetapi bereaksi dengan uap air panas
membentuk ( Al2O3) dan gas hidrogen.

2Al(S) + 3H2O(g) Al2O3(S) + 3H2(g)

7
2.4 Sifat asam- basa hidroksida unsur periode ketiga

Hidroksida unsur periode ketiga dapat dinyatakan sebagai M(OH)x, dengan M= unsur
periode ketiga ( kecuali argon ), dan x =nomor golongan. Hidroksida unsur periode ketiga
terdiri atas NaOH, Mg(OH)2, Al(OH)3, Si(OH)4, P(OH)5, S(OH)6, dan Cl(OH)7. Namun
Si(OH)4, P(OH)5, S(OH)6, dan Cl(OH)7 tidak stabil. Hidroksida-hidroksida itu melepas satu,
dua, atau tiga molekul air.

Si(OH)4 SiO(OH)2 atau H2SiO3 + H2O

P(OH)5 PO(OH)3 atau H3PO4 +H2O

S(OH)6 SO2(OH)2 atau H2SO4 + 2H2O

Cl(OH)7 ClO3OH atau HclO4 + 3H2O

Sifat hidroksida unsur ketiga bergantung pada pebedaan keelektronegatifan dari unsur
periodeketiga dan oksigen. Jika perbedaan itu besar, maka ikatanM-O bersifat ionikdan
hidroksida bersifat basa, dalam air melepas ion OH–.

MOH M+ + OH–

Sebaliknya, jika perbedaan itu kecil, maka ikatan ion M-O akan bersifat kovalen dan tidak
dapat lagi melepas ion OH–. Oleh karena ikatan O-H bersifat polar, maka ikatan itu dapat
mengalami hidrolisis, sehingga melepas ion H+ dan larutannya bersifat asam.

MOH MO– + H+

Dari natrium ke klorin energi ionosasi bertambah. Oleh karena itu, sifat basa berkurang dan
sifat asam bertambah. Sifat asam – basa unsur periode ketiga dapat disimpulkan sbb:

 Sifat asam-basa hidroksida unsur periode ketiga

Rumus kimia NaOH Mg(OH)2 Al(OH)3 Si(OH)4 P(OH)5 S(OH)6 Cl(OH)7


hidroksida
(H2SiO3) (H3PO4) (H2SO4) (HclO4)
Jenis ikatan ionik ionik Ionik- kovalen Kovalen kovalen kovalen
kovalen
Sifat asam-basa Basa Basa kuat amfoter Asam Asam Asam Asam
kuat sangat lemah kuat sangat
lemah kuat

8
2.5 Reaksi - reaksi pada periode ke-3

2.5.1 Reaksi dengan Air

1. Natrium
Natrium mengalami reaksi yang sangat eksoterm dengan air dingin
menghasilkan gas hidrogen dan larutan NaOH yang tak berwarna.
Na (s) + H2O (l)  NaOH (aq) + H2 (g)
2. Magnesium
Magnesium mengalami reaksi yang sangat lambat dengan air dingin, tetapi
terbakar dalam uap air. Lempeng magnesium yang sangat bersih dimasukkan
ke dalam air dingin akhirnya akan tertutup oleh gelembung gas hidrogen yang
akan mengapungkan lempeng magnesium ke permukaan. Magnesium
hidroksida akan terbentuk sebagai lapisan pada lempengan magnesium dan ini
cenderung akan menghentikan reaksi.
Magnesium terbakar dalam uap air dengan nyala putih yang khas membentuk
larutan magnesium oksida dan gas hidrogen.
Mg (s) + H2O (l)  Mg(OH)2 + H2
3. Aluminium
Serbuk alumunium dipanaskan dalam uap air menghasilkan hidrogen dan
alumunium oksida. Reaksinya berlangsung relatif lambat karena adanya
lapisan alumunium oksida pada logamnya, membentuk oksida yang lebih
banyak selama reaksi.
4. Silikon
Umumnya silikon abu-abu yang berkilat dengan keadaan agak seperti logam
hampir tidak reaktif.
Banyak sumber menyatakan bahwa bentuk silikon ini bereaksi dengan uap air
pada suhu tinggi menghasilkan silikon dioksida dan hidrogen.
Tapi juga mungkin untuk membuatnya menjadi bentuk silikon yang lebih
reaktif yang akan bereaksi dengan air dingin menghasilkan produk yang sama.
5. Fosfor dan sulfur
Fosfor dan sulfur tidak bereaksi dengan air.
6. Klor
Klor dapat larut dalam air untuk beberapa tingkat membentuk larutan
berwarna hijau. Terjadi reaksi reversibel (dapat balik) menghasilkan asam
klorida dan asam hipoklorit.
7. Argon
Argon tidak bereaksi dengan air

9
2.5.2 Reaksi dengan Klor

1. Natrium
Natrium terbakar dalam klor dengan nyala jingga menyala. Padatan NaCl akan
terbentuk.
2. Magnesium
Magnesium terbakar dengan nyala putih yang kuat menghasilkan magnesium
klorida.
3. Aluminium
Alumunium seringkali bereaksi dengan klor dengan melewatkan klor kering di
atas alumunium foil yang dipanaskan sepanjang tabung. Alumunium terbakar
dalam aliran klor menghasilkan alumunium klorida yang kuning sangat pucat.
Alumunium klorida ini dapat menyublim (berubah dari padatan ke gas dan
kembali lagi) dan terkumpul di bagian bawah tabung saat didinginkan.
4. Silikon
Jika klor dilewatkan di atas serbuk silikon yang dipanaskan di dalam tabung,
akan bereaksi menghasilkan silikon tetraklorida. Silikon tetraklorida adalah
cairan yang tak berwarna yang berasap dan dapat terkondensasi.
5. Fosfor
Fosfor putih terbakar di dalam klor menghasilkan campuran dua klorida.
Fosfor (III) klorida dan fosfor (V) klorida (fosfor triklorida dan fosfor
pentaklorida).
Fosfor (III) klorida adalah cairan tak berwarna yang berasap.
Fosfor (V) klorida adalah padatan putih (hampir kuning).
6. Sulfur
Jika aliran klor dilewatkan di atas sulfur yang dipanaskan, akan bereaksi
menghasilkan cairan berwarna jingga dengan bau tak sedap, disulfur diklorida,
S2Cl2.
7. Klor dan Argon
Tidak bermanfaat bila kita membicarakan klor bereaksi dengan klor lagi dan
argon tidak bereaksi dengan klor.

2.5.3 Reaksi dengan Oksida

Unsur-unsur periode ketiga dapat membentuk oksida melalui reaksi


pembakaran dengan gas oksigen. Reaksi yang terjadi pada masing-masing unsur
adalah sebagai berikut :

10
1. Natrium Oksida
Natrium mengalami reaksi hebat dengan oksigen. Logam Natrium yang
terpapar di udara dapat bereaksi spontan dengan gas oksigen membentuk
oksida berwarna putih yang disertai nyala berwarna kuning.

4 Na(s) + O2(g) ——> 2 Na2O(s)

2. Magnesium Oksida
Magnesium juga bereaksi hebat dengan udara (terutama gas oksigen)
menghasilkan nyala berwarna putih terang yang disertai dengan pembentukan
oksida berwarna putih.

2 Mg(s) + O2(g) ——> 2 MgO(s)

3. Aluminium Oksida
Alumunium akan terbakar dalam oksigen jika bentuknya serbuk, sebaliknya
lapisan oksidanya yang kuat pada alumunium cenderung menghambat reaksi.
Jika kita taburkan serbuk alumunium ke dalam nyala bunsen, maka akan kita
dapatkan percikan. Alumunium oksida yang berwana putih akan terbentuk.
Oksida ini berwarna putih.

Al(s) + 3 O2(g) ——> 2 Al2O3(s)

4. Silikon Oksida (Silika)

Si(s) + O2(g) ——> SiO2(s)

5. Fosfor (V) Oksida


Fosfor putih secara spontan menangkap api di udara, terbakar dengan nyala
putih dan menghasilkan asap putih campuran fosfor (III) oksida dan fosfor (V)
oksida.

Untuk fosfor (III) oksida:

Untuk fosfor (V) oksida:

11
6. Sulfur / Belerang Dioksida dan Belerang Trioksida
Padatan Belerang mudah terbakar di udara saat dipanaskan dan akan
menghasilkan gas Belerang Dioksida (SO2). Oksida ini dapat direaksikan lebih
lanjut dengan gas oksigen berlebih yang dikatalisis oleh Vanadium Pentaoksida
(V2O5) untuk menghasilkan gas Belerang Trioksida (SO3).
Sulfur terbakar di udara atau oksigen dengan pemanasan perlahan dengan
nyala biru pucat. Ini menghasilkan gas sulfur dioksida yang tak berwarna.
S(s) + O2(g) ——>SO2(g)
2SO2(g) + O2(g) ——> 2SO3(g)

7. Klor (VII) Oksida dan Argon


Walaupun memiliki beberapa oksida, klor tidak langsung bereaksi dengan
oksigen.
Cl2(g) + 7 O2(g) ——> 2 Cl2O7(g)

8. Argon
Argon tidak bereaksi dengan oksigen

2.5.4 Reaksi dengan Hidrogen

1. Natrium
Reaksinya sangat dahsyat, menghasilkan NaH
2. Magnesium
Reaksinya sangat dahsyat, menghasilkan MgH2
3. Alumunium, Silikon, Fosfor, dan Argon
Tidak bereaksi
4. Sulfur
Reaksinya lambat, menghasilkan H2S
5. Klor
Reaksinya sangat dahsyat, menghasilkan HCl

2.5.5Reaksi dengan Asam

1. Natrium
Reaksinya sangat dahsyat, menghasilkan gas H2
2. Magnesium
Reaksinya cepat, menghasilkan gas H2
3. Alumunium
Reaksinya cepat, kemudian melambat, menghasilkan Al2O3 + H2.
4. Silikon, Fosfor, Sulfur, Klor, Argon
Tidak bereaksi

12
2.6 Kegunaan dan Bahaya Unsur-Unsur periode ketiga

1.Natrium
Kegunaan :
• Dipakai dalam pembuatan ester
• NaCl digunakan oleh hampir semua makhluk
• Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan
• Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan
• Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor
• NaOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas
• NaHCO3 dipakai sebagai pengembang kue
• Memurnikan logam K, Rb, Cs
• NaCO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah
Bahaya : jika natrium bercampur dengan air, akan bereaksi sangat cepat dan
meledak! Jika terjadi kontak dengan natrium hidroksida dalam keadaan kulit
telanjang, akan membentuk dan mulai larut melalui kulit.

2.Magnesium
Kegunaan:
• Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen.
• Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum.
• Pemisah sulfur dari besi dan baja.
• Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan.
• Untuk membuat lampu kilat.
• Sebagai katalis reaksi organik.
Bahaya : Magnesium sangat mudah terbakar. Pada waktu terbakar, ia melepaskan
kalor yang sangat besar mencapai ribuan derajat. Cahaya yang dipancarkan sangat
menyilaukan dan dapat membutakan mata.

3.Alumunium
Kegunaan :
• Banyak dipakai dalam industri pesawat
• Untuk membuat konstruksi bangunan
• Dipakai pada berbagai macam aloi
• Untuk membuat magnet yang kuat
• Tawas sebagai penjernih air
• Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa
• Membuat berbagai alat masak
• Menghasilkan permata bewarna-warni : Sapphire, Topaz, dll.

13
Bahaya : Aluminium dapat merusak kulit, dalam bentuk bubuk dapat meledak di
udara jika dipanaskan , dan dalam bentuk Al2O3 jika di reaksikan dengan karbon akan
menyebabkan pemanasan global.

4.Silikon
Kegunaan :
• Dipakai dalam pembuatan kaca
• Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor
• Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga
• Untuk membuat enamel
• Untuk membuat IC
Bahaya : Silikon yang digunakan untuk kecantikan wajah dapat menyebabkan
kerusakan bentuk wajah dan melumpuhkan beberapa otot wajah.

5.Fosfor
Kegunaan :
• Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen
• Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum
• Pemisah sulfur dari besi dan baja
• Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan
• Untuk membuat lampu kilat
• Sebagai katalis reaksi organic
Bahaya : Jika biji fosfor diolah menjadi fosfat dan larutan dalam air akan
menyebabkan terjadinya limbah radioaktif.

6.Belerang
Kegunaan :
• Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat
• Digunakan dalam baterai
• Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk
• Digunakan pada korek dan kembang api
• Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses
Bahaya : Belerang dalam bentuk H2S sangat beracun dan dapat menyebabkan
kematian, sedangkan dalam bentuk H2SO4 dapat merusak kulit dan menyebabkan
korosi.

7.Klor
Kegunaan :
• Dipakai pada proses pemurnian air
• Cl2 dipakai pada disinfectan
• KCl digunakan sebagai pupuk
• ZnCl2 digunakan sebagai solder

14
• NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere
• Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas
• Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum
• Dipakai pada berbagai macam industry
Bahaya : Klor mengiritasi sistem pernafasan. Bentuk gasnya mengiritasi lapisan
lendir dan bentuk cairnya bisa membakar kulit. Baunya dapat dideteksi pada
konsentrasi sekecil 3.5 ppm dan pada konsentrasi 1000 ppm berakibat fatal setelah
terhisap dalam-dalam.

8.Argon
Kegunaan :
• Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu
• Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya
• Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses
• Untuk mendeteksi sumber air tanah
• Dipakai dalam roda mobil mewah
Bahaya : Bila argon menggantikan oksigen diudara dapat menyebabkan sesak napas
karena udara yang mengandung oksigen kurang dari 16% sangat berbahaya.

15
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Unsur-unsur dalam satu periode tidaklah mempunyai sifat-sifat yang mirip, tetapi sifat-
sifatnya berubah secara beraturan. Perubahan sifat unsur-unsur dalam satu periode dapat dilihat
pada unsur-unsur periode ketiga. cair dan titikdidih unsur-unsur periode ketiga dari kiri ke
kanan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknyapada Golongan IVA(silikon),
kemudian secara drastis pada golongan VA(fosforus).

Secara umum energi ionisasi unsur periode ketiga dari kiri ke kanan meningkat. Akan
tetapi energi ionisasi Al lebih rendah dari energi ionisasi Mg dan energi ionisasi S lebih rendah
dari P.

Daya pereduksi unsur-unsur periode ketiga berkurang dari kiri ke kanan, sedangkan
sebaliknya daya pengoksidasinya bertambah.

3.2 Saran
Saran yang kami dapat berikan bagi pembaca yang senang dengan bahan-bahan kimia,
lebih baik anda lebih waspada dengan unsur-unsur yang belum anda kuasai. Ketelitian itu
penting dalam hal ini karna kesalahan kecil yang anda lakukan dapat membuat kerusakan besar
pada anda ataupun lingkungan anda. Jangan hanya membaca dari satu sumber saja, karna ilmu
pengetahuan terus berkembang setiap waktunya.

3.3 PENUTUP
Demikian makalah yang kami buat Semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan
bagi pembaca khususnya kita semua. kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran untuk meningkatkan kualitas
makalah ini.

16
DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sutresna, Nana dan Sustrinawati, Riani. 2006. Kimia untuk Kelas XII IPA Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah.Bandung: Grafindo Media Pratama
Sunardi. 2009. Makala Unsur Periode ke3.
http://sunardi.blogspot.com/2009/09/makala-unsurperodeke3.html.
Purba, Michael. 2007. Unsur-unsur Periode ke3
http:/purba.blogspot.com/2012/11/unsur-unsurperiode3.html.

file:///D:/tugas/kimia/periode%203/Natrium.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/ShaRy%20AmiRa%20%20KELIMPAHAN%20UNSUR%20PER
IODE%203%20DI%20ALAM.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/Sifat-sifat%20Atomik%20dan%20Sifat-sifat%20Fisik%20Unsur-
unsur%20Periode%203%20%20%20Chem-Is-
Try.Org%20%20%20Situs%20Kimia%20Indonesia%20%20.htm
file:///D:/tugas/kimia/periode%203/3.%20Manfaat%20Unsur%20dan%20Senyawanya%20%20%20R
eni%20Kimia.htm
http://chemistry35.blogspot.com/2011/10/unsur-unsur-periode-ketiga-periode-3.html
http://pandapkrui.blogspot.com/2012/03/reaksi-reaksi-kimia-unsur-unsur-periode.html
http://chalysteeq.blogspot.com/2010/01/kelimpahan-unsur-periode-3-di-alam.html
http://nettihariani.blogspot.com/2008/07/unsur-unsur-periode-ketiga-unsur-unsur.html
http://www.nuryanto.net/2010/11/unsur-unsur-periode-ketiga.html

17

Anda mungkin juga menyukai