Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN 1

(ANATOMI TUMBUHAN)
JARINGAN PENGUAT

Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Struktur Pertumbuhan Tumbuhan 1


Yang Dibimbing Oleh Dr. Sulisetijono, M.Si, dan Umi Fitriyati S.Pd, M.Pd

Disusun oleh:

Della Cahyaningrum

(190342621242)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S1 BIOLOGI
Februari 2020
D. Hasil Pengamatan
E. Pembahasan
Berdasarkan pada pengamatan yang kami lakukan, diidapatkan hasil sebagai berikut :
Sel tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan struktur yang bervariasi. Struktur sel
adalah rumit. Namun demikian semua sel mempunyai persamaan dalam beberapa segi dasar.
Tumbuhan dan hewan merupakan organisme, yang tubuhnya tersusun oleh sel-sel. Sel
tumbuhan dan sel hewan merupakan variasi dan satu tipe unit dasar atau satuan struktur.
Berdasarkan konsep teori sel bahwa sel merupakan kesatuan struktur dan fungsi organisme
hidup maka berarti bahwa selitu mempunyai kesamaan dalam pola susunan metabolisme dan
makromolekul. (Setjo dkk, 2004).
Protoplas merupakan bagian sel yang berada di sebelah dalam dinding sel. Protoplas
tersusun oleh bahan hidup dalam bentuk sederhana, yang disebut dengan protoplasma. Pada
sel tumbuhan protoplas terdiri atas komponen protoplasmik dan komponen non protoplasmik.
(Setjo dkk, 2004). Komponen protoplasma yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan
sitoplasma (terdiri dari organel-organel hidup). Komponen non protoplasma dapat pula disebut
sebagai benda ergastik.Dalam sel benda ergastik dapat berupa karbohidrat, protein, lipid, dan
Kristal
Berikut preparat yang telah kami amati :
1) Irisan melintang empulur batang Manihot esculenta. Preparat ini dapat diamati bagian-
bagiannya hanya dinding sel, dan heksagonal merupakan bentuk selnya. Berdasarkan
referensi, Sel penyusun empulur berbentuk segi enam dan memiliki ruang antar sel yang
besar. Sel tersebut bersifat mati karena hanya berupa ruang kosong. Sel empulur tersebut
berasal dari jaringan parenkim yang sudah mati. Pada beberapa tumbuhan, sel empulur
dapat berfungsi sebagai penyimpan air (teratai) dan penyimpan cadangan makanan (sagu)
(Maideliza et al., 2007).
2) Irisan melintang buah Capsicum annum. Buah cabai berasal dari familia Solanaceae
dengan bagian-bagiannya dinding sel dan kromoplas dengan bentuk sel poliedris.
Berdasarkan pustaka, warna oranye dari cabai mengandung pigmen karotenoid yang
diproduksi dalam penyimpanan akar selama pematangan berlangsung (Singh et al., 2012).
3) Daun Hydrilla verticillate. Hydrilla adalah tumbuhan spermatophyta yang hidup di air,
sehingga ia memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan spermatophyta darat. Dinding sel
tebal guna mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel hydrilla berbentuk
segi empat beraturan yang tersusun seperti batu bata. Sel hydrilla memiliki kloroplas dan
klorofil yang terdapat di dalamnya. Pada daun hydrilla, dapat pula diamati proses aliran
sitoplasma, yaitu pada bagian sel-sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah-
tengah daun. Pada hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan
yang berlebih.
Aliran Sitoplasma dalam tumbuhan akan menggerakkan plastida melewati beberapa
vakoula kesegala arah yang disebut dengan sirkulasi, aliran ini biasanya terdapat pada sel
tumbuhan yang masih muda, karena pada tumbuhan muda, sel-sel masih dalam tahapan
pertumbuhan dan perkembangan, sehingga masih membutuhkan bahan-bahan organik untuk
sintesis komponen-komponen sel. Sedang aliran sitoplasma yang mengelilingi vakoula
disebut aliran rotasi, terjadi pada sel tua, karena sel tua tidak terlalu banyak membutuhkan
senyawa organik lagi, maka bahan organik tersebut dibawa ke vakuola untuk disimpan
sebagai cadangan makanan, jika suatu saat tumbuhan membutuhkannya, misalnya dalam
kondisi kekeringan atau kemarau (Sumardi,1993). Pada pengamatan yang kami lakukan,
terlihat aliran sitoplasma bergerak secara rotasi. Bisa disimpulkan bahwa daun Hydrilla yang
kami amati merupakan sel tua.
4) Preparat utuh filamentum atau rambut tangkai sari Rhoeo discolour berbentuk seperti
rantai. Sel-nya berbentuk oval dan saling menyambung sehingga seperti rantai. Karakteristik
yang menonjol dari rambut tangkai sari Rhoeo discolor adalah aliran plasma (siklosis) yang
dapat berlangsung lebih dari satu arah (Sirkulasi). Hal yang dapat di amati dari filamentum
atau rambut tangkai sari Rhoeo discolor adalah dinding sel dan aliran plasma (Setjo,dkk,
2004)
Peristiwa plasmolisis baru terjadi setelah sel Rhoeo discolor dilakukan pergantian
medium, salah satu tepi kaca penutup ditetesi larutan gula 10%. Yang terjadi selanjutnya
adalah warna ungu yang tadinya penuh mulai hilang, warna ungu tersebut berkumpul ke
tengah-tengah sel, dan sel menjadi berwarna putih. Hal ini terjadi karena larutan gula 10%
memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi cairan di dalam sel
tumbuhan. Keadaan sel adalah hipotonis dan lingkungan sel adalah larutan hipertonis, atau
bisa dikatakan bahwa lingkungan luar sel lebih kental dibandingkan dengan cairan dalam sel.
Cairan dalam sel tumbuhan keluar dari dinding sel menuju ke larutan hipertonis. Sehingga sel
kehilangan cairan, sitoplasma mengerut, dan kloroplas ada di tengah sel (Setjo,dkk, 2004).
5) Irisan melintang daun kuping gajah (Anthurium crystallinum), hasil pengamatan
menunjukkan adanya pembuluh angkut, dinding sel yang berbentuk segienam dan kristal
yang menyebar dengan jumlah yang cukup banyak. Ini bertentangan dengan pendapat
(Woelaningsih, 1987) jaringan parenkim terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut
jaringan dasar karena parenkim ini menyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang,
daun, bunga, buah dan biji.
Ketika preparat ditetesi dengan asam cuka, bentuk kristal yang seperti jarum masih ada.
Namun ketika ditetesi dengan larutan HCl 25%, kristalnya pun menghilang dan hanya
menampakkan pembuluh angkut dan dinding sel saja.
6) Selanjutnya yaitu tusukan umbi kentang (Solanum tuberosum). Ditemukan kandungan
pati setelah tusukan umbi Solanum tuberosum ditetesi larutan IKI. Terlihat granula pati yang
berbentuk bulat dan oval, serta berwarna ungu kehitaman.
Pati digunakan sebagai bahan yang digunakan untuk memekatkan makanan cair seperti
sup dan sebagainya. Dalam industri, pati dipakai sebagai komponen perekat, campuran kertas
dan tekstil, dan pada industri kosmetika. Dalam bentuk aslinya secara alami pati merupakan
butiran-butiran kecil yang sering disebut granula. Bentuk dan ukuran granula merupakan
karakteristik setiap jenis pati, karena itu digunakan untuk identifikasi. Selain ukuran granula
karakteristik lain adalah bentuk, keseragaman granula (Whistler, L. Roy. dkk, 1984).
7) Tusukan butir jagung (Zea mays) menunjukkan adanya pati setelah ditetesi dengan
larutan IKI. Amylum maydis ( pati jagung) adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L. (
familia Poaceae) yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara mikroskopik yaitu berupa
butir bersegi banyak, bersudut, hilus ditengah berupa rongga yang nyata atau celah berjumlah
2 sampai 5, tidak ada lamella, dan berwarna ungu kehitaman. Jika diamati dibawah cahaya
terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus. (Fahn,1995). Hai
ini sesuai dengan literature, berdasarkan pengamatan bentuk pati jagung polygonal, butir
tunggal, namun hilus dan lamella tidak terlihat baik pada perbesaran 400x.
8) Irisan melintang rimpang kencur (Kaemferia galanga). Ketika ditetesi dengan air biasa,
terlihat dinding sel yang berbentuk segienam dan ruang antar sel. Setelah ditetesi dengan
larutan Sudan III terdapat perbedaan yaitu adanya kandungan minyak pada rimpang
Kaemferia galangal. Kandungan kimia dari rimpang kencur adalah pati, mineral, flavonoid,
akaloida, dan minyak atsiri. Minyak atsiri di dalam rimpang kencur banyak digunakan dalam
industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai anti jamur ataupun anti bakteri. Minyak Atsiri
dapat diproduksi dengan beberapa metode. Namun sebagian besar minyak atsiri diperoleh
dengan metode penyulingan yang dikenal dengan hidrodestilasi. Cara lain adalah metode
ekstraksi yang menggunakan pelarut dan metode pengempaan (Lutony & Rahmayati, 2002).
9) Irisan melintang buah pir (Pyrus). Diberi perlakuan yakni ditetesi air dan ditetesi
fluoroglusin +HCl 25%. Sebelum diberi fluoroglusin+HCl 25% dinding sel terlihat menebal.
Setelah diberi fluoroglusin+HCl 25% warna berubah menjadi merah yang mengindikasikan
bahan dinding sel mengandung lignin dan ada bagian yang tidak mengalami penebalan.
10) Selanjutnya yaitu irisan melintang batang bayam (Amaranthus Sp), maka dapat diamati
adanya kristal-kristal pasir yang jumlahnya banyak dan berwarna putih kecoklatan. Hasil
pengamatan ini sesuai dengan Kartasapoetra (1991) yang menyatakan bahwa Kristal ini
terdapat dalam sel berbagai tumbuhan. Biasanya terdapat dalam sel korteks, akan tetapi
terkadang juga dapat ditemukan pada sel-sel parenkim floem dan parenkim xylem. Kristal-
kristal ini terdapat dalam vakuola sel atau plasma selnya. Kristal-kristal itu memiliki berbagai
bentuk, salah satunya adalah kristal dengan bentuk butiran kecil, kristal ini biasanya disebut
kristal pasir, banyak ditemukan dalam sel-sel daun serta tangkai daun bayam.
11) Irisan melintang tangkai daun Begonia (Begonia sp). Ditemukan kristal ketika ditetesi
air biasa dan menghilang ketika ditetesi dengan larutan asam asetat. Kristal bervariasi
bentuk dan ukurannya. Biasanya kristal tersusun dari kalsium karbonat dan kalsium oksalat
atau silika. Kristal kalsium karbonat bisa hanya disebut sistolit. Biasanya terdapat pada sel
epidermis daun banyak tumbuhan bunga,misalnya yang termasuk family Moraceae,
Urticaceae, Acanthaceae dan Cucurbitaceae. (Tjitrosoepomo,2012)
12) Awetan batang Pinus merkusii menunjukkan adanya noktah ladam. Di antara dinding
sel yang mengalami penebalan, terdapat bagian-bagian tertentu yang tidak ikut menebal
yang disebut noktah. (Fahn,1995).
13) Terakhir yaitu awetan akar Alium cepa fa ascalonicum. Awetan ini, diamati proses
pembelahan sel mulai dari tahap profase hingga tahap interfase. Kromosom antar tanaman
berbeda antara yang satu dan yang lainnya.Baik dari bentuk, jumlah, dan panjangnya.
Allium cepa memiliki jumlah kromosom 2n = 16 (Sastrosumarjo, 2006). Hal ini sangat
membantu dalam mempelajari analisis mitosis pada tanaman, karena jumlahnya yang tidak
terlalu banyak, memiliki ukuran kromosom yang besar dan cukup mudah untuk dibuat
preparatnya

F. Jawaban Diskusi
1. Sebutkan berbagai macam bentuk sel yang sudah saudara amati!
= terdapat bentuk sel segienam/heksagonal, berupa bulatan, dan lonjong.
2. Dimanakah terdapat leukoplas?
= tidak ditemukan adanya organel leukoplas.
3. a. Pada sel yang bagaimanakah terdapat aliran sitoplasma sirkulasi?
= aliran ini biasanya terdapat pada sel tumbuhan yang masih muda, karena pada
tumbuhan muda, sel-sel masih dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga
masih membutuhkan bahan-bahan organik untuk sintesis komponen-komponen sel.
b. Pada sel yang bagaimanakah terdapat aliran sitoplasma rotasi?
= terjadi pada sel tua, karena sel tua tidak terlalu banyak membutuhkan senyawa organik
lagi, maka bahan organik tersebut dibawa ke vakuola untuk disimpan sebagai cadangan
makanan, jika suatu saat tumbuhan membutuhkannya, misalnya dalam kondisi
kekeringan atau kemarau
4. Pada penampang permukaan daun Hydrilla verticillata:
a. bagaimana bentuk selnya?
= Sel daun Hydrilla verticillata berbentuk segiempat beraturan yang tersusun seperti batu
bata.
b. bagaimana bentuk dan ukuran kloroplas?
= bentuk kloroplas seperti lensa dan berukuran kecil (seukuran inti sel)
c. apakah terdapat pigmen dalam vakuola?
= iya, memiliki pigmen biru muda
d. bagaimana bentuk inti selnya?
= bulat
5. Apa perbedaan sel pada empulur ketela pohon dengan sel-sel yang berwarna merah (setelah
perlakuan penetesan floroglusin dan HCl 25%) pada daging buah pir, jelaskan!
= Pada sel empulur ketela pohon berbentuk polygonal segienam (heksagonal) dan berisi
organel-organel antara lain dinding sel dan ruang antar sel. Sedangkan pada sel buah pir
yang diberi floroglusin dan HCl 25% bentuknya sama yaitu segienam hanya saja dengan
jumlah yang lebih banyak, tersusun oleh komponen seperti dinding sel dan kolenkim,
serta dinding selnya berwarna merah.
6. Bagaimanakah hubungan antara leukoplas, amiloplas, dan kloroplas?
= Amiloplas adalah organel yang dikhususkan untuk akumulasi pati dalam sel penyimpanan.
Mereka berkembang dari proplastida, seperti halnya kloroplas dan leukoplas, dan diikat
oleh membran ganda. Amiloplas dari beberapa jaringan bertepung, seperti yang ada
dalam endosperma sereal, tetap tidak berwarna ketika terkena cahaya, sementara yang
lain seperti yang ada di umbi kentang, berkembang menjadi kloroplas ketika ditempatkan
pada cahaya dan kloroplas pada daun tembakau yang sudah tua menjadi amiloplas.
7. Sebutkan benda-benda ergastik yang saudara amati dan sebutkan pula yang tidak sempat
saudara amati!
= Kami telah mengamati beberapa dari benda-benda ergastik antara lain kristal yang
terdapat pada batang Amaranthus, tangkai daun Begobia sp., tangkai daun Anthurium
crystallium ; Amilum/pati pada umbi kentang (Solanum tuberosum), butir jagung (Zea
mays); serta minyak pada rimpang Kaemferia galangal.

Kami tidak sempat mengamati zat lendir menggunakan tinta bak.

8. a. Apa nama titik awal terbentuknya amilum?


= Perkembangan amilum dimulai dengan terbentuknya hilus/hilum, kemudian diikuti
oleh pembentukan lamela yang semakin banyak.
b. Berdasarkan letak hilum dan jumlah hilum, macam amilum apakah yang terdapat pada
umbi kentang?
= Pada se lumbi kentang terdapat hilum yang letaknya berada di tepi amilum. Maka dapat
dikatakan hilum pada kentang disebut Amilum eksentris yaitu hilus yang terdapat pada
bagian tepi amilum
9. Jelaskan, dimanakah letak kromoplas yang kalian temukan?
= terdapat pada sel daun Hydrilla verticillate dan pada buah Capsicum annum.
10. a. Sebutkan bentuk kristal kalsium oksalat yang pernah saudara amati dan terdapat pada
organ tanaman apa?
= Kristal kalsium oksalat berbentuk jarum umumnya terdapat pada Sawi putih dan sawi
hijau yang tidak mengandung kristal kalsium oksalat.
b. Adakah bentuk lain yang belum teramati?
= Ada, biasanya ada kristal kalsium oksalat yang berbentuk roset terdapat pada daun
bayam.
c. Dimanakah letak kristal kalsium oksalat di dalam sel tumbuhan?
= terdapat pada ruang-ruang sel
11. Mengapa asam oksalat diendapkan dalam bentuk kalsium oksalat di dalam sel tumbuhan?
= Di dalam tubuh tumbuhan, asam oksalat bebas diendapkan di vakuola dalam bentuk
kalsium oksalat karena asam oksalat dapat bersifat racun bagi tubuh tumbuhan itu
sendiri. Tapi kalau Ca-oksalat tersebut berfungsi untuk tubuh tumbuhan.
12. Sebutkan reagensia yang digunakan untuk mengidentifikasi:
a. kristal kalsium oksalat = asam asetat d. zat lendir = tinta bak
b. minyak menguap = Sudan III e. butir aleuron = reagen Millon dan asam pikrat
c. lignin = floroglusin
13. Warna apa yang terjadi jika:
a. dinding sel mengandung selulosa ditetesi larutan biru metilen = merah
b. butir amilum ditetesi larutan IKI = ungu kehitaman
c. minyak atsiri yang ditetesi dengan Sudan III = merah
14. Benda ergastik apa saja yang terdapat pada rimpang kencur?
= terdapat minyak atsiri akibat reaksi kimia dengan larutan Sudan III
15. a. Apakah yang disebut dengan noktah dan noktah buta?
= Di antara dinding sel yang mengalami penebalan, terdapat bagian-bagian tertentu yang
tidak ikut menebal yang disebut noktah. Sedangkan Noktah buta, yaitu noktah yang
bermuara pada ruang antar sel.
b. Jelaskan apa yang disebut noktah halaman!
= Yaitu noktah yang salurannya melebar menjadi suatu ruangan yang disebut halaman
noktah. Terdapat pada sel-sel trakea dan trakeid (xylem).
c. Apa perbedaan torus dengan margo?
= Torus yaitu bagian lamela tengah yang menebal.
Margo yaitu bagian lamela tengah yang tidak menebal dan bersifat elastis, berguna
untuk mengatur aliran zat hara.

G. KESIMPULAN

Sel tumbuhan mempunyai bentuk, ukuran dan struktur yang bervariasi. Struktur sel
adalah rumit. Berdasarkan konsep teori sel bahwa sel merupakan kesatuan struktur dan
fungsi organisme hidup maka berarti bahwa selitu mempunyai kesamaan dalam pola
susunan metabolisme dan makromolekul.
Semua sel pada tumbuhan dilindungi oleh dinding sel yang bermacam-macam
bentuknya, yakni polygonal segienam, bulat, lonjong, serta persegi Panjang yang
membentuk beraturan seperti batu bata.
Protoplas merupakan bagian sel yang berada di sebelah dalam dinding sel. Protoplas
tersusun oleh bahan hidup dalam bentuk sederhana, yang disebut dengan protoplasma. Pada
sel tumbuhan protoplas terdiri atas komponen protoplasmik dan komponen non
protoplasmik. Komponen protoplasmik ada yang bersifat cair yaitu sitoplasma.
Aliran plasma dapat berlangsung dalam satu arah, disebut rotasi; ataupun lebih dari
satu arah, disebut sirkulasi. Sitoplasma memenuhi ruang sel hidup dan di dalamnya terdapat
organel-organel serta vakuola.
Komponen nonprotoplasmik yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya adalah
vakuola yang berisi cairan sel dan kadang-kadang juga zat warna. Di dalam cairan vakuola
dapat terlarut berbagai zat seperti gula, berbagai garam, protein, alkaloida, zat penyamak,
dan zat warna. Zat ergastik lain yang bersifat padat dan dapat terlihat antara lain butir
aleuron, butir amilum yang juga bermacam-macam bentuknya, dan kristal kalsium oksalat
dengan beberapa bentuk. Benda ergastik seperti lendir, tetes minyak, tanin dapat dilihat
dengan menggunakan reagen tertentu.

H. Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu lebih berhati-hati dalam mengoperasikan alat-alat
laboratorium yang mudah rusak seperti mikroskop, kaca benda, kaca penutup, dan
sebagainya. Juga diharapkan lebih cermat dan teliti dalam mengamati bentuk-bentuk sel
dengan menggunakan mikroskop.
DAFTAR RUJUKAN

Fahn, A.1995. Anatomi Tumbuhan edisi ketiga.Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Kartasapoetra, Ir. A.G. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan (tentang Sel dan
Jaringan). Jakarta : PT. Rineka Cipta
Lutony, T.L. dan Rahmayati, Y., 2002, “Produksi dan Perdagangan Minyak Atsiri”, edisi 4,
hal. 31-51, 98-103, Penebar Swadaya, Depok.
Maideliza, T. D., Meriko, S., Roziah, L. & M., E. S. 2007. Kajian Struktur dan Kariotipe
Gadung (Dioscorea bulbifora L) di Sumatera Barat. Makara Sains, 11(1), pp.
37-43.
Sastrosumarjo, S. 2006. Panduan laboratorium, hal. 38 - 63. Dalam S. Sastrosumarjo (Ed.)
Sitogenetika Tanaman. IPB Press. Bogor.
Setjo,dkk. 2004.Anatomi Tumbuhan.Malang: Universitas Negri Malang
Singh, D. P., Beloy, J., McInerney, J. K. & Day, L. 2012. Impact of Boron, Calcium, and
Genetic Factors on Vitamin C, Carotenoids, Phenolic Acids, Anthocyanins, and
Antioxidant Capacity of Carrots (Daucus carota).Food Chemistry,132(3), pp.
1161-1170.
Sumardi, I. 1993.Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.Yogyakarta : UGM Press
Tjitrosoepomo, Gembong. 2012. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Press.
Whistler, R.L. J.N. BeMiller dan E.F. Paschall. 1984. Starch: Chemistry and
Technology. Tokyo:Academic Press. Inc
Woelaningsing, Sri. 1987. Anatomi Tumbuhan. Karnunika: Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai