Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
merupakan salah satu upaya dalam rangka mencapai salah satu tujuan negara dan
bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar
(UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu untuk memajukan
kesejahteraan umum. Implementasinya berlandaskan azas kekeluargaan (pasal 33
ayat 1) dan penyelenggaraan perekonomian nasional yang berdasar pada
demokrasi ekonomi (pasal 33 ayat 4). Selain itu, pemberdayaan koperasi dan
UMKM juga dilakukan dalam rangka pelaksanaan amanat Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, yaitu pembangunan koperasi
merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia
yang diarahkan untuk membangun koperasi yang kuat dan mandiri berdasarkan
prinsip koperasi sehingga mampu berperan serta untuk mewujudkan masyarakat
yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Pemberdayaan koperasi dan UMKM tahun 2015-2019 dilaksanakan
dalam rangka mencapai target Program Nawacita Presiden, yaitu Meningkatkan
produktivitas rakyat dan daya saing dipasar internasional, serta Mewujudkan
kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi
domestik. Arah kebijakan pembangunan koperasi dan UMKM sesuai RPJMN
2015-2019, yaitu Peningkatan daya saing UMKM dan Koperasi sehingga mampu
tumbuh menjadi usaha yangberkelanjutan dengan skala yang lebih besar (naik
kelas atau scaling-up) dalam rangka untuk mendukung kemandirian
Pembangunan Koperasi dan UMKM merupakan langkah strategis menumbuhkan
tingkat pembangunan nasional. Kebijakan tersebut dirasakan dapat menjadi
solusi konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini dapat dicapai
dengan mendorong Koperasi dan UMKM meningkatkan kapasitas dan perannya.
Pembangunan Koperasi dan UMKM juga diarahkan untuk memperkuat
meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian, baik dalam penganggulangan
kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, maupun dalam peningkatan nilai tambah
perekonomian yang menyokong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan
pembangunan berkelanjutan.
Dalam kurun waktu lima tahun yaitu 2015-2019, pembangunan Koperasi
dan UMKM dilaksanakan melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya
saing Koperasi dan UMKM. Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup upaya

1|Page
peningkatan kapasitas dan kinerja usaha Koperasi dan UMKM, penguatan dan
perluasan peran sistem pendukung usaha, dan peningkatan dukungan iklim
usaha. Hal ini sejalan dengan tiga tataran pembangunan Koperasi dan UMKM
dimana pada tataran makro, kebijakan pembangunan Koperasi dan UMKM
mencakup perbaikan lingkungan usaha yang diperlukan untuk mendukung
perkembangan Koperasi dan UMKM.
Pemberdayaan Koperasi dan UMKM merupakan langkah strategis
menumbuhkan tingkat pembangunan nasional. Kebijakan tersebut dirasakan
dapat menjadi solusi konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini
dapat dicapai dengan mendorong Koperasi dan UMKM meningkatkan kapasitas
dan perannya. Secara kontinyu dan berkelanjutan, kebijakan ini diharapkan dapat
mensukseskan gerakan pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian nasional
(pro growth), memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah
wirausahawan dan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran (pro job),
dan meningkatkan kesejahteraan rakyat untuk menuju taraf hidup yang layak
(pro poor).
Dari tahun ke tahun koperasi memang dapat dikatakan selalu mengalami
kenaikan yang cukup signifikan dari segi kuantitas namun pada prakteknya
masih terjadi ketimpangan ketentuan nilai-nilai dan prinsip berkoperasi yang baik
dan benar. dari segi kualitas, keberadaan koperasi masih perlu upaya yang
sungguh-sungguh untuk ditingkatkan mengikuti tuntutan lingkungan dunia usaha
dan lingkungan kehidupan dan kesejahteraan para anggotanya. Kekuatan
koperasi dalam berbagai kegiatan ekonomi masih relatif kecil, dan
ketergantungan koperasi terhadap bantuan dari pihak luar, terutama Pemerintah,
masih sangat besar. Koperasi yang diharapkan menjadi pilar atau soko guru
perekonomian nasional dan juga lembaga gerakan ekonomi rakyat ternyata tidak
berkembang baik seperti di negara-negara maju. Oleh karena itu tidak heran
kenapa peran koperasi di dalam perekonomian Indonesia masih sering
dipertanyakan dan selalu menjadi bahan perdebatan karena tidak jarang koperasi
dimanfaatkan di luar kepentingan yang sesuai.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti dapat menarik suatu
rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimanakah gambaran perkambanga Koperasi dan UKM dalam kurung
waktu lima tahun terakhir?
2. Permasalahan apa saja yang dihadapi koperasi dalam mewujudkan sasaran
strategisnya selama kurung waktu lima tahun terakhir.

2|Page
BAB II
PEMBAHASAN

A. Gambaran Perkambangan Koperasi dan UKM dalam kurung waktu


lima tahun terakhir.

Berdasarkan data hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi


dan UKM dalam kurung waktu 2015-2019 adalah sebagai bentuk
pertanggungjawaban Menteri Koperasi kepada Presiden atas pengelolaan
anggaran dan pelaksanaan program /kegiatan dalam rangka mencapai visi dan
misi yang telah ditetapkan. Penyusunan Laporan Kinerja tersebut bertujuan untuk
menilai dan megevaluasi pencapaian kinerja dan sasaran Kementerian Koperasi
dan UKM setiap tahunnya. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan kemudian
dirumuskan yang dapat menjadi salah satu masukan dan referensi dalam
menetapkan kebijakan dan strategi ke depan. Berikut ini adalah uraian capaian
kenerja koperasi dan UKM sebagai salah satu indicator tingkat perkembangan
koperasi dan UKM dalam kurung waktu lima tahun terakhir sebagai berikut:
a. Tahun 2014
Hasil evaluasi tahun 2014 akan menjadi menjadi masukan dalam menyusun
rencana program/kegiatan pada tahun 2015 hingga saat ini. Pada tahun 2014
berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2010-
2014, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 22 sasaran strategis dan 36
indikator kinerja Pengukuran capaian sasaran kinerja dilakukan dengan
menghitung persentase realisasi capaian dibandingkan dengan target kinerja yang
telah ditetapkan. Dari 36 indikator kinerja tersebut, terdapat 34 indikator yang
mencapai target atau 89,5 % serta ada 2 indikator atau 10,5% yang tidak
mencapai target. Kendala dan permasalahan yang menyebabkan tidak
tercapainya target tersebut telah menjadi masukan dalam menyusun rencana
program/kegiatan kedepannya (fungsi umpan balik), dengan capaian kinerja
keuangan 87,92%. Sumber: Data Laporan Kinerja Kementrian Koperasi dan
UKM, 2014.

b. Tahun 2015
Pada tahun 2015 berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi
dan UKM Tahun 2015-2019, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 4
sasaran strategis dan 20 indikator kinerja. Dari 4 sasaran strategis tersebut
dijabarkan lebih lanjut ke dalam 30 sasaran strategis dengan 50 indikator kinerja
yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun

3|Page
2015. Pengukuran capaian sasaran kinerja dilakukan dengan menghitung
persentase realisasi capaian dibandingkan dengan target kinerja yang telah
ditetapkan pada Perjanjian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun
2015. Adapun rekapitulasi data capaian kinerja kementrian koperasi dan UKM
tahun 2015 adalah sebagai berikut:
Tabel 1.
Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2015

No
Sasaran strategis No
Indikator Kinerja Target Realisai Capaian
2015 2015 2015
1 Peningkatan 1 Jumlah Pengesahan
Kualitas Organisasi Akte Pendirian 75 SK 75 SK 100%
dan Badan Hukum Koperasi dan PAD
Koperasi yang diproses
2 Penataan Peraturan 2 Pembahasan NA dan
Perundang-Undangan di RUU
Bidang Koperasi dan antar Deputi. Rapat
UMKM pembahasan NA dan
RUU di
BPHN Rapat RUU 1 RUU 1 RUU 100%
antar KL
dan harmonisasi.
Penyerahan
RUU hasil harmonisasi
ke
Presiden dan dibahas di
DPR
3 Peningkatan Kualitas 3 Tersedianya Sistem Usaha 1 Sistem 1 100%
Ketatalaksanaan Registrasi UMKM Sistem
Koperasi dan UMKM
4 Pengembangan 4 Terlaksananya
Keanggotaan monitoring dan 1 Laporan 1 Laporan 100%
Koperasi evaluasi pelaksanaan
tugas
PPKL di 33
provinsi/D.I.
sebanyak 735 orang
5 Peningkatan 5 Jumlah peserta yang
Pengendalian dan diberikan 105 Orang 105 Orang 100%
Akuntabilitas Koperasi pembinaan penerapan
pengawasan koperasi
oleh
pejabat
6 Meningkatnya 6 Meningkatnya volume 103 103 100%
pengembangan, usaha Koperasi Koperasi
produktivitas dan dan tenaga kerja
keberlanjutan Koperasi produksi/
pengusahaan sentra usaha mikro
produk unggulan daerah yang diperkuat sistem
berbasis koperasi/sentra bisnis
usaha mikro di bidang dan kapasitas produksi
produksi (Quick Wins) (skema manajemen/

4|Page
sistem bisnis,
penguatan kapasitas,
pendampingan,
pendataan) di
bidang Pertanian
Tanaman Pangan dan
Hortikultura,
Kehutanan dan
Perkebunan,
Perikanan dan
Peternakan,
Industri, Kerajinan,
dan
Pertambangan,
ketenagalistrikan dan
Aneka Usaha
7 Meningkatnya volume 15 15 Koperasi 100%
usaha dana tenaga Koperasi
kerja Koperasi
produksi yang
diperkuat kapasitasnya
dalam pengadaan
sarana produksi
pertanian, peternakan,
perkebunan dan
perikanan
pendampingan,
pendataan, skema
manajemen, penguatan
kapasitas,
pendampingan,
pendataan
8 Meningkatnya volume 6 Koperasi 6 Koperasi 100%
usaha dan tenaga kerja
Koperasi pengelola
jasa wisata
yangditingkatkan
kapasitas usahaya
7 Meningkatnya 9 Meningkatnya volume 8 Koperasi 8 Koperasi 100%
pengembangan usaha usaha dan tenaga kerja
produktif oleh koperasi Koperasi penerima
melalui pemanfaatan dukungan
energi terbarukan pengembangan usaha
(PLTMH) dalam rangka melalui pemanfaatan
mendukung 5.000 desa PLTMH
mandiri pangan dan energi
8 Pengembangan 10 Skema Pembiayaan 2 Skim 2 Skim 100%
dan Pemantapan bagi
Program Pendanaan bagi usaha mikro dan kecil
Koperasi dan UMKM (Pengembangan Skema
Pembiayaan Usaha
Mikro dan Kecil
Berbasis Syariah)
11 Fasilitasi 4 4 Lembaga 100%
Pengembangan Lembaga
Lembaga Pembiayaan
di

5|Page
Daerah
(Pengembangan
Badan Layanan Umum
Daerah
(BLUD) Dana
Bergulir)
12 Penguatan Kapasitas 250 250 100%
Lembaga KSP/KSP KSP/KSP
dan Pendanaan KSP Syariah Syariah
Konvensional/ Syariah
(Optimalisasi
Pendayagunaan
Zakat, Infaq, Shodaqoh
dan
Wakaf untuk
Pemberdayaan
Usaha Mikro dan
Kecil)
9 Pengembangan,Pengendali 13 Pengembangan dan 360 LKM 360 LKM 100%
an danPengawasan KSP, Pembinaan Lembaga
KSP Syariah dan LKM Keuangan Mikro
14 Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan
Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi
a. Penilaian 100 74 74%
Kesehatan Koperasi Koperasi
b. Bimbingan Teknis 665 Orang 570 Orang 85,71%
Satuan Tugas
Pengawas
c. Operasionalisasi 240 Orang 180 Orang 5%
Sistem Informasi
Pelaporan
d. Bantuan Audit 856 KSP 856 KSP 100%
Bagi KSP
10 Peningkatan dan 15 Wirausaha Pemula 3.560 WP 8.362 WP 100%
Perluasan Akses yang
Permodalan bagi mendapat Start Up
Koperasi dan Capital
UMKM 16 Koperasi yang 742 742 100%
diperkuat Koperasi Koperasi
Permodalannya
(Perkuatan
Permodalan bagi
Koperasi
Pedesaan dan
Perkotaan serta
Kopwan)
11 Pengembangan 17 Koperasi dan UMKM 300 300 100%
Asuransi, Jasa Keuangan yang KUMKM KUMKM
dan Perpajakan bagi mendapat dukungan
Koperasi dan UMKM pengembangan usaha
jasa
keuangan (Fasilitasi
Pembiayaan bagi
Usaha Kecil
Menengah dan
Koperasi yang

6|Page
berorientasi Ekspor)
12 Pengembangan 18 Fasilitasi 2 PPKD 2 PPKD 100%
Pembiayaan dan Pengembangan
Penjaminan Kredit Perusahaan
bagi Koperasi dan Penjaminan Kredit
UMKM Daerah (PPKD)
(Peningkatan
Akses Pembiayaan
Koperasi,
Usaha Mikro dan Kecil
melalui
Perusahaan
Penjaminan Kredit
Daerah)
19 Koperasi dan UMKM 600 600 100%
yang KUMKM KUMKM
menerima intermediasi
ke
Penjaminan dan
Asuransi
Kredit (Peningkatan
Akses
Pembiayaan Usaha
Mikro dan
Kecil melalui
Sertifikasi Hak
Atas Tanah)
13 Meningkatnya 20 Jumlah KUMKM yang 220 220 100%
Jaringan pemasaran difasilitasi dalam KUMKM/ KUMKM/
produk koperasi dan pengembangan 20 20
UMKM jaringan koperasi koperasi
bisnis ritel modern
21 Jumlah usaha mikro 1.000 1.015 UMI 101.5%
yang UMI
difasilitasi melalui
pasar
rakyat
22 Jumlah PKL yang 3.150 1.730 UMI 55,55%
difasilitasi UMI
memperoleh kepastian
tempat
usaha
14 Meningkatnya pasar 23 Jumlah KUKM yang 350 350 100%
ekspor koperasi dan Mendapat KUKM KUKM
UMKM fasilitasi akses ekspor
(melalui
pameran luar negeri
dan
peningkatan daya
saing)
15 Meningkatnya sarana 24 Jumlah Dukungan 35 Unit 65 Unit 185,71%
usaha pemasaran Sarana
KUMKM Usaha Pemasaran
revitalisasi
pasar melalui Koperasi
25 Jumlah usaha mikro 300 300 100%

7|Page
yang UMI UMI
difasilitasi
pendampingan
melalui pendaftaran
produk
16 Meningkatnya kemitraan 26 Jumlah KUMKM yang 800 800 100%
koperasi dan difasilitasi KUMKM KUMKM
UMKM Kemitraan (Kemitraan
waralaba dan pola
subkontrak)
27 Jumlah KUMKM yang 240 240 100%
difasilitasi temu KUMKM KUMKM
konsultasi
pengembangan
kemitraan
KUMKM berbasis
investasi
17 Meningkatnya 28 Jumlah KUKM yang 350 780 KUKM 222,8%
jangkauan mengikuti KUKM
promosi produk pameran (Smesco
koperasi dan UKM Festival)
29 Jumlah katalog Produk 50.000 50.000 100%
KUKM Eksemplar Eksemplar
yang dicetak
30 Fasilitasi KUMKM 300 412 KUKM 137,33%
untuk KUKM
partisipasi pada
pameran
nasional dan regional
31 Peningkatan sistem 300 300 100%
akses KUKM KUMKM
pemasaran dan
informasi
bisnis KUMKM
berbasis IT
18 Meningkatnya 32 Jumlah Peserta 7.800 orang 11.770 150,89%
Kapasitas dan Pemasyarakatan dan Orang
Kompetensi SDM Pengembangan
KUMKM melalui Kewirausahaan
Pengembangan 33 Jumlah Peserta 11.020 11.020 100%
Wirausaha, Peningkatan Orang Orang
Koperasi dan UMKM Kapasitas SDM
Koperasi
34 Jumlah Peserta 21.620 22.647 104,75%
Pelatihan Orang Orang
Peningkatan
Kapasitas dan
Kompetensi SDM
KUMKM
19 Efektifitas 35 % KUMKM yang 1.450 1.450 100%
Pelaksanaan difasilitasi KUMKM KUMKM
Produktivitas dan peningkatan
Mutu produktivitas melalui
penerapan Teknologi
Tepat Guna (TTG),
Standarisasi Mutu

8|Page
dan Sertifikasi
Produk
20 Meningkatnya 36 UMKM yang 27.520 18.836 68,44%
penyaluran KUR didampingi untuk KUKM KUKM
mengakses program
KUR
21 Penguatan 37 % terfasilitasinya 300.000 136.600 45,5%
Kelembagaan pemberian izin bagi UMK UMK
Usaha Mikro dan UMK (300.000 UMK)
Kecil
22 Terlaksananya 38 Jumlah Kajian 18 Kajian 18 Kajian 100%
kajian yang
berkaitan dengan
program dan
kebijakan
Kementerian KUKM
23 Terlaksananya 39 Jumlah Rintisan 1 Rintisan 1 Rintisan 100%
pengembangan
rintisan model
pengembangan
KUKM
24 Terlaksananya 40 Jumlah kerjasama 4 4 100%
kerjasama dengan penelitian Kerjasama Kerjasama
instansi terkait dan 41 Jumlah partisipasi 3 Forum 3 Forum 100%
kerjasama dalam pertemuan Internasional Internasional
internasional forum internasional
42 Jumlah terbitan hasil 8 jurnal, 8 jurnal, 100%
penelitian 4 laporan 4 laporan
25 Terlaksananya 43 Tersedianya media 2.000 1.000 50%
sistem informasi ilmiah dan e-kajian Eksemplar Eksemplar
kajian dan publikasi 44 Tersedianya sistem 1 Laporan 1 Laporan 1005
dalam mendukung informasi kajian dan
pengembangan terlaksananya
KUMKM pemanfaatan DSS
UMKM
26 Perumusan 45 Dokumen Kebijakan 14 14 100%
Kebijakan dan terkait dengan Dokumen Dokumen
Strategi perencanaan dan
Kementerian anggaran Kementerian
Koperasi dan UKM Koperasi dan UKM
27 Terselenggaranya 46 Penyusunan LAKIP 1 Laporan 1 Laporan 100%
Monitoring dan Kementerian Koperasi
Evaluasi dan UKM
28 Terwujudnya 47 Tersajinya Laporan 8 Laporan 8 Laporan 100%
pengelolaan Keuangan
keuangan dan Kementerian Koperasi
Barang Milik Negara dan UKM yang
yang akuntabel dan transparan, akuntabel,
transparan dan tepat waktu
48 Tersajinya Laporan 8 Laporan 8 Laporan 100%
BMN Kementerian
Koperasi dan UKM
yang up to date,
akurat, dan akuntabel
29 Terkelolanya Dana 49 Terealisasinya Rp. Rp 108,82%
Bergulir dengan baik proposal yang sudah 2.350.000. 2.557.277.

9|Page
dan akuntabel disetujui komite 000.000 424.530
pinjaman/
pembiayaan dari
target penyaluran
30 Meningkatnya Akses 50 Jumlah KUKM 2.000 1.607 80,35%
Pasar Produk Terlayani KUKM KUKM
Unggulan KUKM
Sumber: Data Laporan Kinerja Kementrian Koperasi dan UKM, 2015.

Berdasarkan Renstra Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2015-2019,


Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 4 sasaran strategis dan 20 indikator
kinerja. Dari 4 sasaran strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut ke dalam 30
sasaran strategis dengan 50 indikator kinerja yang tertuang dalam Perjanjian
Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2015. Dari 50 indikator kinerja
tersebut, terdapat 45 indikator kinerja atau 90% telah tercapai sesuai dengan
target dan terdapat 5 indikator kinerja atau 10% yang tidak mencapai target.
Kendala dan permasalahan yang menyebabkan tidak tercapainya target tersebut
telah menjadi masukan dalam menyusun rencana program/kegiatan kedepannya .
Capaian kinerja keuangan (per 31 desember 2015) telah mencapai sebesar
76,98% atau sebanyak Rp. 1.291.097.198.256,- dari total pagu anggaran
Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2015 sebesar
Rp.1.677.169.425.000,- dan penilaian BPK atas Laporan Keuangan Kementerian
Koperasi dan UKM di tahun 2014 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dari hasil penilaian dan evaluasi kinerja Kementerian Koperasi dan UKM
sampai dengan akhir tahun 2015 secara umum sudah menunjukkan hasil yang
cukup baik, yakni dengan melihat prestasi indikator-indikator utama
Kementerian Koperasi dan UKM. Jika dibandingkan antara capaian indikator
kinerja utama dengan kinerja keuangan diperoleh hasil yang baik, capaian
keduanya mendekati kesetaraan. Hal ini menunjukkan pengelolaan kinerja dan
keuangan semakin baik.
c. Tahun 2016
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun
2015-2019, pada tahun 2016 Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 3
tujuan strategis yang kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam 8 sasaran
strategis dengan 18 indikator kinerja utama yang tertuang dalam Perjanjian
Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016. Pengukuran capaian
sasaran kinerja dilakukan dengan menghitung persentase realisasi capaian
dibandingkan dengan target kinerja yang telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016. Adapun rekapitulasi data capaian
kinerja kementrian koperasi dan UKM tahun 2916 adalah sebagai berikut:

10 | P a g e
Tabel 2.
Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016
No Sasaran strategis No Indikator Kinerja Target Realisai Capaian
2016 2016 2016
1 Peningkatan 1 Proporsi Jumlah Tenaga
Kualitas Organisasi Kerja Koperasi 7,5% 0,29% 3,87%
dan Badan Hukum
Koperasi
2 Meningkatnya jumlah, 2 Proporsi jumlah koperasi
skala dan kapasitas aktif 11% 72,44% 58,55%
usaha koperasi dan
UMKM
3 Meningkatnya 3 Proporsi UMKM yang 5% 0,9% 18%
pendapatan dan income mengakses pembiayaan
masyarakat dari pelaku formal dengan target
UMKM sebesar 25%
4 Terwujudnya tata kelola 4 Persentase Koperasi 33% 5,55% 16,82%
Organisasi dan Kinerja (Induk/nasional,
Koperasi yang Sekunder/Propinsi, Primer
profesional, kredible kab/Kota) yang aktif dan
dan akuntabel RAT
5 Persentase Pertumbuhan 18% -36,59% -203,28%
rata-rata volume usaha
Koperasi (Induk/nasional,
Sekunder/Propinsi, Primer
kab/Kota)
6 Persentase Pertumbuhan 10% -30,90% -309%
Rata-rata jumlah anggota
Koperasi(Induk/nasional,
Sekunder/Propinsi, Primer
kab/Kota)
7 Persentase Koperasi 10% 10% 100%
(Induk/nasional,
Sekunder/Propinsi, Primer
kab/Kota) yang memiliki
kategori sehat/berkualitas
terhadap tingkat persepsi
masyarakat terhadap
koperasi
`5 Terwujudnya 8 Persentase/Proporsi 10.000 10.000 100%
Wirausaha dari pelaku pertambahan jumlah Orang Orang
UMKM yang tangguh wirausaha
dan mandiri 9 Persentase UMKM yang 0,35% 0,22% 62,86%
berpotensi tumbuh dan
inovatif
6 Meningkatnya UMKM 10 Persentase kontribusi 7,5% 1,07% 14,27%
dalam berkontribusi UMKM dalam PDRB dan
pada perekonomian PDB nasional
Daerah dan Nasional 11 Persentase rata-rata 7% 0,05% 0,71%
kontribusi UMKM ekspor
non-migas
12 Persentase rata-rata 10,5% -2,14% -20,38%
pertambahan kontribusi

11 | P a g e
UMKM dan Koperasi
dalam investasi
13 Jumlah UMKM dan 2.000 1.352 67,6%
Koperasi yang menerapkan UMKM UMKM
standardisasi mutu dan
sertifikasi produk dengan
target sebanyak 10.000 unit
7 Meningkatnya Koperasi 14 Persentase kontribusi 0,5% 0,64% 128%
dan UMKM dalam pendapatan anggota (SHU)
peningkatan koperasi dan pelaku
kesejahteraan UMKM dalam
masyarakat peningkatankesejahteraan
masyarakat
8 Kapasitas organisasi 15 Indeks Reformasi Birokrasi B BB 100%
Kementerian Koperasi Kementerian Koperasi dan
dan UKM UKM
16 Nilai Akuntabilitas Kinerja B B 100%
Kementerian Koperasi dan
UKM
17 Tingkat Kepuasan 3,00 1,13 37,66%
Masyarakat terhadap
pelayanan Kementerian
Koperasi dan UKM
18 Opini BPK dan Publik WTP WTP 100%
tentang Laporan atas
Kinerja Keuangan
Kementerian Koperasi dan
UKM
Sumber: Data Laporan Kinerja Kementrian Koperasi dan UKM, 2016
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2015-
2019, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 3 tujuan strategis dan 8
indikator kinerja tujuan. Dari 3 tujuan strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut ke
dalam 8 sasaran strategis dengan 18 indikator kinerja utama yang tertuang dalam
Perjanjian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016. Dari 18
indikator kinerja tersebut, terdapat 6 indikator yang mencapai target atau 33,3%
serta ada 12 indikator atau 66,7% yang tidak mencapai target. Kendala dan
permasalahan yang menyebabkan tidak tercapainya target tersebut telah menjadi
masukan dalam menyusun rencana program/kegiatan kedepannya (fungsi umpan
balik).
Nilai hasil evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016 adalah 60,96 atau berpredikat “B”
(Baik). Sedangkan Capaian kinerja keuangan (per 31 desember 2016) telah
mencapai sebesar 89,88% atau sebanyak Rp. 957.651.014.539,- dari total pagu
anggaran Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2016 sebesar Rp.

12 | P a g e
1.065.438.716.000,- dan penilaian BPK atas Laporan Keuangan Kementerian
Koperasi dan UKM di tahun 2016 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

d. Tahun 2017
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun
2015-2019, pada tahun 2017 Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 3
tujuan strategis yang kemudian dijabarkan lebih lanjut ke dalam 8 sasaran
strategis dengan 18 indikator kinerja utama yang tertuang dalam Perjanjian
Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017. Pengukuran capaian
sasaran kinerja dilakukan dengan menghitung persentase realisasi capaian
dibandingkan dengan target kinerja yang telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017. Adapun rekapitulasi data capaian
kinerja kementrian koperasi dan UKM tahun 2916 adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017

No
Sasaran strategis No
Indikator Kinerja Target Realisai Capaian
2017 2017 2017
1 Meningkatnya 1 Proporsi Jumlah 7,5% 0,40% 5,33%
Jumlah Tenaga Kerja Tenaga Kerja
yang Berasal dari Koperasi
Pelaku Koperasi dan
UMKM
2 Meningkatnya 2 Proporsi jumlah 11% 71,56% 650,57%
Jumlah, Skala dan koperasi aktif
Kapasitas Usaha
Koperasi dan UMKM

3 MeningkatnyaPendap 3 Proporsi UMKM 5% 6,94% 138,8%


atandan Income yang mengakses
Masyarakat dari pembiayaan formal
PelakuUMKM dengan target
sebesar 25%
4 TerwujudnyaTata 4 Persentase Koperasi 33% 28,13% 85,24%
Kelola Organisasi (Induk/Nasional,
dan KinerjaKoperasi Sekunder/Propinsi,
yang Profesional, Primer Kab/Kota)
Kredible dan yang aktif dan RAT
Akuntabel 5 Persentase 18% 27,67% 153,72%
Pertumbuhan
ratarata
volume usaha
Koperasi
(Induk/Nasional,
Sekunder/Propinsi,

13 | P a g e
Primer Kab/Kota)
6 Persentase 10% 1,49% 14,9%
Pertumbuhan
Ratarata
Jumlah anggota
Koperasi
(Induk/Nasional,
Sekunder/Propinsi,
Primer Kab/Kota)
7 Persentase Koperasi 10% 13% 130%
(Induk/Nasional,
Sekunder/Propinsi,
Primer Kab/Kota)
yang memiliki
kategori
sehat/berkualitas
terhadap tingkat
persepsi masyarakat
terhadap koperasi

`5 Terwujudnya 8 Persentase/Proporsi 10.000 20.005 200,05%


Wirausaha pertambahan orang orang
dari Pelaku jumlah wirausaha
UMKM yang 9 Persentase UMKM 0,35% 1,33% 322,86%
Tangguh dan yang berpotensi
Mandiri tumbuh dan
inovatif
6 Meningkatnya 10 Persentase 7,5% 3,01% 40,13%
UMKM dalam kontribusi UMKM
Berkontribusi dalam PDRB dan
Pada Perekonomian PDB nasional
Daerah dan 11 Persentase ratarata 7% 2,92% 41,71%
Nasional kontribusi
UMKM ekspor
nonmigas
12 Persentase ratarata 10,5% 2,98% 28,38%
pertambahan
kontribusi UMKM
dan Koperasi dalam
investasi
13 Jumlah UMKM dan 2.000 2.083 104,15%
Koperasi yang UMKM UMKM
menerapkan
standardisasi mutu
dan sertifikasi
produk dengan
target sebanyak
10.000 unit
7 Meningkatnya 14 Persentase 0,5% 0,65% 129,24%
Koperasi dan Kontribusi
UMKM dalam pendapatan

14 | P a g e
Peningkatan anggota (SHU)
Kesejahteraan koperasi dan pelaku
Masyarakat UMKM dalam
Peningkatan
kesejahteraan
masyarakat
8 Kapasitas 15 Indeks Reformasi B - -
Organisasi Birokrasi
Kementerian Kementerian
Koperasi dan Koperasi dan UKM
UKM 16 Nilai Akuntabilitas B - -
Kinerja Kementerian
Koperasi dan UKM
17 Tingkat Kepuasan 3,00 2,21 73,66%
Masyarakat
terhadap pelayanan
Kementerian
Koperasi dan UKM
18 Opini BPK dan WTP - -
Publik tentang
Laporan atas
Kinerja Keuangan
Kementerian
Koperasi dan UKM
Sumber: Data Laporan Kinerja Kementrian Koperasi dan UKM, 2017
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun
2015-2019, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 3 tujuan strategis dan 8
indikator kinerja tujuan. Dari 3 tujuan strategis tersebut dijabarkan lebih lanjut ke
dalam 8 sasaran strategis dengan 18 indikator kinerja utama yang tertuang dalam
Perjanjian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017. Dari 18
indikator kinerja tersebut, terdapat 8 indikator atau 44,40 % yang mencapai
target serta ada 10 indikator atau 55,6 yang tidak mencapai target. Kendala dan
permasalahan yang menyebabkan tidak tercapainya target tersebut telah menjadi
masukan dalam menyusun rencana program/kegiatan kedepannya (fungsi umpan
balik).
Nilai hasil evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2016 adalah 60,96 atau berpredikat “B”
(Baik). Sedangkan capaian kinerja keuangan (per 31 Desember 2017) mencapai
91,66% atau sebesar Rp. 880.688.842.420,- dari total pagu anggaran
Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 sebesar Rp.960.773.348.000,-
dan penilaian BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM di
tahun 2016 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

15 | P a g e
e. Tahun 2018
Berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2018, Kementerian Koperasi dan
UKM mempunyai 3 (tiga) sasaran strategis dengan 14 (empat belas) indikator
kinerja. Pengukuran capaian sasaran kinerja dilakukan dengan menghitung
persentase realisasi capaian dibandingkan dengan target kinerja yang telah
ditetapkan pada Perjanjian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2018
Adapun rekapitulasi data capaian kinerja kementrian koperasi dan UKM tahun
2916 adalah sebagai berikut:
Tabel 4.
Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2018

No
Sasaran strategis No
Indikator Kinerja Target Realisai Capaian
2018 2018 2018
1 Terciptanya 1 Persentase Jumlah 4 -5,5% 0,26% 6,5%
Koperasi dan Tenaga Kerja UMKM
UMKM dalam 2 Persentase Koperasi 10% 20% 200%
Perluasan (Induk/Nasional,
Kesempatan Sekunder/Propinsi,
Kerja serta Primer Kab/Kota)
Pemerataan yang Memiliki
Pendapatan Kategori
Sehat/Berkualitas
3 Persentase Jumlah 10.000 7.968 79,68%
Wirausaha Nasional Orang Orang
2 Terwujudnya 4 Persentase 6,5 –7,5% 11,28% 173,54%
Koperasi dan Kontribusi Koperasi
UMKM dalam dan UMKM dalam
Mendorong Pembentukan PDB
Pertumbuhan 5 Persentase 5 – 7% -1,46% -29,2%
Ekonomi serta Kontribusi UMKM
Pengentasan dan Koperasi dalam
Kemiskinan ekspor non-migas
6 Persentase 8,5 – 14,66% 172,47%
Kontribusi UMKM 10,5%
dan Koperasi dalam
Investasi
7 Pertumbuhan 5 – 7% 4,44% 88%
Produktivitas UMKM
8 Proporsi UMKM yang 25% 7,17% 143,4%
Mengakses (5%per
Pembiayaan Formal tahun)
9 Jumlah UMKM dan 2.000 2.546 Unit 127,3%
Koperasi yang Unit
Menerapkan
Standardisasi Mutu
dan Sertifikasi
Produk
10 Partisipasi Anggota 55% 53,08% 96,51%
Koperasi dalam
Permodalan
11 Pertumbuhan 7,5 – -24,53% -327,07%

16 | P a g e
Jumlah Anggota 10%
Koperasi
12 Pertumbuhan 15,5 –18% 49,53% 319,55%
Volume Usaha
Koperasi
3 Terwujudnya 13 Indeks Reformasi Baik Baik 100%
Kementerian Birokrasi
Koperasi dan 14 Nilai Akuntabilitas Baik - -
UKM yang Kinerja Kementerian
Profesional dan Koperasi dan UKM
Berkinerja Tinggi
Sumber: Data Laporan Kinerja Kementrian Koperasi dan UKM, 2018
Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM Tahun
2015-2019 Revisi Kedua, Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai 3 tujuan
strategis dan 14 indikator kinerja tujuan. Selanjutnya terdapat 3 sasaran strategis
dengan 14 indikator kinerja utama yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2018. Dari 14 indikator kinerja tersebut,
terdapat 7 indikator atau 50.00% yang mencapai atau bahkan melebih target dan
terdapat 7 indikator yang belum mencapai target. Adapun target yang belum
dicapai sangat terkait dengan kondisi eksternal. Kendala dan permasalahan yang
menyebabkan belum tercapainya target tersebut telah menjadi masukan dalam
menyusun rencana program/kegiatan kedepannya (fungsi umpan balik).
Nilai hasil evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah
Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2017 adalah 62,99 atau berpredikat “B”
(Baik). Sedangkan Capaian kinerja keuangan (per 31 Desember 2018) mencapai
90,89% atau sebesar Rp. 858.493.948.940,- dari total pagu anggaran
Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017 sebesar Rp. 944.538.384.000,-
dan penilaian BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM di
tahun 2017 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Berikut ini adalah gambaran secara umum perkambanga Koperasi dan
UKM dalam kurung waktu lima tahun terakhir (2015-2019).

Tabel 5 Rekapitulasi Capaian Kinerja Koperasi dan UKM


No Tahun Capaian Indikator Kinerja Capaian Kinerja Keuangan
1 2014 89,50 % 87,92%
2 2015 90,00% 76,98%
3 2016 33.30% 89,88%
4 2017 44,40% 91,66%
5 2018 50.00% 90,89%
6 2019 - -

17 | P a g e
100
90
80
70
60
Capaian Indikator Kinerja
50
40 Capaian Kinerja Keuangan

30
20
10
0
2014 2015 2016 2017 2018 2019

Gambar1. Grafik Peningkatan dan Penurunan Kinerja Koperasi dan UKM

B. Permasalahan yang dihadapi koperasi dalam mewujudkan sasaran


strategisnya selama kurung waktu lima tahun terakhir

Meskipun secara umum kinerja Kementerian Koperasi dan UKM cukup


baik, namun masih terdapat permasalahan dalam mewujudkan sasaran
strategisnya selama kurung waktu lima tahun terakhir. Permasalahan utama yang
dihadapi koperasi secara ringkas ditampilkan pada Tabel 5. Permasalahan
tersebut berkaitan dengan organisasi, usaha, sumber daya manusia (SDM), sistem
pendukung dan iklim usaha.

Tabel 5. Permasalahan yang dihadapi

Aspek Permasalahan
Organisasi 1. Masih banyak koperasi yang belum menerapkan nilai dan
prinsip koperasi secara benar.
2. Koperasi belum memiliki visi untuk menjadi modern (SDM,
organisasi, usaha dan inovasi).
3. Rendahnya profesionalisme dan akuntabilitas dalam
pengelolaan koperasi.
4. Masih banyaknya koperasi yang berorientasi atau bergantung
pada bantuan pemerintah.
5. Masih banyak koperasi yang tidak aktif.
Usaha 1. Kurangnya kesadaran anggota koperasi untuk berpartisipasi

18 | P a g e
dalam meningkatkan modal dan memajukan usaha koperasi.
2. Kurangnya kapasitas koperasi untuk berinovasi dalam
pengembangan produk dan layanan bagian.
3. Kurangnya kemampuan koperasi untuk memenuhi target
produksi (kualitas, kuantitas dan kontinuitas) sesuai permintaan
pasar.
4. Terbatasnya kemampuan koperasi untuk menjangkau pasar
terutama dalam promosi produk, akses informasi pasar dan
saluran pemasaran.
5. Terbatasnya jaringan usaha dan pemasaran antar koperasi dan
antara koperasi dan usaha besar.
Sumber Daya 1. Banyak anggota yang tidak mengerti tentang koperasi.
Manusia (SDM) 2. Kurangnya keteladanan koperasi.
3. Mentalitas dan orientasi bisnis SDM koperasi masih
rendah.
4. Rendahnya kapasitas SDM koperasi dalam mengakses
teknologi informasi, jaringan produksi dan pemasaran.
5. Kurangnya jangkauan penyuluhan dan diklat perkoperasian.
Sistem 1. Regulasi dan kebijakan di tingkat pusat dan daerah yang belum
Pendukung mendukung perkembangan koperasi.
dan Iklim 2. Fungsi kelembagaan pemberdayaan dan infrastruktur koperasi
Usaha belum optimal, terutama di bidang pendidikan, pembiayaan,
dan pemasaran.
3. Kurangnya koordinasi dan keterpaduan antar stakeholders
4. Belum tersedianya data yang lengkap dan valid mengenai
perkembangan koperasi sehingga menyulitkan pemetaan dan
pembinaan.
5. Kurangnya kesiapan pemerintah dan dunia usaha untuk
menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Penanganan terhadap permasalahan dan tantangan pengembangan koperasi


membutuhkan perbaikan paripurna dari sistem perkoperasian di Indonesia. Hal
ini mengingat kondisi koperasi saat itu masih dipengaruhi oleh krisis idiologi,
krisis jati dirin dan krisis kaderisasi. Krisis idiologi merupakan dampak dari
proses Amandemen UUD1945 yang menjadikan posisi koperasi tidak lagi
menjadi salah satu pilar dalam struktur perekonomian nasional. Krisis jatidiri
merupakan dampak dari citra koperasi yang menurun karena berbagai masalah
akuntabilitas. Sementara itu krisis kaderisas ini merupakan dampak dari krisis
ideologi dan jatidiri yang muncul dalam bentuk rendahnya pemahaman dan
motivasi generasi muda untuk berkoperasi.

19 | P a g e
BAB III
PENUTUP

Dari hasil penilaian dan evaluasi kinerja Kementerian Koperasi dan UKM
secara umum sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, yakni dengan melihat
prestasi indikator-indikator utama Kementerian Koperasi dan UKM. Jika
dibandingkan antara capaian indikator kinerja utama dengan kinerja keuangan
diperoleh hasil yang baik, capaian keduanya mendekati kesetaraan. Hal ini
menunjukkan pengelolaan kinerja dan keuangan dalam kurung lima tahun
terakhir semakin baik.
Capaian kinerja Kementerian Koperasi dan UKM telah mampu
mendorong penguatan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja di hampir seluruh
unit kerja sehingga mampu mewujudkan upaya perbaikan manajemen
pemerintahan yang lebih baik. Kementerian Koperasi dan UKM telah
menindaklanjuti rekomendasi dari hasil evaluasi kinerja Kementerian Koperasi
dan UKM pada tahun sebelumnya, yaitu:
a) Meningkatkan perencanaan kinerja dengan memanfaatkan sasaran dan
indikator kinerja dalam Rencana Strategis untuk penyusunan Rencana Kerja
dan Anggaran (RKA), penetapan target kinerja dalam perjanjian kinerja dan
Rencana Aksi organisasi, serta memanfaatkan target kinerja yang
diperjanjikan dalam Perjanjian Kinerja untuk menilai keberhasilan pimpinan
unit kerja dibawahnya.
b) Menyempurnakan indikator kinerja agar bersifat outcome dengan
merumuskan indikator menjadi lebih spesifik dan terukur.
c) Telah menjabarkan dan menurunkan (cascading) sasaran kinerja secara
selaras sesuai yang ada pada Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan
UKM.

20 | P a g e