Anda di halaman 1dari 11

MODUL PERKULIAHAN

Pengantar Bisnis

Bentuk-bentuk Kepemilikan
Bisnis

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh


Ekonomi dan Bisnis Manajemen MK84014 Shinta Rahmani, SE., M.Si

04

Abstract Kompetensi
Faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa mampu memahami faktor-
penetapan bentuk kepemilikan bisnis. faktor yang mempengaruhi penetapan
Alternatif bentuk kepemilikan bisnis bentuk kepemilikan bisnis. Alternatif bentuk
kepemilikan bisnis
Kepemilikan Perseorangan
Ketika pengusaha membentuk suatu bisnis,mereka harus memutuskan bentuk kepemilikian
bisnis tersebut. Terdapat tiga bentuk dasar kepemilikan bisnis; kepemilikan perseorangan,
persekutuan, dan perseroan terbatas. Bentuk yang dipilih memenuhi profitabilitas, risiko, dan
nilai dari perusahaan.

Akses Bisnis ke
Pendanaan

Keputusan Bentuk Kendali atas Nilai


Kepemilikan Bisnis Bisnis Perusahaan

Pajak yang
Dibayarkan oleh
Bisnis

1. Kepemilikan Perseorangan

Bisnis yang dimiliki oleh seseorang pemilik disebut sebagai suatu kepemilikan
perseorangan (sole proprietorship). Pemilik dari suatu kepemilikan perseorangan disebut
pemilik tunggal (sole proprier). Seorang pemilik tunggal dapat memperoleh pinjaman dari
kreditor untuk membantu mendanai operasi perusahaannya, di mana pinjaman itu sendiri
tidak mencerminkan suatu kepemilikan. Pemilik tunggal memiliki kewajiban untuk menutup
seluruh pembayaran yang diakibatkan oleh pinjaman tersebut tetapi tidak perlu membagi
keuntungan bisnisnya dengan para kreditor.

Contoh-contoh umum dari kepemilikan perseorangan antara lain adalah restoran


lokal, perusahaan konstruksi lokal, tukang cukur, jasa binatu, dan toko pakaian lokal.

Keuntungan Kepemilikan Perseroangan

Bentuk kepemilikan perseorangan memiliki keuntungan berikut ini dibandingkan dengan


bentuk-bentuk kepemilikan bisnis lainnya;

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
1. Seluruh Keuntungan akan Diterima oleh Pemilik Tunggal. Pemilik tunggal
(pemilik) tidak harus membagi keuntungan perusahaannya dengan para pemilik lain.
2. Organisasi yang Mudah. Mendirikan suatu kepemilikan perseorangan relatif
mudah. Hanya sedikit persyaratan hukum yang dibutuhkan.
3. Pengendalian Penuh. Dengan hanya seorang pemilik yang memiliki kendali penuh
atas perusahaan, maka perlu terjadinya konflik selama proses pengambilan
keputusan dapat dihilangkan.
4. Pajak yang Lebih Rendah. Karena keuntungan dalam suatu kepemilikan perseorangan
dianggap sebagai penghasilan pribadi, maka mereka menjadi subjek pajak yang lebih
rendah daripada yang dikenakan untuk beberapa bentuk kepemilikan bisnis lainnya.

Kerugian Kepemilikan Perseorangan

Di samping keuntungan yang dimilikinya, kepemilikan perseorangan juga memiliki kerugian-


kerugian sebagai berikut:

1. Pemilik Tunggal Menanggung Seluruh Kerugian. Sama halnya dengan pemilik


tunggal yang tidak harus membagi keuntungannya, mereka juga tidak dapat membagi
kerugian yang dialami oleh perusahaan.
2. Kewajiban yang Tidak Terbatas. Seorang pemilik tunggal menjadi subjek dari
kewajiban yang tidak terbatas (unlimited liability), yaitu tidak terdapat batasan atas utang
yang menjadi kewajiban dari pemiliknnya.
3. Dana yang Terbatas. Seorang pemilik tunggal mungkin memiliki dana tersedia yang
terbatas untuk diinvestasikan dalam perusahaan.
4. Keahlian yang Terbatas. Seorang pemilik tunggal memiliki keahlian yang terbatas dan
mungkin tidak mampu mengendalikan seluruh aspek bisnisnya.

2. Persekutuan

Bisnis yang dimiliki secara bersama oleh dua atau lebih orang disebut sebagai persekutuan
(partnership). Para pemilik dari bentuk bisnis ini disebut sebagai sekutu (partner).

Dalam persekutuan umum (general partnership), seluruh sekutu akan memiliki


kewajiban yang tidak terbatas. Jadi, semua sekutu akan bertanggung jawab secara pribadi
atas seluruh kewajiban perusahaan. Sebaliknya, dalam persekutuan terbatas (limited
partnership), perusahaan memiliki beberapa sekutu terbatas (limited partner), atau sekutu

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
yang kewajibannya dibatasi atas uang atau harta yang telah mereka sumbangkan pada
persekutuan.

Keuntungan Persekutuan

Bentuk kepemilikan persekutuan memiliki tiga keuntungan utama:

1. Tambahan Pendanaan. Salah satu keuntungan nyata dari suatu persekutuan


dibandingkan dengan kepemilikan perseorangan adalah tambahan pendanaan yang
dapat diberikan oleh sekutu atau para sekutu.
2. Pembagian Kerugian. Setiap kerugian bisnis yang dialami oleh persekutuan akan
ditanggung oleh seluruh sekutu.
3. Lebih Banyak Spesialisasi. Dengan persekutuan, para sekutu dapat memusatkan
perhatian mereka pada masing-maisng spesialisasi yang dimilikinya dan dapat
melayani berbagai macam pelanggan.

Kerugian Persekutuan

Disamping keuntungan yang dimilikinya, persekuruan memiliki kerugian-kerugian sebagai


berikut:

1. Pembagian Pengendalian. Pengambilan keputusan dalam suatu persekutuan harus


dibagi.
2. Kewajiban yang Tidak Terbatas. Para sekutu umum dalam suatu persekutuan
menjadi subjek dari kewajiban yang tidak terbatas, sama seperti pada kepemilikan
perseorangan.
3. Pembagi Keuntungan. Setiap keuntungan yang dihasilkan oleh persekutuan harus
dibagi di antara semua sekutu.

3. Perseroan Terbatas

 Perusahaan yang secara hukum terpisah dari pemiliknya.


 Didaftarkan di Pemerintah Negara dan disahkan di Lembaga Negara.
Untuk mendirikan perseroan terbatas, seseorang atau suatu kelompok harus
membuat akta pendirian (chapter) perseroan terbatas, atau dokumen yang digunakann
untuk mendirikan usaha, dan melaporkan kepada pemerintah. Akta pendirian tersebut
mencantumkan aspek-aspek penting perseroan, seperti misalnya nama perusahaan, jumlah

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
saham yang diterbitkan, dan operasi perusahaan. Orang-orang yang mengorganisasi
perseroan juga harus membuat anggaran dasar (bylaws), yaitu panduan umum dalam
mengelola perusahaan.

Karena para pemegang saham perseroan terbatas secara hukum terpisah dari
entitas, maka mereka memiliki kewajiban yang terbatas.

Para pemegang saham dari perseroan terbatas memilih para anggota dewan direksi,
yang kemudian bertanggung jawab dalam pembuatan kebijakan-kebijakan umum
perusahaan.

Di beberapa perseroan terbatas, satu atau beberapa orang tertentu dapat menjabat
sebagai pemegang saham, sekaligus salah satu anggota dewan direksi dan dari suatu
bisnis pada umumnya bertindak sebagai ketua dewan.

Bagaimana Para Pemegang Saham Mendapatkan Penghasilannya

Para pemegang saham memperoleh penghasilan atas investasi mereka pada sebuah
perusahaan melalui dua cara yang berbeda. Yang pertama, mereka dapat menerima dividen
dari perusahaan, yang merupakan bagian dari keuntungan perusahaan selama tiga bulan
terakhir yang didistribusikan kepada para pemegang saham. Kedua, saham yang mereka
miliki dapat mengalami peningkatan nilai.

Perseroan Tertutup versus Perseroan Terbuka

Seseorang dapat menjadi pemilik dari perseroan terbatas dengan cara membeli sahamnya.
Kebanyakan perseroan terbatas kecil merupakan perseroan tertutup. (privately held), yaitu
kepemilikannya dibatasi hanya untuk sekelompok kecil investor saja.

Kebanyakan perseroan terbatas besar merpukana perseroan terbuka (publicaly


held), yaitu saham mereka dapat dengan mudah dibeli atau dijual oleh para investornya.

Keuntungan Perseroan Terbatas

Bentuk kepemilikan perseroan terbatas menawarkan keuntungan-keuntungan sebagai


berikut:

1. Kewajiban Terbatas. Para pemilik perseroan terbatas mempunyai kewajiban yang


terbatas.

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
2. Akses ke Pendanaan. Perseroan terbatas dapat dengan mudah memperoleh
pendanaan dengan menerbitkan saham baru.
3. Perpindahan Kepemilikan. Para investor di perusahaan besar dan terbuka biasanya
dapat menjual saham mereka dalam hitungan menit dengan menghubungi pialang
mereka atau menjualnya secara online melalui Internet.
Kerugian Perseroan Terbatas

Di samping keuntungan-keuntungan yang dimilikinya, bentuk kepemilikan perseroan


terbatas memiliki kerugian-kerugian sebagai berikut:

1. Biaya Organisasi yang Tinggi. Pengorganisasian suatu perseroan terbatas biasanya


lebih mahal daripada pembentukan kepemilikan bisnis yang lain karena adanya
kebutuhan pembuatan akta pendirian perseroan dan mencatatkannya ke negara.
2. Pengungkapan Keuangan. Ketika saham dari perseroan terbatas diperdagangkan
secara terbuka, maka masyarakat investasi memiliki hak, dalam batasan-batasan
tertentu, untuk memeriksa data-data keuangan perusahaan.
3. Masalah Perwakilan. Perseroan terbatas terbuka biasanya dijalankan oleh para
manajer yang bertanggung jawab dalam melakukan pengambilan keputusan bagi bisnis
yang akan melayani kepentingan para pemilliknya. Namun, para manajer ini tidak selalu
bertindak demi kepentingan para pemegang saham. Sebagai contoh, manajer dapat
mencoba untuk melakukan perjalanan bisnis yang mahal yang sebetulnya tidak
dibutuhkan untuk mengelola bisnis tersebut.
4. Pajak yang Tinggi. Oleh karena perseroan terbatas adalah entitas yang terpisah, maka
perusahaan akan dikenakan pajak secara terpisah dari para pemiliknya. Pajak tahunan
yang dibayarkan oleh perseroan terbatas ditentukan dengan memperhitungkan tarif
pajak perseroan terhadap laba tahunan perusahaan. Tarif pajak perseroan berbeda
dengan tarif pajak perseorangan.
Berikut adalah dampak pajak pada bentuk perseroan terbatas dan kepemilikan
perseorangan

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
Dampak Pajak pada Perseroan Terbatas Dampak Pajak pada Kepemilika Perseorangan

Laba Perseroan Laba Kepemilikan


Terbatas Perseorangan

Pajak Penghasilan Penghasilan


Perseroan Pemerintah Pribadi
Federal
Pajak
Penghasilan
Laba Perusahaan Pribadi
Pemilik Pemerintah
setelah Pajak
Federal

Dividen

Pajak Penghasilan
Pemilik Pribadi
(Pemegang
Saham)

Kelemahan Perseroan terbatas

 Pendirian lebih sulit.


 Biaya pendirian relatif tinggi.
 PT Terbuka -> Rahasia keuangan kurang terjamin.
 Manajemen dapat bertindak untuk kepentingan sendiri bukan kepentingan pemilik.
 Pajak yang tinggi
 Perseroan subyek pajak.
 Deviden stockholders dikenai pendapatan.

4. Pengaruh Kepemilikan terhadap Pengembalian dan Risiko

Ketika para pemilik bisnis melakukan penilaian atas setiap kemungkinan investasi pada
suatu bisnis, mereka akan mempertimbangkan baik potensi pengembalian maupun risiko
dari jenis investasi tersebut. Potensi pengembalian dan risiko dari berinvestasi di suatu
bisnis akan dipengaruhi oleh bentuk kepemilikannya. Jadi, para pengusaha hendaknya
mempertimbangkan bagaimana bentuk kepemilikan akan memengaruhi potensi
pengembalian dan risiko ketika memutuskan untuk memilih bentuk kepemilikan yang optimal
bagi bisnis mereka.

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
Dampak Kepemilikan pada Pengembalian Investasi

Pengembalian investasi sebuah perusahaan diperoleh dari laba perusahaan yang juga
disebut “keuntungan” atau “penghasilan”. Para pemilik bisnis lebih memilih mengukur
profitabilitas perusahaan dengan menghitung pengembalian atas ekuitas (return on
equity_ROE), yang merupakan proporsi laba terhadap ekuitas:

Laba Setelah Pajak


ROE = -------------------------
Ekuitas

Sebagai contoh, jika pemegang saham menginvestasikan $1 juta dalam sebuah perusahaan
dan laba setelah pajaknya tahun lalu adalah $150.000, maka pengembalian atas ekuitas
tahun lalunya adalah:

$150.000
ROE = ---------------
$1.000.000

= 0,15 atau 15%

Dampak Kepemilikan terhadap Risiko

Risiko (risk) dari sebuah perusahaan mewakili tingkat ketidakpastian akan laba perusahaan
di masa mendatang, yang mencerminkan ketidakpastian pengembalian bagi para
pemiliknya. Laba masa depan sebuah perusahaan tergantung pada pendapatan dan
pengeluarannya di masa depan. Perusahaan dapat mengalami kerugian jika pendapatan
lebih kecil dari yang diharapkan atau jika pengeluaran lebih besar dari yang diperkirakan.

5. Memperoleh Kepemilikan atas Bisnis yang Sudah Berjalan

Beberapa orang menjadi pemilik tunggal tanpa harus mendirikan bisnis. Berikut ini adalah
metode-metode umum di mana seseorang dapat menjadi pemilik dari bisnis yang sudah
berjalan:

 Mengambil alih kepemilikan sebuah bisnis keluarga

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
 Membeli bisnis yang sudah berjalan.
 Waralaba.

Mengambil alih Kepemilikan sebuah Bisnis Keluarga

Banyak orang bekerja pada sebuah bisnis keluarga dan setelah beberapa waktu mengambil
alih kepemilikannya. Cara seperti ini dapat menjadi salah satu jalan yang ideal untuk
memiliki suatu bisnis karena kinerja perusahaan sedikit banyak dapat diramalkan sepanjang
karyawan-karyawan yang memegang peran penting masih tetap bekerja diperusahaan
tersebut.

Membeli Bisnis yang Sudah Berjalan

Di mana pun dan kapan pun, terdapat banyak bisnis yang dijual. Penjualan bisnis sering kali
diiklankan dalam bagian iklan berbagai surat kabar lokal. Bisnis dapat dijual karena berbagai
macam alasan, termasuk diantaranya kesulitan keuangan dan pemiliknya meninggal dunia
atau pensiun.

Waralaba

Waralaba (franchise) adalah kesepakatan di mana pemilik suatu bisnis yang disebut
pewaralaba (franchisor)_ memperkenankan pihak lain atau terwaralaba (franchisee)
menggunakan merek dagang, nama dagang, atau hak ciptanya, dengan syarat-syarat
tertentu. Setiap waralaba beroperasi sebagai suatu bisnis yang independen dan pada
umumnya dimiliki oleh kepemilikan perseorangan. Jadi, bisnis baru yang dibuat dengan
menggunakan merek dagang dan nama dari franchisor yang sudah ada.

Jenis-jenis Waralaba. Kebanyakan dapat diklasifikasikan sebagai pendistribusian, bisnis


rantai toko, atau kesepakatan produksi.

 Pendistribusian. jenis waralaba di mana perusahaan pengecer diperkenankan


untuk menjual sebuah produk yang diproduksi oleh perusahaan produsen.
 Bisnis Rantai Toko. Jenis waralaba di mana sebuah perusahaan diperkenankan
untuk menggunakan nama dagang sebuah perusahaan dan mengikuti panduan-
panduan yang berhubungan dengan penentuan harga dan penjualan produk
tersebut.
 Kesepakatan Produksi. Jenis waralaba di mana sebuah perusahaan diperkenankan
untuk memproduksi produk dengan menggunakan formula yang diberikan oleh
perusahaan lain.

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
Keuntungan Waralaba. Keuntungan-keuntungan umum dari sebuah waralaba adalah
sebagai berikut:

1. Gaya Manajemen yang Telah Teruji. Waralaba mencari panduan dari franchisor di
bidang produksi dan manajemen.
2. Pengakuan Nama. Kebanyakan waralaba telah dikenal secara nasional karena iklan
franchisor-nya. Hal ini memberikan pengakuan nama bagi franchisee, yang secara
signitifikan akan dapat meningkatkan permintaan produknya.
3. Dukungan Keuangan. Beberapa waralaba memberikan dukungan keuangan dari
para franchisor. yang dapat memastikan tersedianya modal awal bagi franchisee.
Kerugian Waralaba. Dua kerugian umum dari waralaba adalah sebagai berikut:

1. Berbagi Keuntungan. Sebagai imbalan atas jasa yang diberikan oleh franchisor,
franchisee harus membagi keuntungannya dengan franchisor. Beban tahunan yang
dibayarkan oleh franchisee dapat sebesar 8% atau lebih dari pendapatan tahunan yang
diterima franchisee.
2. Kurangnya Pengendalian. Franchisee harus mematuhi panduan-panduan yang
berhubungan dengan produksi dan penentuan harga produk, dan kemungkinan pula
beberapa panduan yang lain.

Popularitas Waralaba Bisnis ke Bisnis. Waralaba yang melayani bisnis-bisnis lain_atau


dikenal sebagai waralaba bisnis ke bisnis (business-to-business_B2B)_Telah tumbuh
dengan pesat selama beberapa tahun terakhir ini. Khususnya, telah banyak waralaba yang
memusatkan perhatiannya pada penyediaan jasa perekrutan, konsultasi, dan pelatihan
untuk berbagai perusahaan. Jenis-jenis waralaba seperti ini populer karena mereka pada
umumnya membutuhkan investasi awal yang tidak begitu besar jika dibandingkan dengan
waralaba-waralaba lain seperti misalnya hotel dan restoran. Banyak waralaba B2B dapat
dioperasikan oleh komputer dari sebuah kantor pusat dan karenanya dapat diawali dengan
investasi sebesar $30.000 hingga $100.000. Sebaliknya, waralaba restoran dapat meminta
investasi sebesar $150.000 atau lebih. Selain itu, sebuah waralaba B2B dapat
menggunakan teknologi komputer sebagai ganti dari karyawan untuk melakukan sebagian
pekerjaannya, seperti msalnya menyortir riwayat pekerjaan dan menawarkan jasa pelatihan
dengan menggunakan file komputer beranimasi. Lebih jauh, karena waralaba b2b
berinteraksi dengan bisnis-bisnis lain, maka lebih sedikit pekerjaan di akhir pekan yang
harus dilakukan jika dibandingkan dengan waralaba restoran, yang biasanya beroperasi
tujuh hari dalam seminggu.

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

Griffin, Ricky W, and Elbert Ronald 2013, Business, 8th edition, Pearson Education,
New Jersey. Bab 1
Madura Jeff, 2007, Introduction to Business, 4th edition, South-Western College
Publishing, USA. Bab 1 dan 4

‘13 Pengantar Bisnis Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Shinta Rahmani, SE., M.Si http://www.mercubuana.ac.id