Anda di halaman 1dari 82

KATA PENGANTAR

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sesuai dengan amanat Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001
Tentang Minyak dan Gas Bumi dan PeraturanPemerintah Nomor 67 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 49 Tahun 2012 Tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2002 tentang Badan
Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa,
BPH Migas adalah Lembaga Pemerintah Independent yang mempunyai tugas melakukan Pengawasan dan Pengaturan
terhadap Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan Pengangkutan Gas Bumi di seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Eksistensi BPH Migas selaku pemangku tiga kepentingan (Pemerintah, Badan Usaha dan Rakyat), tentu memiliki tantangan
cukup berat di tahun-tahun mendatang. Tanpa didukung oleh perencanaan dan strategi yang matang, tentu sulit membuat BPH
Migas menjadi lembaga yang hebat, dan disegani dan diperhitungkan keberadaannya. Oleh karena itu, Rencana Stratejik BPH
Migas Tahun 2015-2019 telah dirancang sempurna yang berdasar dan berpijak kepada kebijakan, strategi dan program yan
mampu menjawab semua tantangan dimasa yang akan datang, kurun waktu lima tahun dalam pencapaian kinerja. Dengan telah
diterbitkannya Rencana Stratejik BPH Migas Tahun 2015-2019 diharapkan menjadi pijakan bagi BPH Migas dalam
menyelesaikan tugas dan pekerjaan sehari-hari.
Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan
hingga terbitnya Rencana Stratejik BPH Migas Tahun 2015 - 2019.
Jakarta, 30 Desember 2014
Kepala BPH Migas

Andy Noorsaman Sommeng


i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELANG
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
1.3 CAPAIAN SEKTOR HILIR MIGAS 2010 - 2014
1.4 POTENSI SEKTOR HILIR MIGAS

BAB II TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS


2.1 TUJUAN
2.2 SASARAN STRATEGIS

BAB III DINAMIKA LINGKUNGAN STRATEJIK


3.1 ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI DAN RENCANA AKSI
3.2 KERANGKA REGULASI
3.3 KERANGKA KELEMBAGAAN

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN


4.1 TARGET KINERJA
4.2 KERANGKA PENDANAAN
PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK DAN ANGGARAN

BAB V PENUTUP
i
BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI
(BPH MIGAS)
KEPUTUSAN BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI
NOMOR : 867/Kpts/Ka/BPH Migas/2014
TENTANG
RENCANA STRATEJIK
BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI
TAHUN 2015 - 2019
KEPALA BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI
Menimbang : Bahwa dalam rangka untuk memberikan pedoman bagi program dan kegiatan pelaksanaan tugas dan fungsi BPH
Migas serta untuk tertib administrasi dalam pelaksanaan anggaran dalam kurun waktu tahun 2015 - 2019, dianggap
perlu menetapkan Rencana Stratejik Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Tahun 2015 - 2019 dalam suatu
keputusan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi;
Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun
2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152);
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2003 Nomor 47,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor5,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 -
2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4700);

i
5. Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar
Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2002 Nomor 141,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4253);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2002 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 124,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4436);
Sebagaimana telah diubah dengan peraturan pemerintahan Nomor 30 Tahun 2009 tentang perubahan atas
peraturan pemerintahan Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4996);
7. Peraturan Pemerintahan Nomor 1 Tahun 2006 tentang Besaran dan Penggunaan Iuran Badan Usaha Dalam
Kegiatan Usaha Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi Melalui
Pipa(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 2,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4596);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja Pemerintahan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
9. Keputusan Presiden RI Nomor 86 Tahun 2002 tanggal 30 Desember 2002 tentang Pembentukan Badan Bakar
Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkatan Gas Bumi Melalui Pipa;
10. Keputusan Presiden RI Nomor 27/P Nomor Tahun 2007 tanggal 23 April 2007;
11. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor : 25 Tahun 2012 tentang “Organisasi
dan Tata Kerja Sekretariat dan Direktorat pada Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar
Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa”;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 67 Tahun 2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan
Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa.

i
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI TENTANG RENCANA STRATEJIK
BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI TAHUN 2015 - 2019.
KESATU : Menetapkan Rencana Stratejik Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Tahun 2015 - 2019 yang Materinya
tercantum dalam Naskah Sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan ini.
KEDUA : Naskah Rencana Stratejik Badan Hilir Minyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU
merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari keputusan ini .
KETIGA : Rencana Stratejik sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU akan ditinjau kembali, apabila terjadi perubahan
kebijakan pemerintahan
KEEMPAT : Rencana Stratejik Sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU merupakan landasan penyusunan Program dan
Kegiatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Tahun 2015 - 2019
KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal, 30 Desember 2014
Kepala Badan Pengatur Hilir Migas

Andy Noorsaman Sommeng

i
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Peran minyak dan gas bumi dalam konstribusinya sebagai sumber devisa negara maupun sebagai sumber energi dan sebagai
bahan baku untuk industri dalam menggerakan roda perekonomian negara Indonesia masih tetap diharapkan, meskipun sejak 10
tahun terakhir produksi minyak mentah kita terus menurun sedangkan konsumsi Bahan Bakar Minyak dalam negeri terus
meningkat terutama dari sektor transportasi dan kelistrikan .

Kondisi kilang dalam negeri yang rata-rata sudah tua tidak mampu mengimbangi peningkatan konsumsi BBM yang relatif cepat.
Suatu kenyataan sekitar 40% kebutuhan BBM dalam negeri diperoleh dari impor yang harganya mengikuti mekanisme pasar,
sementara sebagian besar BBM yang menguasai hajat hidup orang banyak masih menjadi beban Pemerintah karena Subsidi .

Kondisi diverifikasi energi yang dicanangkan Pemerintah melalui pemanfaatan energi alternatif terutama Gas Bumi, berjalan agak
lambat karena harga Gas Bumi yang dianggap masih terlalu mahal apabila dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi .
Sementara itu infrastruktur pengangkatan Gas Bumi melalui Pipa masih sangat terbatas karena rendahnya minat investor untuk
menanamkan modalnya dalam membangun infrastruktur Gas Bumi.

Dengan dibentuknya Badan Pengatur penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Pengangkutan Gas Bumi melalui
Pipa(BPH Migas), diharapkan dapat memainkan perannya sebagai regulator yang dapat memberikan kepercayaan kepada investor
asing maupun nasional untuk menanamkan modalnya dalam rangka mendorong percepatan investasi disektor penyediaan dan
pendistribusian BBM serta pembangunan Infrastruktur Gas Bumi melalui Pipa.

Disamping peran tersebut di atas, BPH Migas diharapkan mampu menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak di seluruh wilayah
NKRI, dan Meningkatkan pemanfaatan Gas Bumi dalam negeri melalui optimalisasi pengaturan dan pengawasan.

i
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud disusunnya Rencana Stratejik BPH Migas 2015-2019 agar terdapat pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam
melaksanakan program kerja yang terukur dan terarah melalui program kegiatan yang berkesinambungan.

1.3 CAPAIAN SEKTOR HILIR MIGAS 2015 – 2019

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA BPH MIGAS 2010-2014

NO URAIAN SATUAN TARGET CAPAIAN


2010 2011 2012 2013 2014 2010 2011 2012 2013 2014

Jumlah Provinsi yang tidak mengalami


1 kelangkaan BBM Provinsi 9 8 5 2 3 1 0 0 0 0

2 Waktu Ketahanan stok cadangan BBM Hari 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0


Nasional

3 Jumlah Laporan pertanggungjawaban Laporan 9 10 10 24 24 18 10 10 30 37


administratif

4 Regulasi 2 2 2 8 5 0 2 2 6 5
Jumlah Regulasi yang dapat diselesaikan
Jumlah wilayah penetapan harga gas
5 bumi untuk rumah tangga dan Wilayah 11 6 4 3 2 3 4 2 6 3
pelanggan kecil
Jumlah pemberian Hak Khusus pada ruas Ruas transmisi dan
6 transmisi dan wilayah jaringan distribusi 2&4 4&7 2&3 6 2 2 5 & 15 2&2 12 0
WJD
(WJD)/pipa dedicated
Jumlah penetapan tarif pengangkutan
7 gas bumi melalaui pipa yang wajar dan Penetapan 2 4 2 0 1 1 2 2 0 4
efisien untuk pengguna (shiper)

i
8 Jumlah keluhan Badan Usaha di bidang Badan Usaha 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BBM dan Gas Bumi melalui pipa

PENERIMAAN IURAN 2006 s.d. 2014 DAN TARGET PENERIMAAN IURAN 2014 s.d. 2015

IURAN BU BBM IURAN BU GAS BUMI TOTAL IURAN


NO TH
Rencana Realisasi % Rencana Realisasi % Rencana Realisasi %
1 2006 266,550,506,134 218,184,038,963 81.85% 34,810,284,248 7,340,969,068 21.09% 301,360,790,382 225,525,008,031 74.84%
2 2007 280,450,296,189 359,110,115,332 128.05% 54,708,441,990 14,974,384,637 27.37% 335,158,738,179 374,084,499,969 111.61%
3 2008 355,849,267,294 334,570,610,936 94.02% 74,051,562,706 142,978,377,116 193.08% 429,900,830,000 477,548,988,051 111.08%
4 2009 362,477,107,552 364,937,529,583 100.68% 94,588,262,448 94,687,633,802 100.11% 457,065,370,000 459,625,163,386 100.56%
5 2010 345,584,866,675 365,403,000,684 105.73% 75,025,034,535 93,987,176,081 125.27% 420,609,901,210 459,390,176,765 109.22%
6 2011 359,000,250,300 632,390,000,000 176.15% 77,250,000,000 151,060,000,000 195.55% 436,250,250,300 783,450,000,000 179.59%
7 2012 359,252,302,157 810,922,363,491 225.73% 78,250,000,000 179,194,147,167 229.00% 437,502,302,157 990,116,510,658 226.31%
8 2013 480,000,000,000 722,697,770,022 150.56% 120,000,000,000 180,121,846,965 150.10% 600,000,000,000 902,819,616,987 150.47%
9 2014 480,000,000,000 827,709,,438,197 172% 120,000,000,000 184,760,380,040 154% 600,000,000,000 1,012,469,818,237 169%
TOTAL 4,635,924,867,208 1,049,104,914,876 5,685,029,782,084

i
GRAFIK RENCANA DAN REALISASI IURAN BPH MIGAS TAHUN 2006 s.d. 2014

900.000.000.000

800.000.000.000

700.000.000.000

600.000.000.000

500.000.000.000

400.000.000.000

300.000.000.000

200.000.000.000

100.000.000.000

-
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014*)
Rencana BBM 266.550.5 280.450.2 355.849.2 362.477.1 345.584.8 359.000.2 359.252.3 480.000.0 480.000.0
Realisasi BBM 218.184.0 359.110.1 334.570.6 364.937.5 365.403.0 632.390.0 810.922.3 722.697.7 827.709.4
Rencana Gas Bumi 34.810.28 54.708.44 74.051.56 94.588.26 75.025.03 77.250.00 78.250.00 120.000.0 120.000.0
Realisasi Gas Bumi 7.340.969 14.974.38 142.978.3 94.687.63 93.987.17 151.060.0 179.194.1 180.121.8 184.760.3

Rencana BBM Realisasi BBM Rencana Gas Bumi Realisasi Gas Bumi

i
ROAD MAP TAHAPAN PENGURANGAN SUBSIDI BBM DAN STATUS HINGGA TAHUN 2014

Tahap I Tahap II Tahap III Tahap IV Tahap V Tahap VI Tahap VII Tahap VIII Tahap IX Tahap Akhir
Target Pengguna
< Okt'98 Jan'99 Mar'01 Jun'01 Jan'02 sep'05 Okt'05 Apr'06 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 *) *) *)
Minyak Tanah
RT Tdk Mampu/Terpencil S S S S S S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 S/Tutup3
Rumah Tangga RT Mampu/ Blm Konversi S S S S S S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 NS NS
Daerah Terkonversi S S S S S S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Daerah blm Konversi S S S S S S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Usaha Kecil/Khusus
Terkonversi S S S S S S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Industri Seluruh Industri S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Bensin Premium
Angkutan Umum S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Angk.Sungai, Antar Pulau Kecil S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Transportasi Angkutan Barang S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Pribadi S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup1 *) NS NS NS
Internasinal S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Nelayan Kecil S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Nelayan
Besar S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Industri Umum S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Pertambangan S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Minyak Solar
Angkutan Umum S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Angk.Sungai, Antar Pulau Kecil S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Transportasi Angkutan Barang S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Pribadi S S S S/ H50%P S/ H75%P S S S S S S/Tutup1 S/Tutup1 *) NS NS NS
Internasinal S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Kecil S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS S S S S/Tutup1 S/Tutup2 S/Tutup3 S/Tutup3 NS
Nelayan
Besar S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Umum S S S S/ H50%P S/ H75%P NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Industri
Pertambangan S S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Minyak Diesel
Industri/Angkutan Laut Seluruh Pengguna S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Minyak Bakar
Industri/Angkutan Laut Seluruh Pengguna S S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS
Avtur/Avgas
Angkutan Udara Seluruh Pengguna S NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS NS

S = Subsidi : Masih disubsidi *) Ditetapkan bersama oleh Pemerintah dan DPR


NS = Non Subsidi : Tidak disubsidi
S/Tutup1 : Uji coba penataan (2009-2010)
S/Tutup2 : Uji coba sistem distribusi tertutup secara bertahap (2011-2014) i
S/Tutup3 : Masih disubsidi dengan sistem distribusi tertutup
REALISASI DAN KUOTA KEROSENE TAHUN 2005 - 2014

REALISASI DAN KUOTA KEROSENE TAHUN 2005-2014


12.000.000

10.000.000

8.000.000

6.000.000

4.000.000

2.000.000

-
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 *)
KUOTA APBN-P KEROSENE 11.348.198 9.900.000 9.591.264 7.561.454 4.700.000 2.389.765 1.800.000 1.200.000 1.200.000 900.000
REALISASI KEROSENE 11.385.582 9.972.988 9.851.811 7.854.962 4.571.978 2.349.270 1.695.586 1.183.091 1.110.000 913.830

Keterangan :
*) Jan-Sept (verified), Okt-Des (Unverified)

Dari Grafik diatas menunjukkan bahwa keberhasilan Pemerintah dalam melaksanakan program Konversi Minyak Tanah ke LPG, telah
mampu mengurangi konsumsi Minyak Tanah secara signifikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2004 sd 2014) dari 11,5 Juta KL
menjadi dibawah 1 Juta KL

Saat ini Minyak tanah telah dihapus secara bertahap yaitu di Pulau Jawa dan Bali sudah 100% tidak menggunakan Minyak tanah
bersubsidi, Sumatera (tinggal Sumatera Barat), Sulawesi sudah bebas dari Minyak Tanah Subsidi pada tahun 2014, Minyak Tanah Subsidi
hanya ada di Irian Jaya, Maluku dan NTT.
i
REALISASI DAN KUOTA M. SOLAR TAHUN 2005 – 2014

REALISASI DAN KUOTA M.SOLAR TAHUN 2005-2014

25.000.000

20.000.000

15.000.000

10.000.000

5.000.000

-
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 *)
KUOTA APBN-P MINYAK SOLAR 23.845.080 11.000.000 9.857.880 11.000.000 11.817.671 12.559.863 14.149.994 15.840.735 16.030.000 15.670.000
REALISASI MINYAK SOLAR 20.638.376 10.671.900 10.883.740 11.838.663 12.083.800 12.944.484 14.498.512 15.628.897 15.960.000 16.159.452

Keterangan :
*) Jan-Sept (verified), Okt-Des (Unverified)

i
Dari Grafik diatas menunjukan bahwa konsumsi JBT jenis Solar Tahun 2006-2014 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,4% sebagai
efek dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui BPH Migas menjamin ketersediaan, kelancaran pendistribusian BBM, yang
merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak di seluruh NKRI.

REALISASI DAN KUOTA PREMIUM TAHUN 2005 – 2014

REALISASI DAN KUOTA PREMIUM TAHUN 2005-2014

35.000.000

30.000.000

25.000.000

20.000.000

15.000.000

10.000.000

5.000.000

-
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 *)
KUOTA APBN-P PREMIUM 17.471.632 17.000.000 16.582.173 16.976.292 20.946.992 23.129.873 24.538.587 28.366.658 30.770.000 29.430.000
REALISASI PREMIUM 17.480.327 16.811.376 17.929.842 19.529.469 21.180.868 22.934.942 25.501.320 28.257.060 29.270.000 29.538.814

Keterangan :
*) Jan-Sept (verified), Okt-Des (Unverified)
i
Dari Grafik diatas menunjukan bahwa konsumsi JBT jenis Premium Tahun 2006-2014 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 6,8%
sebagai efek dari pertumbuhan ekonomi. Pemerintah melalui BPH Migas menjamin ketersediaan, kelancaran pendistribusian BBM, yang
merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak di seluruh NKRI.

REALISASI JENIS BBM TERTENTU TAHUN 2010-2014

Jika volume kuota APBN-P tahun 2010 dibandingkan volume realisasi pendistribusian JBT tahun 2010, terdapat total penghematan
sebesar 0,15 juta KL atau 0,39% dengan rincian sebagai berikut:

Volume Berdasarkan Kuota APBN-P 2010 Realisasi 2010 Penghematan


Jenis BBM Tertentu
(Jt KL/Thn) Rata-rata (Jt KL/Bln) (Jt KL/Thn) (Jt KL/Thn) %

Premium 23.13 1.93 22.93 0.20 0.84%


Minyak Tanah 2.39 0.20 2.35 0.04 1.67%
Minyak Solar 12.86 1.07 12.94 (0.09) -0.66%
Total 38.38 3.20 38.23 0.15 0.39%

Volume realisasi pendistribusian JBT Tahun 2011 jika dibandingkan tahun 2010, terdapat peningkatan sebesar 9,07%.
Jika realisasi pendistribusian JBT tahun 2011 dibandingkan dengan kuota APBN-P tahun 2011, terdapat overkuota sebesar 1,2 juta KL
atau 2,96%, dengan rincian sebagai berikut:

Volume Berdasarkan Kuota APBN-P 2011 Realisasi 2011 Over Kuota


Jenis BBM Tertentu
(Jt KL/Thn) Rata-rata (Jt KL/Bln) (Jt KL/Thn) (Jt KL/Thn) %

Premium 24.54 2.04 25.50 (0.96) -3.92%


Minyak Tanah 1.80 0.15 1.70 0.11 5.83%
Minyak Solar 14.16 1.18 14.50 (0.34) -2.42%
Total 40.49 3.37 41.69 (1.20) -2.96%
i
Volume realisasi pendistribusian JBT Tahun 2012 jika dibandingkan tahun 2011, terdapat peningkatan sebesar 8,1%. Jika volume kuota
APBN-P tahun 2012 dibandingkan volume realisasi pendistribusian JBT tahun 2012, terdapat total penghematan sebesar 0,04 juta KL atau
0,09% dengan rincian sebagai berikut:

Volume Berdasarkan Kuota APBN-P 2012 Realisasi 2012 Penghematan


Jenis BBM Tertentu
(Jt KL/Thn) Rata-rata (Jt KL/Bln) (Jt KL/Thn) (Jt KL/Thn) %

Premium 28.31 2.36 28.26 0.05 0.17%


Minyak Tanah 1.20 0.10 1.18 0.02 1.67%
Minyak Solar 15.61 1.30 15.63 (0.03) -0.16%
Total 45.11 3.76 45.07 0.04 0.09%

Volume realisasi pendistribusian JBT Tahun 2013 jika dibandingkan tahun 2012, terdapat peningkatan sebesar 2,86%. Jika volume kuota
APBN-P tahun 2013 dibandingkan volume realisasi pendistribusian JBT tahun 2013, terdapat total penghematan sebesar 1,64 juta KL atau
3,42% dengan rincian sebagai berikut:

Volume Berdasarkan Kuota APBN-P 2013 Realisasi 2013 Penghematan


Jenis BBM Tertentu
(Jt KL/Thn) Rata-rata (Jt KL/Bln) (Jt KL/Thn) (Jt KL/Thn) %

Premium 30.77 2.56 29.26 1.51 4.91%


Minyak Tanah 1.20 0.10 1.11 0.09 7.67%
Minyak Solar 16.03 1.34 15.99 0.04 0.24%
Total 48.00 4.00 46.36 1.64 3.42%

i
Perbandingan Kuota volume JBT sesuai dengan APBN-P Tahun 2014 dan Realisasi pendistribusian Periode Januari s.d Desember 2014
terdapat over kuota Jenis BBM Tertentu sebesar 1,13%, dengan rincian sebagai berikut:

REALISASI JENIS BBM TERTENTU BULAN JANUARI S/D 31 DESEMBER 2014 VS KUOTA 2014
Kuota APBN-P Realisasi Jan- 31Des Realisasi vs Kuota
Jenis BBM 2014 2014 APBN-P 2014

(KL) (KL) (%)


Premium 29,430,000 29.538.814 100.37%
Minyak Tanah 900,000 913.830 100.54%
Minyak Solar 15,670,000 16.159.452 103.12%
Total 46,000,000 46.612.096 101.33%
Sumber data : Realisasi Jenis BBM Tertentu Januari - September (verified), Oktober - Desember
(Unverified)

i
PERTUMBUHAN PENYALUR BBM DI INDONESIA SAMPAI AKHIR DESEMBER 2014

3% 1,6% 1,1% 4,9%

2,4% 1,8% 2,0% 3,6%

* Data Penyalur PT Pertamina, AKR, SPN, Shell dan Total


(Sumber : BPH MIGAS, 2014)

i
1. Pertumbuhan Penyalur BBM di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.
2. Dari peta sebaran Penyalur BBM terlihat bahwa penyebaran Penyalur BBM terbesar di Pulau Jawa dan Sumatera.
Target :
1. Pengembangan infrastruktur dan Penyalur BBM ke Wilayah Indonesia Bagian Timur diutamakan Daerah Terpencil.
2. Untuk daerah yang jauh dari Penyalur BBM akan dikembangkan Penyalur BBM Pembantu.
PENANGANAN PENYALAHGUNAAN BBM TAHUN 2007 s.d. 2014

Kasus Penyalagunaan BBM Jumlah Volume (KL)


300000
1000
900 250000
800
700 200000

600
150000
500
400
100000
300
200
50000
100
0 0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Kasus Penyalagunaan BBM 200 211 305 623 947 564 Jumlah Volume (KL) 664,62 523,65 1224,59 253.311,72 7235 3.140,60

Kasus 2009 2010 2011 2012 2013 2014


Tahap
Penyelidikan 96 161 55 494 662 534
Tahap Penuntutan 38 32 150 75 225 0
Tahap Persidangan 66 18 100 40 60 30
TOTAL 200 211 305 609 947 564
Keterangan : 2014 s.d Desember

i
1. Penegakan hukum terhadap kasus penyalahgunaan BBM dari tahun 2009 s.d. 2014 terus meningkat.
2. Dari peta sebaran penyalahgunaan BBM subsidi terlihat bahwa untuk daerah-daerah yang banyak terdapat kegiatan pertambangan
dan industri, seperti di Kalimantan dan Sumatera banyak terjadi kasus penyalahgunaan BBM Subsidi sehingga ini menjadi dasar
pelarangan bagi pertambangan, perkebunan, kehutanan dan industri kapal barang dilarang menggunakan BBM Subsidi.

CAPAIAN KINERJA GAS BUMI 2010 – 2014

NO PROGRAM STRATEGIS PENJELASAN TEKNIS DAMPAK POSITIF


MIGAS
1 Penyelesaian Proyek- Arun - Belawan - Terpenuhinya kebutuhan
proyek Infrastruktur Panjang Pipa : Arun - Rantau Panjang 114.3 km energi untuk wilayah
Rantau Panjang - P. Brandan 192.2 km Aceh dan Sumatera Utara
P. Brandan - Belawan 26.6 km yang akan dipenuhi
Diameter : 24 inch dari Terminal LNG Arun
- Mengatasi krisis pasokan
Kapasitas Pipa : 200 MMSCFD
Gas Bumi di wilayah
Tekanan : 780 PSIG (Operasi), 860 PSIG (Design) Aceh dan Sumatera Utara
Sumber Gas : Regasifikasi Arun (PT. Pertamina Gas)
Status Pipa : Open Access
Investasi : USD 560 juta
Status Terakhir : Diperkirakan gas commissioning bulan
November 2014

Kepodang - Tambak Lorok Terpenuhinya kebutuhan Gas


Panjang Pipa : 207 km Bumi untuk PLTGU Tambak
Diameter : 14 inch Lorok, Semarang
Kapasitas Pipa : 116 MMSCFD
Sumber Gas : Lapangan Gas Bumi Kepodang
(Petronas Carigalli Muriah Ltd )
Status Pipa : Open Access
Investasi : USD 174 juta
Status Terakhir : Telah dilakukan groundbreaking pada
tanggal 14 Maret 2014 di Semarang
oleh Presiden Republik Indonesia

i
NO PROGRAM STRATEGIS PENJELASAN TEKNIS DAMPAK POSITIF

Gresik - Semarang Mengintegrasikan pipa gas


Panjang Pipa : 267.22 km dari Jawa Timur ke Jawa
Diameter : 28 inch Tengah sehingga dapat
Kapasitas Pipa : 500 MMSCFD menjamin pasokan gas pada
kedua daerah tersebut dalam
Tekanan : 600 PSIG (Operasi), 680 PSIG (Design)
rangka memenuhi kebutuhan
Sumber Gas : Lapangan Gas Bumi Tiung Biru - Gas Bumi untuk PLN, pupuk,
Jambaran dan Cendana (PT. Pertamina industri, komersial dan rumah
EP) tangga sepanjang Gresik-
Status Pipa : Open Access Semarang
Investasi : USD 516 juta
Status Terakhir : Telah dilakukan groundbreaking pada
tanggal 8 Oktober 2014 di Lapangan
Banyu Urip, Cepu, Jawa Timur oleh
Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian

2 Realisasi Volume Menghitung realisasi volume Gas Bumi yang diangkut dan Meningkatkan Pendapatan
diniagakan oleh Badan Usaha Gas Bumi Melalui Pipa (data Negara Bukan Pajak (PNBP)
terlampir) melaui iuran Badan Usaha
3 Hak Khusus Pengaturan pemberian Hak Khusus pada Kegiatan Usaha Terciptanya pengaturan
Gas Bumi Melalui Pipa bertujuan : kegiatan usaha Gas Bumi
- Meningkatkan pemanfaatan Gas Bumi untuk dalam negeri Melalui Pipa yang adil
- Menjamin efisiensi dan efektifitas pelaksanaan penyediaan transparan dan akuntabel
Gas Bumi dalam negeri
- Meningkatkan partisipasi Badan Usaha dalam penyediaan
Gas Bumi untuk memenuhi kebutuhan Gas Bumi dalam
negeri
- Memberikan kepastian hukum dalam pengoperasian
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa bagi para pelaku
i
NO PROGRAM STRATEGIS PENJELASAN TEKNIS DAMPAK POSITIF
usaha
(data terlampir)
4 Panjang Pipa Panjang pipa dari badan usaha yang memiliki hak khusus Meningkatnya infrastruktur
adalah 3,773.82 km untuk pipa open access dan 4,213.54 km pipa Gas Bumi dalam negeri
untuk pipa dedicater hilir (data terlampir)
5 Harga Gas Penetapan harga Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Dengan adanya penetapan
Pelanggan Kecil secara transparan, akuntabel, kompetitif dan harga Gas Bumi untuk Rumah
adil (data terlampir) Tangga dan Pelanggan Kecil,
masyarakat dapat
mendapatkan energi yang
murah
6 Tarif Pengangkutan Gas Menghitung biaya/tarif yang wajar dengan adil dan transparan Dengan adanya penetapan
Bumi untuk semua ruas pipa transmisi di Indonesia (data terlampir) tarif pengangkutan dari BPH
maka ruas transmisi tersebut
sudah bisa dimanfaatkan
bersama / open access

REALISASI PENGANGKUTAN GAS BUMI MELALUI PIPA

2010 2011 2012 2013 2014*


NO BADAN USAHA PENGANGKUTAN
MSCF MSCF MSCF MSCF MSCF
1 PT. PERTAMINA GAS (PERTAGAS) 1,031,654,801.00 1,065,152,433.17 1,211,326,654.11 1,288,283,736.61 595,208,363.51
2 PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (Persero) Tbk 10,909,083.41 11,300,415.62 19,535,587.82 12,424,710.33 10,441,371.97
3 PT TRANSPORTASI GAS INDONESIA 293,441,471.60 296,117,607.60 300,640,392.40 298,761,799.40 144,923,873.30
4 PT MAJUKO UTAMA INDONESIA - 342,187.03 3,940,640.66 4,032,273.37 1,776,379.87
5 PT ENERGASINDO HEKSA KARYA - - 4,000,516.00 8,056,151.00 1,688,030.00
6 PT RABANA GASINDO USAMA - - - 1,163,513.43 1,231,881.80
7 PT RABANA GASINDO UTAMA - - - 1,380,000.00 745,123.95
8 PT GASINDO PRATAMA SEJATI - - - 5,657,515.51 6,003,981.22
TOTAL 1,336,005,356.01 1,372,912,643.42 1,539,443,790.99 1,619,759,699.65 762,019,005.61

Catatan :
i
*) sampai dengan semester I
REALISASI VOLUME NIAGA GAS BUMI MELALUI PIPA

2010 2011 2012 2013 2014*


No BADAN USAHA
MMBTU MMBTU MMBTU MMBTU MMBTU
1 PGN (Persero) Tbk 176,064,871.32 202,375,102.33 244,665,268.70 234,540,291.98 122,041,291.23
2 Energasindo Heksa Karya 10,713,453.20 10,693,081.10 10,790,815.49 8,825,379.59 6,805,770.27
3 Igas Utama -
4 Bayu Buana Gemilang 9,143,961.47 9,610,564.45 8,956,546.41 13,613,724.51 7,160,504.38
5 Sadikun Niagamas Raya 1,992,984.27 1,675,832.32 1,461,019.13 2,051,602.62 997,964.73
6 Odira Energy Persada 7,150,282.74 6,759,726.91 6,107,401.27 5,162,815.09 1,381,123.19
7 Banten Inti Gasindo 1,631,229.01 1,587,919.06 1,405,751.93 1,038,550.32 423,283.40
8 Mitra Energi Buana 898,366.61 964,728.51 1,154,318.17 1,172,542.89 600,963.90
9 Krakatau Daya Listrik 315,811.73 690,462.13 735,171.40 707,066.21 305,683.29
10 Pelangi Cakrawala Losarang 417,605.49 1,039,351.78 1,618,759.48 1,728,296.36 819,524.31
11 Pertiwi Nusantara Resources 213,372.78 235,059.92 276,761.47 -
12 Pertagas 5,549,238.62 7,045,219.75 8,034,526.81 3,948,148.12
13 PDPDE 3,679,485.80 1,727,071.00
14 Indogas Kriya Dwiguna 425,675.22 210,936.66
15 Gagas Energi Indonesia 3,012,817.95 3,032,401.06
16 Gresik Migas 1,674,580.80 4,103,935.59
17 Surya Cipta Indonesia 1,591,827.38 9,134,826.07
18 Intermega Sebaku Indonesia 30,907.92 203,075.85
Total Volume 208,328,565.83 241,159,380.00 284,175,331.65 287,566,852.92 162,896,503.06

Catatan :
*) sampai dengan semester I

i
DAFTAR PEMEGANG HAK KHUSUS PENGANGKUTAN

Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal

I PT Energasindo Heksa Karya


250/KT/BPH 20 Juli
1 Tempino Kecil - P. Selincah Jambi
Migas/Kom/VII/2011 2011

II PT Majuko Utama Indonesia


266/KT/BPH 20 Juli
2 Cilegon - Ciwandan Cilegon
Migas/Kom/VII/2011 2011

PT Perusahaan Gas Negara (Persero)


III
Tbk
3 Sumatera Utara
Wampu - Belawan Binjai 9
267/KT/BPH
Pantai Pakam Timur - Hamparan Perak Deli Serdang Desember
Migas/Kom/XII/2011
Hamparan Perak - Paya Pasir Medan 2011
4 SSWJ I
Pertamina Receiving Point - Pagardewa Sumsel
02/KT/BPH 23 April
Pagardewa - Labuhan Maringgai Sumsel, Lampung
Migas/Kom/2012 2012
Labuhan Maringgai - Bojonegara Lampung, Banten
IV PT Surya Cipta Internusa
17/KT/BPH 1 Agustus
5 MS GM – MS PJB Gresik Gresik
Migas/Kom/2012 2012
V PT Rabana Gasindo Usama
13/KT/BPH 22 Juli
6 SKG Tegalgede - Stasiun Gas Citeureup Bekasi & Bogor
MIGAS/KOM/2013 2013

VI PT Rabana Gasindo Utama


i
14/KT/BPH 22 Juli
7 SKG Tegalgede - Cikarang Listrindo Bekasi
MIGAS/KOM/2013 2013
Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal

VII PT Gasindo Pratama Sejati


Citarik - SKG Tegalgede - Stasiun Gas 15/KT/BPH 22 Juli
8 Karawang & Bekasi
Cikarang MIGAS/KOM/2013 2013

DAFTAR PEMEGANG HAK KHUSUS DEDICATED HILIR

Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal

I PT Krakatau Daya Listrik


Station Bojonegara - Krakatau Daya
1
Listrik 210/KD/BPH 12 Juli
Cilegon
Tie in di Trafo AM04 - Krakatau Steel Migas/Kom/VII/2010 2010
Tie in Trafo AM08 - Krakatau Wajatama

II PT Pelangi Cakrawala Losarang


2
Lap. Cemara PEP - Chang Jui Fang 211/KD/BPH 12 Juli
Indramayu
Indonesia & Tirta Bening Mulia Migas/Kom/VII/2010 2010

III PT Pertiwi Nusantara Resources


3 09
243/KD/BPH
KHT - Hottap Pipa Pertagas KM 37 Indramayu Februari
Migas/Kom/II/2011
2011

IV PT Pertamina Gas (Dedicated Hilir)


4 PDT I - SKG Tegal Gede Bekasi 242/KD/BPH 09
i
Migas/Kom/II/2011 Februari
2011
Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal
V PT Mitra Energi Buana
GMS Keramasan Pertamina - Sunan
5
Rubber 245/KD/BPH 18 April
Palembang
KP 0,7 - Remco Migas/Kom/IV/2011 2011
MS KM 3 Pertagas - PT Hok Tong
266/KD/BPH 09
Tie in Poin LBCV - Aneka Bumi
6 Palembang Migas/KOM/XII/2011 Desember
Pratama
2011
VI PT. Energasindo Heksa Karya
249/KD/BPH 20 Juli
7 Tempino Kecil - Payo Selincah Muaro Jambi - Jambi
Migas/Kom/VII/2011 2011

VII PT PGN (Persero) Tbk


8 WJD Palembang Palembang
9 WJD Banten Banten
10 WJD Jakarta Jakarta
11 WJD Bogor Bogor
07
12 WJD Bekasi Bekasi 260/KD/BPH
September
13 WJD Karawang, Purwakarta, Subang Jawa Barat Migas/Kom/IX/2011
2011
14 WJD Cirebon Cirebon
15 WJD Medan, Binjai, Serdang Sumut
16 WJD Batam Batam
17 WJD Pekanbaru Pekanbaru

VIII PT Banten Inti Gasindo


18 MS Cilegon PT Pertamina - KI Merak
16/KD/BPH 1 Agustus
Main Line - Mitsubishi Chemical Cilegon
Migas/Kom/2012 2012
Indonesia
i
Main Line - Unggul Indah Cahaya
Main - Line - Styron Indonesia
Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal

IX PT PDPDE GAS
23/KD/BPH 3
USM Simpang Abadi - MS Lontar
19 Jambi Migas/Kom/2012 Desember
Papyrus P&P
2012

X PT Indogas Kriya Guna


01/KD/BPH 10 Januari
20 TA#3 Lapindo - MS PT BaGS Sidoarjo
Migas/Kom/2013 2013

XI PT Indogas Kriya Guna


01/KD/BPH 10 Januari
21 TA#3 Lapindo - MS PT BaGS Sidoarjo
Migas/Kom/2013 2013

XII PT Sadikun Niagamas Raya


22 Cikarang Bekasi
03/KD/BPH 21 Februari
23 Cilegon Cilegon
Migas/Kom/2013 2013
24 Karawang Karawang

XIII PT Bayu Buana Gemilang


25 Cibitung
04/KD/BPH 04 April
Cikarang Jawa Barat
MIGAS/KOM/2013 2013
Cileungsi
05/KD/BPH 04 April
26 Jawa Timur Jawa Timur
MIGAS/KOM/2013 2013

XIV PT PGN (Persero) Tbk


27 Area Surabaya - Gresik Surabaya 06/KD/BPH 25 April

i
28 Area Sidoarjo - Mojokerto Sidoarjo MIGAS/KOM/2013 2013
29 Area Pasuruan - Probolinggo Pasuruan
Hak Khusus
No Badan Usaha Wilayah Administrasi
Nomor Tanggal
XV PT Gagas Energi Indonesia
30 16/KD/BPH 22 Juli
Offtake Perawang - MS PT IKPP Tbk Siak, Riau
Migas/Kom/2013 2013

XVI PT Gresik Migas


Delivery Point PHE WMO & PT GM - 17/KD/BPH 22 Juli
31 Gresik, Jawa Timur
MS PTGM Migas/Kom/2013 2013

XVII PT Surya Cipta Internusa


27/KD/BPH 26
32 Wilayah Distribusi Gresik Gresik, Jawa Timur Migas/Kom/2013 November
2013

XVIII PT Intermega Sabaku Indonesia


JOB Pertamina Salawati Plant - TAC 28/KD/BPH 26
33 Pertamina Intermega Sabaku Central Sorong, Papua Barat Migas/Kom/2013 November
Plant Salawati 2013

i
PIPA GAS BUMI EKSISTING

PIPA NIAGA
PIPA PENGANGKUTAN DEDICATED HILIR
(OPEN ACCESS) Panjang total 4213,54 km
Panjang total 3773,82 km Diameter antara 20 mm – 32 inchi
Diameter antara 8 – 32 inchi
Pengangkutan
Badan Panjang
Usaha (km) Prosentase

PGN 1,038.40 27.52%

Pertagas 1,589.29 42.11%

TGI 1,006.00 26.66%

BU Lain 140.13 3.71%

i
1.5 POTENSI SEKTOR HILIR MIGAS

Indonesia merupakan Negara Kepulauan, hampir sekitar 70% wilayah Indonesia merupakan lautan yang menjadi penghubung antara pulau
satu dengan pulau lainnya. Wilayah yang luas dan perlu pemersatu maka Indonesia sering disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Dengan kondisi geografis seperti itu maka, potensi pengelolaan sektor hilir migas di seluruh wilayah NKRI sangatlah besar. Adapun
potensi sektor hilir migas yang ada di seluruh wilayah NKRI adalah sebagai berikut:
1. Jalur pendistribusian BBM ke seluruh wilayah NKRI sangatlah luas sehingga potensial untuk dikelola secara bersistem dan
berintgrasi;
2. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 253,60 juta jiwa dan menduduki peringkat ke 4 dunia setelah China, India, Amerika Serikat
(berdasarkan biro sensus BPS per 2014), dengan jumlah penduduk sebesar ini membutuhkan energi sangat besar;
3. Menurut Badan Pusat Statistik, hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun
mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025. Melihat pertumbuhan
penduduk Indonesia masih cukup tinggi ini, mengakibatkan kebutuhan energi akan terus meningkat;
4. Perlu dilakukan diversifikasi energi yaitu mengurangi ketergantungan pada BBM dengan meningkatkan pemanfaatan Gas Bumi yang
merupakan energi murah dan ramah lingkungan.

Penggerak pertumbuhan permintaan energi adalah pertumbuhan ekonomi yang diwujudkan sebagai parameter Produk Domestik Bruto
(PDB) dan populasi, dengan mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2025 mengikuti Proyeksi
Penduduk Indonesia 2025 (BPS) dan 2025-2030 mengikuti trend perkembangan tahun-tahun terakhir proyeksi BPS tersebut, pertumbuhan
ekonomi (PDB) 5,5% hingga 2015 kemudian naik secara gradual hingga 6,5% di tahun 2020 dan menjadi 7,0% sejak tahun 2020 hingga
2030, serta beberapa asumsi teknis energi lainnya termasuk harga minyak mentah USD 80 per barel.

i
Salah satu hasil yang diperoleh dari simulasi dan perhitungan adalah sebagai berikut permintaan energi final masa mendatang akan
didominasi oleh permintaan dari sector industry (47,3%, diikuti oleh sector transportasi (29,8%) dan rumah tangga (14,1%), dengan
pertumbuhan masing-masing sektor sebagai berikut industry 6,2%, transportasi 6,1%, rumah tangga 2,2%, komersial 4,9% dan PKP 3,8%.
Sebagai hasil upaya-upaya konservasi, pertumbuhan permintaan energi final menurut skenario dasar, masing-masing 4,8% per tahun dan
4,4% per tahun. Menurut jenis energinya, permintaan energi final masa mendatang masih didominasi oleh BBM. Bersasarkan skenario
dasar, bauran permintaan energi final 2030 menjadi BBM 31,1%, gas bumi 23,7%, listrik 18,7%, batubara 15,2%, biomasa 6,1%, BBN 2,7%
dan LPG 2,4%. Bauran Energi final menurut Skenario Energy Security dan Skenario Mitigasi tidak banyak berbeda dengan Skenario Dasar
kecuali BBN dimana pada Skenario Mitigasi pangsa BBN akan mencapai sekitar 6,0%. Dari sisi pasokan, energi Indonesia masa
mendatang masih akan didominasi oleh batubara diikuti oleh minyak bumi dan gas bumi, walaupun pangsa Energi Baru dan Terbarukan
(EBT) juga berkembang cukup pesat. (sumber:IEO-2010)

Pada saat ini cadangan minyak Indonesia menurun menjadi hanya sekitar 3,70 milyar barrel. Kemampuan produksi minyak Indonesia juga
tercatat mengalami penurunan signifikan menjadi tinggal kisaran 830 – 850 ribu barrel per hari. Sementara seiring bertambahnya kapasitas
ekonomi dan jumlah kendaraan, konsumsi minyak nasional justru meningkat signifikan menjadi sekitar 1,5 juta barrel per hari. Karena
kondisi tersebut dalam beberapa tahun terakhir neraca perdagangan minyak nasional berada pada kondisi defisit. Defisit neraca
perdagangan minyak tercatat terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2009 defisit neraca perdangan minyak nasional tercatat baru
sebesar 4,01 milyar USD. Sedangkan pada tahun 2013 telah mencapai 22,47 milyar USD atau meningkat sebesar 460 % dalam kurun 4
tahun. Defisit yang semakin tinggi tersebut karena konsumsi yang terus meningkat dan kapasitas kilang yang terbatas. Terbatasnya
kapasitas kilang menyebabkan impor harus dilakukan dalam bentuk produk yang harganya jauh lebih mahal. Sehingga defisit neraca
perdagangan semakin tinggi.

Melihat respon kebijakan yang relatif minim, pengambil kebijakan tampaknya belum begitu menyadari bahwa krisis telah terjadi di sektor
migas nasional. Krisis yang telah memberikan dampak signifikan terhadap belanja subsidi energi di APBN dan juga defisit neraca
perdagangan tersebut cenderung dianggap hal biasa. Sikap dan cara pandang pemerintah terefleksikan dalam kebijakan yang

i
diimplementasikan. Sebagai contoh sampai saat ini pemerintah relatif belum memiliki upaya kongrit untuk menyelesaikan permasalahan
subsidi BBM.

BAB II
TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS

2.1 TUJUAN
Adapun Tujuan BPH Migas adalah sebagai berikut :
a. Mewujudkan organisasi BPH Migas yang handal, kredibel dan kuat dalam melakukan pengaturan dan pengawasan penyediaan
dan pendistribusian BBM dan mengoptimalkan sistem pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha pengangkutan gas bumi
melalui pipa dalam rangka meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam negeri.
b. Mewujudkan BPH Migas yang good governance dan terwujudnya citra BPH Migas yang baik ditingkat nasional dan
internasional.

2.2 SASARAN STRATEGIS


Adapun Sasaran Strategis BPH Migas adalah sebagai berikut :
a. Tersedianya Pengaturan dan Penetapan seta terlaksananya Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar
Minyak di Seluruh Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. Terwujudnya Ketahanan Cadangan BBM Nasional dari masing-masing Badan Usaha;
i
c. Tercapainya Peningkatan Pemanfaatan dan Pengambangan Infrastruktur Ruas transmisi dan/atau Wilayah Jaringan Distribusi
Gas Bumi melalui Pipa;
d. Tercapainya Peningkatan Volume Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi melalui Pipa;
e. Terwujudnya Kepuasan Pelayanan BPH Migas kepada Badan Usaha Pembayar Iuran.

BAB III
ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

1.1 ARAH KEBIJAKAN


 Pengaturan dan Penetapan;
 Pengawasan;
 Pengusulan Kebijakan;
 Penyelesaian perselisihan.

1.2 STRATEGI DAN RENCANA AKSI


1.2.1 STRATEGI
PROGRAM KERJA
 Melakukan Pembinaan kepada Badan Usaha yang diatur. Membuat pedoman mekanisme pengelolaan iuran.
 Memberikan pelayanan kepada Badan Usaha yang telah membayar iuran.
 Menetapkan target penerimaan PNBP dari iuran Badan Usaha sebagai dana operasional BPH Migas.
 Menyusun rencana kerja dan anggaran secara efektif dan efisien.
 Koordinasi efektivitas program kerja BPH Migas dengan Pemerintah Daerah.
i
 Membuat sistem data iuran dan data keuangan yang terintegrasi.
 Menyampaikan laporan kinerja kepada Presiden RI sebagai bahan audit kinerja BPH Migas.
 Melakukan kerjasama dengan Stakeholder, Pemerintah Daerah dan Badan Regulasi Bidang Hilir Migas di Luar Negeri.
 Menyusun panduan kaidah TLSK di lingkungan BPH Migas.
 Meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia.
 Menyusun prosedur kerja, pertimbangan hukum dan perumusan peraturan/ keputusan BPH Migas.
 Melakukan inventarisasi dan evaluasi permasalahan peraturan.
 Mengadakan pertemuan berkala dengan wartawan untuk memberikan pembekalan perihal kebijakan yang diterbitkan oleh
BPH Migas maupun berita-berita terkini seputar kegiatan hilir migas.
 Menyelenggarakan Stakeholders Meeting.
 Mengefektifkan kehumasan sebagai juru bicara dan pusat informasi BPH Migas.
 Menerbitkan media informasi dan iklan layanan masyarakat untuk memberikan pemahamantentang kinerja kegiatan BPH
Migas.
 Mengadakan Sosialisasi dan/atau seminar BPH Migas di daerah.
 Mengadakan MoU dengan Pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota.
 Meningkatkan peran Teknologi Informasi (IT) dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BPH Migas.

PENGATURAN :
 Menetapkan dan mengatur Wilayah Distribusi Niaga BBM untuk Badan Usaha pemegang Izin Usaha Niaga berikut
tatacaranya;
 Menugaskan Badan Usaha untuk melaksanakan Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM tertentu;
 Mengatur Kewajiban Badan Usaha untuk melakukan operasi di daerah yang mekanisme pasarnya belum berjalan dan/atau
daerah terpencil;

i
 Mengatur Kewajiban Pendaftaran bagi Badan Usaha yang melaksanakan kegiatan Usaha BBM;
 Melakukan koordinasi dengan Pemerintah terkait pengaturan Cadangan BBM Nasional;
 Mengatur dan menetapkan volume alokasi Cadangan Operasional masing-masing Badan Usaha sesuai dengan Izin
Usaha;
 Menetapkan mekanisme penggunaan Cadangan Operasional Badan Usaha pada saat terjadi kelangkaan;
 Mengatur dan menetapkan Pemanfaatan fasilitas bersama :
o Di daerah yang pasarnya sudah berjalan (kesepakatan “B to B”);
o Di daerah yang terjadi kelangkaan BBM;
o Di daerah terpencil;
 Mengatur Ketersediaan BBM hasil kegiatan usaha pengolahan oleh Badan Usaha untuk pemenuhan cadangan BBM dan
kebutuhan dalam negeri;
 Menyelesaikan perselisihan yang timbul berkaitan dengan kegiatan usaha Niaga BBM;
 Mengatur Besaran iuran Badan Usaha yang mempunyai kegiatan usaha di bidang penyediaan dan pendistribusian BBM
sesuai dengan volume BBM yang diperdagangkan berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah;
 Mengatur Pemberian sanksi yang berkaitan dengan pelanggaran kewajiban Badan Usaha dalam penyediaan dan
pendistribusian BBM serta alokasi Cadangan Operasional Peruntukan pemakaian BBM;
 Mengoptimalkan peran Sistem informasi dalam penyediaan dan pendistribusian BBM;
 Mengatur Manajemen Penyediaan dan pendistribusian BBM dalam rangka menghindari dan menanggulangi kelangkaan;
 Melakukan pengaturan Pengurangan penggunaan BBM bersubsidi dengan cara konversi dsb;
 Mengatur Mekanisme penyediaan BBM melalui produksi kilang dalam negeri dan atau impor;
 Memberikan penghargaan kepada Badan Usaha yang berprestasi dalam mendorong pertumbuhan investasi untuk
penyediaan & pendistribusian BBM;
 Mengatur Penataan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian BBM;

i
 Melakukan Inventarisasi Data dan Pemeriksaan Fisik Pipa Transmisi Dan Distribusi Gas Bumi Dalam Rangka pemberian
Hak Khusus;
 Melaksanakan Lelang Hak Khusus Ruas Transmisi Dan Wilayah Jaringan Distribusi Gas Bumi Nasional;
 Melakukan Evaluasi Pengaturan Akses (Access Arrangement) pada Ruas Transmisi dan/ atau Wilayah Jaringan Distribusi
Milik Badan Usaha;
 Mengatur Pemanfaatan bersama fasilitas pengangkutan gas bumi melalui pipa transmisi dan/atau wilayah jaringan
distribusi gas bumi melalui pipa.
 Menyusun database kegiatan usaha hilir gas bumi melalui pipa.

PENGAWASAN :
 Mengawasi pelaksanaan pengaturan dan penetapan BPH Migas;
 Mengawasi Penyediaan dan pendistribusian BBM yang telah mengikuti mekanisme pasar;
 Mengawasi Penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran;
 Mengawasi Kelancaran penyediaan dan distribusi BBM yang berkaitan dengan gangguan operasional;
 Mengawasi Perkembangan harga BBM dalam rangka menjaga kestabilan penyediaan dan pendistribusian BBM;
 Mengawasi Pelaksanaan Izin Usaha penyediaan dan pendistribusian BBM;
 Mengawasi Pelaksanaan penyediaan BBM hasil produksi kilang dan impor;
 Mengawasi Penyalahgunaan BBM
 Pengawasan dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) dalam penyediaan dan pendistribusian BBM.
 Pengawasan Akun Pengaturan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
 Pengawasan dan Evaluasi Penerapan Harga Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil;
 Pengawasan dan Evaluasi Penerapan Tarif Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa;

i
 Pengawasan Pelaksanaan Pemanfaatan Bersama Fasilitas Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa Transmisi dan Jaringan
Distribusi Gas Bumi;
 Pengawasan atas Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hilir di Bidang Gas Bumi Berdasarkan Izin Usaha (Pengolahan,
Pengangkutan, Penyimpanan dan Niaga);

i
RENCANA STRATEGIS
BADAN PENGATUR HILIR MINYAK DAN GAS BUMI

SASARAN PROGRAM KEGIATAN BPH MIGAS TH 2008-2012


DIREKTORAT BBM

1 Tersedianya dan terdistribusinya Bahan Bakar Minyak keseluruh Wilayah NKRI sehingga tidak
RENCANA STRATEGIS BPH terjadi kelangkaan BBM dalam rangka mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk
MIGAS TH 2008-2012 mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
2 Tersedianya BBM yang terdiri atas masing-masing jenis dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan dalam terhitung hari / bulan/ tahun dalam bentuk cadangan BBM nasional.
a. Tersedianya Pengaturan dan
3 Tersedianya infrastruktur yang berupa fasilitas penyimpanan BBM (depot/ritel outlet) dan alat
Penetapan seta terlaksananya
pengangkutan berupa moda angkutan darat dan laut yang memadai untuk dimanfaatkan secara
Pengawasan Penyediaan dan
optimal, efektif dan efisien.
Pendistribusian Bahan Bakar
Minyak di Seluruh Wilayah DIREKTORAT GAS BUMI
Negara Kesatuan Republik
1. Mengoptimalkan sistem pengaturan kegiatan bisnis gas melalui pipa.
Indonesia
2. Mengoptimalkan sistem pengawasan kegiatan bisnis gas bumi melalui pipa.
b. Terwujudnya Ketahanan
3. Meningkatkan pengembangan infrastruktur pipa transmisi gas bumi yang terintegrasi secara
Cadangan BBM Nasional dari
nasional.
masing-masing Badan Usaha
c. Tercapainya Peningkatan SEKRETARIAT BPH MIGAS
Pemanfaatan dan
Pengambangan Infrastruktur 1. Mewujudkan organisasi BPH Migas yang handal, kredibel dan kuat untuk menjawab tantangan
Ruas transmisi dan/atau masa depan .
Wilayah Jaringan Distribusi 2. Mewujudkan BPH Migas yang Good Governance
Gas Bumi melalui Pipa 3. Mewujudkan pengelolaan keuangan yang accountable, auditable dan tepat waktu.
d. Tercapainya Peningkatan 4. Mewujudkan sarana dan prasarana perkantoran dan pengelolaannya yang dapat mendukung
Volume Pengangkutan dan kegiatan operasional BPH Migas.
Niaga Gas Bumi melalui Pipa 5. Terciptanya mekanisme tata persuratan dan kearsipan yang baik.
e. Terwujudnya Kepuasan 6. Mewujudkan pelayanan prima di bidang hukum .
Pelayanan BPH Migas kepada 7. Meningkatkan citra BPH Migas di tingkat Nasional dan Internasional .
Badan Usaha Pembayar Iuran 8. Mewujudkan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi untuk pelaksanaan tugas dan fungsi
BPH Migas i
9. Mewujudkan pegawai yang berkualitas dan profesional.
1.2.2 RENCANA AKSI
a. Open Access Pipa Transmisi dan Distribusi Nasional direncanakan selesai Tahun 2015.
b. Program Konversi Minyak Tanah ke LPG, yang telah mampu mengurangi konsumsi Minyak Tanah secara signifikan dalam kurun
waktu 10 tahun terakhir (2004 s.d. 2014) dari 11,5 Juta KL sehingga menjadi dibawah 1 Juta KL.
c. Pembatasan konsumen pengguna BBM Bersubsidi, mulai dari langkah/tindakan melarang industri penerbangan, pembangkit
listrik, industri besar, pertambangan, perkebunan, kehutanan, perkapalan, kendaraan TNI/POLRI, Pemerintah/ BUMN/ BUMD
menggunakan BBM Bersubsidi.
d. Menghapus produk BBM Bersubsidi mulai dari Avtur, Minyak Bakar (MFO), dan Minyak Tanah secara bertahap. Saat ini di
wilayah Jawa dan Bali sudah 100% tidak ada lagi Minyak Tanah Subsidi, wilayah Sumatera (tinggal Sumatera Barat dan
Bangka Belitung), wilayah Sulawesi tahun ini (2014) diharapkan sudah bebas dari Minyak Tanah Bersubsidi, Minyak Tanah
Subsidi hanya ada di Irian Jaya, Maluku, dan NTT. Pengaturan dan Pengawasan terhadap penarikan minyak tanah dalam
rangka pelaksanaan program konversi ke LPG Tabung 3 Kg
e. Pengawasan terhadap pelarangan penggunaan BBM Bersubsidi untuk usaha industri , pembangkit listrik, pertambangan,
perkebunan, kehutanan, perkapalan non pelayaran rakyat dan non pelayaran perintis serta kendaraan TNI/POLRI, Pemerintah/
BUMN/ BUMD
f. Mengusulkan penghapusan BBM Bersubsidi untuk sektor transportasi non angkutan penumpang dan logistic
g. Mengusulkan pelarangan penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan plat Hitam dan pembayaran dengan sistim non cash.
h. Meningkatkan kordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pengawasan penggunaan Bahan Bakar Minyak di daerah.

1.3 KERANGKA REGULASI


Regulasi-regulasi yang akan diusulkan dalam Renstra BPH Migas Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang pengawasan dan pengendalian BBM Bersubsidi.
 Menyusun Peraturan BPH tentang besaran Biaya Distribusi BBM Bersubsidi pada daerah terpencil.
i
 Mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan volume cadangan BBM Nasional
 Menyusun peraturan BPH Migas tentang kewajiban Badan Usaha Niaga Umum menyediakan Cadangan BBM Operasional.
 Menambah jumlah Wilayah Distribusi Niaga (WDN).
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang pengawasan dan pemberian sanksi.
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang penyaluran BBM Bersubsidi melalui Sub Penyalur pada daerah terpencil.
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang alokasi kuota konsumen pengguna BBM Bersubsidi.
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang Pengendalian BBM Bersubsidi untuk setiap konsumen pengguna.
 Penyusunan SOP Nomor Registrasi Penyalur BBM Bersubsidi (NRPB)
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang Penataan Penyalur BBM Bersubsidi.
 Menyusun Peraturan BPH Migas tentang Penggunaan Teknologi Penanda untuk penyaluran BBM Bersubsidi.

1.4 KERANGA KELEMBAGAAN


Dalam perkembangannya BPH Migas perlu adanya Pengembangan Kapasitas Kelembagaan BPH Migas dan perlunya dibentuk
organisasi Badan Pengatur Bidang Hilir Migas yang kuat dengan mengusulkan dibentuknya Unit Eselon I di BPH Migas dan
dibukanya Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Wilayah Distribusi di seluruh NKRI.

 Pengembangan Organisasi menjadi Unit Eselon I :


1. Organisasi kerucut, dengan strata Struktural paling atas adalah Eselon I (Sekretaris Utama) yang bertanggung jawab kepada
Kepala BPH Migas.
2. Sekretaris Utama merupakan unsur penunjang yang membawahkan 4 (empat) Eselon II.
3. Organisasi eselon II terdiri dari 3 (tiga) Eselon II, kecuali fungsi Sekretariat membenahi 4 (empat) Eselon II.
4. Pembentukan Satuan Pengawas Intern dan Unit Pelaksana Teknis.

i
STRUKTUR ORGANISASI BADAN PENGATUR (USULAN)

KOMITE
BPH MIGAS

SEKRETARIS
UTAMA

DIREKTORAT PENGATURAN DIREKTORAT PENGATURAN DIREKTORAT


SEKRETARIAT PENYEDIAAN DAN PENGANGKUTAN PENGAWASAN DAN
PENDISTRIBUSIAN BBM GAS BUMI MELALUI PIPA PEMBINAAN

SATUAN
PENGAWASAN UNIT PELAKSANA
INTERNAL TEKNIS (UPT)

i
 Pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) :
1. UPT Setingkat Eselon III;
2. Ditempatkan pada Wilayah Distribusi;
3. Sebagai Kantor Perwakilan di Wilayah Distribusi;
4. Pelaksanaan Fungsi Pengawasan di Wilayah Distribusi;
5. Pelaksanaan Fungsi Pengendalian Teknis di Wilayah Distribusi.

UNIT PELAKSANA TEKNIS


(UPT)

SEKSI - 1 SEKSI - 2 SEKSI - 3

i
BAB IV
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

4.1. TARGET KINERJA


4.1.1 Indikator Kinerja Utama (IKU)

Indikator Kinerja Utama (IKU) BPH Migas tahun 2015 - 2019 memuat indikator kinerja kegiatan yang utama bagi BPH
Migas,adapun Indikator Kinerja Utama (IKU) BPH Migas tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :

No Uraian Satuan Output


2015 2016 2017 2018 2019
1 Prosentase Pengendalian Prosentase 100 100 100 100 100
Kuota Volume Jenis BBM
Tertentu Yang Ditugaskan
Kepada Badan Usaha
2 Prosentase Peningkatan Prosentase 10 2 4 6 8
Volume Konsumsi BBM Non
Subsidi Dalam Rangka Menuju
Pasar Terbuka Yang Diatur
3 Jumlah Hari Ketahanan Hari 21 21 21 22 22
Cadangan BBM Nasional dari
Masing-masing Badan Usaha
4 Jumlah Peningkatan Kilometer 13,105 15,330 15,364 15,646 18,322
Pengembangan Infrastruktur
Ruas Transmisi dan/atau
Wilayah Jaringan Distribusi
Gas Bumi Melalui Pipa
5 Volume Pengangkutan dan MSCF 1,791,591,994 1,827,423,834 1,863,972,311 1,901,251,757 1,939,276,792
Niaga Gas Bumi Melalui Pipa
6 Indeks Kepuasan Pelayanan Nilai Mutu Puas Puas Puas Sangat Puas Sangat Puas
BPH Migas Kepada Badan Layanan
Usaha Pembayar Iuran

i
4.1.2 Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) BPH Migas

Adapun Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :

IKK Pengaturan, Penetapan dan Pelaksanaan Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian BBM (Direktorat Bahan
Bakar Minyak):

1. Peraturan/ Juklak/ Juknis/ SOP Bidang Penyediaan dan Pendistribusian BBM;


2. Penunjukan Badan Usaha Pelaksana P3JBT dan Badan Usaha Jenis BBM Khusus Penugasan alokasi BBM per Propinsi
Kab/Kota;
3. Pelaksanaan Pengaturan dan Pengawasan atas Penyediaan dan Pendistribusian BBM;
4. Peraturan Cadangan BBM Nasional;
5. Sistem Informasi Penyediaan dan Pendistribusian BBM;
6. Layanan Dukungan Manajemen Bidang BBM;
7. Kepatuhan Badan Usaha melaporkan kegiatan Usaha;

IKK Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan pada Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa (Direktorat
Gas Bumi):

1. Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan Hak Khusus Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi melalui Pipa;
2. Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan Pemanfaatan Bersama Fasilitas Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi melalui Pipa;
3. Layanan Manajemen Direktorat Gas Bumi;
4. Penetapan Tarif Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dan Pelaporan Akun Pengaturan (Regulatory Account) Kegiatan
Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa;
5. Ketetapan Harga Gas Bumi Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil;
6. Pengawasan Pengusahaan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi melalui Pipa;
7. Layanan Data dan Informasi Usaha Gas Bumi;

IKK Dukungan Manajemen dan Dukungan Pelaksanaan Tugas Teknis BPH Migas (Sekretariat BPH Migas):
i
1. Iuran Badan Usaha;
2. Layanan Perencanaan;
3. Evaluasi Kegiatan;
4. Laporan Keuangan;
5. Regulasi Bidang Hilir Migas;
6. Layanan Pertimbangan Hukum;
7. Layanan Kehumasan;
8. Layanan Kepegawaian, Organisasi, Ketatalaksanaan dan Kerumahtanggaan;
9. Layanan Pengelolaan Sistem Data Informasi;
10. Operasional Perkantoran.

4.2. KERANGKA PENDANAAN


Program dan Kegiatan Baseline Anggaran

ARSITEKTUR DAN INFORMASI KINERJA BPH MIGAS


TAHUN 2015 - 2019

ANGGARAN, TARGET & REALISASI KINERJA


KINERJA PAGU 2015 PAGU 2016 PAGU 2017 PAGU 2018 PAGU 2019
TARGET TARGET TARGET TARGET TARGET

Outcome 1
:
Meningkatkan alokasi energi domestik
Indikator Outcome 1.1 (IKU 01) :
Volume Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi Melalui Pipa 1.791.591.994 1.827.423.834 1.863.972.311 1.901.251.757 1.939.276.792
MSCF MSCF MSCF MSCF MSCF

Anggaran 12,350,000,000 8,700,000,000 9,570,000,000 10,527,000,000 11,579,700,000


Output 4:

i
Penetapan Tarif Pengangkutan Gas Bumi Melalui
Pipa dan Pelaporan Akun Pengaturan
(Regulatory Account) Kegiatan Pengangkutan
Gas Bumi Melalui Pipa
Indikator Output 4 :
Jumlah Evaluasi Perhitungan Tarif Pengangkutan 1 Tarif 1 Tarif 1 Tarif 1 Tarif 1 Tarif
Gas Bumi melalui Pipa Berdasarkan Usulan
Badan Usaha
Anggaran
1,500,000,000 1,900,000,000 2,090,000,000 2,299,000,000 2,528,900,000
Aktifitas:
1 Analisa Perhitungan Tarif Pengangkutan
Gas Bumi melalui Pipa untuk Badan 750,000,000 1,200,000,000 1,320,000,000 1,452,000,000 1,597,200,000
Usaha yang telah Memiliki Hak Khusus
2 Monitoring dan Evaluasi Pelaporan Akun
Pengaturan (Regulatory Account) 750,000,000 700,000,000 770,000,000 847,000,000 931,700,000
Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi
melalui Pipa
Output 5:
Ketetapan Harga Gas Bumi Rumah Tangga dan
Pelanggan Kecil
Indikator Output 5 :
Jumlah Evaluasi Harga Gas Bumi untuk Rumah 1 Harga Gas Bumi 2 Harga Gas Bumi 2 Harga Gas Bumi 2 Harga Gas Bumi 2 Harga Gas Bumi
Tangga dan Pelanggan Kecil Berdasarkan Usulan
Badan Usaha
Anggaran
1,250,000,000 1,000,000,000 1,100,000,000 1,210,000,000 1,331,000,000
Aktifitas:
3 Penetapan Harga Gas Bumi untuk Rumah
Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK) 750,000,000 - - - -
pada Jaringan Kota Gas
4 Pengawasan Penerapan Harga Gas Bumi
untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil 500,000,000 - - - -
5 Penetapan, Pengawasan dan Evaluasi
Harga Gas Bumi untuk Rumah Tangga - 1,000,000,000 1,100,000,000 1,210,000,000 1,331,000,000
dan Pelanggan Kecil
Output 6:
Pengawasan Pengusahaan Transmisi dan
Distribusi Gas Bumi Melalui Pipa

i
Indikator Output 6 : 28 Frekuensi 29 Frekuensi 30 Frekuensi 31 Frekuensi 32 Frekuensi
Jumlah Frekwensi Pengawasan Pipa Transmisi
dan Distribusi Gas Bumi
Anggaran
8,600,000,000 5,800,000,000 6,380,000,000 7,018,000,000 7,719,800,000
Aktifitas:
6 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi Cirebon - 1,750,000,000 - - - -
Semarang
7 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi Gresik - 750,000,000 - - - -
Semarang
8 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi Kepodang - 1,000,000,000 - - - -
Tambak Lorok Sebagai Pembangunan
Tahap I Ruas Transmisi KALIJA
9 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Pipa Open Access Porong - PLTG Grati 500,000,000 - - - -
Jawa Timur
10 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi Tegal Gede - 500,000,000 - - - -
Muara Tawar - Muara Karang
11 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi Arun - Belawan 500,000,000 - - - -
12 Pengawasan Kegiatan Usaha
Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi - 1,600,000,000 1,760,000,000 1,936,000,000 2,129,600,000
Melalui Pipa
13 Verifikasi Volume Pengaliran Gas Bumi
pada Badan Usaha Pengangkutan Gas 800,000,000 - - - -
Bumi Melalui Pipa
14 Verifikasi Volume Penjualan Gas Bumi
pada Badan Usaha Niaga Gas Bumi 800,000,000 - - - -
Melalui Pipa
15 Uji Petik Hasil Verifikasi Volume
Pengaliran Gas Bumi pada Badan Usaha 1,000,000,000 - - - -
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
16 Uji Petik Hasil Verifikasi Volume
Penjualan Gas Bumi pada Badan Usaha 1,000,000,000 - - - -
Niaga Gas Bumi Melalui Pipa
17 Verifikasi Volume dan Uji Petik
i
Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi - 2,100,000,000 2,310,000,000 2,541,000,000 2,795,100,000
Melalui Pipa pada Badan Usaha
18 Monitoring dan Evaluasi Pembangunan
Ruas Transmisi Gas Bumi - 2,100,000,000 2,310,000,000 2,541,000,000 2,795,100,000
Output 7:
Layanan Data dan Informasi Usaha Gas Bumi
Indikator Output 7 :
Jumlah Bulan Layanan Data dan Informasi Usaha
Gas Bumi 12 Bulan Layanan
Anggaran
1,000,000,000 - - - -
Aktifitas:
19 Rekapitulasi Data dan Informasi Kegiatan
Usaha Gas Bumi Melalui Pipa 1,000,000,000 - - -
Outcome 1 :
Meningkatkan alokasi energi domestik
Indikator Outcome 1.2 (IKU 02) :
Jumlah Hari Ketahanan Cadangan BBM Nasional dari
Masing-masing Badan Usaha 21 Hari 21 Hari 21 Hari 22 Hari 22 Hari

Anggaran Rp5,136,285,000 Rp18,165,011,700 Rp17,654,366,470 Rp18,960,179,287 Rp20,381,420,583


Output 4:
Peraturan Cadangan BBM Nasional
Indikator Output 4 :
Jumlah Peraturan Mengenai Cadangan BBM 1 Draft Peraturan & 1 Draft Peraturan & 1 Draft Peraturan & 1 Draft Peraturan &
Nasional 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan 1 Laporan
Anggaran Rp466,200,000 Rp3,247,775,300 Rp3,572,552,830 Rp3,929,808,113 Rp4,322,788,924
Aktifitas:
20 Koordinasi Penyiapan Pengaturan,
Pengelolaan dan Pengawasan Cadangan - Rp2,931,893,924.3
BBM Nasional Rp2,202,775,300 Rp2,423,052,830 Rp2,665,358,113 0
21 Monitoring Cadangan Operasional Badan
Usaha Dalam Rangka Menjaga Ketahanan
Stok BBM Rp466,200,000 Rp1,045,000,000 Rp1,149,500,000 Rp1,264,450,000 Rp1,390,895,000
Output 5 :
Sistem Informasi Penyediaan dan Pendistribusian
BBM

i
Indikator Output 5 :
- Jumlah Laporan Layanan Data dan Informasi
serta Sistem Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian BBM
- Jumlah Pengelolaan Sistem Informasi
Direktorat BBM Dalam Rangka Pengawasan
Penyediaan dan Pendistribusian BBM 10 Laporan
- Jumlah Pengembangan Sistem Pengawasan
Pendistribusian Tertutup Jenis BBM Tertentu
Secara Bertahap 1 Laporan
Anggaran Rp0 Rp3,260,031,000 Rp1,703,934,100 Rp1,874,327,510 Rp2,061,760,261
Aktifitas:
22 Monitoring dan Updating Data dan
Infrastruktur Penyediaan dan -
Pendistribusian BBM Berbasis IT Rp1,549,031,000 Rp1,703,934,100 Rp1,874,327,510 Rp2,061,760,261
23 Jasa Teknologi Pengembangan Sistem
Pengawasan dan Pengaturan (War Room) - Rp1,711,000,000 - - -
Output 6 :
Layanan Dukungan Manajemen Bidang BBM
Indikator Output 6 :
Jumlah Laporan Layanan Dukungan Manajemen
Bidang BBM 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan 2 Laporan
Anggaran Rp4,670,085,000 Rp11,657,205,400 Rp12,377,879,540 Rp13,156,043,664 Rp13,996,871,398
Aktifitas:
24 Koordinasi Dengan Pemerintah Daerah
Dalam Rangka Evaluasi Penyediaan dan Rp3,327,064,988.4 Rp3,393,606,288.1
Pendistribusian BBM Rp1,065,957,000 Rp3,197,871,000 Rp3,261,828,420 0 7
25 Skema Pengembangan Pembentukan
Pengaturan dan Pelaksanaan
Pengawasan BPH Migas dengan
Komparasi dari Badan
Pengatur/Kementerian Hilir Minyak dan Rp4,380,840,109.8
Gas Bumi di negara lain Rp3,604,128,000 Rp3,784,334,400 Rp3,973,551,120 Rp4,172,228,676 0
26 Dukungan Manajemen Kegiatan
Direktorat BBM - Rp4,675,000,000 Rp5,142,500,000 Rp5,656,750,000 Rp6,222,425,000

Outcome 2
:

i
Peningkatan pengembangan infrastruktur gas bumi
Indikator Outcome 2 (IKU 03) :
Jumlah peningkatan pengembangan infrastruktur ruas 13.105 KM 15.330 KM 15.364 KM 15.646 KM 18.322 KM
transmisi dan/atau wilayah jaringan distribusi gas bumi
melalui pipa

Anggaran 16,281,813,000 9,771,236,000 9,648,359,600 10,613,195,560 11,674,515,120


Output 1:
Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan Hak
Khusus Pengangkutan dan Niaga Gas Bumi
Melalui Pipa
Indikator Output 1 :
SK Hak Khusus Pengangkutan dan Niaga Gas 2 SK 2 SK 2 SK 2 SK 2 SK
Bumi Melalui Pipa Berdasarkan Usulan Badan
Usaha
Anggaran
6,515,896,000 3,800,000,000 3,080,000,000 3,388,000,000 3,726,800,000
Aktifitas:
27 Inventarisasi Data dan Pemeriksaan Fisik
Fasilitas Pengangkutan dan Niaga Gas 1,300,000,000 - - - -
Bumi Melalui Pipa
28 Lelang Wilayah Jaringan Distribusi Gas
Bumi Dalam Rangka Pemberian Hak 1,000,000,000 - - - -
Khusus
29 Penyusunan Draft Revisi Peraturan BPH
Migas Nomor 19/P/BPH MIGAS/XI/2010 1,302,478,000 - - - -
Tentang Pemberian Hak Khusus
Pengangkutan Dan Niaga Gas Bumi
Melalui Pipa
30 Penyusunan Draft Revisi Peraturan BPH
Migas Nomor 12/P/BPH Migas/II/2008 1,163,418,000 - - - -
Tentang Lelang Ruas Transmisi dan
Wilayah Jaringan Distribusi Gas Bumi
dalam Rangka Pemberian Hak Khusus
31 Pengawasan Hak Khusus Niaga Gas Bumi
melalui Pipa Berfasilitas 500,000,000 - - - -
32 Pengawasan Hak Khusus Pengangkutan
Gas Bumi melalui Pipa 500,000,000 - - - -
33 Pengawasan Hak Khusus Pengangkutan

i
dan Niaga Gas Bumi melalui Pipa - 500,000,000 550,000,000 605,000,000 665,500,000
34 Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan Usaha
Hilir di Bidang Gas Bumi Berdasarkan Izin 750,000,000 - - - -
Usaha
35 Pemberian Hak Khusus Pengangkutan
dan/atau Niaga Gas Bumi Melalui Pipa - 800,000,000 880,000,000 968,000,000 1,064,800,000
36 Kajian roadmap pembangunan
infrastruktur gas hilir yang terintegrasi - 1,000,000,000 - - -
37 Strategi Pengembangan Infrastruktur Gas
Bumi dengan Badan Regulator Gas Bumi - 1,500,000,000 1,650,000,000 1,815,000,000 1,996,500,000
di Luar Negeri
Output 2:
Pengaturan, Penetapan dan Pengawasan
Pemanfaatan Bersama Fasilitas Pengangkutan
Gas Bumi Melalui Pipa
Indikator Output 2 :
Jumlah SK Persetujuan Pengaturan Akses pada 1 SK 1 SK 1 SK 1 SK 1 SK
Ruas Transmisi dan/atau Wilayah Jaringan
Distribusi Gas Bumi Berdasarkan Usulan Badan
Usaha
Anggaran
1,500,000,000 2,203,290,000 2,423,619,000 2,665,980,900 2,932,578,990
Aktifitas:
38 Koordinasi BPH Migas dengan Pihak
Terkait dalam Rangka Pengaturan 500,000,000 1,203,290,000 1,323,619,000 1,455,980,900 1,601,578,990
Pemanfaatan Bersama Fasilitas
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
39 Penetapan Pengaturan Akses pada Ruas
Transmisi dan/atau Wilayah Jaringan 500,000,000 500,000,000 550,000,000 605,000,000 665,500,000
Distribusi Gas Bumi Milik Badan Usaha
40 Pengawasan Pelaksanaan Pemanfaatan
Bersama Fasilitas Pengangkutan Gas 500,000,000 500,000,000 550,000,000 605,000,000 665,500,000
Bumi Melalui Pipa
Output 3:
Layanan Manajemen Direktorat Gas Bumi
Indikator Output 3 :
Jumlah Bulan Layanan 12 BLN 12 BLN 12 BLN 12 BLN 12 BLN
Anggaran
8,265,917,000 3,767,946,000 4,144,740,600 4,559,214,660 5,015,136,130
i
Aktifitas:
41 Perencanaan Kegiatan dan Anggaran
Direktorat Gas Bumi 500,000,000 - - - -
42 Monitoring dan Evaluasi Kegiatan
Direktorat Gas Bumi 500,000,000 - - - -
43 Penyusunan Bahan Rapat dan Laporan
Kepada Instansi Terkait 500,000,000 - - - -
44 Perencanaan dan Evaluasi Kegiatan
Direktorat Gas Bumi - 1,500,000,000 1,650,000,000 1,815,000,000 1,996,500,000
45 Koordinasi dengan Para Pemangku
Kepentingan (Stakeholders) Direktorat 750,000,000 - - - -
Gas Bumi
46 Forum Diskusi Bersama BPH Migas
dengan Para Pemangku Kepentingan 2,000,000,000 790,860,000 869,946,000 956,940,600 1,052,634,660
(Stakeholders)
47 Dengar Pendapat (Public Hearing) BPH
Migas dan Pihak Terkait 1,000,000,000 - - - -
48 Strategi Pengembangan Infrastruktur Gas
Bumi deangan Badan Regulator Gas Bumi 3,015,917,000 - - - -
di Luar Negeri
49 Penyusunan Data dan Informasi
Pengusahaan Hilir Gas Bumi - 1,477,086,000 1,624,794,600 1,787,274,060 1,966,001,470
Outcome 3 :
Tersedianya pengaturan dan penetapan serta
terlaksananya pengawasan penyediaan dan
pendistribusian bahan bakar minyak di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indikator Outcome 3.1 (IKU 04) :
Persentase pengendalian kuota volume jenis Bahan
Bakar Minyak tertentu yang ditugaskan kepada badan
usaha 100 prosen 100 prosen 100 prosen 100 prosen 100 prosen
Anggaran Rp17,667,024,000 Rp33,684,021,500 Rp35,720,189,090 Rp37,951,340,468 Rp40,396,801,353
Output 1 :
Peraturan/Juklak/Juknis/SOP Bidang Penyediaan
dan Pendistribusian BBM

Indikator Output:
Jumlah Peraturan/Juklak/Juknis/SOP Bidang 1 Peraturan/
2 Peraturan/ 1 Peraturan/ 1 Peraturan 1 Peraturan/
Penyediaan dan Pendistribusian BBM Juklak/Juknis/SOP
Juklak/Juknis/SOP Juklak/Juknis/SOP /Juklak/Juknis/SOP Juklak/Juknis/SOP

i
Anggaran Rp2,551,461,000.0 Rp2,602,490,220.0 Rp2,654,540,024.4 Rp2,707,630,824.8
Rp1,537,424,000 0 0 0 9
Aktifitas:
50 Penyusunan Peraturan Yang Terkait
Dengan Peraturan & Pengawasan atas Rp2,654,540,024.4 Rp2,707,630,824.8
Penyediaan dan Pendistribusian BBM Rp1,537,424,000 Rp2,551,461,000 Rp2,602,490,220 0 9
Output 2 :
Penunjukan Badan Usaha Pelaksana P3JBT dan
Badan Usaha Jenis BBM Khusus Penugasan
Alokasi BBM Per Provinsi, Kabupaten/Kota
Tahun 2017
Indikator Output:
Jumlah Surat Keputusan Penunjukan Badan
Usaha Pelaksana P3JBT
24 Laporan 3 Laporan 3 Laporan 3 Laporan 3 Laporan
Anggaran Rp7,149,574,000.0 Rp7,636,999,720.0 Rp8,168,617,378.4 Rp8,748,755,156.3
Rp0 0 0 0 7
Aktifitas:
51 Persiapan dan penunjukkan Badan Usaha
Pelaksana Penugasan Penyediaan & -
Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) Rp2,959,049,498.4 Rp3,018,230,488.3
dan Jenis BBM Khusus Penugasan Rp2,844,146,000 Rp2,901,028,920 0 7
52 Analisis dan Penyusunan Kuota Volume
JBT Tahun 2017 - Rp4,305,428,000 Rp4,735,970,800 Rp5,209,567,880 Rp5,730,524,668
Output 3 :
Pelaksanaan Pengaturan dan Pegawasan atas
Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Indikator Output:
Jumlah Laporan Pelaksanaan Pengaturan dan
Pegawasan atas Penyediaan dan Pendistribusian
BBM 15 Laporan 6 Laporan 3 Laporan 3 Laporan 3 Laporan
Anggaran Rp16,129,600,000 Rp23,982,986,500 Rp25,480,699,150 Rp27,128,183,065 Rp28,940,415,372
Aktifitas:
53 Koordinasi & Rekomendasi Hasil
Penyelidikan, Penyidikan & Keterangan
Ahli pada Kegt. Penanggulangan
Penyalahgunaan Penyediaan &
Pendistribusian BBM & Pengangkutan GB Rp16,129,600,000 Rp9,005,860,000 Rp9,005,860,000 Rp9,005,860,000 Rp9,005,860,000

i
Melalui Pipa (SBK)
54 Koordinasi dan Pengawasan Terhadap
Penyediaan, Pendistribusian dan Harga -
Jual Eceran BBM Jenis Tertentu, BBM
Khusus Penugasan dan Jenis BBM Umum
Tahun 2016 di Seluruh Wilayah NKRI Rp4,525,734,000 Rp4,978,307,400 Rp5,476,138,140 Rp6,023,751,954
55 Koordinasi Pemantauan dan Klarifikasi
Terhadap Laporan Kegiatan Badan Usaha -
Dalam Penyediaan BBM dari Produk
Impor & Kilang Dalam Negeri Rp4,316,000,000 Rp4,747,600,000 Rp5,222,360,000 Rp5,744,596,000
56 Koordinasi dan Pengawasan Terhadap
Kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian -
JBT dan BBM Khusus Penugasan pada
Daerah Tertinggal, Terluar dan
Perbatasan Rp4,736,000,000 Rp5,209,600,000 Rp5,730,560,000 Rp6,303,616,000
57 Pelaksanaan Pemberian Nomor Registrasi
Usaha & Nomor Registrasi Penyalur BBM -
Berubsidi (NRPNB) serta Monitoring atas Rp1,862,591,417.5
Perselisihan Antar Badan Usaha Rp1,399,392,500 Rp1,539,331,750 Rp1,693,264,925 0
Outcome 3 :
Tersedianya pengaturan dan penetapan serta
terlaksananya pengawasan penyediaan dan
pendistribusian bahan bakar minyak di seluruh wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indikator Outcome 3.2 (IKU 05) :
Persentase peningkatan volume konsumsi Bahan Bakar
Minyak nonsubsidi dalam rangka menuju pasar terbuka
yang diatur 10 persen 2 persen 4 persen 6 persen 8 persen
Anggaran Rp2,116,086,000 Rp4,630,000,000 Rp5,093,000,000 Rp5,602,300,000 Rp6,162,530,000
Output 7 :
Kepatuhan Badan Usaha Melaporkan Kegiatan
Usaha
Indikator Output 7 :
Berkurangnya Selisih Antara Realisasi Volume
Penyediaan dengan Volume Pendistribusian/
Penjualan
Anggaran Rp2,116,086,000 Rp4,630,000,000 Rp5,093,000,000 Rp5,602,300,000 Rp6,162,530,000
Aktifitas:

i
58 Pengawasan Penyediaan dan
Pendistribusian BBM Non PSO Badan
Usaha Rp2,116,086,000 Rp4,630,000,000 Rp5,093,000,000 Rp5,602,300,000 Rp6,162,530,000

Input:
Outcome 4
:
Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas lainnya
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi

Indikator Outcome 4 (IKU 06) :


Indeks Kepuasan Pelayanan Badan Pengatur Hilir
Minyak dan Gas Bumi kepada Badan Usaha Pembayar
Iuran dalam Rangka Penerimaan Negara
Puas Puas Puas Sangat Puas Sangat Puas
Anggaran Rp65,125,651,000 Rp64,655,507,000 Rp68,956,258,000 Rp68,956,258,000 Rp68,956,258,000
Output 1 :
Iuran Badan Usaha
Indikator Output 1 :
Jumlah Iuran dari Badan Usaha yang disetor ke 750 miliar 800 miliar 800 miliar 850 miliar 900 miliar
Kas Negara
Anggaran Rp7,839,170,000 Rp9,840,504,000 Rp9,840,504,000 Rp9,840,504,000 Rp9,840,504,000
Aktifitas:
59 Rekonsiliasi Iuran Triwulanan dan Rp4,585,244,000 Rp4,585,244,000 Rp4,585,244,000 Rp4,585,244,000 Rp4,585,244,000
Tahunan Kepada Badan Usaha
60 Sinkronisasi Pelaksanaan Anggaran Rp1,218,974,000 Rp1,218,974,000 Rp1,218,974,000 Rp1,218,974,000 Rp1,218,974,000
Pendapatan dan Belanja
61 Monitoring pembayaran Iuran Badan Rp1,056,549,000 Rp1,056,549,000 Rp1,056,549,000 Rp1,056,549,000 Rp1,056,549,000
Usaha
62 Intensifikasi dan Peningkatan Iuran Badan Rp978,403,000 Rp978,403,000 Rp978,403,000 Rp978,403,000 Rp978,403,000
Usaha
63 Satuan Pelaksana Tugas Optimalisasi Rp2,001,334,000 Rp2,001,334,000 Rp2,001,334,000 Rp2,001,334,000
Penerimaan Negara (OPN) Sektor Hilir -
Migas
Output 2 :
Layanan perencanaan
Indikator Output 2 :

i
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp6,807,228,000 Rp2,420,787,000 Rp2,420,787,000 Rp2,420,787,000 Rp2,420,787,000
Aktifitas:
64 Sinkronisasi Program Kerja BPH Migas Rp1,493,856,000 Rp1,200,016,000 Rp1,200,016,000 Rp1,200,016,000 Rp1,200,016,000
dengan Stakeholder di Seluruh Wilayah
NKRI
65 Menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Rp971,890,000 Rp1,220,771,000 Rp1,220,771,000 Rp1,220,771,000 Rp1,220,771,000
BPH Migas
66 Melaksanakan Rapat Kerja BPH Migas Rp1,497,278,000
- - - -
67 Menetapkan Target PNBP Dalam Rangka Rp793,369,000
Penyusunan APBN 2016 - - - -
68 Penyusunan Bahan RDP dan RAKER Rp473,430,000
Bersama Komisi VII DPR RI - - - -
69 Identifikasi & Inventarisasi Peluang & Rp899,905,000
Potensi KLN Dalam Rangka Perencanaan - - - -
Program Bidang Hilir Migas
70 Penyusunan Blue Print BPH Migas Rp677,500,000
- - - -
Output 3 :
Evaluasi Kegiatan
Indikator Output 3 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp999,778,000 Rp1,536,000,000 Rp1,536,000,000 Rp1,536,000,000 Rp1,536,000,000
Aktifitas:
71 Menyusun Laporan Evaluasi Kinerja Rp999,778,000 Rp1,036,000,000 Rp1,036,000,000 Rp1,036,000,000 Rp1,036,000,000
Kegiatan BPH Migas
72 Menyusun Bahan Paparan Pimpinan BPH Rp500,000,000 Rp500,000,000 Rp500,000,000 Rp500,000,000
Migas -
Output 4 :
Laporan Keuangan
Indikator Output 4 :
Jumlah Laporan Keuangan
5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan 5 Laporan
Anggaran Rp1,250,000,000 Rp2,454,580,000 Rp2,454,580,000 Rp2,454,580,000 Rp2,454,580,000
Aktifitas:
i
73 Melaksanakan Tindak Lanjut Hasil Rp1,250,000,000 Rp450,703,000 Rp450,703,000 Rp450,703,000 Rp450,703,000
Pemeriksaan BPK dan Itjen
74 Satuan Tugas Sistem Pengendalian Rp2,003,877,000 Rp2,003,877,000 Rp2,003,877,000 Rp2,003,877,000
Internal (SPI) Sektor Hilir Migas -
Output 5 :
Regulasi Bidang Hilir Migas
Indikator Output 5 :
Jumlah Rancangan Regulasi Bidang Hilir Migas
yang Disusun 2 Rancangan 6 Rancangan 8 Rancangan 8 Rancangan 8 Rancangan
Anggaran Rp3,822,349,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000
Aktifitas:
75 Menyusun Rancangan Regulasi Bidang Rp3,822,349,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000 Rp3,275,776,000
Hilir Migas
Output 6 :
Layanan Pertimbangan Hukum
Indikator Output 6 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp6,104,413,000 Rp8,939,152,000 Rp8,939,152,000 Rp8,939,152,000 Rp8,939,152,000
Aktifitas:
76 Monitoring Pelaksanaan Pasca MoU Rp831,408,000 Rp839,143,000 Rp839,143,000 Rp839,143,000 Rp839,143,000
dengan Pemda Dalam Rangka
Pengawasan BBM Bersubsidi &
Pengagkutan Gas Bumi Melalui Pipa
77 Melaksanakan Asistensi Hukum Untuk Rp2,465,470,000 Rp2,500,000,000 Rp2,500,000,000 Rp2,500,000,000 Rp2,500,000,000
Masalah Litigasi atau Non Litigasi
78 Menindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Rp1,207,526,000 Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000
pada Kegiatan Usaha Hilir Migas
79 Koordinasi Pengawasan Pendistribusian Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000 Rp2,000,000,000
BBM dan Pengangkutan Gas Bumi -
Melalui Pipa dengan Pemda dan Instansi
Terkait
80 Menyusun Terjemahan Peraturan Rp750,009,000 Rp750,009,000 Rp750,009,000 Rp750,009,000 Rp750,009,000
Perundang-Undangan di Sektor Kegiatan
Hilir Migas

i
81 Mengelola Jaringan Dokumentasi dan Rp850,000,000 Rp850,000,000 Rp850,000,000 Rp850,000,000 Rp850,000,000
Informasi Hukum
Output 7 :
Layanan Kehumasan
Indikator Output 7 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp14,080,100,000 Rp14,080,100,000 Rp14,080,100,000 Rp14,080,100,000 Rp14,080,100,000
Aktifitas:
82 Sosialisasi Pelaksanaan Pengawasan Rp1,500,000,000 Rp1,500,000,000 Rp1,500,000,000 Rp1,500,000,000 Rp1,500,000,000
Pendistribusian BBM dan Kegiatan Usaha
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Kepada Stakeholder & Pemda
83 Sosialisasi Pelaksanaan Pengawasan Rp6,500,000,000 Rp6,500,000,000 Rp6,500,000,000 Rp6,500,000,000 Rp6,500,000,000
Pendistribusian BBM dan Kegiatan Usaha
Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa
Melalui Media Cetak, Radio Digital,
Leaflet, Giant Billboard & Running Text
84 Campaign Pengamanan Kebijakan Rp1,350,000,000 Rp1,350,000,000 Rp1,350,000,000 Rp1,350,000,000 Rp1,350,000,000
Pemerintah Dalam Rangka Pengawasan
Pengendalian BBM Bersubsidi
85 Mempublikasikan Iklan Layanan Rp1,650,000,000 Rp1,650,000,000 Rp1,650,000,000 Rp1,650,000,000 Rp1,650,000,000
Masyarakat
86 Coffee Morning dalam rangka Rp750,000,000 Rp750,000,000 Rp750,000,000 Rp750,000,000 Rp750,000,000
Penyamaan Persepsi Kebijakan Sektor
Hilir Migas (Forum Dialog Stakeholder)

87 Kehumasan & Pameran Rp1,205,100,000 Rp1,205,100,000 Rp1,205,100,000 Rp1,205,100,000 Rp1,205,100,000


88 Menyusun Buku Agenda, Kalender dan Rp725,000,000
Company Profil BPH Migas - - - -
89 Menyusun dan mencetak Buku Neraca Rp725,000,000 Rp725,000,000 Rp725,000,000 Rp725,000,000
Energi, Agenda, Kalender dan Company -
Profil BPH Migas
90 Menerbitkan Majalah Hilir Migas Rp400,000,000 Rp400,000,000 Rp400,000,000 Rp400,000,000 Rp400,000,000
Output 8 :
Layanan Kepegawaian, Organisasi,
Ketatalaksanaan dan Kerumahtanggaan

i
Indikator Output 8 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp21,266,573,000 Rp20,451,868,000 Rp24,752,619,000 Rp24,752,619,000 Rp24,752,619,000
Aktifitas:
91 Meningkatkan Kompetensi Pegawai BPH Rp5,746,993,000 Rp9,958,797,000 Rp15,960,222,000 Rp15,960,222,000 Rp15,960,222,000
Migas
92 Melaksanakan Pembinaan Administrasi Rp419,199,000 Rp908,223,000 Rp526,081,000 Rp526,081,000 Rp526,081,000
Kepegawaian
93 Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan Rp680,624,000 Rp1,999,151,000 Rp680,619,000 Rp680,619,000 Rp680,619,000
Dalam Rangka Reformasi Birokrasi BPH
Migas
94 Dukungan Reformasi Birokrasi BPH Migas Rp680,618,000 Rp680,618,000 Rp680,618,000 Rp680,618,000
-
95 Mengelola Barang Milik Negara BPH Rp1,500,000,000 Rp965,858,000 Rp965,858,000 Rp965,858,000 Rp965,858,000
Migas
96 Penatausahaan dan Penyimpanan Arsip Rp728,609,000 Rp728,609,000 Rp728,609,000 Rp728,609,000
BPH Migas -
97 Pengelolaan Rumah Tangga dan Rp1,194,241,000 Rp1,194,241,000 Rp1,194,241,000 Rp1,194,241,000
Perlengkapan -
98 Penghapusan Barang Milik Negara Rp986,665,000 Rp986,665,000 Rp986,665,000 Rp986,665,000
-
99 Mengoptimalkan Profesionalisme Satuan Rp757,800,000 Rp757,800,000 Rp757,800,000 Rp757,800,000
Pengamanan -
100 Pengelolaan Operasional Manajemen Rp1,571,906,000 Rp1,571,906,000 Rp1,571,906,000 Rp1,571,906,000
BPH Migas -
101 Mengatur Protokoler Pimpinan BPH Rp779,695,000 Rp700,000,000 Rp700,000,000 Rp700,000,000 Rp700,000,000
Migas
102 Koordinasi Penguatan Kelembagaan BPH
Migas 2016 - - - - -
103 Mengelola Kepegawaian Rp908,223,000
- - - -
104 Koordinasi Dengan KESDM, BKN, Rp715,419,000
KEMENPAN, dan Instansi Terkait Lainnya - - - -
Dalam Pengembangan Organisasi

105 Penyelenggaraan Rekrutmen Anggota Rp6,121,200,000


Komite BPH Migas Tahun 2015 - - - -

i
106 Melaksanakan Penerimaan Pegawai Rp440,625,000
Diperkerjakan dan CPNS BPH Migas - - - -
107 Mengelola Arsip BPH Migas Rp900,000,000
- - - -
108 Melaksanakan Dukungan Manajemen Rp3,054,595,000
BPH Migas - - - -
Output 9 :
Layanan Pengelolaan Sistem Data Informasi
Indikator Output 9 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp2,956,040,000 Rp1,656,740,000 Rp1,656,740,000 Rp1,656,740,000 Rp1,656,740,000
Aktifitas:
109 Pemanfaatan dan Pengolahan Cloud Rp818,774,000 Rp818,774,000 Rp818,774,000 Rp818,774,000
Storage dalam Penyimpanan Data dan -
Informasi BPH Migas
110 Mengelola War Room BPH Migas Rp919,748,000 Rp837,966,000 Rp837,966,000 Rp837,966,000 Rp837,966,000
111 Penyusunan Renstra TI BPH Migas Rp1,348,440,000
- - - -
112 Mengelola Bank Data & Updating Data Rp687,852,000
Website BPH Migas - - - -
Output 10 :
Operasional Perkantoran
Indikator Output 10 :
Jumlah Bulan Layanan
12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan 12 Bulan Layanan
Anggaran Rp87,074,107,000 Rp94,754,082,000 Rp105,237,320,000 Rp105,237,320,000 Rp105,237,320,000
Aktifitas:
113 Gaji dan tunjangan Rp36,658,340,000 Rp44,804,265,000 Rp58,138,453,000 Rp58,138,453,000 Rp58,138,453,000
Operasional sehari-hari dan
114 pemeliharaan perkantoran Rp40,260,767,000 Rp39,412,317,000 Rp39,893,867,000 Rp39,893,867,000 Rp39,893,867,000
Perangkat Pengolahan Data dan
115 Komunikasi Rp550,000,000 Rp1,675,000,000 - - -
116 Peralatan dan mesin Rp7,712,200,000 Rp1,557,500,000 Rp7,205,000,000 Rp7,205,000,000 Rp7,205,000,000
Kendaraan Bermotor
117 - Rp105,000,000 - - -
118 Gedung dan Bangunan Rp1,892,800,000 Rp7,200,000,000

i
- - -

Total Anggaran Input Rp87,074,107,000 Rp94,754,082,000 Rp105,237,320,000 Rp105,237,320,000 Rp105,237,320,000

Total Anggaran Output Rp158,236,532,000 Rp139,605,776,200 Rp146,642,173,160 Rp152,610,273,315 Rp159,151,225,056

Total Anggaran BPH Migas Rp245,310,639,000 Rp234,359,858,200 Rp251,879,493,160 Rp257,847,593,315 Rp264,388,545,056

MATRIKS ANGGARAN
BPH

N PROGR SASARAN INDIKATOR SATU BASE OUPUT ANGGARAN TOTAL


O AM AN LINE ALOKA
LINTAS/ 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 SI
PROGR ANGG
AM/ ARAN
KEGIAT
AN
PRIORIT
AS
NASION
AL

i
11 Program a.
: Tersedian 371,7 413,6 273,6 283,8 298,7 1,641,
Pengatu ya 97.70 35.00 32.14 77.88 66.87 710
ran & Pengatur 1. Volume MSCF 1,791,5 1,827,4 1,863,9 1,901,2 1,939,2
Pengaw an dan Pengangkut 91,994 23,834 72,311 51,757 76,792
asan Penetapa an dan
Penyedi n Serta Niaga Gas
aan & Terlaksan Bumi
Pendistr anya Melalui Pipa
ibusian Pengawas 2. Jumlah Hari 21 21 21 22 22
BBM & an, Hari
Gas Penyedia Ketahanan
Bumi an dan Cadangan
Melalui Pendistri BBM
Pipa busian Nasional
BBM di dari Masing-
seluruh masing
Wilayah Badan
NKRI Usaha
b. 3. Jumlah Kilom 13,105 15,330 15,364 15,646 18,322
Terwujud Peningkatan eter
nya Bisnis Pengemban
Hilir Gas gan
Bumi Infrastruktur

i
yang Ruas
Efisien, Transmisi
Kompetiti dan/atau
f, Wilayah
Transpara Jaringan
n dan Distribusi
Sehat Gas Bumi
c. Melalui Pipa
Peningkat 4. Prose 100 100 100 100 100
an Prosentase ntase
Pengemb Pengendalia
angan n Kuota
Infrastruk Volume
tur Gas Jenis BBM
Bumi Tertentu
d. Yang
Peningkat Ditugaskan
an Kepada
Pemanfaa Badan
tan Gas Usaha

i
Bumi di 5. Prose 10 2 4 6 8
Dalam Prosentase ntase
Negeri Peningkatan
Melalui Volume
Pipa Konsumsi
e. BBM Non
Dukunga Subsidi
n Dalam
Manajem Rangka
en dan Menuju
Pelaksana Pasar
an Tugas Terbuka
Teknis Yang Diatur

i
BPH 6. Indeks Nilai Puas Puas Puas Sangat Sangat
Migas Kepuasan Mutu Puas Puas
f. Pelayanan Layan
Terlaksan BPH Migas an
anya Kepada
Pengatur Badan
an dan Usaha
Pengawas Pembayar
an Iuran
Kegiatan
Usaha
Penyedia
an dan
Pendistri
busian
BBM di
Seluruh
Wilayah
NKRI
Dalam
Rangka
Memenu
hi
Kebutuha

i
n
Nasional
Melalui
Mekanis
me
Persainga
n Usaha
yang
Wajar,
Sehat dan
Transpara
n
g.
Terseleng
garanya
Optimalis
asi
Pengatur
an,
Penetapa
n dan
Pengawas
an
Kegiatan

i
Sektor
Hilir Gas
Bumi
yang
Wajar,
Sehat dan
Transpara
n

11 Kegiata Tersedian
.1 n: ya 85,51 86,18 88,50 91,00 93,00 444,19
Pengatu Pengatura 0.97 7.86 0.00 0.00 0.00 8.83

i
ran, n dan 1. Jumlah Perat 2 2 3 4 5 6
Penetap Pengawas Rancangan uran/ 2,862. 3,000. 3,500. 4,000. 4,500. 17,862
an & an serta Peraturan/ Juklak 71 00 00 00 00 .71
Pelaksa Terlaksan Juklak & /
naan anya Juknis Untuk Juknis
Pengaw Pengawas Penyediaan / SOP
asa an dan
Penyedi Penyedia Pendistribus
aan & an dan ian BBM ke
Pendistr Pendistrib Seluruh
ibusian usian Wilayah
BBM BBM di NKRI
(Direkto Seluruh Peraturan/ Perat 2 2 3 4 5 6
rat Wilayah Juklak/ uran/ 2,862. 3,000. 3,500. 4,000. 4,500. 17,862.
Bahan NKRI Juknis/ SOP Juklak 71 00 00 00 00 71
Bakar Bidang /
Minyak) Penyediaan Juknis
dan / SOP
Pendistribusi
an BBM

i
2. Jumlah Badan 66 70 72 75 77 80
Pengawasan Usaha 19,49 20,00 21,00 22,00 23,00 105,49
Badan 5.97 0.00 0.00 0.00 0.00 5.97
Usaha Niaga
Umum dan
Terbatas
Pemegang
Izin Usaha
Penyediaan
dan
Pendistribus
ian BBM
NON PSO
Laporan Lapor 24 24 24 24 24 24
Perencanaan an 19,49 20,00 21,00 22,00 23,00 105,49
Pelaksanaan 5.97 0.00 0.00 0.00 0.00 5.97
Penyediaan
dan
Pendistribusi
an BBM
3. Jumlah Lapor 3 3 3 3 3 3
Pengawasan an 51,93 51,93 52,00 52,00 52,00 259,86
Terhadap 3.64 3.64 0.00 0.00 0.00 7.27
Penugasan

i
Badan
Usaha Untuk
Penyediaan
dan
Pendistribus
ian BBM
PSO
Laporan Lapor 15 15 15 15 15 15
Pelaksanaan an 51,93 51,93 52,00 52,00 52,00 259,86
Pengaturan 3.64 3.64 0.00 0.00 0.00 7.27
dan
Pegawasan
atas
Penyediaan
dan
Pendistribusi
an BBM
4. Jumlah Lapor 10 10 10 10 10 10
Layanan an 3,464. 3,500. 4,000. 4,500. 5,000. 20,464
Data & 42 00 00 00 00 .42
Informasi
Bidang BBM
Dalam
Rangka

i
Pengawasan
Penyediaan
dan
Pendistribus
ian BBM ke
Seluruh
Wilayah
NKRI
Layanan Lapor 6 6 6 6 6 6
Data & an 3,464. 3,500. 4,000. 4,500. 5,000. 20,464.
Informasi 42 00 00 00 00 42
serta Sistem
Pengawasan
Penyediaan
dan
Pendistribusi
an BBM
5. Jumlah Lapor 1 1 1 1 1 1
Layanan an 7,754. 7,754. 8,000. 8,500. 8,500. 40,508
Dukungan 23 23 00 00 00 .45
Manajemen
Bidang BBM

i
Layanan Lapor 2 2 2 2 2 2
Dukungan an 7,754. 7,754. 8,000. 8,500. 8,500. 40,508.
Manajemen 23 23 00 00 00 45
Bidang BBM
11 Kegiata 1.
.2 n: Peningkat 31,19 26,73 29,10 32,01 32,65 151,69
Pengatu an 6.47 0.92 1.51 1.66 0.65 1.21
ran, Pengemb 1. Jumlah Lapor 1 1 1 1 1 1
Penetap angan Laporan an 4,765. 2,530. 2,783. 3,061. 3,367. 16,507
an, & Infrastruk Pemberian 90 00 00 30 43 .63
Pengaw tur Gas Hak Khusus
asan Bumi Pada
pada Kegiatan
Kegiatan Usaha
Usaha Pengangkut
Pengang an Dan/Atau
kutan Niaga Gas
Gas Bumi
Bumi Melalui Pipa
Melalui Pemberian Lapor 1 1 1 1 1 1
Pipa Hak Khusus an 4,765. 2,530. 2,783. 3,061. 3,367. 16,507.
Pengangkuta 90 00 00 30 43 63
n dan/atau
Niaga Gas

i
Bumi Melalui
Pipa

2. Jumlah Lapor 1 1 1 1 1 1
Laporan an 5,000. 2,750. 2,722. 2,994. 732.0 14,199
Monitoring 00 00 50 75 5 .30
Pembangun
an
Infrastruktur
Gas Bumi
Melalui Pipa
Perencanaan Lapor 1 1 1 1 1 1
Dan an 5,000. 2,750. 2,722. 2,994. 732.0 14,199.
Pengawasan 00 00 50 75 5 30
Pembanguna
n
Infrastruktur
Gas Bumi
Melalui Pipa
2. 1. Jumlah Badan 3 3 3 3 3 3
Terwujud Badan Usaha 1,500. 1,650. 1,815. 1,996. 2,196. 9,157.
nya Bisnis Usaha yang 00 00 00 50 15 65
Hilir Gas menerapkan
Bumi Pengaturan
yang Akses

i
Efisien, (Access
Kompetiti Arrangemen
f, t)
Transpara pengangkut
n dan an Gas Bumi
Sehat Melalui pipa
Pemanfaata Lapor 1 1 1 1 1 1
n Bersama an 1,500. 1,650. 1,815. 1,996. 2,196. 9,157.6
Fasilitas 00 00 00 50 15 5
Pengangkuta
n Gas Bumi
Melalui Pipa
2. Jumlah Lapor 1 1 1 1 1 1
Layanan an 8,265. 8,990. 9,890. 10,87 11,96 49,992
Manajemen 92 92 01 9.01 6.91 .77
Direktorat
Gas Bumi
Layanan Lapor 7 7 7 7 7 7
Manajemen an 8,265. 8,990. 9,890. 10,87 11,96 49,992.
Direktorat 92 92 01 9.01 6.91 77
Gas Bumi
3. Jumlah Lapor 3 5 5 5 5 5
Laporan an 750.0 825.0 907.5 998.2 1,098. 4,578.
Akun 0 0 0 5 08 83

i
Pengaturan
Badan
Usaha
4. Jumlah Badan 3 5 5 5 5 5
Badan Usaha 750.0 825.0 907.5 998.2 1,098. 4,578.
Usaha yang 0 0 0 5 08 83
Menerapkan
Ketetapan
Tarif
Pengangkut
an Gas Bumi
Melalui Pipa
Akun Lapor 2 2 2 2 2 2
Pengaturan an 1,500. 1,650. 1,815. 1,996. 2,196. 9,157.6
dan Tarif 00 00 00 50 15 5
5. Jumlah Badan 8 8 8 8 8 8
Badan Usaha 1,250. 1,375. 1,512. 1,663. 1,830. 7,631.
Usaha yang 00 00 50 75 13 38
Menerapkan
Ketetapan
Harga Gas
Bumi untuk
Rumah
Tangga (RT)

i
dan
Pelanggan
Kecil (PK)

Penetapan Lapor 1 1 1 1 1 1
Harga Gas an 1,250. 1,375. 1,512. 1,663. 1,830. 7,631.3
Bumi untuk 00 00 50 75 13 8
Rumah
Tangga (RT)
dan
Pelanggan
Kecil (PK)
6. Prose 100 100 100 100 100 100
Prosentase ntase 1,750. 1,925. 2,117. 2,329. 2,562. 10,683
Badan 00 00 50 25 18 .93
Usaha yang
Telah
Mematuhi
Peraturan
Perundang-
undangan
yang
Berlaku

i
Pengawasan Lapor 4 4 4 4 4 4
Kegiatan an 1,750. 1,925. 2,117. 2,329. 2,562. 10,683.
Usaha 00 00 50 25 18 93
Pengangkuta
n Dan Niaga
Gas Bumi
Melalui Pipa
7. Jumlah Lapor 1 1 1 1 1 1
Layanan an 1,000. 1,100. 1,210. 1,331. 1,464. 6,105.
Data dan 00 00 00 00 10 10
Informasi
Kegiatan
Usaha Gas
Bumi
Melalui Pipa
Layanan Lapor 1 1 1 1 1 1
Data Dan an 1,000. 1,100. 1,210. 1,331. 1,464. 6,105.1
Informasi 00 00 00 00 10 0
Kegiatan
Usaha Gas
Bumi Melalui
Pipa

i
3.Peningk 1. Prose 1 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5
atan Prosentase ntase 6,164. 4,760. 5,236. 5,759. 6,335. 28,255
Pemanfaa Peningkatan 66 00 00 60 56 .82
tan Gas Volume
Bumi di Pengangkut
Dalam an dan
Negeri Niaga Gas
Melalui Bumi
Pipa Melalui
Ppipa
Verifikasi Lapor 4 4 4 4 4 4
Realisasi an 3,600. 4,760. 5,236. 5,759. 6,335. 25,691.
Volume 00 00 00 60 56 16
Pengangkuta
n Dan Niaga
Gas Bumi
Melalui Pipa
Output
Cadangan 2,564. - - - - 2,564.6
66 6
11 Kegiata Terwujud
.3 n: nya 255,0 300,7 156,0 160,8 173,1 1,045,
Dukung Dukungan 90.26 16.22 30.63 66.22 16.22 819.56

i
an Manajem 1. Jumlah Lapor 28 28 30 31 32 34
Manaje en dan Laporan an 243,4 288,2 143,2 147,6 159,1 981,69
men Pelaksana Pertanggung 28.74 98.47 31.64 16.22 16.22 1.30
dan an Tugas jawaban
Dukung Teknis Administrati
an Lainnya f
Pelaksa BPH a. Lapor 3 3 3 3 3 3
naan Migas Perencanaan an 6,807. 4,000. 4,250. 4,500. 5,000. 24,557.
Tugas /Program, 23 00 00 00 00 23
Teknis Penganggara
BPH n dan
Migas Pengendalia
n
b. Lapor 3 3 3 3 3 3
Pemantauan an 999.7 2,966. 3,000. 3,500. 3,750. 14,216.
Analisa dan 8 99 00 00 00 76
Evaluasi
c. Lapor 2 2 2 2 2 2
Akuntansi/La an 2,750. 3,750. 4,250. 4,750. 5,250. 20,750.
poran 00 00 00 00 00 00
Keuangan
dan Barang
Milik Negara

i
d. Lapor 8 8 7 7 7 8
Organisasi, an 15,03 9,365. 9,365. 9,400. 15,90 59,062.
Tata Laksana 2.28 27 42 00 0.00 97
dan
Reformasi
Birokrasi
e. Pelayanan Lapor 4 4 4 4 4 4
Pengelolaan an 7,690. 6,650. 6,950. 7,050. 7,300. 35,640.
Data dan 33 00 00 00 00 33
Informasi
Teknologi
f. Layanan Lapor 0 0 3 4 5 6
Naskah an - 1,000. 1,250. 1,500. 1,750. 5,500.0
Kerjasama 00 00 00 00 0
g. Layanan Lapor 3 3 3 3 3 3
Pertimbanga an 6,104. 6,400. 6,900. 7,150. 7,400. 33,954.
n Hukum & 41 00 00 00 00 41
Litigasi seta
Layanan
Pengaduan
Hilir Migas
h. Layanan Lapor 5 5 5 5 5 5
Kehumasan an 14,08 14,62 15,72 16,22 17,22 77,880.
0.10 5.00 5.00 5.00 5.00 10

i
i. Layanan Bulan 12 12 12 12 12 12
Perkantoran Layan 80,10 82,10 84,10 86,10 88,10 420,50
an 1.22 1.22 1.22 1.22 1.22 6.11
j. Kendaraan Unit 5 5 5 5 5 5
Bermotor 235.0 235.0 235.0 235.0 235.0 1,175.0
0 0 0 0 0 0
k. Peralatan Unit 930 930 930 930 930 930
dan Fasilitas 7,205. 7,205. 7,205. 7,205. 7,205. 36,025.
Perkantoran 00 00 00 00 00 00
l. m2 0 6400 7500 0 0 0
Gedung/Ban 102,4 150,0 - - - 252,42
gunan 23.39 00.00 3.39
2. Jumlah Regul
Rancangan asi 3,822. 3,822. 4,000. 4,250. 4,500. 20,394
Keputusan 35 35 00 00 00 .70
yang
Disusun
m. Layanan Regul 5 10 11 12 13 14
Regulasi asi 3,822. 3,822. 4,000. 4,250. 4,500. 20,394.
Bidang Hilir 35 35 00 00 00 70
Migas
3. Jumlah Miliya 600 604 800 900 1,000 1,050
Penarikan r 7,839. 8,595. 8,798. 9,000. 9,500. 43,733
Iuran dari Rupia 17 40 99 00 00 .56

i
Badan h
Usaha

n. Lapor 5 5 5 5 5 5
Pengelolaan an 7,839. 8,595. 8,798. 9,000. 9,500. 43,733.
Dokumen 17 40 99 00 00 56
Iuran Badan
Usaha

i
BAB V
PENUTUP

Rencana Stratejik BPH Migas Tahun 2015 - 2019 pada hakekatnya merupakan keputusan dan kesepakatan bersama,
yang disusun oleh semua unsur di lingkungan BPH Migas.
Program dan kegiatan yang telah disusun merupakan usaha kolektif untuk dapat mewujudkan kelancaran pelaksanaan
tugas dan fungsi BPH Migas kedepan dalam bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BPH Migas.
Dalam penyusunan Rencana Stratejik BPH Migas Tahun 2015 - 2019, BPH Migas telah mempertimbangkan
kemampuan dan dinamika lingkungan stratejik, termasuk faktor-faktor internal yaitu faktor kekuatan dan kelemahan dan
faktor eksternal termasuk peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh BPH Migas dimasa mendatang, sehingga
diharapkan BPH Migas dapat memberikan kontribusi pada pembangunan di sektor Hilir Migas sesuai tugas dan
fungsinya.