Anda di halaman 1dari 3

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

I. Jurnal 1

Judul Jurnal Extracting meanings of event tourist experiences: A


phenomenological exploration of Limassol carnival
Jurnal Journal of Destination Marketing & Management
Volume dan Halaman 2 (2013) 94–107
Tahun 2013
a) Latar Belakang

Karnaval Limassol lebih dari sekedar hiburan namun merupakan acara yang berlangsung
setiap tahun di Cyprus. Acara ini merupakan salah satu dari penjualan produk dagang bermerk,
kumpulan orang-orang yang tidak hanya dari semua pulau tetapi juga dari para wisatawan,
adanya perbedaan filosofi budaya, titik temu bagi berbagai kalangan, dan acara ini adalah
merupakan perayaan.

Meskipun pemeriksaan tentang atensi dan karakteristik dari pengalaman wisatawan telah
dilakukan dan mendapat perhatian dari penelitian sebelumnya (Morgan, Lugosi, & Ritchie, 2010;
Quan & Wang, 2004; Ritchie & Hudson, 2009; Ryan, 2002, 2010; Tung & Ritchie, 2011; Uriely,
2005; Walls, Okumus, Wang, & Kwun 2011a, 2011b), ada sedikit pengalaman yang dapat digali
dari wisatawan yang hadir di acara tersebut dan berpartisipasi didalamnya. Acara tersebut
memberikan makna untuk orang-orang atau beberapa kelompok yang memiliki pengalaman.

Fenomena dari acara pariwisata adalah pengalaman hidup dan mempunyai makna yang
melekat pada seseorang (Getz, 2008). Karakteristik dan kualitas pengalaman akan membentuk
untuk semua orang. Meskipun pengalaman yang didapatkan sama dalam sebuah acara namun
dapat diartikan dengan cara yang berbeda. Ini merupakan hal penting untuk memahami makna
yang terbentuk sebagai hasil interaksi para wisatawan dengan pengalaman disebuah acara
pariwisata.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengalaman wisatawan yang melekat pada
acara Karnaval Limassol di Cyprus dengan cara pendekatan metodologi konsep fenomenologi
untuk mendalami dan representasi pengalaman wisatawan dalam acara tersebut dan melihat efek
untuk kehidupan di masa depan. Atas dasar ini, peneliti mengidentifikasi elemen-elemen yang
memengaruhi karakteristik dan kualitas dari wisatawan Limassol/Cyprus. Penelitian ini berfokus
pada eksplorasi secara sistematis hubungan antara makna pengalaman wisatawan dan
karakteristik peningkatan sinergi dalam konteks pengembangan pariwisata yang didorong oleh
suatu kejadian.

b) Metode Penelitian

Dalam hal ini fenomenologi adalah konsep metodologi yang dapat digunakan untuk
mendalami pengalaman dalam acara wisatawan tersebut. Fenomenologi sebagai pendekatan
metodologis bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman
langsung berdasarkan tindakan secara sadar dan menggali tentang karakteristik.

Peneliti menggunakan salah satu Teknik sampling purposive sampling dimana peneliti
menentukan ciri-ciri khusus dalam pengambilan sampling yaitu dengan mereka yang pernah
pengalaman yang berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Ada dua sumber yang digunakan
untuk mencari responden, yang pertama lewat mendekati agen perjalanan di Limassol dan kedua
lewat mendekati siswa internasional dari program ERASMUS Universitas EropaSiprus. Sumber-
sumber ini dipilih karena dengan sifat populasi yang berkunjung dan bepergian ke Siprus dalam
waktu singkat dan menghadiri karnaval secara tidak sengaja. Pengambilan sampling ini sesuai
dengan tujuan penelitian karena membantu menemukan responden yang sesuai dan mampu
menggambarkan pengalaman mereka dalan karnaval.

Batasan dari pendekatan ini adalah tidak termasuk pada semua jenis pengunjung Limassol
selama karnaval tetapi sebaliknya peneliti berusaha mencari pengunjung karnaval yang secara
tidak sengaja datang di karnaval untuk memahami perilaku dan pengalaman dari mereka.
Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara tidak terstruktur dan terbuka untuk
memungkinkan responden menggambarkan dari pengalaman mereka. Semua wawancara
direkam secara audio dan di Analisa kata demi kata.

c) Hasil Penelitian

Dalam temuan penelitian fenomenologi ini peneliti mengungkap bahwa elemen simbolis
dan social dari karnaval Limossol dalam peningkatan sosialisai umum dan perubahan dalam
komunitas yang dirasakan secara alami oleh aspek organisasi meliputi akses jalanan adanya
ketidaknyamanan terbesar di Limassol selama karnaval berlangsung, adanya wisatawan yang
mengonsumsi alcohol selama pawai berlangsung, keramaian yang sangat tidak kondusif
diberbagai tempat dan jalanan lalu lintas, kurangnya inovasi setelah bertahun-tahun, keamanan
yang kurang dengan tidak ada penjaga digaris pengamanan karnaval, dan kurangnya promosi
didalam kegiatan karnaval tersebut hingga responden mengungkapkan bahwa dia tidak
mengetahui adanya karnaval Limassol.

Seperti yang ditunjukkan dari hasil penelitian ini tentang pengalaman para wisatawan
selama beberapa hari terjadi akan memberikan peluang unik bagi manajer acara dan memberikan
masukan dalam tujuan diadakannya karnaval Limassol dengan cara menggunakan strategi
perencanaan dan alat pemasaran untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan demikian
mempromosikan Limasol sebagai tujuan wisata.

d) Keterbatasan dalam penelitian

Seperti yang diilustrasikan oleh penelitian ini, penerapan fenomenoli adalah sangat
membantu dalam meyelidiki dalam makna dan pengalaman wisatawan. Keterbatasan dalam
penelitian ini adalah hanya berfokus pada acara pariwisata. Peneliti berharap bahwa untuk
peneliti di masa mendatang dapat mengeksplorasi cara memaksimalkan metode fenomenologi
dan menentukan wawasan apa yang bisa didapatkan karena ini merupakan hal penting dalam
mengembangkan kerangka penelitian