Anda di halaman 1dari 8

UNIVERSITAS INDONESIA

FORMULASI SEDIAAN TRANSDERMAL


GEL GLUKOSAMIN MENGGUNAKAN ENHANCER
SERTA UJI PENETRASI PERKUTAN IN VITRO DAN
UJI KETERSEDIAAN HAYATI IN VIVO PENDAHULUAN
PADA MANUSIA

TESIS

Diajukan sebagai salah satu syarat


untuk memperoleh gelar Magister Sains

ZULIAR PERMANA
0806422170

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEFARMASIAN
DEPOK
JULI 2011

i
PERNYATAAN ORISINALITAS

Tesis ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk

telah saya nyatakan dengan benar.

Nama : Zuliar Permana

NPM : 0806422170

Tanda Tangan :

Tanggal : Juli 2011

ii
LEMBAR PENGESAHAN

Tesis ini diajukan oleh:


Nama : Zuliar Permana
NPM : 0806422170
Program Studi : Ilmu Kefarmasian
Judul Tesis : Formulasi Sediaan Transdermal Gel Glukosamin
Menggunakan Enhancer serta Uji Penetrasi Perkutan
In Vitro dan Uji Ketersediaan Hayati In Vivo
Pendahuluan pada Manusia

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima


sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar
Magister Sains pada Program Studi Ilmu Kefarmasian, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing : Pharm. Dr. Joshita Djajadisastra, MS., PhD., Apt ( )


Pembimbing : Prof. Dr. Yahdiana Harahap, M.S., Apt ( )
Penguji : Dr. Hasan Rachmat, Apt ( )

Penguji : Prof. Dr. Effionora Anwar, M.S., Apt ( )

Penguji : Dr. Silvia Surini, M.Pharm.Sc ., Apt ( )

Penguji : Dr. Anton Bahtiar, M.Biomed., Apt ( )

Ditetapkan di : Depok
Tanggal : Juli 2011

iii
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa


Ta ‘Ala atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penelitian dan penyusunan tesis ini.
Tesis ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains
pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah penulis
terima, kiranya sulit bagi penulis untuk menyelesaikan penelitian dan penyusunan
tesis ini tepat pada waktunya. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati
penulis menyampaikan terima kasih yang tulus kepada:
1. Ibu Pharm. Dr. Joshita Djajadisastra, M.S., Ph.D. selaku Pembimbing I, Ibu
Prof. Dr. Yahdiana Harahap, MS. selaku Pembimbing II yang memiliki andil
besar dalam proses penelitian dan penyusunan tesis ini, semoga segala bantuan
dan bimbingan Ibu berdua mendapat imbalan yang setimpal di sisi-Nya.
2. Prof. Dr. Yahdiana Harahap, MS, selaku Ketua Departemen Farmasi Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
3. Prof. Dr. Effionora Anwar, MS, selaku Ketua Program Magister Ilmu
Kefarmasian Departemen Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Indonesia.
4. Seluruh staf pengajar dan karyawan serta rekan-rekan mahasiswa Departemen
Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas
Indonesia.
5. Semua pihak yang telah membantu dalam penelitian dan penyusunan tesis ini.

Dan tidak lupa kepada istri tercinta dan kedua orang tua, serta seluruh
anggota keluarga besar yang turut mendorong dan senantiasa memotivasi penulis
untuk menyelesaikan studi, semoga segala amal baiknya berbalas pahala dari
Allah Subhanahu Wa Ta ‘Ala.

iv
Penulis menyadari bahwa tesis ini jauh dari sempurna, oleh karena itu
penulis mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaannya. Semoga tesis ini
dapat memberikan andil bagi kemajuan ilmu pengetahuan farmasi.

Depok, Juli 2011


Penulis

v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai sivitas akademik Universitas Indonesia, saya yang bertanda tangan di
bawah ini:

Nama : Zuliar Permana


NPM : 0806422170
Program Studi : Ilmu Kefarmasian
Departemen : Farmasi
Fakultas : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jenis karya : Tesis

demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada


Universitas Indonesia Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Non-exclusive Royalty-
Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul :
‘’Formulasi Sediaan Transdermal Gel Glukosamin Menggunakan Enhancer serta
Uji Penetrasi Perkutan In Vitro dan Uji Ketersediaan Hayati In Vivo Pendahuluan
pada Manusia”.

beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Noneksklusif ini Universitas Indonesia berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),
merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.


Dibuat di : Depok
Pada tanggal : Juli 2011
Yang menyatakan,

( Zuliar Permana )

vi
ABSTRAK

Nama : Zuliar Permana


Program Studi : Ilmu Kefarmasian
Judul : Formulasi Sediaan Transdermal Gel Glukosamin
Menggunakan Enhancer serta Uji Penetrasi Perkutan In Vitro
dan Uji Ketersediaan Hayati In Vivo Pendahuluan pada
Manusia

Telah dikembangkan formulasi sediaan transdermal gel glukosamin yang


menggunakan senyawa enhancer: etanol, propilen glikol, dan gliserin.
Kemampuan penetrasi perkutan formulasi sediaan tersebut dievaluasi dengan uji
penetrasi perkutan in vitro menggunakan sel difusi Franz melalui penambahan 1 g
sediaan gel glukosamin 1% ke dalam kompartemen donor dan uji ketersediaan
hayati in vivo pendahuluan menggunakan seorang subyek manusia sehat melalui
aplikasi selama 10 jam dosis tunggal 10 g sediaan gel glukosamin 1% di kedua
lututnya. Jumlah kumulatif glukosamin yang terpenetrasi dari formula kontrol,
formula I (etanol 3%), formula II (etanol 5%), formula III (propilen glikol 1%),
formula IV (propilen glikol 3%), formula V (gliserin 1%), dan formula VI
(gliserin 3%) setelah 180 menit secara berturut-turut adalah sebanyak 76,4836 ±
2,3479; 417,8439 ± 18,9042; 583,1494 ± 5,9162; 152,1894 ± 1,5184; 515,1065 ±
14,0069; 83,0822 ± 0,0364; dan 478,6089 ± 3,7406 µg.cm-². Laju penetrasi atau
fluks rata-rata glukosamin dari formula kontrol, formula I, formula II, formula III,
formula IV, formula V, dan formula VI selama 180 menit secara berturut-turut
adalah 24,4453; 123,608; 167,5478; 47,0377; 164,603; 28,7548; dan 139,3895
µg.cm-2.jam-1. Waktu laten dari formula kontrol, formula I, formula II, formula III,
formula IV, formula V, dan formula VI secara berturut-turut adalah 13,89; 10,24;
9,75; 13,05; 10,04; 13,51 menit, dan tidak dapat diekstrapolasikan. Profil
ketersediaan hayati menunjukkan Cmaks, tmaks, dan AUC0-10 dari formula II dan
formula kontrol secara berturut-turut adalah 310,56 ng.mL-1, jam ke-5, dan
2079,85 ng.mL-1.jam; 285,79 ng.mL-1, jam ke-5, dan 1921,65 ng.mL-1.jam.

Kata kunci : gel glukosamin, senyawa enhancer, uji penetrasi


perkutan, jumlah kumulatif terpenetrasi, fluks, waktu laten,
uji ketersediaan hayati.
xvii + 80 halaman; 17 gambar; 12 tabel
Daftar Pustaka : 70 (1978-2010)

vii
ABSTRACT

Name : Zuliar Permana


Study Program : Magister of Pharmacy
Title : Transdermal Formulation of Glucosamine Gel Using Skin
Penetration Enhancer and In Vitro Penetration Study and
In Vivo Preliminary Bioavailability Study in Human

A transdermal formulation of glucosamine gel using skin penetration enhancers,


i.e. ethanol, propylene glycol, and glycerin had been developed. Penetration
ability of the formulation was evaluated by in vitro penetration study using Franz
diffusion cell with 1 g glucosamine gel 1% applied into the donor compartment
and in vivo preliminary bioavailability study of a healthy male subject received a
single dose of 10 g glucosamine gel 1% on both knees as long as 10-hour
applications. Cumulative amount of glucosamine penetrated from control, formula
I (ethanol 3%), formula II (ethanol 5%), formula III (propylene glycol 1%),
formula IV (propylene glycol 3%), formula V (glycerin 1%), and formula VI
(glycerin 3%) after 180 minutes penetration study were 76.4836 ± 2.3479;
417.8439 ± 18.9042; 583.1494 ± 5.9162; 152.1894 ± 1.5184; 515.1065 ± 14.0069;
83.0822 ± 0.0364; and 478.6089 ± 3.7406 µg.cm-² respectively. Mean flux of
glucosamine from control, formula I, formula II, formula III, formula IV, formula
V, and formula VI within 180 minutes were 24.4453; 123.608; 167.5478;
47.0377; 164.603; 28.7548; and 139.3895 µg.cm-2.hour-1 respectively. Lag time
for steady-state of control, formula I, formula II, formula III, formula IV, formula
V, and formula VI were 13.89; 10.24; 9.75; 13.05; 10.04; 13.51 minutes, and
unextrapolated one, respectively. The bioavailability profile showed the Cmax, tmax,
and AUC0-10 of formula II and control were 310.56 ng.mL-1, 5 hours, and 2079.85
ng.mL-1.hour; 285.79 ng.mL-1, 5 hours, and 1921.65 ng.mL-1.hour respectively.

Key words : glucosamine, gel, skin penetration enhancer, penetration


study, cumulative amount penetrated, flux, lag time,
bioavailability study.

xvi + 80 pages ; 17 pictures; 12 tables


Bibliography : 70 (1978-2010)

viii