Anda di halaman 1dari 4

SEPSIS NEONATORUM

A/064/KMD/2012 Revisi 01 1 Page Of 4

Ditetapkan
Tanggal Terbit
PANDUAN PRAKTIK
KLINIK
dr. Hj. Umi Aliyah, M.Kes.
2018
Direktur
Pengertian Sepsis Neonatorum adalah sindrom klinis penyakit sistemik akibat
infeksi yang terjadi dalam satu bulan pertama kehidupan. Bakteri,
virus, jamur, dan protozoa dapat menyebabkan sepsis pada neonatus.
Anamnesis Diagnosis sepsis neonatorum sulit karena gambaran pasien tidak
spesifik, gejala klasik sepsis yang ditemukan pada anak lebih jarang
ditemukan pada BBL. Dari anamnesis kita bisa menanyakan
bagaimana :
 Faktor resiko ibu seperti :
- Persalinan dan kelahiran kurang bulan apa tidak?
- Apakah ketuban pecah lebih dari 18 – 24 jam?
- Apakah persalinan dengan tindakan atau tidak?
- Apakah ibu pernah menderita demam (38,40C)?
- Apakah terdapat infeksi saluran kencing pada ibu?
- Bagaimana sosial ekonomi dan gizi ibu?
 Faktor bayi :
- Apakah bayi pernah menderita asfiksia perinatal?
- Apakah bayi lahir dengan berat badan lahir rendah?
- Apakah bayi lahir dengan cukup bulan atau kurang bulan?
- Apakah terdapat kelainan bawaan atau tidak?
SEPSIS NEONATORUM

A/064/KMD/2012 Revisi 01 2 Page Of 4

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum :


 Suhu tubuh tidak stabil (< 36°C atau > 37,5°C)
 Laju nadi > 180 x/menit atau < 100 x/ meit
 Laju nafas > 60 x/menit, dengan retraksi atau desaturasi oksigen,
apnea, atau gejala napas < 30 x/menit
 Letargi atau lunglai, mengantuk atau aktivitas berkurang
 Malas minum setelah sebelumnya minum dengan baik
 Iritabel atau rewel
 Kondisi memburuk secara cepat dan dramatis

Gastrointestinal :
 Muntah, diare, perut kembung, hepatomegali
 Tanda mulai muncul sesudah hari keempat
Kulit :
 Perfusi kulit kurang, sianosis, petekie, ruam, sklerema, ikterik
Kardiopulmonal :
 Takipnu, distress respirasi (nafas cuping hidung, merintih,
retraksi), takikardi, hipotensi
Neurologis :
 Iritabilitas, penurunan kesadaran, kejang, ubun-ubun membonjol,
kaku kuduk sesuai dengan meningitis.
Kriteria Diagnosis FIRS/SIRS (Fetal Inflammatory Response Syndrome/Sindroma
Respon Inflamasi Janin)
Bila ditemukan dua atau lebih keadaan sebagai berikut :
1. Laju nafas >60 x/menit atau <30 x/menit atau apnea dengan
atau tanpa retraksi dan desaturasi oksigen,
2. Suhu tubuh tidak stabil (<36˚C atau >37,5˚C),
3. Waktu pengisian kapiler >3 detik,
4. Hitung leukosit <4.000 x 109/L atau >34.000 x 109/L.

Terduga/Suspek Sepsis :
Adanya satu atau lebih kriteria FIRS disertai gejala klinis infeksi.

Terbukti/Proven Sepsis :
Adanya satu atau lebih kriteria FIRS disertai bakteremia/kultur darah
positif.
Diagnosis Kerja Sepsis neonatorum
Diagnosis Banding Kelainan bawaan jantung, paru, dan organ-organ lain
Pemeriksaan  Pemeriksaan laboratorium : Darah Lengkap
Penunjang - Lekositosis (> 34.000 x 109/L)
- leukopenia (< 4000 x 109/L)
- Neutrofil muda >10%
- Perbandingan neutrofil imature (stab) dibanding total
SEPSIS NEONATORUM

A/064/KMD/2012 Revisi 01 3 Page Of 4

(stab/segmen) atau I/T ratio >0,2


- Trombositopenia <100.000 x 109/L
 Bilirubin, Urine Lengkap, Faeses Lengkap, Gula Darah, CRP >10
mg/dl atau 2 SD dari normal, pemeriksaan kultur dan pengecatan
gram pada sampel darah, urin, dan cairan serebrospinal serta
dilakukan uji kepekaan kuman.
 Analisa Gas Darah: hipoksia, asidosis metabolic, asidosis laktat.
 Pemeriksaan radiologi: foto thoraks jika ada gejala distress
pernafasan.
 Jika ditemukan gejala neurologis, dapat dilakukan CT Scan kepala.
Tata Laksana  Diberikan kombinasi antibiotik golongan Ampisilin dosis 200
mg/kgbb/24 jam i.v (dibagi 2 dosis untuk neonatus umur < 7 hari,
untuk neonatus > 7 hari dibagi 3 dosis), dan Netylmycin (Amino
glikosida) dosis 7,5 mg/kgbb/hari im/iv dibagi 2 dosis (hati-hati
penggunaan Netylmycin dan Aminoglikosida yang lain bila
diberikan i.v harus diencerkan dan waktu pemberian ½ sampai 1
jam pelan-pelan).
 Apabila gejala klinis dan pemeriksaan ulang tidak menunjukkan
infeksi, pemeriksaan darah dan CRP normal, dan kultur darah
negatif maka antibiotik diberhentikan pada hari ke 7.
 Apabila gejala klinis memburuk dan/atau hasil laboratorium
menyokong infeksi, CRP tetap abnormal, maka diberikan Cefepime
100 mg/kg BB/hari diberikan 2 dosis atau Meropenem dengan
dosis 30 – 40 mg/kg BB/hari i.v dan Amikacin dengan dosis 15
mg/kg BB per hari i.v i.m (atas indikasi khusus). Pemberian
antibiotik diteruskan sesuai dengan tes kepekaannya. Lama
pemberian antibiotik 10 – 14 hari. Pada kasus meningitis
pemberian antibotik minimal 21 hari.
 Suportif:
Termoregulasi, terapi oksigen/ventilasi mekanik, terapi syok,
koreksi metabolik asidosis, terapi hipoglikemia/hiperglikemi,
transfusi darah, plasma, trombosit, terapi kejang, transfusi tukar.
Penyulit 1. Sepsis berat : sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal
2. Syok sepsis : sepsis berat disertai hipotensi
3. MODS (Multiorgan Dysfunction Syndrome)
Edukasi Menjelaskan penyakitnya, penatalaksanaan penyakit, kemungkinan
terjadinya komplikasi, menjelaskan prognosisnya.
Konsultasi  Dokter Spesialis Anak
 Dokter spesialis yang lain tergantung komplikasi yang terjadi
sesuai indikasinya, seperti dokter spesialis anestesi, spesialis saraf,
rehab medis.
Prognosis Diharapakan baik, kecuali jika ada penyulit
Tingkat Evidens
SEPSIS NEONATORUM

A/064/KMD/2012 Revisi 01 4 Page Of 4

Tingkat Rekomendasi
Penelaah Kritis SMF Kesehatan Anak RS Muhammadiyah Lamongan
Indikator Medis
Kepustakaan  Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jilid 1,
Tahun 2010.