Anda di halaman 1dari 6

Kfemampuan Troubleshooting

Troubleshooting adalah suatu proses penentuan apa yang menyebabkan sesuatu rangkaian
tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya ( 3uban.et.al., 1987). Pendapat iain dari
Duarte & Duarte (1973), mengartikan troubleshooting sebagai pengetesan komponen
elektronika dalam upaya meneliti pcnyebab terjadinya kesalahan operas! dari suatu
pesawat elektronik. Lovsday (1986) berpendapat, biia terjadi suatu kerusakan pada salah
satu komponen maka operas! rangkaian akan turun secara drasiis. Komponen yang rusak
selalu memberikan gejala tertentu yang dapat diamati dengan alat ukur.
Dengan demikian yang dimaksud kemampuan troubleshooting adalah kecakapan,
pengetahuan dan keterampilan seseorang tentang aspek-aspek yang diperlukan untuk
mencari Ietak kerusakan yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan operas! suatu sistem
peralatan elektronika.
Dalam proses troubleshooting , diperlukan pengetahuan tentang:
a. car? kerja alat yang direparasi dalam keadaan normal,
b. cara keija setiap komponen dalam rangkaian,
c. penggunaan alat ukur atau alat tes (Duarte
&Duarte,1973).
Untuk reparasi radio dan televisi dari pendapat Pomeroy et.al.(1974), seorang teknisi harus
memiliki kemampuan :
a. menggunakan hanatools,
b. membaca dan menerjemahkan gambar dan data teknik seperti buku petunjuk maupun
manual datakomponen,
c. menggunakar alat ukur / alat tes,
d. mengevaluasi basil pengukuran / pcngetesan,
e. menaksir dan menghitung biaya reparasis dan
f. menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
Sedangkan untuk dapat melakukan reparasi, teknisi radio dan televisi harus berbekal
pengetahuan dan keterampilan, yang menurut Buban et.al.(1987) terdiri
dari :
a. mengetahui bahan dan komponen serfca handtoois yang dibutuhkan,
b. mengetahui alat ukur / alat tes yang diperlukan,
c. mengetahui prosedur untuk mencarii letak kerusakan,
d. kemampuan diagnosis , yaitu kemarnpuan untuk mengenal seraua gejala kerusakan
yang mungkin terjadi, dan merencainakan tindakan untuk mereparasinyn.
Aspek-aspek Kemampuan troubleshooting
Aspek-aspek yang tercakup dalam kemampuan troubleshooting ini adaiah :
a.Cara kerja peralatan elektronika dalam kondisi
normal,
b. Cara kerja komponen dalam rangkaian ,
c. Metode pencarian kerusakan ,
d. Prosedur pencarian kerusakan , dan
e. Pengetahuan tentang gejala kerusakan ( symptoms )
Kemampuan membaca gambar
Aspek-aspek yang tercakup dalam kemampuan membaca gambar meliputi:
a. identifikasi jenis gambar teknik elektronika,
b. menguasai simbol-simbo! yang berlaku ,
c. identifikasi komponen, rangkaian, blok maupun
rangkaian sistem peralatan elektronika , fungsi dan cara kerja masing-masing,
d. membuat gambar dalam bentuk sketsa,
e. bisa menggunakan isi manual komponen
(yademecuum )
f. melacak gambar tata letak komponen dan
mencocokkan dengan yang ada di PCB.
Kemampuan menggunakan alat ukur
Aspek-aspek yang tercakup dalam kemampuan menggunakan alat ukur adaiah :
a. identifikasi jenis alat ukur atau alat tes yang dipakai
b. prosedur pengoperasian alat ukur atau alat tes yang
benar,
c. ketelitian pembacaan skaia dan angka pada display
d. cara-cara pengukuran yar.g benar (termasuk savety)
e. ketelitian pencatatan data hasil pengukuran ,
f. penerjemahan rekarr.an data pengukuran secara benar, dan
g. pemahaman isi buku manual alat ukur / alat tes.

Metode Perbaikan dengan menggunakan Flowchart

Algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang


disusun secara sistematis dan logis. Dalam beberapa konteks, algoritma dapat diartikan urutan
langkah-langkah yang spesifik (tertentu) untuk melakukan suatu pekerjaan. Jadi algoritma tidak
hanya diartikan sebatas pada perhitungan dengan komputer saja tapi dapat diartikan lebih luas
dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyajianya algoritma dapat dituliskan dengan Notasi Flowchart. Tujuan dari
penyajian dengan flowchart adalah untuk memberikan gambaran visual bagaimana suatu
masalah diproses, hal ini sangat berguna akan lebih memperjelas bagaimana
mengimplementasikan algoritma pada penyelesaian masalah. Ada berbagai macam bentuk
(simbol) yang berbeda dalam flowchart, di mana masing-masing simbol mewakili proses
langkah tertentu.

Awal dan akhir diwakili sombol Oval, Input dan Output diwakili simbol jajar Genjang dan Proses
diwakili oleh Persegi Panjang. Keempat simbol merupakan simbol dasar dalam penyajian
algoritma
menggunakan flowchart. Berikut ini simbol-simbol yang ada dalam penyajian algoritma dengan
flowchart.
Tabel 1.1
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Dalam perbaikan peralatan elektronik rumah tangga atau jenis pekerjaan seperti teknisi di
bidang elektronik khususnya di bidang perbaikan (repairing) dibutuhkan ketersediaan peralatan-
peralatan pendukung yang standar. Peralatan-peralatan standar dapat mempermudah dan
mempercepat proses pencarian kerusakan/kesalahan selama perbaikan. Selain itu
ketersediaan pelaratan standar dapat menghindari terjadinya kecelakaan kerja, baik itu
kecelakaan yang bersifat teknis maupun kecelakaan yang bersifat non teknis. Suasana kondisi
lingkungan kerja yang senantiasa terjaga kebersihannya dengan suasana tenang dan nyaman,
secara tidak langsung akan berdampak positif terhadap kesehatan.Beberapa hal penting yang
perlu diperhatikan selama bekerja dalam perbaikan peralatan elektronik khususnya perbaikan
pesawat penerima TV adalah:
a. Masker Pelindung

Kenakan masker dan kondisikan selalu ruang (bengkel) dengan pintu dan jendela dalam
keadaan terbuka terutama pada saat menyolder. Masker standar baik memiliki 3 lapisan
penyaring yang dilengkapi kawat hidung agar tidak ada celah dan nyaman dipakai selama
bekerja. Masker yang baik memiliki tekstur berpori, sehingga pernafasan tidak terganggu. 103

Gambar 4.1. Kesehatan Kerja saat Menyolder