Anda di halaman 1dari 2

Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak

efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).
Tanda dan gejala yang muncul pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif adalah batuk tidak
efektif atau tidak mampu batuk, sputum berlebih atau obstruksi di jalan napas atau meconium di
jalan napa (pada neonatus), adanya suara napas tambahan seperti mengi, wheezing dan ronki.
Tanda dan gejala lain yang mungkin muncul adalah dyspnea, sulit berbicara, ortopnea, gelisah,
sianosis, bunyi napas menurun frekuensi nafas berubah dan pola napas berubah (PPNI, 2016).