Anda di halaman 1dari 7

“PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK ETAP SEBAGAI ACUAN

DALAM MENILAI KINERJA PERUSAHAAN”

A. Latar Belakang
Faktor terpenting untuk dapat melihat perkembangan suatu usaha terletak dalam unsur
keuangannya, karena dari unsur tersebut juga dapat mengevaluasi apakah kebijakan yang
ditempuh suatu usaha sudah tepat atau belum. Laporan keuangan merupakan salah satu sarana
penting untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.
Esensi laporan keuangan sangat penting mengingat dari laporan keuangan berbagai keputusan
penting mengenai kelangsungan hidup dari entitas bisnis terjadi. Tujuan utama dari laporan
keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pembuatan keputusan bisnis
dan ekonomi. Dari laporan keuangan yang dihasilkan ini dapat dihitung suatu rasio keuangan.
Analisis rasio dapat memberikan penilaian terhadap kinerja keuangan suatu usaha.
Untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau hutang
jangka pendek, perusahaan dapat mengukur dengan menggunakan rasio likuiditas. Untuk
mengukur sejauh mana perusahaan mendanai usahanya dengan membandingkan antara dana
sendiri yang telah disetorkan dengan jumlah pinjaman dari para kreditur, perusahaan dapat
mengukur dengan menggunakan rasio solvabilitas. Untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan
penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya, perusahaan dapat
mengukur dengan menggunakan rasio profitabilitas. Sedangkan untuk mengukur seberapa efektif
perusahaan dalam menggunakan sumber dananya perusahaan dapat mengukur dengan
menggunakan rasio aktivitas.
B. Analisa Rasio
1. Rasio aktivitas
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
 Total Assets Turn Over = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑥 1 𝑘𝑎𝑙𝑖

Setiap perusahaan mampu menghasilkan penjualan dari total aktiva yang dimiliki, ini
menunjukkan bahwa perusahaan cukup efektif dalam usahanya dan mampu menghasilkan
laba yang baik dari keseluruhan mengelola aktiva yang dimilkinya secara maksimal guna
menghasilkan tingkat penjualan yang tinggi. Standar industri untuk rasio TATO adalah
sebanyak 2 kali. Rasio ini digunakan untuk mengukur berapa jumlah penjualan yang akan
dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total asset.
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
 Fixed Assets Turn Over = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝 𝑥 1 𝑘𝑎𝑙𝑖

Semakin tinggi nilai presentase artinya setiap perusahaan telah mampu menghasilkan
penjualan dari total aktiva tetap yang dimilikinya. Standar industri untuk rasio FATO
adalah sebanyak 5 kali. Rasio ini digunakan untuk mengukur keefektifan asset tetap yang
dimiliki perusahaan dalam menghasilkan penjualan.
2. Rasio profitabilitas
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
 Net Profit Margin = 𝑥 100%
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

NPM yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan yang tinggi menghasilkan laba
pada tingkat penjualan tertentu, sedangkan NPM yang rendah cenderung menunjukkan
ketidakefisien perusahaan. Standar industri untuk rasio NPM adalah sebesar 20%. Rasio
ini digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba bersih atas penjualan bersih.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
 Return On Assets = 𝑥 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Semakin tinggi ROA menunjukkan efisiensi perusahaan yang semakin baik. Standar
industri untuk ROA adalah sebesar 30%. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa
besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam
total aset
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘
 Return On Equity = 𝑥 100%
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙

Semakin tinggi return atau penghasilan yang diperoleh semakin efisien perusahaan
menggunakan modal sendiri untuk menghasilkan laba bagi pemegang saham. Standar
industri untuk ROE adalah sebesar 40%. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa
besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam
total ekuitas.

C. SAK ETAP
Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau SAK ETAP merupakan
standar akuntansi keuangan yang diperuntukkan bagi entitas tanpa akuntabilitas publik. SAK
ETAP disahkan pada tanggal 19 Mei 2009 di Jakarta.
Entitas yang diijinkan menggunakan SAK ETAP adalah entitas yang:
1. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan.
2. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. Contoh
pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha,
kreditur, dan lembaga pemeringkat kredit.
Entitas memiliki akuntabilitas public signifikan jika:
1. Entitas telah mengajukan pertanyaan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan
pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di
pasar modal; atau
2. Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar
masyarakat, seperti bank, entitas asuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun,
reksa dana dan bank investasi
D. Profil Perusahaan
UD. Tio Jaya merupakan usaha manufaktur yang memproduksi otak – otak dan nugget ikan. Usaha
ini didirikan pada tahun 2011 oleh bapak Sukidi selaku pemilik modal tunggal. UD Tio Jaya
beralamat di Perumahan Graha Prima, Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.
Usaha ini sudah memperoleh izin dari Dinas Kesehatan dengan Nomor Din. Kes P-IRT
202321602334.
E. Penyajian Laporan Keuangan Berbasis SAK ETAP pada PD. Tio Jaya
a. Laporan Laba Rugi
UD Tio Jaya
LAPORAN LABA RUGI
Periode 31 Desember 2014
PENJUALAN BERSIH
Penjualan 6.479.310.048
Retur Penjualan dan Potongan harga
0
Penjualan Bersih 6.479.310.048

HARGA POKOK PENJUALAN


Persediaan barang jadi (awal) 477.105.600
Harga Pokok Produksi 4.562.894.400
Barang tersedia untuk dijual 5.040.000.000
Persediaan barang jadi (akhir) 477.105.600
Harga pokok penjualan 4.562.894.400
Laba Kotor 1.916.415.648

Beban – beban operasional


Beban penjualan
Beban Angkut Penjualan 228.960.000
Beban Penyusutan Kendaraan 25.000.000
Beban Perawatan Kendaraan 17.112.000
Total Beban Penjualan 271.072.000

Beban Administrasi dan Umum


Beban lain – lain 30.732.000
Total Biaya Adm dan Umum 30.732.000
Total Beban Operasional & Administrasi dan 301.804.000
Umum
Laba Bersih Usaha Sebelum Pajak 1.614.611.648
Pajak Penghasilan 254.891.320
Laba Bersih Setelah Pajak 1.359.720.328
b. Laporan Perubahan Modal

UD Tio Jaya
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Periode 31 desember 2014

Modal awal 13.953.653.796


Laba Bersih 1.359.720.328
Kenaikan modal pemilik 15.313.374.124
Prive (650.000)
Modal Akhir 15.312.724.124

c. Laporan Posisi Keuangan

UD Tio Jaya
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Periode 31 desember 2014

ASET
ASET LANCAR
Kas 3.806.975.680
Piutang Usaha 113.712.000
Perlengkapan 4.112.640
Persediaan Bahan baku 5.675.031.791
Persediaan barang dalam proses 477.105.600
Persediaan barang jadi 4.562.894.400
Total aset lancer 14.639.832.111

ASET TETAP
Gedung 850.000.000
Akum. Penyusutan – Gedung (250.000.000)
Mesin 145.000.000
Akum. Penyusutan-Mesin (38.307.292)
Peralatan 34.650.000
Akum. Penyusutan – peralatan (8.559.375)
Kendaraan 200.000.000
Akum. Penyusutan – Kendaraan (87.916.667)
Total Aset Tetap 927.783.333
TOTAL ASET 15.312.724.124

KEWAJIBAN DAN EKUITAS


Utang Usaha 0
Modal 15.312.724.124

TOTAL KEWAJIBAN DAN 15.312.724.124


EKUITAS
d. Laporan Arus Kas

UD Tio Jaya
Laporan Arus Kas
Bulan Berakhir 31 Desember 2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Pendapatan 3.768.630.000
Pembayaran Beban Operasional :
Pembelian Perlengkapan 36.516.000
Pembayaran gaji 45.240.000
Pembayaran beban perawatan kendaraan 17.112.000
Pembayaran beban angkut penjualan 228.960.000
Pembayaran beban keamanan 1.200.000
Pembayaran Beban Kebersihan 1.200.000
Pembayaran Beban lain – lain 283.223.320

Total pembayaran beban operasional 613.451.320


Kenaikan arus kas dari aktivitas operasi 3.155.178.680

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Pengambilan prive (7.800.000)
Kenaikan/(penurunan) kas dari aktivitas investasi (7.800.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Kenaikan/(penurunan) kas dari aktivitas pendanaan 0
KENAIKAN KAS BERSIH 3.147.378.680
KAS AWAL TAHUN 659.597.000
KAS AKHIR TAHUN 3.806.975.680

Pengukuran Rasio Keuangan


1. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur sejauh mana efektivitas manajemen perusahaan dalam
mengelola asset yang dimilikinya.

6.479.310.048
 Total Assets Turnover = 𝟏𝟓.𝟑𝟏𝟐.𝟕𝟐𝟒.𝟏𝟐𝟒 𝑥 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
= 0,42 kali

(Artinya, setiap Rp1 total asset turut berkontribusi menciptakan Rp 0,42 penjualan).

6.479.310.048
 Fixed Assets Turnover = 𝑥 1 𝑘𝑎𝑙𝑖
927.783.333
= 7 kali
(Artinya, setiap Rp1 aset tetap turut berkontribusi menciptakan Rp7 penjualan).
Aktivitas UD. Tio Jaya Standar Industri
Total Asset Turnover 0,42 Kali 2 kali
Fixed Asset Turnover 7 Kali 5 kali

Dari table di atas dapat kita ketahui bahwa :


1. Total Asset Turnover UD Tio Jaya sebesar 0, 42 kali sedangkan standar industri
untuk rasio ini 2 kali. Dapat dilihat bahwa TATO UD Tio Jaya berada jauh dibawah
rata - rata industry yang menunjukan bahwa kinerja keuangan perusahaan dalam
hal perputaran total aktivanya kurang baik. Dalam hal ini penting bagi perusahaan
untuk meningkatkan penjualan atau mengurangi sebagian asset yang kurang
produktif.
2. Fixed Asset Turnover UD Tio Jaya sebesar 7 Kali sedangkan standar industry untuk
rasio ini 5 kali. Dapat dilihat bawah FATO UD. Tio Jaya berada di atas rata - rata
industry yang menunjukan kinerja keuangan perusahaan dalam hal perputaran total
aktiva tetap sudah baik. Dalam hal ini perusahaan harus mempertahankan bahkan
meningkatkan pemanfaatan asset tetap bagi peningkatan pendapatan perusahaan.

2. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari pendapatan, asset dan ekuitas.

 Net Profit Margin = 1.359.720.328 x 100


6.479.310.048
= 21 %
(Artinya, besarnya laba bersih adalah 21% dari total penjualan bersih. Dengan kata lain, setiap Rp1
penjualan bersih turut berkontribusi menciptakan Rp 0,21 laba bersih)

 Return on Aset = 1.359.720.328 x 100


15.312.724.124
=9%
(Artinya, besarnya laba bersih adalah 9% dari total aset dengan. kata lain setiap Rp1 total asset
turut berkontribusi menciptakan Rp 0,09 laba bersih)

𝟏.𝟑𝟓𝟗.𝟕𝟐𝟎.𝟑𝟐𝟖
 Return On Equity = 𝟏𝟓.𝟑𝟏𝟐.𝟕𝟐𝟒.𝟏𝟐𝟒 𝑥 100
=9%
(Artinya, besarnya laba bersih adalah 9% dari total ekuitas. dengan kata lain setiap Rp1 ekuitas
turut berkontribusi menciptakan Rp 0,09 laba bersih)

Profitabilitas UD Tio Jaya Standar Industri


Net Profit Margin 21% 20%
Return on Asset 9% 30%
Return On Equity 9% 40%
Dari table diatas dapat kita ketahui :
1. Net Profit Margin UD Tio Jaya sebesar 21% sedangkan standar industri untuk rasio
ini 20%. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi penjualan bersih terhadap laba bersih
sudah baik karena besaran rasionya berada di atas rata – rata industri. Namun penting
bagi perusahaan untuk terus meningkatkan penjualan dan melakukan efisiensi atas
beban operasional dan beban lain lain guna meningkatkan laba.
2. Return on Asset UD Tio Jaya sebesar 9 % sedangkan standar industry untuk rasio ini
30%. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi total aset terhadap laba bersih sangat tidak
baik karena besaran rasionya masih berada jauh di bawah rata – rata industri. Hal ini
dapat disebabkan oleh : (1) Aktivitas penjualan yang belum optimal; (2) banyaknya
asset yang tidak produktif; (3) belum dimanfaatkannnya total asset secara maksimal
untuk menciptakan penjualan; dan atau (4) terlalu besarnya beban operasional serta
beban lain – lain.
3. Return On Equity UD Tio Jaya sebesar 9 % sedangkan standar industry untuk rasio ini
40%. Dapat disimpulkan bahwa kontribusi ekuitas terhadap laba bersih sangat tidak
baik karena besaran rasionya masih berada jauh di bawah rata – rata industri. Hal ini
dapat disebabkan oleh : (1) Aktivitas penjualan yang belum optimal; (2) belum
maksimalnya penggunaan modal untuk menciptakan penjualan dan atau (3) terlalu
besarnya beban operasional serta beban lain – lain.