Anda di halaman 1dari 15

1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Ilmu pengetahuan tentang ikan dimunculkan oleh rasa ingin tahu manusia

dan kebutuhan akan data base ikan bagi kepentingan perdagangan, industry

maupun pariwisata. Ikan telah mampu bertahan hidup seiring dengan

perkembangan variasi dari tempat hidupnya. Mereka hidup di air tawar yang

bersih sampai pada air yang bersalinitas lebih tinggi pada air laut. Mereka ada

dalam air gunung yang mengalir deras, di dalam air yang sunyi dan gelap dan

tidak terdapat hewan vertebrata lainnya dan di lautan luas. Bagi ikan, air adalah

media komunikasi mereka, tempat beranak dan bertelur, tempat tidur, tempat

bermain, toilet, panggung kehidupan dan kuburan bagi mereka (Rajabnadia,

2009).

Ikhtiologi merupakan salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang

mempelajari khusus tentang ikan beserta segala aspek kehidupan yang

dimilikinya. Studi tentang ikan (Ichthyology) telah berkembang sejak abad ke 18

meliputi beberapa cabang utama, antara lain: Klasifikasi, Anatomi evolusi dan

genetika, Natural history dan Ekologi, Fisiologi dan Biokimia,

Konservasi/Pelestarian. Di bidang ilmu ini keuntungan mempelajari hampir tak

terbatas. (Barus, 2006).

Orang-orang yang mempelajari ilmu ini adalah para ahli ikan profesional

maupun yang bukan. Ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah

mempunyai tulang belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat

bergantung atas air sebagai medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki
2

kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk

menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau

gerakan air yang disebabkan oleh arah angin (Barus, 2006) Secara umum

pengukuran karakter morfometrik ini bertujuan untuk mengetahui variasi

morfologi dari beberapa spesies ikan yang berbeda, atau spesies yang sama

dari populasi yang berbeda. Metode morfometrik bersama dengan metode

meristik menjadi dasar dalam pengklasifikasian ikan pada awal mula ilmu

taksonomi ikan berkembang. Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda,

tergantung pada umur, jeniskelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya.

Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan di

antaranya adalah makanan, derajat keasaman (pH) air,suhu, dan salinitas. Faktor-

faktor tersebut, baik secara sendiri sendiri secara bersama-sama, mempunyai

pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan.

1.2. Tujuan dan Manfaat Praktikum

Adapun tujuan praktikum yaitu untuk melatih mahasiswa agar dapat

mengetahui bagaimana cara pengukuran morfometrik dan perhitungan meristik

pada tubuh ikan. Agar dapat mengetahui panjang badan, panjang sirip, panjang

kepala, tinggi badan, panjang ekor, dll, dan mengetahui jumlah sisik dan tulang

sirip

Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini selain mengetahui klasifikasi

ikan yang diamati yaitu dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang

susunan, bentuk dan jumlah linea lateralis, mengetahui bagaimana cara untuk

menghitung sisik, menghitung jumlah tulang sirip serta ukuran morfometrik pada

ikan.
3

II. TINJAUAN PUSTAKA

Ikan termasuk hewan bertulang belakang (vertebrata), bernafas dengan

insang, habitat berada pada perairan. Ikan bergerak dan menjaga keseimbangan

tubuhnya dengan menggunakan sirip – sirip. Morfologi ikan ada bermacam–

macam, tetapi morfologi dasar adalah terdiri dari badan, kepala, dan juga ekor

(Burharudin, 2008 ). Sistem organ–organ pada tikus sama dengan manusia ,

sehingga pada praktikum tentang morfologi, anatomi dan fisiologi menggunakan

tikus sebagai percobaan. (Burharudin , 2008)

Manda et al (2005), Sirip pada ikan berperan dalam penentuan arah dan

gerak ikan yang terdiri dari sirip punggung (D), sirip perut (V), sirip dada (P),

sirip anus (A) dan sirip ekor (C). Tidak semua jenis ikan memiliki secara utuh

kelima sirip tersebut secara sempurna.

Morfologi luar tubuh ikan terdiri dari bentuk sisik, bentuk sirip punggung,

bentuk sirip ekor, bentuk tubuh, warna tubuh, dan ukuran tubuh ikan. Ukuran

mulut ikan dapat memberikan petunjuk terhadap kebiasaan makan bila dikaitkan

dengan ukuran dan tempat gigi berada. Bentuk mulut ikan seperti tabung, panjang,

dan melengkung (Wahyuni, 2007).

Pengukuran morfometrik merupakan pengukuran yang diambil dari satu

titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. Metode pengukuran standar

ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang

sirip punggung atau tinggi badan atau ekor (Rajabnadia, 2009).

Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran

yang di ambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan
4

seperti panjang total, panjang standar, dan lain-lain (Effendie,2002). Dan Jika di

dasarkan pada ukuran panjang dan tinggi tubuh ikan terdapat dua tipe dasar yaitu

Trunctae dan Attenuate (Hasni, 2008).

Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada

umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Faktor-faktor lingkungan

yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan diantaranya adalah makanan, pH, suhu,

dan salinitas. Faktor-faktor tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun

secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap

pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan memiliki umur

yang sama, namun ukuran mutlak diantara keduanya dapat saling berbeda. Ukuran

ikan adalah jarak antara suatu bagian tubuh dengan bagian tubuh lainnya (Irfan

2009).Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk

luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam

mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat

ikan tersebut di perairan. (Wahyuningsih dan barus, 2006).

Menurut Yusnaini, dkk (2010) mengemukakan bahwa pengukuran

mofometrik merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik yang lain

tanpa melalui lengkungan badan. Metode pengukuran standar ikan antara

lain panjang standar, moncong/bibir, sirip punggung atau tinggi badan dan ekor.

Ikan bertulang belakang memiliki beraneka ragam karakteristik tubuh sehingga

bentuk badan dan ukuran berbeda.


5

III. METODOLOGI PRATIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum ikhtiologi ini dilaksanakan pada hari Rabu, 4 April 2018 yang

dimulai dari pukul 14.00 – 16.30 WIB. Praktikum ini diadakan di laboratorium

Biologi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Kampus

Bina Widya, KM.12,5 Simpang Baru, Panam, Pekanbaru.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang dipakai pada saat melakukan praktikum adalah nampan sebagai

tempat meletakkan sampel, penggaris untuk mengukur morfometrik sampel. Buku

gambar tempat mengambar ikan, buku penuntun pratikum, pena, pensil untuk alat

menggambar objek yang dipraktikumkan. Sedangkan bahan yang digunakan

sebagai objek praktikum adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Ikan objek

praktikum disediakan dari laboraturium Biologi Perikanan.

3.3. Metode Praktikum

Dalam melakukan praktikum, pengamatan dan penulisan laporan

menggunakan metode secara langsung terhadap ikan yang dipraktekkan yaitu

mengukur morfometrik tubuh ikan (mengukur ukuran luar tubuh ikan). Membuat

klasifikasi setiap objek yang dimilki praktikan selanjutnya membuat tabel

percentase pengukuran setiap bagian tubuh ikan. Selain itu praktikum ini

berpedoman pada buku penuntun praktikum iktiologi.

3.4. Prosedur praktikum

Dalam melakukan praktikum ikan yang dijadikan objek praktikum

terlebih dahulu dibersihkan kemudian diletakkan di atas nampan. Kemudian ukur


6

panjag total, panjang baku, panjang kepala bagian dorsal, panjang kepala bagian

lateral, panjang pre dorsal, panjang pangkal ekor-dorsal, panjang pangkal ekor-

anal, panjang anal-pelvik, tinggi kepala dimata, tinggi kepala di tengkuk, tinggi

badan pelvik, tinggi badan di awal dorsal, tinggi badan diakhir anal, tinggi batang

ekor, tinggi dasar ekor, diameter bola mata, panjang dasar sirip pectoral, panjang

dasar sirip dorsal, panjang sirip pelvik, panjang dasar sirip anal, panjang sungut,

panjang jari sirip dorsal terpanjang, panjang jari sirip pectoral terpanjang, panjang

cuping sirip ekor bagian atas, panjang cuping sirip ekor bagian bawah, jika ikan

memiliki ekor bercagak hitung fl. Setelah itu buat kedalam tabel dan hitung

percentase setiap bagian tubuh ikan.


7

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Berdasarkan pengamatan pada pratikum “Morfometrik dan Perhitungan

Meristik Tubuh Ikan” maka didapatkan hasil sebagai berikut:

4.1.1. Morfometrik ikan nila (Oreochromis niloticus)

(Menurut pratama,2009 ) Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik

ikan nila adalah tipe scenoid. Ikan nila juga ditandai dengan jari-jari darsal yang

keras, begitupun bagian awalnya. Dengan posisi siap awal dibagian belakang sirip

dada (abdormal).

Klasifikasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Filum : Chordata

Kelas : Osteichyes

Ordo : Percomorphi

Family : Cichlidae

Genus : Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus

Gambar 1 : Ikan Nila (Oreochromis niloticus)


8

4.1.2. Meristik Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Meristik merupakan pengamatan morfologi dengan cara menghitung semua

struktur morfologi yang dapat dihitung misalnya jumlah sisik, jumlah tulang sirip

dan lain-lain.

No Bentuk Tubuh Ikan Ukuran Tubuh Ikan Percentase (% )


(mm)

1 PT 200 125

2 PB 160 100

3 PKD 15 9,373

4 PKL 50 31,25

5 PRD 45 28,125

6 PPED 20 12,5

7 PPEA 16 10

8 PAP 60 37,5

9 TKM 33 20,625

10 TKT 34 21,25

11 TBP 70 43,75

12 TBAD 67 41,875

13 TBAA 27 16,975

14 TBE 25 15,625

15 TDE 25 15,625

16 DM 10 6,25

17 PSP 10 6,25

18 PSD 90 56,25

19 PS Pelvik 11 6,875

20 PSA 22 13,75

21 PS 0 0
9

22 PJSDT 26 16,25

23 PJSPT 50 31,25

24 PCSEA 0 0

25 PCSEB 0 0

Tabel 1. Hasil morfometrik Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

4.1.2. Meristik Ikan Nila (Oreochromis niloticus)


Meristik merupakan pengamatan morfologi dengan cara menghitung semua

struktur morfologi yang dapat dihitung misalnya jumlah sisik, jumlah tulang sirip

dan lain-lain.

No Meristik Jumlah
1 Sisik di depan sirip punggung 11
2 Sisik pipi 5
3 Sisik di sekeliling badan 36
4 Sisik batang ekor 8
5 Garis rusuk 35
6 Sisik di atas dan di bawah garis rusuk 25
Tabel 2 : Perhitungan Meristik Ikan Nila

4.2. Pembahasan

Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada umur,

jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Faktor-faktor lingkungan yang

dapatmempengaruhi kehidupan ikan di antaranya adalah makanan, derajat

keasaman (pH) air,suhu, dan salinitas. Faktor-faktor tersebut, baik secara

sendirisendiri maupun secara bersama-sama, mempunyai pengaruh yang sangat

besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan

mempunyai umur yang sama namun ukuran mutlak diantara keduanya dapat
10

saling berbeda. Morfometrik adalah ukuran bagian-bagian tertentu dari struktur

tubuh ikan (measuring methods).

Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuhyang
lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain
panjangtotal, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan
panjang sirip, dandiameter mata (Hubbs dan Lagler, 1958; Parin, 1999).
Meristik merupakan pengamatan morfologi dengan cara menghitung
semua struktur morfologi yang dapat dihitung misalnya jumlah sisik, jumlah
tulang sirip dan lain-lain. Perhitungan meristik dapat digunakan dalam penentuan
umur ikan.
11

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disumpulkan bahwa :

Morfometrik merupakan ukuran bagian-bagian tertentu dari struktur tubuh ikan.

Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh kebagian tubuh yang lain.

Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang

total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang

sirip, dan diameter mata (Hubbs dan Lagler, 1958; Parin, 1999).

Meristik merupakan pengamatan morfologi dengan cara menghitung

semua struktur morfologi yang dapat dihitung misalnya jumlah sisik, jumlah

tulang sirip dan lain-lain

Berdasarkan hasil praktikum bahwa Pada bagian meristik pengamatan

dilakukan pada perhitunagn jumlah masing-masing bagian tubuh pada ikan, yang

dihitung adalah jumlah sirip, sisik dan insang. Sirip (jari-jari sirip keras dan jari-

jari sirip lemah), sisik dan insang.

5.2.Saran

Selaku manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan dan kelemahan.

Ababila ada kekurangan saya mohon maaf dan dibutuhkan saran dari pembaca

demi kesempurnaan laporan ini. Jadi, semoga untuk selanjutnya hal tersebut dapat

terpenuhi demi kesempurnaan penulisan berikutnya. Tentunya arahan dan

masukan dari para assisten juga sangat saya butuhkan untuk mempermudah dan

memperlancar jalannya pratikum selanjutnya.


12

DAFTAR PUSTAKA

Rajabnadia, L. Abdul. Buku Ajar Ichtyology. Fakultas Perikanan danIlmu


Kelautan Universitas Haluoleo. Kendari.

Barus T.A dan Hesti wahyiningsih. 2006. Ikhtiologi. Usu-press, Medan.

Burhanuddin, A

. Iqbal. 2008. Ikhtiologi Ikan dan Aspek Kehidupannya.Makassar.

Hubbs, C.L. and K.F. Lagler. 1958. Fishes of the Great Lakes Region. University
of Michigan Press, Ann Arbor, Michigan. Putra

Ridwan Manda, dkk. 2014. Penuntun Praktikum Ichthyology. Fakultas Perikanan


dan Ilmu

Effendie, M. I. 1997. Metode Biologi Perikanan. Yayasan


PustakaNusantara, Yogyakarta.163 hal.

Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jilid 1 dan 2.

Bina Cipta,Jakarta.

Anonim. 2010. Diakses dari http://en.wikipedia.org/wiki/Morphometrics. Pada


tanggal 20 April 2015. Pukul 14.04 WIB.

Anonim. 2012. Diakses dari(http://www.scribd.com/doc/37990780/Panduan-


Praktikum-Osteichtyes). Pada tanggal 20 April 2015. Pukul 13.23 WIB.
13

LAMPIRAN
14

Lampiran 1 : Alat dan Bahan Pratikum.

1. Buku penuntun pratikum 2. Penggaris

3. Pensil Warna 4. pensil

5. Tissu 6. Serbet
15

Lampiran 2 : Gambar Ikan Hasil Pratikum

Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Anda mungkin juga menyukai