Anda di halaman 1dari 24

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR & MEDIA MATEMATIKA

CRITICAL BOOK REPORT


PENGEMBANGAN BAHAN
AJAR & MEDIA
MATEMATIKA

PRODI S1 PGSD

SKOR:

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 2

NAMA MAHASISWA : JIHAN AGUSTINA (1173311059)

MAYANG SERUNGKE (1173311080)

MAYSAROH (1173311081)

MELLY NURLIZA (1173311082)

MONIKA ARTAULI N (1173311083)

SITI KHODIZAH P (1173311125)

KELAS : PGSD H EKSTENSI 2017

DOSEN PENGAMPUH : ANDRI SITANGGANG, S.Pd., M.Pd.

MATA KULIAH : PENGEMBANGAN BAHAN AJAR & MEDIA


MATEMATIKA

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Maret 2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga dapat menyelesaikan penyusunan tugas Critical Book
Report ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Adapun pembuatan Critical
Book Report ini sebagai bentuk tugas dari dosen Pengembangan Bahan Ajar & Media
Matematika, selain itu agar pembaca dapat menambah pengetahuan dan informasi yang terdapat
didalam tugas ini.

Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi. Namun penulis
menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan tugas ini tidak lain berkat bantuan, dorongan
dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang dihadapi teratasi. Oleh karena itu
diucapkan terima kasih kepada :

1. Dosen Pengembangan Bahan Ajar & Media Matematika yang telah memberikan tugas,
petunjuk, kepada saya sehingga termotivasi dan dapat menyelesaikan tugas ini

2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing,dan mengatasi berbagai kesulitan
sehingga tugas ini selesai.

Tugas ini diakui masih banyak kekurangan karena pengetahuan yang dimiliki sangat
kurang. Oleh karena itu diharapkan kepada Dosen Pengembangan Bahan Ajar & Media
Matematika dan para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan tugas Critical Book Report ini.

Medan, Maret 2020


 Identitas buku pertama :

Judul : Matematika Gemar Berhitung 2A

Penulis : Supardjo

Penerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Kota terbit : Solo

Tahun terbit : 2007


 Identitas buku kedua :

Judul : Matematika Gemar Berhitung 2

Penulis : Supardjo

Penerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Kota terbit :Solo

Tahun terbit : 2004


 Kelebihan dan kelemahan buku :

KD 3.1 ( Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan lambangnya


berdasarkan nilai dan tempat dengan menggunakan model konkret serta cara
membaca nya )

Konsep nya yaitu bagaimana cara kita memahami bagaimana bilangan cacah merupakan
himpunan bagian dari bilangan bulat yang dimulai dari angka 0 dan dilanjutkan dengan
bilangan bulat positif, yaitu {0, 1, 2, 3, …}. Bilangan cacah ini merupakan gabungan dari
angka nol {0} dan bilangan asli.

1. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2A


 Membandingkan bilangan
 Mengurutkan bilangan
 Menentukan nilai tempat sampai ratusan
 Melakukan Penjumlahan dan pengurangan bilangan

2. Kelemahan dari buku Matematika Gemar Berhitung 2A ini tidak ada membahas atau
memaparkan materi yang ada di kd 3.1

3. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2

 Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan


 Melakukan perkalian dan pembagian bilangan
 Membandingkan bilangan
 Mengurutkan Bilangan

4. Kelemahan dari buku Matematika Gemar Berhitung 2 ini tidak ada membahas atau
memaparkan materi yang ada di kd 3.1

KD 3.2 ( Membandingkan dua bilangan cacah )

 Konsepnya
Metode 1: Untuk penyebut yang sama, hanya membandingkan pembilangnya.

Contoh:

Metode 2: Untuk penyebut yang berbeda, menyamakan penyebut terlebih dahulu lalu
membandingkan pembilangnya. Cara menyamakan penyebut:

 Cara I: Mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat
yang sama hingga penyebutnya sama.
 Cara II: Penyebutnya sama-sama dibuat menjadi KPK dari penyebutnya.

1. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2A


 Membandingkan bilangan
 Mengurutkan bilangan
 Menentukan nilai tempat sampai ratusan
 Melakukan Penjumlahan dan pengurangan bilangan

2. Kelemahan dari buku Matematika Gemar Berhitung 2 A ini tidak ada membahas atau
memaparkan materi yang ada di kd 3.2
3. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2
4. Kelemahan dari buku Matematika Gemar Berhitung 2 ini tidak ada membahas atau
memaparkan materi yang ada di kd 3.2

KD 3.3 ( Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang


melibatkan bilangan cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari-hari serta
mengaitkan penjumlahan dan pengurangan )

Konsep nya : Anak-anak untuk pertama kali memperoleh pengajaran penjumlahan pada
umum nya di kelas 2. Jadi taraf berpikir nya masih kongkret.Oleh
karena itu pengajaran akan lebih dipahami apabila di berikan menggunakan benda
benda kongkret atau alat peraga dan dikait kan dengan kehidupan sehari hari. Berikut ini alt-
ernatif cara untuk menghitung penjumlahan.Bagaimana kah membaca simbol + dan = ayo
kita pelajari bersama membaca dan menggunakan simbol + dan = contoh
:Intan dan Farhan bermain kelereng intan membawa 7 kelereng sedang kan
Farhan membawa 5 kelereng berapa jumlah kelereng tersebut.
1. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2A mengingat fakta dasar penjumlahan
dan pengurangan sampai dengan ratusan, mengubah kalimat atau bentuk pengurangan ke
bentuk penjumlahan,

2. Kelemahan di buku Matematika Gemar Berhitung 2A, menjumlahkan tanpa


menyimpan,menjumlahkan dengan satu kali menyimpan.

3. Kelebihan di buku Matematika Gemar Berhitung 2 melakukan penjumlahan dan


pengurangan bilangan yang menentukan nilai tempat sampai ratusan

4. Kelemahan di buku Matematika Gemar Berhitung 2 ini tidak ada membahas atau
memaparkan materi yang ada di kd 3.3

KD 3.4 ( Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah


dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam kehidupan sehari serta mengaitkan
perkalian dan bilangan )

Konsep nya : Peserta didik diminta praktek untuk menjawab 6 soal berikut ini (1) 18 : 6 = ...
(4) 12 : 4 = ... (2) 14 : 7 = ... (5) 10 : 2 = ... (3) 15 : 5 = ... (6) 6 : 1 = ...

Peserta didik harus mempraktekkan dengan cara yang benar menurut kaidah matematika,
misal 18 : 6 = .... Peserta didik diminta bermain peran. Guru memanggil 6 orang peserta
didik yang akan menerima bagian dan 1 orang peserta didik yang memegang 18 sedotan
minuman untuk dibagi rata/sama banyak kepada 6 orang temannya. Cara peragaan yang
benar adalah anak yang memegang 18 sedotan setiap kali mengambil 6 sedotan untuk dibagi
rata pada keenam orang temannya. Peragaan pengambilan enaman dan kemudian dibagi rata
kepada 6 orang temannya seperti itu dilakukan secara berulang hingga sedotan sebanyak 18
tersebut habis. Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengawasi jalannya peragaan yang
dilakukan oleh peserta didiknya.

Kelebihan dan kekurangan :

Dalam hal ini tidak ada kelebihan dalam buku keduanya melainkan hanya kelemahan.
Adapun kelemahan khususnya di KD 3.4 tidak ada tertera konsep ataupun materi
pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini. Baik itu menjelaskan perkalian dan
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari serta mengaitkan perkalian dan bilangan

KD 3.5 ( Menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang )


Konsep nya : Riko membeli 1 pensil seharga Rp. 2.500, 1 buah buku tulis batik seharga Rp.
4.500,00 dan 1 buah penghapus seharga Rp. 2.300,00. Dari keterangan tersebut, maka :
a. Hitulanglah total uang yang harus dibayar Riko.
b. Berapa kembalian yang di dapat riko jika ia membayarnya dengan 5 lembar dua ribuan.
Jawab :

a. Total uang yang harus dibayar Riko = Rp. 2.500,00 + Rp. 4.500,00 + Rp. 2.300,00 = Rp.
9.300,00

b. Kembalian uang jika membayar dengan 5 lembar 2 ribuan


= ( 5 x uang dua ribuan ) – Rp. 9.300,00
= ( 5 x Rp. 2.000,00 ) – Rp. 9.300,00
= Rp. 10.000,00 – Rp. 9.300,00
= Rp. 700,00

Kelebihan dan kekurangan :

Dalam hal ini tidak ada kelebihan dalam buku keduanya melainkan hanya
kelemahan. Adapun kelemahan khususnya di KD 3.5 tidak ada tertera konsep ataupun
materi pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini. Baik itu konsep nilai dan kesetaraan,
pecahan nilai uang , sampai mengurutkan dan membandingkan nilai mata uang.
 Identitas buku

Judul : Mudah berhitung matematika 2

Penulis : Donny Citra Lesmana , Aden Rahmatul Kamal

Penerbit : Yudistira

 Kelebihan dan kelemahan buku

KD 3.1 ( Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan lambangnya berdasarkan nilai tempat
dengan menggunakan model konkret serta cara membacanya )

Konsepnya yaitu : mengenal bilangan 100 sampai 500 dan menyebutkan bilangan 101 sampai 500 , bu
guru menuliskan lambang bilangan dan bu guru mengajak anak anak membilang sampai 500 contohnya
seperti 101, 102, 103 104 dan seterusnya di sebut bilangan cacah

 Kelebihan dari buku mudah berhitung matematika 2 ini terkhusus di KD 3.1 sangat jelas di
paparkan materi sesuai kd bilangan cacah , menghasilkan siswa mahir berhitung dan kreatif
mengurutkan bilangan dan menentukan nilai tempat suatu bilangan.
 Sedangkan kelemahanya tidak ada sama sekali

KD 3.2 (membandingkan 2 bilangan cacah)

Konsepnya yaitu : membandinngkan bilangan nilai tempat ratusan puluhan satuan dari kurang dari
terbesar

 Kelebihan dari buku mudah berhitung dari KD 3.2 membandingkan setiap angka pada nilai
tempatnya mulailah dari nilai terbesar
 Kekurangannya adalah tidak menjelaskan makna atau pengertian bilangan cacah

KD 3.3 (menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengumpulan bilangan yang melibatkan bilangan
cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan

Konsepnya yaitu : penjumlahan hasil penjumlahan bersusun panjang , bersusun pendek dengan
menyimpan tanpa menyimpan pengurangan dengan meminjam tanpa meminjam

 Kelebihan dari buku mudah berhitung matematika 2 ini terkhusus di KD 3.3 membandingkan
penjumlahan dan pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun pendek dan bersusun
panjang.
 Kekurangan dari buku mudah berhitung 2 ini terkhusus di KD 3.3 tidak ada menjelaskan makna
atau pengertian bilangan cacah

KD 3.4 ( menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai
dengan 100 dalam kehidupan sehari hari serra menjadikan perkalian dan pembagian

Konsepnya yaitu menjumlahkan balok dengan perkalian berapa banyak baris balok yang terbentuk dan
bagaimana cara pembagianya
 Kelebihannya adalah memaparkan pembagian bilangan dua angka dan perkalian pembagian
daftar perkalian sifat pertukaran
 Kekurangannya adalah tidak menjelaskan pengertian bilangan cacah

KD 3.5 ( menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang )

Konsep nya yaitu bilangan memiliki nilai tempat misalnya ratusan puluhan dan satuan

 Kelebihannya adalaah memaparkan nilai tempat ratusan puluhan satuan lebih dari kurang dari
terbesar
 Kekurangannya adalah tidak menggunakan pengertian dan makna nilai keseteraan pecahan

LAMPIRAN
 Identitas buku pertama

Judul : Senang Matematika 2

Penulis : Amin Mustoha, Buchori, dan Isti Hidayah

Penerbit : PT. Madju Medan Cipta

Kota terbit : Medan

 Identitas buku kedua

Judul : Mahir Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar Berhitung

Penulis : R. Daromez Setiar Budi, S.P.,MBA & Titik Setyaningsih, S.E, M.Si

Penerbit : CV Teknik Indonesia

Kota terbit : Medan


 Kelebihan dan kelemahan buku

KD 3.1 ( Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan lambangnya berdasarkan nilai
tempat dengan menggunakan model konkret serta cara membacanya)

Konsepnya yaitu bagaimana cara kita menyatakan banyaknya anggota suatu himpunan?
Sebagai contoh kita pandang kumpulan siswa di suatu kelas. Banyaknya siswa yang ada
dalam kelas tersebut kita nyatakan dengan suatu bilangan.Setiap kumpulan dapat
dihubungkan dengan suatu bilangan. Bilangan- bilangan itu masing
masing mempunyai nama. Kita juga menggunakan lambang untuk setiap bilangan. Misalnya
lambang “5” mewakili bilangan lima. Kata “lima” adalah nama untuk bilangannya.

Pengertian-pengertian itu kita perkenalkan kepada murid tahap demi tahap. Mula-
mula kita perkenalkan kumpulan. Anggota-anggotanya adalah menyatakan banyaknya
anggota kumpulan. Murid-murid harus berlatih sampaimereka dengan mudah dapat
menemukan bilangan yang tepat untuk setiap kumpulan, setiap kumpulan dihubungkan
dengan satu bilangan. Tetapi setiap bilangan dapat dihubungkan dengan banyak sekali
kumpulan barang-barang.Sekarang, bayangkanlah kumpulan sapi-sapi hijau atau kumpulan
semuaorang yang berkepala tiga. Kumpulan-kumpulan itu tidak mempunyai anggota.Kita
sebut kumpulan demikian itu himpunan kosong. Bilangan untuk himpunan kosong adalah
nol, lambangnya adalah “0”. Anak -anak dapat melihat bahwa kumpulan gajah dalam ruang
kelas mereka adalah himpunan kosong. Banyaknya anggota himpunan itu adalah nol.
Bilangan-bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya disebut bilangan cacah.

1. Kelebihan di buku senang matematika 2 ini terkhusus di KD 3.1 sangat jelas


dipaparkan materi sesuai kdnya. Baik itu bilangan cacah, menentukan lambang
bilangan yang telah sesuai dengan nilai tempatnya serta terdapat cara membaca
dan menulis lambang bilangan cacah tersebut. Sedangkan kelemahannya tidak ada
sama sekali dalam kd ini.
2. Kelemahan di buku Mahir Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar
Berhitung khususnya di KD 3.1 masih banyak kelemahan. Dimana kelemahannya
hanya dipaparkan penyebutan bilangan-bilangan cacah yang di mulai 0, 1, 3, 4, 5
,… dst. Serta menuliskan lambang bilangan cacah. Tidak ada konsep apa itu
makna bilangan cacah, membaca bilangan serta nilai tempat.

KD 3.2 ( Membandingkan dua bilangan cacah )

Konsepnya ialah Hubungan antar bilangan cacah yang biasa diajarkan di SD antara
lain “kurang dari”, “lebih dari” dan “sama dengan”. Untuk menanamkan konsep
hubungan tersebut kepada anak SD, mereka diajak membedakan bila sebuah himpunan
mempunyai anggota lebih dari, kurang dari, atau sama dengan bayaknya anggota
himpunan yang lain. “Himpunan mempunyai anggota yang lebih dari (kurang dari atau
sama dengan)” dengan cara mendekatkan anggota yang dipasangkan. Jika menggunakan
gambar, anggota-anggota yang dipasangkan dihubungkan dengan garis. Jika dalam
memasang unsur-unsur dua himpunan siswa menjumpai unsur himpunan pertama ada
yang tidak mempunyai pasangan dengan unsur himpunan kedua karena semua unsur
himpunan yang kedua telah terpasang semuanya, maka ia mendapatkan himpunan
pertama mempunyai unsur lebih dari himpunan kedua. Jika setiap anggota himpunan
pertama terpasang satu-satu dengan anggota himpunan kedua dan tak ada anggota
himpunan yang tak terpasangkan , maka kedua himpunan mempunyai sifat bilangan yang
sama.

1. Kelebihan di buku senang matematika 2 ini terkhusus di KD 3.2 mengenai


membandingkan dua bilangan cacah sudah sesuai. Konsep membandingkan
bilangan juga di paparakan dengan jelas seperti “ konsep membandingkan dua
bilangan cacah yaitu dengan melihat angka ratusan mana yang lebih besar, jika
ratusannya sama lihat puluhannya, dan jika msih sama lihat satuannya”.
Penerapan berdasarkan benda-benda konkretnya juga dipaparkan dalam buku ini.
Adapun untuk melatih dan mengasih kemampuan matematika kelas 2 ini juga di
paparkan evaluasi-evaluasi ataupun latihan-latihan. Sedangkan kelemahannya
tidak ada sama sekali dalam buku ini terkhusus mengenai KD ini.
2. Kelemahan di buku Mahir Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar
Berhitung khususnya di KD 3.2 masih banyak kelemahan. Dimana kelemahannya
hanya dipaparkan cara menulis dan membaca bilangan puluhan 26-40, bilangan
ratudan 100-500 . Serta menuliskan lambang bilangan tersebut. Tidak ada konsep
bagaimana cara membandingkan dau bilangan cacah.

KD 3.3 (Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang


melibatkan bilangan cacah dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan
dan pengurangan)

Konsep penjumlahan ialah anak-anak untuk pertama kali memperoleh pengajaran


penjumlahan pada umumnya di kelas 2. Jadi taraf berpikirnya masih kongkret. Oleh
karena itu pengajaran akan lebih dipahami apabila diberikanmenggunakan benda
benda kongkret atau alat peraga dan dikaitkandengan kehidupan seharihari. Berikut ini alt
-ernatif cara untuk menghitung penjumlahan. Bagaimanakah membaca simbol + dan =
ayo kita pelajari bersama membaca dan menggunakan simbol + dan =
contoh:Intan dan Farhan bermain kelereng intan membawa 7 kelereng sedangkan
Farhan membawa 5 kelereng berapa jumlah kelereng tersebut.
Pada pengurangan kita mencari selisihnya. Oleh karena itu pengurangan berkaitan
dengan pemisahan himpunan benda-benda sejenis. Dan cara mengeoperasiannya tidak
beda dengan penjumlahan. contoh Soal : Intan disuruh ibunya membeli 10 butir telur
ketika dalam perjalanan pulangtiba-tiba terjatuh, sehingga telur yang dibelinya ada yang
pecah. Adapun telur yang masih tersisa 7 butir. Berapa butir telor yang pecah?

Jawab:

Soal tersebut dapat diselesaikan dengan pendekatan model matematika seperti berikut:

10 - 3 = 7 sebab 7 + 3 = 10 Misalkan x adalah telur yang pecah, maka

10 – x = 7

x=10 – 7 =3

jadi telur yang pecah adalah 3 butir

1. Kelebihan di buku senang matematika 2 ini terkhusus di KD 3.3 “Mengenai


penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari” sudah di paparkan di dalam buku. Yang pertama konsep
penjumlahan. Di dalam materi penjumlahan ini, ada 3 konsep yang dijelaskan
yaitu dengan cara menggunakan table, sifat pertukaran pada penjumlahan, dan
sifat pengelompokkan penjumlahan. Serta penerapan konsep penjumlahan
berdasarkan benda-benda konkretnya sudah sangat jelas dipaparkan dalam buku
ini. Adapun untuk melatih dan mengasah kemampuan penjumlahan ini juga di
paparkan evaluasi ataupun latihan. Dan untuk lebih pahamnya juga terdapat
contoh soal dan penyelesaiannya. Setelah penjumlahhan, juga ada konsep
penngurangan. Adapun konsep pengurangan dalam buku ini terdiri dari 3 yaitu
pengurangan dengan menggunakan table, pengurangan dua bilangan tanpa
meminja, dan penguranagn dua bilangan dengan meminjam. Adapun untuk
melatih dan mengasah kemampuan penjumlahan ini juga di paparkan evaluasi
ataupun latihan. Dan untuk lebih pahamnya juga terdapat contoh soal dan
penyelesaiannya. Sedangkan kelemahannya tidak ada sama sekali dalam buku ini
terkhusus mengenai KD ini.
2. Kelebihan di buku Mahir Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar
Berhitung khususnya di KD 3.3 hanya dipaparkan bagaimana cara melakukan
penjumlahan puluhan dan ratusan. Begitu juga dengan pengurangannya, hanya
dipaparkan materi cara pengurangan bilangan puluhan dan ratusan . tidak hanya
itu, penerapan dari materi penjumlahan dan pengurangan berupa latihan yang di
aplikasikan dengan benda-benda konkret sudah sangat jelas dipaparkan.
Sedangkan kelemahannya hanya terdapat pada konsep makna penjumpahan dan
pengurangan yang seharusnya di jelaskan di awal sebelum penerpan soal
diberikan agar anak-anak tidak hanya memahami secara praktek tetap teorinya
juga.

KD 3.4 ( Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian)

Pemahaman konsep perkalian dapat diilustrasikan sebagai pemasangansilang


antara dua himpunan, yaitu: Jika a dan b bilangan cacah, A dan B adalahhimpunan yang
terhingga sedemikian hingga n(A) = a dan n(B) = b, maka a x b =n (A x B). Misalkan
perkumpulan bulu tangkis mempunyai pemain putrasebanyak 3 orang, yaitu: Rudi,
Candra, dan Gunawan, serta mempunyai 2 orang pemain putri, yaitu: Susi dan Yeni. Jika
akan diturunkan bermain dalam pasanganganda campuran, maka pasangan yang mungkin
terjadi adalah: (1) Rudi dan Susi;(2) Rudi dan Yeni; (3) Candra dan Susi; (4) Candra dan
Yeni; (5) Gunawan danSusi; dan (6) Gunawan dan Yeni. Jadi banyaknya pasangan atau
kombinasi yang mungkin terjadi adalah 6 pasang. Banyaknya pasangan tersebut di dapat
dari pemasangan silang dua anggota himpunan atau atau di dapat dari perkalian 3 dan 2.

Perkalian dapat pula dinyatakan sebagai penjumlahan berulang, dengandefinisi: Jika a


dan b bilangan cacah, maka a.b = b + b + b + ... + b atau ab adalah penjumlahan berulang
yang mempunyai a suku dan tiap-tiap suku adalah b. Atau perkalian axb ialah
penjumlahan berganda yang yang mempunyai a suku dan tiap-tiap suku sama dengan b.

Konsep pembagian, pembagian dapat dikatakan sebagai pengurangan berulang atau


kebalikan dari operasi perkalian. Oleh karena itu, syarat utamanya adalah siswa perlu
memahami konsep keduanya dengan baik. Sebagai contoh, jika siswa sudah menguasai 2
x 3 = 6, maka guru dapat memberikan pertanyaan “Dengan bilangan berapakah n berikut
agar pernyataan 2 x n = 6 menjadi pernyataan yang bernilai benar?”. Maka jika siswa
menguasai konsep perkalian siswa akan menjawab n tersebut adalah 3 karena 2 x 3 = 6
dapat diubah menjadi 6 : 2 = 3. Selain itu pembagian dapat diartikan sebagai
pengurangan berulang, misalnya 6 : 2 = 3 artinya 6 akan habis jika dikurangkan pembagi
yaitu 2 secara terus menerus sebanyak 3 kali yaitu 6 – 2 – 2 – 2 = 0.
1. Kelebihan di buku senang matematika 2 ini terkhusus di KD 3.4 “Mengenai
perkalian dan pembagian bilangan yang melibatkan bilangan cacah dalam
kehidupan sehari-hari” sudah di paparkan di dalam buku ini. Konsep makna
perkalian dan pembagian sudah diterapkan dalam buku ini. Adapun konsep
perkalian yang diterapkan di buku ini ada 2 konsep yaitu bahwa “ perkalian
merupakan penjumlahan berulang” dan “perkalian dua bilangan lebih dari 5
dengan jari-jari tangan”. Serta penerapan konsep perkalian berdasarkan benda-
benda konkretnya sudah sangat jelas dipaparkan dalam buku ini. Adapun untuk
melatih dan mengasah kemampuan penjumlahan ini juga di paparkan evaluasi
ataupun latihan. Dan untuk lebih pahamnya juga terdapat contoh soal dan
penyelesaiannya. Setelah perkalian , juga ada konsep pembagian. Adapun konsep
pembagian dalam buku ini terdiri dari 3 yaitu:
 Pembagian berarti membagi sampai habis.
 Pembagian merupakan pengurangan yang berulang untuk bilangan yang
sama.
 Pembagian merupakan lawan dari perkalian

Penerapan konsep perkalian berdasarkan benda-benda konkretnya sudah


sangat jelas dipaparkan dalam buku ini Adapun untuk melatih dan mengasah
kemampuan pembagian ini juga di paparkan evaluasi ataupun latihan. Dan untuk
lebih pahamnya juga terdapat contoh soal dan penyelesaiannya. Sedangkan
kelemahannya tidak ada sama sekali dalam buku ini terkhusus mengenai KD ini.

2. Kelebihan di buku Mahir Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar


Berhitung khususnya di KD 3.4 sudah dipaparkan konsep perkalian dengan
menggunakan table dan dengan mengalikan dua bilangan yang lebih dari 5 dapat
dipakai pertolongan jari-jari tangan. Begitu juga dengan pembagian, konsep yang
digunakan dengan membagi sampai habis dan dengan melakukan pengurangan
berulang. tidak hanya itu, penerapan dari materi perkalian dan pembagian berupa
latihan yang di aplikasikan dengan benda-benda konkret sudah sangat jelas
dipaparkan. Sedangkan kelemahannya hanya terdapat pada konsep makna
perkalian dan pembagian yang seharusnya di jelaskan di awal materi sebelum
penerapan soal dan cara menyelesaikannya soal diberikan agar anak-anak tidak
hanya memahami secara praktek tetap teorinya juga.

KD 3.5 (Menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang)

Konsepnya yang pertama ialah Mengenal pecahan nilai uang, Pecahan nilai uang
terdiri dari 2 macam yaitu uang logam dan uang kertas. Contoh cara menuliskan uang :
Ditulis : Rp 500,00
Dibaca : Lima Ratus Rupiah

2. Membandingkan nilai mata uang,


Contoh :
Lima Ratus Rupiah lebih besar dari Dua Ratus Rupiah
Seratus Rupiah lebih kecil dari Seribu Rupiah
3. Mengurutkan pecahan uang dari yang terkecil/terbesar
contoh :
Rp100,00 - Rp200,00 - Rp500,00
Rp1000,00 - Rp500,00 - Rp100,00

Kelebihan dan kekurangan :

Dalam hal ini tidak ada kelebihan dalam buku keduanya melainkan hanya
kelemahan. Adapun kelemahan Pada buku gemar matematika 2 dan buku Mahir
Berhitung Membangun Karakter Siswa Gemar Berhitung khususnya di KD 3.5 tidak ada
tertera konsep ataupun materi pembelajaran yang berkaitan dengan KD ini. Baik itu
konsep nilai dan kesetaraan, pecahan nilai uang , sampai mengurutkan dan
membandingkan nilai mata uang.
 Identitas Buku
1. Judul Buku : Terampil Berhitung Matematika
2. Penulis : Tim Bima Karya Guru
3. Penerbit : Erlangga

 Identitas Buku Kedua


1. Judul Buku : Buku Panduan Pendidikan Matematika
2. Penulis : Nur Aksin dan Anna Yuni Astuti
3. Penerbit : Intan Pariwara

Kelebihan dan Kelemahan Buku

KD 3.1 (Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan lambangnya berdasarkan nilai tampat
dengan menggunakan model kongkret serta cara membacanya)

Konsepnya yaitu bilangan cacah merupakan bilangan yang di mulai dari angka nol dan selalu
bertambah satu dengan bilangan setelahnya. Bilangan-bilangan lain yang termasuk bilangan cacah
adalah

{0,1,2,3,........,980,981,982,983,984,985,986,987,989,990,991,992,993,994,995,996,997,998,999}. Nilai
tempat merupakan nilai dari sebuah angka yang menunjukkan letaknya pada suatu bilangan. Berikut ini,
susunan nilai tempat:

 Bilangan satuan disusun oleh satu angka, antara: 0-9

 Bilangan puluhan disusun oleh dua angka, antara: 10-99

 Bilangan ratusan disusun oleh tiga angka, antara: 100-999

Siswa dapat membaca lambang bilangan cacah dengan cara 3 blok ratusan memiliki lambang bilangan
300 dan 6 blok puluhan memiliki lambang bilangan 60. Jadi dapat dituliskan dalam bentuk lambang
bilangan 360 dan dibaca tiga ratus enam puluh.

1. Kelebihan buku ini dari KD 3.1 (Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan
lambangnya berdasarkan nilai tampat dengan menggunakan model kongkret serta cara
membacanya) sangat sesuai dengan materi KD 3.1 dengan memaparkan mengenal bilangan,
menyebut banyak benda serta membaca dan menulis lambang bilangan. Kemudian menentukan
nilai tempat bilangan sampai dengan ratusan. Tidak ada kelemahan
2. Kelemahan Buku Panduan Pendidikan Matematika dari KD 3.1 (Menjelaskan makna bilangan
cacah dan menentukan lambangnya berdasarkan nilai tampat dengan menggunakan model
kongkret serta cara membacanya) karena terlalu meluas pemaparan materi sesaui KD 3.1 dapat
membuat siswa sulit mengerjakannya karena terlalu banyak soal dari pada pengertian setiap
materi. Serta bilangan cacah di buku ini hanya ada sampai 500 saja.
KD 3.2 (Membandingkan dua bilangan cacah) konsep dasarnya siswa dapat membandingkan 2 kumpulan
benda dan mengurutkan dua bilangan.

1. Kelebihan buku dari KD 3.2 (Membandingkan dua bilangan cacah) dengan materi
membandingkan dua kumpulan benda buku ini sesuai dengan tercapainya pencapaian siswa
dalam pembelajaran di KD ini.dan membandingkan dua bilangan cacah buku ini sangat sesuai
dengan materi dengan menampilkan banyak contoh benda seperti gambar agar dapat
mempermudah siswa dalam membandingkan dua bilangan (lebih dari atau kurang dari)
2. Kelemahan buku Panduan Pendidikan Mtematia dari KD 3.2 (Membandingkan dua bilangan
cacah) dapat membuat siswa sulit mengerjakannya karena terlalu banyak soal dari pada
pengertian setiap materi.

KD 3.3 (Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 999
dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumalahan dan pengurangan)

Konsep dasarnya yaitu Didalam penjumlah bilangan cacah terdapat beberapa ciri atau
sifat, diantaranya adalah :

1. Komulatif (Sifat Pertukaran) sebagai contohnya x+y = y+x


2. Asosiatif (Sifat Pengelompokan) sebagai contohnya (x+y)+z = x +(y+z)
3. Unsur Identitas (Sifat Identitas) sebagi contohnya x+0 = 0+x
4. Tertutup adalah penjumlahan 2 buah bilangan cacah yang akan mendapatkan hasil bilangan
cacah juga

Dan pengurangan adalah operasi kebalikan dari pengurangan x-y=z yang memiliki arti sama dengan
y+z= x yang membuat sifatnya sama dengan penjumlahan. Penjumlahan dan pengurangan dibuku ini
(hasil sampai 500).

1. Kelebihan buku pertama KD 3.3 (Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan
bilangan cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan
penjumalahan dan pengurangan) yaitu siswa dituntut untuk mencapai pencapaian indikator
yaitu membaca dan menggunakan simbol +, -, dan =, mengingatkan siswa tentang fakta dasar
penjumlahan dan pengurangan, mengubah kalimat pengurangan ke bentuk penjumlahan,
menjumlahkan bilangan sampai dengan 500. Sangat lengkap untuk materi yang ingin siswa
capai, tidak memiliki kelemahan.
2. Kelemahan pada buku Panduan Pendidik Matematika KD 3.3 (Menjelaskan dan melakukan
penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari-hari
serta mengaitkan penjumalahan dan pengurangan) terlalu banyak bentuk soal tanpa ada
pengertian sebelum mengerjakan soal yang ada, tetapi memiliki jawaban disetiap soal.
KD 3.4 (Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai
dengan 100 dalam kehidupan sehari hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian)

Konsep dasarnya penjumlahan yang berulang, inilah yang menyebabkan AxB berbeda dengan
BxA, sebab AxB = B+B+B+B (sebanyak Ax), sedangkan BxA = A+A+A+A (sebanyak Bx). Misalnya saja pada
aturan pemakaian suatu obat, biasanya ditulis 3x1 tablet sehari. Ini menunjukkan bahwa obat itu tidak
diminum 3 tablet sekaligus, melainkan 1 table setiap kali minum sebanyak 3 kali (pag/siang/sore).
Contoh lainnya ; 6x4 = 4+4+4+4+4+4 sedangkan 4x6 = 6+6+6+6. Kenapa Berbeda?? Sebagian besar dari
kita umumnya tidak mengerti perbedaan pengertian antara AxB dengan BxA, dengan alasan
‘menghasilkan angka akhir yang sama’ karena sifat Komutatif pada operasi bilangan bulat. Tapi kita
tidak menyadari bahwa sifat Komutatif ini hanya berorientasi pada hasil akhir, sedangkan pada konsep
keduanya berbeda. Hal ini berbeda pada oprasi penambahan yang memang memiliki konsep bersifat
Komutatif.

Pembagian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak
setelah mereka mempelajari operasi penambahan, pengurangan dan perkalian. Biasanya operasi
pembagian mulai diperkenalkan pada kelas tiga di sekolah dasar hampir bersamaan dengan
pengajaran Perkalian, tepatnya adalah Perkalian diajarkan terlebih dahulu baru kemudian
Pembagian dan kemudian keduanya akan diajarkan secara paralel. Para orang tua mungkin ingin
memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan pembagian ini secara benar kepada
anak-anak mereka. Metode untuk mengajarkan Pembagian pada tahap awal yang paling sesuai
adalah dengan menghubungkan ke konsep Pengurangan, yaitu dengan memandang pembagian
sebagai pengurangan beruntun (24/4 = 6 artinya adalah 24 –4 –4 –4 –4 – 4 –4 = 0). Karena
dengan pendekatan pengurangan beruntun ini, si anak dapat menggunakan pemahaman yang
telah didapat selama mempelajari operasi pengurangan untuk selanjutnya digunakan mempelajari
Pembagian. Cara selanjutnya untuk mengajarkan operasi Pembagian adalah dengan memandang
Pembagian sebagai Invers Perkalian (20/5 = ? ó 5 * ? = 20). Cara pengajaran Pembagian sebagai
Invers Perkalian dilakukan setelah siswa telah memahami operasi perkalian dengan cukup baik.

1. Kelebihan buku pertama KD 3.4 (Menjelaskan perkalian dan pembagian yang melibatkan
bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam kehidupan sehari hari serta
mengaitkan perkalian dan pembagian) ialah siswa dituntut untuk pencapaian indikator
perkalian bilangan, pembagian bilangan dua angka, mengubah bentuk perkalian ke
bentuk pembagian, dan menghitung secara cepat perkalian dan pembagian oleh bilangan
2. Materi yang diterapkan dibuku ini cukup baik karena sesaui ddengan isi indikator
pengembangannya, tidak ada kelemahan karena buku sudah lengkap.
2. Kelemahan pada buku Panduan Pendidik Matematika KD 3.4 (Menjelaskan perkalian dan
pembagian yang melibatkan bilangan cacah dengan hasil kali sampai dengan 100 dalam
kehidupan sehari hari serta mengaitkan perkalian dan pembagian) terlalu banyak bentuk soal
tanpa ada pengertian sebelum mengerjakan soal yang ada, tetapi memiliki jawaban disetiap
soal.
KD 3.5 (Menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang)

Konsep dasarnya ialah matematika di SD ( Sekolah Dasar) tentang konsep dasar pecahan
dengan menggunakan media/alat peraga yang diyakini dapat memberikan kesenangan dan
pemahaman kepada siswa. Pembelajaran dengan menggunakan media/alat peraga sangat
membantu terciptanya pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 yaitu:
menyenangkan, konstektual dan bermakna melalui langkah pembelajaran untuk mengamati,
menanya, eksperimen/penemuan, mengolah informasi dan menyimpulkan hasil yang sesuai
dengan tujuan.

1. Pengertian Pecahan

Pecahan yang dipelajari siswa di SD/MI, sebetulnya merupakan bagian dari bilangan rasional yang dapat
ditulis dalam bentuk dengan a dan b merupakan bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Secara
simbolik pecahan dapat dinyatakan sebagai salah satu bentuk dari: (1) pecahan biasa, (2) pecahan
desimal, (3) pecahan persen, dan (4) pecahan campuran. Begitu pula pecahan dapat dinyatakan
menurut kelas ekuivalensi yang tak terhingga banyaknya:

Kata pecahan yang berasal dari bahasa Latin fractio yang berarti memecah menjadi bagian-bagian yang
lebih kecil atau bagian dari keseluruhan. Penulisan lambang pecahan meliputi 2 bagian yaitu pembilang
dan penyebut yang dipisahkan oleh garis lurus (–) dan bukan garis miring (/). Contoh , dan seterusnya,
bukan 1/2, 2/3.

1. Kelemahan di buku pertama dan buku kedua KD 3.5 (Menjelaskan nilai dan kesetaraan
pecahan mata uang) tidak menjelaskan tentang materi tersebut.
 Identitas Buku

Judul : ESPS (Erlangga Straight Point Series)

Penulis : Gunanto, Dhesy A.

Penerbit : Erlangga

 Kelebihan dan Kelemahan Buku

KD 3.1 ( Menjelaskan makna bilangan cacah dan menentukan lambangnya berdasarkan nilai
tempat dengan menggunakan model konkret serta cara membacanya )

Konsep nya yaitu Bilangan bulat positif dengan bilangan nol. Contoh : { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ….
}Jadi yang membedakan antara bilangan asli dan bilangan cacah hanyalah di angka bilangan nol.
Bilangan bulat positif dengan bilangan nol. Contoh : { 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, …. }Jadi yang
membedakan antara bilangan asli dan bilangan cacah hanyalah di angka bilangan nol.

Kelebihan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.1 yaitu
memaparkan bagaimana cara membaca, menulis lambang bilangan, membilang urut,serta
memaparkan contoh untuk memperjelas cara membaca lambang.

Kelemahan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.1 yaitu tidak
memaparkan tentang penjelasan tentang makna bilangan cacah secara lengkap yang akan
membuat peserta didik bingung.

KD 3.2 ( Membandingkan dua bilangan cacah )

Konsep nya Anak diberikan beberapa bilangan secara acak. Setelah itu anak diminta membandingkan
mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. Anak diberikan kumpulan benda, dan anak disuruh
untuk menentukan mana yang lebih besar, yang lebih kecil, atau sama.

Kelebihan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.2 yaitu dalam
buku ini memaparkan penjelasan mengenai membandingkan dua bilangan. Buku ini juga
memaparkan contoh-contoh serta latihan terkait materi diatas.

Kelemahan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.2 yaitu dalam
buku ini hanya memaparkan sedikit penjelasan dan contoh dari materi diatas.

KD 3.3 ( Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan
bilangan cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan
dan pengurangan )
Konsep nya Anak akan mengetahui cara mengerjakan penjumlahan sampai ratusan dengan cara susun
kebawah. jumlahkan bagian angka satuan dengan satuan, Jumlahkan bagian puluhan dengan puluhan,
jumlahkan bagian ratusan dengan ratusan. nak akan mengetahui cara mengerjakan pengurangan sampai
ratusan dengan cara susun kebawah. Caranya adalah : Kurangkan bagian angka satuan dengan satuan,
kurangkan bagian puluhan dengan puluhan, kurangankan bagian ratusan dengan ratusan

Kelebihan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.3 yaitu ada kalimat
dari buku ini yang mengajak murid untuk mengingat materi yang sudah berlalu sehingga
membuat proses pembelajaran menjadi mudah dalam menyangkut pautkan materi yang telah
berlalu dengan materi yang akan dibahas. Dalam buku ini juga memberikan cara penyelesaian
materi yang menambah wawasan peserta didik untuk mendalami mata pelajaran matematika.
Dalam buku ini juga memaparkan latihan soal untuk mengetahui kemampuan siswa serta
memaparkan arti dari kata-kata asing yang belum dimengerti siswa.

Kelemahan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.3 yaitu buku ini
hanya menjelaskan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah
sampai dengan 500.

KD 3.4 (Menjelaskan perkalian dan pembagian bilangan yang melibatkan bilangan cacah dengan
hasil kali sampai dengan 100 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan
pengurangan )

Konsep nya perkalian disimbolkan dengan tanda “X”. Simbol “X” diperkenalkan oleh
matematikawan Inggris, bernama William Oughtred. Konsep dasarnya penjumlahan yang berulang,
inilah yang menyebabkan AxB berbeda dengan BxA, sebab AxB = B+B+B+B (sebanyak Ax), sedangkan
BxA = A+A+A+A (sebanyak Bx). Misalnya saja pada aturan pemakaian suatu obat, biasanya ditulis 3x1
tablet sehari. Ini menunjukkan bahwa obat itu tidak diminum 3 tablet sekaligus, melainkan 1 table setiap
kali minum sebanyak 3 kali (pag/siang/sore).

Kelebihan buku ini memberikan penjelasan mengenai materi diatas serta buku ini juga
memaparkan arti dari kata asing yang mungkin tidak diketahui peserta didik. Dalam buku ini
siswa diajak untuk memecahkan soal kuis mengenai materi yang terkait. Buku ini juga
memaparkan contoh dalam kehidupan sehari-hari dalam materi.

Kelemahan dalam buku ini tidak ada.

KD 3.5 ( Menjelaskan nilai dan kesetaraan pecahan mata uang )

Konsep nya

Kelebihan dalam buku ini tidak ada karena dalam buku ini tidak memaparkan materi mengenai
nilai dan kesetaraan pecahan mata uang.
Kelemahan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.5 yaitu dalam
buku ini tidak membahas materi berdasarkan KD 3.5.

KD 3.6 ( Hapal bentuk bangun datar )

Konsep nya pengelompokan bangun datar, penentuan sisi-sisi bangun datar, serta penentuan
sudut-sudut bangun datar.

Kelebihan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.6 yaitu buku ini
menyangkup pautkan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitar yang memudahkan peserta
didik memahami materi ini, kemudian dalam buku ini mengelompokkan bangun datar
berdasarkan bentuk dan mengelompokkan bangun datar berdasarkan ukurannya serta menyusun
bangun datar sehingga membentuk pola baru yang akan membuat peserta didik dapat
membedakan segala jenis bangun datar dan memudahkan peserta didik membuat pola dari
beberapa bangun datar. Dalam buku ini juga memaparkan unsur-unsur dari bangun datar dan
memaparkan tentang sudut bangun datar yang disertai dengan pengertian terlebih dahulu
mengena sudut bangun datar. Kemudian dalam buku ini memaparkan bagaimana cara
menggambar bangun datar.

Kelemahan di buku ESPS (Erlangga Straight Point Series) khusus nya di KD 3.6 yaitu dalam
buku ini tidak membuat kalimat ajakan ketika melakukan suatu kegiatan latihan yang membuat
anak termotivasi untuk mengerjakan tugasnya.