Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN


PENENTUAN JUMLAH LEUKOSIT

Pelaksanaan : Rabu, 25 September 2019


Dosen Asistensi : Dr. Dwi Winarni, M. Si.

Oleh :

Ericha Fajar Cahyani 081711433005

Yulia Tri Nurindah Wanti 081711433016

Idqa Nurtri Bhakti 081711433018

Imarotus Shofiyah 081711433052

DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019
DAFTAR ISI

BAB I
1.1 Tujuan..................................................................................................
1.2 Dasar teori...........................................................................................
1.3 Alat dan bahan....................................................................................
1.4 Cara Kerja...........................................................................................
BAB II
2.1 Hasil....................................................................................................
2.2 Pembahasan........................................................................................
BAB III
3.1 Kesimpulan.........................................................................................
Daftar Pustaka...............................................................................................
Lampiran........................................................................................................
BAB I

1.1 TUJUAN
Praktikan dapat mempelajari dan memahami prinsip kerja bilik hitung
improved Neubauer yang digunakan dalam penghitungan jumlah leukosit.
1.2 DASAR TEORI
Darah di dalam tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting sebagai
alat untuk transportasi oksigen dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Darah
merupakan cairan tubuh yang berwarna merah, warna merah ini merupakan
protein pernafasan yang mengandung besi, yang merupakan tempat terikatnya
molekul-molekul oksigen yang disebabkan oleh hemoglobin. Dalam darah juga
terdapat kandungan seperti air, protein, mineral dan garam.
Selain itu darah juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Pada masing-
masing jenis darah juga memiliki peranan penting dalam tubuh. Jenis-jenis darah
manusia yakni sel darah merah, sel darah putih serta kepingan darah. SelSel darah
putih merupakan salah satu bagian dari susunan sel darah manusia yang memiliki
peranan utama dalam hal sistem imunitas atau membunuh kuman dan bibit
penyakit yang ikut masuk ke dalam aliran darah manusia. Sel darah putih atau
yang juga dapat disebut dengan leukosit. Leukosit dibagi menjadi lima jenis tipe
berdasarkan bentuk morfologinya yaitu basofil, eosinofil, neutrofil, limfosit dan
monosit. Masing-masing jenis sel darah putih ini memiliki ciri khas dan fungsi
yang berbeda (Khasanah, dkk 2016)
Leukosit merupakan komponen penting untuk sistem pertahanan tubuh,
yaitu mampu melawan agen infeksi yang berupa bakteri, cendawan, virus, dan
parasit (Stock & Hoffman 2000). Ketika terjadi infeksi, leukosit akan segera
bermigrasi dari dalam pembuluh darah menuju pada jaringan yang mengalami
infeksi tersebut dan melakukan proses inflamasi (Yadav et al 2003). Kadar
leukosit dalam tubuh hewan dapat menunjukkan kondisi fisiologis hewan
(Hiremath et al 2010). Leukosit terdiri dari basofil, eosinofil, neutrofil, limfosit,
dan monosit (Nussler et al 1999).
Haemocytometer adalah perangkat awalnya dirancang untuk penghitungan
sel darah. Sekarang juga digunakan untuk menghitung jenis sel serta partikel
mikroskopis lainnya. Haeemocytometer diciptakan oleh Louis-Charles Malassez
dan terdiri dari tebal kaca mikroskop slide dengan lekukan persegi panjang yang
menciptakan ruang. Ruangan ini diukir dengan menggunakan laser-tergores grid
dari garis tegak lurus. Perangkat ini disusun dengan hati-hati sehingga daerah
yang dibatasi oleh garis yang diketahui, dan kedalaman ruang juga dikenal. Oleh
karena itu mungkin untuk menghitung jumlah sel-sel atau partikel dalam volume
tertentu cairan, dan dengan demikian menghitung konsentrasi dalam cairan sel-sel
secara keseluruhan (Campbell, 2000:59)

1.3 Bahan dan Alat


 Bilik hitung Improved Neubauer
 Pipet pencampur 1 – 101 (pengenceran 100 kali, untuk eritrosit)
 Pipet pencampur 1 – 11 (pengenceran 10 kali, untuk leukosit)
 Mikroskop
 Darah kapiler/intra cardiac
 Larutan Hayem (mengandung HgCl2 = 0,25 g; NaCl = 0,5 g; Na2SO4 = 2,5
g; akuades = 100 ml
 Larutan Turk (mengandung asam asetat glacial = 3 ml; Gentian violet 1%
= 1 ml; akuades = 100 ml) ------- larutan Turk dapat digantikan dengan
asam asetat 3%
 Alkohol 70%
 Hand Counter
 Jarum suntik ukuran 1 ml dan 2,5 ml

1.4 Cara Kerja


 Carilah terlebih dahulu pembuluh darah arteria branchialis dan keluarkan
darahnya ± 1,0 ml (jika menggunakan manusia) atau keluarkan darah
melalui intra cardiac (jika menggunakan hewan coba tikus), letakkan
dalam botol penampung (yang sudah diberi sedikit EDTA)

Penentuan Jumlah Leukosit


 Darah dihisap sampai angka menunjukkan 1,0 pada mikropipet dan
ujungnya dibersihkan dengan kertas hisap
 Hisaplah larutan Turk (yang dituangkan dahulu ke dalam tabung) sampai
menunjukkan angka 11
 Lepaskan pipet karet dari mikropipet, tutuplah kedua ujung mikropipet
dengan jari dan kocoklah selama 2 menit
 Buanglah 2-3 tetes cairan pada ujung mikropipet, selanjutnya letakkan
ujung mikropipet ke Improve Neubauer dan tuangkan cairan darah yang
ada. Letakkan di bawah permukaan mikroskop (dengan pembesaran
lemah, carilah bilik hitung Improve Neubauer, kemudian dengan
pembesaran kuat) dan hitunglah semua jumlah leukosit yang terdapat di
dalam bujur sangkar pojok
 Jadi jumlah bujur sangkar yang dihitung sebanyak 4 x 16 = 64, dengan
setiap sisinya mm
 Cara penghitungan (diamati pada pembesaran mikroskop 10 x 10) :
Jumlah bujur sangkar yang dihitung = 64 kali
Volume tiap bujur sangkar = 1/160 mm³
Darah yang diencerkan = 10 kali
Jumlah leukosit yang terhitung =L
Maka jumlah leukosit per mm³ = L/64 x 160 x 10
BAB II

2.1 HASIL PENGAMATAN


Jumlah Leukosit/mm3 Rata-rata
Jenis
No. Nama Bilik Rata-rata bilik (Leukosit/
Kelamin Bilik I
II I dan bilik II mm3)
1. Aini 3.610 3.251 3.431
2. Jihan Perempuan 3.850 4.050 3.950 2.918,7
3. Nurul 1.225 1.525 1.375
4. Rendi 2.925 5.250 4.088
5. Wahyu Laki-laki 4.650 4.983 4.816,5 4.230,7
6. Lazuardi 3.775 3.800 3.787,5
7. Mencit I Betina 175 425 300 300
8. Mencit II 4.525 4.600 4.563
Jantan 3.206,5
9. Mencit III 2.150 1.550 1.850

2.2 PEMBAHASAN
Darah merupakan jaringan yang mengisi hampir separuh dari tubuh. Darah
mempunyai fungsi bekerja sebagai sistem transpor (sirkulasi) dari tubuh,
mengantarkan semua bahan kimia, oksigen dan zat makanan yang diperlukan
untuk tubuh supaya fungsi normalnya dapat dijalankan dan menyingkirkan
karbondioksida dan hasil buangan lain. Darah terdiri atas plasma dan komponen-
komponen seluler yaitu sel darah merah atau eritrosit, sel darah putih atau
leukosit dan trombosit (Yuwono, 2001)

Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. Komposisi sel darah putih
dengan nilai normalnya yaitu Leukosit pada manusia memiliki nilai normalnya
5000 – 10.000/μL, dimana leukosit terdiri dari granular meliputi netrofil 60 –
70%, eosinofil 2 – 4%, basofil 0.5 – 1%; dan Agranular meliputi limposit 20 –
25% dan monosit 3 – 8%.

Pada praktikum ini dilakukan perhitungan jumlah leukosit pada manusia dan
pada hewan mencit. Pada perhitungan leukosit ini dilakukan pengenceran 10 kali.
Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih
sedikit dibandingkan jumlah eritrosit, sehingga untuk menghitungnya tidak
diperlukan pengenceran yang tinggi. Perhitungan jumlah leukosit menggunakan
larutan Turk yang berfungsi untuk melisiskan eritrosit dan trombosit sehingga
hanya akan ada leukosit yang teramati. Selain itu larutan Turk juga berfungsi
mewarnai sitoplasma granula leukosit sehingga memudahkan saat pengamatan.
Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil
yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak
dengan sisi ¼ mm) dimana ukuran kotak W lebih besar daripada kotak
perhitungan eritrosit (kotak R).

Pada perhitungan jumlah leukosit manusia, digunakan sampel darah


praktikan. Ujung jari ditusuk dengan jarum, kemudian dengan cepat darah yang
mengucur keluar dihisap dengan pipet berinti putih dan dengan segera menghisap
larutan Turk. Setelah diencerkan dengan larutan Turk, pipet kemudian dikocok
agar tercampur homogen. Campuran darah dan Turk dimasukkan kedalam bilik
hitung Improved Neubauer untuk diamati dan dihitung jumlah leukositnya. Pada
pengukuran jumlah leukosit mencit juga dilakukan hal yang sama dengan darah
manusia. Hanya saja praktikan tidak perlu mengambil darah mencit secara
langsung.

Hasil perhitungan jumlah leukosit manusia pada praktikum ini dibedakan


berdasarkan jumlah leukosit pada perempuan dan laki-laki. Pada perempuan 1
jumlah leukosit sebanyak 3431/mm3, perempuan 2 sebanyak 3950/mm3 dan pada
perempuan 3 sebanyak 1375/mm3. Sementara pada laki-laki 1 jumlah leukosit
sebanyak 4088/mm3, laki-laki 2 jumlah leukosit sebanyak 4816/mm3 dan laki-laki
3 jumlah leukosit sebanyak 3787/mm3. Dari hasil pengukuran jumlah leukosit
manusia diperoleh hasil rata – rata jumlah leukosit di bawah batas normal yang
seharusnya antara 5000-10.000 per mm3. Pada pengukuran jumlah leukosit
mencit, diperoleh hasil jumlah leukosit pada mencit betina 1 adalah 300/mm3,
jumlah leukosit mencit betina 2 adalah 4563/mm3 dan jumlah leukosit mencit
jantan 1850/mm3. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah leukosit pada mencit,
hanya mencit betina 2 yang memiliki jumlah leukosit normal sementara yang lain
memiliki jumlah leukosit dibawah jumlah normal. Menurut Villee (1988) jumlah
leukosit pada mencit adalah 4000-11000 sel/mm3.
Berdasarkan hasil pengukuran jumlah leukosit diperoleh hasil rata-rata di
bawah jumlah normal padahal praktikan dalam keadaan sehat. Rendahnya jumlah
leukosit mungkin disebabkan oleh kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan
dalam prosedur praktikum.
BAB II
3.1 KESIMPULAN
Leukosit atau sel darah putih adalah komponen selular darah yang berfungsi
sebagai sistem kekebalan tubuh dalam melawan agen asing. Perhitungan jumlah
leukosit dalam darah dilakukan menggunakan bilik hitung Improved Neubauer
dengan menggunakan larutan Turk. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-
rata jumlah leukosit pada manusia berjenis kelamin perempuan adalah
2.918,7/mm3 dan pada laki-laki adalah 4.230,7/mm3. Sedangkan rata-rata jumlah
leukosit pada mencit betina adalah 300/mm3 dan pada mencit jantan sebanyak
3.206,5/mm3.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 2000. Biology Eight Edition. Jakarta: Erlangga.
Hiremath PS, Bannigidad P, Geeta S. 2010. Automated identification and
classification of white blood cells (leukocytes) in digital microscopic
images. Int. J. Comp. Appl. 2: 59-63.
Khasanah, M.N. , dkk. 2016. Klasifikasi Sel Darah Putih Berdasarkan Ciri
Warna dan Bentuk dengan Metode K-Nearest Neighbor (K-NN). IJEIS,
Vol.6, No.2, October 2016, pp. 151-162.
Nussler AK, Wittel UA, Nussler NC, Beger HG. 1999. Leukocytes, the janus cells
in inflamatory disease. Langenbeck’s Arch. Surg. 384: 222-232.
Stock W, Hoffman R. 2000. White blood cells 1: non-malognant disorders. J. The
Lancet 355: 1351.
Ville, C A, Walker, W. F., Jr, and Barnes, R. D. 1988. Zoologi Umum. Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Yadav R, Larbi KY, Young RE, Nourshargh S. 2003. Migration of leukocytes
through the vessel wall and beyond. J. Thromb. Haemost. 90: 598-606.
Yuwono, E. 2001. Fisiologi Hewan I. Fakultas Biologi Unsoed, Purwokerto.
LAMPIRAN

Alat perhitungan jumlah leukosit: Improved Pengambilan larutan Turk


Neubauer, pipet, penedot larutan, hand
counter.

Pengambilan darah mencit

Gambaran bilik Improved Neubauer dan rumus perhitungan jumlah leukosit dalam
darah