Anda di halaman 1dari 1

1.

Menurut Wikipedia, Guillain Bare Syndrome atau yang dikenal dengan GBS adalah
peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Sindrom
ini ditemukan pada tahun 1916 oleh Georges Guillain, Jean-Alexandre Barré, dan André Strohl.
Mereka menemukan sindrom ini pada dua tentara yang menderita peningkatan produksi protein
cairan otak yang abnormal. Diagnosis GBS dapat dilakukan dengan menganalisa cairan otak
dan electrodiagnostic. Indikasi terjadinya infeksi GBS adalah kenaikan sel darah putih pada
cairan otak.
GBS (Guillain Barre Syndrome) merupakan salah satu dari penyakit autoimun. Pada kondisi
normal, tubuh akan menghasilkan antibodi yang berfungsi untuk melawan antigen atau zat yang
merusak tubuh ketika tubuh terinfeksi penyakit, virus, maupun bakteri. Namun pada kasus GBS,
antibodi yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sistem saraf tepi dan
menyebabkan kerusakan pada sel saraf. Kerusakan tersebut akan menyebabkan kelumpuhan
motorik dan gangguan sensibilitas penderita GBS. Jika kerusakan terjadi sampai pangkal saraf
maka dapat terjadi kelainan pada sumsum tulang belakang.
2. Persatuan Republik Tanzania atau Tanzania (bahasa Swahili: Jamhuri ya Muungano wa
Tanzania) adalah negara cantik yang terletak di Afrika bagian Timur, beriklim tropis, dahulu
dikenal dengan nama Tanganyika, karena di Tanzania ada sebuah danau yang sangat terkenal
yaitu Danau Tangayika.
3. Needle cricothyroidotomy merupakan tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi
keadaan emergency yang berkaitan dengan jalan nafas dan ventilasi paru dengan cara
menusukkan jarum melalui membran cricothyroid menuju endotrakheal. Tindakan needle
cricothyroidotomy (krikotiroidotomi jarum) ini, dalam situasi emergency, mampu memberikan
oksigen dalam jangka waktu pendek sampai airways definitif dapat dipasang.

Tekanan oksigen yang dapat digunakan adalah 50 psi atau lebih. PaO2 yang adekuat dapat
dipertahankan kurang lebih 30-45 menit, dan penumpukan CO2 dapat terjadi lebih cepat.