Anda di halaman 1dari 4

ACARA PENGAJIAN

“MAJELIS TAHLIL ROUDLOTUL JANNAH”


Hari : Minggu Pon

Tanggal : 23 Pebruari 2014

Tempat : Rumah ibu Asminah

Acara : Kultum

1. Pendahuluan
2. Sekilas mengingat materi minggu lalu
3. Kultum

PENJELASAN :

1. Pendahuluan
1) Ucapan terimakasih pada Penasehat kita ibu Hj Sulatri dan Hj Sunipah yang tidak
bosan-bosannya memberikan nasehat yang sungguh bermanfaat bagi kerukunan kita.
2) Ucapan terimakasih pada segenap pengurus dan anggota majlis tahlil ROUDLOTUL
JANNAH yang telah hadir memenuhi undangan kami
3) Ucapan terimakasih pada bu Hj Tianah beserta keluarga yang telah memberi fasilitas
kepada kami sehingga pengajian ini terlaksana dengan tertib dan lancar
4) Dan tidak lupa ucapan terima kasih saya sampaikan kepada segenap anggota majlis
tahlil yang sampai masih setia hadir memenuhi undangan kami
5) Bagi ibu-ibu yang saat ini tidak bisa hadir karena sakit mudah-mudahan segera
diberikan kesembuhan oleh Allah dan yang tidak bisa hadir karena undzur semoga
pengajian yanga akan datang bisa mengikuti

2. Sekilas mengingat materi minggu lalu ( Pelajaran tanggal 12 Januari 2014 ) :

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

1. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial, Tidak ada satu manusiapun yang
bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
2. Tiap manusia yang satu hidupnya saling ketergantungan dengan yang lainnya. Maka
perlu sekali kita membina hubungan yang selaras dan harmonis dengan sesama.
3. Kita perlu manjaga kerukunan antar sesama, baik dengan tetangga, saudara maupun
dengan lingkungan di sekitar kita
4. Ukuwah Islamiah perlu kita junjung tinggi, silaturahim perlu di lestarikan , persaudaraan
perlu dieratkan,
5. Kepada sesama harus saling tolong menolong dan bantu membantu dengan hati yang
iklas karena hakekatnya kita ini adalah saudara, sesama muslim adalah sudara.
6. Seperti pepatah mengatakan “ bila tangan kiri yang memberi maka tangan kanan tidak
boleh tahu, dan sebaliknya “
7. Jadi tak ada alasan untuk saling menyakiti sesuai dengan pepatah Jawa
 “ Lamun siro landep aja anatoni”
 “Lamun siro banter aja anglancangi”

Dan dalam ajaran agama Islam dikenal dengan “ HABLUM MINANNAS “ artinya yaitu
hubungan dengan sesama manusia
3. Kultum :

MERAIH PAHALA TINGGI DENGAN SHOLAT SUNNAH

Tidak hanya menyempurnakan sholat wajib, sholat sunnah akan mengangkat derajat
sekaligus menghapus dosa, Hendaknya kalian banyak-banyak bersujud, dan
sesungguhnya apabila kalian bersujud kepada Allah sedikit saja, Allah akan angkat satu
derajat kalian dan akan Allah hapuskan satu kesalahan kalian, ( HR. Muslim)

Sholat sunnah juga ungkapan rasa syukur seorang hamba dan membawa
keberkahan bagi keluarga, menmbuahkan kecintaan Allah. Sholat sunnah yang dilakukan
pada bulan Romadhan memiliki pahala lebih tinggi seperti amalan sunnah lainnya. Sholat
sunnah menjadi penyempurna amalan wajib yang masih kurang dalam pemenuhan syarat.

1) TARAWIH
Tarawih artinya istirahat. Maksudnya sholat yang dilakukan dengan istirahat
terlebih dahulu setelah menjalankan sholat isya. Tarawih merupakan bagian dari sholat
malam (qiyamullail) namun dikhususkan hanya bulan suci dan tidak diisyaratkan harus tidur
terlebih dahulu seperti sholat tahajut. Para ulama sepakat tarawih hukumnya dianjurkan baik
untuk laki-laki maupun perempuan (ulama :Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyah)
Imam safi’i dan mayoritas ulama salafiah, yakni Abu Hanifah, Imam Ahmad
dan para ulama Malikiyah berpendapat bahwa tarawih lebih afdol dilaksanakan secara
berjama’ah seperti yang dilakukan oleh Umar bin Khatab RA. Trawih menjajikan ampunan
dan termasuk shalat sunnah yang utama.

(PUISI RAMADHAN) :

30 HARI ITU
30 hari penuh berkah
Di mana awalnya rahmat,
Tengahnya magfirah
Dan akhirnya ampunan

30 hari menempa kesabaran


Di mana siangnya puasa diwajibkan
Malamnya qiyamul lail disunahkan

30 hari kebaikan bernilai berlipat ganda


Di mana amalan sunah bernilai wajib
Amalan wajib bernilai berlipat ganda
di mana di dalamnya ada 1 malam
setara dengan 1000 bulan atau 83 tahun

30 hari memperkokoh solidaritas


yang mengasah empati kepada sesama
Dengan zakat, shodaqoh dan infak
Di mana berbagi makan berbuka, iftor,
dibalas dengan nilai puasa orang tersebut

Sungguh dirangkai dari semua itu


Yang paling didamba, inilah saat.................
30 hari mencari cintanya

“Allahumma bariklana fii Rajab, wa Sa’ban


wa Balighna Ramadhan”
Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban
dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan

11 bulan sudah diganti


Maka sambutlah tamu istimewa itu,
Selamat datang bulan yang utama itu
Selamat datang bulan Ramadhan

2) TAHAJUD
Seperti yang dibahas sebelumnya, bahwa pahala surga akan diberikan kepada setiap
muslim yang bangun malam hari ketika yang lain tengah tertidur pulas.Sholat malam sangat
dianjurkan di bulan Ramadhan, bahwa dari Abu Hurairah ra, Rasulullah besabda “ Barang
siapa shalat malam pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala
dari Allah, nisaya diampuni dosa-dosanya yang telah dilampaui.”
Bilangan rakaat palingbanyak 11 rakaat. Shalat tahajud bisa dilakukan sendiri
maupun berjamaah, diceritakan oleh Aisiyah ra. “ Pada suatu malam Rasulullah SAW
sholat di masjid dan orang-orang sholat dengan beliau. Pada malam berikutnya sholat
lagi dan orang-orang bertambah banyak, mereka kemudian berkumpul pada malam
ketiga dan keempat .Namun Rasulullah SAW tidak keluar menemui mereka ketika pagi
tiba beliau bersabda : ‘Aku melihat apa yang kalian perbuat.Tidak ada yang
menghalangiku untuk keluar menemui kalian. Hanya saja aku takut jika sholat tersebut
diwajibkan atas kalian.“ Tahajud waktunya sepertiga malam sampai waktunya subuh.

3) WITIR
Sholat witir bukan kewajiban sebagaimana sholat farduakan tetapi merupakan
sholat yang disunnahkan Rasulullah SAW. Beliau bersabda “ Sesungguhnya Allah itu
witir, (maha ganjil) dan menyukai yang ganjil (witir). Oleh karena itu kerjakanlah sholat
witir wahai generasi Al-Qur’an,” (HR. Abu Daud, Tirmiji dan Ibnu Majah) Sholat ini
dilaksanakan setelah sholat ‘isya sampai terbit fajar (sebelum azan sholat subuh) sekurang-
kurangnya 1 rakaat.

4) DHUHA
Ustad Arifin Ilham menuturkan sholat yang dikerjakan ketika mentari sudah
sepenggalah naik adalah sholat dhuha. Sebaiknya sholat dhuha jangan ditinggalkan karena
pahalanya sngat besar, yakni istana emas di surga dan pahala sedekah bagi yang
mengerjakannya sebanyak 12 rakaat, Imam Saukani berpendapat bahwa keutamaan 2
rakaat sholat dhuha 366 kali sedekah. Dhuha adalah pintu rejeki yang membuat pelakunya
panjang umur.

5) RAWATIB
Sholat yang dikerjakan sebelum (qobliyah) dan sesudah (ba’diyah) sholat fardu.
Dari Ummu Habibah ra diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, (“ siapa
yang melakukan sholat (sunnah) 12 rakaat sehari semalam maka akan dibangunkan
sebuah rumah di surga.”(HR Muslim)
Dalam riwayat Tirmidzi disebutkan penjelasan mengenai ke 12 rakaat itu : 4 rakaat
sebelum & sesudah zuhur, 2 rakaat sebelum asar, 2 rakaat sesudah magrib, 4 rakaat sebelum
& sesudah isya’ 2 rakaat sebelum subuh.
Sementara dalam riwayat lain yang kedudukannya Hasan, Nabi Muhammad SAW
bersabda, “ Semoga Allah memberikan rahmat kepada seseorang yang melaksanakan
sholat 4 rakaat sebelum asar ( HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Huzaemah dan Ibnu Hiban)
Sholat sunnah memiliki kedudukan penting untuk menyempurnakan ibadah wajib
kita. Allah berfirman dalam hadis Qudsi “ Tiada seorang manusia berusaha mendekatkan
diri kepada-Ku dengan amalan sunah yang aku senangi, sesudah menyempurnakan amal
ibadah yang Ku-wajibkan atasnya sehingga aku menyertainya. Maka terhadap orang
yang demikian itu, Aku-lah sebagai pendengarnya, penglihatannya dan tangan yang
digerakkannya serta kaki yang dijalankan. Dan kalau ia memanjatkan doa, pastilah akan
kupenuhi permohonannya, jika ia mohon perlindungan pasti akan Aku lindungi (HR
Bukhari)
“Amal seseorang yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Maka bila
dia sempurna sholatnya, berbahagialah dia dan bebas dari siksa. Namun apabila ternyata
kurang baikdan rusak sholatnya, celaka dan menyesallah dia. Dan kekurangan itu terdapat
sholat wajib maka Allah menugaskan para malaikat supaya meninjau kembali sholat sunah
yang ia kerjakan untuk menutup kekurangannya itu. Baru setelah usai perhitungan sholat
usai, maka menyusullah amal-amal perbuatan lainnya,” ( HR Tirmidzi)

%%%##@##%%%