Anda di halaman 1dari 3

‫ أَ ْش َهدُ أ َ ْن َل اِلَهَ ِإ َّل هللا َوحْ دَهُ ل‬،‫َريم‬ ِ ‫ي الك‬ ّ ‫ َوأ َ ْف َه َمنَا ِبش َِر ْي َع ِة النَّ ِب‬،‫سالَ ِم‬

ّ ‫سبُ َل ال‬ ُ ‫اْل َح ْمد ُ هللِ اْل َح ْمد ُ هللِ الّذي َهدَانَا‬ َ ‫“ َو ِإيَّاك َواْلخ َْو‬
Pertama, ( َ‫ض ِف ْي َما َل َي ْع ِنيْك‬
‫بار ْك‬
ِ ‫س ِل ْم َو‬ ّ َ ‫ص ِّل و‬ ّ ُ
َ ‫ الل ُه َّم‬،‫سيِّدَنَا َونَبِ َّينَا ُم َح َّمدًا َع ْبدُهُ َو َرسوله‬ َ َ
َ ‫ َوأ ْش َهد ُ أ ّن‬،‫ ذُو اْل َجال ِل َواإل ْكرام‬،‫ش َِريك لَه‬ Artinya :Hendaklah Anda tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak ada
‫ص ْي ُك ْم‬ُ ‫ ْأو‬،‫ فَ َياأيُّ َها ا ِإل ْخ َوان‬:ُ‫ أ َ َّما َب ْعد‬،‫سان إلَى َي ْو ِم الدِّين‬ ِ ْ‫صحا ِب ِه َوالتَّا ِبعينَ ِبإح‬ ْ ‫س ِيّدِنا ُم َح ّم ٍد َو َعلَى ا ِله َوأ‬ َ ‫َعلَى‬
‫ان‬ َ َّ ُ َ
ِ ‫ أع ُْوذ بِاهللِ ِمنَ الش ْيط‬:‫ان الك َِري ْم‬ ْ ُ ْ
ِ ‫الى فِي الق ْر‬ َ ْ ُ ُ َّ
َ َ‫ قا َل هللاُ تَع‬،‫َو نَ ْف ِس ْي ِبتَق َوى هللاِ َوطا َعتِ ِه لعَلك ْم تف ِل ُح ْو ْن‬
َ َ ْ gunanya bagi anda.” Bergaul adalah baik dan dianjurkan, tetapi dalam
‫صلِحْ لَ ُك ْم أ َ ْع َمالَ ُك ْم‬
ْ ُ‫ ي‬،‫سدِيدًا‬ َ ‫ يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آَ َمنُوا اتَّقُوا هللا َوقُولُوا قَ ْو ًل‬:‫الر ِح ْي ْم‬ َّ ‫ان‬ ِ ‫الرحْ َم‬ َّ ِ‫ ِبس ِْم هللا‬،‫الر ِجيْم‬ َّ
َّ‫سولَهُ فَقَدْ فَازَ فَ ْو ًزا َع ِظي ًما وقال تعالى يَا اَيُّ َها الَّ ِذيْنَ آ َمنُ ْوا اتَّقُ ْوا هللاَ َحق‬ ْ ُ ُ ُ ُ َ ْ pergaulan harus dihindari hal-hal yang tak ada gunanya dan apalagi
ُ ‫َويَغ ِف ْر لك ْم ذنوبَك ْم َو َمن ي ُِطعِ هللا َو َر‬
‫صدَقَ هللاُ ال َع ِظي ْم‬ َ . َ‫تُقَاتِ ِه َولَ ت َ ُم ْوت ُ َّن ِإلَّ َوأَ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُم ْون‬ mendatangkan madharat, seperti ghibah atau menggunjing. Mencampuri urusan
Jamaah Jumat hafidhakumullah,
orang lain yang jelas-jelas bukan kewenangan kita juga termasuk hal-hal yang
Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ‫ ﷻ‬, dengan semestinya dihindari sebab tidak jarang menimbulkan ketidak senangan dari

selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Yakni mengerjakan apa yang pihak yang merasa dilangkahi atau dicampuri urusannya. Kadang-kadang kita

diperintahkan, serta menjauhi apa yang dilarang, kapan pun dan di mana pun, menerima curhat dari seseorang. Kita tentu saja boleh memberikan masukan-

dalam keadaan bagaimana pun, senang maupun susah, gembira ataupun sedih. masukan agar permasalahan yang dihadapi segera terselesaikan. Tetapi kita
harus sadar sejauh mana kita boleh memberikan masukan agar tidak terlalu jauh
Karena dengan kita bertakwa, Allah ‫ ﷻ‬pasti akan menjamin kehidupan kita
masuk ke wilayah orang lain. Hal seperti ini bisa menimbulkan masalah baru
baik di dunia maupun di akhirat, juga memberikan jalan keluar atas setiap
jika ada pihak-pihak yang merasa telah diganggu wilayah kewenangannya.
masalah yang kita hadapi.
Kedua, ‫ِق ِع ْندَ اْل َحا َج ِة‬ َ ‫ف بِ ِه تَعَالَى إِ َّل‬
ً ‫صا د‬ ِ ‫ار اْل َح ْل‬
ْ ‫ف بِاهللِ َو َل تَحْ ِل‬ َ َ ‫َوإِيَّاكَ وإكث‬
Hadirin Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Artinya : Jangan sering-sering bersumpah demi Allah, dan jangan bersumpah
Sebuah ungkapan ulam’ Hikmah menyatakan bahwa keselamatan seseorang
demi nama-Nya kecuali memang benar-benar mendesak.”
bergantung pada cara bagaimana ia menjaga lisannya. unkapan itu berbunyi:
Sering menyebut nama Allah tentu saja baik sebab merupakan dzikir. Tetapi
‫ان‬
ِ ‫س‬َ ّ‫ان فِي ِح ْف ِظ ال ِل‬
ِ ‫س‬َ ‫س َال َمةُ اْ ِإل ْن‬
َ jika penyebutannya merupakan sumpah yang bersifat main-main, hal ini tentu
Artinya: “Keselamatan manusia terletak dalam menjaga lisannnya.”
saja tidak baik. Sumpah dengan berucap ‫“ وهللا‬Demi Allah” dapat dibenarkan
Pepatah itu mengingatkan sedemikian kuat hubungan antara keselamatan
jika bersifat sungguh-sungguh. Imam al-Harits al-Muhasibi dalam kitabnya
seseorang dengan kemampuan menjaga lisannya. Dalam kaitan ini Allamah
berjudul Risâlah al-Mustarsyidin, halaman 136, mengingatkan kita untuk tidak
Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab beliau berjudul Risâlatul
sering-sering bersumpah sebagaimana kutipan berikut:
Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah (Dar Al-Hawi, 1994, hal. 83-84)
َ َ‫َو َل ت ُ ْكثِ ِر ْاْل َ ْي َمانَ َوإِ ْن ُك ْنت‬
‫صا ِدقًا‬
menasihatkan enam adab menjaga lisan sebagai berikut:
Artinya, “Dan janganlah sering bersumpah meskipun engkau benar.” Artiya : Jauhkan dirimu dari pergunjingan dan fitnahan serta bercanda secara
Jadi sekalipun kita jujur dan dalam posisi benar, janganlah kita mengobral keterlaluan.”
sumpah apalagi disertai dengan ucapan ‫“ وهللا‬Demi Allah”. Namun dalam Menggunjing, memfitnah, dan bercanda yang kelewatan adalah tidak baik.
keadaan genting atau mendesak, seperti dalam proses hukum di pengadilan, Seorang Muslim hendaklah selalu berusaha menghindari ketiga hal ini karena
bersumpah “Demi Allah” adalah tepat. Jamaah Jumat hafidhakumullah, berpotensi besar menimbulkan ketidak nyamanan dan bahkan
Ketiga, َ‫انو‬
ِ ‫ْل ْي َم‬ ٌ ِ‫ِب بِ َج ِمي ِْع أ َ ْن َوا ِع ِه فَإِنَّهُ َمنَاق‬
ِ ْ ‫ض ِل‬ َ ‫”واحْ ذَ ْر اْل َكذ‬
َ permusuhan. Dalam Islam menggunjing diibaratkan memakan bangkai
Artinya : Hindarilah segala macam kebohongan sebab hal itu berlawanan saudara sendiri yang telah mati. Fitnah, sebagaimana disebutkan dalam Al-
dengan iman.” Qur’an, adalah lebih kejam dari pada pembunuhan. Allah subhanu wa ta’ala
Secara umum berbohong adalah dosa kecuali keadaan memaksa demi berfirman:
kemaslahatan bersama yang lebih luas. Artinya sebagian besar kebohongan ‫شدُّ ِمنَ ْالقَتْ ِۚ ِل‬
َ َ ‫َو ْال ِفتْنَةُ أ‬
adalah haram sehingga sebanyak mungkin harus dihindari. Sudah banyak Artinya, “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan” (Al-Baqarah: 91).
terbukti kebobongan sebetulnya tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga Demikina pula becanda yang keterlaluan atau kelewat batas tidak hanya sia-sia
kepada orang lain yang mempercayainya. Kekacauan bisa timbul akibat tetapi juga bisa membuat orang lain marah karena merasa tersinggung. Jamaah
kebobongan berupa fitnah yang tersebar dan dipercayai masyarakat. Tidak Jumat hafidhakumullah,
jarang terjadi kerusuhan dalam masyarakat bermula dari maraknya kabar Kelima, ِ‫سائِ َر اْلك ََال ِم اْلقَبِيْح‬
َ ْ‫“ َواجْ تَنِب‬
bohong atau hoaks. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda Artinya :Hindarilah setiap ucapan keji.”
bahwa kebohongan merupakan salah satu tanda orang munafik sebagaimana Berbicara kepada orang lain adalah salah satu cara berkomunikasi dalam
hadits berikut: kerangka silaturrahim. Hal ini tentu saja baik. Tetapi jika dalam pembicaraan

َ َ‫ َو ِإذَا َو َعدَ أَ ْخل‬، ‫ب‬


‫ َو ِإذَا اؤْ ت ُ ِمنَ خَان‬، ‫ف‬ َ َ‫َّث َكذ‬
َ ‫ث ِإذَا َحد‬ ِ ِ‫آيَةُ ْال ُمنَاف‬
ٌ َ‫ق ثَال‬ itu mengandung ucapan-ucapan keji sudah pasti tidak baik sebab Islam justru
Artinya, “Pertanda orang munafiq ada tiga: Apabila berbicara bohong, apabila menganjurkan supaya kita berbicara yang baik. Oleh karena itu, ucapan-
berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (HR al- ucapan keji seperti misuh-misuh dan hujatan-hujatan dengan menggunakan
Bukhari). Jamaah Jumat hafidhakumullah, kata-kata kotor harus dihindari sebanyak mungkin demi kerukunan dan
Keempat,.ِ‫ار ِمنَ اْل ُمزَ اح‬
َ َ ‫" َواْل ِغ ْيبَةَ َوالنَّ ِم ْي َمةَ َواْإل ْكث‬
perdamaian bersama. Hal ini berlaku untuk semua pihak karena pada dasarnya Sekiranya tidak ada manfaat dan bahkan membawa madharat baik bagi diri
persoalan kerukunan dan perdamaian menjadi tanggung jawab bersama. sendiri maupun orang lain, maka sebaiknya kita urungkan niat kita untuk
Keenam,. ‫ِيء اَلك ََال ِم َك َما ت ُ ْم ِسكُ َع ْن َمذْ ُم ْو ٍم‬
ِ ‫ِك َع ْن َرد‬
ْ ‫َو ْأمس‬ mengatakan sesuatu tersebut. Sikap memilih diam demi menjaga semua pihak
Artinya :Jagalah lisanmu dari ucapan yang kurang baik apalagi yang seperti ini sangat berharga karena diam adalah emas sebagaimana kata
tercela.” pepatah. Jamaah Jumat hafidhakumullah, Demikianlah ketujuh adab menjaga
Ucapan yang kurang baik dan apalagi yang tercela harus dihindari sebanyak lisan sebgaiamana nasihat Allah Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad yang
mungkin. Contoh dari ucapan yang kurang baik adalah penggunaan kata-kata patut kita perhatikan baik-baik. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang
yang menghina atau merendahkan orang lain. Atau ungkapan-ungkapan yang mendapat rahmat dan pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala sehingga
menampakkan kesombongan baik di mata manusia, dan apalagi di hadapan dapat melaksanakan ketujuh adab tersebut dengan sebaik-baiknya. Dengan cara
Allah subhanhu wa ta’ala. Untuk menghindari hal seperti, sebaiknya kita ini insya Allah lisan kita akan terjaga dari hal-hal yang dapat mengacam
membiasakan diri bertawadhu’ atau berendah hati kapanpun dan dimanapun keselamatan kita baik di dunia maupun di akhirat. Amin ya rabbal alamin.
kita berada. Kebiasaan yang baik seperti itu akan lebih menjamin keselamatan ‫ْطان‬
ِ ‫شي‬ َّ ‫ أعُوذ ُ ِباهللِ ِمنَ ال‬: َ‫ َوأدْ َخ َلنَا و ِإيَّاكم فِي ُز ْم َر ِة ِع َبا ِد ِه ال ُمؤْ ِمنِيْن‬،‫اآلمنِين‬ ِ ‫َج َع َلنا هللاُ َوإيَّاكم ِمنَ ال َفائِ ِزين‬
dan nama baik kita baik hadapan manusia maupun di hadapan Allah subhanu ‫سدِيدًا با َ َركَ هللاُ ِل ْي َولك ْم فِي‬ َ ‫َّللاَ َوقُولُوا قَ ْو ًل‬َّ ‫ يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬:‫الر ِحي ْم‬ َّ ‫مان‬ ِ ْ‫الرح‬ َّ ِ‫ بِس ِْم هللا‬،‫الر ِجي ْم‬
َّ
wa ta’ala. Di akhirat pun kita akan selamat dari ancaman api neraka karena ‫ف َر ِح ْي ٌم‬ ٌ ‫ إنّهُ ت َعاَلَى َج ّواد ٌ ك َِر ْي ٌم َم ِلكٌ بَ ٌّر َرؤ ُْو‬.‫ت و ِذ ْك ِر ال َح ِكي ِْم‬ ِ ‫القُ ْر‬
ِ ‫ َونَفَ َعنِ ْي َوإِيّا ُك ْم بِاآليا‬،‫آن العَ ِظي ِْم‬
neraka adalah tempat yang sesuai bagi orang-orang sombong.
ْ ‫َوت َ َف َّك ْر فِ ْي َما تَقُ ُو ُل قَ ْب َل أ َ ْن تَقُ ُو َل فَإ ِ ْن َكانَ َخي ًْرا فَقُ ْل َوإِ َّل فَا‬
ْ ‫ص ُم‬
Ketujuh, .. ‫ت‬
Artinya :“Pikirkan baik-baik apa yang akan Anda ucapkan sebelumnya. Jika
itu baik menurut Anda, katakanlah. Jika tidak, diamlah.” Ungkapan ini
sejalan dengan apa yang dinasihatkan oleh Allamah Sayyid Abdullah al-
Haddad di atas. Jadi pada prinsipnya kita tidak boleh tergesa-gesa dalam
berucap atau menucapkan sesuatu tanpa mempertimbagkan tentang manfaat
dan madharatnya. Harus pula kita pertimbangkan sebelumnya tentang dampak
atau risiko terhadap diri sendiri atau orang lain dari apa yang akan kita katakan.