Anda di halaman 1dari 53

BAB IX

ASPEK PERALATAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

Jika membicarakan filosopi manajemen dan membandingkan antara


manajemen perusahaan dan manajemen pada tingkatan tambang,
terdapat perbedaan. Pada manajemen perusahaan selalu berorientasi
pada tujuan (goal-oriented), sedangkan manajeman tambang berorientasi
pada sasaran (objective-oriented).

Tujuan ditetapkan oleh pernyataan kebijakan yang berasal dari perwakilan


pemilik perusahaan dan manajemen tingkat atas. Tujuan adalah aktivitas
yang dilakukan di masa depan yang diarahkan, Sedangkan sasaran
adalah spesifik, tepat, pernyataan pasti yang menjadi acuan bagi berbagai
elemen pada perusahaan.

Sasaran harus mendukung tujuan dari organisasi/perusahaan. Pada


konteks tujuan perusahan dan manajemen tambang, dapat terlihat bahwa
tujuan perusahaan didukung oleh sasaran pada manajemen tambang.

Marketing
Finance
Production

R&D Purchasing

Personel Maintenance

Gambar 9.1.
Keterkaitan Sasaran Untuk Mendukung Tujuan. Tidak Ada Kedudukan
Yang Signifikan Untuk Berbagai Fungsi Pada Model Di Atas.

IX-1
Manajemen pada industri pertambangan sangat berbeda dengan
manajemen industri lainnya. Perbedaannya dapat dilihat pada tabel
berikut.

Tabel 9.1.
Perbedaan Antara Industri Pertambangan Dengan Industri Lain

Deskripsi Pertambangan Industri lain


Investasi - Tujuan tunggal - Banyak tujuan
- Insentif modal besar - Insentif modal kecil
Permintaan - Kebanyakan pesanan - Gabungan (pesanan dan
- Produk turunan sedikit langsung)
- Produk beragam
Lokasi - Tambang tidak dapat - Dapat menyeleksi lapangan
pindah - Infrastruktur minimum karena
- Infrastruktur kritis seleksi lapangan/lokasi
- Masalah tenaga kerja - Dapat memperoleh tenaga
pada daerah terpencil kerja yang baik
Bahan Baku - Cadangan bijih - Membeli banyak persediaan
Produksi - Setiap tambang unik - Kesesuaian dengan operasi
- Bahan baku variabel - Bahan baku seragam
- Ekstraksi penting

Pada industri pertambangan, bidang-bidang manajemen yang harus


mendapat perhatian adalah sebagai berikut :

1. Manajemen sumber daya manusia


2. Manajemen peralatan
3. Manajemen material

9.1. MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Manajemen sumber daya manusia pada suatu perusahaan tambang


meliputi aktivitas administrasi, perawatan, dan pengaturan pekerja.
Manajemen sumber daya manusia bukan persoalan yang sederhana pada
pengembangan dan penerapan kebijakan serta prosedur, tetapi persoalan

IX-2
pekerjaan dimana pekerja mempunyai perasaan dan pemikiran yang unik.
Persoalan ini dikonsentrasikan pada pekerja sebagai individu, kepuasan
pekerja, komunikasi, motivasi, dan produktivitas.

Manajemen sumber daya manusia memiliki beberapa fungsi :


1. Rekrutmen dan seleksi
2. Kompensasi
3. Pelatihan dan pengembangan
4. Ukuran performa
5. Komunikasi
6. Hubungan kesatuan manajemen
Fungsi-fungsi di atas berhubungan satu dengan yang lainnya.

(20)
Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen organisasi yang
paling dinamis dan kompleks. Hal ini terlihat dari usaha yang dilakukan
oleh manusia dari waktu ke waktu untuk menanggapi lingkungannya dan
mempertahankan eksistensinya. Perilaku manusia di dalam organisasi
dipengaruhi oleh faktor lingkungan, pribadi pekerja itu sendiri, serta situasi
dan kondisi saat itu. Perilaku yang muncul merupakan hasil interaksi dari
faktor-faktor tersebut.

Pengelolaan sumber daya manusia di dalam organisasi terdiri atas fungsi-


fungsi berikut :
1. Pengadaan personil
2. Pengembangan personil melalui pelatihan dan pendidikan
3. Pemberian imbalan
4. Integrasi personil ke dalam organisasi
5. Pemeliharaan terhadap personil yang ada
6. Pemberhentian personil

IX-3
Manajemen personalia adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengendalian dari fungsi-fungsi pengadaan,
pengembangan, pemberian imbalan, integrasi, pemeliharaan dan
pemberhentian personil dalam rangka mencapai tujuan individu pekerja,
tujuan organisasi, serta tujuan sosial (lingkungan) dimana organisasi itu
berada.

9.1.1. Analisa Jabatan

(24)
Analisa jabatan adalah suatu studi yang mendalam dan mendetail
terhadap semua jabatan dalam organisasi untuk mendapatkan informasi
tentang kerja yang dilakukan, kondisi kerja dan persyaratan kualitas
individu yang mengerjakannya atau suatu proses untuk mempelajari dan
mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan berbagai operasi
dan kewajiban suatu jabatan. Analisa jabatan mencakup dua elemen
utama yaitu uraian jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job
specification).

Uraian jabatan adalah gambaran informasi yang disusun secara


sistematis, yang menguraikan tentang pekerjaan yang dilakukan,
tanggung jawab sehubungan dengan pekerjaan, keterampilan dan latihan
yang diperlukan, jenis orang dan pendidikan yang diperlukan untuk
pekerjaan tersebut atau bisa juga didefinisikan sebagai ikhtisar fakta-fakta
yang didapat dari analisa jabatan di dalam suatu susunan yang sistematis
dan tertulis, serta merupakan dokumentasi yang memuat garis-garis besar
atau fakta-fakta utama jabatan secara individual.

Spesifikasi jabatan adalah elemen analisa jabatan yang menyebutkan


satu persatu persyaratan pribadi seseorang pemegang jabatan,
pengalaman, pendidikan, keterampilan dan pengetahuan yang dipunyai
oleh seseorang untuk mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

IX-4
Berikut ini adalah contoh uraian standar kompetensi seorang manajer
pada industri pertambangan :

Tabel 9.2. Keahlian Umum Manajer


KODE UNIT KOMPETENSI ELEMEN KOMPETENSI
 Mendefinisikan masalah yang dihadapi
 Menentukan cara terbaik dalam
Kemampuan
menyelesaikan masalah yang timbul
KT. 0004TD merencanakan, mengatur
 Menyiapkan rencana penyelesaian masalah
dan menyelesaikan
pekerjaan  Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
rencana
 Membuat perencanaan dan persiapan untuk
menghasilkan pekerjaan yang berkualitas
KT. 0005TD Kemampuan menjaga  Berusaha mencapai dan memelihara kualitas
kualitas pekerjaan kerja yang baik
 Mematuhi peraturan-peraturan lingkungan
 Berkomunikasi dengan rekan kerja
 Mengakses informasi pada pihak-pihak yang
berkaitan dengan pekerjaannya
 Memahami operasi penggunaan sistem
KT. 0007TD Kemampuan
komunikasi tambang
berkomunikasi
 Berpartisipasi dalam komunikasi tim
 Terampil menggunakan bahasa Indonesia
dalam komunikasi
KODE UNIT KOMPETENSI ELEMEN KOMPETENSI
 Mengoperasikan komputer untuk menunjang
pekerjaan
KT. 0008TD Kemampuan
 Menyimpan data-data
menggunakan komputer
 Menghasilkan dokumen
 Mengidentifikasi tugas-tugas pokok pekerjaan
bawahan/karyawan
 Menentukan tujuan yang spesifik dan
menantang bagi masing-masing tugas pokok
 Merinci batas waktu pencapaian bagi setiap
tujuan
KM. 0009 Menyusun tujuan  Membuat skala prioritas tujuan
organisasi/perusahaan  Mengelompokan tujuan dalam tingkat
kesulitan dan derajat kepentingan
 Membangun mekanisme umpan balik bagi
evaluasi pencapaian tujuan
 Menetapkan hubungan antara pencapaian
tujuan dan remunerasi bagi bawahan/karyawan
 Mengamati dan memahami permasalahan
yang sedang terjadi dengan baik
 Menerapkan prinsip-prinsip pemecahan
KM. 0010 Menyelesaikan masalah masalah dengan baik
secara kreatif  Membuat suatu sistem pemecahan masalah
secara tim/kelompok
 Menyelesaikan masalah secara kreatif

IX-5
 Mengembangkan jadwal proyek
KM. 0011  Mengelola jadwal proyek
Mengelola waktu
 Menilai hasil manajemen waktu
 Mengembangkan anggaran proyek
KM. 0014  Mengelola biaya proyek
Mengelola biaya
 Mengelola penyelesaian masalah finansial
 Mengembangkan persyaratan kualitas
KM. 0017 Mengelola pengendalian  Mengelola jaminan kualitas
mutu  Melakukan perbaikan kualitas proyek
 Mengelola proses organisasi dan staffing
proyek
KM. 0020 Mengelola sumber daya
 Mengelola kinerja staf
manusia
 Memimpin tim proyek
 Menetapkan standar peraturan dalam
pelaksanaan suatu pekerjaan
 Mengawasi kinerja karyawan sebagai sarana
KM. 0024
Mengelola disiplin SDM pengontrolan disiplin karyawan
 Memberi motivasi dalam hal ketaatan
terhadap sistem norma disiplin yang berlaku
 Membimbing bawahan/karyawan
KM. 0025 Mengelola pembinaan  Menerapkan program pengembangan
SDM karyawan
 Memodifikasi sistem operasi pekerjaan
KM. 0026 Merancang pekerjaan  Memberi apresiasi yang lebih baik terhadap
yang memotivasi SDM prestasi kerja karyawan
 Melakukan identifikasi pola kepemimpinan
Memilih gaya untuk menentukan gaya kepemimpinan yang
KM. 0029
kepemimpinan yang paling sesuai untuk diterapkan
efektif  Mampu mengorganisasikan tugas/pekerjaan
KODE UNIT KOMPETENSI ELEMEN KOMPETENSI
 Menentukan kriteria personel yang dibutuhkan
Membangun tim yang  Membagi tugas dan tanggung jawab
KM. 0030
efektif  Mendorong anggota tim untuk
mengembangkan kemampuannya
 Kemampuan bekerja sama dalam tim
KM. 0031 Melakukan pendelegasian
 Membagi tugas dan tanggung jawab
 Memberi kesempatan pada karyawan untuk
memberi kontribusi dalam perencanaan
pekerjaan
Memberikan kepercayaan
 Memperhatikan masukan dan saran dari
KM. 0032 kepada
karyawan bagi kemajuan pekerjaan
bawahan/karyawan
 Mempercayakan tugas dan tanggung jawab
yang telah dibebankan pada karyawan yang
bersangkutan
 Bersama dengan mitra kerja menyusun syarat
perjanjian
KM. 0033 Melakukan negoisasi  Melakukan perundingan (negosiasi) tentang
batasan-batasan
 Melakukan penyempurnaan perjanjian
KM. 0035 Melaksanakan  Memahami tujuan wawancara yang akan
wawancara dilakukan
 Menetapkan standar/kriteria yang memenuhi

IX-6
syarat berdasarkan hasil wawancara yang telah
dilakukan
 Menentukan kesesuaian hasil wawancara
dengan tujuan wawancara yang telah ditetapkan
 Memberikan keterangan yang tepat
sehubungan kondisi dan informasi-informasi
yang berkembang dalam perusahaan
 Merencanakan sistem komunikasi dalam
operasi penambangan
KM. 0036 Mengelola komunikasi  Mengelola informasi proyek
 Mengelola komunikasi
 Menganalisis hasil manajemen komunikasi
 Menentukan garis tanggung jawab dalam
Menyusun denah pelaksanaan suatu pekerjaan
KM. 0039
pengendalian  Melakukan pengawasan terhadap
kelangsungan pekerjaan
 Merencanakan manajemen resiko
KM. 0041 Mengelola resiko  Mengelola resiko proyek
 Menilai hasil manajemen resiko
 Merencanakan prokurmen proyek
 Menyusun proses prokurmen
KM. 0044 Mengelola prokurmen  Mengelola proses prokurmen
 Mengelola kontrak
 Menyempurnakan (finalise) kontrak

Tabel 9.3. Keahlian Khusus Manajer Operasi Tambang Terbuka


KODE UNIT KOMPETENSI ELEMEN KOMPETENSI
Mengelola proyek/operasi  Mengelola 9 fungsi manajemen proyek
KM.0001 penambangan secara  Mengelola lingkungan internal dan eksternal
terintegrasi  Mengelola proyek selama umur proyek
KM.0196T Kemampuan  Mengkoordinasikan semua elemen operasi
pengoperasian tambang lapangan sesuai dengan persyaratan
terbuka kompetensinya
 Mengkoordinasi proses rekruitment, seleksi
dan training bagi supervisor dan operator
lapangan
 Merencanakan program pelatihan dan
pengembangan kerja pegawai
 Membuat manajemen resiko, OH&S,
lingkungan, dan sistem-sistem lain
 Merencanakan operasi peralatan tambang
 Berpartisipasi dalam peninjauan kembali
kinerja manajemen
 Berpartisipasi dalam pengawasan sistem
pengembangan yang berkelanjutan
 Mendorong terciptanya kerjasama tim dan
mengawasi kinerja tim yang telah terbentuk
 Mengawasi kinerja dari anggaran
 Mengawasi sistem perawatan peralatan dan
sarana tambang
 Menyiapkan strategi operasi tambang

IX-7
 Mengembangkan rencana strategis (jangka
panjang)
 Memprakarsai dan memfasilitasi sistem
manajemen unjuk kerja
 Memprakarsai pengembangan operasi yang
berkelanjutan
 Mengawasi kinerja sumberdaya manusia di
tambang
 Mengidentifikasi kriteria perencanaan
tambang
 Memahami prosedur operasi penambangan
Kemampuan dalam hal yang dilaksanakan
KM.0197T
perencanaan tambang  Memahami informasi-informasi yang
dibutuhkan dalam perencanaan tambang
 Membuat rencana manajemen operasi
tambang
 merencanakan sistem dan metode
penambangan yang akan diterapkan
Kemampuan  memahami prinsip perencanaan dan
merencanakan sistem perancangan tambang
KM.0194T
dan metode  mengidentifkasi sumberdaya yang diperlukan
penambangan dalam perencanaan tambang
 mengotrol dan mengevaluasi sistem dan
metode penambangan
 Merencanakan operasi peralatan angkut
Kemampuan tentang
secara terpadu
KM.0017T operasi alat angkut
 Merencanakan dan mengelola sistem
terpadu
pengangkutan (pemindahan material)

KODE UNIT KOMPETENSI ELEMEN KOMPETENSI


 Mengembangkan suatu sistem
pengangkuatan dan produksi
Kemampuan
 Membuat perencanaan operasi dan
merencanakan sistem
KM.0078T perawatan sistem pengangkutan dan peralatan
pengangkutan dan
produksi
peralatan
 Menetapkan prosedur pengawasan kinerja
peralatan
Sumber : Laporan Akhir “Penyusunan Pola Dasar Berkelanjutan untuk Mendukung Kompetensi
Jabatan pada Industri Pertambangan”, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi
Bandung, 2001

Dengan melakukan analisa jabatan maka kita dapat menetapkan


kebijakan dalam hal :
1. Pengadaan tenaga kerja dan seleksi
Spesifikasi jabatan merupakan standar personalia yang akan dipakai
sebagai pembanding terhadap para pelamar dan spesifikasi jabatan
dapat digunakan dalam menentukan prosedur seleksinya.
2. Induksi

IX-8
Dengan adanya uraian jabatan yang jelas akan sangat membantu
dalam memberikan pengarahan tentang pekerjaan dan tugas-tugas
yang harus dilakukan kepada karyawan baru.
3. Latihan (training)
Dengan adanya uraian jabatan dan spesifikasi jabatan dapat
direncanakan program latihan bagi karyawan sesuai dengan
kebutuhannya
4. Perupahan
Analisa jabatan merupakan dasar dari sistem penilaian jabatan yang
akan menentukan struktur dan sistem perupahan.
5. Penilaian dan pengukuran hasil kerja
Dalam uraian jabatan ditunjukkan sasaran yang hendak dicapai dalam
pengerjaan tugas-tugas. Berdasarkan hal ini dapat dilakukan penilaian
terhadap hasil/prestasi karyawan.
6. Promosi dan mutasi karyawan
Dengan memperhatikan informasi yang dihasilkan dari analisa jabatan
maka dapat hasil kerja/ prestasi karyawan dapat diketahui dan dinilai.
7. Pencegahan terjadinya dualis pekerjaan
Dengan adanya uraian jabatan yang jelas untuk tiap-tiap jabatan maka
terjadinya dualis pekerjaan dapat dihindari.
8. Konsultasi
Karyawan yang tidak merasa cocok dengan pekerjaan sebelumnya
dapat ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan minat dan
kemampuannya.

Berikut ini adalah salah satu contoh uraian jabatan (job description) dari
seorang general plant manager pada sebuah perusahaan kertas.

IX-9
Tabel 9.4. Uraian Jabatan General Plant Manager
Name : John Doe Title : General Plant Manager
Supervisor : President Company : General Paper Company
Number of employee in the plant : 40 exempt, 36 nonexempt salaried, and 150 hourly paid.
Reporting directly to him are 7 department heads. General manager has full authority to take
action necessary to meet the goals for which he is responsible. He is supported fully in this by
the company president.

Objects (Physical Resources)


Goals Performance Activities
1. To assure acquisition, operation, and 1. Plans for authorized expenditures for
maintenance of physical facilities. plant physical resources.
2. To improve and develop products and 2. Plans for and coordinates porduct and
equipment. equipment development and
improvement.

Sequences and Events (Process, Schedules, and Accounting Systems)


Goals Performance Activities
1. To assure the development and use of 1. Coordinates the processes, schedules,
systematic and effective work flow, and accounting controls between
operation processes, and accounting departments.
systems.
2. To schedule work operation and
transportation.

Others Persons (Human Relations)


Goals Performance Activities
1. To maintain a favorable organization 1. Maintains an atmosphere of acceptance
climate. and support.
2. To maintai a warm and friendly 2. Communicates well the expectatopms
relationship with employees and and results of subordinates.
associates 3. Reduces threats to security.
4. Recognizes the needs of others in
working with them.
5. Cooperates with others in work.

Achievement (Profitability, Productivity, Marketing, etc.)


Goals Performance Activities
1. To establish policies, objectives, and 1. Prepares written policies, broad
plans for overall plant profitability, objectives, and plans for the plant.
productivity, marketing, physical and 2. Participates in group meetings with
financial resources, and personnel. department heads for the establishment of
2. To assure efficient operation and objectives.
coordination of department functions for 3. Stimulates accomplishment of objectives
maximum frofitability, productivity, and and conduct of plans. Discusses results of
sales. performance with subordinates.
4. Approves product grade change and
allocates new grades to machine.
5. Maintains cost control and proper balance
of financial expenditures.

Purposeful Groups (Organization and Leadership)


Goals Performance Activities
1. To provide the overall leadership functions 1. Performs leadership functions for the

IX-10
for the plant. plant.
2. To assure the effective design, 2. Works with subordinates to provide
development, and staffing of the organization structure, proper delegation,
organization. and coordination.
3. To motivate and develop subordinates. 3. Establises effective managerial control
4. To assure participation of all subordinates through delegation and coordination.
in group management. 4. Establishes policies and procedures for
5. To initiate and assure completion of personnel programs to maintain group
actions. satisfaction, stimulate their achievement,
and evaluate performance.
5. Works effectively with superiors, peers,
and subordinates.
6. Conducts regular participative meetings.
7. Initiates the action toward meeting broad
goals.
Source : J.C. Wofford, “Behavior Styles and Performance Effectiveness,” Personnel Psychology, vol.
20, no. 4, Winter 1967, pp. 470-471

9.1.2. Pengadaan Personil

Pengadaan personil merupakan perencanaan sumber daya yang


menyangkut komposisi (jenis dan jumlah) personil yang dibutuhkan oleh
organisasi. Dalam perencanaan tersebut dikumpulkan data tentang
pekerjaan dan dianalisis untuk :
1. Keperluan rekrutmen dan seleksi
2. Menentukan besarnya upah
3. Perancangan jenjang karir
4. Menetapkan beban kerja yang sesuai
5. Menilai efektivitas program seleksi dan pelatihan

Rekrutmen tenaga kerja yang memenuhi kriteria perusahaan dapat


dilakukan dengan dua cara yaitu mencari tenaga kerja baru dari luar atau
menggunakan tenaga kerja yang sudah ada di perusahaan. Keuntungan
yang diperoleh perusahaan yang menggunakan tenaga kerja yang sudah
ada adalah:
 Memungkinkan terjadinya proses transfer dan promosi
 Meningkatkan moral pegawai
 Kemampuan para calon pegawai dapat diketahui melalui catatan kerja
yang ada di perusahaan

IX-11
Rekrutmen tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan biasanya
dilakukan dengan cara :
 Melakukan pemasangan iklan
 Melalui biro tenaga kerja
 Rekomendasi dari pegawai yang sudah ada
 Sekolah atau perguruan tinggi
 Persatuan buruh
 Pelamar biasa

Seleksi tenaga kerja dapat dilakukan dengan melakukan wawancara


terhadap pelamar kerja dan bila diperlukan dilakukan beberapa tes untuk
dapat mengetahui kemampuan dan bakat pelamar tersebut.

9.1.3. Pengembangan Personil

(20)
Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
dalam suatu organisasi adalah dengan mengadakan suatu program
pelatihan bagi pekerja baru maupun yang sudah lama sesuai dengan
kebutuhan organisasi tersebut. Penentuan kebutuhan program pelatihan
dilakukan melalui prosedur sebagai berikut :
1. Penilaian prestasi (performance appraisal)
2. Analisa persyaratan jabatan
3. Analisa organisasi
4. Survey personil

(21)
Salah satu contoh pelatihan yang biasa dilakukan oleh perusahaan
tambang adalah pelatihan keselamatan kerja bagi para pekerja baru.
Pelatihan keselamatan kerja merupakan tanggung jawab utama
manajemen dalam melaksanakan program pencegahan kecelakaan.
Sebuah teori yang populer menyebutkan bahwa untuk mempelajari suatu

IX-12
kebiasaan baru ataupun meninggalkan kebiasaan lama akan memerlukan
waktu tujuh tahun. Artinya pelatihan sangat penting bagi pekerja baru
terutama dalam mengubah kebiasaan mereka.
Beberapa kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh buruknya pelatihan
atau bisa juga disebabkan oleh supervisor telah menganggap bahwa
bawahannya telah memahami prosedur kerjanya. Ada empat tahap dalam
melakukan pelatihan dasar keselamatan kerja yaitu :
1. Menjelaskan tugas dari pekerja tersebut dan menekankan pada
masalah keselamatan kerja
2. Mendemonstrasikan cara kerja pada pekerja tersebut dengan
menekankan aspek keselamatan kerja pada tiap langkah kerja
3. Menanyakan tanggapan mereka dan dengan sabar, tenang dan jelas
menjawab pertanyaan yang diajukan
4. Meminta pekerja tersebut untuk mendemonstrasikan apa yang telah
dipelajarinya dengan menekankan aspek keselamatan pada setiap
tahapan kerjanya

9.1.4. Mutasi dan Promosi

(20)
Selain program pelatihan dan pendidikan, mekanisme lain yang
termasuk dalam pengembangan personil adalah alih jabatan (mutasi) dan
promosi. Pelaksanaan mutasi harus dilakukan antar karyawan dari suatu
pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar.
Maksudnya adalah untuk mendapatkan “orang yang tepat pada tempat
yang tepat”.

Promosi adalah kegiatan pemindahan karyawan dari suatu jabatan


kepada jabatan lain yang lebih tinggi. Syarat-syarat yang harus
dipertimbangkan sebagai dasar untuk melakukan promosi karyawan
diantaranya adalah :
1. Pengalaman
2. Tingkat pendidikan

IX-13
3. Loyalitas
4. Kejujuran
5. Tanggung jawab
6. Kepandaian bergaul
7. Prestasi kerja
8. Inisiatif dan kreativitas

9.1.5. Pemberian Imbalan (Kompensasi)

(20)
Pemberian imbalan atau kompensasi merupakan suatu bentuk
penghargaan atas jerih payah seseorang selama bekerja. Kompensasi
dapat berupa upah (uang), fasilitas (perumahan, kendaraan) atau bentuk-
(6)
bentuk lain yang dapat dinilai dengan uang. Tujuan dari pemberian
imbalan (kompensasi) adalah :
1. Sebagai daya tarik perusahaan bagi pekerja yang kompeten
2. Untuk memotivasi pekerja agar dapat memberikan hasil kerja yang
terbaik
3. Untuk menghargai pengabdian pekerja selama periode tertentu

(20)
Menurut Nitisemito, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan
dalam sistem pemberian imbalan (kompensasi) antara lain :
1. Agar kompensasi yang diberikan memberi dampak yang positif maka
jumlah minimum yang diberikan haruslah dapat memenuhi kebutuhan
secara minimal dan sesuai dengan peraturan yang sedang berlaku.
2. Selain harus dapat memenuhi kebutuhan minimal, maka kompensasi
yang diberikan hendaknya dapat mengikat personil yang ada sehingga
kemungkinan terjadinya keluar masuknya karyawan dapat ditekan
sekecil mungkin.
3. Kompensasi yang diberikan harus mampu pula meningkatkan
semangat dan kegairahan kerja sehingga efektifitas dan efisiensi kerja
para tenaga kerja dapat dipertahankan dan ditingkatkan

IX-14
4. Untuk dapat menimbulkan semangat dan kegairahan kerja maka
dalam menetapkan jumlah kompensasi harus selalu bersifat dinamis
artinya sesuai dengan perubahan situasi dan kondisi yang terjadi
5. Selain jumlah kompensasi yang diberikan perlu pula dipikirkan
komposisi dari kompensasi yang diberikan, sebab dengan komposisi
yang tepat maka akan memberikan dampak yang positif baik terhadap
personil maupun terhadap organisasi secara keseluruhan

(6)
Penentuan besarnya jumlah kompensasi yang diberikan dalam bentuk
uang merupakan hal yang paling sulit. Bukan hanya karena hal tersebut
merupakan pekerjaan yang kompleks tetapi juga karena merupakan hal
yang terpenting bagi perusahaan (merupakan pengeluaran terbesar)
maupun pekerja (merupakan kebutuhan hidup dan faktor yang
berpengaruh dalam menentukan status sosial). Jika kita menginginkan
agar perusahaan memiliki daya tarik bagi pekerja yang kompeten maka
pekerja tersebut harus merasa bahwa besarnya kompensasi yang
diberikan cukup adil dan sesuai dengan unjuk kerjanya. Faktor-faktor yang
dipertimbangkan oleh pekerja dalam menilai besarnya kompensasi yang
diberikan adalah :
1. Perbandingan antara kompensasi yang diberikan terhadap usaha,
pendidikan, pelatihan dan lamanya pekerja tersebut bekerja di
perusahaan
2. Perbandingan kompensasi yang didapatkannya terhadap kompensasi
yang diperoleh pekerja lain

(24)
Penentuan besarnya kompensasi yang sesuai dapat dilakukan dengan
melakukan penilaian jabatan (job evaluation). Penilaian jabatan ini
berdasarkan pada hasil analisa jabatan. Umumnya ada 4 metoda yang
digunakan dalam penilaian jabatan yaitu :
1. Metoda ranking (the ranking method)
2. Metoda klasifikasi (the classification method)

IX-15
3. Metoda perbandingan faktor (the factor comparison method)
4. Metoda point (the point rating method)
Metoda pertama dan kedua bersifat kualitatif sedangkan metoda ketiga
dan keempat bersifat kuantitatif.

Metoda ranking merupakan sistem penilaian jabatan yang paling


sederhana dan sering dipakai oleh badan usaha yang proses administrasi
dan produksinya masih sederhana. Penilaian jabatan dilakukan dengan
memperhatikan spesifikasi jabatan, yaitu dengan cara memisahkan
pekerjaan berdasarkan tingkat kesukarannya. Kemudian jabatan-jabatan
tersebut dibandingkan satu sama lain oleh suatu tim penilai yang dibentuk
untuk maksud ini. Dari hasil perbandingan tersebut maka dibuatlah suatu
urutan jabatan yang akan dipakai dalam menentukan besarnya upah yang
akan diterima pada masing-masing jabatan tersebut.

Metoda klasifikasi merupakan perbaikan dari metoda ranking yaitu dengan


menyusun beberapa kelas jabatan yang akan digunakan sebagai standar
pembanding untuk jabatan-jabatan lain yang akan dinilai. Dengan
demikian akan dapat diketahui suatu jabatan akan masuk kelas jabatan
yang mana dan akan dapat ditentukan kelas upahnya.

Metoda perbandingan faktor merupakan metoda yang cukup kompleks


dimana jabatan-jabatan dibandingkan dengan beberapa jabatan kunci
terhadap faktor/subfaktor. Berikut ini adalah langkah-langkah yang
dilakukan untuk melakukan evaluasi jabatan :
1. Menentukan jabatan-jabatan kunci, dimana jabatan-jabatan ini harus
memiliki uraian jabatan yang jelas, merupakan jabatan yang penting,
memiliki faktor jabatan yang luas dan mencakup tingkatan gaji
terendah sampai tertinggi.

IX-16
2. Melakukan pemilihan terhadap faktor-faktor jabatan seperti
keterampilan, usaha fisik, usaha mental, tanggung jawab dan kondisi
kerja.
3. Melakukan penilaian terhadap faktor jabatan kunci sehingga dihasilkan
urut-urutan terhadap faktor jabatan kunci.
4. Melakukan pengalokasian nilai uang untuk tiap faktor penilaian jabatan
sehingga dapat disusun struktur upah untuk jabatan-jabatan kunci.
5. Melakukan penilaian untuk jabatan-jabatan lainnya dengan
membandingkan faktor jabatannya dengan jabatan kunci sehingga
upah untuk setiap jabatan dapat ditentukan.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan penilaian jabatan


dengan menggunakan metoda point adalah :
1. Melakukan analisa jabatan kemudian menetapkan dan merumuskan
faktor-faktor jabatan yang akan dinilai. Faktor jabatan merupakan nilai-
nilai yang menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam
menentukan besarnya uang yang harus dibayarkan.
2. Menentukan derajat faktor-faktor jabatan beserta definisinya yang akan
diperlukan sebagai standar pengukur bagi jabatan-jabatan yang akan
dinilai.
3. Penentuan bobot masing-masing faktor jabatan yang diikuti dengan
penentuan angka bagi masing-masing derajat faktor.
4. Menghitung jumlah total point untuk masing-masing jabatan
5. Menerjemahkan point-point tersebut ke dalam “term moneter” dengan
menentukan berapa rupiah harga ini dapat diperoleh dengan
mengadakan survey upah ataupun disusun berdasarkan anggaran
yang tersedia.

Kelebihan sistem ini adalah lebih teliti, lebih objektif. Sedangkan


kelemahannya adalah lebih rumit dalam pelaksanaannya, sulit

IX-17
diterangkan kepada karyawan dan banyak membutuhkan kerja
administrasi.

9.1.6. Integrasi Personil

(20)
Kemampuan pekerja untuk dapat bekerja sesuai dengan keinginan
organisasi dimana ia bekerja sebagian besar ditentukan oleh kemampuan
pihak manajemen dalam mengintegrasikan berbagai kepentingan dan
kebutuhan pekerja dengan tujuan-tujuan organisasi yang hendak dicapai.
Dengan demikian performansi pekerja yang tercermin dari perilakunya
sehari-hari akan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari diri
pekerja yang bersangkutan, lingkungan serta situasi dan kondisi yang
terjadi pada saat itu.

Hal-hal yang menyangkut diri pekerja berkenaan dengan konsep-konsep


psikologi manusia, konsep kebutuhan manusia, dan teori motivasi.
Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan organisasi diantaranya
adalah masalah kepemimpinan (leadership). Setiap manager memiliki
cara memimpin (leadership style) masing-masing. Mereka dapat memilih
cara yang paling tepat dalam memimpin ataupun mengarahkan
bawahannya (personal ataupun kelompok).
Ada berbagai macam cara memimpin yaitu :
1. Coercive autocracy
Cara memimpin dimana pemimpin memberi perintah dan bila perlu
memberikan ancaman
2. Benevolent autocracy
Cara memimpin dimana pemimpin memberikan perintah dan
penjelasan, juga menggunakan dorongan yang bersifat positif.
3. Manipulative autocracy

IX-18
Cara memimpin dimana pemimpin mempengaruhi pola pikir
bawahannya dengan cara membuat mereka merasa bahwa peran
mereka dibutuhkan dalam organisasi / perusahaan.
4. Consultative leadership
Cara pemimpin dimana para bawahan merasa dan percaya bahwa ide
mereka dibutuhkan dan dapat memberikan dampak dalam
pengambilan keputusan
5. A laissez-fairre approach
Cara memimpin dimana pemimpin bertindak sebagai rekan kerja bagi
bawahannya walaupun pengambilan keputusan tetap berada pada
tangan pemimpin.

Tetapi pada kenyataannya, banyak pemimpin yang menggabungkan


(*)
beberapa cara memimpin dalam proses pengambilan keputusan. Dalam
suatu studi yang dilakukan terhadap 143 manager di Inggris, didapati
bahwa 133 orang menggabungkan dua atau tiga cara memimpin. Hal ini
tergantung dari tingkat kepentingan keputusan yang harus diambil.
(*)
Frank A. Heller, “Leadership, Decision Making, and Contingency Theory”, Industrial Relations,
vol. 12, no. 2, May 1973, pp. 194-195

(6,14)
Teori McGregor. Berdasarkan hasil riset psikologi dan sosial maka
McGregor mengajukan suatu sistem penilaian kemampuan manusia yang
lebih relialistis yaitu :
1. Usaha yang dikeluarkan secara fisik dan mental dalam bekerja adalah
sama besarnya dengan bermain ataupun beristirahat
2. Manusia akan belajar untuk mengarahkan dan mengendalikan dirinya
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya
3. Komitmen terhadap suatu tujuan merupakan fungsi dari hasil yang
akan diperolehnya
4. Manusia umumnya belajar tidak hanya untuk menerima tapi juga untuk
mencari tanggung jawab

IX-19
5. Kemampuan untuk melatih imajinasi, ingenuity dan kreativitas dalam
menyelesaikan masalah sangatlah beragam dalam suatu populasi
6. Dalam kondisi industri yang modern, manusia hanya menggunakan
sebagian dari potensi intelektual yang dimilikinya

9.1.7. Pemeliharaan Personil

(20)
Mempertahankan dan meningkatkan kondisi di mana para pekerja
mampu dan mau menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan kebutuhan
(11)
organisasi merupakan inti permasalahan pemeliharaan personil. Salah
satu cara untuk memelihara sikap para personil agar sesuai dengan yang
diinginkan adalah dengan melakukan komunikasi dan penyuluhan.
Berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli membuktikan
bahwa komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam
manajemen sumber daya manusia.

(23)
Ada berbagai definisi tentang komunikasi yang dikemukakan oleh para
ahli, diantaranya adalah :
1. C.A. Brown
Komunikasi adalah proses pengiriman ide atau pikiran dari satu orang
kepada orang lain dengan tujuan untuk menciptakan pengertian dalam
diri orang lain yang menerimanya.
2. J.P. Chaplin
Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan berita atau
sinyal/tanda/isyarat.
3. K. Davis
Komunikasi adalah proses penyaluran informasi dan pengertian dari
satu orang ke orang lain.
4. R.A. Baron
Komunikasi adalah proses dimana satu pihak (pengirim)
mentransmisikan informasi (berita) kepada pihak yang lain (penerima).

IX-20
5. J.A.F. Stoner
Komunikasi adalah proses dengan mana orang berusaha untuk
memiliki pengertian yang sama lewat transmisi dari pesan-pesan
simbolis.

Suatu komunikasi disebut efektif bila pendengar/penerima berita dapat


menangkap dan menginterpretasikan ide yang disampaikan oleh
pembicara secara persis sama seperti apa yang dimaksudkan oleh
pembicara/pengirim berita tersebut. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam mengupayakan efektivitas komunikasi yaitu :
1. Kepekaan pembicara terhadap orang yang diajak berkomunikasi
2. Pemilihan saat yang tepat untuk menyampaikan berita
3. Pemilihan saluran (media) komunikasi yang tepat
4. Pemilihan simbol yang tepat (suara, huruf, angka, gambar, isyarat, dll)
5. Perhatian pada isyarat-isyarat non-verbal
6. Penggunaan umpan balik

Berikut ini adalah suatu model proses komunikasi :

MEMANCARKAN MENERIMA

Pengirim Proses Isi Saluran Isi Penafsiran Penerima


Berita Pengkodean Pesan Pesan Kode Berita

GANGGUAN

Penafsiran Isi Saluran Isi Proses


Kode Pesan Pesan Pengkodean

UMPAN BALIK

Gambar 9.2. Model Proses Komunikasi

IX-21
Ada beberapa hal yang dapat mengganggu efektivitas komunikasi antara
lain :
1. Panjangnya mata rantai komunikasi sehingga bisa menyebabkan
terjadinya “distortion” dan atau “omission”.
2. Terlalu banyaknya informasi dalam saluran komunikasi yang bisa
menyebabkan terjadinya “overload”, “distortion” atau “omission”.
3. Lingkungan yang menggangu yang menimbulkan kesulitan dalam
komunikasi

(20)
Menurut Nitisemito, hal-hal yang perlu dipertimbangkan berkenaan
dengan masalah komunikasi diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Agar yang disampaikan dapat mencapai sasaran maka ketetapan
waktu sangat diperlukan
2. Agar komunikasi yang disampaikan dapat efektif, maka proses
komunikasi perlu memperhatikan situasi dan kondisi yang sebaik-
baiknya
3. Evaluasi terhadap efektivitas komunikasi harus diadakan agar dapat
dilakukan perbaikan dalam proses komunikasinya
4. Hambatan dalam komunikasi harus bisa diketahui agar organisasi
mengurangi atau bahkan menghilangkan hambatan-hambatan tersebut
5. Salah satu landasan yang mendasar untuk melaksanakan komunikasi
adalah adanya rasa saling percaya antara pemberi dan penerima
komunikasi
6. Proses penyampaian informasi melalui komunikasi dapat dilakukan
melalui tiga cara yaitu tertulis, lisan, dan dengan gambar

Media komunikasi dua arah antara pemberi dan penerima di atas dapat
dipergunakan dalam proses pemberian bimbingan dan penyuluhan.

Selain pemeliharaan terhadap sikap personil perlu pula dilakukan


pemeliharaan terhadap aspek fisik (jasmani) dari personil diantaranya

IX-22
dengan melaksanakan program kesehatan dan keselamatan kerja yang
bertujuan untuk mengurangi kemungkinan seorang pekerja terkena
penyakit dan menghindari kecelakaan kerja.

9.1.8. Pemberhentian Personil

Pemutusan hubungan kerja terjadi jika salah satu pihak (karyawan atau
pihak organisasi) merasa dirugikan apabila hubungan kerja kedua belah
pihak tetap dipertahankan. Organisasi yang melakukan pemutusan
hubungan kerja terhadap salah satu personilnya harus bertanggung jawab
terhadap proses pemutusan hubungan kerja tersebut.

Dalam prakteknya, proses pemutusan hubungan kerja ini dapat terjadi


atas kehendak dari pihak karyawan. Kerugian yang diderita oleh
perusahaan akibat adanya pegawai yang mengundurkan diri di antaranya
adalah :
1. Biaya untuk mengontrak pekerja baru termasuk waktu dan fasilitas
yang digunakan untuk rekrutmen, wawancara dan pemeriksaan
2. Biaya pelatihan, termasuk waktu yang digunakan oleh supervisor,
personalia dan departemen pelatihan
3. Bayaran yang diberikan kepada orang yang masih dalam pelatihan
adalah melebihi hasil yang dapat diberikannya
4. Tingkat kecelakaan pekerja baru biasanya lebih tinggi
5. Hilangnya produksi pada selang waktu pergantian pekerja lama dan
baru
6. Alat-alat produksi tidak dipakai sepenuhnya selama proses pencarian
pekerja baru dan pada saat pelatihan

Kerugian terbesar ( 70% dari total kerugian) terjadi saat posisi tersebut
belum tergantikan dan pada saat proses pelatihan tenaga kerja baru.

IX-23
9.1.9. Kajian

1. Pengambilan Keputusan
Anda adalah seorang manajer di suatu perusahaan yang bergerak di
bidang informasi. Lingkup kerja divisi anda adalah merancang dan
mengoperasikan suatu sistem informasi manajemen. Pekerjaan ini
melibatkan pengolahan sejumlah besar data yang harus disiapkan
menjadi laporan yang terperinci yang akan dibagikan pada divisi-divisi
lain dan juga ke kantor pusat. Pekerjaan ini tidak hanya sekedar
rutinitas saja tetapi juga menuntut keahlian dalam hal teknis, salah
satunya adalah kemampuan untuk mengatasi konflik yang terjadi antar
divisi.

Vice President pengolahan data meminta anda untuk mencalonkan


salah satu asisten manager anda untuk mengepalai sebuah cabang
baru. Ia menginginkan seseorang dari divisi anda karena hasil kerja
divisi anda yang memuaskan dalam hal mengembangkan teknik-teknik
baru pengolahan data maupun dalam implementasinya. Setelah
melakukan berbagai pertimbangan, ada dua nominasi yang terlintas
dalam pikiran anda.

Georgia Summers, gadis berusia 32 tahun, bergelar master di bidang


sistem manajemen informasi. Walaupun ia masih relatif muda untuk
posisinya saat ini, tapi ia dapat memberikan unjuk kerja yang baik.
Salah satu kelebihannya adalah kemampuannya untuk bekerja sama
dengan orang lain dan juga dapat membuat orang lain mau bekerja
untuknya. Dia juga telah memberikan ide-ide baru dalam pengolahan
data. Pada kenyataanya, Summers adalah seorang yang sangat
menarik dan dia sangat terobsesi dengan karir.

IX-24
Kandidat lainnya adalah John Winter. Kemampuannya dalam bekerja
tidak perlu diragukan lagi. Winter berusia 48 tahun, merupakan lulusan
sekolah bisnis dan telah bekerja selama 12 tahun. Karirnya tidak
begitu cepat tapi konstan. Setelah mengevaluasi pekerjaannya selama
ini, anda melihat bahwa banyak inovasi kreatif dalam hal pengolahan
data telah dihasilkannya. Ia juga telah mampu menggunakan sejumlah
prosedur secara efektif dan sederhana. Ia juga seorang yang rajin,
selalu datang satu jam lebih awal dan pulang satu jam lebih lambat
dari teman-teman sekerjanya. Ia sangat giat dalam bekerja sehingga ia
juga mengharapkan agar orang-orang dapat bekerja seperti dirinya.
Akibatnya, ia memiliki hubungan antar personal yang kurang baik.
Winter telah beristri, mempunyai dua anak dan ia juga tertarik untuk
mengembangkan karirnya.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan anda, yaitu :


 Efek yang ditimbulkan oleh promosi Summer atau Winter dan karir
mereka
 Efek yang timbul pada kedua lingkungan kerja mereka
 Efek yang timbul pada perusahaan secara keseluruhan
 Efek pada diri anda sendiri bila anda kehilangan kedua orang
tersebut
 Efek pada cabang perusahaan yang baru jika anda memilih salah
satu dari mereka

Siapapun yang terpilih, anda harus memberitahukan pada yang tidak


terpilih mengenai hal tersebut dan anda tidak tahu apa yang harus
anda katakan. Anda menyadari bahwa anda akan kehilangan Winter
yang memiliki keahlian dalam hal teknis atau Summers yang memiliki
kemampuan hebat dalam hal memimpin.
Siapakah yang akan anda pilih?

IX-25
9.2. MANAJEMEN PERALATAN

Pada perusahaan tambang selalu memerlukan peralatan dalam jumlah


yang besar. Agar penggunaan peralatan dapat maksimal perlu adanya
suatu proses manajemen. Ruang lingkup yang harus diperhatikan pada
manajemen peralatan meliputi :

9.2.1. Sistematika Manajemen Peralatan

Salah satu tahapan penting dalam perencanaan adalah manajemen


peralatan. Manajemen peralatan diperlukan agar penggunaan peralatan
dapat efektif dan efisien. Sistematika manajemen peralatan terdiri dari :
1. Seleksi
Hal-hal yang mempengaruhi pemilihan alat berat adalah :
a. Kondisi medan kerja
b. Sifat fisik dan mekanik material yang meliputi :
- pengembangan dan penyusutan material
- berat material
- bentuk material
- kohesivitas material
- kekerasan material
- daya dukung material
c. Jarak angkut material
d. Kuantitas pekerjaan
e. Kapasitas alat
f. Teknologi
g. Dana yang tersedia
h. Peraturan pemerintah
i. Dan lain-lain
2. Penggantian suku cadang (spare parts)
3. Perawatan

IX-26
4. Pembelanjaan (anggaran)
5. Operasi kegiatan

9.2.2. Manajemen Peralatan Pada Tambang Batubara

9.2.2.1. Seleksi

Dalam melakukan pengupasan tanah penutup, bisa dilakukan dengan


beberapa kombinasi peralatan misalnya scrapers dengan bulldozers.
Penggabungan peralatan biasanya lebih disukai daripada menggunakan
alat tunggal berkapasitas yang besar karena peralatan besar biasanya
membutuhkan modal awal yang besar. Ada beberapa faktor yang harus
dipertimbangkan dalam memilih peralatan stripping yaitu :
a. Sifat dan karakteristik material yang akan ditambang
b. Tingkat produksi yang diinginkan
c. Kemampuan alat stripping terhadap keseluruhan proses
penambangan (mining and mineral handling).

Peralatan yang dapat dipilih :


1. Power Shovel
Power shovel merupakan alat pengupas dan pemuat (stripping and
loading), biasanya dipakai untuk material yang sulit untuk diberaikan
karena alat ini memiliki breakout force yang besar. Tapi alat ini dapat
juga dipakai untuk memuat loose material ataupun yang berbentuk
blok. Waktu edar (cycle time) yang dibutuhkan biasanya rendah karena
material yang dimuat berada di sekitar alat angkut berada. Posisi
shovel biasanya berada di atas deposit batubaranya sehingga tidak
memerlukan working bench. Shovel dilengkapi dengan crawler
sehingga cocok untuk medan yang berbatu. Shovel juga dapat dipakai
untuk memuati truk. Kelemahan dari shovel adalah kurang fleksibel

IX-27
dan manufernya lambat. Tumpahan material (spoil) dan rembesan air
dapat menghambat operasinya.
Jika digunakan pada kondisi yang tepat, secara umum shovel dapat
mengurangi operating cost jika dibandingkan dengan dragline atau
BWE karena dapat mengurangi biaya untuk power dan wire rope untuk
tiap yd3 kedalaman penggalian, mengurangi jumlah operator, faktor
availability yang lebih tinggi. Jadi secara umum keuntungan
penggunaan shovel jika dibandingkan dengan dragline adalah dapat
dioperasikan pada daerah dengan stripping ratio yang rendah,
kombinasi truk dan shovel dapat memindahkan overburden lebih jauh,
mengurangi peledakan, mobilisasinya lebih mudah.

2. Dragline
Hal terpenting yang membedakan power shovel dari dragline adalah
alat penggeraknya. Dragline bergerak dengan menggunakan
sepasang retracable pontoons yang memungkinkan dragline
berpindah pada arah tertentu dengan ketepatan yang tinggi. Untuk
mengoperasikannya dibutuhkan operator yang trampil.
Keuntungan penggunaan dragline :
1. Dapat digunakan di daerah yang materialnya basah dan lunak
karena pembebanannya yang rendah (low bearing pressure)
2. Dapat digunakan untuk pengupasan maupun reklamasi
3. Sangat efektif jika digunakan dalam pembuatan jalan dan parit
(ditch)
4. Dapat mengurangi masalah bank slides, water runoff dan rembesan
karena medan kerjanya berada di atas overburden

3. Bucket Wheel Excavator


BWE cocok digunakan untuk memindahkan material yang tidak
kompak (uncosolidated) yang tidak memerlukan peledakan. BWE
bekerja secara kontinu dan dilengkapi dengan stacker yang

IX-28
memungkinkan material untuk dipindahkan dalam jarak yang cukup
jauh dengan penggunaan daya yang rendah untuk tiap meter kubik
material yang dipindahkan.
Keuntungan penggunaan BWE :
1. Sangat efisien (daya rendah, jangkauan jauh, tidak memiliki waktu
edar)
2. Dapat dipakai untuk memuati berbagai alat angkut
3. Dapat digunakan di daerah yang daya dukung materialnya rendah
Kerugian penggunaan BWE :
1. Mesinnya sangat rumit sehingga mengurangi kemampuannya
2. Kurang fleksibel dalam bergerak
3. Tidak dapat dipakai untuk material yang kompak dan keras
4. Memerlukan perawatan yang mahal
5. Hanya cocok digunakan untuk lapisan batubara yang tebal (minimal
0,7 kali diameter roda/wheel)

4. Bulldozers
Bulldozer dapat digunakan untuk clearing, pembuatan jalan angkut,
pembuatan jenjang, mengupas tanah penutup, melakukan reklamasi
dan dapat bekerja di daerah yang berbukit. Ada dua jenis bulldozer
yaitu track type dan rubber-tired front-end loader.
Track-type tractor tidak cocok untuk digunakan pada kemiringan yang
terjal dan pada material lepas (loose) ataupun berlumpur. Jarak
angkutnya tidak boleh melebihi 91 m. Kecepatannya dapat mencapai
32 – 48 km/jam pada daerah yang materialnya cukup keras.

5. Hydraulic Excavators
Cocok digunakan untuk membongkar material yang keras karena daya
penetrasinya yang dihasilkan secara hidrolik cukup tinggi dan dapat
dipakai untuk memindahkan material yang berada di jenjang yang lebih
rendah. Alat ini juga dapat mengurangi biaya kapital sehingga dapat

IX-29
digunakan pada unit operasi yang kecil dan dipadukan dengan
bulldozer maupun front –end loader.

9.2.2.2. Penggantian suku cadang

Penggantian peralatan biasanya didasarkan pada pertimbangan kapasitas


alat yang ada sudah tidak memadai, alat mengalami kerusakan sehingga
memerlukan perawatan yang berlebihan dan mengurangi efisiensi.

Ada dua jenis penggantian suku cadang :


a. Penggantian yang direncanakan
Penggantian yang direncanakan ini diakibatkan oleh habisnya umur
pakai suatu peralatan misalnya penggantian ban truk setelah umur
pakainya habis.
b. Penggantian yang tidak direncanakan
Penggantian yang tidak direncanakan ini diakibatkan oleh kerusakan
atau tidak berfungsinya suatu peralatan sebelum umur pakainya
berakhir.

Pengambilan keputusan untuk mengganti peralatan harus berdasarkan


pada analisis ekonomi dengan menggunakan teknik ROR, NPV, PVR,
annual worth, present worth, future worth, breakeven analysis dan
pertimbangan pajak.

9.2.2.3. Perawatan

Tujuan utama dari perawatan adalah untuk mengoptimumkan kemampuan


alat dengan biaya yang minimum dan tanpa mengabaikan faktor
keamanan dan efisiensi energi yang tinggi juga pengaruhnya terhadap
profit keseluruhan. Dari seluruh tahapan manajemen peralatan,
manajemen perawatan peralatan mempunyai pengaruh yang signifikan

IX-30
terhadap keuntungan perusahaan. Dalam manajemen perawatan terdapat
7 (tujuh) metode utama (CAT Equipment management system), yaitu :

a. Perawatan Preventif (preventive management)

Tujuan dari perawatan preventif adalah mempertahankan agar peralatan


tetap dalam unjuk kerja yang terbaik. Dari 7 metode manajemen
perawatan peralatan, preventif merupakan metode yang mempunyai cost-
effective paling besar.
Keuntungan dari adanya perawatan preventif adalah :
- membantu mencegah kerusakan fatal mesin dan komponennya
- memaksimalkan penggunaan komponen mesin
- menghemat biaya (perbaikan sebelum kerusakan terjadi akan lebih
murah dibandingkan perbaikan setelah terjadi kerusakan)
- memaksimalkan umur peralatan dan mempertahankan alat tetap dapat
terus siap bekerja
- meningkatkan nilai jual peralatan

Beberapa contoh aksi dari preventif manajemen adalah : (1) mencek dan
mengganti komponen secara berkala, misalnya air filter tiap 250 atau 500
jam operasi, (2) melumasi komponen secara berkala, (3) membersihkan
komponen secara berkala, (4) memeriksa peralatan secara menyeluruh
secara berkala, misalnya setiap 1000 atau 2000 jam operasi.

b. Sampling oli secara terjadwal (scheduled oil sampling, S-O-S)

Tujuan dari sampling oli secara terjadwal adalah untuk mengetahui kondisi
mesin suatu peralatan. Keuntungan dari adanya perawatan preventif
adalah :
- kerusakan mesin yang minor dapat dideteksi lebih dini sebelum terjadi
kerusakan fatal

IX-31
- umur komponen dapat diprediksi lebih akurat
- menghindari perbaikan yang tidak perlu dan mengurangi waktu
perbaikan
- downtime mesin dapat dijadwalkan

Beberapa contoh aksi dari sampling oli secara terjadwal adalah : (1)
tapping oli dari mesin secara periodic, (2) menghitung jumlah partikel yang
ada dalam oli yang diambil dari mesin, (3) mendeteksi adanya material
non metal dari oli yang diambil dari mesin.

c. Inspeksi periodic (inspections)

Tujuan dari inspeksi periodic adalah mendeteksi permasalahan yang


potensial sebelum terjadi kerusakan fatal. Keuntungan dari inspeksi
periodik adalah :
- perbaikan dan perawatan peralatan dapat dijadwalkan dengan baik
- merencanakan dan mengontrol biaya dan downtime

Beberapa contoh aksi dari inspeksi periodic adalah : (1) pengamatan


visual dan uji operasi mesin, termasuk juga S-O-S, (2) merecord kondisi
mesin dan komponennya secara periodic, (3) inspeksi komponen yang
terkategori dalam suatu checklist.

d. Pelatihan (training)

Tujuan dari pelatihan adalah membantu karyawan dalam


mengembangkan kebiasaan kerja yang lebih baik, mempertahankan dan
meningkatkan keterampilan karyawan dalam mengoperasikan peralatan.
Keuntungan dari adanya pelatihan adalah mengurangi resiko kerusakan
mesin akibat pola kerja yang tidak benar.

IX-32
Beberapa contoh aksi dari pelatihan adalah : (1) pelatihan dalam bentuk
pertemuan ataupun seminar, (2) penyediaan material pelatihan dalam
bentuk booklet, videotape, atau buku, (3) pelatihan rutin dalam hal teknis
perawatan rutin dan teknik operasi mesin.

e. Manajemen perbaikan (repair management)

Tujuan utama dari manajemen perbaikan adalah untuk mengontrol biaya


perbaikan dan mengurangi biaya downtime dan perawatan. Manajemen
perbaikan meliputi dua bentuk, yaitu perbaikan sebelum kerusakan dan
perbaikan setelah kerusakan. Dengan adanya perbaikan sebelum adanya
kerusakan maka : akan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan
fatal mesin dan komponennya, menghemat biaya perbaikan, dapat
merencanakan downtime mesin.

Dengan adanya perbaikan peralatan setelah terjadi kerusakan maka


mesin dapat bekerja segera mungkin.

f. Penyimpanan catatan (record keeping)

Tujuan dari penyimpanan catatan adalah memudahkan untuk memperoleh


informasi histories dari suatu mesin. Keuntungan dari penyimpanan
catatan adalah :
- menganalisis problem yang mempunyai biaya besar dan downtime
lama
- melacak alur kerja dan biaya dari suatu mesin ; hal ini akan sangat
berguna untuk pelatihan

Beberapa contoh aksi dari penyimpanan catatan adalah : (1) membuat


booklet untuk mencatat biaya dan waktu perbaikan, (2) menyusun manual
kerja, (3) membuat basis data peralatan.

IX-33
Perencanaan suatu sistem perawatan biasanya berdasarkan asumsi
bahwa kemungkinan terjadinya kerusakan pada suatu alat tergantung
pada lamanya pemakaian alat. Berdasarkan asumsi tersebut maka sistem
perawatan dibuat sesuai umur ekonomi suatu alat. Jika umur pakainya
sudah habis maka alat tersebut harus diganti.

Sistem perawatan yang efektif berdasarkan pemantauan kondisi


fungsional dari mesin yang dipraktekkan di Sishen Iron Ore Mine telah
terbukti berhasil dengan meningkatnya produktivitas. Sishen Iron Ore
Mine adalah salah satu tambang terbuka di Afrika Selatan yang
menggunakan teknik opencast. Ore dan waste yang telah ditambang
diangkut menuju ke crushers dan waste dumps oleh rear dump trucks
berkapasitas 154 ton.

Program perawatan yang dilakukan oleh Sishen untuk truk meliputi :


1. Mengidentifikasi komponen peralatan yang memiliki pengaruh paling
besar secara ekonomi maupun kriteria keamanan. Teknik yang
paling populer adalah prinsip Pareto (20-80 rule)
2. Melakukan pemantauan dan proteksi terhadap performa utama
dengan cara instalasi alat yang dapat memantau dan melakukan
proteksi secara kontinu terhadap komponen-komponen yang sangat
vital. Alat ini berupa sensor yang dihubungkan ke operator untuk
memberikan peringatan dan juga secara otomatis dapat mematikan
mesin jika peringatan diabaikan.
3. Laporan operator pada setiap shift didokumentasikan dan dianalis.
Tindakan akan segera dilakukan tergantung pada keseriusan
masalah yang terjadi.
4. Pemeriksaan visual secara eksternal dan internal harian, hasilnya
dicatat dan digunakan untuk penjadwalan perawatan.
5. Back-up analysis digunakan untuk pemantauan jangka panjang,
terdiri dari spectographic oil analysis, load bank testing, dan vibration

IX-34
analysis. Pengambilan conto oli dilakukan setiap interval waktu
tertentu kemudian dianalisis di laboratorium. Contoh laporan hasil
analisisnya dapat dilihat pada lampiran. Laporan ini dibandingkan
dengan kondisi standar untuk setiap jenis mesin.
Load bank test digunakan untuk mengetahui efisiensi mesin pada
kondisi operasi yang kontinu dengan menggunakan alat tertentu
yang dapat menghitung power yang dihasilkan dan efisiensi bahan
bakar. Jika terjadi penyimpangan maka dilakukan diagnosis dan
perbaikan alat di lapangan. Contoh hasil laporan load bank test
dapat dilihat pada lampiran.
Vibration analysis dilakukan untuk mengetahui lokasi terjadinya
getaran dan besarnya getaran yang terjadi yang diakibatkan oleh alat
yang berputar sehingga dapat diketahui karakteristik getarannya
yang menunjukkan perubahan yang berarti terhadap data awal.
Program perawatan ini juga cocok untuk diterapkan pada peralatan yang
lainnya.

9.2.2.4. Pembelanjaan (anggaran)

Untuk menjalankan aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan oleh


perusahaan tentu tidak terlepas dari anggaran yang akan dikeluarkan.
Oleh karena itu perlu dibuat suatu perencanaan anggaran dengan
memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia ataupun sumber
daya lainnya yang dimiliki dalam jumlah yang terbatas.

Profitabilitas suatu rencana investasi ditentukan oleh perkiraan aliran


dananya (cash flow) karena aliran dana menyatakan jumlah pengeluaran
biaya tunai (cash cost) suatu rencana investasi atau suatu kegiatan usaha
yang disusun dengan mempertimbangkan semua elemen pemasukan
tunai (cash income) dan semua elemen biaya tunai (cash cost) pada
setiap periode selama umur investasi tersebut.

IX-35
9.2.2.5. Operasi Kegiatan

Keberhasilan suatu rencana kegiatan ditentukan oleh implementasinya


dalam operasi dengan cara mengerahkan semua elemen untuk mencapai
tujuan.

9.2.3. Manajemen Penggunaan Ban Pada Alat-alat Berat dalam


Operasi Penambangan

9.2.3.1. Seleksi

Pemilihan ban ditentukan oleh :


a. Jenis kendaraan :
- working machine (loader, grader, wheel dozer, wheel
excavator)
- transport machine (Rigid Dump, Scraper, Articulated Dump)
- industrial equipments (Fork Lift, Tugs and Carts, Straddle
Carrier, Mobile Cranes)
- underground vehicles (LHD, U/G Hauler)
b. Kondisi operasi :
- kondisi permukaan (lempung, batubara, pasir)
- lebar jalan
- kemiringan jalan
- kecepatan
- jarak, dll
Secara ideal, ban yang akan digunakan sebaiknya dapat memenuhi
kriteria berikut :
 memiliki daya cengkeram yang baik
 mampu membawa beban yang berat (high load carrying capacity)
 menghasilkan umur pakai yang panjang

IX-36
 tidak mudah rusak
 memiliki daya apung yang baik (tidak mudah terbenam)
 tidak menimbulkan panas yang berlebihan (low heat generation)
 meredam getaran dengan baik (shock absorbtion)
 nyaman dioperasikan dengan kecepatan tinggi
 stabil
 jenis kembangan bersih dari lumpur dengan sendirinya (self
cleaning)
 non-directional tread pattern
 tahanan gelinding (rolling resistance) rendah
 tidak merusak permukaan jalan (minimal ground disturbance)
 mudah diperbaiki jika rusak
 mudah divulkanisir (retreadability)

Pada kenyataannya semua persyaratan di atas tidak dapat dipenuhi oleh


satu jenis ban saja karena itu pemilihan ban ini harus dilakukan oleh orang
yang profesional yang dapat memahami kebutuhan yang sesungguhnya
sesuai dengan kondisi kerja (berdasarkan pertimbangan teknis dan
pengalaman) sehingga akan menghasilkan umur pakai ban yang panjang
dan menekan biaya.

9.2.3.2. Penggantian suku cadang

Setiap penggantian suku cadang baik yang diakibatkan oleh habisnya


umur pakai maupun karena terjadinya kerusakan harus dilaporkan.
Contoh laporan penggantian ban dapat dilihat pada lampiran.

9.2.3.3. Perawatan

Perawatan ban terdiri dari :


a. Daily maintenance (pressure, rim, physic, valve)

IX-37
Tekanan angin yang sesuai ditentukan oleh besarnya beban yang
ditanggung setiap ban, kecepatan maksimum kendaraan, ambient
temperature. Apabila tekanan angin dalam ban kurang maka
pelenturan (flexing) menjadi terlalu besar sehingga panas yang
ditimbulkan akan merusak ban dan mengurangi umur pakai. Apabila
tekanan angin berlebihan maka ban akan mudah pecah apabila
terkena benda tajam, benturan, dan juga kemungkinan
terkelupasnya kembangan ban (tread chunking).
b. Tyre fitmen and removal
Kesalahan prosedur dalam memasang dan melepas ban akan
mengakibatkan kerusakan yang merugikan. Oleh karena itu perlu
dilakukan pelatihan bagi para pegawai yang terlibat langsung
dengan masalah perawatan ini.
c. Tyre storage and transportation
d. Tyre matching
Mismatching adalah penggunaan ban dengan tebal kembangan
yang berbeda sehingga mengakibatkan beban muatan akan
tertumpu pada ban yang kembangannya lebih tebal dan
berdiameter lebih besar.
e. Tyre repair
Perbaikan ban yang rusak harus dilakukan sesegera mungkin untuk
menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah.
f. House keeping
g. Rim maintenance
h. Safety awareness

9.2.3.4. Pembelanjaan (anggaran)

Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan anggaran dan realisasi yang
dilakukan oleh PT. INCO dalam rangka perbaikan pemakaian ban.
ban.

IX-38
Tabel 9.5. Anggaran Perbaikan Pemakaian Ban PT. INCO
BIAYA PENGGUNAAN BAN
TAHUN ( x 1000 US $) PENGHEMATAN TERHADAP
ANGGARAN ANGGARAN REALISASI PENGELUARAN THN 1996
1996 1,590 2,100 -
1997 1,500 1,045 1,055
1998 1,516 1,310 790
1999 1,938 1,380 720

9.2.3.5. Operasi kegiatan

Pengoperasian ban meliputi :


1. Monitoring TKPH (tonnes kilo per hours)
TKPH menyatakan kemampuan ban untuk membawa beban
dengan kecepatan rata-rata tertentu.
2. Tyre pressure recommendations
3. Monitoring load
Kelebihan beban (over load) dapat disebabkan oleh jenis material,
modifikasi unit dan distribusi beban yang tidak merata. Kelebihan
beban yang ditanggung oleh ban bisa berupa beban statis maupun
beban dinamis (akibat kontur permukaan jalan yang kurang baik,
efek pengereman, dan percepatan kendaraan).
4. Monitoring vehicle condition
5. Monitoring road condition
Perawatan jalan merupakan bagian yang penting dalam rangka
memperpanjang umur pakai ban yang meliputi perataan muka jalan
dengan grader, membersihkan tumpahan material (spillage),
penyiraman dan menjaga drainage jalan.
6. Monitoring tyre environment
7. Driver skills
Kemampuan operator dalam mengoperasikan unit akan
menentukan pajang-pendeknya umur pakai ban. Penggunaan
engine power yang berlebihan pad alat berat akan menyebabkan

IX-39
perputaran yang berlebihan (spinning) sehingga mengakibatkan
terkelupasnya kembangan. Hal ini sering terjadi pada
pengoperasian wheel loader.
Selain itu, operator juga harus memperhatikan batasan maksimum
kecepatan yang dapat ditanggung oleh ban agar umur pakai ban
tidak berkurang.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam operasi adalah :


- jarak angkut dan kecepatan rata-rata
alat yang dioperasikan dengan kecepatan rata-rata yang tinggi dan
jarak angkut yang jauh akan memiliki umur pakai ban yang lebih
pendek
- jam kerja alat
panjang-pendeknya jam kerja berhubungan dengan panas yang
ditimbulkan yang akhirnya akan berpengaruh terhadap umur pakai
ban
- radius putar
semakin cepat unit melaju pada tikungan, semakin besar pula
beban yang ditanggung oleh ban pada salah satu sisi unit. Oleh
karena itu harus diperhatikan batas kecepatan maksimum pada
tikungan dengan radius putar tertentu. Untuk mengimbangi gaya
sentripetal yang terjadi pada kendaraan maka dibuat pula batasan
superelevasi pada permukaan jalan di tikungan
- iklim setempat
tingkat keausan ban pada musim hujan akan lebih tinggi
dibandingkan dengan musim kemarau
- posisi ban pada kendaraan
pada umumnya umur pakai ban bagian depan akan lebih rendah
25% dibandingkan dengan ban belakang.

9.2.4. Faktor Ekonomi Alat-alat Berat

IX-40
9.2.4.1. Biaya kepemilikan dan operasi (owning and operating cost)

Owning and operating cost adalah estimasi perhitungan yang dibuat untuk
mengetahui besarnya biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasi
(operating cost) alat (mesin) untuk suatu masa dimana umur ekonomi atau
umur kegunaan suatu unit sudah habis.

Operation cost terdiri dari :


a. Biaya bahan bakar / fuel
b. Biaya minyak pelumas / oil (oli mesin, oli transmisi, oli hidrolis, oli final
drive, gemuk)
c. Biaya saringan (filter)
d. Biaya perawatan dan perbaikan / repair & maintenance
e. Biaya ban / tyres
f. Biaya operator / operator wage
g. Biaya khusus (biaya perbaikan untuk suku cadang yang lebih cepat
aus, misalnya ripper point, ripper shank, dll)

Owning cost terdiri dari :


a. Biaya penyusutan (depreciation)
b. Biaya bunga modal (interest)
c. Biaya pajak (taxes)
d. Biaya asuransi (insurance)

Faktor-faktor yang mempengaruhi owning & operating cost adalah :


1. Tipe pekerjaan
2. Harga bahan bakar dan pelumas di lokasi kerja
3. Nilai suku bunga pinjaman bank dan faktor-faktor lainnya

Besarnya biaya penyusutan dapat dihitung sebagai berikut :

IX-41
Harga mesin  Nilai sisa
Penyusutan 
Umur kegunaan alat

Keterangan :
Nilai sisa alat berat = 20% dari harga baru mesin
Pada alat yang menggunakan roda karet,
Nilai pernyusutan = Harga mesin baru – Nilai sisa – Harga ban

Perhitungan bunga modal dan asuransi


(n  1) x delivered price x insurance % rate
ins 
2n
(n  1) x delivered price x interest % rate
int 
2n
Keterangan : n = Umur alat (tahun)
Ins = Asuransi
Int =Bunga modal

Perhitungan biaya bahan bakar :


Biaya bahan bakar per jam = konsumsi bahan bakar per jam x
harga bahan bakar setempat

Perhitungan biaya pelumas dan filter :


Biaya pelumas = konsumsi pelumas per jam x harga pelumas
setempat
Biaya filter = harga filter yang dimaksud dibagi interval waktu
penggantian filter
Biaya filter biasanya diperhitungkan sebesar 50% dari biaya pelumas
diluar biaya bahan bakar.

Perhitungan biaya khusus :


Harga per item x jumlah item yang diperlukan
Biaya khusus 
umur kegunaan item(jam)

IX-42
9.2.4.2. Populasi dan keseragaman alat-alat berat

Besarnya populasi alat berat pada suatu daerah akan mempermudah


penyediaan suku cadang maupun sumber daya manusia yang terampil
dalam mengoperasikannya. Hal ini dapat mengakibatkan harga suku
cadang maupun jasa manusia yang mengoperasikannya menjadi lebih
bersaing, kualitas pekerjaan akan lebih baik, perbaikan alt-alat berat akan
lebih cepat sehingga produksi tidak terhambat.

Keseragaman alat akan memudahkan dalam penyediaan suku cadang


dan tenaga terampil yang menangani alat tersebut.

9.2.4.3. Mobilisasi alat-alat berat

Untuk proyek yang lokasinya mudah dicapai oleh segala jenis kendaraan,
mobilisasi alat berat tidak menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan
alat berat. Tetapi untuk lokasi yang transportasinya sangat minim maka
pemilihan alat berat akan memperhitungkan faktor ini karena biaya
mobilisasinya akan tinggi. Dalam hal ini terdapat kecenderungan bahwa
semakin kecil alat, maka mobilisasinya akan semakin mudah dan murah.

9.2.5. Medan Kerja dan Sifat Material

Deskripsi medan kerja pada perusahaan tambang adalah berbatu,


bergelombang, lunak berlumpur, kering, dan lain-lain.
Adapun sifat material yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Pengembangan dan penyusutan material (swell factor)
2. Berat material
3. Bentuk material
4. Kohesivitas material
5. Kekerasan material

IX-43
6. Daya dukung tanah
7. Jarak angkut

9.2.6. Pertimbangan Pemilihan Alat Besar

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

1) Iklim dan curah hujan


2) Waktu penyelesaian
3) Volume pekerjaan
4) Persyaratan pekerjaan
5) Tenaga kerja lokal

9.2.7. Faktor-faktor Ekonomis Pemilihan Peralatan

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :

1) Biaya pemilikan dan operasi peralatan


2) Populasi dan keseragaman alat
3) Mobilisasi alat

9.2.8. Kajian

1. Sebutkan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan jika kita akan


membeli dump truck yang akan dioperasikan di tambang batubara.

2. Diketahui data-data sebagai berikut :


Factors in haulage unit tire life (to be multiplied by 6,000 hours)

Tabel 9.6. Data Umur Ban untuk Unit Pengangkutan


NO CONDITIONS FACTOR
A Mintenance includes inflation :
Excellent 1.1

IX-44
Average 1.0
Poor 0.7
B. Maximum speed :
10 miles/hr 1.2
20 miles/hr 1.0
30 miles/hr 0.8
40 miles/hr 0.5
C. Curves :
None 1.1
Moderate 1.0
Severe, single wheels 0.8
Severe, dual wheels 0.7
D. Surface :
Sand 1.0
Gravel 0.9
Mud 0.8
E. Loads :
50% underload 1.2
20% underload 1.1
10% overload 1.0
20% overload 0.8
F. Wheel position :
Trailing 1.0
Front (non-driving) 0.9
Driving 0.8
G. Grades, drive tires only :
6% maximum 0.6
10% maximum 0.6
15% maximum 0.4
H. Miscellaneous conditions and
combinations :
None 1.0
Unfavorable 0.8
Favorable 1.5

Kondisi yang ada di lapangan :


A. Average
B. 30 mph
C. No curves
D. Gravel road
E. 10% overload
F. Driving
G. 10% maximum
H. None
Hitunglah umur pakai ban tersebut (dalam jam)

IX-45
3. Hitunglah berapa besar estimated operating cost CS 563.

HOURLY OWNING AND OPERATING COST ESTIMATE

Estimated annual usage hours 2,000


Estimated ownership period (years) 5
Ownership usage (total hours) ……………….
Operating condition medium
Depreciation value
a. Delivered price $132,140
b. Tyres replacement cost $3,900
c. Delivered price less tyres ……………….
d. Estimated resale value (25%) ……………….
e. Net value for depreciation ……………….

I. OWNING COSTS

Depreciation
Net depreciation value ………………..
Depreciation period ……………….
Hourly depreciation cost ……………….
Interest
Annual interest cost (12%) ……………….
Estimated annual usage hours ……………….
Hourly interest cost ……………….
Insurance
Annual insurance cost (1.00%) ……………….
Estimated annual usage hours ……………….
Hourly insurance cost ……………….

Total hourly owning cost ……………….

IX-46
II. OPERATING COSTS

Fuel
Consumption (ltr/hr) 18.0
Price/ltr $0.17
Cost/hr ……………….
Engine oil
Consumption (ltr/hr) 0.06
Price/ltr $1.02
Cost/hr ……………….
Transmission oil
Consumption (ltr/hr) 0
Price/ltr $1.02
Cost/hr ……………….
Final drive oil
Consumption (ltr/hr) 0.008
Price/ltr $1.12
Cost/hr ……………….
Hydraulic oil
Consumption (ltr/hr) 0.066
Price/ltr $1.02
Cost/hr ……………….
Others oil
Consumption (ltr/hr) 0.055
Price/ltr $1.02
Cost/hr ……………….
Grease
Consumption (ltr/hr) 0.01
Price/ltr $1.94

IX-47
Cost/hr ……………….

Filters
Filter cost /hr $0.05
Local cost correction factor 1.5157
Cost/hr ……………….
Tyres
Replacement cost $3,900
Estimated tyre life (hrs) 4,000
Cost/hr ……………….
Repair
Percentages 0.50
Delivered price $132,140
Depreciation period (hrs) ……………….
Cost/hr ……………….
Wearing parts
Percentages (12%) 0.12
Repair cost $6.61
Cost/hr ……………….

Special items cost/hr


Cost/hr -

Total hourly operating cost ……………….


Operator hourly wages $1.00

Total hourly owning and operating cost ……………….

9.3. MANAJEMEN MATERIAL

IX-48
Manajemen material merupakan fungsi manajemen dari perencanaan dan
kontrol aliran material, persediaan, dan pelayanan untuk mendukung
penambangan dan proses operasi.

Ruang lingkup dari manajemen material meliputi 5 (lima) fungsi, yaitu :


1) Kebijakan dan perencanaan kebutuhan material
2) Pembelian
3) Gudang
4) Kontrol inventaris
5) Penerapan pada dukungan kebijakan dan prosedur

Beberapa operasi tambang utama yang mempunyai pengaruh langsung


dengan manajemen material, dideskripsikan sebagai :
 Lokasi terpencil
 Kerugian waktu besar
 Penggunaan jarang
 Operasi multi-shift
 Lingkungan produksi
 Perhatian manajemen
 Siklus ekonomi

Perencanaan persoalan material dapat didelegasikan dengan berbagai


cara , yaitu :
1) Definisi kebijakan
2) Pemeliharaan catatan
3) Perencanaan mengatur waktu
4) Alternatif penaksiran

Sedangkan fungsi sasaran pembelian :


1) Mendefinisikan kebijakan dan prosedur
2) Sumber kompetitif

IX-49
3) Kontrak pembelian
4) Informasi persediaan dan permintaan
5) Ekspedisi
6) Rencana pemuatan

Pergudangan terdiri dari elemen fisik penerimaan material, penanganan


material, penyimpanan dan pelaporan. Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam permasalahan pergudangan adalah sebagai berikut :
1) Identifikasi, pengalokasian, dan pemesanan
2) Katalog
3) Layout
4) Lokasi persediaan
5) Pemuatan dan penerimaan
6) Pelaporan
7) Staffing

Sedangkan elemen kontrol inventaris yang perlu diperhatikan, adalah :


1) Kontrol teknik
2) Persediaan barang yang berlebih dan usang (tidak terpakai)
3) Pengecekan persediaan

Secara umum pada manajemen tambang untuk menjaga performa


manajemen material diperlukan suatu manajemen informasi sistem yang
baik. Pertimbangan organisasi juga harus diperhatikan.

Sasaran dan keuntungan potensial didiskusikan untuk mencari beberapa


alternatif penyelesaian. Sasaran untuk perbaikan penanganan material
yang pada prinsipnya mengurangi permasalahan dengan pelayanan yang
lebih baik pada biaya yang rendah.

Prinsip-prinsip pada manajemen inventaris :

IX-50
1) Tipe inventaris dan fungsinya
2) Investasi biaya trade-off
3) Pemilihan kontrol inventaris
4) Karakteristik dari proses inventaris
5) Aturan keputusan kontrol inventaris EQQ/ROP

9.4. DAFTAR PUSTAKA

1. Argyris, Chris, “Personality and Organization”, Harper & Row,


Publishers, Inc., New York, 1957
2. CAT Equipment Management System, Caterpilar, 1992, USA
3. Caterpillar Performance Handbook
4. Douglas A Sloan, Mine Management, Chapman & Hall Ltd, 1983
5. Dr Yasuo Itami, “Management And Control of Heavy Equipment”,
ITB, 1977
6. Flippo, Edwin B., “Personnel Management”, 6th edition, McGraw-Hill
Book Company, 1984, San Jose
7. Herzberg, Frederick, et al., “The Motivation to Work”, John Wiley &
Sons, Inc., New York, 1959
8. Herzberg, Frederick, “Work and the Nature of Man”, The World
Publishing Company, Cleveland, 1966
9. Jack R Meredith & Samuel J Mantel, Jr, Project Management, A
th
Managerial Approach, 2 ed, University of Cincinnati, Ohio, John
Willey & Sons.Inc, 1999
10. Kosmo, Richard and Behling, Orlando, “Single Continuum Job
Satisfaction vs. Duality : An Empirical Test”, Personnel Psychology,
vol.22, 1969
11. Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat, Laporan Akhir
“Penyusunan Pola Dasar Berkelanjutan untuk Mendukung

IX-51
Kompetensi Jabatan pada Industri Pertambangan”, Institut
Teknologi Bandung, 2001
12. Manajemen Alat-alat Besar, PT United Tractors, 1984
13. Maslow, Abraham H., “A Theory of Human Motivation”,
Psychological Review, vol. 50, no. 4, Juli 1943
14. McGregor, Douglas, “The Human Side of Enterprise”, McGraw-Hill
Book Company, New York, 1960
15. MICHELIN, Seminar Sehari Direktorat Jenderal Pertambangan
Umum, PPTP, “Pemahaman atas Faktor-faktor yang Berpengaruh
terhadap Umur Pakai Ban sebagai Upaya Awal untuk Mencapai
Umur Pakai Ban secara Optimum”, Bandung, 27 Juli 2000
16. Pfeleider, Eugene P., “Surface Mining”, Society of Mining Engineers
of The American Institute of Metalurgical and Petroleum Engineers,
Inc., New York, 1968
17. PT INCO, “Peluang dan Tantangan Penggunaan Ban pada Alat-alat
Berat Tambang”, Bandung, 27 Juli 2000
18. PT PAMAPERSADA NUSANTARA, Seminar Sehari Direktorat
Jenderal Pertambangan Umum, PPTP, “Manajemen Penggunaan
Ban pada Alat-alat Berat dalam Operasi Penambangan”, Bandung,
27 Juli 2000
19. Robert Stefanko, “Coal Mining Technology – Theory and Practice”,
Society of Mining Engineers of The American Institute of
Metalurgical and Petroleum Engineers, Inc., New York, 1968
20. Siregar, Ali Basyah, “Manajemen”, Institut Teknologi Bandung, 1988
21. Sloan, Douglas A., “Mine Management”, Chapman and Hall, 1983,
USA
22. Stephen P Robbin & Marry Coulter, Management, Sixth Edition,
Prentice Hall, 1999
23. Sunaryo, Indryati, “Manajemen Sumberdaya Manusia dan
Motivasi”, modul pendidikan dan pelatiha “Mine Management”,
1999

IX-52
24. Suryadi, Kadarsyah, Dr. Ir., “Manajemen dan Komunikasi”, Jurusan
Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung, 1996

IX-53