Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

KONSEP KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

Disusun oleh :

PUTRI DUMERA (1815401011)


PUTRI NUZULIA (1815401012)
SATIKA MELLYANA (1815401015)
WULAN HARLIYARNI PUTRI (1815401023)

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ABDURRAB

2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa, atas segala limpahan rahmat,
nikmat, serta hidayahnya, sehingga kami diberikan kesehatan dan kesempatan
untuk dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Kedua kalinya, sanjungan sholawat salam barokah yang paling indah dan
sempurna, semoga tetap terlimpahkan keharibaan beliau junjungan kita kanjeng
nabi Muhammad SAW. Dimana beliaulah yang telah bersusah payah
membimbing umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman yang penuh dengan
ilmu pengetahuan seperti pada saat ini.
. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita yang mempelajarinya.

Pekanbaru, 04 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 2
1.3 Tujuan................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penduduk ........................................................................... 3
2.2 Pengertian Kuantitas Penduduk ........................................................... 3
2.3 Jumlah penduduk ................................................................................. 4
2.3.1 Pertumbuhan Penduduk............................................................... 5
2.3.2 Persebaran / Kepadatan Penduduk ............................................. 5
2.4 Pengertian Kualitas Penduduk ............................................................. 5
2.4.1 Faktor yang Memengaruhi Kualitas Penduduk Kualitas penduduk
suatu daerah dipengaruhi oleh..................................................... 6
2.4.2 Mobilitas ..................................................................................... 7
2.4.3 Sumber Data ............................................................................... 8
2.5 Pendewasaan Usia Perkawinan............................................................. 9
2.6 Program Keluarga Berencana bagi Generasi Muda.............................. 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia merupakan jumlah penduduk yang banyak. Dapat dilihat dari
hasil sensus penduduk yang semakin tahun semakin meningkat. Dalam
pengetahuan tentang kependudukan dikenal sebagai istilah karakteristik penduduk
yang berpengaruh penting terhadap proses demografi dan tingkah laku sosial
ekonomi penduduk. (bahan kuliah dan makalah kesehatan) Dibanding dengan
negara-negara yang sedang berkembang lainnya, Indonesia menempati urutan
ketiga dalam jumlah penduduk setelah Cina dan India. Indonesia merupakan
Negara yang sedang membangun dengan mempunyai masalah kependudukan
yang sangat serius disertai dengan, yaitu jumlah penduduk yang sangat besar
disertai dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk
yang tidak merata. Jumlah penduduk bukan hanya merupakan modal , tetapi juga
akan merupakan beban dalam pembangunan. .
Pertumbuhan penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan
kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen
demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan,
perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu
kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program
pembangunan kependudukan dan peningkatan ksesejahteraan masyarakat yang
tepat pada sasarannya.
Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah
masih tingginya pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan
struktur umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga berencana
bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh
masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk.
Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara
jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan perkembangan produksi dan
jasa.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam hal ini, demografi menitik beratkan perhatiannya terhadap hal utama
yang dapat diamati, yaitu:
1. Pengertian Penduduk
2. Dinamika Kependudukan
3. Faktor-faktor Demografik yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk
4. Transisi Demografik

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Pelayanan KB pada jurusan D3 Kebidanan Semester IV

1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui Konsep
kependudukan Indonesia.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian penduduk


Penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat
tinggal di Indonesia (UUD 1945 Pasal 26 ayat 2). Kependudukan adalah hal ihwal
yang berkaitan dengan jumlah, struktur, umur, jenis kelamin, agama, kelahiran,
perkawinan, kehamilan, kematian, persebaran, mobilitas dan kualitas serta
ketahanannya yang menyangkut politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Pengelolaan
kependudukan dan pembangunan keluarga adalah upaya terencana untuk
mengarahkan perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga untuk
mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan mengembangkan kualitas
penduduk pada seluruh dimensi penduduk. Perkembangan kependudukan adalah
kondisi yang berhubungan dengan perubahan keadaan kependudukan yang dapat
berpengaruh dan dipengaruhi oleh keberhasilan pembangunan berkelanjutan.
Kualitas penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan nonfisik yang
meliputi derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial,
ketahanan, kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk mengembangkan
kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang bertaqwa,
berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.

2.2 Pengertian Kuantitas Penduduk


Kuantitas penduduk adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jumlah
penduduk. Kebutuhan akan tenaga kerja akan terpenuhi dengan adanyaiUmlah
penduduk yang memadai, sehingga secara kuantitas tidak perlu mendatangkan
tenaga kerja dan luar.Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kuantitas
adalah masalah kependudukan dalam hal jumlah penduduk, pertambahan
penduduk dan persebaran atau kepadatan penduduk. 
Banyak sedikitnya jumlah penduduk di suatu negara secara riil dipengaruhi
oleh :
 Angka kelahiran, makin tinggi angka kelahiran, maka jumlah penduduk
makin bertambah.

3
 Angka kematian, makin rendah angka kematian dibandingkan dengan
angka kelahiran, maka jumlah penduduk makin bertambah.
Permasalahan Kuantitas Penduduk dan Dampaknya dalam Pembangunan
Jumlah penduduk yang besar berdampak langsung terhadap pembangunan
berupa tersedianya tenaga kerja yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan
pembangunan. Akan tetapi kuantitas penduduk tersebut juga memicu
munculnya permasalahan yang berdampak terhadap pembangunan.
Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya:
Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan
kemampuan produksi menyebabkan tingginya beban pembangunan
berkaitan dengan penyediaan pangan, sandang, dan papan.
Kepadatan penduduk yang tidak merata menyebabkan pembangunan
hanya terpusat pada daerah-daerah tertentu yang padat penduduknya
saja. Hal ini menyebabkan hasil pembangunan tidak bisa dinikmati
secara merata, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antara
daerah yang padat dan daerah yang jarang penduduknya.
Tingginya angka urbanisasi menyebabkan munculnya kawasan kumuh
di kota-kota besar, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial antara
kelompok kaya dan kelompok miskin kota.
Pesatnya pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan volume
pekerjaan menyebabkan terjadinya pengangguran yang berdampak
pada kerawanan sosial.

2.3 Jumlah Penduduk


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk yang besar
(mencapai 203.456.000 berdasarkan sensus penduduk tahun 2000), maka tidak
heran jika Indonesia dianggap sebagai pasar yang menjanjikan bagi kalangan
dunia usaha.
Sebenarnya, jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar
pembangunan. Akan tetapi, hal tersebut dapat terjadi jika sumber daya manusia
yang ada merupakan sumber daya manusia yang berkualitas; namun jika sumber

4
daya manusia yang berkualitas tersebut jumlahnya terbatas, maka banyaknya
jumlah penduduk merupakan kendala dalam melaksanakan pembangunan.
Hal ini dikarenakan tingginya tingkat ketergantungan dari manusia yang
tidak produktif terhadap manusia yang produktif. Indonesia telah mengadakan
sensus sebanyak lima kali sejak tahun 1945 hingga tahun 2000.
2.3.1 Pertumbuhan Penduduk
Seperti halnya negara-negara berkembang pada umumnya, negara kita
senantiasa mengalami peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun.
Hal ini berarti Indonesia mengalami laju pertumbuhan penduduk. Namun,
jika diperhatikan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari periode ke
periode cenderung mengalami penurunan.
2.3.2 Persebaran/Kepadatan Penduduk
Persebaran penduduk erat kaitannya dengan tingkat hunian atau
kepadatan penduduk Indonesia yang tidak merata. Sekitar 60%
penduduknya tinggal di Pulau Jawa yang hanya memiliki luas ± 6,9% dari
luas wilayah daratan Indonesia.
Secara umum, tingkat kepadatan penduduk atau population density
dapat diartikan sebagai perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan
luas daerah atau wilayah yang ditempati berdasarkan satuan luas tertentu.

2.4 Pengertian Kualitas Penduduk


Kualitas penduduk adalah tingkat/taraf kehidupan penduduk yang berkaitan
dengan kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan,seperti pangan, sandang,
perumahan, kesehatan, pendidikan.
Kualitas penduduk yang tinggi, apabila taraf hidupnya tinggi dengan ciri
mudah atau dapat terpenuhi segala kebutuhan hidupnya (kebutuhan
jasmani dan rohani).
Kualitas penduduk rendah, apabila taraf hidupnya rendah sulit memenuhi
kebutuhan hidupnya.

5
2.4.1 Faktor yang Memengaruhi Kualitas Penduduk Kualitas
penduduk suatu daerah dipengaruhi oleh:
Tingkat pendidikan penduduk
Pendidikan merupakan modal dasar dalam mengembangkan
kemampuan intelektual seseorang. Melalui pendidikan
seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif,
afektif, dan psikomotoriknya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk
kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan dengan
mengembangkan kreativitasnya.
Tingkat kesehatan penduduk
Kesehatan merupakan harta tak ternilai dan merupakan modal
berharga bagi seseorang untuk memulai aktivitasnya.
Pencapaian pertumbuhan dan perkembangan manusia sangat
dipengaruhi oleh tingkat kesehatannya.Ada pepatah
mengatakan “men sana in corpore sano” yang terjemahan
bebasnya mengandung makna bahwa dalam badan yang sehat
terdapat jiwa yang kuat.
Tingkat kesejahteraan penduduk
Pencapaian kesejahteraan merupakan arah cita-cita setiap
manusia yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan pangan,
sandang, dan papan. Masyarakat yang sejahtera merupakan
cita-cita pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Tabel Populasi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin :

6
2.4.2 Mobilitas
Mobilitas adalah proses gerak penduduk dari suatu wilayah menuju
wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. Mobilitas dibagi menjadi dua
yaitu mobilitas horisontak dan vertical. Mobilitas Horisontal atau geografis
yaitu semua gerakan penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dalam
periode waktu tertentu. Batas wilayah yang digunakan biasanya adalah batas
administrasi misalnya propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan,
pedukuhan.
Permasalahan pada mobilitas adalah adanya persebaran penduduk
yang tidak merata baik antar pulau, provinsi, kabupaten maupun antara
perkotaan dan pedesaan. Seperti yang kita ketahui bahwa Pulau Jawa yang
luasnya hanya ± 7 persen dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni
lebih kurang 60 persen penduduk Indonesia. Sebaliknya, provinsi
Kalimantan Selatan yang luasnya 28,11 persen dari luas Indonesia hanya
dihuni ± 5 persen dari jumlah penduduk Indonesia
(http://110.138.206.53.htm). Namun secara perlahan persentase penduduk
Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa terus menurun dari sekitar 59,1 persen
pada tahun 2000 menjadi 55,4 persen pada tahun 2025. Sebaliknya
persentase penduduk yang tinggal di pulau pulau lain meningkat seperti,
Pulau Sumatera naik dari 20,7 persen menjadi 22,7 persen, Kalimantan naik
dari 5,5 persen menjadi 6,5 persen pada periode yang sama. Selain
pertumbuhan alami di pulau-pulau tersebut memang lebih tinggi dari
pertumbuhan alami di Jawa, faktor arus perpindahan yang mulai menyebar
ke pulau-pulau tersebut juga menentukan distribusi penduduk.
Grafik 2 menunjukkan bahwa persebaran penduduk di provinsi
Kalimantan Selatan juga tidaklah seimbang. Wilayah yang padat
penduduknya didominasi daerah perkotaan seperti Kota Banjarmasin (8606
jiwa/km2) dan Banjarbaru (606 jiwa/km2), sedangkan daerah Kabupaten
seperti Kotabaru kepadatannya hanya 31 jiwa/km persegi. Hal ini
menunjukkan bahwa daerah perkotaan menjadi daerah tujuan atau destinasi
bagi para pendatang. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya
pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas.

7
2.4.3 Sumber Data
Sumber data kependudukan di Indonesia ada tiga yaitu Sensus
Penduduk, Registrasi Penduduk, dan Survai. Dari ketiga macam sumber
data kependudukan tersebut, masing- masing punya kelebihan dan
kelemahan. Kelemahannya adalah data yang terkumpul bisa under
enumeration ataupun over enumeration.
Kelemahan dalam sensus penduduk yaitu Kesalahan cakupan (error of
coverage) dimana tidak seluruh penduduk tercacah, penduduk tercacah dua
kali, dan tempat yang sulit dijangkau. Kedua Kesalahan isi pelaporan (error
of content) dimana terjadi kesalahan pelaporan dari responden dan
ketidakjujuran responden. Ketiga yaitu kesalahan ketepatan pelaporan
(estimating error) dimana kesalahan petugas sensus ataupun kesalahan
responden sendiri.
Sumber kedua yaitu registrasi penduduk. Data registrasi penduduk
mencatat mengenai variable demografi yaitu mencatat kelahiran, kematian,
datang dan pergi. Data ini seharusnya yang paling bagus dibandingkan
sumber data yang lain. Akan tetapi banyak terjadi ketidakakuratan data baik
under ataupun over enumeration. Hal ini disebabkan penduduk kurang
berpartisipasi atau kurang aktif dalam melaporkan peristiwa-peristiwa baik
kelahiran, kematian, datang maupun pergi. Sumber data yang ketiga yaitu
survai dimana sifatnya lebih luas dan mendalam. Pada umumnya survai
dilakukan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.
Kesalahan-kesalahan ataupun ketidakakuratan data masih menjadi
permasalahan bagi pemerintah. Terutama ketika pemerintah akan
melaksanakan sebuah program BLSM misalnya, ada kendala pada
keakuratan data dimana banyak sekali ditemukan data yang tidak tepat
(yang sudah meninggal masih dihitung sebagai penduduk yang masih hidup
dan lain- lain). Jadi untuk sumber data permasalahannya adalah data yang
terkumpul masih belumlah akurat.

8
2.5 Pendewasaan Usia Perkawinan
Pendewasaan usia perkawinan penting dilakukan mengingat provinsi
Kalimantan Selatan tahun 2012 menempati rangking pertama dalam pernikahan
usia dininya. Faktor orang tua dalam beberapa penelitian ternyata menjadi
pendorong tingginya pernikahan di usia dini tersebut. Selain itu factor ekonomi
dan budaya turut menyumbang tingginya angka nikah muda di Kalimantan
Selatan. Pendewasaan usia perkawinan menjadi penting bukan hanya untuk dapat
mengendalikan laju pertumbuhan penduduk tetapi juga turut mengurangi
tingginya angka kematian bayi, angka kematian anak, dan angka kematian ibu.
Berdasarkan data SDKI 2012, angka kematian bayi provinsi Kalimantan Selatan
masih cukup tinggi yaitu 44 kematian per 1000 kelahiran. Angka ini sudah
mengalami penurunan dimana berdasarkan data SDKI tahun 2007 angka kematian
bayi di Kalimantan Selatan sebesar 58 kematian per 1000 kelahiran. Meskipun
demikian, angka kematian bayi di Kalimantan Selatan lebih tinggi dibandingkan
dengan angka kematian bayi nasional yaitu sebesar 39 kematian per 1000
kelahiran.
Angka kematian balita di Kalimantan Selatan juga masih cukup tinggi.
Berdasarkan data SDKI tahun 2012, angka kematian balita di provinsi Kalimantan
Selatan yaitu 57 kematian per 1000 kelahiran hidup atau sekitar 7 dari 100 anak di
Kalimantan Selatan meninggal sebelum usia 5 tahun. Angka ini jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan angka kematian balita secara nasional yaitu 40 kematian per
1000 kelahiran.

2.6 Program Keluarga Berencana bagi Generasi Muda


Program Keluarga Berencana yang pada tahun 90an sempat berhasil
mengendalikan pertambahan penduduk harus dibangkitkan kembali. Hal ini
penting sekali mengingat komposisi penduduk menur umur dan jenis kelamin
provinsi Kalimantan adalah penduduk usia muda. Grafik 4 menunjukkan bahwa
provinsi Kalimantan Selatan didominasi oleh penduduk usia muda. Hal ini
tentunya mengkhawatirkan mengingat trend fertilitas provinsi Kalimantan Selatan
yang notabene pernikahan usia dininya nomor satu se Indonesia. Dengan

9
kecenderungan seperti ini maka dikhawatirkan jumlah penduduk Kalimantan
Selatan bertambah dengan cepat.
Perubahan struktur penduduk usia muda yang lebih besar menarik karena
penduduk remaja yang sedang tumbuh sesungguhnya merupakan hasil
pendewasaan dari orang tua yang belum tersentuh program KB pada zamannya.
Ini berarti, anak-anak yang sekarang dewasa dan menjadi orang tua muda adalah
pasangan yang rawan menimbulkan baby boom baru. Penduduk remaja yang
mendominasi harus diikuti dan didampingi dengan program KB yang lebih lincah.
Anak- anak muda baby boomers sekarang adalah anak-anak modern yang maju
dan mandiri. Mereka harus didampingi dengan program KB oleh BKKBN atau
lembaga semacam itu sampai ke tingkat daerah. Komitmen untuk BKKBN tingkat
kabupaten dan kota harus sangat tinggi agar diperoleh sumber daya yang
berkualitas karena dilahirkan oleh orangtua dengan jarak kelahiran yang wajar.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Masalah kependudukan adalah masalah yang paling penting dalam
pembangunan suatu Negara karena dapat menghambat pembangunan nasional
yang sedang dilaksanakan. Dengan persebaran penduduk yang lebih merata
dimaksudkan untuk membantu mengurangi berbagai beban sosial, ekonomi dan
ling¬kungan yang ditimbulkan akibat tekanan kepadatan penduduk yang semakin
meningkat. Di samping itu persebaran penduduk yang lebih merata juga
dimaksudkan untuk membuka dan mengem¬bangkan wilayah baru guna
memperluas lapangan kerja dan me¬manfaatkan sumber daya alam sehingga lebih
berhasil guna. Jumlah penduduk yang lebih sedikit akan mempermudah
pemerintah untuk meningkatkan derajat hidup kesehatan dan kesejahteraan
masyarakat Indonesia. Dengan demikian hasil pembangunan dapat dinikmati oleh
seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah yang berkepadatan tinggi maupun di
wilayah baru.
Permasalahan kependudukan yang dihadapi Pemerintah khususnya Provinsi
Kalimantan Selatan tidak dapat diselesaikan sendiri.
Begitu kompleksnya permasalahan baik dari segi kuantitas, kualitas,
mobilitas, maupun sumber data hendaknya dihadapi dan diselesaikan secara
bersama. Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak. Bukan hanya
sektor pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, akademisi, koalisi
kependudukan, maupun pemuka agama perlu dirangkul untuk mewujudkan tujuan
bersama.
Perlu kiranya penyuluh lapangan dengan basic dakwah maupun pemuka
agama dalam hal ini dai diajak untuk bersama-sama memberi solusi dalam hal
pengendalian jumlah penduduk di Kalimantan Selatan. Hal ini disebabkan
pengetahuan atau informasi masyarakat mengenai Keluarga Berencana masih
kurang sehingga masyarakat saat ini masih perlu informasi yang sebanyak-
banyaknya mengenai Keluarga Berencana agar mendapatkan keputusan yang
terbaik bagi keluarga.

11
DAFTAR PUSTAKA

Bahtera; Media Informasi Kependudukan dan Keluarga Berencana edisi


Desember 2012. Menunda Perkawinan Usia Dini

Bahtera ; Media Informasi Kependudukan dan Keluarga Berencana edisi


Desember 2012. Masyarakat Perlu Informasi Sebanyak-Banyaknya Tentang
Keluarga Berencana.

Grand Design Kependudukan Disusun Terpadu. http://www.menkokesra.go.id.


Diakses tanggal 8 Oktober 2013 Permasalahan Kependudukan diIndonesia.
http://bumiindonesiapertiwi.blogspo t.com. Diakses tanggal 8 Oktober 2013

Dampak Akibat Kepadatan Penduduk. http://bumiindonesiapertiwi.blogspo t.com.


Diakses tanggal 8 Oktober 2013

BKKBN. 2000. Kumpulan Data Kependudukan, Keluarga Berencana, dan


Keluarga Sejahtera. Jakarta.

Sunarto dan Sopyan. 2013. Analisis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
2012 Provinsi Kalimantan Selatan.

Raharjo, Yulfita. Indeks Pembangunan Manusia Berwawasan Gender. Jakarta,


Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Ketenagakerjaan.

BKKBN, Pusat Penelitian Kependudukan UGM. 1996. Studi Validasi


Variabel dan Indikator Kualitas Penduduk. Yogyakarta, Pusat Penelitian
Kependudukan Universitas gadjah Mada.

12