Anda di halaman 1dari 14

Makalah

Teknologi informasi dan komunikasi


informasi sebagai fakta data

KUALIFIKASI GURU IPS DALAM CPNS 2018 SALAH SASARAN

Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen Pengampu Haris Setiaji, MTI

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
Arif rizky tubagus (1701080003)
Familla astrid (1701080034)
Lutfi apriansyah (1701080013)
M. nafis mahya (1701080018)
Puti rahmadani (1701080022)
Ronati (1701080041)
Yudo nughroho rabudi (1701080029)

JURUSAN TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala, yang telah memberikan


rahmat serta hidayah kepada hambanya. Yang juga tercurah kepada kami, sehingga
tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Penugasan ini
dibuat sehubungan dengan pemenuhan tugas mata kuliah kami, pada mata kuliah
TIK (teknologi informasi komunikasi) dengan pokok pembahasan “Informasi
Sebagai Fakta Data”, dan mengangkat judul “Kualifikasi Guru IPS Dalam CPNS
2018 Salah Sasaran” Dengan demikan, terkaji perihal tersebut , berikut
pemaparannnya secara jelas.
Dari proses, hingga penyelesaiannya, kami telah menerima banyak bantuan
dari berbagai sumber, baik dari media cetak maupun elektronik. Oleh karenanya
kami hanturkan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah menyediakan
referensi.
Dari proses hingga penyelesaiannya,kami telah menerima banyak bantuan
dari berbagai pihak, baik dari media cetak maupun elektronik. Oleh karena itu kami
mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. Terlebih
kepada Keluaga yang selalu mendukung, dan juga Kepala Desa Sukadamai, Serta
masyarakat yang telah bersedia menjadi narasumber.
“sebaik-biaknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang
lain.” (HR. Ahmad, ath-tharbani, ad-daruqutni.)
Semoga makalah ini bermanfaat bagi orang banyak. Dan ilmu yang tertuang
dapat menjadi amalan baik, Sebagai amalan jariyah. Amin, Ya Rabbal Alamin.

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................... 1
1.3. Tujuan.......................................................................................... 1
1.4. Pembatasan Masalah .................................................................. 2
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1.Kondisi Umum ............................................................................. 3
A. Kualifikasi .............................................................................. 3
B. Salah Sasaran ........................................................................ 3
C. Kualifikasi yang sa lah sasaran ............................................. 3
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian .............................................................................. 5
3.2 Metode Penelitian .......................................................................... 5
3.3 Teknik pengumpulan data ............................................................. 5
3.4 Teknik analisis data ....................................................................... 5
BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Hasil Kaji ....................................................................................... 6
A. Kualifikasi ................................................................................. 6
B. Kualifikasi CPNS yang tepat sasaran ........................................ 6
BAB 5 PENUTUP
5.1. Kesimpulan.................................................................................... 8
5.2 .Saran .............................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Adanya petisi dari para mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia di
mana mereka memperotes tentang kualifikasi penerimaan CPNS. Mereka
kecewa dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) agar mengubah kualifikasi
guru IPS ahli di CPNS 2018.
Dalam uu republik indonesia no 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,
pada bab II pasal 6 yang menyatakan bahwa kedudukan guru dan dosen sebagai
tenaga proesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembang potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha
esa, berahklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Untuk menjalankan fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategi
tersebut, diperlukan guru yang profesional, jika dilihat dari uu republik indonesia
no 14 tahun 2005, pada bab III pasal 7, guru profesional ialah guru yang
memiliki kualitas akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas
dan memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas.jika
kualifikasi tersebut tidak direvisi maka secara tidak langsung dapat menciderai
profesi guru bahkan pendidikan indoesia, karena tanpa guru yang profesional,
maka tujuan pendidikan nasional sampai kapanpun akan sulit dicapai.
1.2 Batasan Masalah
Untuk menjaga agar pembahasan yang akan kami sampaikan nanti tetap
efektif maka kami memfokuskan pada ruang lingkup kualifikasi dan guru ips.

1
1.3 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kualifikasi ?
2. Apa yang dimaksud dengan salah sasaran ?
3. Bagaimana Seharusnya kualifikasi CPNS yang tepat sasaran?
1.4 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian kualifikasi .
2. Untuk mengetahui pengertian salah sasaran.
3. Untuk mengetahui bagaimana kualifikasi yang tepat sasaran.

2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Kondisi Umum
A. IPS Dan Guru IPS
IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) atau social studies merupakan
pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan
dengan masyarakat. di Indonesia pelajaran ilmu pengetauan sosial
disesuaikan dengan berbagai prespektif sosial yang berkembang di
masyarakat. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam
lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan
siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik
yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian
siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang
dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia. Untuk
lebih memahami pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial, mari kita simak
pengertian dari beberapa ahli:

1. Somantri (Sapriya:2008:9) menyatakan IPS adalah penyederhanaan atau


disiplin ilmu ilmu sosial humaniora serta kegiatan dasar manusia yang
diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis
untuk tujuan pendidikan.
2. Mulyono Tj. (1980:8) berpendapat bahwa IPS adalah suatu pendekatan
interdisipliner (inter-disciplinary approach) dari pelajaran ilmu-ilmu
soial, seperti sosiologi antropologi budaya, psikologi sosial,sejarah,
geografi, ekonomi, politik, dan sebagainya.
3. Saidiharjo (1996:4) menyatakan bahwa IPS merupakan kombinasi atau
hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran
seperti:geografi, ekonomi, sejarah,sosiologi,politik
4. Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan
dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan
integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi
budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi
manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi
dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
5. Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-
ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP,
dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:
a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya
dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan
kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan,

3
b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu
sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang
mudah dicerna.
6. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi
atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS
merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran
manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek
sejarah,ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
7. Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi
yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal
yang berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga
benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya
harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang
telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan
sekolah sekolah.

B. Kualifikasi
1. pendidikan khusus untuk memperoleh suatu keahlian
2. keahlian yang diperlukan untuk melakukan sesuatu (menduduki
jabatan dsb.)
3. tingkatan
4. pembatasan; penyisihan (dalam olah raga)
Secara etimologis kata kualifikasi diadopsi dari bahasa Inggris
qualification yang berarti training, test, diploma, etc. that qualifies a
person (Manser, 1995: 337). Kualifikasi berarti latihan, tes, ijazah dan
lain-lain yang menjadikan seseorang memenuhi syarat. Menurut Kamus\
Besar Bahasa Indonesia, kualifikasi adalah “pendidikan khusus
untukmemperoleh suatu keahlian yang diperlukan untuk melakukan
sesuatu atau menduduki jabatan tertentu” (Depdikbud, 1996: 533).
C. Salah Sasaran
Salah sasaran dalam pembahasan kami kali ini memiliki makna tidak
tepatnya formasi untuk guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam CPNS
2018 yang mana dalam CPNS 2018 untuk formasi IPS ini dapat di duduki
oleh lulusan lain.

4
D. Kualifikasi Yang Tepat Sasaran
Dalam setiap proses rekrutment, akan ada namanya tahapan seleksi.
Tahapan seleksi ini adalah saat dimana Anda harus menyaring banyak
kandidat menjadi jumlah yang lebih kecil.
Bukan lagi rahasia jika di Indonesia walaupun hanya tersedia 10
posisi namun yang melamar bisa sampai ribuan orang. Tentu saja semua
harus disaring hingga terpilih 10 pemenang yang memenuhi kandidat dan
persyaratan tadi. Apalagi Jika lowongan itu mengenai pendaftaran CPNS
yang mana banyak rakyat di Indonesia kebanyakan masih tertarik dengan
jabatan PNS itu sendiri.
Dari setiap pendaftar tersebut akan terkumpul banyak lamaran. Dari
sekian banyak lamaran kita harus melakukan seleksi administrasi.
Seleksi ini bisa menjadi salah satu tahap guguran yang pertama
karena bukan tidak mungkin banyak pelamar yang hanya memasukkan
lamaran tanpa memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Misalkan saja harus
memiliki IPK minimal 3,00. Bagi pelamar yang tidak sesuai secara
administrative langsung saja kita pisahkan. Dengan begitu kita akan
mendapatkan data pelamar yang sudah sesuai dengan syarat yang di
tetapkan.

5
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Dalam hal ini kami meneliti berdasarkan penelitian kepustakaan (library
research) karna dalam proses pembuatan ini kami menggunakan beberapa
literature baik dari buku maupun internet.
3.2 Metode Penelitian
Dalam hal ini kami mengunakan metode deskriptif karna kami
menjelaskan data yang ada dan cenderung membandingkan satu sama lain.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Data yang kami kumpulkan kebanyakan data sekunder karna kami
mendapatkan data tersebut tudak secara langsung. Sedangkan tehnik yang kami
gunakan dalam mengumpulkan data ialah tegnik Studi Dokumen (tehnik
pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang berguna
untuk bahan analisis)
3.4 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data deskriptif merupakan tekhnik analisis yang dipakai untuk
menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data-data yang
sudah dikumpulkan seadanya tanpa ada maksud membuat generalisasi dari hasil
penelitian. Yang termasuk dalam teknik analisis data statistik deskriptif diantaranya
\seperti penyajian data kedalam bentuk grafik, tabel, presentase, frekwensi, diagram,
grafik, mean, modus dll. Itulah penjelasan mengenai tekhnik analisis data deskriptif

6
BAB 4
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Kajian
4.1.1 Kualifikasi
Salah satu dari hal terpenting dalam penerimaan CPNS ialah dengan
memperhatikan kualifikasi dari formasi yang ingin diambil kualifikasi di
sini ialah hal-hal yang di syaratkan baik secara akademis dan teknis.
Kualifikasi yang kita bahas kali ini ialah kualifikasi pendidikan minimal
dari jabatan guru IPS ahli yang mana seharusnya diperuntukan lulusan S-
1 Pendidikan IPS, tapi pada pelaksanaannya lowongan tersebut dapat
diduduki oleh lulusan lain. Dalam hal ini terjadi suatu permasalahan
dimana sarjana lulusan pendidikan ips mengkritik dan meminta supaya
formasi cpns khususnya untuk calon pegawai negri sipil guru ips
meminta agar formasi direvisi atau diperbaikan agar hak mereka bisa
didapatkan
4.1.2 Kualifikasi CPNS Yang Tepat Sasara
Alangkah lebih baiknya jika calon pengabdi negara itu bisa sesuai
dengan bidang akademis yang telah mereka ampuh apalagi di Indonesia
telah memiliki aturan tentang hal tersebut. Yang di mana tercantum
dalam UU RI No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, pada Bab 2
pasal 6 yang menyatakan bahwa Kedudukan guru dan dosen sebagai
tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan
nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang
demokratis dan bertanggung jawab.
Untuk menjalankan fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat
strategis tersebut, diperlukan guru yang professional, jika dilihat dari UU
RI No 14 Tahun 2005, pada BAB III pasal 7, guru professional ialah guru
yang memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai
dengan bidang tugas; dan memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai

7
dengan bidang tugas. Jika kualifikasi tersebut tidak direvisi maka secara
tidak langsung dapat menciderai profesi guru bahkan pendidikan
Indonesia, karena tanpa guru yang professional, maka tujuan pendidikan
nasional sampai kapanpun akan sulit dicapai.
Untuk itu ketidak tepat sasaran CPNS 2018 ini membuat banyak
pihak terutama untuk para lulusan sarjana pendidikan IPS.

8
BAB 5
PENUTUP

1.1 KESIMPULAN
Kualifikasi cpns guru ips salah sasaran merupakan suatu permasalahan
yang sedang dialami saat ini ,dimana pada hal ini lulusan sarjana pendidikan ips
dirugikan karena formasi cpns guru ips bisa diperoleh oleh lulusan sarjana selain
pendidikan ips. Hal ini tentunya membuat permasalahan baru dibidang
pendidikan. Sedangkan pada untuk menjalankan fungsi, peran, dan kedudukan
yang sangat strategi tersebut, diperlukan guru yang profesional, jika dilihat dari
uu republik indonesia no 14 tahun 2005, pada bab III pasal 7, guru profesional
ialah guru yang memiliki kualitas akademik dan latar belakang pendidikan
sesuai dengan tugas dan memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan
bidang tugas.jika kualifikasi tersebut tidak direvisi maka secara tidak langsung
dapat menciderai profesi guru bahkan pendidikan indoesia, karena tanpa guru
yang profesional, maka tujuan pendidikan nasional sampai kapanpun akan sulit
dicapai.
1.2 SARAN
Untuk kedepannya bagi pemerintah dalam menyusun formasi cpns harus
sesuai dengan peraturan yang sudah dibuat supaya tidak terjadi satu
permasalahan baru yang muncul.

9
DAFTAR PUSTAKA

Stairs, Don.(2017). “Arti kata kualifikasi makna pengertian dan definisi”.


https://artikbbi.com/kualifikasi/. (diakses pada 23 September 2018)
KBBI, 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). [Online] Available
https://id.wiktionary.org/wiki/kualifikasi, (Diakses 21 Juni 2016)
BEM HIMA PIPS UPI (2018). “Meminta BKN untuk mempertimbangkan kembali
Formasi Kualifikasi CPNS 2018”. https://www.change.org/p/
meminta-bkn-untuk-mempertimbangkan-kembali-formasi-kualifikasi-
cpns-2018-revisikualifikasiguruips (Di Akses Pada 27 Juni 2018)

10
LAMPIRAN

11