Anda di halaman 1dari 3

Nama : Siti Nurhalizah

NIM : 190341764448

TES BELAJAR KOGNITIF DAN MACAM-MACAMNYA


Tes dapat  didefinisikan sebagai suatu pertanyaan atau tugas atau seperangkat
tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait atau atribut
pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai
jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Tes kognitif memberikan perkiraan
mengenai intelektual, atau kognitif atau kemampuan dan potensi seorang anak/siswa.
Tes kognitif juga menghasilkan rekomendasi yang relevan untuk perencanaan
pendidikan. Sumber data untuk penilaian meliputi informasi latar belakang, riwayat
pendidikan, dan data dari kognitif tes.
Hasil belajar kognitif sangat erat dengan perkembangan taksonomi hasil belajar.
Sejalan dengan kemajuan di bidang pendidikan, taksonomi kognitif Bloom (1956)
mengalami revisi yang menekankan penggunaan taksonomi dalam perencanaan
program, pembelajaran dan penilaian, serta menyelaraskan dari ketiga kegiatan tersebut.
Hasil belajar kognitif menurut Bloom yang telah direvisi oleh Anderson & Krathwohl
(2010) dapat dibedakan menjadi enam tingkat, yakni mengingat, memahami,
mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Penjelasan lebih lanjut
dapat diuraikan pada tabel 1 sebagai berikut.
Tabel 1 Penilaian Hasil Belajar terhadap Kemampuan Berpikir
Tingkat kognitif Deskripsi
Mengingat (remember) Mengungkapkan kembali pengetahuan yang relevan dari memori
jangka panjang.
Memahami (understand) Menentukan arti dari pesan instruksional, meliputi komunikasi
lisan, tulisan, dan grafis.
Mengaplikasi (apply) Melakukan atau menggunakan prosedur tertentu pada situasi
tertentu yang dibutuhkan.
Menganalisis (analyze) Menguraikan materi menjadi bagian-bagian lebih kecil dan
mendeteksi bagaimana suatu bagian berhubungan dengan bagian
yang lain.
Mengevaluasi (evaluate) Membuat keputusan berdasarkan kriteria atau standar tertentu.
Mencipta (create) Memadukan elemen bersama untuk membuat sesuatu yang baru
dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang asli.
(Sumber: Anderson & Krathworl, 2010)

Jenis-Jenis Tes
A. Dari segi bentuk pelaksanaannya
1. Tes Tertulis ( paper and pencil test): Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih
menekankan pada penggunaan kertas dan pencil sebagai instrumen utamanya,
sehingga tes mengerjakan soal atau jawaban ujian pada kertas ujian secara
tertulis, baik dengan tulisan tangan maupun menggunakan komputer. Biasanya
dalam waktu yang terbatas.
2. Tes Lisan (oral test) : Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara
tatap muka antara guru dan murid.
3. Tes Perbuatan (performance test): Tes perbuatan mengacu pada proses
penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja. Tes perbuatan
mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik.
B. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya
1. Tes Essay (uraian) : Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan
terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap
pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk
mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu
pendapat dalam bahasa sendiri.
2. Tes Objektif : Tes objektif adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah
disediakan alternatif jawabannya. Tes ini terdiri dariberbagai macam bentuk,
antara lain: Tes Betul-Salah (TrueFalse), Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice),
Tes Menjodohkan (Matching), Tes Analisa Hubungan (Relationship Analysis).
C. Dari segi fungsi tes di sekolah
1. Tes Formatif: Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan
belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam
tiap satuan unit pembelajaran.
2. Tes Summatif: Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui
penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif
dilaksanakan pada tengah atau akhir semester.
3. Tes Penempatan: Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka
menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana
yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar.
4. Tes Diagnostik: Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis
penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi,
fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.
D. Berdasarkan konstruksinya
1. Tes Essay (Uraian) : Tes essay adalah butir soal yag mengandung pertanyaan
atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan
cara mengekspresikan pikiran peserta tes. Ciri khas tes essay adalah jawaban
terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkonstruksikan butir
soal, tetapi harus dipasok oleh peserta tes.
2.  Tes Objective : Butir soal objektif adalah butir soal yang telah mengandung
kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Jadi
kemungkinan jawaban yang telah dipasok oleh pengkonstruksi butir soal. Jadi
yang dimaksud dengan tes objektif ialah tes yang dapat diskor secara objektif.
Secara umum ada tiga tipe tes objektif, yaitu: Benar salah (true false),
Menjodohkan (matching), dan Pilihan berganda (multiple choice).

RQA
1. Soal pilihan ganda memang lebih memudahkan penilai untuk melakukan
penilaian yang lebih cepat, akurat dan objektif. hanya saja perlu dilakukan
beberapa prinsip untuk menghindari kelemahan yang mungkin muncul.
Bagaimana prinsip dalam mengkonstruksi soal pilihan ganda?
Jawaban: prinsip dalam pembuatan soal pilihan ganda diantaranya: 1) pokok
soal harus dirumuskan secara jelas, 2) rumusan pokok soal dan pilihan jawaban
harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja, 3) pokok soal sebisa
mungkin tidak memberikan petunjuk kepada jawaban yang benar, 4) pokok soal
seharunya tidak mengandung pernyataan negatif ganda, 5) pilihan jawaban harus
homogen danlogis ditinjau dari segi materi, 6) panjang rumusan jawaban harus
relatif sama.
2. Bagaimana mengukur keterampilan siswa melalui paper test?
Jawab: keterampilan siswa memang lebih mudah jika diamati secara observasi,
akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan dilakukan melalui mekanisme
paper and pencil test. Salah satu alternatif nya adalah dengan mengkonstruksi
soal yang meminta siswa melakukan proses keterampilan, misal membuat
tabulasi data, menyusun langkah-langkah atau prosedur dalam penerapan konsep
tertentu, atau menggunakan rubric keterampilan berpikir tingkat tinggi yang
ada.
Sumber:
Hamid, M. S. 2011. Standar Mutu Penilaian dalam Kelas. Jogjakarta: DIVA
Press.