Anda di halaman 1dari 7

NASKAH ROLEPLAY KEPERAWATAN JIWAIMPLEMENTASI ASKEP PASIEN

DENGAN GANGGUAN JIWAHALUSINASI: PENDENGARAN

Pada suatu hari di Rumah Sakit Jiwa Amino Gondohutomo tepatnya diRuang Bougenville
terdapat seorang pasien bernama Ni Made Wintari berumur 21tahun akan dirawat dengan
diagosa gangguan persepsi sensori: halusinasi(pendengaran). Beberapa menit kemudian,
seorang perawat bernama PerawatIlham menghampiri pasien tersebut yang tampak gelisah,
sendiri, dan histeris.Perawat Ilham, pun langsung melakukan SP1 Pasien dimana
salah satunyamembantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrol
halusinasi,mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan menghardik halusinasi.SP1
Pasien:Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara mengontrolhalusinasi,
mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan menghardikhalusinasi.

Perawat : “Selamat pagi, Ibu. Saya Perawat dari Poltekkes Mataram yang akanmerawat
anda. Perkenalkan nama saya Perawat Ilham Haqiqi, senangdipanggil
Perawat Ilham. Nama anda siapa? Senang di panggil apa?”
Pasien : “Nama saya Ibu Wintari, senang dipanggil Ibu Wiwin”Perawat: “Baiklah
Ibu Wiwin. Bagaimana perasaannya hari ini? Apa adakeluhannya
hari ini?”Pasien: “Saya takut Pak. Dari tadi ada orang yang terus
membisik-bisikansaya. Dia menyuruh saya bunuh diri. Saya takut Pak”
Perawat : “Tenang bu, tenang. Dimana orangnya bu, dimana?”
Pasien : “Saya tidak tau Pak, tapi suara-suara itu terus saja datang!”
Perawat : “Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yangselama
ini Ibu Wiwi dengar, tetapi tidak tampak wujudnya?”
Pasien : “Iya Pak, baiklah.”
Perawat : “Dimana kita duduk?”
Pasien : “Di sana Pak, di ruang tamu saja!”
Perawat : “Diruang tamu? Baiklah bu, ayo kita ke ruang tamu!”
Pasien : “Ayo Pak, cepat.”
Perawat : “Kalau boleh tau kita bercakap-cakapnya berapa lama bu?”
Pasien : “Tolong Pak, suara itu datang lagi Pak. Ayo pak tolong saya!”
Perawat : “Baiklah bu bagaimana kalau 30 menit?”
Pasien : “Iya, ya. Ayo cepat!”Perawat: “Baiklah bu, apakah Ibu Wiwin
mendengar suara tanpa adawujudnya?”
Pasien : “Iya, Pak! Dari tadi suara itu terus mengganggu saya! Tolong sayaPak!”
Perwat : “Kalau boleh tau bu, apa yang dikatakan suara itu?”
Pasien : “Mati Kamu, Mati! Begitu Pak yang saya dengar. Saya jadi takut Pak.Tolong
saya!”
Perawat : “Ibu Wiwin? Apakah suara itu terus-menerus terdengar atau sewaktu waktu ?
Pasien : “Suara itu sering datang mengganggu saya Pak. Saya jadi takut. MatiKamu,
Mati! Begitulah yang saya dengar Pak!”
Perawat : “Kapan Ibu Wiwin sering mendengar suara itu?”
Pasien : “Suara itu sering datang ketika saya lagi sendiri Pak”
Perawat : “Biasanya berapa kali sehari Ibu Wiwin mendengar suara-suara itu?”
Pasien : “Biasanya, sering Pak. Lebih dari lima kali”
Perawat : “Lebih dari lima kali sehari ya? Kalau begitu, pada keadaan apa suaraitu
terdengar? Apakah pada waktu sendiri?”
Pasien : “Iya Pak. Suara-suara itu datang pas saya lagi sendiri Pak, pas lagisepi
sepinya suara itu juga pasti datang!”
Perawat : “Apa yang Ibu Wiwin rasakan pada saat mendengar suara itu?”
Pasien : “Saya takut Pak, takut sekali!”
Perawat : “Apa yang Ibu Wiwin lakukan saat mendengar suara itu?”
Pasien : “Saya teriak Pak. “Tidak! Tidak! Saya Tidak Mau Mati!”
Perawat : “Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang?”
Pasien : “Tidak Pak, suara-suara itu tetap saja saya dengar. Tolong saya Pak,apa yang
harus saya lakukan, suara-suara itu terus saja datang!”
Perawat: “Baiklah bu, Ibu Wiwin harus tenang sekarang ya! Bagaimana kalaukita belajar
cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul?”
Pasien: “Bagaimana caranya Pak?”
Perawat: “Begini Ibu Winin, ada empat cara untuk mencegah suara-suara itumuncul.
Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengancara bercakap-cakap dengan
orang lain. Ketiga, melakukan kegiatanyang sudah terjadwal, dan yang keempat minum obat
dengan teratur.”
Pasien: “Ada empat ya Pak?”
Perawat: “Iya bu. Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu denganmenghardik.
Caranya adalah saat suara-suara itu muncul, langsung IbuWiwin bilang, “Pergi! Saya tidak
mau dengar! Saya tidak mau dengar,kamu suara palsu!” sambil Ibu Wiwin menutup kedua
telinganya, begitudiulang-ulang sampai suara itu tidak terdengar lagi. Coba Ibu
Wiwinperagakan!”
Pasien: “(sambil menutup kedua telinganya) “Pergi! Saya tidak mau dengar!Saya tidak mau
dengar, kamu suara palsu!” Begitu ya Pak?”
Perawat: “Iya bu. Nah begitu... bagus! Coba lagi bu!”
Pasien: “(sambil menutup kedua telinganya) “Pergi! Saya tidak mau dengar!Saya tidak mau
dengar, kamu suara palsu!”
Perawat: “Iya bagus, Ibu Wiwin sudah bisa!”
Pasien: “Yeeeey. Saya bisa!”
Perawat: “Nah, bu, bagaimana perasaan Ibu Wiwin setelah memeragakanlatihan
tadi?”
Pasien: “Saya sudah lega. Dan saya sudah tidak takut lagi Pak”
Perawat: “Baguslah kalau begitu bu, nanti kalau suara-suara itu muncul lagi,silahkan coba
cara tersebut ya bu!
Pasien: “Iya Pak, nanti saya coba lakukan”
Perawat: “Bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya? Apakah Ibu Wiwinmau”
Pasien: “Mau Pak!”

Perawat : “Baguslah kalau begitu bu. Nah sekarang bagaimana perasaan IbuWiwin
setelah latihan ini?”
Pasien: “Saya merasa lega Pak!”
Perawat: “Baguslah bu. Jadi, sudah ada berapa cara yang Ibu Wiwin pelajariuntuk mencegah
suara-suara itu datang lagi?”
Pasien: “Sudah dua cara Pak!”
Perawat: “Bagus, cobalah kedua cara ini kalau nanti Ibu Wiwin mendengarsuara-suara itu
lagi. Bagaiman kalau kita masukkan dalam jadwalkegiaan harian Ibu Wiwin?”
Pasien: “Iya Pak”
Perawat: “Mau jam berapa kita latihan bercakap-cakapnya bu?”
Pasien: “Jam 9 pagi, jam 3 sore sama jam 7 malam Pak!”
Perawat: “Wah bagus bu. Jadi, nanti Ibu Wiwin lakukan secara teratur jikasewaktu-waktu
suara itu muncul lagi ya bu! Besok pagi saya akankesini lagi.”
Pasien: “Iya Pak”
Perawat: “Bagimana kalau kita latih cara yang ketiga, yaitu melakukan aktifitasterjadwal?”
Pasien: “Iya Pak, boleh!”
Perawat: “Kira-kira maunya jam berapa bu?”
Pasien: “Besok pagi-pagi Pak!”
Perawat: “Bagaimana kalau jam 10 pagi bu?”
Pasien: “Iya Pak, boleh”
Perawat: “Mau dimana kita latihannya bu? Disini lagi?”
Pasien: “Disini lagi Pak!”
Perawat: “Baiklah bu kalau begitu besok jam 10 pagi kita latihan disini ya bu.Sampai besok
bu. Selamat siang!”
Pasien: “Siang Pak!”Dua puluh menit kemudian Perawat Ilham selesai melakukan SP2 pasien
dan telah memasukkan kegiatan yang telah dilakukan dalam jadwal kegiatan harian pasien.
Perawat Ilham pun mengontrak waktu untuk besok pagi.

Keesokan harinya, sesuai dengan yang telah disepakati dengan pasien,Perawat Ilham pun
kembali ke ruangan pasien Ibu Wiwin untuk mengevaluasikegiatan yang telah dilakukan
sebelumnya, sekaligus melakukan SP3 Pasien yaitumelatih pasien mengontrol halusinasi
dengan melaksanakan aktivitas terjadwal.SP 3 Pasien:Melatih pasien mengontrol halusinasi
dengan melaksanakan aktivitasterjadwal.Perawat: “Selamat pagi Ibu Wiwin! Bagaimana
perasaanya hari ini?”Pasien: “Pagi, baik Pak!”Perawat: “Apakah Ibu Wiwin masih ingat
dengan saya?”Pasien: “Masih Pak!”Perawat: “Coba Ibu Wiwin sebutkan nama saya!”Pasien:
“Nama bapak, Perawat Ilham!”Perawat: “Wah, bagus bu. Ibu Wiwin masih mengingat nama
saya denganbenar! Bagus bu!”Pasien: “Hehehe”Perawat: “Oh iya, Bu! Apakah suara-
suaranya masih muncul bu?”Pasien: “Iya Pak, suaranya masih terus saja muncul, “Mati
Kamu, Mati!” Itu-itu saja yang saya dengar Pak!”Pasien: “Apakah sudah dipakai dua cara
yang telah kita latih kemarin bu?”Pasien: “Iya Pak, saya sudah memakai dua cara yang sudah
Bapak ajarkankemarin”Perawat: “Bagaimana hasilnya bu?”Pasien: “Begini Pak, suara-
suaranya agak mulai berkurang. Lebih sedikit daripada yang kemarin itu Pak!”Perawat: “Wah
bagus, bu. Ibu Wiwin sudah pintar menggunakan dua cara yangsaya ajarkan kemarin,
bagus bu! Kalau begitu sesuai janji kitakemarin, hari ini kita akan belajar cara yang
ketiga untuk mencegahhalusinasi yaitu melakukan kegiatan terjadwal! Kalau begitu
ibumaunya dimana kita bicara bu?”NASKAH ROLEPLAY: HALUSINASI
PENDENGARANPage 7
Pasien: “Di ruang tamu saja Pak!”Perawat: “Baik, kita duduk diruang tamu ya bu! Kira-kira
berapa lama kitabicara bu?”Pasien: “Iya Pak. Lama-lama juga boleh!”Perawat: “Bagaimana
kalau 30 menit bu?”Pasien: “Iya Pak, boleh!”Perawat: “Baiklah kalu begitu bu, ayo kita ke
ruang tamu!”Pasien: “Ayo Pak!”Perawat: “ Nah, kalau boleh tau apa saja yang biasa Ibu
Wiwin lakukan?”Pasien: “Apa ya?! Banya Pak”Perawat: “Oh, banyak ya bu? Kalu pagi-pagi
apa kegiatannya?”Pasien: “Kalau pagi-pagi, saya membersihkan tempat tidur, mandi,
sarapan,senam, menyiram bunga, menonton tv, menyapu, sama apalagi ya?Banyak
Pak!”Perawat: “Wah bagus bu. Kegiatannya di pagi hari banyak juga ya! Terus
jamberikutnya apa?”Pasien: “Maksud Bapak, siang?”Perawat: “Iya bu, kalau siang
kegiatannya apa saja?”Pasien: “Kalau siangnya, saya makan siang, menonton tv,
menyapu,membersihkan jendela, dan tidur siang Pak!”Perawat: “Kalau malamnya, apa saja
kegiatannya bu?”Pasien: “Kalau malam harinya, saya menonton tv, makan malam,
mentupjendela, dan minum obat Pak!”Perawat: “Wah banyak sekali kegiatannya ya bu!
Kalau begitu bu, mari kitalatih dua kegiatan hari ini yaitu, latihan menyapu dan
membersihkanjendela. Bagaimana bu, apakah Ibu Wiwin mau?”Pasien: “Mau Pak!”Perawat:
“Baiklah bu, coba sekarang Ibu Wiwin menyapu lantai di ruang tamuini, apakah Ibu Wiwin
bisa?”Pasien: “Bisa Pak! (sambil menyapu lantai ruang tamu)”Perawat: “Nah, bagaimana
kalau sekarang Ibu Wiwin membersihkan jendelaruang tamu ini?”NASKAH ROLEPLAY:
HALUSINASI PENDENGARANPage 8
Pasien: “Baik Pak! (sambil membersihkan jendela ruang tamu)”Perawat: “Wah bagus sekali
bu, Ibu Wiwin sudah menyapu dan membersihkanjendela dengan benar. Bagus sekali
bu!”Pasien: “Yeyyyy, bagus, bagus!”Perawat: “Baik bu, kegiatan ini dapat Ibu Wiwin
lakukan untuk mencegah suaratersebut muncul kembali. Kegiatan yang lain akan kita latih
lagi agardari pagi sampai malam ada kegiatan, bagaimana bu apakah
ibubersedia?”Pasien: “Iya Pak, saya bersedia!”Perawat: “Nah, sekarang, bagaimana perasaan
Ibu Wiwin setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara itu
kembali lagi?”Pasien: “Saya merasa senang dan lega Pak!”Perawat: “Bagus sekali bu! Coba
Ibu Wiwin sekarang sebutkan tiga cara yangtelah kita latih untuk mencegah suara-suara itu
muncul lagi bu!”Pasien: “Iya Pak. Yang pertama menghardik, yang kedua bercakap-
cakapdengan orang lain, dan yang ketiga dengan melakukan aktivitasterjadwal
Pak”Perawat: “Wah, bagus sekali bu. Nah sekarang mari kita masukkan dalamjadwal
kegiatan harian Ibu Wiwin.”Pasien: “Iya Pak!”Perawat: “Nah, nanti Ibu Wiwin bisa mencoba
melakukan latihan-latihan yangsudah kita lakukan itu sesuai jadwal ya!”Pasien: “Iya, baik
Pak!”Perawat: “Kalau begitu bagaimana bu kalau menjelang malam nanti,
kitamembahas cara minum obat yang baik serta kegunaan obat?”Pasien: “Iya Pak,
boleh!”Perawat: “Maunya jam berapa bu?”Pasien: “Siang aja Pak!”Perawat: “Bagaimana
kalau jam 12 bu?”Pasien: “Boleh Pak!”Perawat: “Ibu Wiwin maunya di tempat biasa atau
dimana?”Pasien: “Di ruang makan saja Pak!”NASKAH ROLEPLAY: HALUSINASI
PENDENGARANPage 9
Perawat: “Baiklah bu, diruang makan ya! Kalau begitu saya pamit dulu bu.Sapai
jumpa!”Pasien: “Sampai jumpa!”Perawat Ilham pun selesai melakukan SP2 Pasien
dan tak lupa jugaperawat mengontrak waktu pada pukul 12 siang untuk melakukan SP4
Pasien.Setelah pukul 12 siang, perawat pun datang sesuai dengan kesepakatanyang telah
dibuat dengan pasien. Dan setelah itu, perawat pun melakukan SP4Pasien yaitu melatih
pasien minum obat secara teratur.SP 4 Pasien:Melatih pasien minum obat secara
teratur.Perawat: “Selamat siang Ibu Wiwin! Bagaimana perasaannya siang ini?”Pasien:
“Siang Pak. Saya baik Pak!”Perawat: “Apakah suara-suaranya masih muncul bu?”Pasien:
“Masih Pak, tapi sedikit!”Perawat: “Apakah sudah digunakan tiga cara yang sudah kita latih
kemarin itubu?”Pasien: “Sudah Pak!”Perawat: “Apakan jadwal kegiatannya sudah
dilaksanakan bu?”Pasien: “Sudah Pak!”Perawat: “Apakah pagi tadi sudah minum obat
bu?”Pasien: “Sudah Pak!”Perawat: “Baik. Siang hari ini kita akan mendiskusikan tentang
obat-obatanyang Ibu Wiwin minum. Kita akan diskusi selama 20 menit sambilmenunggu
makan siang. Disini saja ya Ibu Wiwin?.”Pasien: “Iya Pak, disini saja sambil menunggu
makan siang. Saya sudah laparsoalnya!”Perawat: “Kalau boleh tau Ibu Wiwin, adakah
bedanya setelah minum obatsecara teratur?”Pasien: “Kalau saya minum obat secara teratur,
saya merasa tenang, lega danringan Pak!”Perawat: “Apakah suara-suara itu berkurang atau
menghilang bu?”NASKAH ROLEPLAY: HALUSINASI PENDENGARANPage 10
Pasien: “Tetap saja suara-suara itu muncul Pak, walaupun saya sudah eminumobat yang
diberikan! Kenapa begitu Pak? Padahal setiap hari sayaselalu meminum obat saya secara
teratur!”Perawat: “Begini Ibu Wiwin, minum obat itu sangat penting agar suara-suarayang
Ibu Wiwin dengar dan mengganggu selama ini tidak muncullagi. Nah, kalau boleh tahu
berapa macam obat yang Ibu Wiwinminum?”Pasien: “Banyak Pak!”Perawat: “(Perawat
menyiapkan obat pasien). Jadi bu, ini yang warna orange(chlorpromazine, CPZ) gunanya
untuk menghilangkan suara-suara.Obat yang warna putih (tpyhexilpendil, THP) gunanya agar
Ibu Wiwinmerasa rilex dan tidak kaku, sedangkan yang merah jambu(haloperidol,
HIP) berfungsi untuk menenangkan pikiran danmenghilangkan suara-suara. Semua
obat ini diminum 3 kali sehari,tiap pukul 7 pagi, 1 siang, dan 7 malam. Apakah Ibu Wiwin
mengingatfungsi obat-obat ini? Coba diulangi bu!”Pasien: “Baik Pak. Kalau yang berwarna
oranye untuk menghilangkan suara-suara, yang berwarna putih agar merasa rilex, dan yang
merah jambuuntuk menenangkan pikiran!”Perawat: “Wah, Ibu Wiwin pintar sekali. Bagus
sekali Ibu Wiwin mengingatfungsi obat-obatnya. Baiklah bu nanti kalau suara-suara sudah
hilangobatnya tidak boleh dihentikan ya.”Pasien: “Iya Pak”Perawat: “Nanti konsultasikan
dengan dokter, sebab kalau putus obat, IbuWiwin akan kambuh dan sulit sembuh seperti
keadaan semula. Dankalau obatnya habis, Ibu Wiwin bisa minta ke dokter
untukmendapatkan obat lagi. Apakah Ibu Wiwin mengerti?”Pasien: “Iya Pak, saya
mengerti!”Perawat: “Baiklah. Ibu Wiwin juga harus teliti saat minum obat-obatan
ini.Pastikan obatnya benar, artinya Ibu Wiwin harus memastikan bahwaitu benar-benar obat
punya Ibu Wiwin. Jangan keliru dengan obatmilik orang lain. Baca nama kenasannya.
Pastikan obat diminum padaNASKAH ROLEPLAY: HALUSINASI PENDENGARANPage
11
waktunya, dengan cara yang benar, yaitu diminum sesudah makan datepat jamnya ya bu
ya!”Pasien: “Iya Pak!”Perawat: “Ibu Wiwin juga harus memperhatikan berapa jumlah obat
sekaliminum, dan Ibu Wiwin juga harus cukup minum 10 gelas per hari.Bagaimana bu,
apakah Ibu Wiwin mengerti?”Pasien: “Iya, ya saya mengerti Pak!”Perawat: “Baiklah kalau
begitu. Nah, sekarang bagaimana perasaan Ibu Wiwinsetalah kita bercakap-cakap mengenai
obat?”Pasien: “Saya merasa lega, bahagia, dan saya sudah mengerti tentang apayang Bpak
Ilham katakan.”Perawat: “Wah bagus bu. Nah sekarang coba sebutkan sudah berapa cara
yangkita latih untuk mencegah suara-suara, coba sebutkan bu!”Pasien: “Sudah empat cara
Pak, yang pertama menghardik, yang keduabercakap-cakap dengan orang lain, yang
ketiga melakukan aktivitasyang terjadwal dan yang keempat minum obat Pak!”Perawat:
“Bagus! Ibu Wiwin sudah menyebutkan empat cara yang sudah kitalatih dengan benar. Bagus
sekali bu! Kalau begitu mari kita masukkanjadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan
harian Ibu Wiwin!”Pasien: “Yeyyy, bagus... bagus...!”
Perawat: “Oh iya bu, jangan lupa pada waktunya minum obat, minta obatnyapada perawat
atau pada keluarga Ibu Wiwin kalau dirumah ya bu ya!”
Pasien: “Iya Pak”
Perawat: “Nah, makanan Ibu Wiwin sudah datang! Kalau begitu, kita ketemulagi untuk
melihat manfaat 4 cara mencegah suara-suara muncul yangtelah kita bicarakan. Bagaimana
kalau minggu depan?”
Pasien: “Iya Pak, boleh!”Perawat: “Ibu Wiwin maunya pukul berapa?”Pasien: “Seperti tadi
itu Pak!”Perawat: “Bagaiman kalau pukul 10 pagi?”Pasien: “Baik Pak”Perawat: “Kalau
begitu, selamat istirah ya bu. Sampai jumpa. Selamat siang!”