Anda di halaman 1dari 6

Disposal Release

Terdapat beberapa metode yang umum digunakan oleh entitas yang melepas bisnis antar entitas
sepengendali, yaitu:
1. Metode “de-pooling interest”
Pada metode ini, entitas menghentikan pengakuan unsur laporan keuangan yang dilepas
pada nilai tercatat seakan tidak ada penggabungan (mengonsolidasikan) sebelumnya.
Metode ini dipandang tidak praktis karena entitas perlu menyajikan kembali laporan
keuangannya seakan tidak pernah terjadi penggabungan dan dianggap tidak konsisten
dengan pengaturan dalam SAK lain untuk transaksi pelepasan bisnis.
2. Metode “disposal” yang diakui di laba rugi
Dalam metode ini, disposing entity tidak lagi menggabungkan (mengkonsolidasikan)
unsur laporan keuangan yang dilepas sejak tanggal pelepasan. Selisih imbalan diterima
dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas diakui di laba rugi. Namun metode ini tidak lagi
digunakan karena tidak konsisten dengan pengertian kombinasi dan pelepasan bisnis
entitas sepengendali sebagai suatu transaksi ekuitas.
3. Metode “disposal” yang diakui di ekuitas
Pada metode ini disposing entity tidak lagi menggabungkan (mengkonsolidasikan)
unsur laporan keuangan yang dilepas sejak tanggal pelepasan. Selisih imbalan diterima
dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas diakui di ekuitas. Metode ini merupakan metode
yang paling sesuai yang akan diguankan karena lebih mencerminkan substansi
transaksi pelepasan bisnis kepada entitas sepengendali dan waktu terjaidnya.

Investment in Other Entities


Jenis investasi:
1. Entitas Asosiasi
Kriteria: Memiliki Pengaruh Signifikan (kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
keputusan kebijakan keuangan dan operasional suatu aktivitas ekonomi, namun tidak
mengendalikan kebijakan tersebut)
Indikator: Memiliki 20% atau lebih (<50%) hak suara investee
Bukti adanya pengaruh signifikan:
 Keterwakilan dalam Board of Director
 Partisipasi dalam pembuatan kebijakan
 Ada transaksi material antara investor dan investee
 Pertukaran personil manajerial
 Penyediaan informasi teknis pokok
Metode Akuntansi: Metode Ekuitas
2. Pengendalian Bersama
Persetujuan kontraktual antar dua atau lebih pihak menjalankan aktivitas ekonomi yang
tunduk pada pengendalian bersama
Karakteristik:
 Para pihak terikat oleh suatu pengaturan kontrak
 Pengatural kontraktural memberikan pengendalian bersama kepada dua atau
lebih pihak dalam pengaturan
Pengendalian bersama diklasifikasikan menjadi dua, yaitu operasi bersama dan ventura

bersama.

Operasi bersama Ventura bersama

Gambar. Penilaian Pengendalian Bersama


(Sumber: PSAK 66)

a. Ventura Bersama
Indikator:
 Memiliki < 50% hak suara investee
 Para pihak (ventureer bersama) memiliki hak atas aset neto terkait pengendalian
bersama
Metode akuntansi : Metode Ekuitas dan Metode Konsolidasian Proporsional
b. Operasi Bersama
Indikator:
 Para pihak (operator bersama) memiliki hak atas aset dan kewajiban terhadap
liabilitas terkait pengendalian bersama.
Operasi bersama mengakui hal berikut:
 Aset (+bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama)
 Liabilitas (+bagiannya atas liabilitas yang dimiliki bersama)
 Pendapatan dari penjualan bagiannya dari output operasi bersama
 Bagiannya atas pendapatan dari penjualan output operasi bersama
 Beban (+bagiannya atas beban yang terjadi bersama)
Pengakuan:
 Penjualan atau Kontribusi Aset
Operator bersama mengakui laba atau rugi transaksi sebatas kepentingan para
pihak lain dalam operasi bersama. Jika transaksi mengurangi nilai aset yang
akan dijual, rugi diakui sepenuhnya oleh operator bersama.
 Pembelian Aset
Operator bersama tidak mengakui laba atau rugi sampai entitas menjual kembali
aset ke pihak lain. Jika transaksi mengurangi nilai aset yang akan dibeli,
operator bersama mengakui bagiannya atas rugi tersebut.
3. Anak Perusahaan
Kriteria: Memiliki Pengendalian (kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan
operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas)
Indikator: Memiliki > 50% hak suara investee
Metode Akuntansi: Konsolidasi

Kepentingan dalam Entitas Anak


Tujuan pengungkapan informasi pada laporan konsolidasian:
1. Agar pengguna dapat memahami komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang
dimiliki oleh kepentingan non pengendendali dalam aktivitas dan arus kas kelompok
usaha
2. Untuk mengevaluasi:
 Kemampuan entitas untuk mengakses aset dan menyelesaikan liabilitas
Atas kemampuan ini, entitas perlu mengungkapkan pembatasan signifikan
untuk kemampuannya, sejauh mana hak protektif kepentingan non pengendali
dapat membatasi kemampuan, dan jumlah tercatat dalam laporan keuangan
konsolidasi atas aset dan liabilitas yang terkena pembatasan.
 Sifat dan perubahan risiko terkait kepentingan pengguna laporan
 Konsekuensi perubahan bagian kepemilikan pada entitas anak
 Konsekuensi hilangnya pengendalian atas entitas anak
Entitas mengungkapkan laba atau ruginya sesuai PSAK 65: Laporan Keuangan
Konsolidasian dan porsi dari laba atau rugi yang dapat diatribusikan untuk
mengukur investasi apapun yang tersisa dalam entitas anak dihitung pada nilai
wajar.
Apabila laporan keuangan entitas anak yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah pada tanggal atau periode yang berbeda dari pelaporan keuangan
konsolidasian, maka entitas mengungkapkan tanggal akhir dari periode pelaporan keuangan
entitas anak dan alas an menggunakannya.

Metode Ekuitas
Berdasarkan PSAK 15, entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas
investee mencatat investasinya menggunakan metode ekuitas, kecuali jika diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual sesuai PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual
dan Operasi yang Dihentikan.
Pencatatan:
1. Pengakuan awal diakui sebesar Biaya Perolehan
(Dr) Investasi pada Asosiasi/Ventura Bersama xxx
(Kr) Kas xxx
2. Setelah tanggal perolehan/akuisisi:
a. Nilai tercatat investasi ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian laba atau
rugi investee
Menerima laba:
(Dr) Investasi pada Asosiasi/Ventura Bersama xxx
(Kr) Laba dari Asosiasi/Ventura Bersama xxx
Menerima rugi:
(Dr) Rugi dari Asosiasi/Ventura Bersama xxx
(Kr) Investasi pada Asosiasi/Ventura Bersama xxx
b. Ketika investee membagikan sejumlah dividen kepada investor, maka distribusi
ini mengurangi nilai tercatat investasi
(Dr) Piutang/Kas xxx
(Kr) Investasi pada Asosiasi/Ventura Bersama xxx

Contoh Kasus:
Soal:
Investor membeli 30% saham investee (PT. A) pada 1 Januari 2015 sebesar
$250.000. PT. A menghasilkan laba selama tahun 2015 sebesar $170.000.
PT. A membayar dividen selama tahun 2015 sebesar $50.000.

Jawaban:
1 Januari 2015
(Dr) Investasi pada PT A $250.000
(Kr) Kas $250.000
31 Desember 2015
(Dr) Investasi pada PT A $51.000a
(Kr) Laba dari PT A $51000
(Dr) Piutang/Kas $15.000b
(Kr) Investasi pada PT A $15.000
a. $170.000 x 30%
b. $50.000 x 30%

Penerapan metode ekuitas


1. Serupa dengan prosedur konsolidasi dalam PSAK 65: Laporan Keuangan
Konsolidasian
2. Laporan keuangan disusun menggunakan kebijakan akuntansi yang sama dan tanggal
yang sama dengan laporan keuangan entitas
3. Laba atau rugi antara investor dan entitas asosiasi/ventura bersama yang dihasilkan dari
transaksi “hilir” dan “hulu” hanya diakui sebesar bagian dari investor, laba rugi entitas
asosiasi/ventura bersama dari transaksi akan dieliminasi.
a. Penjualan atau kontribusi aset dari investor kepada entitas asosiasi/ventura
bersama
(Dr) Group Retained earning/Cost of sales xxx
(Kr) Investment in Associate xxx
b. Penjualan aset dari entitas asosiasi atau ventura bersama kepada investor
(Dr) Group Retained earning/Share of profit of associate xxx
(Kr) Group Inventory xxx
Entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasi tidak lagi
menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama.
Rugi Penurunan Nilai
Rugi penurunan adalah selisih nilai tercatat dan nilai yang dapat dipulihkan (nilai tertinggi
antara nilai wajar dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakai). Indikasi penurunan nilai
ditentukan berdasarkan ketentuan dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran. Penurunan nilai investasi diuji berdasarkan PSAK 48 sebagai aset tunggal.