Anda di halaman 1dari 5

Rancangan awal

• Yang merupakan perencanaan awal yang berdasarkan kapal-kapal yang pernah dibangun sebagai referensi,
sehingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh owner.

Penggambaran key plan


• Rencana Garis - Rencana Profil Konstruksi dan Geladak
• Rencana Umum - Sekat Sekat Melintang
• Rencana Irisan Melintang Gading Tengah - Perencanaan dalam kamar mesin

Yard Plan
• Bukaan Kulit - Kontruksi Buritan
• Konstruksi Gading Tengah - Konstruksi Haluan
• Konstruksi Kamar mesin - Konstruksi Rumah Geladak Buritan dan Kemudi

Sistem Perpipaan Kapal


• General Service System - Domestic System and Accommondation
• Main Engine and Auxiliary Engine System - Cargo Oil System

Sistem Pendingin Air Laut


• Seawater cooling system adalah sistem pendinginan kapal yang menggunakan air laut. Tujuan seawater
cooling system tidak hanya untuk mendinginkan mesin utama tapi juga untuk mendinginkan gearbox,
generator listrik (auxiliary engine), dan kenalpot (exhaust)

Sistem Bilge dan Ballast


• Sistem bilge berguna untuk menghisap air yang berada pada area bottom kamar mesin kemudian
membuangnya keluar kapal dan juga menghisap air yang berada di kamar mesin yang mengalami kebocoran.
Untuk sistem ballast berguna untuk mengatur trim kapal

Sistem Perpipaan Bahan Bakar


• Fuel oil piping system adalah sistem pengisian, pemindahan bahan bakar (fuel oil) atau disingkat FO. Untuk
kapal trayek samudra (sea going) umumnya memakai tanki harian (FO daily tank)
1. Key Plan
• Merupakan design awal dalam proses pembuatan kapal. Design ini berguna untuk memastikan bahwa kapal
yang akan di produksi telah sesuai dengan preliminary design yang disepakati berlandaskan aturan yang
dikeluarkan oleh IMO (International Maritime Organization) dan pihak klasifikasi

2. Yard Plan
• Merupakan detail design dari keyplan yang berfungsi untuk meminimalisir potensi terjadinya kesalahan
posisi perlengkapan ataupun konstruksi pada kapal. Yard Plan memberikan tampilan perencanaan 2
Dimensi yang lebih detail berlandaskan pengembangan Key Plan

3. Production Plan
• Merupakan detail design dari Yard Plan yang berfungsi untuk mempermudah proses produksi sehingga
mengurangi potensi terjadinya missed understanding antara pihak perancang dengan pihak produktor.
Production Plan memberikan tampilan 3 Dimensi dari setiap perencanaan Yard Plan yang telah dibuat guna
mempermudah dalam proses pembacaan gambar sehingga akan mempercepat proses production.

3. Final Plan
• Merupakan design yang dibuat akibat adanya hal tak terduga pada lapangan sehingga memungkinkan pihak
perancang untuk merevisi gambar yang telah direncanakan sebelumnya. Sebagai contoh adalah sulitnya
pemasangan pipa pada lapangan sesuai dengan design piping arrangement awal sehingga diharuskan adanya
perubahan perencanaan guna mempermudah pihak productor dalam merealisasikannya.
Pra Produksi
1. Tender & Kontrak
2. Persiapan Galangan
3. Produksi Galangan

Proses Fabrikasi
1. Mould Lofting 5. Welding
2. Marking 6. Sub Assembly
3. Cutting 7. Assembly
4. Forming 8.Ereksi

Outfitting
1. Hull Outfitting
2. Instalasi Sistem Perpipaan
3. Instalasi Sistem Kelistrikan dan Navigasi
4. Peralatan Perlengkapan Geladak
5. Instalasi Mesin Induk dan Masin Bantu

Launching
1. Side Launching
2. End Launching

Commissioning
1.Calibration Certificate (sertifikat kalibrasi).
2.Assembly Certificate (sertifikat dari produsen barang
yang terpasang).
3.Test Certificate (sertifikat pengetesan fungsi I jika itu
suatu sistem).
4.Installation Certificate (sertifikat instalasi).
5.Flushing Certificate (sertifikat telah dilakukan
pembersihan) dll.
SBLC ( Ship Building Line Chart )
• SBLC menyajikan jadwal pengerjaan semua proyek yang dikerjakan oleh galangan mulai dari peletakkan lunas
pertama , pengerjaan launching sampai delivery dalam bentuk garis-garis waktu (timeline)

Jadwal Produksi pembangunan kapal baru


• PPC membuat jadwal produksi agar pembangunan suatu kapal menjadi detail dan lebih terkontrol dengan baik.
Dalam pengerjaannya biasanya isi dari jadwal tersebut ialah kegiatan perminggu hingga perbulan, jadwal
produksi juga termuat didalam kontrak kerja

Master Schedule Pembangunan Kapal Baru


• Master schedule merupakan jadwal pengerjaan kapal secara detail, berisi rincian jadwal (disertai periode
pengerjaan) pengerjaan steel work, electrical work, piping work, machinery work, interior accomodation, repair
painting hingga pelaksanaan tes oleh depatement QC dan ceremonial trial and delivery

Pembuatan Nota Permintaan Material outfitting pembangunan kapal baru


• Mengatur mekanisme permintaan estimasi kebutuhan material outfitting untuk mendukung ketersediaan pasokan
material yang harus diproses produksi di bengkel maupun di kapal. Nota yang digunakan untuk meminta
material kegudang disebut dengan NPM (Nota Permintaan Material).

Monitoring Pemakaian Material


•Mengatur mekanisme monitoring pemakaian material hull construction dan outfitting terhadap estimasi
kebutuhan material pembangunan kapal baru

Opname Progress pekerjaan Hull Construction dan Outfitting


•Membuat progress berkala perminggu terhadap pekerjaan hull construction dan outfitting

Inventaris Kapal Baru

•Tujuan dari pembuatan inventaris kapal baru adalah untuk mengatur mekanisme pembuatan daftar inventaris
yang akan digunakan untuk serah terima kapal baru.

Penyewaan Crane

•Penyewaan crane digunakan untuk salah satu proses produksi yaitu erection block. Penentuan kapasitas crane
yang disewa disesuaikan dengan berat block maksimum dalam proses ereksi.

Surat Perintah Kerja


•Surat perintah kerja (SPK) digunakan sebagai kesepakatan harga jasa dan waktu pelaksanaan pekerjaan welding
X- Ray dan UT pada proyek kapal, hull, perpipaan, ducting, kelistriskan, dsb.

Dokumen Pengiriman Kapal Baru

•pembuatan dokumen pengiriman kapal yang sudah selesai dibangun. Tujuan dari Job Desc ini adalah untuk
melihat kelengkapan dokumen
Contract
• Merupakan perjanjian antara pihak pemilik sebagai pihak pertama atau pemberi tugas dan galangan sebagai
pihak kedua atau penerima tugas. Berisi tentang hak dan kewajiban antara pihak pertama dan kedua,
spesifikasi teknik, dan peraturan-peraturan yang dipakai selama proses pembangunan kapal.

Inspection & Test


•Departemen QC menyiapkan Inspection & Test Plan atau perencanaan bagian-bagian yang akan diperiksa oleh
QC galangan dengan pihak owner surveyor dan pihak class mulai dari awal pembangunan kapal / keel laying
hingga penyerahan kapal / delivery.

Kick of Meeting
• Master schedule merupakan jadwal pengerjaan kapal secara detail, berisi rincian jadwal (disertai periode
pengerjaan) pengerjaan steel work, electrical work, piping work, machinery work, interior accomodation, repair
painting hingga pelaksanaan tes oleh depatement QC dan ceremonial trial and delivery

Keel Laying

• Proses simbolis awal dimulainya pembangunan kapal. Departemen QC memastikan semua plat dan profil
konstruksi yang dipakai mempunyai sertifikat dan berat konstruksi untuk keel laying yang dicapai sudah sesuai
dengan peraturan.

Inspection
•Departemen QC memastikan bahwa proses pemeriksaan sudah berdasarkan item-item dari daftar ITP.
Departemen QC memastikan kapal yang dibangun sudah sesuai dengan peraturan yang dipersyaratkan pihak
class dan memastikan bagian-bagian lain yang tidak tertera di daftar ITP tetap diperiksa sehinga kapal yang
dibangun memiliki kualitas yang bagus atau memuaskan pihak konsumen.

Commissioning
• Proses pengoperasian, dan perawatan alat-alat yang terpasang di kapal dengan dihadiri oleh pihak badan
klasifikasi dan maker. Departemen QC memastikan bahwa semua peralatan utama dan perlengkapan bantu
bisa berfungsi dengan baik

Sea Trial
•Proses uji coba pengoperasian kapal di laut. Departemen QC memastikan bagian-bagian yang harus diuji seperti
endurance mesin, tingkat getaran, tingkat kebisingan, manuver kapal, steering gear, dan pengoperasian
jangkar.

Delivery
•Proses serah terima kapal beserta seluruh peralatan utama dan perlengkapan bantu dengan sertifikatnya
berdasarkan kontrak/spesifikasi teknik. Departemen QC memastikan bahwa tipe/model dan nomor seri
peralatan dan perlengkapan yang terpasang di kapal sudah sesuai dengan yang tertera di sertifikat.