Anda di halaman 1dari 13

I.

PERENCANAAN
A. Judul
Minat membaca siswa pada pelajaran bahasa indonesiaDi Kelas X SMK BBC Medan
B. Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan
akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat (UU SISDIKNAS
No. 20 tahun 2003).Dewasa ini masalah pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan
yang banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat. Pendidikan bukan sekedar menjadi
media penyampaian kebudayaaan dan meneruskannya dari generasi ke generasi, akan tetapi
adanya perubahan-perubahan yang dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam dunia
pendidikan tersebut. Pendidikan disekolah tidak terlepas dari adanya proses pembelajaran dan
interaksi guru dengan siswa.Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik, yang berlangsung
dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Keberhasilan dalam proses belajar
mengajar di sekolah tergantung kepada beberapa aspek yaitu kurikulum, sarana dan prasarana,
guru, siswa dan model atau metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Aspek yang
dominan dalam proses belajar mengajar adalah guru dan siswa. Kegiatan yang dilakukan guru
dan siswa dalam hubungannya dengan pendidikan disebut kegiatan belajar mengajar
Pada dunia pendidikan diperlukannya psikolgi pendidikan yang berguna baik kepada guru dan
siswa. Pada dunia pendidikan kali pemerintah menerapkan program K13 (kurikulum 2013) yaitu
berbasis pendekatan terhadap studend center learning. Studen center learning merupakan pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa. Dimana siswa dituntut aktif dalam
pembelajaran dan lingkungannya. Dan dalam meningkatkan pedekatan tersebut diperlukan teknik
belajar yang tepat dalam pembelajaran. Sikap Mental sangat penting terhadap teknik belajar siswa.

Ketika seseorang merasa dirinya mampu maka hal ini akan menjadi komputer mental yang
mendorong seorang untuk meraih impiannya.sebaliknya ketika seseorang mengatakan dirinya tidak
mampu maka secara alamiah kemampuan yang sudah dimiliki seseorangpun akan menurun, sehingga
yang bersangkutan memang benar-benar tidak mampu. Oleh karena itu dalam belajar seorang siswa
perlu memiliki kata-kata afirmasi yang dapat membangkitkan semangat untuk berhasil.

Pelajaran bahasa indonesia sangat penting bagi siswa dalam meningkatkan semangat belajar
siswa, siswa dapat belajar membaca, menulis, dan berbicara dengan baik dengan pelajaran ini. Siswa
juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan teman,orang tua dan masyarakat.
Siswa yang mampu menguasai pelajaran bahasa indonesia dengan baik, akan menjadi orang yang ber
intelktual, mandiri, dan memiliki percaya diri yang kuat. Dalam menimbulkan sikap mental siswa ada
baiknya siswa harus mampu menguasai bahasa indonesia dengan baik.

Maka dalam hal tersebut untuk meningkatkan sikap mental siswa kami mencari salah
satu hal yang dapat meningkatkan sikap mental siswa dalam pembelajaran dan prestasi,yaitu;
PENINGKATAN MINAT BACA SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS
X SMK BBC MEDAN.

1. Membaca
Membaca adalah suatu kegiatan kompleks yang melibatkan serangkaian proses mental.

Dalam pengertian yang lain, membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks yang rumit,

yang mencakup dan melibatkan serangkaian keterampilan-keterampilan yang lebih kecil. Ada

juga yang berpendapat bahwa membaca adalah suatu proses psikolinguistik yang bertujuan

untuk membentuk pemahaman pembaca terhadap apa yang sedang dibaca. Sedangkan, dalam

pengertian yang lebih sederhana, membaca adalah suatu kegiatan yang bertujuan mencari,

melihat, dan memahami isi suatu bacaan atau tulisan. Banyak ahli sepakat bahwa membaca

adalah kemahiran kognitif yang kompleks.

Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek
dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan membaca puisi ( Depdiknas
; 2004 : 15 ).
Menurut kurikulum 1994 tujuan membaca yaitu :
1. Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.
2. Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.
3. Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama
( Depdiknas ; 1994 : 18 ).
Fungsi membaca antara lain :
1. Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca kita dapat meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya
nalar kita. Contoh : membaca buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian,
skripsi, tesis, disertasi, dll. (Amir, 1996:4)
2. Fungsi Pemacu Kreatifitas
Hasil membaca kita dapat mendorong, menggerakkan diri kita untuk berkarya, didukung
oleh keluasan wawasan dan pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dan
lain-lain.
3. Fungsi Praktis
Kegiatan membaca dilaksanakan untuk memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan,
misal: teknik memotret, teknik memelihara ikan lele, resep membuat minuman dan
makanan, cara merawat tanaman, dll.
4. Fungsi Religious
Membaca dapat digunakan untuk membina dan meningkatkan keimanan, memperluas
budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Fungsi Informatif
Dengan banyak membaca bacaan, informasi lebih cepat kita dapatkan. Contoh: dengan
membaca majalah dan Koran dapat kita peroleh berbagai informasi yang sangat penting
atau kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Fungsi Rekreatif
Membaca digunakan sebagai upaya menghibur hati, mengadakan tamasya yang
mengasyikkan. Contoh: bacaan-bacaan ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya
sastra, dll.
7. Fungsi Sosial
Kegiatan membaca mempunyai fungsi social yang tinggi manakala dilaksanakan secara
lisan atau nyaring. Dengan demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat
dimanfaatkan oleh orang lain mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berpikir. Contoh:
pembacaan berita, karya sastra, pengumuman, dll.
8. Fungsi Pembunuh Sepi
Kegiatan membaca dapat juga dilakukan untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi
waktu luang. Contoh: membaca majalah, surat kabar, dll. (Amir, 1996:5).

2. Minat
Setiap individu mempunyai kecenderungan funamental untuk berhubungan dengan
sesuatu yang berada dalam lingkungan. Apabila sesuatu itu memberikan kesenangan
kepada dirinya, kemudian ia akan berminat terhadap sesuatu itu.Minat timbul apabila
individu tertarik kepada sesuatu, karena sesuai dengan kebutuhannya atau merasakan
bahwa sesuatu yang akan dipelajari dirasakan berarti bagi dirinya dan ia pun akan berniat
untuk mempelajarinya.Secara bahasa, minat berarti perasaan yang menyatakan bahwa
satu aktivitas, pelajaran atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Sedangkan menurut
istilah, di bawah ini peneliti mengemukan beberapa pendapat ahli psikologi mengenai
pengertian minatdi atas,Menurut H.C. Whiterington minat adalah kesadaran seseorang
bahwa bahwa suatu objek, seseorang suatu soal atau situasi mengandung sangkut paut
dengan dirinya. Minat itu akan timbul, jika suatu objek yang dihadapi sesorang bagi
kebutuhan hidupnya
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat
Minat sebagai salah satu pendorong dalam proses belajar tidak muncul dengan sendirinya, akan
tetapi banyak faktor yang menimbulkan minat siswa terhadap beberapa mata pelajaran yang
diajarkan oleh para guru bidang studi.Faktor-faktor tersebut antara lain:
a) Minat dapat timbul dari situasi belajar. Minat akan timbul dari suatu yang telah diketahui,
dan kita bisa mengetahui sesuatu itu melalui belajar. Karena itu, semakin banyak belajar,
semakin luas pula bidang minatnya.Situasi belajar dan pengajaran yang menarik harus
memperhatikan dan mempertimbangkan minat pribadi siswa. Mereka diberi kesempatan
untuk dapat giat sendiri, dan bebas berpartisipasi secara aktif selama proses kegiatan belajar
mengajar berlangsung. Mereka diberi kebebasan untuk mencari sendiri, berargumen, dan
mencoba untuk memecahkan masalah sendiri, dan guru berperan sebagai pembimbing.
b) Minat dapat juga dipupuk melalui belajar. Dengan bertambahnya pengetahuan, minat akan
timbul dan bahkan menggiatkan untuk mengenali dan mempelajarinya. Minat juga erat
hubungannya dengan dorongan, motif dan respon emasional.
c) Pengalaman juga merupakan faktor penting dalam pembentukkan minat. Karena dari
pengalaman, dapat diketahui bahwa setiap pekerjaan memerlukan usaha untuk
menyelesaikannya. Minat yang timbul berlandaskan kesanggupan dalam bidang tertentu
akan mendorong ke usaha yang lebih produktif. Ditambah dengan pengalaman dan
pengetahuan, akan mencapai sukses dalam batas-batas kemampuan yang dimiliki.Minat
siswa akan bertambah jika ia dapat melihat dan mengalami bahwa dengan bantuan yang
dipelajari itu ia akan mencapai tujuan tertentu.
d) Bahan pelajaran. Bahan pelajaran dapat mempengaruhi minat siswa, siswa tidak akan
belajar sebaik-baiknya apabila dari bahan pelajaran tersebut tidak ada daya tarik baginya,
ia tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu. Pelajaran yang menarik siswa, akan lebih
mudah dipelajari dan disimpan olehnya.
e) Pelajaran dan sikap guru. Pelajaran akan menjadi menarik bagi siswa, jika mereka dapat
melihat dan mengetahui adanya hubungan antar pelajaran dengan kehidupan yang nyata
yang ada disekitarnya. Sikap guru yang diperlihatkan kepada siswa ketika mengajar
memegang peranan penting dalam membangkitkan minat dan perhatian siswa. Guru yang
tidak disukai murid akan sukar merangsang timbulnya minat dan perhatian siswa.
f) Cita-cita, suatu dorongan yang besar pengaruhnya dalam belajar. Cita-cita merupakan pusat
dari bermacam-macam kebutuhan, yang biasanya kebutuhan-kebutuhan itu
isentralisasikan pada cita-cita itu, sehingga dorongan tersebut mampu memobilisasikan
energi psikis untuk belajar. Yang kemudian akan menimbulkan minat belajar yang tinggi.
Bagi siswa yang memiliki cita-cita, maka minat belajarnya akan lebih daripada minat siswa
yang lain yang tidak mempunyai cita-cita. Ia akan terdorong terus untuk belajar guna
mencapai cita-citanya tersebut.
g) Motivasi Minat seseorang akan semakin tinggi bila disertai motivasi, baika yang bersifat
internal maupun eksternal. Menurut D.P. Tampubolon yang mengatakan minat merupakan
perpaduan antara keinginan yang dapat berkembang jika ada motivasi.Seorang siswa
akan memperdalam ilmu pengetahuan tentang bahasa Indonesia, tentu akan terarah
minatnya untuk membaca buku-buku tentang bahasa Indonesia, mendiskusikannya, dan
sebagainya.
h) Keluarga Orang tua adalah orang terdekat dalam keluarga. Oleh karena itu, keluarga
i) sangat besar pengaruhnya dalam menentukan minat seorang siswa terhadap pelajaran.
Sebagaimana yang disinyalir, Abdul Rachman Abror bahwa “Tidak semua siswa
memulai studi baru karena faktor minatnya sendiri. Ada yang mengembangkan minatnya
terhadap bidang pelajaran tersebut, karena pengaruh dari gurunya, teman sekitar dan orang
tuanya”.
D. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Angket
2. Pulpen dan kertas

E. Partisipan
Partisipan dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas X SMK BBC 2018. Sampel dipilih

secara random. Menurut Kerlinger (2006:188), simple random sampling adalah metode

penarikan dari sebuah populasi atau semesta dengan cara tertentu sehingga setiap anggota

populasi atau semesta tadi memiliki peluang yang sama untuk terpilih atau terambil.
F. Proses Analisa
Teknik penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik untuk
mengumpulkan data sesuai dengan permasalahan yang sudah tentu. Adapun teknik
pengumpulan data tersebut adalah berupa:
1. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data melakukan pengamatan langsung atau
tidak langsung di lapangan. Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi dengan
datang langsung dan menanyakan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa
Indonesia di SMK BBC Medan.
2. Angket
Angket adalah salah satu teknik pengumpulan data yang berbentuk kumpulan
pernyataan. Penyebaran angket yang penulis lakuakan adalah kepada siswa kelas X
SMK BBC Medan yang penulis jadikan sampel dalam penelitian ini dan sampel diambil
sesuai dengan banyaknya siswa, yaitu 22 siswa.
3. Wawancara
Teknik wawancara merupakan salah satu cara pengumpulan data dalam suatu
penelitian kualitatif. Dalam teknik ini, penulis melakukan wawancara langsung
dengan pihak terkait serta mengetahui terhadap permasalahan yang sedang dibahas
dalam kegiatan belajar khususnya dalam minat belajar siswa terhadap mata pelajaran
bahasa Indonesia di SMK BBC Medan
.
II. PELAKSANAAN
A. Sistematis Pelaksanaan
1. Penentuan tema
Penentuan tema dilakukan pada tanggal 1 Mei 2018. Setelah kelompok melakukan diskusi
akhirnya memutuskan memilih tema “Minat membaca siswa pada pelajaran bahasa
IndonesiaDi Kelas X SMK BBC Medan”.
2. Pembuatan rancangan proyek
Rancangan proyek disusun pada tanggal 5 Mei 2018. Disini kelompok mulai menyusun
rancangan, mulai dari menentukan apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, dan
kapan akan dillakukan.
3. Pembuatan angket
Pada tanggal 11 Mei 2018, kelompok menyusun angket. Dan menentukan sekolah yang akan
dijadikan sampel penelitian.dan pembuatan poster minat membaca.
4. Penyebaran angket
Penyebaran angket dilakukan 19 Mei 2018, di kelas X SMK BBC Medan.
5. Pengumpulan hasil survey
Pengumpulan hasil survey dilakukan pada 20 Mei 2018.
6. Analisis hasil survey
Analisis dilakukan pada tanggal 20 Mei 2018, kemudian melakukan evaluasi
7. Pembuatan laporan
Pembuatan laporan dilakukan pada 20 Mei 2018, dengan mengumpulkan semua data yang telah
diperoleh
8. Pembuatan poster
Pembuatan poster dilakukan pada 20 Mei 2018.
III. PELAPORAN DAN EVALUASI
A. Hasil
No Pernyataan Jawaban
Ya ( + ) Tidak ( - )
1 Apakah guru aktif mengajar B.indonesia sesuai 87% (19) 13% (3)
jadwal?
2 Apakah guru mampu menciptakan proses 73% (16) 27% (6)
pembelajaran Bahasa Indonesia secara kreatif dan
menyenangkan ?
3 Apakah penjelasan guru dalam mengajar Bahasa 64% (14) 36% (8)
Indonesia mudah dipahami ?
4 Apakah materi Bahasa Indonesia sesuai dengan 87% (19) 13% (3)
kebutuhan siswa ?
5 Apakah guru dalam mengajar Bahasa Indonesia 55% (12) 45% (10)
searah/ tidak menyimpang dari bahasan ?
6 Apakah guru dalam mengajar Bahasa Indonesia 73% (16) 27% (6)
menggunakan metode dan strategi pengajaran aktif
dan variatif ?
7 Apakah pembelajaran Bahasa Indonesia didukung 69% (15) 31% (7)
dengan sarana dan prasarana yang memadai ?
8 Apakah guru menggunakan media pembelajaran 60% (13) 40% (9)
yang kreatif dan menarik dalam mengajar Bahasa
Indonesia ?
9 Apakah kegiatan praktik dilakukan secara 47%(8) 63%(14)
konsisten dalam pembelajaran dan evaluasi Bahasa
Indonesia ?
10 Apakah anda aktif mengikuti pembelajaran Bahasa 91%(20) 9% (2)
Indonesia sesuai jadwal ?
11 Apakah anda merasa senang saat guru hadir dan 87% (19) 13% (3)
mengajar Bahasa Indonesia ?
12 Apakah anda menyimak pelajaran denga baik saat 64% (14) 36% (8)
kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia?
13 Apakah anda bertanya saat penjelasan guru dalam 23% (5) 77%(17)
pembelajaran Bahasa Indonesia kurang/ tidak
dapat dipahami ?
14 Apakah setiap materi yangdiajarkan dalam Bahasa 95%(21) 5%(1)
Indonesi bermanfaat bagi anda ?
15 Apakah anda inginan agar sekolah menyediakan 100% (22) 68% (15)
sarana dan prasarana yang memadai untuk
pembelajaran Bahasa Indonesia ?
16 Apakah anda punya keinginan agar pembelajaran 95%(21) 5%(1)
Bahasa Indonesia di terapkan pada semua
tingkatan kelas ?
17 Apakah anda punya keinginan agar jam pelajaran 60% (13) 40% (9)
Bahasa Indonesia ditambah ?
18 Dalam membaca buku catatan pelajaran saya 28% (6) 72% (16)
lakukan…..
19 Mengenai buku catatan pelajaran saya….. 60% (13) 40% (9)
20 Terhadap buku catatan pelajaran, sebenarnya anda 55% (12) 45% (10)
merasa…..
21 Mengenai buku catatan pelajaran saya pandang….. 82% (18) 18%(4)
22 Kecenderungan untuk membaca buku cetak yang 50% (11) 50%(11)
menyangkut pelajaran…..
23 Didalam membaca buku cetak, saya merasa….. 28% (6) 72% (16)
24 Reaksi anda apabila guru memberi tugas untuk 91%(20) 9% (2)
membaca buku cetak di luar buku yang menjadi
pelajaran guru…..
25 Saya memandang bahwa setiap buku cetak itu….. 64% (14) 36% (8)
26 Dengan membaca buku cerita saya lakukan….. 60% (13) 40% (9)
27 Bapak guru Bahasa Indonesia memberi tugas 64% (14) 36% (8)
untuk bercerita di depan kelas, bahwa saya
terhadap buku cerita merasa…..
28 Kalau membaca buku cerita, sebenarnya anda 64% (14) 36% (8)
merasa…..
29 Saya memandang bahwa buku cerita itu 87% (19) 13% (3)
sebenarnya bagi saya…..
30 Meskipun tidak ada ulangan Agama, 87% (19) 13% (3)
kecenderungan anda untuk membaca buku Agama
atau belajar Agama…..
31 Peranan Anda menggunakan buku-buku agama….. 87% (19) 13% (3)
32 Kecenderungan untuk membaca surat kabar….. 50% (11) 50%(11)
33 Untuk menambah pengetahuan kita harus rajin 87% (19) 13% (3)
mengikuti berita surat kabar, terhadap surat kabar
itu saya merasa…..
34 Perasaan saya menggunakan surat kabar….. 82% (18) 18%(4)
35 Saya memandang bahwa surat kabar itu….. 100% (22) -

B. Evaluasi
Berdasarkan hasil survey diatas, 100% dari sampel memiliki telepon cerdas
(smartphone). Tidak hanya memiliki 1, namun 13,33% atau 8 orang sampel memiliki lebih dari
2 smartphone. Penggunaan smartphone ini tidak sebatas mendukung hobi, namun juga
digunakan untuk keperluan perkuliahan, seperti pencarian tugas-tugas kuliah, atau
menggunakan fitur-fitur chating untuk berdiskusi seputar perkuliahan.
Berdasarkan hasil survey diatas, meskipun para pengguna smartphone sudah
menggunakan smartphone terkait dengan kebutuhan kuliah, namun masih diperlukan
penggunaan yang lebih bijak lagi. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa sampel yang belum
bisa dikatakan sebagai pengguna yang cerdas, mereka menggunakan smartphone untuk hal-hal
yang tidak tepat.
Adanya smartphone tentunya dapat membantu mahasiswa untuk meningkatkan
motivasi berprestasi, karena smartphone memudahkan mahasiswa untuk mencari segala
informasi yang berguna untuk meningkatkan prestasinya, oleh karena itu jadilah mahasiswa
yang bijak dalam menggunakan smartphone sehingga dapat meningkatkan prestasi.
C. Testimoni
1. Trifandi Simanjuntak
Senang sekali rasanya saya telah selesai mengerjakan mini project ini, walaupun mini project
seperti ini pernah saya lakukan di semester – semester yang lalu, tetapi hal tersebut membuat
saya semakin banyak pengalaman dalam membuat suatu penelitian. Metode ini sangat baik
untuk persiapan saya dalam melakukan penelitian-penelitian selanjutnya dan juga saya
berharap dengan penelitian yang saya lakukan ini banyak manfaat yang bisa didapatkan, baik
itu untuk diri saya sendiri dan bagi orang-orang lain yang membaca hasilnya. Tidak lupa juga
saya ucapkan banyka terimakasih kepada dosen pengampuh mata kuliah Psikologi Pendidikan
ibu Yeni, yang telah memberi kami suatu tugas yang bersifat aplikatif yang tentunya sangat
bermanfaat bagi kami selaku para mahasiswa.
2. Hilman Suhada
Dalam pengerjaan tugas kali ini kami kunjungan secara langsung ke sekolah, dan pemberian
angket kepada siswa SMK BBC Medaan, menambah pengalaman saya dan mendapat relasi
yang baik kepada pihak sekolah. Pengalaman sebagai guru bertambah ketika berinteraksi
dengan siswa. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih untuk teman-teman yang bersedia
membantu kami. Mini project ini membantu mahasiswa dalam mengasah
kemampuannya untuk bekerja dalam sebuah tim, juga kemampuan berpikir kreatif di sini
mahasiswa diminta untuk menyajikan hasil berupa poster dan bagaimana poster tersebut dibuat
semenarik mungkin dan bagaimana ketika orang melihat poster yang dibuat mengerti maksud
dari poster tersebut.
3. Elsa
Tugas ini memberikan pengalaman baru bagi saya. Walaupun sudah pernah melakukan
beberapa penelitian sebelumnya, tugas ini terasa berbeda karena menggunakan metode survey
yang baru saya pelajari di mata kuliah Psikologi Pendidikan. Selain itu, topik membaca masih
sangat menarik untuk diteliti karena merupakan topik yang terus berkembang khususnya di
kalangan pendidikan, dan sekarang saya menjadi paham mengenai cara meningkatkan minat
membaca siswa dalam pelajaran b.indonesia. Saya juga mengucapkan kepada bu Yeni atas
pengalaman baru saya ini.
D. Poster
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, P., Blackwood A., 2004. Mobile and PDA technologies and their future use in education.
Bristol: JISC Technology and Standards Watch.
Gellerman,Saul,W,. (1984). Motivasi dan produktivitas. Jakarta : PT.Pustaka Binaman Pressindo.
Hadi, S. (2004). Metodologi Research. Yogyakarta : Penerbit Andi.
McCelland,D.C.(1987). Human motivationI. New York : The Press Syndicate of The University of
Cambridge.
Ninawati.(2002). Motivasi berprestasi. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. Vol 4, No 8.77-78
Shiraishi, Y., Ishikawa, D., Sano, S., Sakurai, K., 2010. Smartphone Trend and Evolution in Japan.
Tokyo: Mobile Computing Promotion Consortium.
Signorini, E., Hochmuth, P., 2010. Consumerization of the Mobile Enterprise. Boston: Yankee Group.
Sukadji, Soetarlinah & Evita E. Singgih-Salim (2001). Sukses di Perguruan Tinggi (Edisi Khusus).
Depok: Psikologi Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
White, M., 2010. Information anywhere, any when: The role of the smartphone. Business Information
Review 2010 27, 242-47