Anda di halaman 1dari 4

Pertemuan : LEMBARAN KERJA 4 SKS : 2

4 Kode :
MATA KULIAH EKONOMI
Hari/Tanggal : TEKNIK Waktu : 11’
Senin, 11 Maret 2019
Materi : Ekonomi teknik

Soal.
1. Coba jelaskan jenis – jenis cash flow yang saudara ketahui..!!
2. Apa saja yang saudara ketahui tentang metode yang dilakukan dalam melakukan perhitugan bunga
pinjaman, jelaskan..!!

Jawaban :
1. Jenis – jenis cash flow :
a. Operating Cash Flow (OCF)
Operating Cash Flow adalah kas yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan yang berkaitan
dengan penerimaan, pengeluaran, pendapatan dan biaya-biaya. Kas inilah yang menggambarkan
bagaimana perusahaan mendapatkan profit dan mengubahnya menjadi kas. Contoh: penjualan
tunai, uang muka, air), pengiriman barang, gaji pegawai dan lain-lain.

b. Investing Cash Flow (ICF)


Investing Cash Flow adalah kas yang muncul dari kegiatan investasi atau yang berkaitan dengan
jual-beli aset. Contoh: jual-beli property perusahaan, jual-beli saham perusahaan lain, reksadana,
deposito, emas dan-lain-lain.
Jika ICF positf (+) artinya uang masuk ke perusahaan. Jika ICF negatif (-) artinya uang keluar dari
perusahaan. ICF yang positif terus-menerus justru sebetulnya kurang baik sebab itu artinya
pemegang saham/owner harus terus menyetor modal untuk membiayai perusahaan. ICF negatif (-)
terus menerus justru bagus sebab artinya perusahaan menghasilkan uang untuk para pemegang
saham.

c. Financing Cash Flow (FCF)


Financing Cash Flow adalah kas yang muncul dari kegiatan hutang dari pihak lain. Contohnya
pinjaman dari bank, pinjaman dari rentenir, pinjaman dari koperasi, dan pembayaran pokok hutang-
hutang tersebut.
Financing Cash Flow dikatakan positif jika menerima hutang dan negatif jika membayar hutang.
Namun Financing Cash Flow dikatakan baik jika menimbulkan dampak OCF yang positif, artinya
uang yang masuk dari hutang menimbulkan peningkatan pendapatan. Sehingga perusahaan bisa
membayar hutangnya.
Sebaliknya, jika OCF negatif, artinya berbahaya sebab uang yang masuk tidak menimbulkan
keuntungan. Sehingga perusahaan belum bisa membayar hutangnya.

2. Metode perhitunhan bunga pinjaman


a. Suku bunga plat
Sesuai dengan namanya, bunga flat ini merupakan bunga yang rata sehingga jumlah cicilan per
bulannya tetap sama. Cara perhitungannya bisa dikatakan lebih mudah jika dibandingkan dengan
bunga efektif dan bunga anuitas. Bunga flat banyak digunakan pada pinjaman yang menawarkan
masa tenor pendek seperti pinjaman dana tunai atau kredit kendaraan bermotor.
Misalkan saja kamu mengajukan kredit kendaraan bermotor senilai Rp120 juta dengan masa tenor
cicilan 12 bulan. Sementara bunga yang dikenakan sebesar 20% secara flat. Begini perhitungannya:
Cicilan pokok: Rp 120 juta : 12 bulan = Rp10 juta/ bulan
Bunga flat : Rp 120 juta x 20% : 12 bulan = Rp 2 juta/ bulan
Cicilan per bulan yang harus dibayarkan adalah Rp 10 juta + Rp2 juta = Rp 12 juta
Jadi peminjam dapat membayarkan Rp 12 juta setiap bulannya selama 12 bulan.Bunga efektif
merupakan jenis bunga yang kerap kali diterapkan pada perhitungan pinjaman dengan masa tenor
panjang seperti pada KPR atau KPA yang masa tenor cicilannya melebihi lima tahun lamanya.

b. Bunga efektif
Merupakan jenis bunga yang kerap kali diterapkan pada perhitungan pinjaman dengan masa tenor
panjang seperti pada KPR atau KPA yang masa tenor cicilannya melebihi lima tahun lamanya.
cara menghitung bunga pinjaman efektif dengan menggunakan kasus yang sama seperti bunga flat
yaitu dengan plafon pinjaman Rp120 juta, masa tenor cicilan 12 bulan, dan bunga pinjaman 20%.
Cicilan pokok: Rp 120 juta : 12 bulan = Rp 10 juta/ bulan
Bulan pertama
Bunga bulan pertama: Rp 120 juta x 20% : 10 bulan = Rp 2 juta/ bulan
Cicilan bulan pertama: Rp 10 juta + Rp2 juta = Rp 12 juta
Bulan kedua
Bunga bulan kedua: Rp 120 juta-Rp 10 juta (cicilan pokok di bulan pertama yang sudah dibayar) x
20% : 12 bulan = Rp 1.833.000
Cicilan bulan kedua: Rp 10 juta + Rp 1.833.000 = Rp11.833.000
Bulan ketiga
Bunga bulan ketiga: Rp120 juta-Rp20 juta (cicilan pokok di bulan pertama dan kedua yang sudah
dibayar) x 20% : 12 bulan = Rp1.666.000
Cicilan bulan ketiga: Rp10 juta + Rp1.666.000 = Rp11.666.000
Dan seterusnya hingga bulan ke-12.
Dari sini dapat dilihat dari cicilan pokok, bunga, dan masa tenor yang sama, tapi perhitungannya
berbeda sehingga menghasilkan angka cicilan bulanan yang berbeda.

c. Bunga Anuitas
merupakan perpaduan dari bunga flat dan bunga efektif karena menerapkan sistem perhitungan dari
kedua bunga tersebut. Jadi jumlah cicilan per bulannya tetap hingga akhir masa tenor sehingga
tidak membingungkan pihak debitur dan kreditur. Meski demikian, perhitungan cicilan pokok dan
bunganya berubah-ubah setiap bulannya.
contoh kasus sebelumnya, yakni plafon pinjaman Rp 120 juta dengan masa tenor cicilan 12 bulan
dan bunga 20%. Untuk menghitung bunga anuitas ini ada rumus yang harus kamu gunakan. Ini
rumusnya:
Cara Menghitung Anuitasnuitas
1. Bulan pertama
Bunga bulan pertama: Rp120 juta x 20% : 12 = Rp2 juta
Cicilan bulan pertama: Rp9.116.140 (cicilan pokok) + Rp2 juta = Rp11.116.140
2. Bulan kedua
Bunga bulan kedua: Rp120 juta – Rp9.116.140 (cicilan pokok di bulan pertama) = Rp110.883.860
x 20% : 12 = Rp1.848.064
Cicilan bulan kedua: Rp9.268.076 (cicilan pokok) + Rp1.848.064 = Rp11.116.140
Begitupun seterusnya.
Cicilan bulanan yang kamu bayarkan, jumlahnya tetap sama yaitu Rp 11.116.140 hingga 12 bulan.
Tapi hitungan angsuran pokok dan perhitungan bunganya mengalami perubahan setiap bulan.
Nama : Satria Arjun Sebayang Nilai :
NIM : 5153311036
Prodi/Fakultas : Pendidikan Teknik Bangunan – Fakultas Teknik Paraf Dosen :