Anda di halaman 1dari 7

I.

SKRINING RESEP
1.1 Skrining Administrasi
Hasil skrining persyaratan administrasi resep dapat dilihat pada dibawah ini:
Tabel 1. Skrining A dministrasi
Kelengkapan Resep Ada Tidak ada
Nama √
SIP √
SIK √
Identitas dokter Alamat rumah √
Alamat praktik √
No Telp √
Hari dan jam kerja √
Simbol R/ √
Superscriptio Nama Kota √
Tanggal resep √
Nama obat √
Inscriptio Kekuatan/potensi obat √
Jumlah obat √
Subscriptio Bentuk sediaan obat (BSO) √
Frekuensi pemberian √
Jumlah pemberian obat √
Signatura
Waktu minum obat √
Informasi lain √
Paraf √
Penutup
Tanda tangan √
Nama √
Alamat √
Identitas pasien
Umur √
Jenis kelamin √

1
Berat badan √
Tinggi badan √
Hasil skrining administrasi menunjukkan terdapat beberapa kelengkapan
administrasi yang tidak dipenuhi dalam resep ini. Identitas dokter yang
menunjukkan keabsahan resep dalam kasus ini tidak lengkap (tidak tercantum SIK,
SIP, hari dan jam kerja, serta paraf atau tanda tangan dokter penulis resep). Tidak
adanya SIK, SIP, dan paraf atau tanda tangan dokter penulis resep akan menjadikan
resep kurang autentik. Jam kerja dokter diperlukan untuk mempermudah dalam
menghubungi dokter apabila terdapat permasalahan atau ketidakrasionalan pada
resep. Sehingga perlu dikonformasikan lagi kepada pasien dak dokter untuk
dilakukan proses pelayanan resep.

1.2 Skrining Farmasetik


Skrining farmasetik dilakukan untuk melihat apakah ada masalah farmasetik
sediaan dari obat-obat yang dituliskan dalam resep. Berdasarkan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No. 35 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Apotek, kesesuaian farmasetik yang perlu diperhatikan antara lain
meliputi bentuk dan kekuatan sediaan; stabilitas dan kompatibilitas (ketercampuran
obat) (PerMenKes RI, 2014).
Tabel 2. Skiring Farmasetik
Kriteria Cefspan® Cataflam®

Bentuk Sediaan Tablet Tablet

Komposisi Cefixime Diclofenak


Potensi/kekuatan
100 mg 25 mg
dalam Resep
disimpan pada suhu kamar (25° disimpan pada suhu kamar
-30 C) dan terlindung dari (25° -30 C) dan terlindung
Stabilitas
cahaya. dari cahaya.

Inkompatibilitas - -

2
Cara Pemberian Oral Oral

Lama Pemberian 2 x 1 tablet per hari (dihabiskan) 3 x 1 tablet per hari

2.3.Skrining Farmakologi
Anamnesis kefarmasian secara umum dilakukan berdasarkan analisis terhadap
obat dan indikasi masing-masing obat yang diresepkan oleh dokter kepada pasien.
Pada resep ini, pasien diresepkan 2 jenis sediaan, yaitu Cefspan tablet dan Cataflam
tablet. Obat-obatan yang diresepkan kepada pasien lengkap beserta komposisi dan
indikasinya tercantum dalam Tabel 3.
Tabel 3. Obat dalam Resep Beserta Kandungan, Indikasi, dan Efek Samping.
Nama Kandunga Kategori
Indikasi Efek Samping
Sediaan n Farmakologi
Cefspan Cefixime Antibiotik Pengobatan Diare, mual,
100 mg infeksi pada dispepsia, perut
saluran urin, otitis kembung, gagal
media, infeksi ginjal akut,
saluran nafas peningkatan
termasuk suspek BUN,
dari S. pneumonia agranulositosis,
dan S. Pyogenes, rash, seizure
H. Influenza dan (Lacy et al, 2011)
beberapa
Enterobacteriacea
e; tidak termasuk
N. Gonorrhoeae
gonorrhea pada
serviks dan ureter
(Lacy et al, 2011)
(lacy et al., 2011)
Cataflam Diclofenak Antiinflamasi NSAIDs yang Sakit kepala,
25 mg dan analgesik bekerja pusing, vertigo;

3
menghambat mual, muntah,
COX-1 dan COX- diare, dyspepsia,
2 sehingga nyeri perut,
menghambat kembung,
sintesis anoreksia, nyeri
prostaglandin epigastrum;
(Lacy et al, 2011). peningkatan kadar
enzim
transaminase;
ruam kulit (Lacy
et al, 2011).

Penilaian Penguunaan Obat yang Rasional (POR).


Penggunaan obat yang rasional adalah bila pasien menerima obat yang sesuai
dengan kebutuhannya, untuk periode waktu yang adekuat dan dengan harga yang
paling murah untuk pasien dan masyarakat (WHO, 1985). Penilaian untuk
penggunaan obat yang rasional dapat dinilai tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis,
tepat pasien, dan waspada efek samping.
1. Tepat Indikasi.
Pasien diberikan obat sesuai dengan indikasi obat yang diberikan.
Jenis Obat Penggunaan terkait Anamnesa
kasus Kefarmasian
Sementara
Cefspan Antibiotik Pengobatan infeksi pada
saluran urin, otitis media,
infeksi saluran nafas
Cataflam Antiinflamasi dan Nyeri, terjadinya
analgesik peradangan.
2. Tepat Obat.
Berdasarkan skrining resep yang dilakukan apoteker, diduga pasien mengalami
infeksi dan terjadi peradangan.
3. Tepat Dosis.

4
Nama Obat Dosis Pustaka Dosis Resep Keterangan
Cefspan Dosis: 50-100 mg 100 mg 2 x sehari Tepat Dosis
2 kali sehari.
Cataflam Dosis: maksimal 25 mg 3 kali Tepat Dosis.
150 mg sehari. sehari
(MIMS, 2016).
4. Tepat Pasien.
Pada resep, bentuk sediaan yang diberikan kepada pasien adalah dalam
bentuk tablet dan pasien merupakan pasien dewasa. Obat yang diresepkan
mempertimbangkan kondisi individu yang bersangkutan dan tidak
kontraindikasi dengan kondisi pasien yang menerima resep dan sebaiknya
menimbulkan efek samping yang paling minimal.

5. Waspada Efek Samping Obat.


Efek samping yang dapat muncul pada penggunaan obat adalah:
Nama
Indikasi Efek Samping
Sediaan
Cefspan Pengobatan infeksi pada saluran Diare, mual, dispepsia, perut
urin, otitis media, infeksi saluran kembung, gagal ginjal akut,
nafas termasuk suspek dari S. peningkatan BUN,
pneumonia dan S. Pyogenes, H. agranulositosis, rash, seizure
Influenza dan beberapa (Lacy et al, 2011)
Enterobacteriaceae; tidak
termasuk N. Gonorrhoeae
gonorrhea pada serviks dan
ureter (Lacy et al, 2011) (lacy et
al., 2011)
Cataflam Antiinflamasi dan analgesic. Sakit kepala, pusing, vertigo;
NSAIDs yang bekerja mual, muntah, diare, dyspepsia,
menghambat COX-1 dan COX-2 nyeri perut, kembung,
sehingga menghambat sintesis anoreksia, nyeri epigastrum;
prostaglandin (Lacy et al, 2011). peningkatan kadar enzim

5
transaminase; ruam kulit (Lacy
et al, 2011).

6
DAFTAR PUSTAKA

Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Modul Penggunaan Obat


Rasional. Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian, Direktorat
Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1027 tahun 2004 tentang
Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek

Lacy, C.F., Armstrong, L.L, Goldman, M.P. and Lance, L.L.. 2011. Drug
Information Handbook, 20th Edition. USA: Lexi-comp.

MIMS. 2016. MIMS Petunjuk Konsultasi, Edisi 16. Jakarta: PT Medidata Indonesia