Anda di halaman 1dari 6

Substantive Testing, Computer-Assisted Audit Techniques And Audit Program

A. Substantive Testing of Transaction, account Balance and Disclosure.


Substantive Procedure merupakan prosedur audit yang didesain untuk mendeteksi adanya
salah saji material pada tingkat asersi. Terdiri dari Test of detail (pada kelas transaksi, saldo
akun & pengungkapan) dan Substantive analitical procedures.
Test of controls merupakan prosedur audit yang didesain untuk mengevaluasi efektivitas
operasi dari internal control dalam mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi material
misstatement pada tingkat asersi.
Test of detail merupakan pengujian detail atas transaksi dan saldo, contoh : good despatch
notes (GDN) & sales invoice, GDN & sales order, trade receivable & customer confirmations.
Substantive analytical procedure merupakan pengujian yang tidak terlalu fokus pada detail
namun lebih melihat pada tren maupun pergerakan nilai yang ada di laporan keuangan,
contoh : gross profit : mengecek trade receivable dan sales turnover, number of day sales.
Biasanya diaplikasikan pada transaksi yang volumnenya tinggi yang trennya dapat diprediksi.
Auditor membatasi pengujian substantive hanya dengan substantive test to analytical
procedure jika diyakinkan bahwa internal control perusahaan bagus (ISA 330)
Mengapa pengujian substantive selalu dilakukan oleh auditor ? Karena penilaian risiko oleh
auditor (judgemental) dan tidak cukup akurat untuk mengidentifikasi semua risiko atas salah
saji material, alasan yang kedua adalah terdapat keterbatasan yang melekar pada internal
control termasuk manajemen override.
Audit Stage - Dalam buku IGSM dijelaskan tahapan audit antara lain : Preliminary Stages,
Planning Feedback, System Work, dan Transaction Testing.
Planning Feedback - Penilaian risiko audit bisa berubah seiring berjalannya audit sehingga hal
tersebut mempengaruhi scope of examination dalam prosedur audit yg direncanakan (ISA
315).
Setting Objective before Designing a Programme of Substantive Test - Substantive test harus
didesain untuk membuktikan validitas asersi dalam laporan keuangan atas kelas transaksi dan
saldo akun yg material (ISA 330) naksudnya harus jelas apa tujuan yg harus dicapai sebelum
mendesain program untuk substantive test.

B. The Use of Audit Software


Terdapat beberapa macam software yang dikembangkan oleh auditor untuk membantu
proses audit, diantaranya :
 Generalize audit software
 Software yang dikembangkan untuk industri tertentu
 Statistical analysisi sofware
 Expert system software
Audit Software akan sangat membantu jika data yang digunakan banyak, sedangkan
kekuranganannya antara lain biaya yang cukup besar, generalize audit software hanya dapat
digunakan after the event, adanya system breakdown.

C. Directional Testing
Jenis lain dari prosedur substantif adalah dari 'pengujian directional'. kita akan ingat dari
diskusi kita tentang pandangan yang benar dan adil dalam Bab 1 bahwa auditor ingin
membuktikan bahwa tidak ada overstatemen atau understatements dalam laporan
keuangan. Ini berarti bahwa prosedur substantif harus dirancang untuk melihat
understatement atau overstatement. Banyak auditor menyarankan bahwa cara terbaik untuk
mencapai tujuan lebih baik adalah tes langsung item debit (seperti biaya, penerimaan kas dan
aset) untuk mendeteksi overstatement dan mengarahkan tes untuk kredit (seperti
pendapatan, pembayaran tunai dan kewajiban) untuk mendeteksi understatement.
mengadopsi tes directional akan menghasilkan tes dalam dua arah (untuk mendeteksi
overstatement dan understatement).
Sebagai contoh auditor akan memasukan program mereka diantaranya :
 Test sales order untuk kelengkapan dengan mengecek secara urutan dan bertanya
kenapa terdapat pesanan yang hilang
 Pilih sampel dari pesanan dan vouching catatan pengiriman
 Uji catatan pengiriman penjualan untuk kelengapan dengan menguji secara urutan
dan tanya terhadap catatan yang hilang
 Pilih sampel dari catatan pengiriman penjualan, cek apakah mereka mengabaikan
tanda tangan dari customer dan test ke sales invoice dan peubahan inventory
 Lakukan rangkaian tes sales invoice
 Cek catatan pergerakan persediaan ke catatan pengiriman dan sales invoice.
Tujuan dari tes ini adalah untuk memastikan sales invoice dari semua barang telah dikirimkan.
Auditor juga melakukan tes harga dan kalkulasi. Poin pentingnya idalah dengan melakukan uji
coba debit yang overstatement kita dapat mengkonfirmasi penjualan yang tidak overstated.
Tujuan dari uji coba credit ialah untuk mengetahui apakah terdapat liabilities yang
understatement. Mungkin sulit dan sepertinya merupakan probelmatik menguji untuk
sesuatu yang tidak disana dibanding yang telah tercatat di akuntansi. Tes detail diantaranya
adalah:
 Periksa catatan pembelian, kas, dan utang usaha akhir tahun untuk mencari
sesuatu yang muncul terkait periode sebelumnya yang tidak tercatat sebagai
utang.
 Tulis beberapa supplier dan minta mereka untuk memberitahu auditor berapa
jumlah piutang yang dimiliki oleh mereka di perusahaan pada akhir periode dan
invoice 15 hari sebelum dan sesudah akhir periode.
Tujuan dari uji debit (Pembelian) ialah untuk mengetahui bahwa tidak ada material yang
overstatement dalam pembelian. Tes of detail diantaranya ialah:
 Uji catatan pembelian apakah sudah didukung oleh purchase order dan GNR dalam
rangkaian yang sesuai
 Uji apakah cut off pembelian atau persediaan sudah dilakukan secara benar.
Terlepas dari tes of detail, prosedur analitis juga dibutuhkan, seperti menguji apakah
penjualan dan biaya penjualan benar-benar masuk akal dalam hubunganya dengan yang
lainya (cek sales margin lagi) untuk sales dan total. Menguji level persediaan untuk alasan
yang masuk akal yang berkaitan dengan biaya penjualan juga menjadi prosedur yang berguna.
Laba rugi seharusnya diberikan perhatian lebih di balance sheet. Maksudnya ialah directional
testing harus diimplementasikan oleh berbagai macam tes lainya.

D. Substantive Audit
Substantive Audit Programmes For Wages
tes directional yang harus dimasukkan ke dalam program audit pokok ialah sebagai berikut:
 Tes untuk memastikan tidak ada overstatement dari upah kotor
 Tes untuk memastikan tidak ada understatement dari pengurangan dari beban gaji
Auditor mengecek kedua perhitungan dari gaji kotor dan pengurangan untuk memastikan
biaya gaji kotor telah benar dihitung dan didistribusikan ke pekerja, kantor pajak, dll.
Substantive audit programmes for cash and bank balances
Tujuan audit ialah untuk menguji kas sebagai asset telah benar-benar dijaga. Langkah audit
diklasifikasikan dalam dua judul yang luas:
 Pencatatan lengkap dan akurat
Pendapatan akomodasi akan dikumpulkan pada kas secara langsung atau dibebankan ke
pelanggan untuk collection selanjutnya. Kontrol prosedur untuk memastikan keakuratan dan
kelengkapan pencatatan merupakan elemen yang penting dalam kontrol kas. Cara yang paling
mudah untuk menyalahgunakan ialah tidak mencatat kas langsung.
Pengamanan yang tepat dari kas
Pencatatan yang tepat dari pembentukan transaksi merupakan basis dari pembayaran dan
penerimaan kas yang merupakan syarat kontrol kas. Auditor melakukan pengujian untuk
menentukaan pembayaran telah dibuat secara benar dan piutangnya benar-benar diterima.
E. Komunikasi Dengan Pihak Yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola
Ada banyak sekali hal mengapa auditor berkomunikasi dengan pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola dalam berbagai tahap proses audit, termasuk ancaman
terhadap independensi, cakupan pengujian, komentar terhadap kebijakan akuntansi entitas,
risiko material dan ketidakpastian, hal-hal signifikan yang timbul dari audit dan modifikasi
yang diharapkan terhadap laporan audit. Dalam paragraf 9 ISA 260 - Komunikasi dengan pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola bertujuan untuk:
a. Untuk mengomunikasikan secara jelas kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan dengan audit atas laporan
keuangan, dan gambaran umum perencanaan lingkup dan saat audit;
b. Untuk memeroleh informasi yang relevan dengan audit dari pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola;
c. Untuk menyediakan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola secara tepat
waktu, hasil observasi audit yang signifikan dan relevan terhadap tanggung jawab mereka
untuk mengawasi proses pelaporan keuangan; dan
d. Untuk mendukung komunikasi dua-arah yang efektif antara auditor dengan pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola.
Satu jenis komunikasi tertentu yang sering terjadi saat tahapan interim audit dan
menjadi perhatian para auditor adalah surat yang menyoroti defisiensi dalam pengendalian
internal. Sekarang, auditor mengenal entitas audit dengan sangat baik ketika mereka terlibat
dalam diskusi dengan manajemen dan melakukan tests of control dan pengujian subtantive.
Mereka akan gagal dalam tugas mereka jika mereka tidak memberitahu direksi dan pihak-
pihak yang berhubungan dengan tata kelola (termasuk komite audit) tentang defisiensi pada
kontrol internal yang mungkin berpengaruh pada pencatatan transaksi dan neraca.
Management Letter setidaknya harus mencakup :
a. Menuliskan judul dan pihak penerima yang dimaksud dengan jelas
b. Pendahuluan mengungkapkan kepada penerima mengenai keadaan yang menjadikan
alasan surat tersebut ditulis. Juga menegaskan tujuan audit bukan untuk menemukan
semua kelemahan dan hal efisiensi yang mungkin terdapat pada sistem dan perusahaan
pada umumnya.
c. Memasukan pandangan pihak ofisial yang bertanggung jawab dengan siapa
memorandum didiskusikan, yang menyatakan pandangannya tidak setuju dengan
auditor. Hal-hal pengendalian internal didiskusikan dengan manajemen, dengan
kewenangan untuk mengambil tindakan perbaikan sebelum masalah ini dipastikan tidak
ada kesalahpahaman dan untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan telah sesuai.
d. Jika auditor tidak mempunyai alasan meragukan klien ofisialnya, komentar terhadap efek
tersebut.
e. Bagian yang menyatakan kesimpulan utama. Ini dilakukan karena pernyataan jelas dari
poin utama akan membuat kesimpulan lebih dapat dimengerti.
f. Kesimpulan utama diikuti dengan komentar secara detail, masing-masing terdiri dari
penjelasan singkat sistem yang digunakan, kemungkinan konsekuensi dan
rekomendasinya.
g. Hal-hal kecil yang telah diselesaikan dengan manajemen seharusnya tidak diperbolehkan
untuk mengacaukan laporan, meskipun penyebutan singkat hal tersebut dalam surat akan
menjadikannya sesuai.
h. Dalam paragraf penutup, auditor mengidentifikasi keinginannya untuk mendiskusikan
hal-hal dengan panjang lebar dengan pihak pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
dan meminta respon atas rekomendasi mereka.
Masalah lebih lanjut dari kaitan penting dengan management letter
1. Keadaan dimana mungkin akan semakin menimbulkan masalah jika membahas temuan
langsung dengan manajemen, saat intergritas dipertanyakan.
2. Dalam entitas yang lebih kecil dengan cukup staf untuk masing-masing tugas,
management letter mungkin menekankan pentingnya pengawasan yg dilakukan sendiri
oleh management.
3. Auditor melaporkan pengendalian internal yang telah mengakibatkan salah saji dalam
laporan keuangan, dan potensi salah saji yang signifikan.
4. Jika tidak ada tindakan perbaikan mengenai kelemahan dalam pengendalian internal yang
dijelaskan dalam management letter sebelumnnya, auditor harus bertanya kenapa
tindakan perbaikan tidak diambi.
5. Auditor entitas sektor publik dapat memiliki tanggung jawab khusus untuk melaporkan
hal-hal mengenai pengendalian internal, seperti kepatuhan terhadap peraturan otoritas
legislatif.

F. Manajemen Audit dengan Komputer


Komputer telah berdampak pada kegiatan auditor, semuanya dirancang untuk meningkatkan
efisiensi audit dan efektivitasnya pada saat ada banyak tekanan biaya audit. Penggunaan
komputer dalam manajemen, perencanaan, kinerja dan penyelesaian audit untuk
menghilangkan atau mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas komputasi atau
administrasi, untuk meningkatkan kualitas penilaian audit, dan untuk memastikan kualitas
audit yang konsisten.
Penilaian risiko, perencanaan dan alokasi staf dan sumber daya lain untuk tugas audit
Analisis risiko audit dalam tahap perencanaan audit yang membutuhkan analisis mendetail
misalnya seperti analisis rasio perusahaan akan lebih mudah dilakukan jika menggunakkan
bantuan IT misalnya dengan IT Spreadsheet. Komputer juga digunakan untuk merekam waktu
yang dihabiskan oleh setiap staf pada berbagai bagian dari audit dan secara total.
Perbandingan dengan waktu direncanakan juga dapat dibuat. Selain menjadi berguna untuk
tujuan perencanaan di tahun-tahun mendatang, memungkinkan auditor untuk menentukan
overruns anggaran. Memorandum perencanaan audit sekarang juga sering disiapkan oleh staf
audit menggunakan perangkat lunak pengolah kata.
Pencarian informasi dan analisis
Perusahaan audit semakin banyak melakukan transfer data dan informasi dari klien
menggunakan komputer, yang kemudian dianalisis. Penggunaan umum dari teknik ini adalah
untuk membaca buku piutang usaha komputerisasi dan untuk memilih sampel saldo
Interpretasi dan dokumentasi hasil
Kertas kerja sedang semakin otomatis dan dicatat pada file komputer. Jadi pilihan item untuk
pengujian rinci dan hasilnya dapat terekam dalam spreadsheet. Pengolah kata juga dapat
digunakan dalam berbagai cara, termasuk kertas kerja. Biasanya hasil-hasil tersebut tercatat
pada server, sehingga staf audit bisa mendownloadnya kapanpun dibutuhkan
Ulasan dan pelaporan kegiatan
laporan audit, seperti management letter dan laporan kepada mitra dan manajer mengenai
hal-hal penting yang timbul dari audit, dll, dengan mudah dapat dibuat menggunakan
perangkat lunak pengolah kata. Spreadsheet juga dapat digunakan untuk menganalisis
rekening akhir sebelum laporan audit akhirnya dikeluarkan.
Manual dan daftar periksa pada file komputer
Tatacara dan guidance audit perusahaan, termasuk solusi untuk masalah umum
akuntansi/audit, dan daftar periksa dapat dibuat dalam file komputer. Hal ini membuat
barang-barang yang dibawa saat melakukan pemeriksaan menjadi lebih ringkas. Namun,
kontrol yang kuat terhadap file/data harus dilakukan agar tidak terjadi fraud seperti penyalah
gunaan data. backup data perlu dilakukan agar data yang ada tidak rawan hilang. Pengunaan
rumus-rumus tertentu untuk pengujian data juga harus diamankan dan selalu dikaji ulang
untuk menghindari kesalahan pengujian.